Anda di halaman 1dari 20
VIGENERE CIPHER Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Mata Kuliah Teori Pengkodean B Dosen Pengampu

VIGENERE CIPHER

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Mata Kuliah Teori Pengkodean B

Dosen Pengampu :

Randi Pratama S.Pd., M.Pd.

Oleh :

Kelompok 3 (A)

Putri Rizqika (150210101021) Anisa Kafifah (150210101063) Wafda Luchmayanti (150210101090)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITASJEMBER

2018

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

i

DAFTAR ISI

ii

KATA PENGANTAR

iii

BAB

I. PENDAHULUAN

1

BAB II. PEMBAHASAN

2

2.1 Pengertian Vigenere Cipher

2

2.2 Substitusi Vigenere Dengan Angka

3

2.3 Substitusi Vigenere Dengan Huruf

5

2.4 Variasi-Variasi Vigenere Chiper

7

2.5 Metode Kasiski (Kasiski Method)

9

2.6 Latihan Soal

12

BAB III. PENUTUP

16

 

3.1 Kesimpulan

16

3.2 Saran

16

DAFTAR PUSTAKA

17

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dalam bentuk maupun isi yang sangat sederhana. Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Randi Pratama S.Pd., M.Pd. yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Harapan kami, semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu, kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

iii

Jember, 20 Mei 2018

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

Dewasa ini, informasi atau pesan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada pesan yang tidak rahasia, dan sebaliknya pesan rahasia untuk orang-orang tertentu pun ada. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode khusus, bagaimana agar pesan tersebut tidak mungkin diketahui orang lain.

Agar suatu pesan tidak dapat diketahui orang lain didapatkan salah satunya dengan menerapkan teknik kriptografi pada informasi. Kriptografi adalah ilmu dan seni mengubah pesan atau informasi untuk membuatnya aman dan kebal dari serangan. Terdapat dua faktor utama dalam teknik kriptografi yaitu enkripsi dan dekripsi. Enkripsi atau penyandian merupakan proses pengubahan informasi agar tidak terbaca. Hasil dari enkripsi berupa informasi yang disandikan atau ciphertext. Ciphertext dapat diambil informasinya dengan cara membalik sandi tersebut menggunakan algoritma kriptografi yang sama. Proses pembalikan sandi sehingga didapatkan informasi yang nyata ini biasa disebut proses dekripsi.

Vigenere Cipher merupakan salah satu algoritma kriptografi klasik yang telah lama digunakan. Namun, Vigenere Cipher telah dapat dilakukan kriptanalisis terhadap panjang kuncinya dengan metode Kasiski. Diteruskan dengan metode analisis frekuensi, Vigenere Cipher dapat dipecahkan.

Oleh karena itu, makalah ini membahas lebih lanjut mengenai Vigenere Cipher tersebut. Sandi Vigenère adalah metode menyandikan teks alfabet dengan menggunakan deretan sandi Caesar berdasarkan huruf-huruf pada kata kunci. Sandi Vigenère merupakan bentuk sederhana dari sandi substitusi polialfabetik. Kelebihan sandi ini dibanding sandi Caesar dan sandi monoalfabetik lainnya adalah sandi ini tidak begitu rentan terhadap metode pemecahan sandi yang disebut analisis frekuensi.

1

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Vigènere Cipher

Vigenere Cipher termasuk dalam cipher abjadmajemuk (polyalphabetic substitution cipher). Algoritma ini dipublikasikan oleh seorang diplomat asal Perancis, yaitu Blaise de Vigenere pada abad 16 (1586). Namun sebenarnya Giovan Batista Belaso telah menggambarkannya pertama kali pada tahun 1553 seperti ditulis di dalam bukunya La Cifra del Sig. Giovan Batista Belaso.

Algoritma ini kemudian baru dikenal 200 tahun kemudian dengan nama penemunya yaitu Vigenere Cipher. Algoritma ini namun berhasil dipecahkan oleh Babbage dan Kasiski pada pertengahan abad ke 19. Vigenere Cipher digunakan oleh Tentara Konfiderasi (Confederate Army) pada Perang Sipil Amerika (American Civil War). Perang Sipil ini terjadi setelah Vigenere Cipher berhasil dipecahkan.

Vigenere Cipher menggunakan Bujur sangkar Vigenere untuk melakukan enkripsi. Kemudian setiap baris di dalam bujursangkar tersebut menyatakan hurufhuruf cipherteks yang diperoleh dengan Caesar Cipher. Kunci yang digunakan terdiri dari beberapa huruf dimana menyatakan jumlah pergeseran huruf ke-i. Algoritma selengkapnya dari Vigenere Cipher adalah sebagai berikut :

Ci(p) = (p + ki) mod 26.

Jika panjang kunci yang ada lebih pendek daripada jumlah plainteks. Maka kunci diulang secara periodic. Misalkan panjang kunci = 20, maka 20 karakter pertama dienkripsi dengan persamaan diatas, dan setiap karakter ke-I menggunakan kunci ki. Hal yang sama berlaku dengan 20 karakter selanjutnya dimana 20 karakter selanjutnya dienkripsi menggunakan kunci yang sama dengan 20 karakter pertama. Karakter k-21 dienkripsi dengan kunci ke-1, dan selanjutnya.

2

2.2

Substitusi Vigènere dengan Angka

Misal

(

)

adalah

(

bilangan

)

bulat

positif.

(

)

(

)

(

)

(

)

d

Teknik substitusi Vigenere dengan menggunakan angka dilakukan dengan menukarkan huruf dengan angka, seperti pada shift cipher.

menukarkan huruf dengan angka, seperti pada shift cipher. Proses enkripsi dapat dihitung dengan persamaan berikut: (

Proses enkripsi dapat dihitung dengan persamaan berikut:

( )

Sedangkan proses dekripsi dapat menggunakan persamaan berikut:

Keterangan:

( )

= karakter hasil enskripsi ke-i

= karakter hasil dekripsi ke-i

= karakter plaintext ke-i

= karakter ciphertext ke-i

= karakter kunci ke-i

3

Contoh soal:

Plaintext : berkah ramadhan Kunci : kurma Bagaimana proses enkripsi dan dekripsinya dan tentukan ciphertext nya dengan menggunakan substitusi angka?

Proses enkripsi

Plaintext

b

e

 

r

 

k

 

a

h

r

 

a

m

a

d

h

a

n

Substitusi

1

4

 

17

 

10

 

0

7

17

0

12

0

3

7

0

13

Key

k

u

 

r

 

m

 

a

k

u

r

m

a

k

u

r

m

Substitusi

10

20

 

17

 

12

 

0

10

20

17

12

0

10

20

17

12

Proses

 

(

) mod 26

 

Hasil

11

24

 

8

22

 

0

17

11

17

24

0

13

1

17

25

Ciphertext

L

Y

 

I

W

A

R

L

R

Y

A

N

B

R

Z

Proses dekripsi

 

Ciphertext

L

Y

 

I

W

A

R

 

L

 

R

 

Y

A

N

B

R

Z

Substitusi

11

24

 

8

22

0

17

11

 

17

 

24

0

13

1

17

25

Key

k

u

 

r

m

a

k

 

u

 

r

 

m

a

k

u

r

m

Substitusi

10

20

 

17

12

0

10

20

 

17

 

12

0

10

20

17

12

Proses

 

(

) mod 26

 

Hasil

1

4

 

17

10

0

7

17

 

12

0 0

 

3

7

0

13

Plaintext

b

e

 

r

k

a

h

 

r

 

m

a a

 

d

h

a

n

 

4

 

2.3

Susbtitusi Vigenere dengan Huruf

Gambar di bawah ini merupakan contoh bujursangkar Vigenere Cipher yang kita gunakan. Vigenere cipher sangat dikenal karena mudah dipahami dan diimplementasikan. Untuk menyandikan suatu pesan, digunakan sebuah tabel alfabet yang disebut bujursangakar Vigènere untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Kolom paling kiri dari bujursangkar menyatakan huruf-huruf kunci, sedangkan baris paling atas menyatakan huruf-huruf plainteks. Setiap baris dalam bujursangkar menyatakan huruf-huruf cipherteks yang diperoleh dengan Caesar cipher, yang mana jumlah pergesaran huruf plainteks ditentukan nilai numerik huruf kunci tersebut. PLAINTEXT

K

E

Y

cipher, yang mana jumlah pergesaran huruf plainteks ditentukan nilai numerik huruf kunci tersebut. PLAINTEXT K E

5

Contoh soal:

Plaintext

: berkah ramadhan

Kunci

: kurma

.Bagaimanakan proses enkripsi dan dekripsi nya dan tentukan ciphertext nya dengan menggunakan substitusi huruf menggunkan bujursangkar Vigenere?

Maka yang harus kita lakukan ialah melihat tabel bujursangkar vigenere diatas dan mencocokkan kunci dengan plainteks untuk mendapatkan cipherteks

Proses enkripsi

Plaintext

b

e

r

k

a h

r

a

m

a d

h

a

n

Key

k

u

r

m

a k

u

r

m

a k

u

r

m

Untuk mendapatkan ciphertext dari teks dan kunci di atas, untuk huruf plaintext pertama [B], ditarik garis vertikal dari huruf [B] dan ditarik garis mendatar dari huruf [K], perpotongannya adalah pada kotak yang berisi huruf [L]. Dengan cara yang sama, hasil enkripsi seluruhnya adalah sebagai berikut:

Plaintext

b

e

r

k

a h

r

a

m

a d

h

a

n

Key

k

u

r

m

a k

u

r

m

a k

u

r

m

Hasil

L

Y

I

W

A R

L

R

Y

A N

B

R

Z

 

Proses dekripsi

 

Ciphertext

L

Y

I

W

A R

L

R

Y

A N

B

R

Z

Key

k

u

r

m

a k

u

r

m

a k

u

r

m

Untuk mendapatkan plaintext dari ciphertext dan kunci di atas, maka kunci [K] ditarik horizontal/mendatar sampai kotak ciphertext [L], kemudian ditarik vertical untuk mendapatkan plaintext. Dengan cara yang sama, hasil deskripsi seluruhnya adalah sebagai berikut:

Ciphertext L Y I W A R L R Y A N B R Z
Ciphertext
L
Y
I
W
A
R
L
R
Y
A
N
B
R
Z
6

Key

k

u

r

m

a k

u

r

m

a

k

u

r

m

Hasil

b

e

r

k

a h

r

a

m

a

d

h

a

n

2.4 VARIASI-VARIASI VIGENERE CIPHER

Variasi-variasi vigènere cipher pada dasarnya perbedaannya terletak pada cara membentuk tabel atau cara menghasilkan kuncinya, sedangkan enkripsi dan dekripsi tidak berbeda dengan vigènere cipher standar. Beberapa variasi tersebut sebagai berikut:

1. Full Vigènere Cipher

Setiap

merupakan

baris

dalam

tabel

tidak

permutasi

menyatakan

pergeseran

huruf-huruf

huruf,

tetapi

alfabet.

menyatakan pergeseran huruf-huruf huruf, tetapi alfabet. 2. Auto-Key Vigènere Cipher Jika panjang kunci lebih

2. Auto-Key Vigènere Cipher Jika panjang kunci lebih kecil dari panjang plainteks, maka kunci disambung dengan plainteks tersebut. Contoh:

Plaintext : berkah ramadhan Kunci : kurma Bagaimana proses enkripsi dan dekripsinya?

Proses Enkripsi

Plaintext

b

e

r

k

a h

r

a

m

a d

h

a

n

Key

k

u

r

m

a b

e

r

k

a h

r

a

m

HASIL

L

Y

I

W

A I

V

R

W

A K

Y

A

Z

7

Proses Dekripsi

Key

k

u

r

m

 

a b

e

r

k

a h

r

a

m

HASIL

L

Y

I

W

 

A I

V

R

W

A K

Y

A

Z

Plaintext

b

e

r

k

a

h

r

a

m

a d

h

a

n

3.

Running-Key Vigènere cipher Kunci adalah string yang sangat panjang yang diambil dari teks bermakna (misalnya naskah proklamasi, naskah Pembukaan UUD 1945, terjemahan ayat di dalam kitab suci, dan lainlain)

Contoh Soal:

 

Plaintext: sari roti

Kunci

: es pisang cendol

 

Bagaimanakan proses enkripsi dan dekripsinya?

 
 

Proses enkripsi

Proses dekripsi

         

i

         
 

Key

e

s

p

 

s

a

n

g

   

Ciphertext

W

S

G

Q

J

O

G

O

 

Hasil

s

a

r

i

r

o

t

i

4.

Standart Vigenere Cipher Standart Vigenere Cipher ketika kunci diulang secara periodik

 

8

2.5

METODE KASISKI (KASISKI METHOD)

Friedrich Kasiski adalah orang yang pertama kali memecahkan Vigènere

cipher pada Tahun 1863 .Metode Kasiski membantu menemukan panjang kunci

Vigenere cipher. Metode Kasiski memanfaatkan keuntungan bahwa bahasa

Inggris tidak hanya mengandung perulangan huruf, tetapi juga perulangan

pasangan huruf atau tripel huruf, seperti TH, THE, dsb. Perulangan kelompok

huruf ini ada kemungkinan menghasilkan kriptogram yang berulang.

Langkah-langkah metode Kasiski:

1. Temukan semua kriptogram yang berulang di dalam cipherteks (pesan yang

panjang biasanya mengandung kriptogram yang berulang).

2. Hitung jarak antara kriptogram yang berulang

3. Hitung semua faktor (pembagi) dari jarak tersebut (faktor pembagi

menyatakan panjang kunci yang mungkin )

4. Tentukan irisan dari himpunan faktor pembagi tersebut. Nilai yang muncul di

dalam irisan menyatakan angka yang muncul pada semua faktor pembagi dari

jarak-jarak tersebut . Nilai tersebut mungkin adalah panjang kunci. Hal ini

karena string yang berulang dapat muncul bertindihan (coincidence).

Setelah panjang kunci diketahui, maka langkah berikutnya adalah menentukan kata kunci. Kata kunci dapat ditentukan dengan menggunakan metode exhaustive key search. Jika panjang kunci adalah p, maka jumlah kunci

yang harus dicoba adalah 26 p . Namun akan lebih efesien bila menggunakan

teknik analisis frekuensi.

Langkah-langkah untuk melakukan analisis frekuensi adalah:

1. Misalkan panjang kunci yang sudah berhasil dideduksi adalah n. Setiap

huruf kelipatan ke-n pasti dienkripsi dengan huruf kunci yang sama.

Kelompokkan setiap huruf ke-n bersama-sama sehingga kriptanalis

memiliki n buah “pesan”, masing-masing dienkripsi dengan substitusi

alfabet-tunggal (dalam hal ini Caesar cipher).

2. Tiap-tiap pesan dari hasil langkah 1 dapat dipecahkan dengan teknik analisis

frekuensi.

9

3.

Dari hasil langkah 3 kriptanalis dapat menyusun huruf-huruf kunci. Atau,

kriptanalis dapat menerka kata yang membantu untuk memecahkan

cipherteks

Contoh Soal:

Ciphertext : UYS TLB BER UYS TKO SJU JMS UYS MZU IKT SFA UYS QRF

BUW TV

Kriptogram yang berulang adalah UYS.

Jarak UYS ke-1 dengan UYS ke-2 = 9

Jarak UYS ke-2 dengan UYS ke-3 = 12

Jarak UYS ke-3 dengan UYS ke-4 = 12

Faktor pembagi 9 = {3, 9}

Faktor pembagi 12 = {2,3,4,6,12}

Irisan kedua himpunan ini = 3. Jadi, panjang kunci diperkirakan = 3

Kelompokkan “pesan” setiap kelipatan ke-3, dimulai dari huruf cipherteks

pertama, kedua, dan seterusnya.

Kelompok

Pesan

Huruf paling sering muncul

1

UTB UTS JUM ISU QBT

U

2

YLE YKJ MYZ KFY RUV

Y

3

SBR SOU SSU TAS FW

S

YLE YKJ MYZ KFY RUV Y 3 SBR SOU SSU TAS FW S Dalam Bahasa Inggris,

Dalam Bahasa Inggris, 10 huruf yang yang paling sering muncul adalah E,

T, A, O, I, N, S, H, R, dan D. Triplet yang paling sering muncul adalah THE.

Karena UYS paling sering muncul di dalam cipherteks, maka dari 10 huruf tsb

10

semua kemungkinan kata 3-huruf dibentuk dan kata yang yang cocok untuk UYS adalah THE. Jadi, dapat menerka bahwa UYS mungkin adalah THE.

Disini dibuat tabel yang memetakan huruf plainteks dengan cipherteks dan huruf-huruf kuncinya (ingatlah bahwa setiap nilai numerik dari huruf kunci menyatakan jumlah pergeseran huruf pada Caesar Cipher).

Kelompok

Plaintext

Ciphertext

Kunci

1

t

U

b=1

2

h

Y

r=17

3

e

S

o=14

Jadi kuncinya adalah “bro”.

Dengan menggunakan kunci “bro” cipherteks berhasil didekripsi menjadi: the sun and the sta rsg ive the lig htf rom the par adi se

atau dalam kalimat yang lebih jelas:

the sun and the stars give the light from the paradise

11

2.6 LATIHAN SOAL

1. Plaintext : saya sanggup puasa maghrib

Kunci : sahur

Bagaimana proses enkripsi dan dekripsinya dan tentukan ciphertext

nya dengan menggunakan substitusi angka?

2. Plaintext : tadarus bersama di masjid

Kunci : takjil

Bagaimanakan proses enkripsi dan dekripsi nya dan tentukan ciphertext nya dengan menggunakan substitusi huruf menggunakan bujursangkar Vigenere?

3. Carilah plaintext dari kalimat berikut menggunakan Metode Kasiski!

EVZR EVZC HCMO PJZV JRVC DCCE CROS HOMH EVZM

CRDW EOIX GWNM ZBNE YRAM YOGP JGPG NSNW ECBI

EVZV

PEMBAHASAN:

1. Plaintext : saya sanggup puasa maghrib

Kunci

: sahur

 

Proses enkripsi

 

Plaintext

s

a

y

a

s

a

n

g

g

u

p

p

u

a

s

a

m

a

g

h

r

i

b

Substitusi

18

0

24

0

18

0

13

6

6

20

15

15

20

0

18

0

12

0

6

7

17

8

1

Key

s

a

h

u

r

s

a

h

u

r

s

a

h

u

r

s

a

h

u

r

s

a

h

Substitusi

18

0

7

20

17

18

0

7

20

17

18

0

7

20

17

18

0

7

20

17

18

0

7

Proses

 

(

) mod 26

 

Hasil

10

0

5

20

9

18

13

13

0

11

7

15

1

20

9

18

12

7

0

24

9

8

8

Ciphertext K A F U J S N N A L H P B U
Ciphertext
K
A
F
U
J
S
N
N
A
L
H
P
B
U
J
S
M
H
A
Y
J
I
I

12

Proses dekripsi

Ciphertext

K

A F

 

U

J

S

N

N

A

L

H

P

B

U

J

S

M

H

A

Y

J

I

I

Substitusi

10

0

5

20

9

18

13

13

0

11

7

15

1

20

9

18

12

7

0

24

9

8

8

Key

s

a

h

u

r

s

a

h

u

r

s

a

h

u

r

s

a

h

u

r

s

a

h

Substitusi

18

0

7

20

17

18

0

7

20

17

18

0

7

20

17

18

0

7

20

17

18

0

7

Proses

 

(

) mod 26

 

Hasil

18

0

24

0

18

0

13

6

6

20

15

15

20

0

18

0

12

0

6

7

17

8

1

Plaintext s a y a s a n g g u p p u a
Plaintext
s
a
y
a
s
a
n
g
g
u
p
p
u
a
s
a
m
a
g
h
r
i
b

2. Plaintext : tadarus bersama di masjid

Kunci

: takjil

Proses enkripsi

 

Plaintext

t

 

a d

a

u

s b

r e

r

s a

m

a d

i

m a

s i

j d

Key

t

 

a k

j

l

i k

t a

j

i l

t

a k

j

i l

t k

a j

Ciphertext M A N J Z F L B O A A L F A
Ciphertext
M
A
N
J
Z
F
L
B
O
A
A
L
F
A
N
R
U
L
L
J
S
M
 Proses dekripsi
Key t a k j i l t a k j i l t a
Key
t
a k
j
i
l
t
a
k
j
i l
t
a k
j
i
l
t
a
k
j
Ciphertext
M
A N
J
Z
F
L
B
O
A
A L
F
A N
R
U
L
L
J
S
M
Plaintext
t
a
d
a
r
u
s
b
e
r
s
a
m
a
d
i
m
a
s
j
i
d

3. Ciphertext : EVZR EVZC HCMO PJZV JRVC DCCE CROS

HOMH EVZM CRDW EOIX GWNM ZBNE YRAM YOGP JGPG

NSNW ECBI EVZV

Kriptogram yang berulang adalah EVZ.

Jarak EVZ ke-1 dengan EVZ ke-2 = 4

Jarak EVZ ke-2 dengan EVZ ke-3 = 28

Jarak EVZ ke-3 dengan EVZ ke-4 = 40

Faktor pembagi 4 = {2, 4}

Faktor pembagi 28 = {2,4,7,14,22}

13

Faktor pembagi 40 = {2,4,5,8,10,20,40}

Irisan ketiga himpunan diatas = 2 dan 4. Panjang kunci diperkirakan = 2/4. Pilih irisan terbesar, yakni 4 dan lanjutkan sebagai dugaan panjang kunci sementara.

Kelompokkan “pesan” setiap kelipatan ke-4, dimulai dari huruf cipherteks

pertama, kedua, dan seterusnya.

Kelompok

Pesan

Huruf paling sering muncul

1

EEHPJDCHECEGZYYJNEE

E

2

VVCJRCROVROWBROGSCV

V

3

ZZMZVCOMZDINNAGPNBZ

Z

4

RCOVCESHMWXMEMPGWIV

M

ZZMZVCOMZDINNAGPNBZ Z 4 RCOVCESHMWXMEMPGWIV M Dalam Bahasa Inggris, 10 huruf yang yang paling sering

Dalam Bahasa Inggris, 10 huruf yang yang paling sering muncul adalah E,

T, A, O, I, N, S, H, R, dan D. Triplet yang paling sering muncul adalah THE.

Karena EVZ paling sering muncul di dalam cipherteks, maka dari 10 huruf tsb

semua kemungkinan kata 3-huruf dibentuk dan kata yang yang cocok untuk EVZ

adalah THE. Jadi, dapat menerka bahwa EVZ mungkin adalah THE.

Disini dibuat tabel yang memetakan huruf plainteks dengan cipherteks dan

huruf-huruf kuncinya (ingatlah bahwa setiap nilai numerik dari huruf kunci

menyatakan jumlah pergeseran huruf pada Caesar Cipher).

Kelompok

Plaintext

Ciphertext

Huruf kunci

1

t

E

l=11

2

h

V

o=14

3

e

Z

v=21

4

*

M

*

14

Hasil dekripsi sementara dengan menggunakan 3 kunci yang sudah diketahui diatas yaitu:

theR theC worO eveV ydaC sohE rdtS warH theM rdiW tanX visM onsE ndfM nalP ysuG cesW togI theV

Perhatikan bagian string “ worO eveV ydaC”, kata yang mungkin adalah “work ever yday”.

Sehingga pada tabel prediksi akan dituliskan sebagai berikut:

Plaintext

Ciphertext

Kunci

 

k

O

e

r

V

e

y

C

e

Kelompok

Plaintext

Ciphertext

 

Kunci

1

t

E

l=11

2

h

V

o=14

3

e

Z

v=21

4

i

M

 

e=4

Jadi kunci

yang utuh adalah

“love”

dengan demikian teks

yang

sebenarnya adalah sebagai berikut:

then they work ever yday soha rdto ward thei rdis tant visi onsa ndfi nall ysuc cess toge ther

atau dalam kalimat yang lebih jelas:

then they work everyday toward their distant visions and finally success together

15

4.1 Kesimpulan

BAB IV

PENUTUP

1. Vigènere cipher adalah salah satu jenis kriptografi klasik yang pada dasarnya adalah melakukan substitusi cipher abjad majemuk (polyalphabetic substitution), yaitu mengubah plaintext dengan kunci tertentu biasanya berupa sebuah kata atau kalimat yang berulang sepanjang plaintext sehingga didapatkan ciphertext.

2. Definisi:

Misal

adalah

bilangan

bulat

positif.

 

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

3. Variasi-variasi vigenere chipper ada tiga, yaitu:

1. Full Vigènere Cipher

2. Auto-Key Vigènere cipher

3. Running-Key Vigènere cipher

4. Standart Vigenere Cipher

4. Metode Kasiski membantu menemukan panjang kunci Vigènere Cipher. Metode Kasiski memanfaatkan keutungan bahasa inggris yang tidak hanya mengandung perulangan huruf, tetapi juga perulangan pasangan huruf atau tripel huruf seperti TH, THE, dsb. Perulangan huruf ini memungkinkan

menghasilkan kriptogram yang berulang.

4.2 Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih banyak memberikan variasi contoh soal tentang makalah diatas dengan sumber-sumber yang lebih banyak dan dapat dipertanggung jawabkan.

16

DAFTAR PUSTAKA

http://informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/Kriptografi/2010-

2011/Makalah1/Makalah1-IF3058-Sem1-2010-2011-014.pdfStallings,

W. 2011. Cryptography and Network Security: Principles and Practice

5 th Edition. New York: Pearson Education Inc.

http://rahmanhidayat3.blogspot.com/2013/05/metode-kasiski.html

17