Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan

Oleh :

Kelompok 7
Juju Saputri NIM 2280170003
Khaerul Ridwan H NIM 2280170013
M. Azhar Ramadhan NIM 2280170031
Saidatul Fauziah NIM 2280170027
Siti Romlah NIM 2280170002
Tia Fitri NIM 2280170007

PENDIDIKAN FISIKA

1
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2017

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................................
2

PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN


A. Pengelolaan Sarana dan Prasarana..................................................................................
3

B. Arti dan Ruang Lingkup Sarana dan Prasarana Pendidikan...........................................


4

C. Prinsip-prinsip Dasar Pengelolaan Sarna dan Prasarana Pendidikan .............................


6

D. Perencanaan Kebutuhan, Pengadaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana


Pendidikan
.............................................................................................................................
8

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................
16

2
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

A. Pengelolaan Sarana dan prasarana pendidikan

1. Pengertian sarana dan prasarana pendidikan

3
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 999) secara umum pengertian
sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai
maksud dan tujuan; alat; media. Sedangkan menurut tim penyusun Dirjen
Dikdasmen Depdikbud yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto (1988: 103),
bahwa sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalan proses
belajar mengajar baik bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan
dapat berjalan lancar dan teratur, efektif dan efisien. Menurut Hartati Sukirman,
dkk (1999: 28), sarana pendidikan adalah suatu sarana penunjang bagi proses
pembelajaran baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian
tujuan pendidikan berjalan lancar, teratur, efektif, dan efisien, termasuk di
dalamnya baranga habis pakai maupun yang tidak habis pakai.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh ahli di atas dapat disimpulkan


bahwa sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang digunakan dalam proses
pembelajaran baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar dalam
pencapaian tujuan pendidikan berjalan lancar, teratur, efektif dan efisien.

2. Pengertian pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan

Istilah pengelolaan sebenarnya hampir sama dengan manajemen, menurut


Suharsimi Arikunto (1987: 7), pengelolaan merupakan terjemahan dari kata
management, karena adanya perkembangan dalam Bahasa Indonesia, maka
istilah management tersebut menjadi manajemen. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2001: 534) bahwa pengelolaan adalah:

a. proses, cara, perbuatan mengelola

b. proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga


orang lain.

c. proses membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi.

4
d. proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat
dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan.

Pengelolaan ini meliputi banyak kegiatan dan bersama-sama menghasilkan


suatu hasil akhir yang berguna untuk pencapaian tujuan. Pengertian lebih rinci
diungkapkan Sutjipto (1992: 91) bahwa pengelolaan pendidikan atau
manajemen sarana pendidikan itu merupakan keseluruhan proses perencanaan,
pengadaan, pendayagunaan dan pengawasan peralatan yang digunakan untuk
menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Menurut
Winarno Hamiseno seperti yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto (1987: 8),
pengertian pengelolaan adalah substantifa dari penyusunan data, merencana,
mengorganisasikan, melaksanakan sampai dengan pengawasan dan penilaian.
Dijelaskan selanjutnya pengelolaan menghasilkan sesuatu yang merupakan
penyempurna dari peningkatan pengelolaan selanjutnya. Kemudian menurut
Suharsimi Arikunto juga mengemukakan bahwa pengelolaan sarana sering
disebut sebagai administrasi materiil atau administrasi peralatan, yaitu segenap
proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan, pendayagunaan dan
pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sarana
pendidikan adalah suatu kemampuan untuk merencanakan, mengadakan,
menyimpan, atau memelihara, menggunakan sumber daya pendidikan serta
penghapusan yang berupa alat pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan
di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yag telah ditetapkan secara efektif
dan efisien.

B. Arti dan Ruang Lingkup Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana adalah segala
sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan.
Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama
terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek). Untuk lebih
memudahkan membedakan keduanya.Sarana lebih ditujukan untuk benda-benda

5
yang bergerak seperti komputer dan mesin-mesin, sedangkan prasarana lebih
ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung.
Menurut Ketentuan Umum Permendiknas (Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional) No. 24 tahun 2007.Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang
dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar untuk
menjalankan fungsi sekolah/madrasah.Sarana pendidikan antara lain gedung,
ruang kelas, meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran. Sedangkan yang
termasuk prasarana antara lain seperti halaman, taman, lapangan, jalan menuju
sekolah dan lain-lain.
Secara Umum, sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat
dan bahan untuk mencapai maksud dan tujuan dari suatu proses produksi.
(contohnya: sabit, cangkul, dll.) Prasarana adalah segala sesuatu yang
merupakan penunjang utama terselenggaranya produksi. (contohnya: lahan,
jalan, parit, pabrik, tempat kerja, dll.) Misalnya, dalam bidang transportasi darat
kita dapat menyebut mobil, motor, bis, taksi sebagai sarana transportasi karena
digunakan secara langsung oleh orang.Sedangkan fasilitas pendukung seperti
jalan, rambu-rambu, lampu lalu lintas dapat kita sebut sebagai prasarana.
Dalam Pemendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 disebutkan bahwa standar
sarana dan prasarana ini mencakup:
1) Kriteria minimum sarana terdiri dari perabot, peralatan pendidikan,
media pendidikan, buku dan sumberlainnya, teknologi informasi dan
komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap
sekolah/madrasah
2) Kriteria minimum prasarana yang terdiri dari bahan, bangunan, ruang-
ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap
sekolah/madrasah.
Burhanuddin dalam siled-sharenya menyebutkan bahwa ruang lingkup
sarana dan prasarana dapat ditinjau dari tiga sudut, yaitu:
a. Ditinjau dari habis tidaknya;
b. Ditinjau dari bergerak tidaknya;
c. Ditinjau dari hubungan dengan proses pembelajaran.
Secara khusus pengelompokkan berdasarkan habis tidaknya dipakai,
berfungsi membantu dalam hal pengadaan sarana dan prasarana. Sementara

6
ditinjau dari hubungan dengan proses pembelajaran digunakan untuk
mempermudah dalam hal penggunaan serta pemeliharaan sarana prasarana.
Secara umum tujuan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan adalah untuk
memberikan pelayanan secara profesional di bidang sarana prasarana pendidikan
dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien.

C. Prinsip-prinsip Dasar Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sarana dan Prasarana pendidikan, khususnya lahan, bangunan dan


perlengkapan sekolah seyogyanya menggambarkan program pendidikan atau
kurikulum sekolah itu. Karena bangunan dan perlengkapan sekolah tersebut
diadakan dengan berlandaskan pada kurikulum atau program pendidikan yang
berlaku, sehingga dengan adanya kesesuaian itu memungkinkan fasilitas yang
ada benar-benar menunjang jalannya proses pendidikan.

Agar program pendidikan bisa tercapai dengan baik ada beberapa prinsip
yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah:
1) Prinsip pencapaian tujuan, yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan
di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan di
dayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan
proses belajar mengajar.
2) Prinsip efisiensi, yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang
seksama, sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang
baik dengan harga yang murah. Dan pemakaiannya pun harus dengan
hati-hati sehingga mengurangi pemborosan.
3) Prinsip Administratif, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana
ndidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang,
peraturan, instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang
berwenang.
4) Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu bahwa manajemen sarana dan
prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel

7
sekolah yang mampu bertanggungjawab. Apabila melibatkan banyak
personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi
tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk setiap personel sekolah.
5) Prinsip Kekohesifan, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah itu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja
yang sangat kompak.

Menurut Hunt Pierce, prinsip dasar dalam melaksanakan pengelolaan


tersebut adalah sebagai berikut:

1) Lahan bangunan, dan perlengkapan sekolah harus


menggambarkan cita dan citra masyarakat.
2) Perencanaan lahan bangunan, dan perlengkapan-perlengkapan
perabot sekolah hendaknya merupakan pancaran keinginan
bersama dengan pertimbangan suatu tim ahli yang cukup cakap
yang ada dalam masyarakat itu.
3) Lahan bangunan, dan perlengkapan-perlengkapan perabot
sekolah hendaknya sesuai dan memadai bagi kepentingan anak-
anak didik, demi terbentuknya karakter mereka dan melayani
serta menjamin mereka di waktu belajar , bekerja dan bermain
sesuai dengan bakat masing-masing.
4) Lahan bangunan, dan perlengkapan-perlengkapan perabot
sekolah serta alat-alatnya hendaknya sesuai dengan kepentingan
pendidikan yang bersumber dari kepentingan serta kegunaan atau
manfaat bagi anak-anak/murid-murid dan guru-guru.
5) Sebagai penanggung jawab harus dapat membantu program
sekolah secara efektif, melatih para petugas serta memilih alatnya
dan cara menggunakannya agar mereka dapat menyesuaikan diri
serta melaksanakan tugasnya sesuai dengan fungsinya dan
profesinya.
6) Seorang penanggung jawab sekolah harus mempunyai kecakapan
untuk mengenal, baik kulatitatif maupun kuantitatif serta
menggunakannya dengan tepat fungsi bangunan dan
perlengkapannya.

8
7) Sebagai penanggung jawab harus mampu memelihara serta
menggunakan bangunan dan tanah sekitarnya sehingga ia dapat
membantu terwujudnya kesehatan, keamanan, kebahagiaan, dan
keindahan serta kemajuan sekolah dan masyarakat.
8) Sebagai penanggug jawab sekolah bukan hanya mengetahui
kekayaan sekolah yang dipercayakan kepadanya, tetapi harus
memerhatikan seluruh keperluan alat-alat pendidikan yang
dibutuhkan oleh anak didiknya.

D. Perencanaan Kebutuhan, Pengadaan dan Pengembangan Sarana dan


Prasarana
1. PerencanaanKebutuhan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana Pendidikan merupakan
pekerjaan yang kompleks, karena harus terintegrasi dengan rencana
pembangunan, baik nasional, regional maupun local.
a. Perencanaan pengadaan tanah untuk gedung/bangunan sekolah
Sekolah tidak bias dibangun di sembarang tempat. Menurut Frank w.
Banghart sekolah hendaknya pada tempat atau lokasi yang baik, yang
dapat memberikan pengaruh positif pada perkembangan siswa. Selain itu
Soerjani (1988: 135) mengemukakan: ‘’Dalam mendirikan gedung
sekolah, perlu diperhatikan tentang letak sekolah dan lingkungannya.
Letak dan lingkungan sekolah adalah salah satu komponen yang dapat
menunjang atau menghambat usaha meningkatkan ketahanan sekolah’’.
b. Perencanaan Pengadaan Bangunan Gedung Sekolah
Sekolah merupakan tempat Lembaga Pendidikan anak agar menjadi
warga negara yang kreatif dan produktif.Untuk ini dituntut adanya
gedung yang memadai sehingga pada tiap murid ada perasaan bangga
dan betah bersekolah dalam gedung tersebut. Selain itu untuk
menumbuhkan penghormatan murid terhadap Lembaga tempat ia didik,
seyogianya sekolah didirikan dalam lingkungan yang cukup terhormat.
c. Perencanaan Pembangunan Bangunan Gedung Sekolah
Seperti halnya sarana lainnya, pembangunan gedung sekolah harus
direncanakan terlebih dahulu.Sesuai dengan fungsinya, gedung sekolah
yang merupakan tempat anak-anak belajar sepantasnya dibangun harus

9
cukup cahaya masuk agar ruangan menjadi terang, cukup ventilasi;
gedung tersebut mempunyai kualitas terbaik, baik dari segi
konstruksinya maupun dari segi keindahannya dan juga harus
memerhatikan segi kesehatannya.
d. Perencanaan Pengadaan Perabot dan Perlengkapan Pendidikan
Untuk efektivitas belajar siswa sekolah tidak cukup hanya menuntut
gedung/kelas yang baik, tapi juga menuntut perabot dan perlengkapan
yang memadai. Dengan perabot dan perlengkapan yang asal aja, sudah
dapat dipastikan proses Pendidikan berjalan kurang efektif yang pada
gilirannya lulusan yang dihasilkan mempunyai kecakapan yang tidak
sesuai dengan harapan. Kegiatan Pendidikan merupakan usaha yang
berencana dan mempunyai tujuan yang jelas. Yaitu mempunyai beberapa
syarat yang harus dilakukan yaitu:
a. Syarat perabot sekolah
b. Syarat-syarat bagi perlengkapan sekolah

Dalam perencanaan perlengkapan dan perabot sekolah Depdiknas


mengelompokkannya menjadi barang-barang yang habis dipakai dan
barang-barang yang tak habis dipakai. Untuk perencanaannya adalah
sebagai berikut (Depdiknas, 1980);

 Barang yang habis dipakai, direncanakan dengan urutan sebagai


berikut:
1) Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan
kebutuhan dari rencana kegiatan sekolah tiap bulan.
2) Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan
barang tersebut tiap bulan.
3) Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana
triwulan dan kemudian menjadi rencana tahunan.
 Barang tak habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai
berikut;
1) Menganalisis dan menyusun keperluan perlengkapan sesuai
dengan rencana kegiatan sekolah serta memperhatikan
perlengkapan yang direncanakan dengan memperhatikan
perlengkapan yang masih ada dan masih dapat dipakai

10
2) Memperkirakan biaya perlengkapan yang direncanakan dengan
meperhatikanstandar yang telah dilakukan.
3) Menetapkan skala prioritas menurut dan yang tersedia, urgensi
kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan tahunan.
2. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Untuk mengadakan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan dengan


berbagai cara. Misalnya, untuk menerima hibah, menerima hak pakai tanah bisa
dilakukan dengan cara membeli, menukar, dan sebagainya. Dalam pengadaan
sarana dan prasarana selain perlu diperhatikan segi kualitas dan kuantitas, juga
diperhatikan prosedur dan dasar hukum yang berlaku, sehingga sarana yang
sudah ada tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dalam pengadaan sarana alat pelajaran yang perlu diperhatikan adalah


waktu yang tepat dalam membeli alat pelajaran yang dibutuhkan. Hal ini
berkaitan dengan manajemen pembiayaan. Oleh karena itu perencanaan
pengadaan alat pelajaran haruslah terperinci dengan baik menyesuaikan
peraturan dalam manajemen pembiayaan.

Untuk mengadakan perencanan kebutuhan alat pelajaran, berikut tahap-


tahap yang terlebih dahulu harus diperhatikan:

1) Guru-guru bidang studi menganalisis terhadap materi pelajaran yang


membutuhkan media dalam penyampaiannya. Dari analisis ini dapat
didaftar media apa saja yang butuhkan
2) Apabila kebutuhan yang diajukan oleh guy ternyata melampaui daya
beli atau daya pembuatan, maka diadakan seleksi menurut skala
prioritas terhadap alat-alat yang pengadaannya mendesak. Kebuuhan
lain dapat dipenuhi dilain kesempatan.
3) Mengadakan inventarisasi terhadap alat atau media yang telah ada.
Alat yang telah ada perlu ditinjau kembali lalu di re-inventarisasi.
Alat yang perlu diubah atau diperbaiki disendirikan untuk
diserahkan kepada orang yang akan memperbaiki.

11
4) Mengadakan seleksi terhadap mata pelajaran atau media yang masih
dimanfaatkan dengan baik, baik yang memerlukan reparasi maupun
yang tidak.
5) Mencari dana (bila belum ada). Kegiatan dalam tahap ini adalah
mengadakan sebuah perencanaan bagaimana caranya memperoleh
dana baik dari dana rutin maupun dana non rutin. Jika suatu sekolah
sudah mengajukan usul kepada pemerintah dan SKOnya sudah
keluar, maka prosedur ini tinggal menyelesaikan macam alat atau
media yang sudah dibutuhkan sesuai dengan besarnya pembiayaan
yang disetujui.
6) Menunjuk seseorang (bagian pembekalan) untuk melaksanakan
pengadaan alat. Penunjukan ini sebaiknya mengingat beberapa hal:
keahlian, kelincahan berkomunikasi, kejujuran dan sebagainya dan
tidak hanya satu orang.
3.Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan
a. Inventaris sarana dan prasarana pendidikan
Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di sekolah atau lembaga
pendidikan lainnya ada yang berasal dari pemerintah ada juga yang berasal
dari usaha sendiri , seperti: membeli, membuat sendiri, sumbangan dari
orang tua murid/masyarakat, dan sebagainya. Semua barang yang ada
tersebut hendaknya diinventarisasi.Melalui inventarisasi memungkinkan
dapat diketahui jumlah, jenis barang, kualitas, tahun pembuatan,
merek/ukuran, harga, dan sebagainya.
Kegiatan inventaris sarana dan prasarana pendidikan di sekolah menurut
Bafadal (2003) meliputi:
- Pencatatan sarana dan prasarana sekolah dapat dilaukan dalam buku
penerimaan barang, buku non-inventaris, dan buku (kartu) stok
barang.
- Pembuatan kode khusus untuk perlengkapan yang tergolong barang
inventaris. Misalnya dengan membuat kode barang dan
menempelkannya pada barang perlengkapan yang tergolong sebagai
barang inventaris. Tujuannya adalah memudahkan semua pihak
dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan
sekolah,baik ditinjau dari kepemilikan, peanggung jawab maupun

12
jenis golongannya. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau
numeric yang menunjukkan departemen, lokasi sekolah dan barang.
- Semua perlengkapan pendidikan disekolah yang tergolong barang
inventaris harus dilaporkan. Laporan tersebut disebut laporan mutasi
barang. Pelaporan dilakukan dalam periode tertentu sekali dalam satu
triwulan. Dalam satu tahun ajaran misalnya, pelaporan dapat
dilakukan pada bulan Juli, Oktober, dan April tahun berikutnya.
b. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan
Sarana dan prasarana merupakan penunjang untuk keaktifan proses
belajar mengajar. Barang-barang tersebut kondisinya tidak akan tetap, tetapi
lama kelamaan akan mengarah kepada kerusakan dan kehancuran, bahkan
kepunahan.
Pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana pendidikan disekolah
dilakukan untuk menjaga agar perlengkapan yang dibutuhkan oleh personel
sekolah dalam kondisi siap pakai. Kondisi siap pakai ini sangat membantu
kelancaran proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.
Ditinjau dari sifat maupun waktunya, terdapat beberapa macam
pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah, yaitu:
- Pemeliharaan yang bersifat pengecekan, pencegahan,perbaikan
ringan dan perbaikan berat;
- Pemeliharaan sehari-hari (membersihkan ruang dan
perlengkapannya), dan pemeliharaan berkala, seperti pengecetan
dinding, pemeriksaan bangku, genteng, dan perabotan lainnya.
c. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan
Penggunaan/pemakaian sarana dan prasarana pendidikan sekolah
merupakan tanggung jawab kepala sekolah pada setiap jenjang
pendidikan.Untuk kelancaran kegiatan tersebut, bagi kepala sekolah yang
mempunyai wakil bidang sarana dan prasarana atau petugas yang
berhubungan dengan penanganan sarana dan prasarana sekolah diberi
tanggung jawab untuk menyusun jadwal tersebut.
d. Penghapusan sarana dan prasarana
Barang-barang yang ada di sekolah terutama yang berasal dari
pemerintah (khususnya sekolah negeri)tidak bisa selamanya digunakan atau
dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, hal ini dikarenakan barang-
barang tersebut rusak berat sehingga tidak bisa diperbaiki maupun dipakai

13
kembali. Dengan keadaan tersebut, maka barang-barang yang rusak berat
harus dihapuskan.
Sebagai salah satu aktivitas dalam pengelolaan sarana dan prasarana
pendidikan, penghapusan bertujuan untuk:
- Mencegah dan membatasi kerugian yang lebih besar sebagai akibat
pengeluaran dana untuk perbaikan perlengkapan yang rusak;
- Mencegah terjadinya pemborosan biaya pengamanan yang tidak
berguna lagi;
- Membebaskan lembaga dari tanggung jawab pemeliharaan dan
pengamanan;
- Meringankan beban inventaris;

Barang-barang yang memenuhi syarat untuk dihapus adalah barang-


barang dalam keadaan berikut:

- Rusak berat sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi


- Tidak sesuai dengan kebutuhan
- Tidak sesuai dengan perkembangan zaman sehingga kurang efisien,
misalnya OHP diganti dengan LCD/Proyektor
- Terkena larangan
- Mengalami penyusutan di luar kekuasaan pengurus barang misalnya
biaya bahan kimia
- Barang yang jika disimpan lama akan rusak dan tidak dapat dipakai
lagi
- Dicuri, diselewengkan,dibakar dan musnah akibat bencana alam, dan
sebagainya.

Sarana prasarana yang berasal dari Negara tidak serta-merta dapat


dihapus begitu saja tetapi terdapat tahap-tahap tertentu dalam melakukan
penghapusan barang. Diantaranya:

1. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun


bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan
2. Memperhitungkan factor-faktor penghapusan ditinjau dari segi nilai
uang
3. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan

14
4. Melaksanakan penghapusan dengan cara mengadakan lelangan,
menghibahkan kepada badan orang lain, atau membakar dengan
disaksikan oleh atasan
5. Membuat berita acara pelaksanaan penghapusan
e. Penataan sarana dan prasarana pendidikan
Sarana dan prasarana merupakan sumber utama yang memerlukan
penataan sehingga fungsional, aman dan araktif untuk keperluan proses-
proses belajar sekolah. Secara fisik sarana dan prasarana harus menjamin
kondisi higienik dan secara psikologis dapat menimbulkan minat belajar.
- Tata ruang dan bangunan sekolah
Dalam mengatur ruang yang dibagun bagi suatu lembaga
pendidikan/sekolah hendaknya dipertimbangkan hubungan antara
satu ruangan dengan ruangan lainnya. Hubungan antara ruang-ruang
yang dibutuhkan dengan pengaturan letaknya tergantung dengan
kurikulum yang berlaku dan tentu saja akan memberikan pengaruh
terhadap penyusunan jadwal pelajaran.
- Penataan perabot sekolah
Tata perabot sekolah mencakup pengaturan barang-barang yang
dipergunakan oleh sekolah, sehingga menimbulan kesan dan
kontribusi yang baik pada kegiatan pendidikan. Dalam mengatur
perabot sekolah hendaknya diperhatikan macam dan bentuk perabot
tersebut. Hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan perabot
sekolah antara lain :
1. Perbandingan antara luas lantai dan ukuran perabot yang akan
dipakai dalam ruangan tersebut
2. Kelonggaran jarak dari dinding kiri-kanan
3. Jarak satu perabot dengan perabot lainnya
4. Jarak deret perabot (meja-kursi) terdepan dengan papan tulis
5. Jarak deret perabot (meja-kursi) paling belakang dengan tembok
batas
6. Arah menghadapnya perabot
7. Kesesuaian dan keseimbangan
8. Penataan perlengkapan sekolah
- Penataan perlengkapan sekolah
Penataan perlengkapan sekolah mencakup pengaturan
perlengkapandi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru
dan kelas, ruang BP, ruang perpustakaan, dan sebagainya. Dalam

15
ruang-ruang tersebut perlengkapan perlu ditata sedemikan rupa
sehingga menimbulkan kesan yang baik terhadap penyelenggaraan
pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dan menimbulkan perasaan
senang, betah bagi guru yang mengajar dan siswa yang belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Ismaya, Bambang. 2015. Pengelolaan Pendidikan. Bandung: PT Refika Aditama.

Rusdiana, M.M. 2015. Pengelolaan Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Website:

http://eprints.uny.ac.id/22246/1/Ferry%20Dwi%20Hidayanto.pdf diakses pada tanggal


4 Februari 2019, pukul 20.00 WIB

http://media.neliti.com/media/publications/226444-sarana-dan-prasarana-yang-baik-
menjadi-b-58a5a96c.pdf diakses pada tanggal 4 Februari 2019, pukul 20.30 WIB.

http://respository.unjkt.ac.id/dispace/bitstream/12345678/4710/1/98962-KERIDA
%20LAKSANA-FITK.PDF diakses pada tanggal 4 Februari 2019, pukul 20.35
WIB.

16