Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
KURIKULUM 2013
SMP KELAS VII SEMESTER I
MATERI BILANGAN BERPANGKAT BULAT POSITIF

DISUSUN OLEH :
WIWIT AGUS WICAKSONO,S.Pd
NO. 19030218010971

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA


YOGYAKARTA
2019
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP MANDIRI


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/semester : VII/Gasal
Materi Pokok : Bilangan Bulat
Alokasi Waktu : 2 JP (1 TM)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong
royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, procedural, dan metakognitif)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


No. Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 3.3 Menjelaskan dan menentukan 3.3.1 Menjelaskan cara merepresentasikan
representasi bilangan bulat bilangan bulat besar sebagai bilangan
besar sebagai bilangan berpangkat bulat positif
3.3.2 Menyatakan bilangan desimal menjadi
berpangkat bulat positif
bilangan berpangkat positif
3.3.3 Membandingkan bilangan berpangkat
besar
3.3.4 Menentukan jenis bilangan (positip,
negatif, genap, ganjil) berpangkat
bulat positif
2. 4.3 Menyelesaikan masalah yang 4.3.1 Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan bilangan berkaitan dengan bilangan berpangkat
bulat besar sebagai bilangan bulat positif
berpangkat bulat positif dan
negatif

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui diskusi kelompok peserta didik mampu:
1. Menjelaskan cara merepresentasikan bilangan bulat besar sebagai bilangan
berpangkat bulat positif dengan benar, sehingga muncul rasa keberanian;
2. Menyatakan bilangan desimal menjadi bilangan berpangkat positif dengan benar,
sehingga muncul rasa keberanian;
3. Membandingkan bilangan berpangkat besar dengan benar, sehingga muncul rasa
tanggung jawab;
4. Menentukan jenis bilangan (positip, negatif, genap, ganjil) berpangkat bulat positif
dengan benar, sehingga muncul rasa tanggung jawab;
5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan berpangkat bulat positif
dengan benar sehingga muncul rasa kerjasama antar siswa dan rasa tanggung jawab.

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
a. Menyatakan bilangan desimal menjadi bilangan berpangkat bulat positif
Secara umum, bilangan berpangkat dapat diyatakan dalam bentuk 𝑎𝑏 dengan a
dan b adalah bilangan bulat. a disebut bilangan basis atau bilangan pokok,
sedangkan b disebut bilangan eksponen atau bilangan pangkat.
Bilangan berpangkat bulat positif adalah bilangan hasil perkalian berulang, yang
dapat dinyatakan dalam bentuk

𝑎𝑛 = 𝑎 × 𝑎 × 𝑎 × … × 𝑎 sebanyak n kali, atau


𝑎𝑛 = ⏟
𝑎 ×𝑎 ×𝑎 ×…× 𝑎
𝑛 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟
untuk n semua bilangan bulat positif. a disebut basis, n disebut pangkat. a = a1
Beberapa contoh sederhana adalah sebagai berikut.
1. 47 = 4 × 4 × 4 × 4 × 4 × 4 × 4
2. 593 = ⏟
5× 5× …× 5
93 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟
3. 𝑝101 = 𝑝
⏟× 𝑝 × … × 𝑝
101 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan penjelasan berikut ini.


CONTOH DAN BUKAN CONTOH
Berikut contoh dan bukan contoh dari bilangan berpangkat bulat positif
No Contoh Bukan Contoh Alasan Bukan Contoh
Pangkat bukan berupa
1 109 17√6 bilangan bulat
Pangkat berupa bilangan
2 -225 5−22
bulat negatif
10 Pangkat berupa pecahan
22 1
3 318
7

Untuk menyatakan bilangan berpangkat bulat menjadi bilangan desimal, dapat


dilakukan dengan mengubahnya dalam bentuk perkalian, kemudian menentukan
hasil kalinya. Sedangkan cara menyatakan bilangan desimal menjadi bilangan
berpangkat, salah satunya dapat dilakukan dengan menentukan faktor-faktornya
terlebih dahulu.
Contoh:
Cara menjadikan bilangan desimal 648 menjadi bilangan berpangkat.
648 : 2
324 : 2
162 : 2
81 : 3
27 : 3
9:3
3:3
1

648 = 2 × 2 × 2 × 3 × 3 ×3 ×3
= 23 × 34

b. Membandingkan bilangan berpangkat besar


Kalau dalam bilangan desimal, untuk membandingkan cukup mudah, yaitu
dengan melihat angka-angka penyusunnya. Namun untuk bilangan berpangkat
tidak semudah itu. Mungkin sebagian dari siswa menduga bahwa antara bilangan
56 dengan 65 adalah sama besar, karena angka-angka penyusunnya sama namun
berbeda posisi. Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, kita bisa rinci
bilangan berpangkat tersebut menjadi bilangan desimal lebih dulu.
56 = 5 × 5 × 5 × 5 × 5 × 5 = 15.625
65 = 6 × 6 × 6 × 6 × 6 = 7.776
Ternyata setelah mengubah menjadi bilangan desimal, nampak bahwa 56 lebih
dari 65.

Cara pada contoh 1 di atas cukup efektif untuk digunakan membandingkan


bilangan berpangkat. Namun, ada kalanya suatu bilangan tidak perlu dijadikan ke
dalam bentuk desimalnya untuk bisa membandingkannya. Perhatikan contoh 2
berikut.

Tentukan bilangan yang lebih besar antara bilangan 100101 dengan 101100!

Kedua bilangan tersebut cukup susah untuk dituliskan ke dalam bilangan desimal
karena angkanya yang (relatif) banyak. Dengan menggunakan kalkulator
sederhana pun tidak akan bisa menghasilkan bilangan desimalnya karena pada
kalkulator tersebut hanya terbatas sampai 9 angka saja. Untuk membandingkan
bilangan berpangkat yang cukup besar tersebut, kalian bisa melakuakan semacam
percobaan untuk bilangan-bilangan yang lebih kecil, tetapi dengan pola yang
sama.
34 > 43
45 > 54
56 > 65
65 > 76
dst.
Percobaan dapat dilanjutkan untuk dilakukan beberapa percobaan lagi agar lebih
meyakinkan.
Dengan melakukan percobaan tersebut kita bisa menggeneralisasi bahwa

100101 > 101100

2. Materi Pembelajaran Pengayaan


Melakukan operasi hitung bilangan berpangkat bulat negatif
3. Materi Pembelajaran Remedial
Mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat positif.

E. Strategi Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Model Pembelajaran : Problem Based Learning
Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab

F. Media dan Alat Pembelajaran


1. Media Pembelajaran :
- Powerpoint
- Lembar Kerja Peserta Didik
2. Alat
- Papan Tulis dan Spidol
- LCD

G. Sumber Belajar
1. Abdur Rahman As’ari, Mohammad Tohir, dkk.2017. Matematika. SMP/MTs Kelas
VII Semester 1.--. Edisi revisi Jakarta. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan .
2. Buku teks lain yang relevan dan internet

H. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Penda- Orientasi 10 menit


huluan 1. Guru memberikan salam, dan melakukan do’a bersama,dan
dilanjutkan dengan absensi.
2. Guru meminta siswa mempersiapkan perlengkapan dan
peralatan yang diperlukan.
Apersepsi
3. Guru menyampaikan indikator pencapaian kompetensi dan
tujuan pembelajaran.
4. Guru menyampaikan model pembelajaran dan penilaian yang
akan digunakan yaitu model Problem Based Learning.
5. Guru mengingatkan kembali materi tentang perkalian
bilangan yang merupakan materi prasyarat dari materi
bilangan berpangkat.
6. Guru memberi apersepsi berupa stimulus, dengan
menayangkan gambar tentang bilangan bulat dengan nominal
yang relatif besar, misalnya jarak bumi ke matahari, massa
bumi, jumlah seluruh manusia di muka bumi, dll.
Motivasi
7. Guru memberi motivasi kepada siswa bahwa materi bilangan
bulat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan untuk
memahami materi-materi pada jenjang pendidikan
selanjutnya dan pada mata pelajaran lainnya.
Kegiatan Tahap 1 : Orientasi peserta didik pada masalah 60 menit
Inti 1. Siswa mengamati beberapa bilangan desimal yang
dinyatakan dalam bilangan bulat positif pada buku siswa
halaman 81.

2. Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan seperti


contoh pertanyaan pada buku halaman 82.
Tahap 2: Mengorganisasikan peserta didik belajar
1. Siswa diminta membentuk kelompok yang anggotanya terdiri
dari 4-5 orang.
2. Guru membagi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) supaya
didiskusikan bersama anggota kelompoknya.
3. Guru memandu siswa supaya bersama dengan kelompoknya
mengamati cara menyatakan bilangan desimal menjadi
bilangan berpangkat positif dan membandingkan bilangan
berpangkat besar yang ada pada LKPD.
Tahap 3: Membimbing penyelidikan individu dan
kelompok.
1. Guru memberi kesempatan kepada kelompok untuk membaca
buku siswa atau sumber lain untuk melakukan penyelidikan
guna memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah
yang diberikan.
2. Siswa berdiskusi dengan teman-teman mereka dalam
pemecahan masalah dengan kerja keras dan tanggung jawab.
3. Guru membantu siswa secara individu dan kelompok yang
mengalami kesulitan dalam penyelesaian masalah.
Tahap 4: Memprestasikan hasil diskusi kelompok
1. Guru meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan
hasil diskusinya di depan kelas.
2. Kelompok yang lain mendengarkan dengan seksama dan
menanggapi.
Tahap 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah.
1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik dari
kelompok penyaji untuk memberikan penjelasan tambahan
dengan baik.
2. Guru melibatkan siswa mengevaluasi jawaban kelompok
penyaji serta masukan dari siswa yang lain dan membuat
kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan siswa sudah
benar.
3. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain yang
mempunyai jawaban berbeda dari kelompok penyaji pertama
untuk mengkomunikasikan hasil diskusi kelompoknya secara
runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu.
4. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok.
5. Siswa kembali ketempat duduk masing-masing.
Penutup 1. Guru bersama dengan siswa mengidentifikasi kelebihan dan 10 menit
kekurangan kegiatan pembelajaran dengan cara
mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa, menjawab
pertanyaan dengan informasi yang diperoleh dengan
menunjukkan apa yang tertulis di buku.
2. Guru melakukan penilaian dengan memberikan tes tulis
3. Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan
hasil pembelajaran dengan cara menginformasikan proses
yang sudah baik dan yang masih perlu ditingkatkan.
4. Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan
dilaksanakan pada pertemuan berikutnya, yaitu KPK dan
FPB.
5. Guru memberi tugas PR yaitu mengerjakan soal pada buku
siswa hal 86-87.

I. Penilaian
1. Penilaian Spiritual
Teknik Penilaian : Pengamatan
Instrumen : Lampiran 2
2. Penilaian Sosial
Teknik Penilaian : Pengamatan
Instrumen : Lampiran 3
3. Penilaian Pengetahuan
Teknik Penilaian : tes tertulis
Instrumen : Lampiran 4
4. Penilaian Keterampilan
Teknik Penilaian : Pengamatan
Instrumen : Lampiran 5
B. Pengayaan dan Remidial
Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pembelajaran Remedial dilakukan segera
setelah kegiatan penilaian :
a. Remedial
Pembelajaran Remedial ini akan tergantung pada hasil evaluasi. Apabila terdapat
banyak siswa ( lebih dari 40 % ) yang mendapat nilai dibawah KKM, maka
pembelajaran diulang untuk seluruh kelas dengan pendkatan pembelajaran yang
berbeda dengan sebelumnya. Apabila banya siswa yang mendapat nilai dibawah
KKM relatif kecil, maka pembelajaran berupa bantuan secara individu.
b. Pengayaan
Untuk Pegayaan, sebagaimana dinyatakan dalam panduan, sesuai dengan materi
pada RPP ini, siswa yang telah mencapai KKM diberi materi yang sifatnya
mengembangkan kompetensi. Dalam hal ni para siswa diminta melakukan
kegiatan penyelesaian soal-soal dengan dasar materi yang telah dipelajari.

Mengetahui Yogyakarta, Maret 2019


Kepala SMP Mandiri Guru Mapel Matematika

…………….......…….......... Wiwit Agus Wicaksono, S.Pd.


NIP. NIP.
Lampiran 2
Penilaian Sikap Spiritual

Rubrik Penskoran Penilaian Sikap Spiritual


Skor
No. Aspek yang Dinilai
1 2 3 4
1. Berdoa dengan hikmat sebelum dan sesudah kegiatan
pembelajaran.
2. Menunjukkan rasa syukur secara verbal maupun non-verbal
setelah mengerjakan tugas atau menyelesaikan masalah.
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan
pendapat/presentasi.
Jumlah skor yang dicapai

SkorMaksimum 12

Keterangan:
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik

Nilai = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒄𝒂𝒑𝒂𝒊/𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒖𝒎 ×𝟏𝟎𝟎


Lampiran 3
LEMBAR PENILAIAN ASPEK SIKAP

No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian


1. Kerjasama Pengamatan Kegiatan inti
2. Keberanian Pengamatan Kegiatan inti
3. Tanggung jawab Pengamatan Kegiatan inti

Indikator penilaian aspek sikap :


1. bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
a. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
b. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi masih belum konsisten.
c. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
secara konsisten.

2. Keberanian
a. Kurang baik, jika siswa sama sekali tidak berusaha menyampaikan pendapat dalam
proses pembelajaran.
b. Baik, jika siswa sudah mencoba menyampaikan pendapat dalam proses pembelajaran
tetapi masih belum konsisten.
c. Sangat baik, siswa jika sudah menyampaikan pendapat dalam proses pembelajaran
dan konsisten.

3. Tanggung jawab dalam kelompok


a. Kurang baik, jika siswa sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas
kelompok.
b. Baik, jika siswa sudah ada usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas kelompok
tetapi masih belum konsisten.
c. Sangat baik, jika siswa sudah ada ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara konsisten.
Berilah tanda (√ ) pada tabel berikut sesuai dengan hasil pengamatan.

Kejujuran Tanggungjawab Bekerjasama


No Nama Siswa
SB B KB SB B KB SB B KB
1.
2.
3.
...
...
...

Keterangan :
SB = Sangat Baik
B = Baik
KB = Kurang Baik

SKOR:
SB =3
B =2
KB =1

𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒄𝒂𝒑𝒂𝒊


Nilai = × 𝟏𝟎𝟎
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒖𝒎
Lampiran 4
Lembar Penilaian Pengetahuan

KUIS

Petunjuk
1. Bacalah Masalah berikut dengan cermat
2. Kerjakan secara individu

Masalah

1. Seekor bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri menjadi 2 ekor dalam waktu 2 jam.
a. Jika mula-mula terdapat 3 ekor bakteri berapa jumlah bakteri setelah 8 jam?
b. Jika mula-mula terdapat 10 ekor bakteri berapa jumlah bakteri setelah 32 jam?
Kunci Jawaban dan Pedoman penskoran
No Pertanyaan Jawaban Skor
1 Seekor bakteri berkembang biak dengan cara a. Jumlah bakteri setelah 8 jam
membelah diri menjadi 2 ekor dalam waktu 2 = 3 x 24 ekor 1
jam. = 3 x 16 ekor
a. Jika mula-mula terdapat 3 ekor = 48 ekor 1
bakteri berapa jumlah bakteri 1
b. Jika mula-mula terdapat 10
setelah 8 jam? bakteri setelah 32 jam menjadi
b. Jika mula-mula terdapat 10 ekor = 10 x 2 10 ekor 1
bakteri berapa jumlah bakteri = 10 x 1024 ekor 1
setelah 20 jam? 1
= 10240 ekor

Total score 6

𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒄𝒂𝒑𝒂𝒊


Nilai = × 𝟏𝟎𝟎
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒖𝒎
Lampiran 5

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN - UNJUK KERJA

Tabel : Rubrik Penilaian Unjuk Kerja


Tingkat Kriteria
4 Jawaban menunjukkan penerapan konsep mendasar yang berhubungan
dengan tugas ini. Ciri-ciri:
Semua jawaban benar,sesuai dengan konsep bilangan berpangkat positif.
3 Jawaban menunjukkan penerapan konsep mendasar yang berhubungan
dengan tugas ini. Ciri-ciri:
Semua jawaban benar tetapi ada cara yang tidak sesuai atau ada satu
jawaban salah. Sedikit kesalahan perhitungan dapat diterima
2 Jawaban menunjukkan keterbatasan atau kurang memahami masalah
yang berhubungan dengan tugas ini.
Ciri-ciri:
Ada jawaban yang benar dan sesuai dengan prosedur, dan ada jawaban
tidak sesuai dengan permasalahan yang ditanyakan.
1 Jawaban hanya menunjukkan sedikit atau sama sekali tidak ada
pengetahuan konsep perpangkatan bilangan bulat positif.
Ciri-ciri:
Semua jawaban salah, atau
Jawaban benar tetapi tidak diperoleh melalui prosedur yang benar.
0 Tidak ada jawaban atau lembar kerja kosong

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN- UNJUK KERJA

KELAS : .…………..
Tingkat
No Nama Siswa Nilai Ket.
4 3 2 1 0
1
2
3
4
5
dst
Lampiran 6
Pekerjaan Rumah