Anda di halaman 1dari 3

Biografi Barack Obama Presiden Amerika Serikat

Obama adalah keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjabat Presiden Amerika


Serikat setelah sebelumnya merupakan keturunan Afrika-Amerika pertama yang dicalonkan oleh
sebuah partai politik besar Amerika untuk menjadi presiden. Lulusan Universitas Columbia dan
Sekolah Hukum Universitas Harvard; di sana ia menjabat sebagai presiden Harvard Law Review,
Obama bekerja sebagai koordinator masyarakat dan menjabat sebagai pengacara hak sipil
sebelum menjadi Senat Illinois selama tiga kali mulai 1997 hingga 2004. Ia mengajar hukum
konstitusional di Sekolah Hukum Universitas Chicago sejak 1992 hingga 2004. Setelah
kegagalan meraih kursi di Dewan Perwakilan AS tahun 2000, ia mengumumkan kampanyenya
untuk Senat AS bulan Januari 2003. Setelah kemenangan Maret 2004, Obama menyampaikan
key notenya pada Konvensi Nasional Demokrat Juli 2004. Ia terpilih sebagai Senat pada
November 2004 dengan 70 persen suara.
Sebagai anggota minoritas Demokrat di Kongres ke-109, ia membantu membuat undang-
undang yang mengatur senjata konvensional dan mempromosikan akuntabilitas publik dalam
penggunaan dana federal. Ia juga melakukan perjalanan resmi ke Eropa Timur, Timur Tengah,
dan Afrika. Selama Kongres ke-110, ia membantu membuat UU mengenai lobi dan kecurangan
pemilihan, perubahan iklim, terorisme nuklir, dan perawatan bagi personil militer AS yang
pulang. Obama mengumumkan kampanye presidennya pada Februari 2007, dan dicalonkan pada
Konvensi Nasional Demokrat 2008 dengan senator Delaware, Joe Biden sebagai pasangan
kampanye. Dan Pada tanggal 4 November 2008 Barack Obama sukses mengalahkan rivalnya
senator John Mccain dari partai republik dan menjadi presiden amerika ke 44 dan orang kulit
hitam pertama sebagai presiden Amerika serikat.

Kehidupan awal dan karir Obama


Barack Obama lahir di Honolulu, Hawaii, dari pasangan Barack Hussein Obama, Sr.,
seorang Kenya dari Nyang’oma Kogelo, Distrik Siaya, Kenya, dan Ann Dunham, seorang
Amerika Serikat dari Wichita, Kansas. Orangtuanya bertemu ketika bersekolah di Universitas
Hawaii, tempat ayahnya belajar dengan status sebagai murid asing. Keduanya berpisah ketika
Obama berusia dua tahun dan akhirnya bercerai.Ayah Obama kembali ke Kenya dan melihat
anaknya untuk terakhir kalinya sebelum meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun
1982. Setelah bercerai, Dunham menikahi Lolo Soetoro, dan keluarganya pindah ke Indonesia
tahun 1967. Obama kemudian bersekolah di sekolah lokal di Jakarta hingga ia berusia 10 tahun.
Obama bersekolah di SD Menteng 1 Jakarta. Saat ini Obama masih dapat berbicara bahasa
Indonesia dengan tingkat dasar.
Ia kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama kakek dan neneknya dan belajar di Sekolah
Punahou sejak kelas lima tahun 1971 hingga lulus SMA pada 1979.Ibu Obama kembali ke
Hawaii tahun 1972 selama beberapa tahun dan kemudian ke Indonesia untuk menyelesaikan kerja
lapangan untuk disertasi doktoral. Ia meninggal karena kanker rahim tahun 1995. Sebagai
seorang dewasa, Obama mengakui bahwa ketika SMA ia menggunakan mariyuana, kokain, dan
alkohol, yang ia jelaskan pada Forum Sipil Presiden 2008 sebagai kesalahan moralnya yang
terbesar. Setelah SMA, Obama pindah ke Los Angeles lalu ia belajar di Perguruan Tinggi
Occidental selama dua tahun. Ia kemudian dipindahkan ke Universitas Columbia di New York
City, dan kemudian ia lulus dalam bidang pengetahuan politik dengan kelebihan pada hubungan
internasional. Obama lulus dengan B.A. dari Columbia tahun 1983, kemudian bekerja selama
setahun di Business International Corporation dan kemudian di New York Public Interest
Research Group.

Obama Legislator negara bagian 1997-2004.


Obama berhasil mengalahkan semua pesaingnya dari pemilihan dan muncul dalam
pemilihan tanpa saingan. Ia kemudian dipilih sebagai Senat Illinois tahun 1996, menggantikan
Alice Palmer sebagai Senator dari Distrik ke-13 Illinois, yang membentang South Side, Chicago
dari Hyde Park-Kenwood ke selatan di South Shore dan barat ke Chicago Lawn. Setelah terpilih,
Obama bersahabat dengan Presiden Senat Illinois yang membantu senator baru ini berhasil. Ia
mensponsori hukum yang meningkatkan kredit pajak bagi pekerja berpendapatan rendah,
menegosiasikan reformasi kesejahteraan, dan mempromosikan peningkatan subsidi bagi
perawatan anak.
Obama terpilih kembali sebagai Senat Illinois tahun 1998, dan lagi tahun 2002. Tahun
2000, ia dikalahkan dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk Dewan Perwakilan AS oleh
Bobby Rush selama empat tahun dengan perbandingan dua banding satu.
Bulan Januari 2003, Obama menjadi pimipinan Komite Kesehatan dan Pelayanan Sipil
Senat Illinois ketika Demokrat, setelah satu dasawarsa seabgai minoritas, akhirnya memperoleh
mayoritas. Ia mensponsori dan memimpin pengesahan bipartisan UU untuk memonitor racial
profiling (memprofil berdasarkan ras) dengan meminta polisi mencatat ras para tahanan dan UU
tersebut menjadikan Illinois negara bagian pertama yang melakukan perekaman interogasi
pembunuhan. Obama mengundurkan diri dari Senat Illinois pada November 2004 setelah
pemilihannya menuju Senat AS.

Kampanye Senat AS 2004 Obama


Di pertengahan 2002, Obama mulai melakukan kampanye menuju Senat AS; ia
memasukkan pakar politik David Axelrod yang gagal dan mengumumkan pencalonannya pada
Januari 2003. Keputusan oleh Peter Fitzgerald dari Republik dan pendahulunya Carol Moseley
Braun dari Demokrat tidak yang tidak mengikuti persaingan ini membuka pemilihan pendahuluan
Demokrat dan Republik yang melibatkan lima belas kandidat. Pencalonan Obama didorong oleh
kampanye iklan Axelrod yang menampilkan wajah Walikota Chicago Harold Washington dan
dorongan oleh anak gadis Paul Simon, bekas Senator AS untuk Illinois. Ia menerima 52% suara
pada pendahuluan Maret 2004, menyisakan 29% bagi saingan Demokrat terdekatnya.
Bulan Juli 2004, Obama menulis dan menyampaikan catatannya pada Konvensi Nasional
Demokrat 2004 di Boston, Massachusetts. Setelah menjelaskan pengalaman kakeknya sebagai
veteran Perang Dunia II dan pembuat program Federal Housing Administration dan G.I. Bill,
Obama berbicara mengenai perubahan prioritas ekonomi dan sosial pemerintah AS. Ia
mempertanyakan Perang Irak oleh administrasi Bush dan memberi penghargaan pada tentaranya.
Mencontoh dari sejarah AS, ia mengkritik pandangan partisan terhadap elektorat dan meminta
Amerika bersatu dalam perbedaan, dengan mengatakan, “Tidak ada yang namanya Amerika
liberal dan Amerika konservatif; yang ada hanyalah Amerika Serikat.” Meskipun tak disiarkan
oleh tiga jaringan berita terbesar (kecuali CBS dan NBC di Chicago yang membatalkan reality
show televisi mereka), sekitar 9.1 juta penonton yang menyaksikannya melalui PBS, CNN,
MSNBC, FOX News dan C-SPAN mendengar pidato Obama, yang merupakan acara puncak
konvensi itu dan menerima statusnya sebagai bintang baru Partai Demokrat.
Pesaing Obama pada pemilihan umum, pemenang pendahuluan Republik Jack Ryan,
mengundurkan diri pada Juni 2004. Dua bulan kemudian dan kurang dari tiga bulan sebelum Hari
Pemilihan, Alan Keyes menerima pencalonan Partai Republik Illinois untuk menggantikan Ryan.
Seorang yang lama menetap di Maryland, Keyes menetapkan tempat tinggal permanennya di
Illinois karena pencalonan. Pada pemilihan umum November 2004, Obama menerima 70% suara,
sementara Keyes 27%, kemenangan terbesar untuk persaingan negara bagian dalam sejarah
Illinois.

Obama Senator AS 2005-2008


Obama disumpah sebagai senator pada 4 Januari 2005. Obama adalah Senator Afrika
Amerika kelima dalam sejarah AS, dan yang ketiga yang dipilih melalui popular vote. Ia adalah
anggota Senat satu-satunya dari Congressional Black Caucus. Congressional Quarterly, sebuah
terbitan nonpartisan, menyebutnya sebagai “Demokrat setia” berdasarkan analisis seluruh suara
Senat pada 2005-2007, dan National Journal menempatkannya sebagai senator “paling liberal”
berdasarkan penelitian terhadap suara yang dipilih selama 2007. tahun 2005 ia menempati
peringkat ke-16, dan pada 2006 di peringkat ke-10. Tahun 2008, menurut Congress.org Obama
adalah Senator terkuat ke-11.

Obama Kampanye presiden 2008


Tanggal 10 Februari 2007, Obama mengumumkan pencalonannya untuk Presiden
Amerika Serikat di depan bangunan Old State Capitol di Springfield, Illinois. Pemilihan tempat
pidato ini sangat simbolis karena di tempat itu juga Abraham Lincoln menyampaikan pidato
bersejarahnya, “House Divided” tahun 1858. Selama kampanye, Obama mengangkat masalah
pengakhiran Perang Irak, meningkatkan kebebasan energi, dan menyediakan perawatan
kesehatan universal.
Kampanye Obama memakan $58 juta pada pertengahan pertama 2007, di antaranya
sumbangan kurang dari $200, dikelompokkan sebagai “donasi kecil” menurut hukum kampanye,
berjumlah $16.4 juta. Angka $58 juta ini mencetak rekor penggalangan dana kampanye presiden
pada enam bulan pertama tahun kalender sebelum pemilihan. Dampak donasi kecil ini sangat
besar dari sudut pandang absoolut dan perspektif. Bulan Januari 2008, kampanyenya mencetak
rekor penggalangan dana lainnya dengan $36.8 juta, jumlah terbanyak yang dikumpulkan dalam
satu bulan oleh seorang calon presiden dalam kampanye pendahuluan Demokrat.

Obama Presiden terpilih Amerika Serikat


Tanggal 4 November 2008, Barack Obama mengalahkan John McCain dan menjadi orang
Afrika Amerika pertama yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Dalam pidato
kemenangannya yang disampaikan di depan ratusan ribu pendukungnya di Taman Grant di
Chicago, Obama menyatakan bahwa “perubahan telah tiba di Amerika.” Lahir di Hawaii, Obama
akan menjadi Presiden AS pertama yang lahir di luar Daratan Amerika Serikat. Ia juga akan
menjadi Presiden termuda kelima ketika menjabat dan yang kedua sejak Lincoln yang basis
politik utamanya terletak di Illinois.
Presiden terpilih Obama dijadwalkan disumpah sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44
pada tanggal 20 Januari 2009. Kode nama Agen Rahasianya yang disetujui adalah “Renegade”.

Budaya dan pandangan politik Obama


Dengan ayah Kenya dan ibu Amerika, kehidupannya di Honolulu dan Jakarta, dan
pendidikannya di Ivy League, kehidupan awal Obama sangat berbeda dengan politikus Afrika-
Amerika yang mengawali karir mereka pada 1960-an melalui partisipasi pada gerakan hak-hak
sipil. Mengenai pertanyaan tentang apakah ia “cukup hitam,” Obama menanggapi pada National
Association of Black Journalists pada Agustus 2007 bahwa debat ini tidak mengenai penampilan
fisiknya atau catatannya mengenai masalah pemilih berkulit hitam. Obama mengatakan bahwa
“kami masih terjebak bila Anda berpihak pada orang berkulit putih maka pasti ada yang salah.”