Anda di halaman 1dari 9

DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI KEPERAWATAN

No Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


Diagnosa keperawatan
Pre Operasi NOC : NIC :
1 Cemas b/d krisis situasional Anxiety Reduction (penurunan
 Anxiety control kecemasan)
Definisi :  Coping
 Impulse control
Perasaan gelisah yang tak jelas dari ketidaknyamanan  Gunakan pendekatan yang menenangkan
atau ketakutan yang disertai respon autonom (sumner  Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien
 Jelaskan
tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); Kriteria Hasil : semua prosedur dan apa yang dirasakan
perasaan keprihatinan disebabkan dari antisipasi selama prosedur
terhadap bahaya. Sinyal ini merupakan peringatan Klien mampu mengidentifikasi
Pahami prespektif
dan pasien terhdap situasi stres
adanya ancaman yang akan datang dan memungkinkan mengungkapkan gejala
Temani pasien untuk memberikan keamanan dan
cemas
 Mengidentifikasi,mengurangi
individu untuk mengambil langkah untuk menyetujui takut
mengungkapkan
terhadap tindakan  Berikan
dan menunjukkan informasi faktual mengenai diagnosis,
tehnik untuk
Ditandai dengan mengontol cemas tindakan prognosis
 batas
 Vital sign dalam Dorong keluarga untuk menemani anak
normal
 Gelisah  Postur tubuh, ekspresi
Lakukan back / neck rub
wajah,
 Insomnia  Dengarkan
bahasa tubuh dan dengan penuh perhatian
tingkat aktivitas
 Resah menunjukkan berkurangnya
Identifikasi tingkat kecemasan
 Ketakutan kecemasan  Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan
 Sedih kecemasan
 Fokus pada diri  Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan,
 Kekhawatiran ketakutan, persepsi
 Cemas  Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi
 Barikan obat untuk mengurangi kecemasan
Post Operasi NOC : NIC :
2 Resiko Infeksi b/d tindakan invasive Infection Control (Kontrol
 Immune Status infeksi)
Definisi : Peningkatan resiko masuknyaorganisme
Knowledge : Infection control
patogen  Risk control  Bersihkan lingkungan setelah
dipakai pasien lain
Faktor-faktor resiko : Kriteria Hasil :  Pertahankan teknik isolasi
 Batasi pengunjung bila perlu
 Prosedur Infasif  Klien bebas dari tanda dan gejala  Instruksikan pada
 Ketidakcukupan pengetahuan untuk menghindari infeksi pengunjung untuk mencuci
paparan patogen  Mendeskripsikan proses tangan saat berkunjung dan
 Trauma penularan penyakit, factor yang setelah berkunjung
 Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan mempengaruhi penularan serta meninggalkan pasien
lingkungan penatalaksanaannya,  Gunakan sabun antimikrobia
 Ruptur membran amnion  Menunjukkan kemampuan untuk untuk cuci tangan
 Agen farmasi (imunosupresan) mencegah timbulnya infeksi  Cuci tangan setiap sebelum
 Malnutrisi  Jumlah leukosit dalam batas dan sesudah tindakan
 Peningkatan paparan lingkungan patogen normal kperawtan
 Imonusupresi  Menunjukkan perilaku hidup  Gunakan baju, sarung tangan
 Ketidakadekuatan imum buatan sehat sebagai alat pelindung
 Tidak adekuat pertahanan sekunder (penurunan Hb,  Pertahankan lingkungan
Leukopenia, penekanan respon inflamasi) aseptik selama pemasangan
 Tidak adekuat pertahanan tubuh primer (kulit tidak alat
utuh, trauma jaringan, penurunan kerja silia, cairan  Ganti letak IV perifer dan
tubuh statis, perubahan sekresi pH, perubahan line central dan dressing
peristaltik) sesuai dengan petunjuk
 Penyakit kronik umum
 Gunakan kateter intermiten
untuk menurunkan infeksi
kandung kencing
 Tingktkan intake nutrisi
 Berikan terapi antibiotik bila
perlu

Infection Protection (proteksi


terhadap infeksi)

 Monitor tanda dan gejala


infeksi sistemik dan lokal
 Monitor hitung granulosit,
WBC
 Monitor kerentanan terhadap
infeksi
 Batasi pengunjung
 Saring pengunjung terhadap
penyakit menular
 Partahankan teknik aspesis
pada pasien yang beresiko
 Pertahankan teknik isolasi
k/p
 Berikan perawatan kuliat
pada area epidema
 Inspeksi kulit dan membran
mukosa terhadap kemerahan,
panas, drainase
 Ispeksi kondisi luka / insisi
bedah
 Dorong masukkan nutrisi
yang cukup
 Dorong masukan cairan
 Dorong istirahat
 Instruksikan pasien untuk
minum antibiotik sesuai
resep
 Ajarkan pasien dan keluarga
tanda dan gejala infeksi
 Ajarkan cara menghindari
infeksi
 Laporkan kecurigaan infeksi
 Laporkan kultur positif

3 Nyeri akut b/d cidera fisik akibat pembedahan NOC :

Definisi :  Pain Level, Pain Management


Sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman  Pain control,
emosional yang muncul secara aktual atau potensial  Comfort level  Lakukan pengkajian nyeri
kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya secara komprehensif
kerusakan (Asosiasi Studi Nyeri Internasional): serangan Kriteria Hasil : termasuk lokasi,
mendadak atau pelan intensitasnya dari ringan sampai karakteristik, durasi,
 Mampu mengontrol nyeri (tahu
berat yang dapat diantisipasi dengan akhir yang dapat frekuensi, kualitas dan faktor
diprediksi dan dengan durasi kurang dari 6 bulan. penyebab nyeri, mampu presipitasi
menggunakan tehnik  Observasi reaksi nonverbal
Batasan karakteristik : nonfarmakologi untuk mengurangi dari ketidaknyamanan
nyeri, mencari bantuan)  Gunakan teknik komunikasi
 Laporan secara verbal atau non verbal  Melaporkan bahwa nyeri berkurang terapeutik untuk mengetahui
 Fakta dari observasi dengan menggunakan manajemen pengalaman nyeri pasien
 Posisi antalgic untuk menghindari nyeri nyeri  Kaji kultur yang
 Gerakan melindungi  Mampu mengenali nyeri (skala, mempengaruhi respon nyeri
 Tingkah laku berhati-hati intensitas, frekuensi dan tanda  Evaluasi pengalaman nyeri
 Muka topeng nyeri) masa lampau
 Gangguan tidur (mata sayu, tampak capek, sulitatauMenyatakan rasa nyaman setelah  Evaluasi bersama pasien dan
gerakan kacau, menyeringai) nyeri berkurang tim kesehatan lain tentang
 Terfokus pada diri sendiri  Tanda vital dalam rentang normal ketidakefektifan kontrol nyeri
 Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu, masa lampau
kerusakan proses berpikir, penurunan interaksi  Bantu pasien dan keluarga
dengan orang dan lingkungan) untuk mencari dan
 Tingkah laku distraksi, contoh : jalan-jalan, menemukan dukungan
menemui orang lain dan/atau aktivitas, aktivitas  Kontrol lingkungan yang
berulang-ulang) dapat mempengaruhi nyeri
 Respon autonom (seperti diaphoresis, perubahan seperti suhu ruangan,
tekanan darah, perubahan nafas, nadi dan dilatasi pencahayaan dan kebisingan
pupil)  Kurangi faktor presipitasi
 Perubahan autonomic dalam tonus otot (mungkin nyeri
dalam rentang dari lemah ke kaku)  Pilih dan lakukan
 Tingkah laku ekspresif (contoh : gelisah, merintih, penanganan nyeri
menangis, waspada, iritabel, nafas panjang/berkeluh (farmakologi, non
kesah) farmakologi dan inter
 Perubahan dalam nafsu makan dan minum personal)
 Kaji tipe dan sumber nyeri
untuk menentukan intervensi
 Ajarkan tentang teknik non
Faktor yang berhubungan : farmakologi
Agen injuri (biologi, kimia, fisik, psikologis)  Berikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
 Evaluasi keefektifan kontrol
nyeri
 Tingkatkan istirahat
 Kolaborasikan dengan dokter
jika ada keluhan dan tindakan
nyeri tidak berhasil
 Monitor penerimaan pasien
tentang manajemen nyeri

Analgesic Administration

 Tentukan lokasi,
karakteristik, kualitas, dan
derajat nyeri sebelum
pemberian obat
 Cek instruksi dokter tentang
jenis obat, dosis, dan
frekuensi
 Cek riwayat alergi
 Pilih analgesik yang
diperlukan atau kombinasi
dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu
 Tentukan pilihan analgesik
tergantung tipe dan beratnya
nyeri
 Tentukan analgesik pilihan,
rute pemberian, dan dosis
optimal
 Pilih rute pemberian secara
IV, IM untuk pengobatan
nyeri secara teratur
 Monitor vital sign sebelum
dan sesudah pemberian
analgesik pertama kali
 Berikan analgesik tepat
waktu terutama saat nyeri
hebat
 Evaluasi efektivitas
analgesik, tanda dan gejala
(efek samping)

4 Kurang pengetahuan tentang kondisi, NOC : NIC :


prognosis,kebutuhan pengobatan b/d keterbatasan Teaching : disease Process
kognitif.  Kowlwdge : disease process
Definisi :  Kowledge : health Behavior  Berikan penilaian tentang
Tidak adanya atau kurangnya informasi kognitif tingkat pengetahuan pasien
sehubungan dengan topic spesifik. Kriteria Hasil : tentang proses penyakit yang
spesifik
Batasan karakteristik : memverbalisasikan adanya  Pasien dan keluarga menyatakan  Jelaskan patofisiologi dari
masalah, ketidakakuratan mengikuti instruksi, perilakupemahaman tentang penyakit, penyakit dan bagaimana hal
tidak sesuai. kondisi, prognosis dan program ini berhubungan dengan
pengobatan anatomi dan fisiologi, dengan
Faktor yang berhubungan : keterbatasan kognitif,  Pasien dan keluarga mampu cara yang tepat.
interpretasi terhadap informasi yang salah, kurangnya melaksanakan prosedur yang  Gambarkan tanda dan gejala
keinginan untuk mencari informasi, tidak mengetahui dijelaskan secara benar yang biasa muncul pada
sumber-sumber informasi.  Pasien dan keluarga mampu penyakit, dengan cara yang
menjelaskan kembali apa yang tepat
dijelaskan perawat/tim kesehatan  Gambarkan proses penyakit,
lainnya dengan cara yang tepat
 identifikasi kemungkinan
penyebab, dengna cara yang
tepat
 Sediakan informasi pada
pasien tentang kondisi,
dengan cara yang tepat
 Hindari harapan yang kosong
 Sediakan bagi keluarga
informasi tentang kemajuan
pasien dengan cara yang
tepat
 Diskusikan perubahan gaya
hidup yang mungkin
diperlukan untuk mencegah
komplikasi di masa yang
akan datang dan atau proses
pengontrolan penyakit
 Diskusikan pilihan terapi
atau penanganan
 Dukung pasien untuk
mengeksplorasi atau
mendapatkan second opinion
dengan cara yang tepat atau
diindikasikan
 Eksplorasi kemungkinan
sumber atau dukungan,
dengan cara yang tepat
 Instruksikan pasien mengenai
tanda dan gejala untuk
melaporkan pada pemberi
perawatan kesehatan, dengan
cara yang tepat.