Anda di halaman 1dari 6

Nama : Asep Peri Setiawan

NIM : 4004150003
IKM Semester VIII

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI


RUMAH SAKIT MITRA IDAMAN TAHUN 2019

1.1 Latar Belakang


Hipertensi atau yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi adalah suatu
kondisi di mana tekanan darah mengalami peningkatan yang persisten. Setiap kali
jantung berdetak, maka jantung akan memompa darah ke pembuluh darah,
kemudian membawa darah ke seluruh tubuh. Pada orang dewasa, tekanan darah normal
yaitu 120 mmHg sistolik dan 80 mmHg diastolik. Seseorang dikatakan hipertensi
apabila tekanan darah sistolik sama dengan atau di atas 140 mmHg dan/atau tekanan
darah diastolik sama dengan atau di atas 90 mmHg (WHO, 2015).
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) 2015, satu diantara lima
orang dewasa di seluruh dunia mengalami peningkatan tekanan darah. Prevalensi
kejadian hipertensi di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% masyarakat dunia
mengalami hipertensi. Angka ini kemungkinan akan mengalami peningkatan
menjadi 29,2% di tahun 2030. Dari 972 juta penderita hipertensi, 333 juta berada di
negara maju dan sisanya (639 juta) berada di negara berkembang. Prevalensi hipertensi
tertinggi berada di daerah Afrika yaitu 46% orang dewasa berusia di atas 25 tahun telah
didiagnosis hipertensi(WHO, 2013)
Dalam sistem kesehatan Indonesia terjadi perubahan epidemiologi dimana
terdapat penurunan penyakit menular dan peningkatan dalam penyakit tidak
menular salah satunya yaitu hipertensi (Depkes RI, 2015). Prevalensi hipertensi di
Indonesia didapat data dengan angka kejadian tertinggi terdapat di daerah Bangka
Belitung (30,9%), Kalimantan Selatan (30,8%), Kalimantan Timur (29,6%), dan
Jawa Barat (29,4%). Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran
tekanan darah pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8 persen (Riskesdas, 2013).
Jumlah kasus Hipertensi di jawa barat salah satunya disumbang dari Kota Banjar
dengan Total Kasus Hipertensi sebanyak 125.969 dengan jumlah kasus pada laki-laki
sebanyak 61.647 dan perempuan 64.322. (profil jawa barat, 2014). Jumlah kasus
hipertensi di Kota Banjar dapat dilihat salah satunya dari laporan penyakit terbanyak
rawat jalan di Rumah Sakit Mitra Idaman pada tahun 2018 yaitu sebanyak 2.287 kasus
dengan jumlah kasus pada laki-laki sebanyak 839 kasus dan perempuan 1.448 kasus.
Hipertensi merupakan tantangan besar dalam sistem pelayanan kesehatan
Indonesia, hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal
(gagal ginjal), jantung (penyakit jantung), dan otak (menyebabkan stroke). Komplikasi
hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.
Hipertensi menyebabkan setidaknya 45% kematian karena penyakit jantung dan
51% kematian karena penyakit stroke (Kemenkes, 2014). Oleh karena itu
penderita hipertensi perlu menyadari bahwa pengendalian tekanan darah perlu
dilakukan untuk meminimalisir komplikasi.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi adalah faktor genetik,
umur, jenis kelamin, obesitas, asupan garam, kebiasaan merokok dan aktifitas fisik.
Individu dengan riwayat keluarga hipertensi mempunyai resiko 2 kali lebih besar
untuk menderita hipertensi daripada orang yang tidak mempunyai keluarga dengan
riwayat hipertensi. Hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia, dan pria
memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi lebih awal. Obesitas juga
dapat meningkatkan kejadian hipertensi, hal ini disebabkan lemak dapat
menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan tekanan
darah secara bertahap. Asupan garam yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran
kelebihan dari hormon natriouretik yang secara tidak langsung akan meningkatkan
tekanan darah. Asupan garam antara 5-15 gram perhari juga dapat meningkatkan
prevalensi hipertensi sebesar 15-20%. Kebiasaan merokok berpengaruh dalam
meningkatkan resiko hipertensi walaupun mekanisme timbulnya hipertensi belum
diketahui secara pasti.(armilawati HA dan Ridwan, 2016).
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian factor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di poliklinik Interna RS.
Mitra Idaman tahun 2019.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan


dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Mitra Idaman Kota Banjar tahun 2019.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Untuk Mengetahui apakah ada Hubungan antara umur dengan kejadian
hipertensi diRumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019.
b. Untuk Mengetahui apakah ada Hubungan antara aktivitas fisik dengan
kejadian hipertensi diRumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019.
c. Untuk Mengetahui apakah ada Hubungan antara asupan garam dengan
kejadian hipertensi diRumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019.
d. Untuk Mengetahui apakah ada Hubungan antara riwayat keluarga dengan
kejadian hipertensi diRumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019.
e. Untuk Mengetahui apakah ada Hubungan antara obesits dengan kejadian
hipertensi diRumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019.
1.3 Rumusan Masalah
1.3.1 Rumusan Masalah Umum
Faktor – faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian Hipertensi di
Rumah Sakit Mitra Idaman Kota banjar Tahun 2019.
1.3.2 Rumusan Masalah Khusus
a. Apakah ada hubungan antara umur dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit
Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019
b. Apakah ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di
Rumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019
c. Apakah ada hubungan antara asupan garam dengan kejadian hipertensi di
Rumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019
d. Apakah ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi di
Rumah Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019
e. Apakah ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi di Rumah
Sakit Mitra Idaman kota Banjar tahun 2019
1.4 Kerangka Teori

Keturunan Hipertensi

Hipertensi

Curah Jantung

Kecepatan denyut Tahanan perifer


jantung

Sistem rennin-angiostensin

umur Sistem saraf otonom

Jenis kelamin Disfungsi endotelium

Aktifitas Fisik Substansi vasoaktif

Asupan Garam Hiperkoagulasi

Stress Disfungsi Diastolik

Etnis
 Merokok
Obesitas  Jumlah Merokok
 Lama menghisap
Konsumsi Lemak Rokok

Merokok

Konsumsi alcohol dan


kafein

Riwayat Keluarga
Keterangan :
: Di teliti

: Tidak diteliti

1.5 Kerangka konsep

umur

Aktifitas Fisik

Asupan Garam Asupan Garam

Obesitas

Riwayat Keluarga

1.6 Metodologi Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk survey yang bersifat
observasional dengan metode Crossectional, yaitu suatu penelitian yang dilakukan
dengan pengamatan sesaat atau dalam suatu periode waktu tertentu dan setiap subjek
studi hanya dilakukan satu kali pengamatan selama penelitian ( Machfoedz dalam
Umiati, 2009).