Anda di halaman 1dari 44

KATA PENGANTAR

Publikasi Prakiraan Musim Kemarau 2019 Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan jasa klimatologi yang dihasilkan oleh Stasiun Klimatologi Maros. Publikasi Prakiraan Musim Kemarau 2019 Provinsi Sulawesi Selatan disusun berdasarkan laporan data curah hujan dari Unit Pelaksana Teknis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan dari Stasiun Kerjasama BMKG di Provinsi Sulawesi Selatan serta memperhatikan dinamika atmosfer skala regional/global.

Prakiraan Musim Kemarau 2019 ini memuat informasi Prakiraan Awal Musim Kemarau 2019, Perbandingan antara Awal Musim Kemarau 2019 terhadap normal atau rata-ratanya selama 30 tahun (1981-2010), dan Prakiraan Sifat Hujan selama periode Musim Kemarau 2019.

Berdasarkan pengelompokan pola distribusi curah hujan rata-rata bulanan di seluruh

wilayah Sulawesi Selatan, maka secara klimatologis wilayah Sulawesi Selatan terdiri atas :

a. Daerah daerah yang mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau, yang selanjutnya disebut daerah Zona Musim (ZOM).

b. Daerah daerah yang tidak mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau, yang selanjutnya disebut daerah Non Zom.

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data periode 30 tahun (1981-2010) wilayah Sulawesi Selatan terdiri atas 24 Zona Musim dan 4 Non Zom.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pengamat curah hujan, pengamat SMPK dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang telah melaporkan data curah hujan/data iklim di daerahnya, serta kerjasamanya sehingga bulletin informasi ini dapat terbit tepat waktu.

Publikasi Prakiraan Musim Kemarau 2019 Sulawesi Selatan ini dikirimkan ke gubernur, walikota, bupati, instansi pemerintah dan Stakeholder lainnya di provinsi Sulawesi Selatan guna kepentingan daerah dalam menentukan kebijakan perencanaan pembangunan terutama sektor pertanian dan sektor pembangunan lainnya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu penyusunan publikasi dan segala kritik serta saran dalam upaya untuk perbaikan informasi ini kami terima dengan terbuka.

Maros,

Maret 2019

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I MAROS

HARTANTO, ST, MM. NIP. 19640512 199003 1 004

i

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR

i

 

DAFTAR ISI

ii

PENGERTIAN DAN ISTILAH

iv

I.

PENDAHULUAN

1

II.

RINGKASAN

3

A. Kondisi Dinamika Atmosfer dan Laut

3

B. Prakiraan Musim Kemarau 2019 Zona Musim Sulawesi Selatan

4

C. Prakiraan Hujan Kumulatif Wilayah Non ZOM

5

III.

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2019 PADA ZONA MUSIM SULAWESI

6

SELATAN.

A. Prakiraan Awal Musim Kemarau 2019

6

B. Prakiraan Perbandingan Awal Musim Kemarau 2019 Terhadap Rata-ratanya

9

C. Prakiraan Sifat Hujan Pada Musim Kemarau 2019

12

D. Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2019

14

IV.

PRAKIRAAN HUJAN KUMULATIF PERIODE APRIL S/D SEPTEMBER 2019 DAERAH NON ZONA MUSIM (NON ZOM)

17

A. Prakiraan Curah Hujan Kumulatif pada Non Zona Musim

17

B. Prakiraan Sifat Hujan pada Non Zona Musim

17

ii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Prakiraan Musim Kemarau 2019 Zona Musim Sulawesi Selatan

19

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Prakiraan Awal Musim Kemarau 2019 Zona Musim Sulawesi Selatan

32

Gambar 2. Peta Prakiraan Perbandingan Awal Musim Kemarau 2019 Terhadap Rata-ratanya Zona Musim Sulawesi Selatan

33

Gambar 3. Peta Prakiraan Sifat Hujan Pada Musim Kemarau 2019 Zona Musim Sulawesi Selatan

34

Gambar 4. Peta Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2019 Zona Musim Sulawesi Selatan…

35

Gambar 4. Peta Prakiraan Curah Hujan Kumulatif April - September 2019 Wilayah Non Zona Musim Sulawesi Selatan

36

Gambar 5. Peta Prakiraan Sifat Hujan Kumulatif April - September 2019 Wilayah Non Zona Musim Sulawesi Selatan

37

iii

PENGERTIAN DAN ISTILAH YANG DIPERGUNAKAN

DALAM PRAKIRAAN MUSIM

1. Awal Musim Hujan, ditandai dengan jumlah curah hujan selama satu dasarian lebih besar dari 50 mm dan diikuti dasarian berikutnya secara berturut. Permulaan awal musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama ataupun lebih lambat (mundur) dari normalnya (1981-

2010).

2. Awal Musim Kemarau, ditandai dengan jumlah curah hujan selama satu dasarian lebih kecil dari 50 mm dan dasarian berikutnya secara berturut. Permulaan awal musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama ataupun lebih lambat (mundur) dari normalnya (1981-2010).

3. Dasarian

a. Dasarian adalah masa selama 10 hari.

b. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 kategori dasarian yaitu :

1. : Masa dari tanggal 1 s/d 10.

Dasarian I

2. : Masa dari tanggal 11 s/d 20.

Dasarian II

3. : Masa dari tanggal 21 hingga akhir bulan.

Dasarian III

4. Sifat hujan, merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1981-2010). Sifat hujan di kategorikan :

a. Atas Normal (AN)

b. Normal (N)

c. Bawah Normal (BN)

: jika nilai curah hujan > 115% terhadap rata-ratanya

: jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap rata- ratanya

: jika nilai curah hujan < 85% terhadap rata-ratanya

5. Zona Musim (ZOM) adalah daerah-daerah yang mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau (umumnya pola Monsun).

6. Non Zom adalah daerah-daerah yang tidak mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau, dalam hal ini daerah yang sepanjang tahun curah hujannya tinggi atau rendah.

iv

Prakiraan Musim Kemarau

2019

I.

PENDAHULUAN

Posisi geografis Indonesia yang strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis khatulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, dikelilingi oleh luasnya lautan, menyebabkan wilayah Indonesia memiliki keragaman cuaca dan iklim. Keragaman iklim Indonesia dipengaruhi fenomena global seperti El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang bersumber dari wilayah Ekuator Pasifik Tengah dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang bersumber dari wilayah Samudera Hindia barat Sumatera hingga timur Afrika, keragaman iklim juga dipengaruhi oleh fenomena regional, seperti sirkulasi angin monsun Asia-Australia, Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis atau Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ) yang merupakan daerah pertumbuhan awan, serta kondisi suhu permukaan laut sekitar wilayah Indonesia.

Sementara kondisi topografi wilayah Sulawesi Selatan yang bergunung, berlembah, serta banyak pantai, merupakan fenomena lokal yang menambah beragamnya kondisi iklim di wilayah Sulawesi Selatan, baik menurut ruang (wilayah) maupun waktu. Berdasarkan hasil analisis data periode 30 tahun terakhir (1981-2010), secara klimatologis wilayah Sulawesi Selatan terdapat 28 pola hujan, dimana 24 pola merupakan Zona Musim (ZOM) yaitu mempunyai perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau (umumnya pola Monsun), sedangkan 4 pola lainnya adalah Non Zona Musim (Non ZOM). Daerah Non ZOM pada umumnya memiliki ciri mempunyai 2 kali puncak hujan dalam setahun (pola Ekuatorial) dan daerah sepanjang tahun curah hujannya tinggi atau rendah. Jumlah pola hujan dalam 30 tahun terakhir (periode 1981-2010) sebanyak 28 pola hujan tersebut, merupakan hasil pemutakhiran pola iklim sebelumnya (periode 1971-2000) yang berjumlah 15 pola hujan, dimana 9 pola merupakan Zona Musim (ZOM) dan 6 pola lainnya adalah Non Zona Musim (Non ZOM).

Fenomena yang Mempengaruhi Iklim / Musim di Indonesia

1. El Nino Southern Oscillation (ENSO)

El Nino Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang ditandai dengan adanya anomali suhu permukaan laut di wilayah Ekuator Pasifik Tengah dimana jika anomali suhu permukaan laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya) maka disebut El Nino, namun jika anomali suhu permukaan laut Negatif disebut La Nina. Dampak El Nino sangat tergantung dengan kondisi perairan wilayah Indonesia. El Nino berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan secara drastis, bila bersamaan dengan kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin. Namun bila kondisi suhu perairan hangat, El Nino tidak signifikan mempengaruhi kurangnya curah hujan di Indonesia. Sedangkan La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat apabila disertai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia. Mengingat luasnya wilayah Indonesia, tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh El Nino / La Nina.

Prakiraan Musim Kemarau

2019

2. Indian Ocean Dipole (IOD)

Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena interaksi lautatmosfer di Samudera Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera. Perbedaan nilai anomali suhu muka laut dimaksud disebut sebagai Dipole Mode Index (DMI). Untuk DMI positif, umumnya berdampak kurangnya curah hujan di Indonesia bagian barat. Sedangkan nilai DMI negatif, berdampak terhadap meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.

3. Sirkulasi Monsun Asia Australia

Sirkulasi angin di Indonesia ditentukan oleh pola perbedaan tekanan udara di Australia dan Asia. Pola tekanan udara ini mengikuti pola peredaran matahari dalam setahun yang mengakibatkan sirkulasi angin di Indonesia berubah secara musiman, yaitu sirkulasi angin yang mengalami perubahan arah setiap setengah tahun sekali. Pola angin baratan terjadi karena adanya tekanan tinggi di Asia yang berkaitan dengan berlangsungnya musim hujan di Indonesia. Pola angin timuran/ tenggara terjadi karena adanya tekanan tinggi di Australia yang berkaitan dengan berlangsungnya musim kemarau di Indonesia.

4. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)

ITCZ merupakan daerah tekanan rendah yang memanjang dari barat ke timur dengan posisi selalu berubah mengikuti pergerakan posisi matahari ke arah utara dan selatan khatulistiwa. Wilayah Indonesia yang berada di sekitar khatulistiwa, maka pada daerah-daerah yang dilewati ITCZ pada umumnya berpotensi terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan.

5. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia

Kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak-sedikitnya kandungan uap air di atmosfer, dan erat kaitannya dengan proses pembentukan awan di atas wilayah Indonesia. Jika suhu permukaan laut dingin potensi kandungan uap air di atmosfer sedikit, sebaliknya panasnya suhu permukaan laut berpotensi menimbulkan banyaknya uap air di atmosfer.

Prakiraan Musim Kemarau

2019

II. RINGKASAN

A. Kondisi Dinamika Atmosfer dan Laut

Dinamika atmosfer dan laut dipantau dan diperkirakan berdasarkan aktivitas fenomena alam, meliputi: El Nino Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), Sirkulasi Monsun Asia-Australia, dan Suhu Permukaan laut Indonesia.

Monitoring dan prakiraan kondisi dinamika atmosfer dan laut dimaksud yang akan terjadi pada Musim Kemarau 2019, adalah:

1. Monitoring dan Prakiraan Fenomena ENSO dan IOD

a. El Nino Southern Oscillation (ENSO)

Pada akhir Januari 2019, kondisi suhu muka laut (SST) di Ekuator Pasifik Tengah wilayah Nino 3.4 menunjukkan kondisi El-Nino Lemah dengan indeks pada akhir Januari 2019 yaitu 0.59 (El-Nino Lemah). Kondisi El-Nino Lemah diprediksi akan berlangsung hingga Juli 2019. Pada bulan Agustus hingga Desember 2019 diprediksi terjadi terjadi kondisi Netral dengan besaran indeks rata-rata 0.35. Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa Awal Musim Kemarau 2019 berpeluang normal hingga mundur jika dibandingkan dengan keumumannya.

b. Indian Ocean Dipole (IOD)

Monitoring Indeks Dipole Mode pada Januari 2019 menunjukkan kondisi Netral yaitu bernilai -0.04, dan diprediksi akan tetap netral indeksnya sampai pertengahan tahun 2019. Dengan konsistennya nilai indeks Dipole Mode Netral maka hal ini tidak signifikan mendukung penambahan uap air dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat dan sebaliknya. Selain itu di wilayah Sulawesi Selatan fenomena ini tidak memberikan dampak yang signifikan.

2. Monitoring

dan

Prakiraan

Fenomena

Permukaan Laut Indonesia

a. Sirkulasi Monsun Asia-Australia

Sirkulasi

Monsun

Asia-Australia,

Suhu

Kondisi sirkulasi monsun Asia-Australia hingga akhir Januari 2019 didominasi oleh angin Baratan kecuali di wilayah Aceh dan Sumatera bagian Utara. Belokan angin terjadi di sepanjang bagian Utara Ekuator. Pada Bulan Maret 2019 angin Timuran mulai menguat terutama pada wilayah Indonesia bagian Selatan dan akan terus menguat sampai bulan Mei 2019 kemudian akan melemah pada bulan Juni 2019. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan terhadap awal musim hujan jika ditinjau dari keumumannya.

Prakiraan Musim Kemarau

2019

b. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia

Sampai Akhir Januari 2019, kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia umumnya sama dengan klimatologisnya (Normal), dengan anomali suhu berkisar antara -1°C s/d 1 °C. Wilayah dengan anomali negatif berada di sekitar Laut sekitar Jawa bag.timur, Bali, Nusa Tenggara, Laut Arafuru, Selat makassar. Sedangkan wilayah dengan anomali positif terdapat di sekitar perairan barat Sumatera bagian utara, selat karimata, dan Laut Cina Selatan. Dengan kondisi suhu permukaan laut yang berada pada kisaran Normal mengindikasikan suplai uap air masih mencukupi untuk terjadinya penguapan dan pembentukan awan.

Suhu permukaan laut di Indonesia selama Musim Kemarau 2019 diperkirakan sebagai berikut:

1) Bulan Februari 2019, umumnya anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia dan sekitarnya didominasi anomali negatif (lebih dingin dari klimatologisnya).

2) Bulan Maret 2019 s/d Juli 2019, anomali suhu permukaan laut di sebagian besar wilayah perairan Indonesia terjadi peningkatan anomali positif atau lebih hangat terutama di wilayah Selat Karimata dan Laut Jawa April hingga Mei 2019.

B. Prakiraan Musim Kemarau 2019 Pada 24 Zona Musim (ZOM) di Sulawesi Selatan

1. Prakiraan ”Awal” Musim Kemarau 2019

- Februari 2019

: 1 ZOM

( 4.2 % dari 24 ZOM )

- April 2019

: 2 ZOM

( 8.3 % dari 24 ZOM )

- Mei 2019

: 2 ZOM ( 8.3 % dari 24 ZOM )

- Juni 2019

: 7 ZOM ( 29.2 % dari 24 ZOM )

- Juli 2019

: 5 ZOM

( 20.8 % dari 24 ZOM )

- Agustus 2019

: 7 ZOM

( 29.2 % dari 24 ZOM )

2. Perbandingan

Prakiraan

(Periode 1981-2010)

- Maju dari rata-ratanya

- Sama dengan rata-ratanya

- Mundur dari rata-ratanya

Awal

Musim

Kemarau

2019

Terhadap

: 7 ZOM (29.2 % dari 24 ZOM)

: 16 ZOM (66.7 % dari 24 ZOM)

: 1 ZOM (4.2 % dari 24 ZOM)

Rata-Ratanya

3. Prakiraan ”Sifat Hujan“ Musim Kemarau 2019

- Atas Normal (AN) : 2 ZOM (8.3 % dari 24 ZOM)

- Normal (N)

- Bawah Normal (AN)

:

12 ZOM (50 % dari 24 ZOM)

: 10 ZOM

(41.7 % dari 24 ZOM)

Prakiraan Musim Kemarau

2019

4. Prakiraan “Puncak” Musim Kemarau 2019

- Agustus 2019

- September 2019

: 8 ZOM ( 33.3 % dari 24 ZOM )

: 16 ZOM ( 66.7 % dari 24 ZOM)

Prakiraan Musim Kemarau 2019 di wilayah Sulawesi Selatan secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut :

1) Awal Musim Kemarau 2019 di 24 Zona Musim (ZOM) diperkirakan umumnya berkisar pada bulan Juni 2019.

2) Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981-2010), Awal Musim Kemarau 2019 umumnya Sama dari rata-ratanya.

3) Sifat Hujan selama Musim Kemarau 2019 di sebagian besar Zona Musim (ZOM) diperkirakan umumnya Normal (N).

4) Puncak Musim Kemarau 2019 di 24 Zona Musim (ZOM) diperkirakan umumnya terjadi di bulan September 2019.

C. Prakiraan Hujan Kumulatif (Non ZOM)

Periode April September 2019 di Luar Zona Musim

1. Curah hujan kumulatif selama periode April s.d September 2019 di wilayah luar Zona Musim, diperkirakan antara 1501 2000 mm.

2. Sifat hujan kumulatif selama periode April s.d September 2019 di wilayah luar Zona Musim, diperkirakan Normal (N).

Prakiraan Musim Kemarau

2019

III. PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2019 PADA ZONA MUSIM (ZOM) SULAWESI SELATAN

A. Prakiraan Awal Musim Kemarau 2019

AWAL

MUSIM HUJAN

URAIAN (PER KECAMATAN)

Dasarian Februari I III

Jeneponto (Arungkeke, Batang, Binamu, Bontoramba bagian selatan, Kelara, Tamalatea, Tarowang, Turatea), Gowa (Biringbulu bagian selatan, Tompobulu bagian Selatan), Bantaeng (Bisappu bagian tengah hingga barat, Sinoa bagian barat daya, Ulu Ere bagian selatan).

Dasarian April I III

Barru (Balusu bagian barat daya, Barru bagian barat, Tanete Rilau) Gowa (Bajeng bagian tengah dan barat, Bajeng Barat, Barombong, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Pallangga bagian bara, Bajeng bagian Timur, Bontomarannu bagian Barat, Palangga bagian timur, Somba Opu), Jeneponto (Bangkala bagian selatan, Bangkala Barat bagian Barat, Tamalatea bagian barat laut) Maros (Bontoa bagian barat, Lau bagian barat, Maros Baru bagian barat, Marusu bagian barat, Moncongloe bagian barat) Makassar (Mamajang, Mariso bagian barat, Tamalate bagian barat, Ujung Pandang bagian barat, Biringkanaya bagian barat, Bontoala, Makassar, Mamajang, Manggala, Mariso bagian Timur, Panakukkang, Rappocini, Tallo, Tamalate bagian Timur, Tamalanrea, Ujung Pandang, Ujung Tanah, Wajo) Pangkep (Bungoro bagian barat, Labakkang bagian barat, Liukang Tangaya, Pangkajene, Segeri Takalar (Mangara Bombang, Pattalassang, Polobangkeng Selatan, Polobangkeng Utara, Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Mappasungu, Sanrobone),

Dasarian Mei I - III

Barru (Balusu bagian Timur, Barru bagian Timur, Pujananting, Soppeng Riaja bagian tenggara, Tanete Riaja), Bone (Lamuru bagian barat, Lappariaja bagian barat, Tellu Limpoe bagian selatan), Gowa (Bontomarannu bagian timur, Bungaya bagian barat, Manuju, Pattallasang, Parangloe, Tinggi Moncong bagian Barat), Pangkep (Balocci, Bungoro bagian Timur, Labakkang bagian Timur, Ma'rang bagian Timur, Segeri bagian Selatan, Tondong Tallasa), Maros (Bantimurung, Bontoa bagian timur, Cenrana bagian barat, Lau bagian timur, Mandai, Maros Baru bagian

Prakiraan Musim Kemarau

2019

timur, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu bagian barat, Turikale), Makassar (Biringkanaya bagian timur), Pangkep (Balocci, Bungoro bagian Timur, Labakkang bagian Timur, Ma'rang bagian Timur, Segeri bagian Selatan, Tondong Tallasa), Selayar (Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Bontomatene, Bontosikuyu,Pasimarannu, Pasimassunggu, Taka Bonerate), Soppeng (Donri-Donri bagian barat daya, Lalabata bagin tengah hingga barat, Liliriaja bagian barat, Mario Riwawo bagian barat), Takalar (Polobangkeng Utara bagian timur laut).

Dasarian Juni I - III

Barru (Balusu bagian barat laut, Mallusetasi, Soppeng Riaja bagian tengah dan utara) Bone (Ajangale bagian barat, Amali, Bengo, Dua Boccoe bagian barat, Lamuru bagian tengah dan timur, Lappariaja bagian selatan hingga utara, Libureng bagian utara, Palakka bagian barat daya, Ponre bagian tengah dan barat, Tellu Siattinge bagian barat, Ulaweng bagian tengah dan barat), Enrekang (Alla bagian tengah dan selatan, Anggeraja, Barakka bagian barat dan barat daya, Baroko bagian selatan, Bungin bagian barat, Buntu Batu bagian barat laut, Cendana Curio bagian barat, Enrekang, Maiwa bagian tengah dan utara, Malua, Masalle, Alla bagian utara, Baroko bagian utara, Curio bagian Utara, Curio bagian utara), Gowa (Biring Bulu sebagian besar, Bontolempangan bagian barat, Bungaya bagian Tengah dan timur, Tinggi Moncong bagian Tengah, Tombolo Pao bagian barat daya, Tompobulu bagian tenggara), Jeneponto (Bangkala bagian utara, Bangkala Barat bagian Timur, Bontoramba bagian Utara), Luwu (Basse Sangtempe bagian tengah dan utara), Luwu utara (Seko bagian utara, Rampi bagian barat) Maros (Tompobulu bagian tenggara). Pare-pare, Pinrang (Cempa, Duampanua bagian barat daya, Lanrisang, Mattiro Bulu, Mattirosompe, Paleteang bagian barat, Patampanua bagian barat daya, Suppa, Tiroang bagian barat, Watang Sawitto, Batulappa, Duampanua bagian timur, Lembang bagian timur, Paleteang bagian timur, Patampanua bagian tengah dan timur, Tiroang bagian utara, Duampanua bagian utara, Lembang bagian barat), Sidrap (Baranti bagian selatan, Maritengae bagian barat, Panca Lautang bagian barat, Tellulimpoe bagian barat, Watangpulu bagian barat dan tengah, Kulo bagian barat laut, Pitu Riawa bagian utara),

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Soppeng (Citta, Lalabata bagian tengah, Lili Riaja bagian tengah dan timur, Lili Rilau bagian tengah dan selatan, Mario Riwawo bagian timur, Donri-donri bagian barat laut, Mario Riawa bagian barat ), Takalar (Polobangkeng Utara bagian selatan), Tana Toraja (Bituang bagian selatan, Bonggakaradeng, Gandang Batu Silanan, Kurra bagian selatan, Makale, Makale Selatan, Makale Utara bagian selatan, Malimbong Balepe, Mengkendek, Masanda bagian selatan, Rano, Rantetayo, Rembon, Saluputi, Sangalla, Sangalla Selatan, Sangalla Utara, Simbuang bagian timur,), Toraja Utara (Buntao bagian selatan, Rantebua bagian tengah dan selatan), Wajo (Pammana bagian tengah dan timur)

Dasarian Juli I - III

Bantaeng (Bantaeng bagian tengah dan selatan, Bissapu bagian Timur, Ere Merasa bagian tengah hingga selatan, Gantarangkeke, Pa'jukukang, Tompobulu bagian selatan, Bantaeng bagian utara, Ere Merasa bagian utara, Sinoa bagian utara, Tompobulu bagian utara, Ulu Ere bagian tengah hingga utara), Bulukumba (Gantarang bagian tengah hingga barat, Kindang bagian selatan, Rilau Ale bagian Barat, Ujung Bulu bagian Barat, Bulukumpa bagian barat, Kindang bagian barat, Rilau Ale bagian barat laut) Bone (Bontocani bagian selatan, Kahu bagian selatan, Kajuara bagian barat) , Gowa (Bontolempangan bagian timur, Parigi bagian timur, Tinggi Moncong bagian timur, sebagian besar Tombolo Pao, Tompobulu bagian tengah hingga utara), Jeneponto (Rumbia bagian tengah hingga utara) Sidrap (Maritengae bagian selatan, Panca Lautang bagian tengah hingga timur, Pituriawa bagian selatan, Tellu Limpoe bagian tengah hingga timur, Watangpulu, Watang Sidenreng, Baranti, Kulo bagian tenggara, Maritengae bagian tengah dan utara, Panca Rijang, Pitu Riawa bagian barat), Sinjai (Bulupoddo bagian barat dan tengah, Sinjai Barat, Sinjai Borong, Sinjai Selatan bagian tengah dan selatan, Sinjai Tengah bagian tengah dan selatan, Sinjai Timur bagian barat daya, Tellu Limpoe bagian barat) Soppeng (Donri-donri bagian tengah hingga timur, Ganra, Lalabata bagian timur laut, Lili Rilau bagian utara, Mario Riawa bagian tengah dan timur), Pinrang (Tiroang bagian tenggara) Wajo (Belawa bagian tengah dan barat, Pammana bagian barat, Sabbang paru, Tempe bagian barat daya)

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Dasarian Agustus I - III

Bulukumba (Bontobahari, Bontotiro, Bulukumpa bagian timur, Gantarang bagian timur, Hero Lange-Lange, Kajang, Rilau Ale bagian Timur, Ujung Bulu bagian Timur, Ujung Loe), Bone (Kajuara, Cina bagian tenggara, Mare, Salomekko bagian timur, Sibulue, Tonra bagian tengah dan timur, Awangpone, Barebbo, Cina, Palakka, Ponre bagian timur, Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Tellu Siattinge bagian selatan, Ulaweng bagian timur, Ajangale bagian timur, Cenrana, Dua Boccoe, Tellu Siattinge bagian tengah dan utara ) Enrekang (Barakka bagian tengah dan timur, Bungin bagian tengah dan timur, Buntu Batu, Curio bagian timur, Enrekang bagian timur, Maiwa, Bajo, Bajo Barat, Bassesangtempe bagian barat daya, Belopa, Belopa Utara, Bupon, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan bagian utara, Latimojong, Ponrang, Ponrang Selatan, Suli, Suli Barat ), Pinrang (Lembang bagian utara) Sinjai (Sinjai Timur bagian tenggara, Tellu Limpoe bagian Timur, Bulupoddo bagian timur, Sinjai Selatan bagian utara, Sinjai Tengah bagian timur laut, Sinjai Timur bagian utara, Sinjai Utara, Pulau-pulau IX ). Sidrap (Pitu Riase bagian utara, Pitu Riawa bagian timur laut, Pitu Riase bagian utara, Pitu Riawa bagian timur laut, Duapitue, Kulo bagian timur laut, Pitu Riase bagian selatan, Pitu Riawa bagian tengah hingga selatan), Luwu (Larompong Selatan bagian tenggara), Tana Toraja (Simbuang bagian barat, Mappak, Mengkendek bagian tenggara ), Wajo (Belawa bagian timur, Bola, Gilireng, Keera, Majauleng, Maniang Pajo, Pammana bagian timur laut, Penrang, Pitumpanua, Sajoanging, Takkalalla, Tanasitolo, Tempe bagian timur laut)

B. Prakiraan Perbandingan Awal Musim Kemarau 2019 Terhadap Rata - Ratanya

PERBANDINGAN AWAL MUSIM HUJAN

URAIAN (PER KECAMATAN)

Maju (Lebih Awal) > III Dasarian

-

Maju (Lebih Awal) I - III Dasarian

Bantaeng (Bantaeng, Bissapu bagian Timur, Ere Merasa, Gantarangkeke, Pa'jukukang, Sinoa bagian utara dan Timur,

Prakiraan Musim Kemarau

2019

 

Tompobulu, Ulu Ere bagian tengah hingga utara), Bulukumba (Bulukumpa bagian barat, Gantarang bagian tengah hingga barat, Kindang, Rilau Ale bagian Barat, Ujung Bulu bagian Barat), Bone (Bontocani, Kahu, Kajuara bagian tengah hingga selatan, Lappariaja bagian barat daya, Mare bagian barat, Patimpeng, Ponre bagian selatan, Salomekko bagian barat, Tonra bagian barat laut), Enrekang (Barakka bagian tengah dan timur, Bungin bagian tengah dan timur, Buntu Batu, Curio bagian timur, Enrekang bagian timur, Maiwa bagian timur laut), Gowa (Bontolempangan bagian timur, Parigi bagian timur, Tinggimoncong bagian timur, sebagian besar Tombolo Pao, Tompobulu bagian tengah hingga utara), Jeneponto (Rumbia bagian tengah hingga utara), Luwu (Bajo, Bajo Barat, Bassesangtempe bagian barat daya, Belopa, Belopa Utara, Bupon, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan bagian utara, Latimojong, Ponrang, Ponrang Selatan, Suli, Suli Barat), Maros (Camba, Mallawa, Cenrana bagian tengah hingga timur, Tompobulu bagian timur laut), Selayar (seluruh wilayah kecamatan), Sidrap (Maritengae bagian selatan, Panca Lautang bagian tengah hingga timur, sebagian kecil Pituriawa bagian selatan dan timur laut,, Pitu Riase bagian utara, Tellu Limpoe bagian tengah hingga timur, Watangpulu bagian timur, Watang Sidenreng bagian selatan), Sinjai (Bulupoddo, Sinjai Barat, Sinjai Borong, Sinjai Selatan, Sinjai Tengah, sebagian besar Sinjai Timur, Tellu Limpoe bagian barat, Sinjai Utara, Pulau-pulau IX), Soppeng (Donri-donri bagian tengah hingga timur, Ganra, Lalabata bagian timur laut, Lili Rilau bagian utara, Mario Riawa bagian tengah dan timur), Tana Toraja (Mengkendek bagian tenggara), Wajo (Belawa bagian tengah dan barat, Pammana bagian barat, Sabbang paru, Tempe bagian tengah hingga barat).

Sama Dengan

Bantaeng (Bisappu bagian tengah hingga barat, Sinoa bagian barat daya, Ulu Ere bagian selatan), Barru (seluruh wilayah kecamatan), Bone (Ajangale, Amali, Awangpone, Barebbo, Bengo, Cenrana, Cina, Dua Boccoe, sebagian kecil Kajuara bagian utara, Lamuru, Lappariaja, sebagian kecil Libureng bagian utara, Mare bagian timur, Palakka, Ponre bagian timur dan barat, Sibulue, Salomekko bagian tengah hingga timur, Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Tellu Siattinge, sebagian besar Tonra, Ulaweng), Bulukumba (Bontobahari, Bontotiro, Bulukumpa bagian timur, Gantarang bagian timur, Hero Lange-Lange, Kajang,

Rata-Ratanya

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Rilau Ale bagian Timur, Ujung Bulu bagian Timur, Ujung Loe), Enrekang (Alla, Anggeraja, Barakka bagian barat dan barat daya, Baroko, Bungin bagian barat, Buntu Batu bagian barat laut, Cendana, Curio bagian tengah hingga barat, Enrekang, Maiwa, Malua, Masalle), Gowa (Bajeng, Bajeng Barat, Barombong, Biring Bulu, Bontomarannu, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bontolempangan bagian barat, Bungaya, Manuju, Pallangga, Parangloe, Pattallasang, Somba Opu, Tinggi Moncong bagian tengah hingga barat, Tompobulu bagian selatan), Jeneponto (Arungkeke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Bontoramba, Kelara, Tamalatea, Tarowang, Turatea), Luwu (Larompong Selatan bagian tenggara, Basse Sangtempe bagian tengah dan utara), Makassar (seluruh wilayah kecamatan), Maros (Bantimurung, Bontoa, Cenrana bagian barat, Lau, Mandai, Maros Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu bagian barat, Turikale), Pangkep (seluruh wilayah kecamatan), Pare-pare (seluruh wilayah kecamatan), Pinrang (seluruh wilayah kecamatan), Sidrap (Baranti, Duapitue, Kulo, Maritengae bagian tengah hingga utara, Panca Rijang, Pitu Riase bagian selatan, sebagian besar Pitu Riawa, Tellulimpoe bagian barat, sebagian besar Watang Pulu bagian tengah hingga barat, Watang Sidenreng bagian tengah hingga utara), Sinjai (Sinjai Timur bagian tenggara, Tellu Limpoe bagian Timur), Soppeng (Citta, Donri-Donri bagian barat, sebagian besar Lalabata, Lili Riaja, sebagian besar Lili Rilau, Mario Riawa bagian barat, Mario Riwawo), Takalar (seluruh wilayah kecamatan), Tana Toraja (Bituang bagian selatan, Bonggakaradeng, Gandang Batu Silanan, Kurra bagian selatan, Makale, Makale Selatan, Makale Utara bagian selatan, Malimbong Balepe, Mappak, Mengkendek, Masanda bagian selatan, Rano, Rantetayo, Rembon, Saluputi, Sangalla, Sangalla Selatan, Sangalla Utara, Simbuang), Toraja Utara (Buntao bagian selatan, Rantebua bagian tengah dan selatan), Wajo (Belawa bagian timur, Bola, Gilireng, Keera, Majauleng, Maniang Pajo, Pammana bagian tengah hingga timur, Penrang, Pitumpanua, Sajoanging, Takkalalla, Tanasitolo, Tempe bagian timur laut).

Mundur (Lebih

Lambat)

Luwu utara (Seko bagian utara, Rampi bagian barat)

Prakiraan Musim Kemarau

2019

I - III Dasarian

 

Mundur (Lebih Lambat) > III Dasarian

-

C. Prakiraan Sifat Hujan Pada Musim Kemarau 2019

SIFAT

MUSIM HUJAN

URAIAN (PER KECAMATAN)

Atas Normal

(AN)

Pinrang (Lembang bagian utara).

Luwu utara (Seko bagian utara, Rampi bagian barat)

Tana Toraja (Simbuang bagian barat, Mappak)

Normal

(N)

Barru (Balusu bagian barat daya, Barru bagian barat, Tanete Rilau, Balusu bagian Timur, Barru bagian Timur, Pujananting, Soppeng Riaja bagian tenggara, Tanete Riaja) Bantaeng (Seluruh Wilayah Kecamatan). Bulukumba (Kindang, Bulukumpa Bagian Barat dan Tengah, Rilau Ale bagian Barat, Ujung Bulu bagian Barat, Gantarang bagian tengah hingga barat) Bone (Bontocani, Patimpeng, Kahu, Libureng, Tellulimpoe, Mare Bagian Barat), Enrekang (Anggeraja, Barakka, Baroko bagian selatan, Bungin, Buntu Batu, Cendana Curio bagian barat, Enrekang, Maiwa bagian tengah dan utara, Malua, Masalle, Alla bagian tengah dan selatan) Gowa (Bontomarannu, Somba Opu, Pattallasang, Biring Bulu, Bontolempangan, Bungaya, Tinggi Moncong, Tombolo Pao, Tompobulu, Bontomarannu, Bungaya, Manuju, Pattallasang, Parangloe, Bontolempangan, Tinggi Moncong, Bajeng bagian Timur, Palangga bagian timur)

Jeneponto (Seluruh Wilayah Kecamatan) Luwu (Bajo, Bajo Barat, Bassesangtempe bagian barat daya, Belopa, Belopa Utara, Bupon, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan bagian utara, Latimojong, Ponrang, Ponrang Selatan, Suli, Suli Barat) Maros (Seluruh wilayah kecamatan), Makassar (Biringkanaya, Bontoala, Makassar, Manggala, Mariso, Panakukkang, Rappocini, Tallo, Tamalanrea, Ujung Pandang, Ujung Tanah, Wajo,Mamajang bagian Selatan, Mariso bagian Selatan,Tamalate bagian Timur), Pangkep (Seluruh wilayah kecamatan), Pinrang (Batulappa, Duampanua bagian timur, Lembang bagian timur, Paleteang bagian timur, Patampanua bagian tengah dan timur, Tiroang bagian utara) Sinjai (Sinjai Borang, Sinjai Barat, Sinjai Selatan, Sinjai

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Tengah Bagian Barat dan tengah,Bulupoddo bagian barat dan tengahTellulimpoe Bagian Barat), Sinjai Timur Bagian Barat) Sidrap (Baranti, Pituriase Bagian Utara, Kulo bagian tenggara, Maritengae bagian tengah dan utara, Panca Rijang, Pitu Riawa bagian barat, Watang Pulu bagian timur laut, Watang Sidenreng bagian tengah dan utara), Soppeng (Donri-Donri bagian barat daya, Lalabata bagin tengah hingga barat, Liliriaja bagian barat, Mario Riwawo bagian barat) Takalar (Pattalassang bagian Utara , Polobangkeng Selatan, Polobangkeng Utara, Mangara Bombang bagian tengah hingga selatan) Tana Toraja (Bonggakaradeng bagian selatan, Mengkendek bagian barat daya)

Bawah Normal

(BN)

Barru (Balusu bagian barat laut, Mallusetasi, Soppeng Riaja bagian tengah dan utara) Bone (Ajangale, Dua Bocoe, Cenrana, Awangpone,,, Barebbo, Cina, Mare bagian utara, Palakka, Ponre bagian timur, Sibulue, Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Tellu Siattinge, Ulaweng,Kajuara bagian tengah dan timur, Cina bagian tenggara, Kajuara bagian utara, Mare bagian timur, Salomekko bagian timur, Sibulue bagian selatan, Tonra bagian tengah dan timur) Bulukumba (Bontobahari, Bontotiro, Bulukumpa bagian timur, Gantarang bagian timur, Hero Lange-Lange, Kajang, Rilau Ale bagian Timur, Ujung Bulu bagian Timur, Ujung Loe) Gowa (Bajeng bagian tengah dan barat, Bajeng Barat, Barombong, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Pallangga bagian barat) Enrekang (Maiwa bagian selatan, Alla bagian utara, Baroko bagian utara, Curio bagian Utara, Curio bagian utara) Luwu (Basse Sangtempe bagian tengah dan utara) Makassar (Mamajang, Mariso bagian barat, Tamalate bagian barat, Ujung Pandang bagian barat) Pare-Pare (Seluruh Wilayah Kecamatan) Soppeng (Citta, Ganra, Mario Riawa, Lili Rilau, Lalabata bagian timur, Lili Riaja bagian tengah dan timur,, Mario Riwawo bagian timur) Takalar (Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Mangara Bombang bagian utara, Mappasungu, Pattalasang bagian selatan, Polobangkeng Selatan bagian barat, Polobangkeng Utara bagian barat, Sanrobone) Tana Toraja (Bituang bagian selatan, Bonggakaradeng bagian tengah dan utara, Gandang Batu Silanan, Kurra bagian selatan, Makale, Makale Selatan, Makale Utara bagian selatan, Malimbong Balepe, Mengkendek bagian tengah dan utara, Masanda bagian selatan, Rano, Rantetayo,

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Rembon, Saluputi, Sangalla, Sangalla Selatan, Sangalla Utara, Simbuang bagian timur) Toraja Utara (Buntao bagian

Rembon, Saluputi, Sangalla, Sangalla Selatan, Sangalla Utara, Simbuang bagian timur) Toraja Utara (Buntao bagian selatan, Rantebua bagian tengah dan selatan) Pinrang (Cempa, Duampanua bagian barat daya, Lanrisang, Mattiro Bulu, Mattirosompe, Paleteang bagian barat, Patampanua bagian barat daya, Suppa, Tiroang bagian barat, Watang Sawitto) Sidrap (Dua pitue, Maritengae bagian selatan, Panca Lautang, Pituriawa bagian selatan, Tellu Limpoe, Watangpulu bagian timur, Watang Sidenreng bagian selatan, Baranti bagian selatan, Maritengae bagian barat, Tellulimpoe bagian barat, Watangpulu bagian barat dan tengah, Pitu Riawa bagian tengah hingga selatan, Pitu Riase bagian selatan) Sinjai (Sinjai Timur bagian tenggara, Tellu Limpoe bagian Timur). Wajo (Seluruh Wilayah Kecamatan)

D. Prakiraan Puncak Hujan Pada Musim Kemarau 2019

PUNCAK

MUSIM HUJAN

URAIAN (PER KECAMATAN)

Agustus 2019

Barru (seluruh wilayah kecamatan), Bone (Lamuru bagian barat, Lappariaja bagian barat, Tellu Limpoe bagian selatan), Enrekang (Alla bagian utara, Baroko bagian utara, Curio bagian Utara, Curio bagian utara), Gowa (Bajeng bagian tengah dan barat, Bajeng Barat, Barombong, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Pallangga bagian barat, Bajeng bagian Timur, Bontomarannu bagian Barat, Palangga bagian timur, Somba Opu, Bontomarannu bagian timur, Bungaya bagian barat, Manuju, Pattallasang, Parangloe, Tinggi Moncong bagian Barat, Biringbulu sebagian besar, Bontolempangan bagian barat, Bungaya bagian Tengah dan timur, Tinggi Moncong bagian Tengah, Tombolo Pao bagian barat daya, Tompobulu bagian tenggara), Jeneponto (Bangkala bagian selatan, Bangkala Barat bagian Barat, Tamalatea bagian barat laut, Bangkala bagian utara, Bangkala Barat bagian Timur, Bontoramba bagian Utara), Luwu (Basse Sangtempe bagian tengah dan utara), Makassar (seluruh wilayah kecamatan), Maros (Bontoa bagian barat, Lau bagian barat, Maros Baru bagian barat, Marusu bagian barat, Moncongloe bagian barat, Bantimurung, Bontoa bagian timur, Cenrana bagian barat, Lau bagian timur, Mandai, Maros Baru bagian timur, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu bagian barat,

Prakiraan Musim Kemarau

2019

 

Turikale, Tompobulu bagian tenggara), Pare-pare (seluruh wilayah kecamatan),

Pangkep (seluruh wilayah kecamatan), Pinrang (Cempa, Duampanua bagian barat daya, Lanrisang, Mattiro Bulu, Mattirosompe, Paleteang bagian barat, Patampanua bagian barat daya, Suppa, Tiroang bagian barat, Watang Sawitto, Lembang bagian barat), Selayar (seluruh wilayah kecamatan), Sidrap (Baranti bagian selatan, Maritengae bagian barat, Panca Lautang bagian barat, Tellulimpoe bagian barat, Watangpulu bagian barat dan tengah),

Soppeng

(Donri-donri

bagian barat laut, Mario Riawa

bagian barat), Takalar (seluruh wilayah kecamatan), Tana Toraja (Bituang bagian selatan, Bonggakaradeng bagian tengah dan utara, Gandang Batu Silanan, Kurra bagian selatan, Makale, Makale Selatan, Makale Utara bagian selatan, Malimbong Balepe, Mengkendek bagian tengah dan utara, Masanda bagian selatan, Rano, Rantetayo, Rembon, Saluputi, Sangalla, Sangalla Selatan, Sangalla Utara, Simbuang bagian timur), Toraja Utara (Buntao bagian selatan, Rantebua bagian tengah dan selatan).

September 2019

Bantaeng (seluruh wilayah kecamatan), Bone (Bontocani, Kahu, Kajuara, Lappariaja, Mare, Patimpeng, Ponre, Salomekko, Tonra, Cina, Sibulue, Ajangale, Amali, Bengo, Dua Boccoe, Lamuru bagian tengah dan timur, Libureng, Palakka, Tellu Siattinge, Ulaweng, Awangpone, Cenrana, Tellu Siattinge), Bulukumba (seluruh wilayah kecamatan), Enrekang (Alla bagian tengah dan selatan, Anggeraja, Barakka bagian barat dan barat daya, Baroko bagian selatan, Bungin bagian barat, Buntu Batu bagian barat laut, Cendana Curio bagian barat, Enrekang, Maiwa bagian tengah dan utara, Malua, Masalle, Barakka bagian tengah dan timur, Bungin bagian tengah dan timur, Buntu Batu, Curio bagian timur, Enrekang bagian timur, Maiwa bagian timur laut), Gowa (Biringbulu bagian selatan, Tompobulu bagian Selatan, Bontolempangan bagian timur, Parigi bagian timur, Tinggimoncong bagian timur, sebagian besar Tombolo Pao, Tompobulu bagian tengah hingga utara), Jeneponto (Arungkeke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Bontoramba, Kelara, Tamalatea, Turatea,Rumbia bagian tengah hingga utara), Luwu (Larompong Selatan bagian tenggara, Bajo, Bajo Barat, Bassesangtempe bagian barat daya, Belopa, Belopa Utara, Bupon, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan bagian utara, Latimojong, Ponrang, Ponrang Selatan, Suli, Suli Barat),

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Luwu Utara (sebagian kecil Seko bagian utara, Rampi bagian barat), Maros (Camba, Mallawa, Cenrana bagian

Luwu Utara (sebagian kecil Seko bagian utara, Rampi bagian barat), Maros (Camba, Mallawa, Cenrana bagian tengah hingga timur, Tompobulu bagian timur laut), Pinrang (Batulappa, Duampanua bagian timur, Lembang bagian timur, Paleteang bagian timur, Patampanua bagian tengah dan timur, Tiroang bagian utara, Lembang bagian utara), Sidrap (Maritengae bagian selatan, Panca Lautang bagian tengah hingga timur, Pituriawa bagian selatan, Tellu Limpoe bagian tengah hingga timur, Watangpulu bagian timur, Watang Sidenreng bagian selatan, Duapitue, Kulo bagian timur laut, Pitu Riase bagian selatan, Pitu Riawa bagian tengah hingga selatan, Baranti, Kulo bagian tenggara, Maritengae bagian tengah dan utara, Panca Rijang, Pitu Riawa bagian barat, Watang Pulu bagian timur laut, Watang Sidenreng bagian tengah dan utara, Kulo bagian barat laut, Pitu Riawa bagian utara, Pitu Riase bagian utara, Pitu Riawa bagian timur laut), Sinjai (seluruh wilayah kecamatan) Soppeng (Citta, Lalabata bagian tengah, Lili Riaja bagian tengah dan timur, Lili Rilau bagian tengah dan selatan, Mario Riwawo bagian timur, Donri-donri bagian tengah hingga timur, Ganra, Lalabata bagian timur laut, Lili Rilau bagian utara, Mario Riawa bagian tengah dan timur), Tana Toraja (Bonggakaradeng bagian selatan, Mengkendek bagian barat daya dan tenggara, Simbuang bagian barat, Mappak), Wajo (seluruh wilayah kecamatan).

Prakiraan Musim Kemarau

2019

IV. PRAKIRAAN HUJAN KUMULATIF PERIODE APRIL - SEPTEMBER 2019 DAERAH NON ZONA MUSIM (NON ZOM) SULAWESI SELATAN

A. Prakiraan Curah Hujan Kumulatif Pada Non Zona Musim

Prakiraan Curah Hujan Kumulatif April s.d September 2019 Daerah Non Zona Musim:

CURAH HUJAN

(mm)

URAIAN (PER KECAMATAN)

500

Tidak terjadi

501 1000

Tidak terjadi

1001

1500

Tidak terjadi

1501

2000

Luwu (Bua, Lamasi, Lamasi Timur, Walenrang Timur, Walenrang Utara, Walenrang, Walenrang Barat), Luwu Utara (sebagian besar Rampi, Masamba, Mappedeceng, Sukamaju, Bone-Bone, Malangke, Malangke Barat, Baebunta, Sabbang, Lembong, Seko bagian Selatan) Luwu Timur (seluruh wilayah kecamatan), Palopo (seluruh wilayah kecamatan), Toraja Utara (Rantebua bagian Utara, Buntao bagian Utara, Sanggalangi, Kesu, Nanggala, Tondon, Balusu, Sesean, Tallunglipu, Rantepao, Sopai, Dende Piongannapo, Kapala Pitu Tikala, Sesean Suloara, Bengkelek Ila, Sa’dan, Rindingalo, Awan Rantekarua, Buntupepasan, Baruppu), Tana Toraja (Masanda, Kurra bagian Utara, Rantetayo bagian Utara, Makale Utara bagian Utara).

> 2000

Tidak terjadi

B. Prakiraan Sifat Hujan Pada Non Zona Musim

Prakiraan Sifat Hujan Kumulatif Periode April s.d September 2019 Terhadap Rata-Ratanya:

SIFAT HUJAN

URAIAN (PER KECAMATAN)

Atas Normal

(AN)

Tidak terjadi

Normal

(N)

Luwu (Bua, Lamasi, Lamasi Timur, Walenrang Timur, Walenrang Utara, Walenrang, Walenrang Barat), Luwu Utara (sebagian besar Rampi, Masamba, Mappedeceng,

Sukamaju, Bone-Bone, Malangke, Malangke Barat, Baebunta, Sabbang, Lembong, Seko bagian Selatan) Luwu Timur (seluruh wilayah kecamatan),

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Palopo (seluruh wilayah kecamatan), Toraja Utara (Rantebua bagian Utara, Buntao bagian Utara, Sanggalangi, Kesu, Nanggala, Tondon, Balusu, Sesean, Tallunglipu, Rantepao, Sopai, Dende Piongannapo, Kapala Pitu Tikala, Sesean Suloara, Bengkelek Ila, Sa’dan, Rindingalo, Awan Rantekarua, Buntupepasan, Baruppu), Tana Toraja (Masanda, Kurra bagian Utara, Rantetayo bagian Utara, Makale Utara bagian Utara).

Bawah Normal

(BN)

Tidak terjadi

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Prakiraan Musim Kemarau 2019 Sulawesi Selatan ditampilkan rinci pada Tabel. 1 di bawah ini :

Tabel 1. Prakiraan Musim Kemarau 2019 Sulawesi Selatan

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Gowa (Bajeng bagian tengah dan barat, Bajeng Barat, Barombong, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Pallangga bagian barat), Takalar (Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Mangara Bombang

             

286

bagian utara, Mappasungu, Pattalasang bagian selatan, Polobangkeng Selatan bagian barat, Polobangkeng Utara bagian barat, Sanrobone), Makassar (Mamajang, Mariso bagian barat, Tamalate bagian barat, Ujung Pandang bagian barat)

APR II

APR I APR III

0

270

365

< 270

BN

AGT

287

Barru (Balusu bagian barat daya, Barru bagian barat, Tanete Rilau), Pangkep (Bungoro bagian barat, Labakkang bagian barat, Liukang Tangaya, Pangkajene, Segeri bagian barat, Ma'rang bagian Barat, Minasatene bagian barat), Maros (Bontoa bagian barat, Lau bagian

APR III

APR II MEI I

0

338

- 458

338 - 458

N

AGT

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

barat, Maros Baru bagian barat, Marusu bagian barat, Moncongloe bagian barat), Makassar (Biringkanaya bagian barat, Bontoala, Makassar, Mamajang, Manggala, Mariso bagian Timur, Panakukkang, Rappocini, Tallo, Tamalate bagian Timur, Tamalanrea, Ujung Pandang, Ujung Tanah, Wajo), Gowa (Bajeng bagian Timur, Bontomarannu bagian Barat, Palangga bagian timur, Somba Opu), Takalar (Mangara Bombang bagian tengah hingga selatan, Pattalassang bagian Utara , Polobangkeng Selatan bagian tengah hingga timur, Polobangkeng Utara bagian tengah hingga barat), Jeneponto (Bangkala bagian selatan, Bangkala Barat bagian Barat, Tamalatea bagian barat laut)

             
 

Soppeng (Donri-Donri bagian barat

             

288

daya, Lalabata bagin tengah hingga barat, Liliriaja bagian barat, Mario Riwawo bagian barat), Barru (Balusu

MEI II

MEI I MEI III

0

281 - 380

281 - 380

N

AGT

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

bagian Timur, Barru bagian Timur, Pujananting, Soppeng Riaja bagian tenggara, Tanete Riaja), Pangkep (Balocci, Bungoro bagian Timur, Labakkang bagian Timur, Ma'rang bagian Timur, Segeri bagian Selatan, Tondong Tallasa), Maros (Bantimurung, Bontoa bagian timur, Cenrana bagian barat, Lau bagian timur, Mandai, Maros Baru bagian timur, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu bagian barat, Turikale), Gowa (Bontomarannu bagian timur, Bungaya bagian barat, Manuju, Pattallasang, Parangloe, Tinggi Moncong bagian Barat), Bone (Lamuru bagian barat, Lappariaja bagian barat, Tellu Limpoe bagian selatan), Makassar (Biringkanaya bagian timur), Takalar (Polobangkeng Utara bagian timur laut)

             
 

Gowa (Biring Bulu sebagian besar,

             

289

Bontolempangan bagian barat, Bungaya bagian Tengah dan timur,

JUN II

JUN I JUN III

0

279 - 377

279 - 377

N

AGT

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Tinggi Moncong bagian Tengah, Tombolo Pao bagian barat daya, Tompobulu bagian tenggara), Jeneponto (Bangkala bagian utara, Bangkala Barat bagian Timur, Bontoramba bagian Utara), Takalar (Polobangkeng Utara bagian selatan), Maros (Tompobulu bagian tenggara)

             

290

Jeneponto (Arungkeke, Batang, Binamu, Bontoramba bagian selatan, Kelara, Tamalatea, Turatea), Gowa ( Biringbulu bagian selatan, Tompobulu bagian Selatan), Bantaeng (Bisappu bagian tengah hingga barat, Sinoa bagian barat daya, Ulu Ere bagian selatan)

FEB III

FEB II MAR I

0

495

- 670

495

- 670

N

SEP

 

Bantaeng (Bantaeng bagian tengah dan selatan, Bissapu bagian Timur, Ere Merasa bagian tengah hingga selatan,

             

291

Gantarangkeke, Pa'jukukang, Tompobulu bagian selatan), Bulukumba (Gantarang bagian tengah hingga barat, Kindang bagian selatan,

JUL III

JUN III JUL II

-2

678

- 918

678

- 918

N

SEP

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Rilau Ale bagian Barat, Ujung Bulu bagian Barat)

             

292

Bulukumba (Bontobahari, Bontotiro, Bulukumpa bagian timur, Gantarang bagian timur, Hero Lange-Lange, Kajang, Rilau Ale

AGT I

JUL III AGT II

0

250

- 338

< 250 - 338

BN

SEP

 

Selayar (Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Bontomatene,

             

293

Bontosikuyu, Buki, Pasilambena, Pasimarannu, Pasimassunggu, Pasimasunggu Timur, Takabonerate)

JUN I

MEI II JUN I

-1

258

- 349

258 - 349

N

AGT

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Bone (Bontocani bagian selatan, Kahu bagian selatan, Kajuara bagian barat), Gowa (Bontolempangan bagian timur, Parigi bagian timur, Tinggi Moncong bagian timur, sebagian besar Tombolo Pao, Tompobulu bagian tengah hingga utara), Sinjai (Bulupoddo bagian barat dan tengah, Sinjai Barat, Sinjai Borong, Sinjai Selatan bagian tengah dan selatan, Sinjai Tengah bagian

             

294

tengah dan selatan, Sinjai Timur bagian barat daya, Tellu Limpoe bagian barat), Bantaeng (Bantaeng bagian utara, Ere Merasa bagian utara, Sinoa bagian utara, Tompobulu bagian utara, Ulu Ere bagian tengah hingga utara), Bulukumba (Bulukumpa bagian barat, Kindang bagian barat, Rilau Ale bagian barat laut), Jeneponto (Rumbia bagian tengah hingga utara)

AGT I

JUL II AGT I

-1

222 - 301

222 - 301

N

SEP

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

295

Bone (Kajuara bagian tengah dan timur), Sinjai ( Bulupoddo bagian timur, Sinjai Selatan bagian utara, Sinjai Tengah bagian timur laut, Sinjai Timur bagian utara, Sinjai Utara, Pulau-pulau IX)

AGT II

JUL III AGT II

-1

288

- 390

<

288

BN

SEP

 

Bone (Bontocani bagian barat dan utara, Kahu bagian tengah hingga utara, Lappariaja bagian barat daya, Mare bagian barat, Patimpeng, Ponre

             

296

bagian selatan, Salomekko bagian barat, Tonra bagian barat laut), Maros (Camba, Mallawa, Cenrana bagian tengah hingga timur, Tompobulu bagian timur laut)

AGT I

JUL II AGT I

-1

315

- 427

315 - 427

N

SEP

 

Bone (Cina bagian tenggara, Kajuara bagian utara, Mare bagian timur,

             

297

Salomekko bagian timur, Sibulue bagian selatan, Tonra bagian tengah dan timur)

AGT I

JUL III AGT II

0

677

- 916

<

677

BN

SEP

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Bone (Awangpone bagian tengah hingga selatan, Barebbo, Cina, Mare bagian utara, Palakka, Ponre bagian

             

298

timur, Sibulue bagian utara, Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, Tellu Siattinge bagian selatan, Ulaweng bagian timur)

AGT I

JUL III AGT II

0

710 - 960

< 710

BN

SEP

 

Soppeng (Citta, Lalabata bagian tengah, Lili Riaja bagian tengah dan timur, Lili Rilau bagian tengah dan selatan, Mario Riwawo bagian timur), Bone (Ajangale bagian barat, Amali, Bengo, Dua Boccoe bagian barat, Lamuru bagian tengah dan timur, Lappariaja bagian selatan hingga utara, Libureng bagian utara, Palakka bagian barat daya, Ponre bagian tengah dan barat, Tellu Siattinge bagian barat, Ulaweng bagian tengah dan barat), Wajo (Pammana bagian tengah dan timur)

     

798 -

     

299

JUN II

JUN I JUN III

0

1080

< 798

BN

SEP

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Sidrap (Maritengae bagian selatan, Panca Lautang bagian tengah hingga timur, Pituriawa bagian selatan, Tellu Limpoe bagian tengah hingga timur, Watangpulu bagian timur, Watang Sidenreng bagian selatan), Soppeng

             

300

(Donri-donri bagian tengah hingga timur, Ganra, Lalabata bagian timur laut, Lili Rilau bagian utara, Mario Riawa bagian tengah dan timur), Wajo (Belawa bagian tengah dan barat, Pammana bagian barat, Sabbang paru, Tempe bagian barat daya)

JUL III

JUN III JUL II

- 2

631 - 854

< 631

BN

SEP

 

Bone (Ajangale bagian timur, Awangpone bagian utara, Cenrana, Dua Boccoe, Tellu Siattinge bagian tengah dan utara), Luwu (Larompong Selatan bagian tenggara), Enrekang

             

301

(Maiwa bagian selatan), Sidrap (Duapitue, Kulo bagian timur laut, Pitu Riase bagian selatan, Pitu Riawa bagian tengah hingga selatan), Wajo (Belawa bagian timur, Bola, Gilireng, Keera, Majauleng, Maniang Pajo,

AGT I

JUL III AGT II

0

813 -

1100

< 813

BN

SEP

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Pammana bagian timur laut, Penrang, Pitumpanua, Sajoanging, Takkalalla, Tanasitolo, Tempe bagian timur laut)

             
 

Pinrang (Cempa, Duampanua bagian barat daya, Lanrisang, Mattiro Bulu, Mattirosompe, Paleteang bagian barat, Patampanua bagian barat daya, Suppa, Tiroang bagian barat, Watang Sawitto), Pare-pare, Barru (Balusu bagian barat laut, Mallusetasi,

             

302

Soppeng Riaja bagian tengah dan utara, Sidrap (Baranti bagian selatan, Maritengae bagian barat, Panca Lautang bagian barat, Tellulimpoe bagian barat, Watangpulu bagian barat dan tengah), Soppeng (Donri-donri bagian barat laut, Mario Riawa bagian barat)

JUN II

JUN I JUN III

0

346 - 468

< 346

BN

AGT

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Sidrap (Baranti, Kulo bagian tenggara, Maritengae bagian tengah dan utara, Panca Rijang, Pitu Riawa

             

303

bagian barat, Watang Pulu bagian timur laut, Watang Sidenreng bagian tengah dan utara), Pinrang (Tiroang bagian tenggara)

JUL I

JUN III JUL II

0

289

- 390

289

- 390

N

SEP

304

Pinrang (Batulappa, Duampanua bagian timur, Lembang bagian timur, Paleteang bagian timur, Patampanua bagian tengah dan timur, Tiroang bagian utara), Enrekang (Alla bagian tengah dan selatan, Anggeraja, Barakka bagian barat dan barat daya, Baroko bagian selatan, Bungin bagian barat, Buntu Batu bagian barat laut, Cendana Curio bagian barat, Enrekang, Maiwa bagian tengah dan utara, Malua, Masalle), Sidrap (Kulo bagian barat laut, Pitu Riawa bagian utara), Tana Toraja (Bonggakaradeng bagian selatan, Mengkendek bagian barat daya)

JUN II

JUN I JUN III

0

504

- 682

504

- 682

N

SEP

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

305

Pinrang (Duampanua bagian utara, Lembang bagian barat)

JUN II

JUN I JUN III

0

349

- 472

349

- 472

N

AGT

 

Tana Toraja (Simbuang bagian barat,

             

308

Mappak), Pinrang (Lembang bagian utara)

AGT I

JUL III AGT II

0

164

222

> 222

AN

SEP

309

Enrekang (Barakka bagian tengah dan timur, Bungin bagian tengah dan timur, Buntu Batu, Curio bagian timur, Enrekang bagian timur, Maiwa bagian timur laut), Sidrap (Pitu Riase bagian utara, Pitu Riawa bagian timur laut), Luwu (Bajo, Bajo Barat, Bassesangtempe bagian barat daya, Belopa, Belopa Utara, Bupon, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan bagian utara, Latimojong, Ponrang, Ponrang Selatan, Suli, Suli Barat), Tana Toraja (Mengkendek bagian tenggara)

AGT II

JUL III AGT II

-1

704

- 952

704

- 952

N

SEP

 

Enrekang (Alla bagian utara, Baroko bagian utara, Curio bagian Utara,

             

310

Curio bagian utara), Luwu (Basse Sangtempe bagian tengah dan utara), Tana Toraja (Bituang bagian selatan,

JUN III

JUN II JUL I

0

332

- 449

< 332

BN

AGT

Prakiraan Musim Kemarau

2019

           

Prakiraan

   

No.

ZOM

ZONA MUSIM

Rata-Rata

Awal Musim

Kemarau

Prakiraan Awal

Musim

Kemarau

Antara

Perbandingan

(Dasarian)

Normal

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

Curah

Hujan

Periode

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Sifat Hujan

Musim

Kemarau

2019

Prakiraan

Puncak

Musim

Kemarau

2019

 

Bonggakaradeng bagian tengah dan utara, Gandang Batu Silanan, Kurra bagian selatan, Makale, Makale Selatan, Makale Utara bagian selatan, Malimbong Balepe, Mengkendek bagian tengah dan utara, Masanda bagian selatan, Rano, Rantetayo, Rembon, Saluputi, Sangalla, Sangalla Selatan, Sangalla Utara, Simbuang bagian timur), Toraja Utara (Buntao bagian selatan, Rantebua bagian tengah dan selatan).

             

316

Luwu utara (Seko bagian utara, Rampi bagian barat).

MEI II

JUN I JUN III

+3

724 - 980

> 980

AN

SEP

Keterangan :

a. I,II,III

: Menunjukkan dasarian pada bulan yang bersangkutan.

b. (

- )

: Permulaan musim hujan maju terhadap rata-ratanya.

c. (

0 )

: Permulaan musim hujan sama dengan rata-ratanya

(

+ )

: Permulaan musim hujan mundur terhadap rata-ratanya.

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Gambar.1

PETA PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU 2019 ZONA MUSIM DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Gambar.1 PETA PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU 2019 ZONA MUSIM DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Stasiun Klimatologi Maros

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Gambar. 2 PETA PRAKIRAAN PERBANDINGAN AWAL MUSIM KEMARAU 2019 TERHADAP RATA-RATANYA ZONA MUSIM SULAWESI SELATAN

PERBANDINGAN AWAL MUSIM KEMARAU 2019 TERHADAP RATA-RATANYA ZONA MUSIM SULAWESI SELATAN Stasiun Klimatologi Maros 33

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Gambar. 3 PETA PRAKIRAAN SIFAT MUSIM KEMARAU 2019 ZONA MUSIM SULAWESI SELATAN

2019 Gambar. 3 PETA PRAKIRAAN SIFAT MUSIM KEMARAU 2019 ZONA MUSIM SULAWESI SELATAN Stasiun Klimatologi Maros

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Gambar. 4 PETA PRAKIRAAN PUNCAK MUSIM KEMARAU 2019 ZONA MUSIM SULAWESI SELATAN

2019 Gambar. 4 PETA PRAKIRAAN PUNCAK MUSIM KEMARAU 2019 ZONA MUSIM SULAWESI SELATAN Stasiun Klimatologi Maros

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Gambar. 5 PETA PRAKIRAAN CURAH HUJAN KUMULATIF APRIL S/D SEPTEMBER 2019 WILAYAH NON ZONA MUSIM ( NON ZOM)DI SULAWESI SELATAN

KUMULATIF APRIL S/D SEPTEMBER 2019 WILAYAH NON ZONA MUSIM ( NON ZOM)DI SULAWESI SELATAN Stasiun Klimatologi

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Gambar. 6 PETA PRAKIRAAN SIFAT HUJAN KUMULATIF APRIL S/D SEPTEMBER 2019 WILAYAH NON ZONA MUSIM ( NON ZOM)DI SULAWESI SELATAN

KUMULATIF APRIL S/D SEPTEMBER 2019 WILAYAH NON ZONA MUSIM ( NON ZOM)DI SULAWESI SELATAN Stasiun Klimatologi

Prakiraan Musim Kemarau

2019

Lampiran 1

FORMAT PELAPORAN CURAH HUJAN DASARIAN VIA SMS

FORMAT : MMYYYYD CH1 CH2 CH3 CH4 CH5 CH6 CH7 CH8 CH9 CH10

Kirim ke :

08121004362

081241494601 ( BMKG MAROS )

( BMKG JAKARTA )

MM

= BULAN

YYYY

= TAHUN

D

= DASARIAN (a = tgl 1 s/d 10; b = tgl 11 s/d 20; tgl 21 s/d 30/31

CH

= curah hujan

Contoh

:

Nama Propinsi

: Sulawesi Selatan : Bone : PG.Camming : Juni 2009

 

Nama Kabupaten

Nama Stasiun

Bulan

Tgl

CH

Tgl

CH

Tgl

CH

1.

-

11.

-

21.

-

2.

-

12.

-

22.

-

3. -

 

13.

-

23.

0

4. -

 

14.

-

24.

-

5.

2

15.

-

25.

-

6.

-

16.

35

26.

-

7.

X

17.

-

27.

12

8.

-

18.

-

28.

-

9.

16

19.

-

29.

-

10.

-

20.

3

30.

-

Format mengirim data ch pada dasarian 1

062009a - - - - 2 – x – 16 –

Format mengirim data ch pada dasarian 2

062009b - - - - - 35 - - - 3

Format mengirim data ch pada dasarian 3

Bone PG.Camming 062009c - - 0 - - - 12 - - -

Data dasarian I sudah harus terkirim paling lambat tanggal 12, dan dasarian II paling lambat tanggal 22, serta dasarian III paling lambat tanggal 2 pada bulan berikutnya

paling lambat tanggal 22, serta dasarian III paling lambat tanggal 2 pada bulan berikutnya Stasiun Klimatologi
paling lambat tanggal 22, serta dasarian III paling lambat tanggal 2 pada bulan berikutnya Stasiun Klimatologi