Anda di halaman 1dari 4

1. A.

Fruktosa, selulosa, sukrosa


B. - Struktur fruktosa
Fruktosa adalah salah satu jenis satuan monosakarida yang banyak ditemukan pada madu,
buah, sayuran. Fruktosa dalam keadaan alami memiliki rasa yang sangat manis, biasanya
berwarna putih, berbentuk padatan, dan sangat mudah larut dalam air. Fruktosa digambarkan
dengan rumus kimia sama dengan glukosa, yaitu C6H12O6, namun memiliki struktur yang
berbeda. Ketika masuk ke dalam tubuh manusia, Fruktosa dapat langsung diserap ke dalam
darah melalui proses pencernaan.

- Fungsi fruktosa bagi tubuh


1. Memberikan dukungan pada proses metabolisme tubuh
2. Dapat mengendalikan kadar gula dalam darah
3.Memberikan dukungan pada proses pembentukan lemak
4. Menyediakan Tenaga

- Struktur selulosa
Untuk struktur kimia selulosa terdiri dari unsur C, O, H yang membentuk rumus molekul
(C6H10O5)n,dengan ikatan molekulnya ikatan hidrogen yang sangat erat.

Gugus fungsional dari rantai selulosa adalah gugus hidroksil. Gugus – OH ini dapat berinteraksi
satu sama lain dengan gugus –O, -N, dan –S, membentuk ikatan hidrogen. Ikatan –H juga
terjadi antara gugus –OH selulosa dengan air. Gugus-OH selulosa menyebabkan permukaan
selulosa menjadi hidrofilik. Rantai selulosa memiliki gugus-H di kedua ujungnya. Ujung –C1
memiliki sifat pereduksi. Struktur rantai selulosa distabilkan oleh ikatan hidrogen yang kuat
disepanjang rantai. Di dalam selulosa alami dari tanaman, rantai selulosa diikat bersama-sama
membentuk mikrofibril yang sangat terkristal (highly crystalline) dimana setiap rantai selulosa
diikat bersama-sama dengan ikatan hydrogen

Di dalam jaringan pembuluh tanaman selulosa disintesis oleh membran plasma dengan
kompleks terminal roset (RTCs). RTCs adalah struktur protein heksamerik, kira-kira 25 nm
diameter, yang mengandung enzim sintesa selulosa yang mensintesis rantai selulosa individu.
Setiap RTC mengapung di membran plasma sel dan “berputar” sebuah mikrofibril ke dalam
dinding sel.RTCs mengandung setidaknya tiga sintesis selulosa yang berbeda, dikodekan oleh
gen Cesa, dalam stoikiometri yang tidak diketahui. Salinan set gen Cesa terlibat dalam
biosintesis sel primer dan sekunder dinding. Selulosa membutuhkan inisiasi sintesis rantai dan
perpanjangan dan dua proses terpisah. Cesa inisiat glukosiltransferase memulai polimerisasi
selulosa dengan menggunakan primer steroid, sitosterol-beta-glukosida, dan UDP-glukosa.
Sintesa selulosa menggunakan prekursor UDP-D-glukosa untuk memanjangkan pertumbuhan
rantai selulosa . Selulase mungkin berfungsi untuk membelah primer dari rantai matang.

Dalam pembentukannya, tanaman membuat selulosa dari glukosa, yang merupakan bentuk
yang paling sederhana dan paling umum karbohidrat yang ditemukan dalam tanaman.
Glukosa terbentuk melalui proses fotosintesis dan digunakan untuk energi atau dapat
disimpan sebagai pati yang akan digunakan kemudian. Selulosa dibuat dengan
menghubungkan unit sederhana banyak glukosa bersama-sama untuk menciptakan efek
simpang siur rantai panjang, membentuk molekul panjang yang digunakan untuk membangun
dinding sel tanaman.
Walaupun selulosa sifatnya keras dan kaku, namun selulosa dapat dirombak menjadi zat yang
lebih sederhana melalui proses cellulolysis. Cellulolysis adalah proses memecah selulosa
menjadi polisakarida yang lebih kecil yang disebut dengan cellodextrins atau sepenuhnya
menjadi unit-unit glukosa, hal ini merupakan reaksi hidrolisis. Karena molekul selulosa terikat
kuat antar satu molekul dengan molekul lainya ,cellulolysis relatif sulit bila dibandingkan
dengan pemecahan polisakarida lainnya. Proses cellulolisis terjadi pada sistem pencernaan
sebagian hewan memamah biak ruminansia untuk mencerna makanan mereka yang
mengandung selulosa. Proses cellulolisis dibantu oleh enzim selulase

Enzim yang digunakan untuk membelah hubungan glikosidik di glikosida hidrolisis selulosa
termasuk endo-acting selulase dan glucosidases exo-akting. Enzim tersebut biasanya
dikeluarkan sebagai bagian dari kompleks multienzim yang mungkin termasuk dockerins dan
selulosa modul mengikat.

Selulosa ialah polimer yang selari atau lurus dengan formula (C6H10O5)n. Serat selulosa
adalah sangat halus dan fleksibel.

- fungsi selulosa bagi tubuh


1. Fungsi dari selulosa dan hemiselulosa adalah menarik air sehingga dapat meningkatkan
volume feses. Mengapa tubuh memerlukan peningkatan massa feses? Hal ini untuk
menurunkan waktu transit feses di dalam usus besar (frekuensi buang air besar meningkat).
Juga untuk merangsang pergerakan usus besar untuk buang air besar (rasa mules) sehingga
tidak diperlukan usaha mengejan yang terlalu tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan
tekanan di dalam rongga perut yang dapat menjadi faktor risiko untuk terjadinya kantong-
kantong kecil pada dinding usus (divertikel).

2. A. Laktosa
B. 1. Rongga Mulut

Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Madu yang mengandung
karbohidrat diproses di dalam rongga mulut sehingga bercampur dengan air ludah. Air ludah
mengandung enzim amilase, enzim yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa.
Adapun jika proses dilakukan lebih lama, oleh amilase karbohidrat umumnya langsung diubah
menjadi maltosa. Perlu diketahui bahwa amilase berkerja optimal pada pH ludah netral

2. Tenggorokan

Setelah melalui pencernaan mekanis yang dilakukan gigi dan pencernaan kimiawi yang
dilakukan ludah, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati tenggorokan (esofagus).
Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi. Ia hanya lewat
dengan mudah dalam hitungan detik karena saluran esofagus sangat licin akibat cairan mucus
yang dihasilkan dindingnya.

3. Lambung

Dari tenggorokan, karbohidrat langsung diterima lambung untuk kemudian diolah dan
dicampurkan dengan asam lambung (HCl) yang bersifat korosif. Pencampuran karbohidrat,
asam lambung, dan makanan lain terjadi dengan bantuan gerakan kontraksi lambung. Proses
ini membuat karbohidrat menjadi lebih cair dan hancur. Cairan karbohidrat yang bercampur
dengan makanan lain ini kemudian disebut dengan istilah chymus.

4. Usus Halus

Proses pencernaan karbohidrat di usus halus melalui beberapa organ penting yang masing-
masing memiliki peranan yang berbeda. Organ tersebut antara lain:
a. Usus 12 Jari (Duodenum)
Chymus yang mengandung karbohidrat yang berasal dari lambung diteruskan ke usus 12 jari
(duodenum) untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Proses pencernaan karbohidrat dalam usus
12 jari dilakukan secara kimiawi menggunakan enzim amilopsin atau enzim amilase yan
dihasilkan dari getah pankreas. Enzim ini memecah amilum yang belum sempat terurai
sempurna di rongga mulut untuk menjadi sukrosa.

b. Usus Kosong (Jejunum)


Setelah melalui usus 12 jari, proses pencernaan karbohidrat yang telah berwujud disakarida
ini kemudian dilanjut oleh organ selanjutnya, yakni usus kosong (jejunum). Di dalam organ ini,
sukrosa dipecah menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa dengan bantuan enzim sukrase
yang terdapat pada getah usus halus hasil sekresi dinding-dindingnya.

c. Usus Penyerap (Ileum)


Setelah melalui usus kosong, fruktosa dan glukosa hasil penguraian enzim sukrase kemudian
diserap oleh dinding ileum atau usus penyerap. Serapan fruktosa dan glukosa ini lalu
diabsorpsi dan diangkut sistem sirkulasi darah lewat vena porta dan disalurkan ke seluruh
tubuh menjadi energi yang siap digunakan atau ATP.

C. Laktosa dapat disintesis dalam tubuh. Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh diserap
dalam bentuk monosakarida (glukosa, galaktosa, dan fruktosa). Oleh karena itu, laktosa akan
dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa terlebih dahulu agar proses absorbsi dapat
berlangsung. Hidrolisis ini dilakukan oleh enzim laktase (β-galaktosidase), yaitu suatu enzim
yang terdapat padabrush border mukosa usus halus (Mattews, 2005). Metabolisme ini
berlangsung dalam tubuh orang yang normal yang tidak mengidap intoleransi laktosa.

Laktosa dalam bentuk bebas dan tidak terikat dengan molekul lainnya hanya dapat ditemukan
pada susu. Laktosa disintesis dengan menggunakan UDP-galaktosa dan glukosa sebagai
substrat. Sintesis laktosa terdiri dari 2 subunit: galactosiltransferase dan α-laktalbumin. α-
laktalbumin merupakan subunit yang meyebabkan galactosyltransferase mengubah galaktosa
menjadi glukosa. Subunit katalitik meningkat selama kehamilan, dimana kadar α- laktalbumin
dipengaruhi oleh hormon dan meningkat hanya pada akhir kehamilan ketika kadar prolaktin
meningkat

1. 3. A. Fruktosa dan glukosa


2. B. 1. Rongga Mulut
3.
4. Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Madu yang mengandung
karbohidrat diproses di dalam rongga mulut sehingga bercampur dengan air ludah. Air ludah
mengandung enzim amilase, enzim yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa.
Adapun jika proses dilakukan lebih lama, oleh amilase karbohidrat umumnya langsung diubah
menjadi maltosa. Perlu diketahui bahwa amilase berkerja optimal pada pH ludah netral
5.
6. 2. Tenggorokan
7.
8. Setelah melalui pencernaan mekanis yang dilakukan gigi dan pencernaan kimiawi yang
dilakukan ludah, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati tenggorokan (esofagus).
Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi. Ia hanya lewat
dengan mudah dalam hitungan detik karena saluran esofagus sangat licin akibat cairan mucus
yang dihasilkan dindingnya.
9.
10. 3. Lambung
11.
12. Dari tenggorokan, karbohidrat langsung diterima lambung untuk kemudian diolah dan
dicampurkan dengan asam lambung (HCl) yang bersifat korosif. Pencampuran karbohidrat,
asam lambung, dan makanan lain terjadi dengan bantuan gerakan kontraksi lambung. Proses
ini membuat karbohidrat menjadi lebih cair dan hancur. Cairan karbohidrat yang bercampur
dengan makanan lain ini kemudian disebut dengan istilah chymus.
13.
14. 4. Usus Halus
15.
16. Proses pencernaan karbohidrat di usus halus melalui beberapa organ penting yang masing-
masing memiliki peranan yang berbeda. Organ tersebut antara lain:
17. a. Usus 12 Jari (Duodenum)
18. Chymus yang mengandung karbohidrat yang berasal dari lambung diteruskan ke usus 12 jari
(duodenum) untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Proses pencernaan karbohidrat dalam usus
12 jari dilakukan secara kimiawi menggunakan enzim amilopsin atau enzim amilase yan
dihasilkan dari getah pankreas. Enzim ini memecah amilum yang belum sempat terurai
sempurna di rongga mulut untuk menjadi sukrosa.
19.
20. b. Usus Kosong (Jejunum)
21. Setelah melalui usus 12 jari, proses pencernaan karbohidrat yang telah berwujud disakarida
ini kemudian dilanjut oleh organ selanjutnya, yakni usus kosong (jejunum). Di dalam organ ini,
sukrosa dipecah menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa dengan bantuan enzim sukrase
yang terdapat pada getah usus halus hasil sekresi dinding-dindingnya.
22.
23. c. Usus Penyerap (Ileum)
24. Setelah melalui usus kosong, fruktosa dan glukosa hasil penguraian enzim sukrase kemudian
diserap oleh dinding ileum atau usus penyerap. Serapan fruktosa dan glukosa ini lalu
diabsorpsi dan diangkut sistem sirkulasi darah lewat vena porta dan disalurkan ke seluruh
tubuh menjadi energi yang siap digunakan atau ATP.