Anda di halaman 1dari 3

pada suatu hari yang damai di tengah kota aku melihat seseorang duduk di taman sendirian

dengan tatapan kosong dan melihat ke atas langit seakan menumpahkan pikirannya pada kanvas
besar itu...
awalnya aku tidak tertarik dengan nya, sampai dia mengucapkan sesuatu...
“untuk apa aku hidup, kalau semua tidak sesuai yang kurencanakan”
Aku langsung tertarik dengan ucapannya itu, ARTI HIDUP tidak semua orang bisa
menemukannya dengan mudah..
“ kalau hidup semudah itu, itu bukan hidup namanya”
Aku langsung masuk ke dalam lamunannya itu, untuk menarik perhatiannya aku harus
menyangkal pemikiran itu terlebih dahulu
“ tau apa kau soal hidup, apa hidup mu sangatlah sempurna sampai bisa bilang seperti itu”
Dia ucapkan itu dengan nada datar namun aku tau ada emosi yang kuat dari perkataan itu
“TIDAK, hidup ku tidak sesempurna itu tau.. , sama dengan mu kadang kesialan menghampiriku
bertubi tubi”
“huh!, kalau begitu kenapa bisa kau sesantai itu.. , memangnya kau tau apa tentang ku!”
“ tidak aku tidak tau.. , sebelum kau memberi tahu ku “
Dengan tenang aku langsung menanya kan inti dari masalah orang itu
“yah baiklah akan ku katakan, lagi pula aku tidak punya kerjaan , aku sudah muak dengan
segalanya”
“ oho, baiklah akan kudengarkan , nih minum”
aku berikan dia sebotol sekaleng soda untuk menenangkannya.. , dan dia mulai mengeluarkan
semua uneg2nya
“ aku muak dengan hidup ku yang tidak sesuai dengan ekspetasi ku, aku sudah berulang kali
mencobanya untuk menjadi lebih baik dalam pekerjaan ku, tapi kenapa selalu mereka tidak
menghargai usaha ku... , aku berusaha sampai tidak pernah memberi kabar ke teman2 ku dan
keluarga ku”
Dia bertubi-tubi dan membabi buta menyalahkan sekitar dan dirinya sendiri seakan itu
hukuman..
“hum hum hum , yah kadang boss memang menyebalkan ya.. , tukang nyuruh”
Aku mencoba mendapat kepercayaannya dengan setuju dan mengerti tentang penderitaannya..
“ dan saat aku mengabaikan teman&keluarga ku untuk pekerjaan ku , tiba-tiba semua masalah
itu seolah-olah menyerangku secara bersamaan , dari teman ku yang menjauh dan keluarga ku
yang tiba-tiba menyalahkan ku karena tidak bisa membagi waktu , dan boss yang selalu saja....
aku... muak dengan ini semua.. ,hei apakah kau mau menyampaikai pesan terakhirku ?”
Dia dengan emosi yang sudah tidak bisa di tampung mencoba melarikan diri dengan cara
termudah ya.. itu..
“yah kalau kau itu mau mu ,akan ku kabulkan permintaan mu itu... , TAPI apapun yang ada di
kepala mu saat ini aku tidak akan membiarkan mu melakukannya”
“huh!? , apa maksud mu... “
Dia terkejut dengan perkataan ku barusan, yah itu wajar
“ begini , se rusak apapun kehidupan mu itu semua bisa di perbaiki tau..?”
“ perbaiki memangnya apa yang bisa diperbaiki dengan kehidupan ku yang rusak ini ,satu2nya
cara iyalah MATI!!”
Dia meledak kan emosinya padaku , dia sangat murka.. dengan tenang aku memberikan solusi
yang paling masuk akal saat ini
“ kalau semua sudah rusak kenapa tidak mulai dari NOL saja...?? , pergilah ke tempat dimana
tidak ada yang mengenal mu , lakukan apapun yang diinginkan hati mu, bebaskan dirimu dari
belenggu itu.. , Hati mu butuh kebebasan”
Mendengar perkataan ku dia hanya bisa melongo dengan mulut menutup rapat namum mata
yang terbelalak lebar , serasa dia sudah mengetahui apa yg dia butuhkan...
“ Mulai dari NOL katamu.. ,hati ku ingin bebas?? , tapi itu artinya meninggalkan mereka semua
termasuk keluarga ku..”
“ ya.. saat ini yang kau butuhkan adalah ,lepaskan beban mu dan mulai lah sesuatu yang hati mu
sukai, tenang saja , aku akan membantu mu mengurus itu , mulai saat ini aku menjadi sahabat
mu..”
Mendengar itu dia mundur beberapa langkah dan melihat langit sekali lagi ,lalu
“ hei kau licik ya.. , mendengarkan semua keluh kesal-ku ,menyetujuinya , dan menolaknya...
dan menawarkan pilihan yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya, ku kira dengan mati semua
bisa selesai”
Dengan santai aku menepuk pundaknya dan berkata
“ yah walau ini tidak beda dari MATI dan meninggalkan semuanya , tapi kau masih bisa hidup
dan memulai lagi semua itu dari NOL dan kali ini semua ada yg ada di otak mu itu bisa kau
gunakan tanpa ada yg menghalanginya”
Dia sekali lagi melihat langit , dan kali ini matanya terlihat bersinar tidak seperti sebelumnya
yang tampak seperti ikan Mati... ,
“ Kau benar.. , aku akan kembali sekarang dan mengundurkan diri dari perusahaan itu dan
mengurus semuanya untuk awal baru bagi ku..”
Dia terlihat lebih semangat , ya... bebannya sudah terangkat sekarang.. , dengan ini dia akan
menjadi lebih baik dan tidak terikat dengan orang yang membatasi nya...
“ ya , kabari aku kalau butuh sesuatu jangan sungkan, kita sahabatkan...”
“Ya!!, terima kasih!!”
Setelah itu Pemuda itu pindah ke pedesaan yang jauh dari kota dan memulai hidup sebagai
seorang Penulis , kebiasaannya yang memandang langit ternyata bukan iseng ternyata selama dia
memandang langit muncul kata-kata di benaknya dan kegigihannya dalam melakukan sesuatu
membuatnya serius dalam Menulis buku... , kadang hal yang dia tulis berhubungan dengan
EMOSI manusia... , ternyata dia tidak lupa dari mana dia berasal walau semua dia mulai dari
NOL dia tidak melupakan semua itu , dia hanya membebaskan HATI&PIKIRANNYA dari
belenggu itu..

Resepect: Dia tetap memperlakukan pemuda sejajar dengannya tidak merendahkan dengan
posisinya sekarang yang sedang Jatuh
Empathy: Dengan seluruh penolakan dari si pemuda tsb , dan sikapnya yang keras kepala , dia
tetap sabar dan mengerti keluh kesah pemuda tsb , jika bersikap langsung memberikan pendapat
yang membuatnya tersinggung bisa-bisa dia benar bunuh diri...
Audible: dia memberikan solusi yang tepat karena dia terlihat tidak bisa lagi menahan tekanan
yang di terima dari internal atau pun ekternal.. , walau itu ada minus dan plusnya juga tapi itu
cocok untuk dia yang tekun
Clearity: dari awal dia tidak menutup-nutupi tujuannya dia jelas dari awal tertarik dan ingin
mendengarkan keluh kesal pemuda itu ,dan memberinya pilihan/solusi
Humble: mau mendengarkan, tidak menyalahkan pilihannya , mau membantu tentang memulai
hidupnya yang baru, pengendalian diri yang kuat dalam menghadapi pemuda tsb,

Note: sepertinya dari awal dia tidak punya maksud memberi sebuah jawaban dia hanya ingin
mendengar keluh kesah pemuda tsb dan dia juga tau rasanya karena dari profesi yang sama, lalu
dari informasi tsb dia memberikan pilihan yang bisa membebaskan hati dan pikiriannya dari
permasalahannya , “hey kadang kita memang butuh menjahui hal seperti itu untuk menemukan
Arti hidup kita”