Anda di halaman 1dari 6

No. Dokumen No.

Revisi Halaman
SPO/01/PSG/JANGMED-RO/2018 00 1/5

Ditetapkan,
Direktur RSUD
STANDAR
Tanggal terbit Pesanggrahan
PROSEDUR
09 Maret 2018
OPERASIONAL
drg. Endah Kartika Dewi
NIP. 196712071994032004
Pemeriksaan rontgen umum di RSU Pesanggrahan merupakan
pemeriksaan Radiologi umum sederhana tanpa bahan kontras
PENGERTIAN
dengan menggunakan teknik radiografi menggunakan pesawat sinar
X radiodiagnostik merk Toshiba.
Sebagai acuan di Rumah Sakit Umum Daerah Pesanggrahan dalam
TUJUAN
menyelenggarakan pelayanan di Unit Radiologi
SK Direktur nomor 18 tahun 2017 tentang penetapan jenis
pelayanan kesehatan pada RSU Daerah Pesanggrahan
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Pesanggrahan Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Kebijakan Pelayanan
Radiologi
Alat dan Bahan
 Alat :
1. Pesawat rontgen umum Thosiba
2. Kamargelap
3. Developer fixer
4. Kaset, film dan grid sesuai ukuran
5. Marker
6. Pakaian pasien.

PROSEDUR 7. Perlengkapan proteksi radiasi.


 Bahan :
1. Film berbagai ukuran.
2. Amplop rontgen berbagai ukuran

Langkah – Langkah
1. Pemeriksaan Radiologi Kepala (Cranium)
sesuai dengan prosedur dan melakukan verifikasi tindakan yang
akan dilakukan ke pasien Untuk pemeriksaan cranium
dilakukan dalam dua proyeksi yaitu antero-posterior dan
PELAYANAN RADIOLOGI RONTGEN UMUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO/01/PSG/JANGMED-RO/2018 00 2/5

lateral.
 Prosedur Pemeriksaan
Proyeksi Cranium Antero-Posterior
a. Posisi Pasien
Pasien terlentang diatas meja pemeriksaan/brankard, Mid
Sagital Plane (MSP) kepala tepat pada garis pertengahan
meja pemeriksaan/pertengahan kaset.
b. Posisi Obyek
Kepala ditundukkan sehingga Orbita Meatal Line (OML)
tegak lurus dengan meja pemeriksaan. MSP kepala tegak
lurus dengan meja pemeriksaan.
c. Pengaturan Sinar
Atur arah sumbu sinar vertikal tegak lurus dengan meja
pemeriksaan/film dengan titik bidik pada glabella menuju
pertengahan film dengan jarak fokus ke film 100 cm.
d. Faktor Eksposi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi dengan KV
65-75, 20 mAs
e. Kriteria Radiograf Proyeksi Anterior-posterior
Tampak os petrosum simetris, fossa orbitalis simetris, Os
frontal, sutura sagitalis, sutura lamdoidea.Tampak os
mandibula, sinus maksila.
2. Pemeriksaan Radiologi Pelvis
Prosedur Pemeriksaan : Proyeksi Anterior-posterior
a. Posisi Pasien
Pasien diposisikan supine diatas meja
pemeriksaan/brankard.
b. Posisi Obyek
Pelvis diatur true AP dengan mengatur SIAS kanan dan
kiri berjarak sama dengan kaset dan kedua kaki lurus.
PELAYANAN RADIOLOGI RONTGEN UMUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO/01/PSG/JANGMED-RO/2018 00 3/5

c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengatur sinar ke arah titik bidik
vertikal tegak lurus menuju pada pertengahan pelvis yang
difoto jarak fokus ke film : 100 cm.
d. Faktor Ekspopsi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi : 65-70 kV,
ma : 100 – 150, 20 mAs
e. Kriteria Radiograf
Tampak gambar pelvis true AP. Tampak caput femoris,
acetabulum, kedua os pubis, foramen obturatorium, os
illium dalam posisi AP
3. Pemeriksaan Radiologi Abdomen (BNO) Pediatric
Prosedur
Untuk pemeriksaan Abdomen (BNO) Pediatric dapat
dilakukan satu proyeksi yaitu anterior-posterior
a. Posisi Pasien
Pasien diposisikan supine diatas meja
pemeriksaan/brankard. Kedua tangan disamping tubuh
atau diangkat dibawah kepala.
b. Posisi Obyek
Bagian abdomen diatur true AP, semua area abdomen
tercakup didalam kaset
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengatur sinar ke arah titik bidik
vertikal tegak lurus menuju pada pertengahan abdomen
yang difoto jarak fokus ke film : 100 cm.
d. Faktor Ekspopsi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi : 55 - 60 kV,
ma : 100 , 16 mAs
e. Kriteria Radiograf
Tampak gambar abdomen true AP simetris. Tampak
gambaran kedua ginjal dan kantung kemih tidak
terpotong. Columna vetebralis tidak terjadi perputaran.
PELAYANAN RADIOLOGI RONTGEN UMUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO/01/PSG/JANGMED-RO/2018 00 4/5

4. Pemeriksaan Radiologi Extremitas Atas dan Bawah


Prosedur
Untuk pemeriksaanfemur dapat dilakukan dua proyeksi
pemeriksaan yaitu antero-posterior, dan lateral.
Prosedur Pemeriksaan Extremitas Bawah :
Proyeksi Anterior-posterior
a. Posisi Pasien
Pasien diposisikan supine diatas meja
pemeriksaan/brankard
b. Posisi Obyek
Pelvis True AP dengan mengatur SIAS kanan dan kiri
berjarak sama dengan kaset. Knee joint true AP
dengan mengatur condylus lateral dan medialis
berjarak sama dengan kaset
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengatur sinar ke arah titik bidik
vertikal tegak lurus menuju pertengahan os femur yang
difoto. Jarak fokus ke film : 100 cm
d. Faktor Eksposi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi dengan
KV: 60-65 kV. 10 mAs
e. Kriteria Radiograf
Kriteria radiograf proyeksi antero-posterior
Tampak gambar AP os femur dengan batas atas hip
joint dan batas bawah knee joint
PELAYANAN RADIOLOGI RONTGEN UMUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


SPO/01/PSG/JANGMED-RO/2018 00 5/5

5. Pemeriksaan Radiologi Thorax


Untuk pemeriksaan thorax dapat dilakukan proyeksi
pemeriksaan postero-anterior.
Prosedur Pemeriksaan : Proyeksi posterior-anterior
a Posisi Pasien
Pasien erect atau duduk membelakangi arah datangnya
sinar.
b Posisi Obyek
MSP tubuh tepat digaris tengah kaset, dada menempel
pada kaset dan dagu diletakkan pada sandaran dagu
atau tepi atas kaset, atur kedua lengan sehingga
scapula berada posisi lateral dan tidak menutupi
lapangan paru-paru, eksposi saat pasien inspirasi penuh
dan tahan nafas.
c Pengaturan Sinar
Titik bidik horizontal tegak lurus menuju pada
pertengahan kaset yang difoto. Jarak fokus ke film : 150
cm – 180 cm.
d Faktor Eksposi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi : 55-60 kV,
10 mAs
e Kriteria Radiograf Proyeksi Postero-Anterior
Tampak gambaran paru dari apeks hingga sinus costo
prenicus.
Bayangan scapula tidak menutupi daerah paru.

UNIT TERKAIT