Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


“Bahasa adalah kunci membuka jendela dunia”, slogan tersebut
menunjukkan bahwa bahasa adalah hal yang penting dalam kehidupan.
Melalui bahasa manusia mampu menujukkan eksistensinya sebagai makhluk
yang sempurna. Bahasa juga sebagai alat komunikasi antar manusia yang
satu dengan yang lainnya. Pada dasarnya bahasa merupakan sistem kode
suara yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan yang lain.
Pandangan lain bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang
digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa yang
baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang
dipatuhi oleh pemakainya. Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana integrasi
dan adaptasi. Integrasi antara manusia dan beradaptasi dengan lingkungan
sekitar.
Perkembangan suatu bahasa berdasarkan sistem, yaitu seperangkat aturan
yang dipatuhi oleh pemakainya. Sistem tersebut mencakup makna yang dapat
dipahami, kesepakatan yang bersifat arbitrary, terbatas namun produktif.
Setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri yang tidak sama dengan bahasa
lainnya, serta memiliki kaidah yang universal.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah terlepas dari bahasa.
Ketika manusia ingin mengungkapkan atau menyampaikan kehendak hatinya
serta maksud dan tujuannya, ia pasti akan menggunakan bahasa yang
dimilikinya, bisa dengan bahasa lisan, atau bahasa tulisan, atau bahkan
dengan bahasa isyarat nya, tergantung kondisi yang memungkinkannya.
Setiap manusia berbahasa dan melalui bahasa mereka dapat berinteraksi
dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta bahasa lah yang
membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain, tidak
banyak orang memberikan perhatian pada asal usul bahasa. Kebanyakan
orang beranggapan bahwa bahasa hadir bersamaan dengan kehadiran

1
manusia, sehingga di mana ada manusia, di situ pula ada bahasa “bahasa
adalah given”. Para ahli bahasa lebih memberikan perhatian pada bentuk
bahasa, ragam bahasa, perubahan bahasa, wujud bahasa, struktur bahasa,
fungsi bahasa, pengaruh bahasa, perencanaan bahasa, pengajaran bahasa,
perolehan bahasa, evaluasi dan sebagainya daripada melacak sejarah
kelahirannya. Padahal dengan mengetahui sejarah kelahirannya akan dapat
diperoleh pemahaman yang utuh tentang bahasa.

1.2. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari makalah ini ialah:
1.2.1. Apa arti dari agama Islam?
1.2.2. Apa arti dari ilmu bahasa?
1.2.3. Bagaimana hubungan antara agama islam dan ilmu bahasa?

1.3. Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan dari makalah ini ialah:
1.3.1. Mengetahui arti dari agama Islam
1.3.2. Mengetahui arti dari ilmu bahasa
1.3.3. Memahami hubungan antara agama Islam dan ilmu bahasa

1.4. Manfaat Penulisan


Adapun manfaat penulisan makalah ini yaitu kita dapat mengetahui serta
memahami lebih jelas hubungan antara agama Islam dan ilmu bahasa.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Arti dari Agama Islam


Secara terminologis (istilah, maknawi) dapat dikatakan Islam adalah
agama wahyu berintikan tauhid atau keesaan Tuhan yang diturunkan oleh
Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya yang terakhir
dan berlaku bagi seluruh manusia, di mana pun dan kapan pun, yang
ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.
Wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya untuk
disampaikan kepada segenap umat manusia sepanjang masa dan setiap
persada. Suatu sistem keyakinan dan tata-ketentuan yang mengatur segala
peri kehidupan dan penghidupan asasi manusia dalam pelbagai hubungan:
dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lainnya.
Bertujuan: keridhaan Allah, rahmat bagi segenap alam, kebahagiaan di
dunia dan akhirat. Pada garis besarnya terdiri atas akidah, syariat dan akhlak.
Bersumber kan Kitab Suci Al-Quran yang merupakan kodifikasi wahyu
Allah SWT sebagai penyempurna wahyu-wahyu sebelumnya yang
ditafsirkan oleh Sunnah Rasulullah Saw.
Terminologi Islam secara bahasa (secara lafaz) memiliki beberapa makna.
Makna-makna tersebut ada kaitannya dengan sumber kata dari "Islam" itu
sendiri. Islam terdiri dari huruf dasar (dalam bahasa Arab): "Sin", "Lam", dan
"Mim". Beberapa kata dalam bahasa Arab yang memiliki huruf dasar yang
sama dengan "Islam", memiliki kaitan makna dengan Islam.
Dari situlah kita bisa mengetahui makna Islam secara bahasa. Jadi, makna-
makna Islam secara bahasa antara lain: Al istislam (berserah diri), As
salamah (suci bersih), As Salam (selamat dan sejahtera), As Silmu
(perdamaian), dan Sullam (tangga, bertahap, atau taddaruj).

3
a. Al- Istislam (berserah diri)
Al istislam juga memiliki huruf dasar yang sama dengan "Islam",
yaitu Sin, Lam, dan Mim. Sehingga Al istislam atau berserah diri
merupakan makna lain dari Islam secara bahasa.
Allah SWT berfirman,

"
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah,
padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan
di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah
mereka dikembalikan."

b. Saliim (suci bersih)


As-salaamah berarti suci bersih. Di dalam Al Qur'an dijelaskan
bahwa penganut dinul Islam memiliki hati yang bersih (qalbun salim) saat
menghadap kepada Allah Yang Maha Suci.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang suci dan
bersih. Islam membawa ajaran kesucian dan kebersihan. Suci bersih di
sini adalah dalam segala hal, baik dari segi fisik, akhlaq, pikiran, dan
sebagainya. Dalam hal fisik misalnya Islam mengajarkan penganutnya
agar bersih pakaian dan tempat. Sebelum shalat, kita pun diwajibkan

4
untuk bersuci dengan berwudhu. Kalaupun tidak ada air, bersuci tetap
diwajibkan, yaitu dengan tayamum.

c. Salaam (selamat/sejahtera)

d. As-Silmu (perdamaian)
As-Silmu bermakna perdamaian. Lafaz As-silmu ini tersirat dalam Al
Qur’an pada surat Muhammad (47) ayat 35 yang berbunyi:

e. Sullam
Sullam memiliki huruf dasar yang sama dengan Islam, yaitu Sin
Lam dan Mim. Sullam artinya tangga. Istilah Sullam digunakan di
beberapa ayat di Al Qur'an. Contohnya pada surat At-Tur ayat: 38
berikut ini:

“Ataukah mereka mempunyai tangga/sullam (ke langit) untuk


mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah
orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu
keterangan yang nyata.

5
Demikian pula makna Islam pada:

Adalah Islam yang bermakna umum, yang meliputi semua risalah langit
bukan Islam dalam arti istilah dan bukan Islam pula dalam arti agama Islam
yang dibawa Nabi Muhammad saw.

2.2. Arti dari Ilmu Bahasa


Ada beberapa Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli. Secara sederhana,
bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang
terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk
beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk
menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi
sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa
bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.
Namun, agar lebih jelas, mari kita simak definisi dan pengertian bahasa
menurut para ahli.
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa
sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota
suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan
mengidentifikasikan diri.
2. Carrol: Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan
urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang
dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok
manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda,
peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.
3. Sudaryono: Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun
tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana
komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.
4. Saussure: Bahasa adalah objek dari semiologi

6
5. Mc. Carthy: Bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk
mengembangkan kemampuan berpikir
6. William A. Haviland: Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika
digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat
ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
7. Keraf dalam Smarapradhipa (2005): memberikan dua pengertian bahasa.
Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara
anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap
manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan
simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
8. Owen dalam Stiawan (2006), menjelaskan definisi bahasa yaitu language
can be defined as a socially shared combinations of those symbols and
rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefinisikan
sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk
menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang
dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).
9. Wibowo (2001), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan
berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan
konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok
manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
10. Walija (1996), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang
paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud,
perasaan dan pendapat kepada orang lain.
11. Syamsuddin (1986), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama,
bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan,
keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk
mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas
dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari
keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
12. Algeo (2005): A language is a system of conventional vocal signs by
means of which human beings communicate. This definition has several

7
important terms, each of which is examined in some detail... Those terms
are system, signs, vocal, conventional, human, communicate. (Bahasa
adalah sistem tanda-tanda vokal konvensional dengan cara manusia
berkomunikasi. Definisi ini memiliki beberapa istilah penting, yang
masing-masing diperiksa secara rinci ... Istilah-istilah tersebut adalah
sistem, tanda, vokal, konvensional, manusia, komunikasi.)

2.3. Hubungan Antara Agama Islam dan Ilmu Bahasa


Al-Qur‟an sebagai kitab inti dari segala ilmu, termasuk di dalamnya
adalah menjawab berabagai macam perdebatan para ahli bahasa tentang asal-
usul bahasa manusia. Selama ini para ahli banyak yang berspekulasi tentang
asal-usul bahasa manusia, namun yang diperoleh justru pengetahuan tentang
cabang-cabang ilmu bahasa, seperti sosiolinguistik, psikolinguistik,
antropolingusitik, filsafat bahasa dan sebagainya.
Seolah tak mau ketinggalan dengan para ahli sebelumnya, para neurolog
juga mengkaji bahasa, sehingga muncul ilmu neurolinguistik dan
geolinguistik. Belakangan para ahli komunikasi jugamenjadikan bahasa
sebagai pusat kajian. Secara mikro, lahir ilmu seperti fonologi, morfologi,
sintak, semantik, gramatika, semiotika dan sebagainya Tidak mengherankan
bahwa bahasa akhirnyamenjadi bahan kajian para ilmuwan dariberbagai
disiplin. Namun demikian asal usul bahasa atau sejarah bahasa tetap obscure
dan studi tentang asal usul bahasa tidak sesemarak bidang-bidang kebahasaan
yang lain.
Alih-alih menyimpulkan kapan bahasa pertama kali digunakan manusia,
melainkan para ahli bahasa sepakat bahwa tidak seorang pun mengetahui
secara persis kapan bahasa awal mula ada, dimana, bagaimana membuatnya
dan siapa yang mengawalinya. Ungkapan yang lazim mengatakan bahwa
sejarah bahasa dimulai sejak awal keberadaan manusia. Dengan demikian,
sejarah bahasa berlangsung sepanjang sejarah manusia,.

8
Hal ini berbeda dalam perspektif al-Qur‟an tentang penjelasan dari mana
asal-usul bahasa sebagaimana di jelaskan dalam (Q.S al-Baqarah : 31)

Artinya :Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda)


seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu
berfirman:“Sebutkanlah kepada-Ku nama benda benda itu jika kamu
memang benar orang-orang yang benar!”(QS. Al-Baqarah: 31)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengajarkan nama-nama kepada


Adam, nama-nama tersebut dapat dikatakan sebagai bagian dari simbol
bahasa. Tiada keterangan bagaimana terjadinya proses belajar-mengajar
tersebut antara Allah dan Nabi Adam a.s, namun yang jelas bahwa manusia
pertama yaitu Nabi Adam a.s belajar bahasa melalui proses belajar mengajar
tidak diciptakan alat otomatis. Namun begitu, perangkat bahasa yang sudah
diciptakan oleh Allah dan terpasang dalam tubuh manusia, diantaranya: akal
pikiran, pendengaran, penglihatan, mulut, tenggorokan, dan lain sebagainya.

Dapat disimpulkan bahwa Al-bayan dimaknai secara praktis adalah


kepandaian berbicara dan kemampuan menjelaskan sesuatu, sedangkan kalau
dimaknai idealis, ia merupakan perangkat(anggota tubuh atau kemampuan
akal atau “chips”) untuk menjelaskan sesuatu.

9
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Bahasa adalah alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia.
Sehingga manusia tidak bisa terlepas dengan bahasa selama masih hidup dan
berinteraksi dengan manusia lain. Allah berinteraksi dengan hambanya
melaui bahasa yang ada dalam kitabnya yakni al-Qur‟an. Al-Qur‟an
merupakan kitab suci yang menjadi induk segala ilmu, baik yang sudah
terbukti secara sains modern ataupun yang belum terungkap.
Al-Qur‟an menjelaskan bahwa Allah yang telah menciptakan
perangkatbahasa, hal ini seabagaiman pandangan Noam Chomsky sebagai
linguis modern. Noam Chomsky menyebutnya sebagai Language
Acquisition Device (LAD) terpasang pada diri manusia. Sehingga manusia
dapat berbahasa. LAD tersebut terdiri dari akal pikiran, pendengaran,
penglihatan, mulut, tenggorokan, dll. Bahasa didapat manusia melalui
pembelajaran sebagaimana Allah mengajarkan Nabi Adam a.s nama-nama
dengan merangsang perangkat bahasa tersebut sesuai bahasa yang dibutuhkan
Nabi Adam a.s.

3.2. Saran
Saran yang dapat kami sampaikan untuk penulisan makalah selanjutnya
yaitu referensi untuk mengumpulkan data diusahakan lebih di cari sebanyak-
banyaknya dan infonya yang lebih akurat, jelas, dan padat.

10
DAFTAR PUSTAKA

Misbahuddin Jamal. (2011). Konsep Al-Islam Dalam Al-Qur’an. Retrieved


from: https://media.neliti.com/media/publications/184357-ID-konsep-al-islam-
dalam-al-quran.pdf

Muhammad Thariq Aziz. (2014). Asal Usul Bahasa Dalam Perspektif Al-
Qur’an dan Sains Modern. Retrieved from:
http://eprints.ummi.ac.id/98/3/3.%20Asal%20Usul%20Bahasa%20Dalam%20Per
spektif%20al-Qur’an%20.pdf

Jurnal Hasil Riset. (2013). Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli.


Retrieved from: https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-bahasa-menurut-
para-ahli.html

11