Anda di halaman 1dari 10

1

PENGARUH POLA MAKAN TIDAK TERATUR TERHADAP


KEEFEKTIFAN BERAKTIVITAS PADA MAHASISWA ILMU
KEPERAWATAN TINGKAT AWAL

Nurfadila Yahya (R011181318)

Program Studi Ilmu Keperawatan

Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin

ABSTRAK

Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan agar menyadarkan dan


memberitahukan mahasiswa betapa pentingnya menjaga pola makan
tetap teratur untuk membangun energi yang dipakai setiap hari dengan
aktivitas yang berlebihan, menjaga kesehatan tubuh agar tetap
terkoordinir normal, membantu dalam kemudahan menerima materi
pembelajaran dalam proses belajar-mengajar. Hal yang menyebabkan
pola makan pada mahasiswa tidak teratur yaitu banyaknya kesibukan
kuliah seringkali membuat banyak mahasiswa tidak memperhatikan
kesehatannya. Akibat-akibat yang dapat terjadi karena pola makan tidak
teratur pada mahasiswa ialah mengganggu kesehatan pencernaan,
gangguan penyerapan gizi pada tubuh, munculnya berbagai macam
penyakit dan didahului oleh penyakit kembung dan maag. Pentingnya
menjaga pola makan yang teratur bagi mahasiswa karena aktivitas yang
dilakukan mahasiswa sangat menguras tenaga, mencegah terjadinya
penyakit akibat pola makan yang tidak teratur, juga pikiran mahasiswa
yang banyak memicu kerja keras otak sehingga otak lebih cepat
membutuhkan energi untuk tetap bekerja secara normal. Adapun untuk
mengetahui status gizi normal dengan cara dapat ditentukan melalui
pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri[1]. “Indeks Massa
Tubuh (IMT)[4] direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk
menentukan status gizi remaja.

Kata Kunci : Pola Makan, Mahasiswa

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
2

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Makanan adalah kebutuhan pokok setiap makhluk hidup yang harus

terpenuhi demi menjaga kelangsungan hidupnya. Jika kita manusia tidak

mengkonsumsi makanan dalam jangka waktu yang cukup lama maka

tubuh kita tidak akan mampu beraktivitas normal dan terasa lemas. Maka

dari itu, kita harus menjaga keseimbangan metabolisme dalam tubuh

khususnya menjaga kadar karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan

mineral agar tetap seimbang serta tercukupi kebutuhannya dengan cara

mengkonsumsi makanan yang mengandung komponen-komponen

tersebut.

Oleh karena itu, asupan-asupan tersebut sangat diperlukan demi menjaga

tenaga agar tetap mampu beraktivitas dan berenergi. Dari hal ini sangat

diperlukan menjaga pola makan agar tetap teratur yaitu 3 kali sehari

dengan ketentuan setiap kali makan komponen-komponen yang

diperlukan dalam metabolisme tubuh terpenuhi. Pola makan yang tidak

teratur sering terjadi pada kalangan mahasiswa, terutama pada

mahasiswa yang berasal dari kota yang jauh dan hidup sendiri. Nyatanya,

menjaga pola makan sangat penting diterapkan mahasiswa karena sering

memiliki aktivitas yang membakar energi yang cukup banyak dan untuk

menjaga agar cara belajarnya tetap efektif.

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
3

Gaya hidup dan perilaku yang tidak mendukung konsumsi makanan yang

sehat dan bergizi menyebabkan individu kurang mengontrol makanan

yang dikonsumsinya. Gaya hidup mempengaruhi kebiasaan makan

seseorang atau sekelompok orang dan berdampak tertentu. Pada

mahasiswa pemenuhan kadar nutrisi sangat penting untuk dapat

mempertahankan energi dalam tubuh sehingga mampu beraktivitas.

Terutama pada mahasiswa tingkat awal yang baru menyesuaikan diri

dengan kehidupan kampus sering dijumpai pola makannya tidak teratur

karena tidak dapat memanajemen waktunya dengan baik. Hal ini tentunya

tidak boleh dibiarkan karena pola makan tidak teratur yang terjadi pada

mahasiswa tingkat awal dapat menjadi kebiasaan buruk yang dibawa

hingga tingkat akhir yang sangat membutuhkan porsi energi yang banyak

disebabkan pikiran bertambah, tugas menumpuk, dan masih banyak

aktivitas lain yang membutuhkan pembakaran energi cukup banyak.

Maka dari itu, betapa pentingnya menjaga pola makan agar tetap teratur

karena kadar nutrisi dalam tubuh sangat mendukung aktivitas sehari-hari.

Selain itu, pola makan teratur juga dapat menjaga tubuh kita terhindar dari

penyakit-penyakit disebabkan asupan yang masuk ke dalam tubuh dapat

menjaga kerja organ pencernaan tetap normal seperti biasanya. Aktivitas

yang berlebihan pada mahasiswa sangat membutuhkan asupan gizi yang

cukup banyak karena sering memakan banyak energi dan pikiran yang

berlebihan pada mahasiswa akibat tugas membuat kerja otak

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
4

membutuhkan banyak kadar gula yang bisa didapatkan dari

mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan-rumusan masalah yang sangat penting pada penulisan

karya tulis ilmiah ini yaitu, hal-hal yang menyebabkan pola makan pada

mahasiswa tidak teratur, akibat-akibat yang dapat terjadi karena pola

makan tidak teratur, pentingnya menjaga pola makan yang teratur, jumlah

kadar gizi yang harus terpenuhi untuk menjaga aktivitas yang efektif pada

mahasiswa, khususnya mahasiswa ilmu keperawatan.

Tujuan Penulisan

Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan agar menyadarkan dan

memberitahukan mahasiswa betapa pentingnya menjaga pola makan

tetap teratur untuk membangun energi yang dipakai setiap hari dengan

aktivitas yang berlebihan, menjaga kesehatan tubuh agar tetap

terkoordinir normal, membantu dalam kemudahan menerima materi

pembelajaran dalam proses belajar-mengajar.

TINJAUAN PUSTAKA

Sebelum mengetahui tata cara menjaga pola makan yang teratur, kita

harus mengetahui definisi dari pola makan. “Pola makan adalah suatu

cara atau usaha dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan

informasi gambaran dengan meliputi mempertahankan kesehatan, status


[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
5

nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakit.” (Depkes RI,

2009).

“Dan menurut seorang ahli mengatakan bahwa pola makan didefinisikan

sebagai karakteristik dari kegiatan yang berulang kali makan individu atau

setiap orang makan dalam memenuhi kebutuhan makanan.”

(Sulistyoningsih, 2011).

Secara umum pola makan memiliki 3 (tiga) komponen yang terdiri dari:

jenis, frekuensi, dan jumlah makanan.

a. Jenis makan

“Jenis makan adalah sejenis makanan pokok yang dimakan setiap hari

terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan

buah yang dikonsumsi setiap hari. Makanan pokok adalah sumber

makanan utama di negara indonesia yang dikonsumsi setiap orang

atau sekelompok masyarakat yang terdiri dari beras, jagung, sagu,

umbi-umbian, dan tepung.” (Sulistyoningsih, 2011)

b. Frekuensi makan

“Frekuensi makan adalah beberapa kali makan dalam sehari meliputi

makan pagi, makan siang, makan malam, dan makan selingan.”

(Depkes, 2013).

c. Jumlah makan

“Jumlah makan adalah banyaknya makanan yang dimakan dalam

setiap orang atau setiap individu dalam kelompok.” (Willy, 2011).

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
6

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan khususnya

sebagai generasi penerus bangsa tidak luput dari aktivitas yang tinggi.

Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan memiliki perilaku hidup sehat.

Apabila mahasiswa tidak memperhatikan kesehatannya, maka mahasiswa

sangat rentan terhadap penyakit. Proses pendidikan akan ikut terganggu

dan pencapaian mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang

berkualitas tidak berjalan lancar. Aktivitas yang padat serta kehidupan

sosial pada mahasiswa ini sangat mempengaruhi perilaku hidup sehatnya,

khususnya pada pola makannya sehari-hari.

Frekuensi makan kurang dari tiga kali sehari dapat memicu munculnya

kejadian maag. Dalam pola makan sehari-hari sering terlihat kebiasaan

jadwal makan yang sering tidak teratur, seperti terlambat makan atau

menunda waktu makan bahkan tidak sarapan pagi sehingga membuat

perut mengalami kekosongan dalam jangka waktu yang lama. Jadwal

makan yang tidak teratur tentunya akan dapat menyerang lambung, maka

dari sinilah penyakit maag akan muncul.

PEMBAHASAN

Hal-hal yang menyebabkan pola makan pada mahasiswa tidak teratur

yaitu banyaknya kesibukan kuliah seringkali membuat banyak mahasiswa

tidak memperhatikan kesehatannya. Terutama anak kos yang jauh dari

pengawasan orang tua. Selain itu gaya hidup tidak sehat serta pola

makan yang tidak teratur juga dapat membuat para mahasiswa rentan

dengan penyakit. Padahal jika dibiarkan, nantinya akan semakin parah.


[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
7

Akibat-akibat yang dapat terjadi karena pola makan tidak teratur pada

mahasiswa ialah yang pertama kesehatan pencernaan, kekuatan tubuh

kita sangat bergantung pada asupan makanan sebagai sumber energi

karena dari makanan yang kita konsumsi tersebut kita mendapatkan

energi untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Sistem pencernaan

tubuh kita bekerja secara otomatis mengolah makanan yang kita makan

selama 10 hingga 12 jam per hari, sehingga apabila pola makan tidak

teratur maka sistem pencernaan tubuh akan terus bekerja walaupun tidak

ada bahan makanan yang masuk, dengan adanya kekosongan asupan

makanan tersebut maka menjadikan sistem pencernaan tubuh akan

terganggu. Akibat tidak adanya asupan makanan yang diolah itu yang

akhirnya sistem pencernaan kita bisa melukai organ pencernaan itu

sendiri. Yang kedua yaitu gangguan penyerapan gizi pada tubuh. Hal ini

disebabkan oleh sistem tubuh yang membutuhkan gizi dan berbagai

macam vitamin yang diperlukan tubuh untuk melakukan proses

metabolisme akan sulit di dapat pada saat melakukan aktivitas.

Berkurangnya asupan vitamin serta gizi pada sistem metabolisme tubuh,

juga akan berakibat buruk pada kesehatan karena sistem tubuh akan

mengambil cadangan vitamin dan gizi dari bagian tubuh lainnya. Hal itu

kalau dibiarkan terus menerus dan berlangsung dalam waktu yang lama

tentu akan mengganggu sistem tubuh lainnya sehingga akan

menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Yang ketiga yaitu

munculnya berbagai macam penyakit dan didahului oleh penyakit


[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
8

kembung dan maag. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh organ

lambung yang bekerja secara tidak normal karena kosongnya asupan

makanan dalam perut. Penyakit ini sebenarnya bukan termasuk penyakit

berbahaya namun apabila tidak segera disembuhkan tentu akan

menimbulkan berbagai penyakit lain yang sangat mengerikan.

Pentingnya menjaga pola makan yang teratur bagi mahasiswa karena

aktivitas yang dilakukan mahasiswa sangat menguras tenaga, mencegah

terjadinya penyakit akibat pola makan yang tidak teratur, juga pikiran

mahasiswa yang banyak memicu kerja keras otak sehingga otak lebih

cepat membutuhkan energi untuk tetap bekerja secara normal. Oleh

karena itu sangat penting bagi mahasiswa untuk menjaga pola makan

agar kesehatannya tetap normal dan aktivitasnya berjalan dengan lancar.

Bagi mahasiswa tinggi rendahnya produktifitas dapat tercermin pada

prestasi belajarnya. Berdasarkan usianya, mahasiswa tergolong ke dalam

usia remaja akhir. Indikator untuk menilai status kesehatan remaja yang

mudah dan murah adalah melalui penilaian status gizinya. Status gizi

dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara

antropometri[1]. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemia ditentukan

dengan pemeriksaan darah. “Indeks Massa Tubuh (IMT)[2]

direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status

gizi remaja. Data tinggi badan dan berat badan merupakan komponen

data yang diperlukan untuk menentukan IMT.” (Kuniasih, dkk, 2010).

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
9

KESIMPULAN

Hal yang menyebabkan pola makan pada mahasiswa tidak teratur yaitu

banyaknya kesibukan kuliah seringkali membuat banyak mahasiswa tidak

memperhatikan kesehatannya.

Akibat-akibat yang dapat terjadi karena pola makan tidak teratur pada

mahasiswa ialah mengganggu kesehatan pencernaan, gangguan

penyerapan gizi pada tubuh, munculnya berbagai macam penyakit dan

didahului oleh penyakit kembung dan maag (radang lambung).

Pentingnya menjaga pola makan yang teratur bagi mahasiswa karena

aktivitas yang dilakukan mahasiswa sangat menguras tenaga, mencegah

terjadinya penyakit akibat pola makan yang tidak teratur, juga pikiran

mahasiswa yang banyak memicu kerja keras otak sehingga otak lebih

cepat membutuhkan energi untuk tetap bekerja secara normal.

Adapun untuk mengetahui status gizi normal yang harus dipenuhi

mahasiswa agar dapat beraktivitas secara efektif dengan cara dapat

ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara

antropometri[1]. Kekurangan kadar hemoglobin[2] atau anemia[3] ditentukan

dengan pemeriksaan darah. “Indeks Massa Tubuh (IMT)[4]

direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status

gizi remaja.

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.
10

REFERENSI

Nugroho, Griya. “Pola Makan Tidak Teratur Pada Mahasiswa,” Jurnal Ilmu
Pengetahuan, (Banjarbaru, Januari 2013).
Sarwa, A. Evy. “Analisis Status Gizi Mahasiswa Sebelum dan Sesudah
Tinggal di Asrama,” Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 1: 5, 15-23 (Cilacap,
Maret 2014).
A.K. Ilma, S. Saifuddin, J. Nurhaedar. “Gambaran Pola Makan dan Status
Gizi Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin Makassar,” Jurnal Ilmu Gizi, 1-16 (Makassar,
Desember 2013).

[1] Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah.
[2] Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel
darah merah.
[3] Anemia adalah keadaan saat jumlah hemoglobin dalam darah berada di bawah normal.
[4] Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu cara sederhana untuk memantau status gizi

orang dewasa.