Anda di halaman 1dari 8

DRAFT TUBE CRYSTALATION

Dosen Pengampu :
Rizka Amalia, ST.,MT

Nama Penyusun :

Azizah Rahman (40040117640009)


Gaudentius Bilyartinus (40040117640014)
Andi Hidayatullah M (40040117640045)
Handaru Pito Buwono (40040117640045)

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN


TEKNOLOGI REKAYASA KIMIA INDUSTRI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITA DIPONEGORO
SEMARANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kristalisasi (crystallization) merupakan peristiwa pembentukan kristal-kristal padat


dalam suatu fase homogen. Baik itu dalam pembuatan partikel padat didalam uap
seperti dalam hal pembuatan salju atau pembuatan partikel padat didalam lelehan cair
sebagai mana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar maupun kristalisasi dari
larutan cair misalnya pembuatan garam. Peristiwa kristalisasi ditandai dengan
terbentuknya kristal padat.

Agar Kristal-kristal dapat terbentuk dari suatu larutan harus dalam keadaan lewat
jenuh.Keadaan lewat jenuh dapat dicapai dengan metode berikut ini :
pendinginan,penguapan,penguapan pendinginan,dan penambahan bahan lain

Draft Tube Crystallizer merupakan salah satu peralaan teknik kimia yang digunakan
untuk memproduksi kristal dan memiliki efisiensi yang tinggi dengan proses cooling (
pendinginan ) dan evaporasi ( penguapan ). Draft Tube Crystallizer dikontrol oleh PLC.
Struktur dan prinsip kerja ditentukan dari enfisiensi perpindahan panas, konfigurasi
sederhana,dan lingkungan operaasi yang mendukung.

Prinsip draft tube crystalitation antara lain efek dari lewat jenuh , temperatur material,
dan kecepatan pengadukan menentukan ukuran kristal pada proses pembentukan
krista.Draft Tube Crsytallizer memiliki paddle pengaduk yang unik, temperatur dan
kecaepatan engaduknya dapat disesuaikan. Umpan mengalir di bawah bak tanki dan
bergerak naik melalui proses pengadukan.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Prinsip kerja dari Draft Tube Crystaltizer


1.2.2 Komponen Draft Tube Crystallizer
1.2.3 Cara kerja Draft Tube Crystallizer
1.2.4 Keunggulan Draft Tube Crystallizer
1.2.5 Penerapan Draft Tube Crystallizer

1.3 Tujuan

1.3.1 Mengetahui prinsip kerja Draft Tube Crystaltizer


1.3.2 Mengetahui Komponen Draft Tube Crystallizer
1.3.3 Mengetahui cara kerja Draft Tube Crystallizer
1.3.4 Mengetahui keunggulan Draft Tube Crystallizer
1.3.5 Mengetahui produk penerapan draft Tube Crystallizer
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kristallisator.


Alat-alat kristalisasi disebut juga kristallisator. Alat-alat ini digunakan dalam proses
kristalisasi terutama dalam skala industri, alat-alat yang digunakan dalam proses kristalisasi
sangat beragam macam, hal ini disebabkan oleh sifat-sifat bahan dan kondisi pertumbuhan
kristal yang sangat bervariasi. Disamping itu juga karena kristallisasi dilaksanakan untuk
tujuan yang berbeda-beda (pemisahan bahan, pemurnian bahan, pemberian bentuk).
Penggunaan alat kristallisasi harus memenuhi persyaratan misalnya konsentrasi,
suhu, dan gerakan untuk menunjang pertumbuhan inti atau benih kristal. Dengan
melengkapi perlengkapan-perlengkapan pada kristalisator untuk memungkinkan terjadinya
perpindahan panas (pemanasan, pendinginan, dan penguapan) dan juga gerakan
(pengadukan, penggulingan, pengankutan)

2.2 Jenis - Jenis Kristallisator.


Jenis-jenis kristalisator antara lain :
· Draft Tube Baffle Crystallizer
· Cooling Crystallizers
· Evaporative crystallizers
· Forced Circulation Crystallizer
· Induced Circulation Crystallizer
· Oslo Type Crystallizer
· Vacuum Crystallizers
· Many Others Crystallizer

2.3 Draft Tube Baffle Crystallizer


2.3.1 Pengertian Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers
Draft tube baffle (DTB) crystallizers atau plat buang/tabung isap kristalisasi merupakan salah
satu dari beberapa jenis alat kristalisator yang didasarkan pada pemisahan debu/uap dari
bahan melalui fase lewat - jenuh yang ditingkatkan sehingga diperoleh kristal – kristal yang
besar. Alat ini dilengkapi dengan tabung junjut fungsi sekat untuk mengendalikan sirkulasi
magma dan dilengkapi pula oleh alat penggerak (argitator).
2.3.2 Prinsip Kerja Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa secara sederhana Crystallizer DTB terdiri
dari :

2.3.2.1 Superheated Solution From Hearter and Recirculation Pump,


merupakan pompa sirkulasi yang letaknya pada bagian paling bawah dari
Crystallizer DTB yang berfungsi untuk mendorong (mengalirkan) bahan yang berasal
dari pusat ke Draft tube untuk proses lebih lanjut.
2.3.2.2 Draft Tube, merupakan pipa isap bagian dalam dari Crystallizer DTB
sebagai pusat sirkulasi bahan.
2.3.2.3 Propeller merupakan pemutar atau pengaduk.
2.3.2.4 Slurry Withdrawal, merupakan tempat penarikan atau pengambilan
kembali.
2.3.2.4 Settling zone, merupakan zona penyelesaian. Pada zona ini terdapat
Clear
2.3.2.5 Mother Liquor Overlow dan To Recirculation pump.
2.3.2.6 Clear Mother Liquor Overlow, merupakan tempat keluarnya cairan
induk.
2.3.2.7 Circulation Magma, merupakan tempat sirkulasi Magma (hasil akhir
kristallisator dari campuran Mother Liquor dengan kristal.
2.3.2.8 Vapors Separation (pemisahan uap).
2.3.2.9 Demister
2.3.2.10 Proses Vapors Outlet, merupakan tempat proses keluaranya uap.
2.3.3 Mekanisme Kerja Draft Tube Crystallizer
Secara sederhana proses kerja Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers dapat
dibedakan menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah proses kristalisasi dan bagian kedua
adalah proses klarifikasi.
2.3.3.1 Pada bagian kristalisasi, bahan sample dan cairan induk (mother
liquit) dimasukkan kedalam tangki DTB Crystallizers melalui sebuah pipa, komponen
ini akan mendorong bahan naik ke atas dalam suatu tabung isap.
2.3.3.2 Di dalam tabung isap bahan akan tercampur dan mengalami sirkulasi
dengan bantuan Agitator (pemutar/pengaduk) yang berada di dalam tangki bagian
bawah, Kedua bahan ini akan membentuk magma melalui fase lewat-jenuh yang
ditingkatkan. Magma yang terbentuk akan mengalami perubahan density sehingga
uap yang terkandung di dalamnya akan terlepas kepermukaan magma menuju ke
Vapors Separation (pemisahan uap).
2.3.3.3 Magma yang mengalami perubahan density akan mengalami proses
nukleasi (pembentukan inti kristal), kristal yang terbentuk akibat proses nukleasi
akan mengendap kadasar larutan dan sebagian akan naik ke permukaan.
2.3.3.4 Kristal yang mengendap akan mengalami pemisahan antara kristal
halus dan kristal kasar, pada zona penyelesaian sebagian Kristal akan dikeluarkan
dari dasar tangki dan selebihnya dijadikan umpan bersama cairan induk untuk
melakukan proses sirkulasi guna melarutkan partikel-partikel halus yang masih
mengendap.
2.3.3.5 Pada bagian klarifikasi akan terjadi pemisahan pada bentuk kristal,
Kristal yang sesuai dengan keinginan akan diambil dan kristal yang belum sesuai
(ukurannya besar/kasar) akan dikembalikan ke zona kristalisasi untuk proses lebih
lanjut.

2.3.4 Produk Pengaplikasian Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers


Dengan menggunakan alat pengkristal Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers
diperoleh produk :
2.3.4.1 Natrium Karbonat (Sodium Carbonate)
2.3.4.2 Sodium Sulfat (Sodium Sulfate)
2.3.4.3 Natrium Nitrat (Sodium Nitrate)
2.3.4.4 Tembaga Sulfat (Copper Sulfate)
2.3.4.5 Sodium Sulfit (Sodium Sulfite)
2.3.4.6 Kalsium Klorida (Calcium Chloride)
2.3.4.7 Amonium Sulfat (Ammonium Sulfate)
2.3.4.8 Kalium Klorida (Potassium Chloride)
2.3.5 Keuntungan Menggunakan Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers
· 2.3.5.1 Mampu memproduksi kristal – kristal dalam bentuk tunggal.
· 2.3.5.2 Siklus operasionalnya lebih panjang.
· 2.3.5.3 Biaya operasi lebih rendah.
· 2.3.5.4 Kebutuhan ruang minimum
· 2.3.5.5 Instrument dapat dikendalikan dengan mudah
· 2.3.5.6 Kesederhanaan operasi, memulai dan penyelesaian.
2.3.6 Problem dan Troubleshooting
2.3.6.1 Magma yang terbentuk setelah lewat jenuh mengalami kenaikan
densitas yang terlalu tinggi mengakibatkan proses sirkulasi tersendat , sehingga perlu
adanya troubleshooting pendinginan agar densitas dari magma tidak terlalu tinggi dan
membuat proses sirkulasi di draft tube terganggu
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan.
Adapun yang dapat kami simpulkan adalah : proses kristalisasi merupakan suatu metode
pemisahan bahan/pemurnian bahan untuk medapatkan produk (kristal) dalam bentuk padat
dengan kualitas yang tinggi. Kristal yang terbentuk melewati fase lewat-jenuh sehingga
didapat kristal dengan permukaan keras dan pertumbuhan yang singkat. Keunikan dari
menggunakan alat ini ialah produk (kristal) yang terbentuk tidak semuanya diambil tetapi
sebagian kristal diproses ulang sehingga diperoleh kristal dengan nilai kualitas yang tinggi
dalam jumlah yang besar.
DAFTAR PUSTAKA

Swenson,2019, Draft Tube Baffle Crystallizer. http://swenson.ggnet.net/draft-


tube-baffle-dtb-crystallizer/ diakses pada 19 Maret 2019

Toastmaster,2019. Crystallization
https://www.academia.edu/25509655/Crystallizer?auto=download diakses pada
19 Maret 2019

Warren L, Maccabe Julian C, Peter H, 1993. “Operasi Teknik Kimia jilid kedua
edisi keempat”, Jakarta; penerbit Erlangga