Anda di halaman 1dari 10

Laporan Keuangan Perusahaan (financial statement)

Materi :
1. Pengertian Laporan keuangan (financial statement)
2. Laporan laba-rugi/Laporan pendapatan (Profit & Loss statement /income statement)
3. Laporan laba ditahan (laporan perubahan ekuitas/modal)
4. Neraca (balance sheet)
5. Catatan atas laporan keuangan (notes to financial statement)

PEMBAHASAN
Pengertian Kinerja (performance) menurut kamus bahasa Indonesia (1995: 503. 690): ”Kamampuan kerja”. Alat ukur
penilaian kinerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikembangkan untuk memberikan beberapa petunjuk pada
para manajer dan untuk mengevaluasi kinerja, beberapa penilaian alat ukur kinerja BUMN berdasarkan SK Menteri
BUMN No. Kpp-100/MBU/2002 meliputi: ROE (return on equity); ROI (return on investment); Cash Ratio; Current
Ratio; Collection Period; Inventory Turnover; Total Assets Turnover. Ditambah dari Depkeu meliputi: rasio likuiditas;
rasio rentabilitas; rasio solvabilitas; rasio aktivitas.

 Tujuan Akuntansi Keuangan, adalah menghasilkan informasi keuangan melalui media/ alat
yang disebut Laporan Keuangan (financial statement)
 Laporan Keuangan (financial statement) adalah alat untuk mengukur tingkat efisiensi dan
efektivitas penggunaan sumber daya (manusia, modal/dana, mesin, alam) yang terbatas
dalam suatu organisasi (dalam hal ini perusahaan).
 Tujuan Laporan Keuangan adalah memberikan info keuangan yang dapat dipercaya
mengenai: aktiva, utang, dan modal; perubahan neto aktiva (aktiva dikurangi utang);
potensi perusahaan dalam memperoleh laba; info lain yang berhubungan dengan laporan
keuangan

Income Statement/statement of earnings/profit & loss statement


2.1 Pengertian Laporan Laba-rugi
Laporan laba-rugi adalah laporan yang menyajikan informasi tentang tingkat keberhasilan operasi perusahaan
dalam suatu periode tertentu. Laporan ini untuk mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode
tertentu (rentang waktu tertentu).
Kegunaan laporan ini adalah: 1) untuk mengevaluasi kinerja keuangan masa yang lalu (dibandingkan dengan
usaha sejenis/industri sejenis), 2) memberikan dasar untuk memprediksi kinerja keuangan di masa yang akan
datang, 3) untuk dapat menilai risiko (risk) atau ketidakpastian pencapaian arus kas (cash flow) dimasa depan.
Keterbatasan income statement adalah 1) pos-pos yang tidak dapat diukur secara akurat, tidak dilaporkan dalam
income statement, 2) angka laba dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan, sehingga jika metode yang
digunakan berubah, maka labanya juga akan berubah, 3) pengukuran laba sangat dipengaruhi pertimbangan
(judgment) pribadi/ profesional.

2.2 Bentuk laporan laba-rugi


Bentuk laporan laba-rugi dapat berdasarkan :
2.2.1 Lengkap atau tidaknya bahan yang dimasukan di dalam laporan. Di sini dibedakan menjadi dua
bentuk yaitu
a) All Inclusive yaitu menyajikan seluruh pendapatan, biaya dan laba-rugi diluar usaha dan laba-rugi luar
biasa yang terjadi dalam suatu periode tertentu.
b) Current Operating Performance yaitu menyajikan pendapatan dan biaya yang bersifat
reguler
2.2.2 Cara pengelompokkan penghasilan dan biaya
a) Bentuk Langsung (Single step form)
Menurut bentuk laporan ini, semua penghasilan dan laba yang dapat di identifikasikan sebagai pos-pos
operasi digabungkan sebagai kelompok pertama sedangkan biaya dan kerugian yang dapat di
identifikasikan sebagai pos-pos operasi digabungakan menjadi kelompok kedua sehingga untuk
menentukan besarnya laba atau rugi perusahaan tinggal mengurangkan kelompok biaya terhadap
kelompok penghasilan.
b) Bentuk bertahap (Multiple step form)
Menurut bentuk laporan ini, semua penghasilan maupun biaya dikelompokan menjadi beberapa
kelompok. Kelompok-kelompok ini disusun berdasarkan seksi tertentu, sehingga memperoleh gambaran
yang jelas mengenai laba yang telah dicapai oleh perusahaan selama periode laporan yaitu :
Laba kotor hasil penjualan
Akuntansi Keuangan 1 10
CCC
Laba bersih operasi
Laba bersih sebelum pajak
Laba bersih setelah pajak
Pendapatan dan biaya lain-lain
Laba-rugi luar biasa

Keunggulan bentuk langsung


Adalah kesederhanaan serta penekanannya pada total pendapatan dan total beban sebagai faktor penentu laba
bersih.

Kelemahan bentuk langsung


Bahwa hubungan-hubungan seperti laba kotor terhadap penjualan dan laba operasi terhadap penjualan tidak
bisa cepat dihitung sebagai mana dalam bentuk bertahap.

2.2.3 Tingkat rincian pos-pos yang disajikan dalam laporan


Disini dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu :
1) Luas/ mendetail
Semua pos yang mengakibatkan laba atau rugi perusahaan harus tampak pada laporan dengan rincian
mendetail.
2) Singkat
Dalam laporan hanya tampak kelompok-kelompok biaya dan kelompok penghasilan yang tidak
terinci dalam pos yang tidak mendatail. Rincian dari kelompok tersebut dalam lampiran laporan laba-
rugi.

Dalam kenyataannya, bentuk laporan ini tidak dapat dilukiskan secara murni, tetapi merupakan kombinasi
antara Bentuk A,B dan C
Misalnya saja Laporan laba-rugi
- All inclusive, multiple step dan terinci
- All inclusive, Single step dan singkat

Operations section (Seksi operasi)


Suatu laporan atas pendapatan dan beban dari operasi utama perusahaan (Seksi ini dapat atau tidak disajikan atas dasar
per departemen)
a) Revenues/sales (Seksi penjualan atau pendapatan)
Suatu subseksi yang menyajikan penjualan, potongan penjualan, retur penjualan, dan informasi lain yang berkaitan
dan untuk memperoleh jumlah bersih dari penjualan
b) Cost of good sold (seksi harga pokok penjualan)
Suatu subseksi yang menunjukkan harga pokok penjualan dari barang yang dijual untuk menghasilkan penjualan
(COGS merupakan beban yang berhubungan secara langsung dengan barang yang diperjual belikan).
c) Selling Expense (seksi Beban penjualan)
Suatu subseksi yang menunjukkan beban-beban yang berasal dari usaha perusahaan untuk melakukan penjualan
(beban yang berkaitan dengan upaya penjualan)
d) General & administrative Expense (seksi Beban umum dan adm)
Suatu subseksi yang melaporkan beban-beban administrasi dan umum, yaitu beban yang berhubungan dengan
pengaturan dan pengendalian perusahaan secara umum.

2.3 Metode Penyajian laporan laba-rugi


Susunan Laporan laba/rugi
Laporan laba-rugi terdiri dari dua kelompok yaitu :
A) Kelompok penghasilan (Revenues)
B) Kelompok beban/biaya (Expense)

Kelompok penghasilan
Kelompok penghasilan dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu
1) Penghasilan usaha (Operating revenues) yaitu penghasilan yang timbul sebagai akibat kegiatan usaha pokok
perusahaan, contoh: sales (hasil dari penjualan barang) atau revenue (hasil penjualan jasa)
2) Penghasilan bukan usaha (Non Operating revenues) yaitu penghasilan yang timbul sebagai akibat dari kegiatan
usaha sampingan perusahaan.

Akuntansi Keuangan 1 11
CCC
Penghasilan usaha, terutama berasal dari hasil penjualan, baik penjualan barang atau penjualan jasa
Penjualan dibedakan antara penjualan kotor dan Penjualan bersih
 Penjualan kotor (gross sales) ialah jumlah dari seluruh penjualan sebelum dikurangi dengan
macam-macam potongan penjualan (sales discount, sales return and allowance)
 Penjualan bersih ialah jumlah dari hasil penjualan dikurangi dengan macam-macam potongan
penjualan (sales discount, sales return)

Penghasilan bukan usaha


Yang termasuk kelompok penghasilan bukan usaha adalah :
 Penghasilan lain-lain (Other Income) yaitu penghasilan yang diperoleh dari luar kegiatan utama
perusahaan, tetapi sifatnya rutin, contoh: penghasilan bunga (interest revenue), penghasilan sewa
(rent revenue)
 Penghasilan luar biasa (Extra ordinary Income) yaitu penghasilan yang diperoleh dari luar kegiatan
utama perusahaan, yang jarang sekali terjadinya, misal laba perusahaan yang didapat karena kenaikan
kurs mata uang.

Kelompok biaya
Biaya disini adalah semua pengeluaran baik yang berupa uang tunai maupun harta lainnya atau hutang yang timbul
untuk membiayai semua kegiatan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan sifat
hubungannya dengan kegiatan perusahaan, biaya dapat dibedakan 2 kelompok yaitu:
a) Biaya Usaha (Operating Expense)
b) Biaya bukan usaha (Non operating Expense)

Biaya usaha adalah semua biaya yang berhubungan langsung dengan operasi pokok perusahaan. Biaya bukan usaha
adalah semua biaya yang tidak berhubungan langsung dengan operasi pokok perusahaan.
Yang termasuk beban/biaya usaha adalah :
1) Harga pokok penjualan (Cost of good sold)
2) Beban/Biaya operasi (Operational expense)

Beban usaha (Operating Expenses)


Beban usaha perusahaan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dan sub kelompok. Umumnya cukup
membagii beban usaha menjadi 2 kelompok yaitu :
a. Beban penjualan (selling expense) dan
b. Beban umum dan administrasi (general and administrative expense)

Beban Penjualan (Selling Expenses)


Beban yang timbul secara langsung dan seluruhnya berhubungan dengan penjualan barang dagangan (atau jasa).

Beban umum dan administrasi (General and administrative expense/ general expense)
Beban yang timbul dalam operasi administrasi atau umum perusahaan (beban yang berhubungan dengan pengaturan
dan pengendalian perusahaan secara umum)

Beban yang relatip kecil jumlahnya dan tidak dapat diidentifikasikan ke rekening utama umumnya dikumpulkan dalam
rekening beban penjualan rupa-rupa dan beban administrasi rupa-rupa (sifatnya judgement).

Biaya / Beban Non Usaha


Terdiri dari dua kelompok yaitu
Beban lain-lain (Other Expenses) yaitu Beban yang tidak dapat dikaitkan dengan operasi, contoh : beban bunga untuk
kegiatan perusahaan, kerugian dari penjualan aktiva tetap dll.

Beban luar biasa (Extra ordinary Income) yaitu beban yang terjadi dari luar kegiatan utama perusahaan, yang jarang
sekali terjadinya/tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

Akuntansi Keuangan 1 12
CCC
Bentuk hukum/Nama perusahaan
Nama laporan
Waktu/periode

Revenues
Net Sales 104,800
Interest revenue 14
Gain on sales equipment 10
Total Revenues 104,824
Expenses
Cost of goods sold 74,400
Selling Expense 760
Administrative expense 38
Interest Expenses 16
Total Expenses 75,214
Net Income 29,610

Contoh Income Statement Bentuk Multiple Step metode persediaan Periodik


NENDA FLOWER SHOP
Income Statement
Year Ended December 31, 2000
Gross Sales 110,200
Less : Sales return and Allowance 3,100
Sales Discount 2,300 (+)
5,400 (-)
Net Sales 104,800
Merchandise Inventory, Jan, 1, 2000 23,700
Purchases 67,800
Less : Purchases Return and Allowance 1,200
Purchases Discount 1,300 (+)
2,500 (-)
Net Purchases 65,300
Plus Freight – in 3,900 (+)
Cost of goods purchased 69,200 (+)
Cost of goods available for sale 92,900
Less : Merchandise Inventory, Dec, 31, 2000 18,500 (-)
Cost of goods sold 74,400
Gross Profit 30,400
Operating Expenses
Selling Expenses
Store Salaries Expense 450
Advertising Expense 160
Depreciation expense - Store Equipment 80
Freight –out 70 (+)
Total Selling Expense 760
Administrative expense
Rent Expense 19
Utilities Expense 17
Insurance Expense 2 (+)
Total Administrative expense 38 (+)
Total Operating Expenses 798
Akuntansi Keuangan 1 13
CCC
Income from operations 29,602
Other Revenues and gains
Interest revenue 14
Gain on sales equipment 10 (+)
24
Other Expenses and losses
Interest Expenses 16 (-)
8
Net Income (before taxes) 29,610

Contoh Income Statement Bentuk Multiple Step metode persediaan perpetual

NENDA FLOWER SHOP


Income Statement
Year Ended December 31, 2000
Gross Sales 110,200
Less : Sales return and Allowance 3,100
Sales Discount 2,300 (+)
5,400 (-)
Net Sales 104,800
Cost of goods sold 74,400
Gross Profit 30,400
Operating Expenses
Selling Expenses
Store Salaries Expense 450
Advertising Expense 160
Depreciation expense - Store Equipment 80
Freight –out 70 (+)
Total Selling Expense 760
Administrative expense
Rent Expense 19
Utilities Expense 17
Insurance Expense 2 (+)
Total Administrative expense 38 (+)
Total Operating Expenses 798
Income from operations 29,602
Other Revenues and gains
Interest revenue 14
Gain on sales equipment 10 (+)
24
Other Expenses and losses
Interest Expenses 16 16 (-)
8
Net Income 29,610

PT. Dino
Income Statement (perusahaan industry.manufaktur)

Akuntansi Keuangan 1 14
CCC
For year ended 31 Dec 200A
Sales (gross) …………………………………………………. 134.000.000
Sales discount …………………………… 4.200.000
Sales return ……………………………… 5.900.000+
(10.100.000)
Sales (net) …………………………………………………… 123.900.000
Cost of goods sold:
Finished goods inventory, Jan 1 …………………………….. 8.600.000
Raw material inventory, Jan 1 ………………….. 4.100.000
Raw material purchases ……………………….. 49.800.000+
Bahan siap untuk digunakan (material used) 53.900.000
Raw material inventory, Dec 31 ………………..(16.453.000)
Bahan baku yang digunakan dalam produksi 37.447.000
(raw material used)
Direct labor …………………………………… 28.600.000
Factory overhead ……………………………… 31.100.000
Cost of production …………………………….. 97.147.000
Work in process inventory, Jan 1 ……………… 4.320.000
Work in process inventory, Dec 31 …………….(18.558.000)
HP Prod / Cost of goods manufactured 82.909.000
Barang jadi siap dijual (finished goods ready for sale) 91.509.000
Finished goods inventory, Dec 31 …………………………. (24.931.000)
Cost of goods sold …………………………………………. 66.578.000
Laba kotor operasi (gross profit from operation) 57.322.000
Operating expenses:
Selling expenses:
Advertising expenses ………………………… 6.800.000
Sales salaries …………………………………. 4.000.000
Miscellaneous expenses ……………………… 2.600.000+
13.400.000
General & administrative expenses:
Office salaries ……………………………….. 4.900.000
Supplies expenses ……………………………. 5.100.000
Insurance expenses …………………………… 4.720.000
Miscellaneous expenses ………………………. 2.910.000+
Total Operating expenses 17.630.000
31.030.000
Net operating income 26.292.000
Pendapatan dan beban diluar usaha (non operating expenses & Inc:
Pendapatan bunga investasi (interest income from invest) 5.000.000
Biaya bunga bank (interest expenses) (6.000.000)
Laba dari penjualan mesin (gain from sale of machinery) 6.800.000
Kerugian tukar tambah computer (loss from exchange-comp) (2.100.000)
3.700.000
Laba bersih sebelum pajak (net income before taxes) 22.592.000
Pajak (income taxes) 20%................................ (4.518.400)
Laba bersih sesudah pajak (net income after taxes) 18.073.600
Pendapatan dan kerugian luar biasa:
Musibah kebakaran/tsunami ……………………………….. (10.000.000)
Laba bersih sesudah pajak dan elemen luar biasa …………. 8.073.600

3. Laporan laba yang ditahan


Adalah Laporan yang menggambarkan tentang perubahan modal yang terjadi selama periode tertentu.
Isi laporan perubahan modal dipengaruhi oleh bentuk perusahaan yaitu :
- Perseorangan
- Persekutuan
- Perseroan

Modal dalam perusahaan Perseorangan


Akuntansi Keuangan 1 15
CCC
Bertambah karena : - Setoran modal dari pemilik (investasi pemilik)
- Memperoleh laba usaha
Berkurang karena : - Menderita kerugian
- Adanya pengambilan oleh pribadi pemilik (prive/drawings)
Modal dalam perusahaan Persekutuan
Bertambah dan berkurang sama, akan tetapi karena pemiliknya lebih dari seorang maka dirinci laporan
perubahan modal untuk masing-masing pemilik.

Modal dalam perusahaan Perseroan


Modal pemilik pada perusahaan Perseroan berupa ”modal saham” (capital stock) dan ”Saldo laba” (retained
earnings).
Modal saham dilaporkan sebesar nilai nominal dari saham yang terjual.
Saldo laba (retained earnings) dilaporkan sebesar jumlah bagian laba yang belum dan tidak dibagikan kepada para
pemegang saham. Saldo laba bertambah karena perusahaan memperoleh laba, saldo laba akan berkurang karena
perusahaan menderita kerugian dan /atau pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Modal saham berubah karena adanya penjualan saham baru (modal bertambah) dan adanya penarikan saham yang telah
beredar oleh perusahaan yang bersangkutan.

Laporan perubahan modal dalam perusahaan perseroan disebut laporan laba yang ditahan yang berisi sbb :

Saldo awal Laba ditahan ………….. xxxx (Retained Earnings)


Laba usaha ……………………….. xxxx + (Net income)
--------
xxxx
Pembagian dividen ……………….. xxxx - (dividend)
--------
Saldo akhir Laba ditahan …………… xxxx (Retained Earnings)

4. Neraca/Balance Sheet (Laporan posisi keuangan)


4.1 Pengertian Neraca, adalah suatu laporan yang menggambarkan tentang posisi keuangan perusahaan
pada saat tertentu.
Posisi keuangan adalah posisi harta yang dimiliki perusahaan dan sumber dana untuk perolehan harta (Hutang dan
modal), pada saat tertentu yaitu saat atau tanggal berlakunya posisi keuangan tersebut (misal : per 31 Desember
200A).

4.2 Keterbatasan Neraca


Neraca mempunyai keterbatasan yang terdiri dari :
1) Neraca tidak menyajikan nilai sekarang, sebagian besar aktiva/harta dicatat pada biaya historis
2) Pertimbangan dan dugaan/estimasi masih harus digunakan dalam memahami neraca, misalkan : estimasi
jumlah piutang yang tidak dapat ditagih, estimasi masa manfaat gedung dan aktiva berwujud yang lain.
3) Neraca hanya menyajikan pos-pos finansial, neraca mengabaikan banyak pos yang mempunyai nilai keuangan
bagi perusahaan tetapi tidak bisa dicatat secara objektif, contoh : pengetahuan dan keahlian para karyawan
yang merupakan harta bagi perusahaan yang paling signifikan, tetapi tidak tersaji dalam laporan keuangan,
demikian juga reputasi.

Kegunaan Neraca adalah: 1) untuk mengevaluasi struktur modal, 2) untuk dapat mengukur/ menganalisis likuiditas,
solvensi (misal: Utang lebih besar dari Harta = solvensi rendah), 3) untuk mengukur fleksibilitas keuangan,
misalkan perusahaan mempunyai utang yang tinggi tidak fleksibel secara keuangan.

Pengelompokan aktiva dalam neraca (diurutkan berdasarkan urutan likuiditasnya/kemudahan aktiva dijadikan uang
tunai), yaitu terdiri dari :
1) aktiva lancar (current assets), yaitu meliputi cash, temporary investment (investasi jangka pendek), receivable,
inventory, supplies (perlengkapan), prepaid expenses (beban dibayar dimuka)
2) aktiva tidak lancar (non current assets), yaitu meliputi investasi (investment), aktiva tetap berwujud (fixed
assets/property, plant and equipment), aktiva tak berwujud (intangible assets), aktiva lain-lain (other assets).

Akuntansi Keuangan 1 16
CCC
Pengelompokkan kewajiban perusahaan (utang dan modal) dalam neraca (diurutkan berdasarkan tingkat
kekekalannya/jatuh tempo), yaitu utang jangka pendek/lancar (short term liabilities/debt), utang jangka panjang
(long term liabilities/debt), modal (owners equity/stock holders equity).

Neraca harus disajikan secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran mengenai posisi keuangan
perusahaan pada saat tertentu. Selanjutnya tiap elemen tersebut dibagi menjadi beberapa sub klas, sebagai berikut

Neraca dapat disajikan dalam bentuk sbb :


a. Bentuk Skontro (Account Form)
Yaitu menyajikan Harta pada sebelah kiri sedangkan Hutang dan modal disajikan sebelah kanan.
b. Bentuk Laporan (Report Form)
Yaitu menyajikan Harta, hutang dan modal secara Vertikal.

Contoh Neraca dalam bentuk Laporan


Scientific Products, Inc
BALANCE SHEET
December 31, 1998
ASSETS
Current Assets:
Cash 42,485
Marketable securities 28,250
Account Receivable 165,824
Less Allowance for bad debts 1,850 (-)
163,974
Notes Receivable 23,000
Inventories-at average cost 489,713
Supplies on hand 9,780
Prepaid expenses 16,252 (+)
Total Current Assets 773,454
Long term Investment: 87,500
Investment in Warren Co
Property, Plant and Equipment:
Land – at cost 125,000
Building – at cost 975,800
Less Accumulated depreciation 341,200 (-)
634,600 (+)
Total Property, Plant, and Equipment 759,600

Intangible Assets:
Goodwill 100,000
Total Assets 1,720,554
Liabilities and Stock holders’ Equity
Current Liabilities:
Notes Payable to banks 50,000
Account Payable 197,532
Accrued interest on notes payable 500
Income taxes payable 62,520
Accrued salaries, Wages, and other liabilities 9,500
Deposits received from customers 420 (+)
Total Current Liabilities 320,472
Long Term debt:
Twenty-year 12% debentures, due January 1, 2008 500,000
Total Liabilities 820,472
Stock holders' equity:
Paid in capital

Akuntansi Keuangan 1 17
CCC
Preferred stock, 7%, Cumulative Authorized , Issued and
outstanding, 30,000 shares of $ 10 par value 300,000
Common stock Authorized, 500,000 shares of $ 1.00 par
value; issued and outstanding, 400,000 shares 400,000
Additional paid in capital 37,500 (+)
737,500
Earning retained in the business 162,582 (+)
Total stockholders' equity 900,082
Total Liabilities and stockholders' equity 1,720,554

Kegunaan informasi dari Laporan keuangan


Informasi keuangan Untuk menilai
 Posisi keuangan (dari neraca)  Struktur (komposisi) keuangan perusahaan
 Likuiditas
 Solvabilitas
 Kinerja perusahaan (dari laporan laba-rugi)  Profitabilitas perusahaan
 Perubahan potensial sumbangan ekonomis di
masa yang akan datang
 Kapasitas pemakaian dalam menghasilkan arus
kas dari sumber daya yang ada
 Efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan
perubahan sumber daya
 Perubahan arus kas (dari laporan arus kas)  Aktivitas investasi perusahaan (arus masuk dan
keluar)
 Aktivitas keuangan/pendanaan (arus masuk dan
keluar)
 Aktivitas operasi perusahaan (arus masuk dan
keluar)

SOAL LATIHAN

Soal 1
Saldo rekening yang berkaitan dengan penyusunan Income statement dari PT GARUDA
periode yang berakhir tahun 2002
Advertising Expense 105.000 Indirect Labor 518.000
Delivery expense 161.000 Interest Expense 71.400
Depreciation-Expense Machinery 39.200 Miscellaneous Factory costs 73.500
Direct Labor 1.288.000 Miscellaneous general expense 22.400
Dividend revenue 2.100 Miscellaneous selling expense 15.050
Dividends 210.000 Office salaries 490.000
Doubtful account expense 11.200 Office supplies expense 22.400
Extraordinary gain 37.800 Officer's salaries 813.400
Factory Superintendence 420.000 Raw Material purchases 1.378.300
Factory Heat, light, and Power 188.930 Raw material return 14.000
Factory Maintenance 105.000 Royalty revenue 18.900
Factory Supplies expense 98.000 Sales 6.928.600
Factory Taxes 98.000 Sales discount 56.000
Freight in on raw material 70.000 Sales return 45.500
Gain on sale of land 56.000 Sales salaries 455.000

Saldo akhir periode dibanding dengan awal periode


Raw Material decrease 70.000
Good in Process Increase 31.500
Finished goods decrease 140.000

Diminta : Buatlah laporan laba-rugi periode yang berakhir tahun 2002 berbentuk multiple step, all inclusive
Akuntansi Keuangan 1 18
CCC
Soal 2
Saldo rekening yang berkaitan dengan penyusunan Income statement dari PT
Bhineka periode yang berakhir tahun 2002
Contribution to employe pension fund 203.000 Merchandise Inventory, January 2002 630.000
Delivery expense 297.500 Merchandise Inventory, January 2003 525.000
Depreciation Expense Delivery truck 20.300 Miscellaneous general expense 31.500
Depreciation Expense Store equipment 17.500 Miscellaneous selling expense 35.000
Depreciation-office building & equipment 24.500 Officer's and office salaries 665.000
Dividend revenue 3.500 Purchases 3.243.240
Doubtful account expense 15.400 Purchases discount 33.390
Freight in 101.500 Sales 5.845.000
Gain on sale of Equipment 7.000 Sales discount 38.500
Interest revenue 1.050 Sales return 66.500
Land and building tax 70.000 Sales salaries 420.700
Loss on sale of marketable securities 35.000 Store supplies expense 35.000
Diminta : Buatlah laporan laba-rugi periode yang berakhir tahun 2002 berbentuk multiple step, all inclusive

Soal 3
Data berikut ini adalah milik PT MAJU TERUS pada tanggal 31 Desember 2002
Investment in Stock of Subsidiary
Account Payable 3.303.300 company 9.625.000
Account Receivable 4.081.000 Investment in Undeveloped Properties 8.162.000
Accrued Interest on Notes Receivable 15.400 Land 5.000.000
Accumulated Depreciation-Building 5.390.000 Land and building tax payable 156.700
Accumulated Depreciation-Machinery Equipment 1.540.000 Machinery and Equipment 5.544.000
Advance from customer on contract in progress 500.500 Miscellaneous Accrued Expenses 284.900
Allowance for doubtful Notes and account 161.700 Miscellaneous Supplies inventories 238.700
Buildings 11.550.000 Notes Payable (current) 1.925.000
Cash in Bank 1.116.000 Notes Payable due 2004 1.925.000
Cash on hand 92.900 Notes Receivable 862.400
Cash Surrender value of life insurance Policies 654.500 Preferred Stock, Rp 25,000 par 11.550.000
Claim for Income tax refund 192.500 Premium on Common Stock 2.310.000
Common Stock (Rp 10,000 par 2310 shares issued) 23.100.000 Prepaid Insurance 173.250
Employees Income taxes payable 140.140 Raw Materials 1.301.300
Finished goods 1.617.000 Retained Earning (debit Balance) 4.887.190
Franchises 1.617.000 Serial 6% bond payable (March 1, 2003) 1.540.000
Good in process 3.033.800 Serial 6% bond payable 2007 6.930.000
Income tax Payable 947.100 Temporary Investment 1.632.400
Interest Payable 77.000 Tools 385.000
Diminta : Susunlah Neraca dengan baik dan benar Berbentuk laporan

Catatan:
 Pihak yang bertanggungjawab atas isi laporan keuangan adalah pihak manajemen (pimpinan)
 Pihak yang membutuhkan laporan keuangan adalah Pihak intern yaitu manajemen dan pihak ekstern seperti
investor/calon investor, kreditor/calon kreditor, pemerintah, SPSI, LSM dan lainnya (stakeholders)

Akuntansi Keuangan 1 19
CCC