Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

GENETIKA MIKROBA BAKTERI DAN VIRUS


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Genetika

Disusun oleh:

 Dede Lela
 Merisa Rahmawati
 Irfan kurniawan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS GALUH

2012
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Ilmu genatika mengkaji dan menganalisis tentang keturunan (heredity) serta perubahan
pengaturan dari berbagai fungsi fisiologis yang membentuk karakter organisme. Unuit
keturunanya disebut gen. Gen adalah suatu segmen DNA yang nukleotidanya membawa
informasi karakter biokimia atau fisiologis tertentu. Pendekatan tradisional pada genetika
telah mengidentifikasikan gen sebagai dasar kontribusi karakter fenotip atau karakte dari
keseluruhan stuktural dan fisiologis dari suatu sel atau organisme, karakter fenotip seperti
warna mata pada manusia atau resistensi terhadap antibiotik pada bakteri, pada umumnya di
amati pada tingkat organisme.

Penelaahan tentang genetika pertama kali dilakukan oleh seorang ahli botani bangsa
Austria, Gregor Mendel pada tanaman kacang polongnya. Pada tahun 1860-an ia
menyilangkan galur-galur kacang polong dan mempelajari akibat-akibatnya. Hukum-hukum
mendel berlaku pada manusia dan juga organisme percobaan dahulu amat populer dalam
genetika, yakni lalat buah Drosophila. Namun sekarang, percobaan-percobaan ilmu kebakaan
dengan menggunakan bakteri Escherichia coli. Bakteri ini di pilih karena paling mudah di
pelajari pada taraf molekuler sehingga merupakan organisme pilihan bagi banyak ahli
genetika. Hal ini membantu perkembangan bidang genetika mikroba. Jasad renik yang di
pelajari dalam bidang genetika mikroba meliputi bakteri, khamir, kapang, dan virus (Waluyo,
2005).

Genetika mikrobia telah mengungkapkan bahwa gen terdiri dari DNA, suatu pengamatan
yang melekat dasar bagi biologi molekuler. Penemuan selanjutnya dari bakteri telah
mengungkapkan adanya restriction enzymes (enzim restriksi) yang memotong DNA pada
tempat spesifik, menghasilkan fragmen potongan DNA. Plasmida diidentifikasikan sebagai
elemen genetika kecil yang mampu melakukan replikasi diri pada bakteri dan ragi.
Pengenalan dari sebuah fragmen potongan DNA kedalam suatu plasmid memungkinkan
fragmen di perbanyak (teramplifikasi). Amplifikasi regio DNA spesifik dapat di capai oleh
enzim bakteri menggunakan polymerase chain reaction (PCR) atau metode amplifikasi
nukleotida berdasar enzim yang lain (misalnya amplifikasi berdasar transkripsi). DNA yang
di masukkan kedalam plasmid dapat di kontrol oleh promoter ekspresi pada bakteri yang
mengamati protein, di ekspresi pada tingkat tinggi. Genetika bakteri mendasari
perkembangan rekayasa genetika, suatu teknologi yang bertanggung jawab terhadap
perkembangan di bidang kedokteran.(Jewetz, 2001).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
• Apa pengertian dari genetika bakteri ?
• Apa saja komponen yang menyusun genetika dari bakteri ?
1.3 Tujuan
Adapun terdapat beberapa tujuan dari pengambilan materi genetika bakteri ini, antara
lain adalah:
 Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai faktor genetika bakteri.
 Mendapat banyak pengetahuan tentang bagaimana genetika bakteri dapat berpindah
dari satu sel ke sel lainnya.
 Dapat mengetahui lebih dalam bagaimana suatu sel bakteri dapat mengalami proses
mutasi dan menjadi mutagen dalam kesehariannya.

1.4 Manfaat
 Memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat tentang pengertian dari genetika
bakteri serta komponennya.
 Mengetahui genetika dari mikroorganisme serta kompoen penyusunnya
 Dapat memanfaatkan genetika dari mikroorganisme yang mempunyai sifat unggul.

1.5 Metode Penulisan


Dalam pembahasan materi “Genetika Mikroba Virus dan Bakteri” ini, penulis
menggunakan metode kepustakaan untuk mendapatkan bahan materi yang menyeluruh.
Kepustakaan yang penulis gunakan tak hanya memakai beberapa buku untuk menjadi sumber
acuan. Akan tetapi, penulis juga mencari bahan dari internet baik berupa materi maupun
gambar yang dapat melengkapi pembahasan materi sebelumnya
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Struktur DNA dan RNA

Informasi genetika disimpan sebagai suatu urutan basa pada DNA. Pada RNA bakteriofag
(contohnyaQβ MS2) dan beberapa virus RNA (contohnya virus influenza, dan reovirus),
informasi genetika disimpan sebagai urutan basa dalam RNA. Kebanyakan molekul DNA
adalah rantai ganda, dengan basa-basa komplementer (A-T; G-C) berpasangan menggunakan
ikatan hydrogen pada pusat molekul. Sifat komplementer dari basa memungkinkan satu rantai
(rantai cetakan, template) menyediakan informasi untuk salinan atau ekpresi informasi pada
suatu rantai yang lain (rantai penyandi). Pasangan-pasangan basa tersusun dalam bagian pusat
double helix DNA dan menentukan informasi genetiknya. Setiap empat basa diikatkan pada
phosphor-2-deoxyribose membentuk suatu nukleotida. Muatan negetif phosphodiester
backbone dari DNA berhadapan dengan pelarut, dan muatan ini tersusun sepanjang struktur
linear dari molekul. Panjang molekul DNA pada umumnya tersusun dalam ribuan pasang
DNA ribuan pasang basa, atau kilobase pavis (kbp). Suatu virus kecil dapat mengandung satu
molekul DNA tunggal yang terdiri dari lima kbp, sedangkan kromosom Eshericia coli adalah
4639 kbp. Setiap pasangan basa dipisahkan dari urutan sebelumnya sekitar 0,34 nm, atau 3,4
X 10-7 nm, sehingga panjang keseluruhan kromosom E.coli diperkirakan I nm. Oleh karena
keseluruhan dimensi sel bakteri diperkirakan 1000 kali lebih kecil dari pada panjangnya
tersebut sehingga terbentuk lipatan yang melipat lagi atau supercoiling, menyusun struktur
fisik dari molekul in vivo.

RNA pada umumnya dalam bentuk rantai tunggal. Basa uracil (U) pada RNA membantu
fungsi hibridisasi, sedangkan thymine (T) pada DNA, sehingga basa-basa komplementer yang
menentukan struktur RNA adalah A-U dan C-G. keseluruhan struktur dari molekul RNA
rantai tunggal di tentukan oleh hibridisasi di antara urutan basa yang membentuk lipatan
(loops), membentuk struktur utuh yang mampu mengekspresikan informasi genetik yang
terkandung dalam DNA.

Beberapa molekul RNA memiliki fungsi enzim (ribozymes). Fungsi utama RNA adalah
komunikasi dari susunan gen DNA ke ribosom dalam bentuk messenger RNA (mRNA).
Ribosom yang mengandung ribosomal RNA (rRNA) dan protein-protein, menterjemahkan
pesan ke dalam struktur primer dari protein-protein perantara aminoacyl transfer RNA
(tRNA). Molekul-molekul RNA bervariasi dalam ukuran dari tRNA yang kecil, yang
mengandung kurang dari 100 basa, sampai mRNA yang dapat membawa pesan genetik
sepanjang ribuan basa. ribosom bakteri mengandung 3 macam rRNA dengan ukuran 150,
1540, dan 2900 basa, dengan sejumlah protein. Ribosom eukariota memiliki molekul rRNA
yang lebih besar. Kebutuhan fisiologik ini ditunjukkan dalam perputaran metabolic yang
cepat dari kebanyakan mRNA. Selain itu, tRNA dan rRNA yang dihubungkan dengan fungsi
umumnya pada sintesa protein, cenderung stabil, dan keduanya terhitung lebih dari 95 % dari
total RNA dalam satu sel bakteri.
B. Genetika Bakteri

Ada dua fenomena biologi pada konsep hereditas yaitu:

1. Hereditas yang bersifat stabil di mana generasi berikut yang terbentuk dari pembelahan
satu sel mempunyai sifat yang identik dengan induknya

2. Variasi genetik yang mengakibatkan adanya perbedaan sifat generasi berikut dari sel
induknya akibat peristiwa genetik tertentu, misalnya mutasi

Pada bakteri, unit herediternya disebut genom bakteri. Genom bakteri lazimnya disebut
sebagai gen saja. Gen bakteri biasanya terdapat dalam molekul DNA (asam deoksirinukleat)
tunggal, meskipun dikenal pula adanya materi genetik di luar kromosom (ekstra
kromosomal), yang di sebut plasmid, yang tersebar luas dalam populasi bakteri. Meskipun
bakteri bersifat haploid, transimisi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya berlangsung
secara linier, sehingga pada setiap siklus pembelahan sel, sel anaknya menerima satu set gen
yang identik dengan sel induknya.

Kromosom bakteri yang terdiri dari DNA mempunyai berat lebih kurang2-3% dari berat
kering satu sel. Dengan mikroskop elektron, DNA tampak sebagai benang-benang fibriler
yang menempati sebgian besar dari volume sel. Molekul DNA bila diekstraksi dari sel bakteri
biasanya mempunyai bentuk yang sirkuler, dengan panjang kira-kira 1 mm. DNA ini
mempunyai berat molekul yang tinggi karena terdiri dari heteropolimer dari
deoksiribonukleotida purin yaitu Adenin dan Guanin dan deoksiribonukleotida pirimidin
yaitu Sitosin dan Timin.

Watson dan Crick, dengan sinar X menemukan bahwa struktur DNA terdiri dari dua rantai
poliribonukleotida yang dihubungkan satu sama lain oleh ikatan hidrogen antara purin di satu
rantai dengan pirimidin di rantai lain, dalam keadaan antiparalel, dan disebut sebagai struktur
double helix. Ikatan hidrogen ini hanya dapat menhubungkan Adenin (6 aminopurin) dengan
Timin (2,4 dioksi 5 metil pirimidin) dan antara Guanin (2 amino 6 oksipurin) dengan Sitosin
(2 oksi 4 amino pirimidin). Singkatnya pasangan basa pada suatu sekuens DNA adalah A-T
dan S-G. Karena adanya sistem berpasangan demikian, maka setiap rantai DNA dapat
dijadikan cetakan/template untuk membangun rantai DNA yang komplementer. Waktu
terjadinya proses replikasi DNA dalam pembelahan sel, molekul DNA dari sel anaknya
terdiri dari satu rantai DNA yang komplememter tapi dibuat baru, dengan kata lain,
pemindahan materi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya adalah dengan cara
semikonservatif.

Fungsi primer DNA pada hakikatnya adalah sebagai sumber perbekalan informasi genetik
yang di miliki oleh sel induk. Proses replikasi di kerjakan dengan amat lengkap sehigga sel
anaknya mendapatkan pula informasi genetik yang lengkap, sehingga terjadi kesetabilan
genetik dalam suatu populasi mikroorganisme. Satu benang kromosom biasanya terdiri dari
5 juta pasangan basa dan terbagi atas segmen atau sekwens asam amino tertentu. Dari akan
terbentuk stuktur protein. Protein ini kemudian menjadi enzim-enzim, komponen membran
sel dan struktur sel yang lain yang secara keseluruhan menentukan karakter dari sel itu.

Mekanisme yang menunjukan bahwa sekuen nukleotida di dalam gen menentukan sekuens
asam amino pada pembentukan protein adalah sebagai berikut:
1. Suatu enzim amino sel bakteri yang disebut enzim RNA polimerase membentuk satu
rantai oliribonukleotida (= messesnger RNA = mRNA) dari rantai DNA yang ada. Proses ini
diseut transkripsi. Jadi pada transkripsi DNA, terbentuk satu rantai RNA yang komplementer
denagan salah satu rantai double helix dari DNA.

2. Secara enzimatik asam amino akan teraktifasi dan di transfer kepada transfer kepada
transfer RNA (= tRNA yang mempunyai daptor basa yang komplementer dengan basa
mRNA di satu ujungnya dan mempunyai asam amino spesifik di ujung lainnya tiga buah basa
pada mRNA di sebut triplet basa yang lazim disebut sebagai kodon untuk suatu asam amino.

3. mRNA dan tRNA bersama-sama menuju kepermukaan ribosom kuman, dan disinilah
rantai polipeptida terbentuk sampai seluruhkodon selesai dibaca menjadi menjadi suatu
sekwen asam amino yang membentuk protein tertentu. Proses ini disebut translasi.

DNA Bakteri

Bakteri memiliki kekurangan unsur-unsur yang mengacu pada stuktur komplek yang terlibat
dalam pemisahan kromsom-kromosom eukariota menjadi nukleid anak yang berbeda.
Replikasi dari DNA bakteri dimulai pada satu titik dan bergerak ke semua arah. Dalam
prosesnya, dua pita lama DNA terpisah dan digunakan sebagai model untuk mensistensiskan
pita-pita baru (replikasi semikonservatif). Strukur dimana dua pita terpisah dan sintesis baru
terjadi disebut sebagai percabangan replikasi. Replikasi kromosom bakteri sangat terkontrol,
dan kromosom tiap sel yang tumbuh berkisar antara satu dan empat. Beberapa plasmida
bakteri bias memiliki sampai 30 tiruan dalam satu sel bakteri, dan mutas yang menyebabkan
control bebas dari relikasi plasmida bahkan bias menghasilkan tirun yang lebih banyak.

Replikasi pita DNA ganda sirkular dimuli pada locus ori dan membuuhkan interaksi dengan
beberapa protein. Dalam E coli, replikasi kromosom berakhir pada suatu tempat yang disebut
“ter“. Dua kromosom anak terpisah, atau terpecah sebelum pembagian sel, sehingga tiap-tiap
keturunan memiliki satu DNA anak. Hal ini dapat disempurnakan dengan bantuan
topoisomerase atau melakukan pengkombinasian. Proses serupa yang mengacu pada replikasi
DNA plasmida, kecuali pada beberpa kasus, replikasinya adalah tidak terarah.

Replikasi DNA

Sintesis perbanyakan bahan genetik seperti DNA, dilakukan melalui proses yang disebut
replikasi. Replikasi dapat dikatakan merupakan reaksi kimia yang mencirikan proses
kehidupan. Melalui suatu replikasi, senyawa kimia dapat membentuk dirinya untuk
menghasilkan senyawa baru yang mirip dengan dirinya. Replikasi hanya terjadi pada asam
nukleat, DNA atau RNA. Molekul asam nukleat yang mampu bereplikasi disebut replikon.
Tidak ditemukan senyawa lain yang sintesisnya dilakukan melalui replikasi.
Pada sel, replikasi DNA terjadi sebelum pembelahan sel. Prokariota terus-menerus
melakukan replikasi DNA. Pada eukariota, waktu terjadinya replikasi DNA sangatlah teratur,
yaitu pada fase S daur sel, sebelum mitosis atau meiosis I. Penggandaan tersebut
memanfaatkan enzim DNA polimerase yang membantu pembentukan ikatan antara
nukleotida-nukleotida penyusun polimer DNA. Proses replikasi DNA dapat pula dilakukan in
vitro dalam proses yang disebut reaksi berantai polimerase (PCR). Dengan demikian, setiap
sel yang melakukan mitosis akan dihasilkan 2 sel anak yang memilki DNA lengkap sama
persis dengan yang dimiliki induknya.

Biosintesis Nukleotida

Sebelum rantai polinukleotida DNA dapat disintesis oleh bakteri atau organisme lain, harus tersedia
sekumpulan nukleotida seluler. Pada bakteri tertentu, nukleotida harus disuplai dalam medium dalam
bentuk jadi. Pada bakteri lain dapat mensintesis nukleotida dari nutrien yang sederhana, seperti
glukosa, ammonium sulfat, dan mineral. Berdasarkan struktur DNA heliks ganda (double helix),
timbul tiga hipotesis mengenai pola replikasi DNA. Ketiga hipotesis tersebut adalah:
1. Semikonservatif
Menurut hipotesis replikasi secara semi-konsevatif, setiap utas DNA menjadi cetakan bagi
pembentukan utas baru, sehingga pada akhir proses replikasi akan ditemukan dua utas ganda yang
masing-masing mengandung satu utas baru dan satu utas lama.
2. Konservatif
Menurut hipotesis replikasi secara konservatif, rantai polinukleotida induk tidak berpisah dan dua utas
dari dua utas ganda DNA secara bersama-sama membentuk dua utas ganda baru, sehingga akan
dihasilkan dua utas ganda baru dan dua utas ganda lama.
3. Dispersif
Menurut hipotesis replikasi secara dispersif, rantai polinukleotida induk putus-putus kemudian
memisah dan akhirnya membentuk rangkaian baru yang terdiri dari campuran antara potongan dari
pasangan nukleotida lama dan potongan dari polinukleotida yang baru disintesis.

Regulasi Replikasi DNA

Kromosom suatu bakteri yang khas ialah sebuah molekul DNA berutasan-ganda, yang mempunyai
berat molekul kira-kira 2,5 x 109 Dalton (satu Dalton sama dengan massa satu atom hidrogen).
Jumlah pasangan basanya kurang lebih 4 x 106. Bila kromosom tersebut ditarik secara linier dalam
bentuk heliks-ganda, ukurannya akan mencapai kira-kira 1,25 mm, yaitu beberapa ratus kali lebih
panjang daripada sel bakteri yang memilikinya.
a. Replikasi mensyaratkan situs awal
Syarat pertama agar suatu DNA dapat bereplikasi ialah bahwa pada DNA tersebut terdapat
situs awal replikasi. Situs awal replikasi dikenal dengan istilah titik ori (singkatan dari origin of
replication). Pada kromosom bakteri diketahui hanya ada satu titik ori, sedangkan pada kromosom
eukariot terbukti mempunyai banyak titik ori. DNA yang tidak mempunyai titik ori tidak akan dapat
bereplikasi.
b. Replikasi memerlukan untaian ganda
Persyaratan kedua untuk dapat berlangsungnya proses replikasi ialah bahwa asam nukleat
harus berada dalam bentuk untaian ganda. Hal ini telah diuraikan oleh Watson dan Crick (1953), yaitu
bahwa implikasi genetik dari heliks ganda ialah memungkinkan pembentukan DNA baru secara
swaproduksi (replikasi). Adanya dua untai polinukleotida serta per pasangan antiparalel antara basa-
basanya akan mendukung proses replikasi, yaitu setiap untaian akan menjadi model bagi
pembentukan untai pasangannya. Bukti bahwa untai ganda menjadi syarat dalam replikasi dapat
dilihat pada DNA virus yang sedang bereplikasi. Virus mempunyai genom bervariasi, baik beruntai
ganda maupun tunggal, tetapi pada saat bereplikasi virus selalu berada dalam keadaan untai ganda.
c. Replikasi DNA mengikuti pola hipotesis semikonservatif
Untuk dapat terjadi proses replikasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Watson dan
Crick mengajukan suatu usulan pola replikasi DNA yang disebut pola semikonservatif. Pola
konservatif mula-mula dibuktikan oleh Mathew Maselson dan Francis Stahl yang bekerja dengan
E.coli yang telah menggunakan teknik radio isotop, sentrifugasi, dan spektrofotometer. Dengan pola
semikonservatif ini akan terpenuhi dua hal. Pertama, fungsi pewarisan dalam replikasi satu utasan
DNA. Kedua, fungsi pemeliharaan sifat, yaitu struktur DNA yang baru akan sama dengan struktur
DNA sebelumnya.
d. Sintesis DNA mempunyai arah pertumbuhan 5’ - 3’
Molekul nukleotida dalam keadaan bebas akan terbentuk nukleotida tripospat. Dalam proses
sintesis DNA, dua nukleotida digabungkan satu dengan yang lainnya dengan cara merangkaikan
karbon gula kelima (C5) yang mengandung fosfat dari satu nukleotida kepada karbon gula ketiga (C3)
yang mengandung –OH dari nukleotida lain dan membentuk ikatan 5’-3’ fosfodieter.
e. Replikasi berjalan secara bertahap
Dalam proses replikasi terjadi dua proses. Pertama, pelepasan heliks ganda menjadi untai
tunggal dan membentuk cabang replikasi. Kedua, sintesis rantai baru dengan menggunakan untaian
tunggal tersebut sebagai model. Pada situs awal replikasi, enzim DNA polimerase akan memutus
pilinan heliks ganda menjadi dua untaian tunggal. Dalam proses ini akan terbentuk struktur huruf Y,
titik persimpangannya disebut titik tumbuh. Replikasi bergerak berurutan dari titik tumbuh, baik pada
satu arah (replikasi satu arah) atau dua arah (replikasi dua arah). Situs awal dan titik tumbuh terikat
pada membran sel dan dari sinilah kedua utasan diduplikasi. Masing-masing utasan mempunyai
urutan basa pada utasan-utasan DNA yang mula-mula.
f. Sintesis DNA bersifat tidak sinambung
Utasan-utasannya direplikasi dalam bentuk segmen-segmen kecil yang disebut fragmen Okazaki,
dengan arah 5’ ke 3’. Fragmen-fragmen ini kemudian digabungkan menjadi satu oleh enzim DNA
ligase.
Inisiasi (pengawalan) replikasi DNA membutuhkan suatu pancingan, yaitu sepotong pendek RNA
yang disintesis oleh RNA polimerase dan komplementer terhadap DNA. Dengan adanya pemula ini,
DNA polimerase dapat mulai mensintesis deoksiribonukleotida. Sekali pancingan mengena, DNA
polimerase lalu mencerna RNA tersebut dan menggantikannya dengan DNA. Berpartisipasinya RNA
sebagai pancing tampaknya ekstensif karena setiap fragmen Okazaki juga mengandung sebagian RNA
sebagai pancing.
.
C. Genetika Virus
Virus mampu bertahan hidup, tetapi tidak tumbuh, bila tidak di dalam sel inang. Replikasi
genom virus tegantung pada energi metabolik dan mesin sintesis makromolekul pada inang.
Sering, bentuk parasitisme genetik ini mengakibatkan debilitas atau kematian sel inang. Oleh
karena itu, keberhasilan perbanyakan virus memerlukan (1) suatu bentuk stabil yang
memungkinkan virus bertahan hidup di luar inangnya, (2) suatu mekanisme invasi pada sel
inang, (3) informasi genetik untuk replikasi komponen virus dalam sel, dan (4) informasi
tambahan yang mungkin diperlukan untuk packaging (menyimpan) komponen virus dan
pengeluaran virus dari sel inang.

Perbedaan sering ditemukan antara virus pada sel eukariotik dengan virus pada sel
prokariotik (bacteriophage). Perhatian lebih tepat pada sub grup virus, tetapi jangan
dilupakan dictum Andre Lwoff : Virus adalah virus. Banyak konsep dasar dari biologi
molekuler, muncul dari penemuan bacteriophage.

Molekul asam nukleat bacteriophage dikelilingi suatu mantel protein. Beberapa faga juga
mengandung lipid, tetapi hal ini adalah perkecualian. Asam nukleat pada faga bervariasi.
Banyak faga memiliki DNA rantai ganda, yang memiliki RNA rantai tunggal. Basa yang
tidak umum ditemukan seperti hydroxylmethylcytosine kadang – kadang ditemukan pada
asam nukleat faga. Banyak faga memiliki struktur menyerupai alat injeksi syringe khusus
yang dapat mengikat reseptor pada permukaan sel dan menginjeksikan asam nukleat ke
dalam sel inang.

D. Perpindahan Gen
Perpindahan gen merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bakteri dengan mengirimkan informasi
genetik (DNA) dari sel donor ke sel resipien. Kegiatan perpindahan gen ini ada tiga yakni :
1. Transformasi
2. Konjugasi
3. Transduksi

1. Transformasi
Transformasi pertama kali ditemukan oleh Frederick Griffith pada tahun 1928. Dia mempelajari
transformasi satu tipe Streptococcus pneumoniae menjadi tipe yang berbeda. S. pneumoniae dibagi
menjadi 100 tipe lain yang berbeda atas dasar perbedaan kimia pada kapsulnya. Jadi, tipe 1
menghasilkan kapsul yang berbeda dengan tipe 2, dan seterusnya.
Transformasi ialah proses pemindahan DNA bebas sel yang mengandung sejumlah informasi genetik
(DNA) dari satu sel ke sel lainnya. DNA tersebut diperoleh dari sel donor melalui lisis sel alamiah
atau dengan cara ekstraksi kimiawi. Begitu fragmen DNA dari sel donor tertangkap oleh sel resipien,
maka terjadilah rekombinasi.
Manfaat yang didapat dari transformasi gen pada bakteri adalah :
a. Sarana penting dalam rekayasa genetika.
b. Memetakan kromosom bakteri.
c. Bermanfaat dalam penelitian-penelitian genetik bakteri di laboratorium.

2 Konjugasi
Konjugasi merupakan mekanisme perpindahan informasi genetik (DNA) dari sel donor ke sel resipien
yang terjadi akibat adanya kontak sel dengan sel. Konjugasi bakteri pertama kali ditemukan oleh
Lederberg dan Tatum pada tahun 1946. Mereka menggabungkan dua galur mutan Escherichia coli
yang berbeda yang tidak mampu mensintesis satu atau lebih faktor tumbuh esensiil dan memberinya
kesempatan untuk kawin.
3. Transduksi
Beberapa jenis virus berkembang biak di dalam sel bakteri. Virus-virus yang inangnya adalah bakteri
seringkali disebut bakteriofage atau fage. Pada waktu fage menginfeksi bakteri, fage memasukkan
DNA-nya ke dalam bakteri tersebut. DNA fage ini kemudian bereplikasi di dalam sel bakteri atau
berintegrasi dengan kromosom bakteri. Inilah yang dikenal dengan transduksi. Jadi, transduksi adalah
proses perpindahan gen dari suatu bakteri ke bakteri lain oleh bakteriofage lalu oleh bakteriofage
tersebut plasmid ditransfer ke populasi bakteri. Transduksi ditemukan oleh Norton Zinder dan Joshua
Lederberg pada tahun 1952. Pada waktu DNA fage dikemas di dalam pembungkusnya untuk
membentuk bakteri-bakteri fage baru, DNA fage tersebut dapat membawa sebagian dari DNA bakteri
yang telah menjadi inangnya. Selanjutnya, bila fage menginfeksi bakteri lainnya, maka fage akan
memasukkan DNA-nya yang mengandung sebagian dari DNA bakteri inang sebelumnya. Dengan
demikian, fage tidak hanya memasukkan DNA-nya sendiri ke dalam sel bakteri yang diinfeksinya,
tetapi juga memasukkan DNA dari bakteri lain yang ikut terbawa pada DNA fage. Jadi, secara alami
fage memindahkan DNA dari satu sel bakteri ke bakteri lainnya.
Ada dua tipe transduksi, yaitu:
1. Transduksi terbatas
Pada proses ini tidak semua gen dapat ditransfer. Transduksi terbatas terjadi saat profage telah
terintegrasi pada kromosom bakteri. Gen-gen bakteri yang mengalami transduksi terbatas adalah
yang berdekatan dengan profage yang terintegrasi.
2. Transduksi umum
Transduksi umum terjadi bila suatu fage memindahkan gen dari kromosom bakteri atau plasmid. Pada
saat fage memulai siklus litik, enzim-enzim virus menghidrolisis kromosom bakteri menjadi
potongan-potongan kecil DNA. Setiap bagian dari kromosom bakteri tersebut dapat digabungkan
dengan kepala fage selama perakitan fage. Fage yang telah berisi DNA sel bakteri dapat menginfeksi
sel lain dan mentransfer gen bakteri di dalam sel resipien DNA bakteri dan bergabung dengan
rekombinasi homolog menggantikan gen dalam sel resipien. Transduksi ini terjadi pada bakteri gram
positif dan gram negatif.
D. Mutasi
Mutasi adalah perubahan di dalam rangkaian nukleotida suatu gen. Mutasi menimbulkan ciri genetik
yang baru atau genotif berubah. Sel atau organisme yang menimbulkan efek mutasi disebut mutan.
Mutasi pada gen akan menyebabkan produk protein yang dihasilkan.
1 Mutagenesis
Mutagenesis merupakan suatu teknik biologi molekuler di mana suatu mutasi diciptakan pada suatu
bagian molekul DNA tertentu, yang dikenal sebagai plasmid.
Mekanisme dasar:
1. Mensintesis DNA yang di dalamnya terdapat bagian yang ingin dimutasi.
2. Hasil sintesis ini harus dihibridisasi dengan DNA lain dari gen yang diinginkan.
3. Fragmen tersebut diperluas lagi oleh DNA polimerase.
4. Molekul yang diperoleh akan diadaptasikan ke dalam sel inang dan dikloning.
5. Pemilihan mutan.

2. Mutagen
Bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen. Mutagen terbagi menjadi tiga,
yaitu:
1. Mutagen bahan kimia
Mutagen bahan kimia, contohnya adalah kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin adalah zat yang dapat
menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat
pembelahan sel pada anafase. Mutagen bahan kimia dapat menimbulkan mutasi melalui beberapa
cara. Gugusan alkil aktif dari bahan mutagen kimia dapat ditransfer ke molekul lain pada posisi
dimana kepadatan elektron cukup tinggi seperti phosphate groups dan juga molekul purine dan
pyrimidine yang merupakan penyusun struktur deoxyribonucleic acid (DNA). Seperti diketahui
umum, DNA merupakan struktur kimia yang membawa gen. Basa-basa yang menyusun struktur DNA
terdiri dari adenine, guanine, thyimine, dan cytosine. Adenine dan guanine merupakan basa bercincin
ganda (double-ring bases) disebut purines, sedangkan thymine dan cytosine bercincin tunggal (single-
ring bases) disebut pyrimidines. Struktur molekul DNA berbentuk pilitan ganda (double helix) dan
tersusun atas pasangan spesifik Adenine-Thymine dan Guanine-Cytosine. Contoh mutasi yang paling
sering ditimbulkan oleh mutagen kimia adalah perubahan basa pada struktur DNA yang mengarah
pada pembentukan 7-alkyl guanine.
2. Mutagen bahan fisika
Mutagen bahan fisika, contohnya sinar ultraviolet, sinar radioaktif, dan lain-lain. Sinar ultraviolet
dapat menyebabkan kanker kulit. Mutagen fisika bersifat sebagai radiasi pengion (ionizing radiation)
yang dapat melepas energi (ionisasi), begitu melewati atau menembus materi. Mutagen fisika
termasuk diantaranya sinar-X, radiasi gamma, radiasi beta, neutron, dan partikel dari aselerators sudah
umum digunakan dalam pemuliaan tanaman. Karakteristik untuk masing-masing jenis radiasi
disajikan dalam tabel di bawah ini. Begitu materi reproduksi tanaman diradiasi, proses ionisasi akan
terjadi dalam jaringan dan dapat menyebabkan perubahan pada jaringan itu sendiri, sel,
genom, kromosom, dan DNA atau gen. Perubahan yang ditimbulkan pada tingkat genom, kromosom,
dan DNA atau gen dikenal dengan istilah mutasi (mutation).
3. Mutagen bahan biologi
Diduga virus dan bakeri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. Bagian virus yang dapat menyebabkan
terjadinya mutasi adalah DNA-nya.
E. DNA Rekombinan
DNA rekombinan adalah sebuah teknik membuat susunan DNA baru dengan cara menyisipkan
potongan DNA asing ke dalam DNA organisme sehingga menghasilkan molekul DNA rekombinan
yang aktif. Dan pada saat organism tersebut membelah diri molekul DNA rekombinan tersebut ikut
bereplikasi. Sebenarnya pada tahun 1973 telah muncul dan dikembangkan teknik untuk mengisolasi
dan menggabungkan potongan-potongan DNA yang tak sama sehingga dapat dihasilkan molekul
DNA rekombinan yang aktif. Teknik ini memungkinkan adanya isolasi, manipulasi, dan produksi
dalam jumlah besar ruas DNA apa saja yang diinginkan dari tipe sel apa saja. Pada pokoknya sel-sel
bakteri semacam itu telah menerima gen asing dan merupakan organisme baru. Sifat serta
kemampuannya bias sangat berbeda dari inang maupun donornya.
PROSES
Proses rekombinasi DNA diawali dengan enzim endonuklease restriksi yang memotong susunan
DNA. Potongan DNA tersebut biasanya mengandung beberapa gen dari kromosom tipe apapun.
Tumbuhan, hewan, bakteri ataupun virus. Potongan-potongan ini mempunyai ujung yang lengket
atau kohesif yang akan dengan mudah digabungkan secara perpasangan basa pada daerah-daerah
berutasan tunggal dengan utasan-utasan DNA lain. Dengan cara ini, fragmen-fragmen yang diperoleh
dari kromosom sel apapun atau virion dapat disambungkan ke plasmid atau genom fage dengan
bantuan enzim lain, seperti polinukleotide ligase. Intinya sel-sel bakteri seperti itu telah menerima gen
asing dan merupakan organisme batu yang sifatnya dapat amat berbeda dengan inang maupun
donornya. Sehingga saat mereka memperbayak diri, komponen DNA tersebut ikut juga tereplikasi.

Perangkat yang dibutuhkan :


• Enzim endonuklease restriksi : Untuk memotong DNA dengan sangat spesifik sehingga sekuennya
disebut molindrom (MOM). Dapat memotong DNA dari sistem biologi apapun apabila mempunyai
sekuens yang sama.
• Enzim ligase : Enzim yang menggabungkan potongan DNA, beberapa diantaranya dapat
menggabungkan fragmen-fragmen DNA yang berbeda.
• Plasmid : sebagai vektor untuk mengklonkan gen atau fragmen DNA, dan juga untuk mengubah
sifat bakteri.
• Pustaka genom : untuk menyimpan gen atau fragmen DNA yang telah diklonkan

F. Peranan Dalam Kehidupan


A. Bersifat Positif
Bakteri yang dapat menghasilkan kromosom insulin telah ditemukan.
Bakteri suatu spesies Pseudomonas telah dikembankan dan dipatenkan efektif membersihkan
tumpahan minyak (tapi jika dimasukkan ke sumur minyak justru akan sangat merugikan, oleh karena
itu, harus sangat hati-hati dalam menggunakan teknik ini).
Dalam bidang pertanian dapat dilakukan untuk penambatan nitrogen oleh prokariota untuk
peningkatan kesuburan tanah. Gen untuk fiksasi nitrogen (nif) membentuk tandan pada kromosom
Klebsiella pneumoniae dan dapat dipindahkan. Gen-gen tersebut dapat terpadu ke dalam atau
bersegregasi dari DNA kromosom maupun plasmid, dan plasmid yang mengandung nif dapat
mendapatkan sifat-sifat baru melalui rekombinasi. Dan mungkin pada akhirnya dapat membuat
tumbuhan dapat menambat nitrogen oleh dirinya sendiri.
B. Bersifat negatif
Teknologi ini menimbulkan beberapa kekhawatiran diantara para ahli :
Kekhawatiran bahwa produksi molekul-molekul DNA rekombinan yang fungsional in vivo dapat
terbukti berbahaya secara biologis. Sebagai contoh : bila bakteri tersebut dibawa ke mikroba seperti
Escherichia coli yang merupakan bakteri komensal di usus manusia dan dapat mempertukarkan
informasi genetis dengan tipe-tipe bakteri yang lain dan dapat menyebar luas diantara manusia,
hewan, tumbuhan, dan yang lainnya.
 Kekhawatiran terbentuknya palsmid-plasmid bakteri baru yang dapat bereplikasi secara swantantra
yang bila tidak diawasi secara ketat, dapat memasukkan determinan genetis untuk resistensi antibiotik
atau pembentukan toksin bakteri ke dalam galur-galur bakteri yang pada waktu tersebut tidak
membawa determinan semacam itu.
Percobaan untuk menghubungkan semua segmen DNA virus onkogenik ataupun virus hewani yang
lain menjadi unsur-unsur DNA yang melangsungkan replikasi secara swantantra, seperti plasmid
bakteri atau DNA viral lainnya, sebab penyebaran molekul DNA dengan cara seperti itu mungkin
meningkatkan terjadinya kanker ataupun penyakit yang lain.
BAB 3
PENUTUP

3. 1 Simpulan
DNA adalah sebuah molekul panjang yang menyerupai tali, biasanya terdiri dari dua utas,
saling membelit membentuk heliks ganda (double helix). Setiap utas terdiri dari nukleotida-
nukleotida yang tergabung membentuk rantai polinukleotida.
Untuk memperbanyak dirinya, DNA melakukan suatu proses yang disebut replikasi.
Replikasi dapat dikatakan merupakan reaksi kimia yang memungkinkan senyawa kimia dapat
membentuk dirinya untuk menghasilkan senyawa baru yang mirip dengan dirinya. Replikasi
DNA mengikuti pola semi konservatif yang sintesisnya dimulai dari titik ori dan arah
pertumbuhannya ialah 5’ - 3’
Perpindahan gen yang dilakuakan bakteri melalui tiga cara, yaitu : konjugasi, transformasi,
dan transduksi. Konjugasi merupakan proses perpindahan gen bakteri melalui kontak antar
selnya. Transformasi merupakan proses perpindahan gen bakteri melalui sel bebas.
Transduksi merupakan proses perpindahan gen dari suatu bakteri ke bakteri lain dengan
bantuan bakteriofage.
Mutagenesis merupakan suatu teknik untuk menciptakan mutasi yang meliputi lima
tahap/proses. Mutagen adalah bahan yang menyebabkan terjadinya mutasi. Mutagen terbagi
menjadi tiga : mutagen bahan kimia, mutagen bahan fisika, dan mutagen bahan biologi.
DNA rekombinan adalah DNA yang telah mengalami proses rekombinasi atau penyusunan
kembali. Proses ini diawali oleh terpotongnya struktur DNA oleh enzim restriksi
endonuklease kemudian potongan DNA tersebut disisipkan pada DNA resipien dan
digabungkan kembali oleh enzim ligase. Struktur DNA yang baru ini akan ikut bereplikasi
apabila organism pembawanya berkembangbiak. Meskipun banyak kontroversi teknologi
baru ini, teknologi ini cukup mendatangkan manfaat bagi kehidupan umat manusia.

3.2 Saran

Berdasarkan penulisan “Genetika Mikroorganisme Bakteri dan Virus“, maka dapat


disarankan bahwa untuk para ilmuwan atau mahasiswa agar lebih meneliti tentang genetika
karena masih banyak hal yang menjadi misteri tentang genetika dari mikroorganisme,
sehingga dapat diambil manfaat dari genetika mikroorganisme. Untuk pihak industri
penelitian yang mendalam pada genetika mikroorganisme sangat disarankan, salah satu
manfaatnya adalah dengan mengetahui genetika dari mikroorganisme tersebut maka pihak
industri dapat menghasilkan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pihak industri dengan
didasarkan genetika dari mikroorganisme yang unggul sehingga pihak industri dapat
memperoleh untung atau manfaat yang besar.
DAFTAR PUSTAKA
 Anonim. http//:wikipedia.com/genetika bakteri/. 25 Des 2012. Pk. 15.00.
 Anonim. http//:google.com/genetika bakteri dan virus/. 25 Des 2012. Pk. 16.30.
 http://www.slideshare.net/ydhawahidayanti/genetika-bakteri/.25 Des 2012.Pk.19.00.
 http://www.scribd.com/doc/54729395/genetika-bakteri-makalah/.
25Des2012.Pk.19.10.