Anda di halaman 1dari 12

PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR

CARA ANALISA KOMPONEN


A. DATA :

1. Distribusi Lalu Lintas


a. Mobil Penumpang = 400 Kendaraan.
b. Kendaraan ringan = 4 Kendaraan.
c. Bus = 44 Kendaraan.
d. Truck 2 As = 34 Kendaraan.
e. Truck 3 As = 24 Kendaraan.
f. Truck Gandeng = 4 Kendaraan. +

Jumlah LHR ( 2 jurusan ) = 510 Kendaraan.

( 44 + 34 + 24 + 4 )
Prosentase Kendaraan Berat = x 100 %
510
Prosentase Kendaraan Berat = 20.78 %

2. Umur Rencana = 20 tahun


Lama Pembangunan = 2 tahun

3. Pertumbuhan Lalu Lintas


a. Selama Pelaksanaan 2 tahun = 4.0 % / tahun
b. Selama Umur Rencana 20 tahun = 5.0 % / tahun

4. Data Nilai CBR 3% 4% 5% 6% 7%


8% 9% 3% 4% 5%
6% 5% 4% 3% 7%

5. Curah Hujan Rata-rata = 900 mm/tahun

6. Kelas Jalan = Kolektor


B. LHR PADA AWAL UMUR RENCANA Dengan rumus : (1+a) n

( 1 + a )n =(1+ 4%)^2 = 1.082

a. Mobil Penumpang 1.082 x 400 = 432.6 Kendaraan.

b. Kendaraan ringan 1.082 x 4 = 4.3 Kendaraan.

c. Bus 1.082 x 44 = 47.6 Kendaraan.

d. Truck 2 As 1.082 x 34 = 36.8 Kendaraan.

e. Truck 3 As 1.082 x 24 = 26.0 Kendaraan.

f. Truck Gandeng 1.082 x 4 = 4.3 Kendaraan. +

551.6 Kendaraan.

C. LHR PADA AKHIR UMUR RENCANA 20 tahun

( 1 + i )n = ( 1 + 5 % ) ^ 20 = 2.653

a. Mobil Penumpang 2.653 x 432.6 = 1,147.92 Kendaraan.

b. Kendaraan ringan 2.653 x 4.3 = 11.48 Kendaraan.

c. Bus 2.653 x 47.6 = 126.27 Kendaraan.

d. Truck 2 As 2.653 x 36.8 = 97.57 Kendaraan.

e. Truck 3 As 2.653 x 26.0 = 68.88 Kendaraan.

f. Truck Gandeng 2.653 x 4.3 = 11.48 Kendaraan. +

1,463.6 Kendaraan.

D. ANGKA EKIVALEN ( E ) UNTUK MASING - MASING KENDARAAN

Beban Satu Sumbu (Ton)


TYPE KENDARAAN
Depan Belakang
a Mobil Penumpang 1.00 1.00
b Kendaraan ringan 2.04 3.96
c Bus 3.06 5.94
d Truck 2 As 6.19 12.01
e Truck 3 As 6.25 18.75
f Truck Gandeng / Trailler 7.56 11.76 22.68

Angla Ekivalen Beban Sumbu


4
a. Tunggal (STRT) E = 1 x Beban Satu Sumbu Tunggal
8,16 Ton

4
b. Ganda (STRG) E = 0.086 x Beban Satu Sumbu Ganda
8,16 Ton

4
c. Tripel (STdRG) E = 0.026 x Beban Satu Sumbu Tripel
8,16 Ton
a. Mobil Penumpang = 0.00023 + 0.00023 = 0.00045 ESAL
b. Kendaraan ringan = 0.00391 + 0.05547 = 0.05937 ESAL
c. Bus = 0.01978 + 0.28079 = 0.30057 ESAL
d. Truck 2 As = 0.33113 + 4.69258 = 5.02371 ESAL
e. Truck 3 As = 0.34416 + 2.39741 = 2.74157 ESAL
f. Truck Gandeng 6 As = 0.73676 + 0.37099 + 1.55162 = 2.65937 ESAL +
10.7850 ESAL
E. LINTAS EKIVALEN PERMULAAN ( LEP )

Koefisien Distribusi Kendaraan ( Ci )

Kendaraan Ringan Kendaraan Berat


Jumlah Lajur Mobil penumpang Bus, truk, trailler
1 arah 2 arah 3 arah 4 arah
1 Lajur 1 1 1 1
2 Lajur 0.6 0.5 0.7 0.5
3 Lajur 0.4 0.4 0.5 0.475
4 Lajur - 0.3 - 0.45
5 Lajur - 0.25 - 0.425
6 Lajur - 0.2 - 0.4

LEP = Ci x Ei x LHR x ( 1 + a ) n

a. Mobil Penumpang = 0.5 x 432.6 x 0.0005 = 0.098 Kend.

b. Kendaraan ringan = 0.5 x 4.3 x 0.0594 = 0.128 Kend.

c. Bus = 0.5 x 47.6 x 0.3006 = 7.152 Kend.

d. Truck 2 As = 0.5 x 36.8 x 5.0237 = 92.372 Kend.

e. Truck 3 As = 0.5 x 26.0 x 2.7416 = 35.583 Kend.

f. Truck Gandeng = 0.500 x 4.3 x 2.6594 = 5.753 Kend. +

LEP = 141.087 Kend.

F. LINTAS EKIVALEN AKHIR ( LEA ) UNTUK UMUR RENCANA 20 tahun

LEA = Ci x Ei x LHR x ( 1 + i ) n

a. Mobil Penumpang = 0.5 x 1,147.92 x 0.0005 = 0.259 Kend.

b. Kendaraan ringan = 0.5 x 11.48 x 0.0594 = 0.341 Kend.

c. Bus = 0.5 x 126.27 x 0.3006 = 18.977 Kend.


d. Truck 2 As = 0.5 x 97.57 x 5.0237 = 245.090 Kend.

e. Truck 3 As = 0.5 x 68.88 x 2.7416 = 94.413 Kend.

f. Truck Gandeng = 0.500 x 11.48 x 2.6594 = 15.264 Kend.

LEA = 374.344 Kend.


G. LINTAS EKIVALEN TENGAH (LET) UNTUK UMUR RENCANA 20 tahun

LEP + LEA = 141.087 + 374.344 = 257.72 Kend.


LET =
2 2

H. LINTAS EKIVALEN RENCANA (LER) UNTUK UMUR RENCANA 20 tahun

UR 20
EP = = = 2.00
10 10

LER 20 = LET x EP
= 257.72 x 2.00
= 515.43 Kend.

I. CBR RENCANA No CBR (%) yang sama atau


1 3 lebih besar
2 6 CBR (%) Jumlah %
3 9 1 15 100
4 5 2 14 93
5 4 3 11 73
6 4 4 10 67
7 7 5 9 60
8 3 6 5 33
9 6 7 3 20
10 3 8 3 20
11 5 ? 90
12 8
13 4 Jumlah Titik
R
14 5 Pengamat
15 7 2 1.41
3 1.91
CBRrata-rata 5.267 4 2.24
CBRmax 9 5 2.48
CBRmin 3 6 2.67
Jumlah titik 15 7 2.83
Nilai R 3.18 8 2.96
CBRsegmen 3.38 9 3.08
DDT = 4,30 Log CBR + 1,7 >10 3.18
DDT 3.97

J. INDEKS TEBAL PERKERASAN (ITP) UNTUK UMUR RENCANA 20 tahun


CBR Rencana Tanah Dasar CBR = 3.38 %
Daya Dukung Tanah DDT = 3.97
Lintas Ekivalent Rencana LER = 515.43 Kend.
Indeks Permukaan awal UR IPO = 3.60

Indeks Permukaan akhir UR IP = 2.50

Faktor Regional FR = 0.50

Dari Nomogram ITP = 8.0


Nomogram 2 ; IP = 2,5 dan IPo = 3,9 - 3,5
Lapisan Permukaan (Laston) ( a1 )

1 Lapisan atas adalah Laston ( lapisan aspal beton ) di mana nilai Marshall Test nya
adalah 744 Kg, maka koefisien kekuatan relatif = 0,40 ( Ms 744 Kg ).

2 Lapisan Pondasi Atas (Base A) (a2)


Dibawah lapisan perkerasan atas (laston) digunakan lapisan pondasi atas (Base A)
yaitu batu pecah kelas A, dengan CBR 100%, maka koefisien kekuatan relatif =
0,14

3 Lapisan Pondasi Bawah (Base B) ( a3 )


Lapisan pondasi bawah (Base B) digunakan sirtu kelas B, dengan CBR 50 % maka
koefisien kekuatan relatif = 0,12

Tebal setiap lapisan perkerasan yang direncanakan dibuat dengan beberapa


alternatif, berdasarkan batas- batas tebal minimum lapisan perkerasan dengan
nilai ITP rata-rata = 11.5

Tebal perkerasan yang direncanakan dua alternatif, diantaranya adalah :

a 1 = Kekuatan relati = 0.4 D1 = ?


a 2 = Kekuatan relati = 0.14 D2 = 20 cm
a 3 = Kekuatan relati = 0.12 D3 = 30 cm

Desain :
ITP1 = (A1 x D1) + (A2 x D2) + (A3 x D3)
8.0 = ( 0,4 . D1 ) + ( 0,14 . 20) + (0,12 . 30)
8 = 0,4 D1 + 2.8 + 3.6
8 = 0,4 D1 + 6.4
D1 = 4.00 cm
SUSUNAN TEBAL PERKERASAN :

LASTON Laston
MS 744 KG
D1 = 4.0 cm

BATU PECAH Pondasi atas D2 = 20.0 cm


KELAS A
%CBR 100

Pondasi bawah
SIRTU D3 = 30.0 cm
KELAS B
%CBR 50

Sub Grade
Tanah dasar

CBR = 3.38 %