Anda di halaman 1dari 4

PENILAIAN DAN SISTEM NILAI

a. Pengertian Nilai

Sejumlah ahli ilmu pengetahuan yang tertarik dengan tingkah laku manusia, sejak lama
telah tertarik dengan konsep nilai. Namum dalam mengartikan nilai itu setiap individu
memiliki pandangan sendiri dari konsep nilai tersebut, menurut Zavalloni (1975) perlu
diperhatikan dalam pemahaman tentang nilai adalah, nilai seseorang dapat sama seperti nilai
semua orang lainnya, sama dengan sebagian orang, atau tidak sama dengan semua orang lain.

Definisi Kluckhohn di atas menggambarkan bahwa nilai selain mewakili keunikan


individu, juga dapat mewakili suatu kelompok tertentu. Hal ini mulai mengarah kepada
pemahaman nilai yang universal. Dalam perkembangannya, Rokeach (1973) dengan tegas
mengatakan bahwa asumsi dasar dari konsep nilai adalah bahwa setiap orang, di mana saja,
memiliki nilai-nilai yang sama dengan derajat yang berbeda (menunjukkan penegasan
terhadap konsep universalitas nilai). Namun penelitian yang paling komprehensif tentang
nilai-nilai yang universal (dalam arti terdapat di mana saja di semua budaya) dimulai oleh
Schwartz dan Bilsky (1987).

Penilaian tidak hanya di peruntukkan untuk kehidupan manusia terhadap satu posisi atau
kedudukan tertentu penilain juga dilakukan terhadap sumberdaya (ekosistem ) hutan yang
menberikan hasil baik kayu dan non kayu yang memiliki manfaat sehingga memiliki nilai
tinggi bagi manusia.

Nilai adalah sesuatu( sumber daya hutan ) yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas,
danbergunabagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagikehidupanmanusia, yang depenagruhi oleh tempat dan waktu tertentu .

Oleh karena itu dalam kenyataannya masyarakat juga memiiki persepsi tentang hutan .
seringkali ekonomilah yang menjadi ekonomi yang di jadikan sebagai standar penilaian hal
inilah yang menjadikan yang berakibat pada tindakan ekploitasi , namun jka di renungkan lebih
jauh lagi hutan mampu member manfaat secara ekologis sepeti funggsi secara ekologis dalam
pengendalian banjir dan erosi, pemyepaan karbon dioksida , pencitaan iklim mikro ,
keanekaragaman hayati.

Penilaian hutan bakanlah berusaha untuk menggandakan nilai yang tidak ada , tetapi suatu
upaya bagaimana cara memunculkan nilai yang sesungguhnya dimili oleh hutan tersebut ,
yang secara nyata dirasakan manfaatnya oleh individu atau masyarakat yang oleh sebagian
sebab besar ulmi tersebut tidak diketahui.

Dengan demikian pengertian nilai seracara universal adalah pandangan seseorang menurut
konteknya.

B. Macam- macam nilai

a. Nilai pasar.

Nilai pasar adalah nilai yang di peroleh dari harga pasar ,Harga barang atau surat-surat
berharga atau jasa menurut catatan pasar pada suatu waktu tertentu . nilai pasar di
pengaruhi oleh jumla permintaan dan penawaran. Penetuan nilai yang paling ideal dapa
nilau pasar menunjuk pada pasar persaingan sempurna dalam hal ini hartga di tertukan
berdasarkan kesediaan pembeli untuk membayar untuk memperoloh manfaat yang
maksimum.

b. Nilai penggunaan

Nilai kegunaan diperoleh dari penguansumberdaya (barang )tersebut . penilaian


hutan adalah suatu contoh penilaian yang dilakukan individu atas manfaat hutan yang di
perolehnya baik itu secara ekonomi , ekologi dan sosial.penilaian hutan adalah salah satu
contoh suatu penilaian yang menggunakan konsep nilai kegunaan , lahan dan potensi
hutan baik dinilai olehpenjual maupun pembeli.

Bagi penjual atau pemilik lahan hutan , pemilik akan memperkirakan nilai melalui

 Nilai untuk dipergunakan sendiri saat sekarang dan yang akan dating
 Harga yang akan diperoleh daripenjualan di pasar sekarang
 Nilai bagi pembeli yang mungkin ( potensial )

c. Nilai sosial

Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap
baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap
menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai
sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan
kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus
melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut
masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat
perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan
karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara pada masyarakat
tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu
keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun.

Bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai
dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan
bertingkah laku. Selain itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia
dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk
mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Contohnya ketika menghadapi konflik,
biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi. Nilai
sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat. Dengan
nilai tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan. Nilai sosial juga berfungsi
sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu
agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.

Ciri-Ciri

Ciri nilai sosial di antaranya sebagai berikut.

 Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.


 Disebarkan diantara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
 Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
 Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
 Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
 Dapat mempengaruhi pengembangan diri sosial
 Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
 Cenderung berkaitan satu sama lain.
d. Nilai Keberadaan

Nilai keberadan dalah sebuah konsep yang digunakan untuk merujuk pada nilai
intrinsic dari beberapa aset, biasanya berasal dari alam atau lingkungan nilai tersebut
adalah nilai manfaat yang diperoleh dari keberadaan sebah aset dan merupakan nilai yang
menggambarkan manfaat yang di peroloh seseorang dengan mengetahai keberadaan
hutan, meskipun masyarakat tidak memiliki sumberdaya tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Een.wikipedia.org/wiki/existence value

DLL

http://www.perencanakeuangan.com/files/n.html