Anda di halaman 1dari 986

Daftar Isi

ll3ill

at'zL

KITAB NIKAH

Bab I Pendahuluan Tentang Nikah

Masalah pertama: Hukum nikah

Masalahkedua: Khutbahnikah

Masalah ketiga: Meminang wanita yang sudah

dipinang orang lain

Masalah keempat: Melihat wanita yang

dipinang

Nikah

Bab II Ilal-hal yang Mendorong Sahnya

Bagian Pertama: Tata Caranya Bahasan pertama: Caraizin yang sah

Bahasan kedua: Siapakah yang keridhaannya diakui dalam akad ini Masalah pertama: Apakah selain bapak boleh menikahkan anak perempuan yang masih keciI Masalah kedua: Apakah selain bapak boleh menikahkan anak

laki-lakiyangmasihkecil?

Bahasan ketiga: Apakah boleh melakukan akad berdasarkan khiyar

(hakmemilih)

Bahasan keempat: Tenggang waktu ucapan penerimaan (qabul) salah

satu dari dua orang yang melakukan akad

Bagian Kedua: Tentang

Syarat Akad Nikah

Pasal pertama: Para wa1i

Bahasan pertama: Disyaratkannya wali untuk sahnya nikah

Bahasan

Bahasan

kedua: Sifat wali ketiga: Macam-macam wali dan urutan mereka dalam

perwalian

Masalah pertama: Jika wali yang lebih jauh menikahkan padahal wali yang dekat ada

BidayatulMujtahid

I

I

I

2

3

4

4

5

5

6

1l

12

13

13

14

14

14

21,

22

24

vll

Masalah kedua: Jika wali yang dekat tidak hadir, apakah perwalian

bisa berpindah kepada yang jauh atau kepada penguasa '-'--.-.-.-.-.--.25

Masalah ketiga: Jika seorang

apakah perwalian itu bisa

bapak dari anak gadisnya tidak hadir,

berpindah atau tidak

--'-.-.------25

Bahasan keempat: Para wali yang menghalangi perwaliannya

Pasal kedua: Saksi

Pasal ketiga:

Bahasan

Mahar

pertama: Hukum dan rukun-rukun mahar

Masalah pertama:

Hukumnya.

Masalah kedua: Ukurannya

Masalah ketiga: Jenis dan

Masalah keempat: Penundaannya

sifatnya

-.- ----.28 -

-31

-

-

.----.33

33

33

.------

--.-.-

'

'

---.33

--.-.-

-

-.--.-

38

41

Bahasan kedua: Mengenai penentuan (keseluruhan mahar bagi istri) .41

Bahasan ketiga: Pembagiannya

Bahasan

keempat: Penyerahan dan hukumnya

- - -

-

.-------43

-

- -. - 48

Masalah pertama: Jika seorang

istri meminta penentuan mahar

'.---.-

dan keduanya berselisih

Masalahkedua: Jika suami meninggal duniapadahal dia

tentang ukurannya

48

belum menentukan mahar

50 -

Bahasan kelima: Mahar-mahar yangtidak sah

- --.'51

Masalah pertama:

Masalah kedua:

---

--

51

----.-.-52 -

Masalah ketiga:

Masalah keernpat:

Masalah kelima:

--

53

-.- 54

-'

-

'

55

Bahasan keenam: Perselisihan suami isti dalam masalah mahar -.--

--

'.56

60

61

Bagian Ketiga: Objek Akad Nikah

Pasalpertama:Halangannasab(keturunan)

Pasal kedua: Halangan

perkawinan

'

.-

-

'

------.-.--.-62

Masalah pertama: Apakah termasuk keharaman anak perempuan istri, jika anak perempuan tersebut berada dalam pemeliharaan

suami atau tidak

--.--' itu diharamkan dinikahi

63

Masalah kedua: Apakah anakperempuan

hanya dengan bnnesraan atau

menyetubuhi ibunya?

-----.&

Masalah ketiga: Apakah ibunya istri (mertua) menjadi haram dengan menyetubuhi anak perempuannya atau hanya dengan

melakukan akadnikah

Masalah keempat: Apakah perbuatan zina mengharuskan

-.-

'

--65

keharaman seperti yang terjadi pada pernikahan yang sah atau pernikahan yang ada kerancuannya Pasal ketiga: Halangan susuan Masalah pertama: [Jkuran air susu yang mengharamkan --

'"

-

'

-.----.-

66

-.--67

-'.---

'.67

vut

BidayatulMujtahid

Masalah kedua: Usia susuan

70

Masalah ketiga: Keadaan orang yang menyusui

71

Masalah keempat: Apakah air susu yang masuk ke kerongkongan bukan dengan cara pen)rusuan bisa mengharamkan

72

Masalah kelima:

Apakah adanya

percampuran pada air susu

berpengaruh pada hukumnya Masalah keenam: Apakah sampainya air susu melalui

73

kerongkongan menjadi pertimbangan hukum

73

Masalah ketujuh: Apakah suami wanita yang menlrusui bisa menjadi bapak bagi anak yang menyusu

74

Masalah kedelapan: Persaksian atas susuan

75

Masalah kesembilan : Sifat wanita yang

Pasal keempat: Halangan

perzinaan

menyusui

 

77

---

77

Pasal kelima: Halanganjumlah

78

Pasal keenam: Halangan pengumpulan (dua saudara perempuan)

80

Pasal ketujuh: Halanganperbudakan

Pasal kedelapan: Halangan

Pasal kesembilan: Halangan

ihram

sakit

Pasal kesebelas:

Halangan iddah

82

kekufuran

85

88

Pasal kesepuluh: Halangan

 

90

91

Pasal keduabelas: Halangan hubungan suami istri Masalah pertama: Jika pernikahan tersebut dilaksanakan dengan lebih

93

dari empat orang wanita atau dengan orang yang tidak boleh

mengumpulkan antara keduanya

Masalah kedua: Jika salah seorang dari suami istri masuk Islam

sebelumyanglainnya

Bab III Hat-IIal Yang

Mendorong Adanya Khiyar (IIak Memitih)

Dalam Pernikahan

95

%

98

Pasal pertama: Khiyar (hak memilih) karena cacat Masalah Pertama: Apakah pernikahan bisa ditolak karena cacat

98

atau tidak?.

98

Masalah Kedua: Jika kita katakan bahwa pernikahan tersebut bisa

ditolak, maka karena cacat apakah pemikahan itu bisa ditolak?

Dan apa hukumnya?

99

Pasal kedua: khiyar karena kesulitan untukmemberikan mahar dan

nafkah

101

Pasal ketiga: Khiyar karena kehilangan suami

Pasal keempat: Khiyar Memerdekakan

Bab IV Hak-IIak Suami Istri (Hak-Hak Istri atas Suaminya)

l. Nafkah

2. Adil dalam Pembagian

Hak-Hak Suami atas

Istrinya

103

104

106

107

110

113

Siapa yang Berhak Mengasuh Anak Kecil

Bab V Beberapa Pernikahan yang Dilarang Berdasarkan Syari'at

dan Yang Tidak Sah serta Hukumnya

Hukumbeberapapemikahanyangtidaksahjikaterjadi

ll3

115

l19

jtl

Lll -11 21

KITAB THALAK (PERCERAIAN)

Bahasan Pertama Macam-Macam Thalak

Bab I Thalak Ba'in dan Thalak Rai'i

12t

121

121

122

124

Masalah pertama: Hukum thalak tiga dengan sekali ucap Masalah kedua: Apakah pengurangan jumlah thalak dihitung

karenaperbudakansuamiataukahistri

Masalah ketiga: Pengaruh

perbudakan pada pengurangan jumlah thalak 126

Thalak Bid'i

127

Bab II Thatak Sunni dan

Pertama: Apakah termasuk syarat thalak sunni adalah agar tidak diikuti dengan thalak di saat iddah

128

Kedua: Apakah orang yang menthalak tiga disebut thalak sunni

128

Ketiga: Hukum orang yang mencerai di saat istri sedang haid

129

Masalah pertama: Apakah thalak bisa terjadi di saat haid Masalah kedua: Jika menjatuhkan thalak di saat haid, apakah

130

dipaksa untuk merujuk

132

Masalah ketiga: Kapan

Masalah keempat:

dia boleh menjatuhkan thalak setelah dipaksa 132

133

Kapan dipaksa untuk rujuk

Bab III

Khulu'

133

Pasal Pertama: dibolehkannya khulu'

134

Pasal kedua: Syarat-syarat terjadinya Masalah pertama: Ulanran yang dibolehkan dalam khulu'

Masalah kedua: Sifat sesuatu yang dijadikan sebagai pengganti

135

I 35

' 136

Masalah ketiga: Keadaan yang dibolehkan untuk melakukan khulu' 137

Masalah keempat: Sifat wanita yang dibolehkan untuk meminta

lfiulu' Masalah ketiga: Macamnya.

138

139

Pasal keempat: Hukum-hukum yang

menyertainya

Fasakh

' 140

142

Bab IV Perbedaan antara Thatak dan

Bab V Takhyir (Pemberian Hak kepada Istri untuk Memilih) dan

Tamlik (Pemberian IIak Thalak kepada Istri)

Rukun-rukunThalak Bab I LafazhJafazh Thalak dan Syarat-syaratnya. mutlak

.-.-

142

-147

147

-.-.147

-----

-.-'

Pasal Pertama;Lafazh-lafazh thalak yang

Masalah pertama: Apakah perkataan orang yang menthalak bisa

diterima bahwa dia tidak bermaksud menthalak Masalah kedua: Apakah perkataan orang menthalak bahwa dia

'

--.---

-. 149

Bidayatul Mujtahid

bermaksud lebih dari satu kali thalak

149

Pasal kedua: Lafazhlafazh thalak yang dibatasi

155

Bab II Penjelasan Tentang Orang Yang dibolehkan Meniatuhkan Thalak

160

Bab III Penjelasan Tentang Wanita yang Bisa Dijatuhi Thalak

dan Yang Tidak Bisa

165

Rujuk Setelah Thalak

167

Bab I Hukum-Hukum Rujuk dalam Thalak.Rajt

Bab II Hukum-Hukum Rujuk dalam Thalak

Ba'in

Hukum-Hukum Istri Yang Dithalak

Bab I Iddah

-. -. -

t67

1

170

t74

174

Pasal pertama: Iddah istri

P a s a l pertama: Iddah istri - P e r t a m a

- Pertama: Pengetahuan tentang iddah -

174

174

Kedua : Pengetahuan tentang hukum-hukum iddah

-.

186

Masalah pertama: Iddah istri yang ditinggal mati oleh suaminya jika tidak hamrl

188

Masalah kedua: Iddah istri hamil yang ditinggal mati oleh suamrnya

189

Pasal kedua: Iddah kepemilikan budak

190

Bab II Tentang

Mengutus Dua

Mut'ah

Juru Damai

191

193

'1-'-!l al-:A

KITAB 1r,r' (SUMPAH rLA') "

Masalah pertama: Apakah seonmg istri terthalak dengan selesainya

masa empatbulan yang ditentukan

Masalah kedua: Sumpah apakah yang bisa menjadikan ila'

Masalah ketiga: Jika suami tidak mau menggauli istri tanpa ada

sumpah,

apakah disebut sebagai orang yang melakukan ila '

Masalah keempat: Masa ila Masalah kelima: Apakah thalakyang terjadi karena sumpah l/c'

L96

197

199

199

200

adalah thalak ba'in atau raj'i Masalah keenam: Jika suami tidakmaumenthalak dan kembali,

-

201

apakah hakim dapat menthalaknya

201

Masalah ketujuh: Apakah i/a ' bisa berulang, j ika suami menthalak

istrinya, kemudian merujuknya Masalah kedelapan: Apakah isti yang terkena sumpa i/a'harus

menunggu iddah

Masalah

Masalah kesepuluh: Apakah termasuk syarat rujuknya orang yang

melakukan sumpah ila- agar menggauli istrinya di masa iddah

kesembilan: Ila'yangdllakukan olehbudak

KITAB ZHIHAR

,l ^lrll s,l'21

202

202

203

204

206

Pasal pertama: Lafazh-lafazh zhihar

207

Pasal kedua: Syarat-syarat

wajibnya kafarah zhihar

208

Pasal ketiga: Orang yang

sah terkena zhihar

212

Pasal keempat: Sesuatu yang diharamkan atas orang yang menzhihar .215

Pasal kelima: Apakah zhihar bisa berulang sesuai berulangnya

pemikahan

Pasal keenam:

Apakah ila'bisa masuk pada zhihar

Pasalketujuh:Hukum-hukumkafarahzhihar

KITAB LI'AN

gl

lll ul '21

'

216

---2I7

218

227

Pasal pertama: Macam-macam tuduhan yang mewajibkan /i'an dan

syarat-syaratnya

-.

229

Pasal kedua: Sifat-sifat suami istri yang melakukan li'an

Pasala ketiga: Sifat li'an

Pasal keempat: Hukum penolakan salah seorang dari keduanya atau

rujuknyasuami

Pasal kelima: Hukum-hukum yang menjadi keharusan bagi

sempurnanya li'an

'-----235

'.-236

237

240

--

KITAB BERKABUNG

rlrrJl al-:A

243

KITAB JUAL 88LI

7*+ll a't '21

248

Bagian Pertama Macam-Macam Jual Beli Bagian Kedua Sebab-'Sebab Umum yang Membatalkan Jual Beli .-

'

-.-.---249

250

Bab I Barang-Barang yang Haram untuk Diperjualbelikan

Bab II Jual Beti Riba

- 2 50

256

Pasal pertama: Barang-barang yang tidak boleh ada lebihan dan tidak

boleh ada penundaan serta penjelasan tentang alasannya

Pasal kedua: Barang-barang

".'

-

'-'.'257

-.2@

--'--265

yang dibolehkan ada penambahan dan

--'

tidak dibolehkan ada

Pasal ketiga:

penundaan

Barang yang dibolehkan adanya penambahan dan

'

penundaan

Pasal keempat: Barang yang dapat dianggap sebagai satu macam dan

yang tidak

'

-.269

Masalah: Satu jenis dagrng yang tidak dibolehkan adanya

penambahan

Masalah: Menjual

Masalah:

hewan yang hidup dengan yang disembellh

.-

'.'

Menjual tepung dengan gandum

'

"

--.-.-271

273

-

274

Pasal: Menjual barang-barang

dengan jenisnya yang sudah

yang dianggap riba ketika masih basah

kering

'

".-276

xtt

BidayatulMujtahid

Jual Beli yang Menjadi Jalan Menuju Riba Masalah: Iqaalah (Pembatalan)

'.

Jual Beli Sampai Waktu Tertentu (Pembayaran Tempo)

Menjual Makanan SebelumDiterima

'-279

- 280

-.281

286

Pasal pertama: Barang-barang dagangan yang disyaratkan adanya

penerimaan

-'

----------.---287

Pasal kedua: Pengambilan manfaat yang disyaratkan adanya penerimaan ketika menjualnya, dari yang tidak disyaratkan Pasal ketiga: Perbedaan antara makanan yang dijual dengan takaran --

dan perkiraan

-

Karena Penipuan

Bab III Jual beli yang Dilarang

l. Jual beli yang dijelaskan

hukumnya dalam syari'at

2. Jual Beli yang Tidak Dijelaskan Hukumnya dalam Syari'at .-.-' Masalah: Jual beli barang yang tidaknampak dan disifati

-

-'

-

Masalah: Menunda penyerahan barang

Masalah: Jual beli tanaman yangberbuah dalamkumpulan yang

'.

289

'-291

-.-294

--294

310

310

312

-.-

berbeda-beda

"""""""312

Bab IV Jual Beli

Syarat dan Tsunya (Pengecualian) .--.-.--

1. Jual Beli Syarat

2. Jualbeli tsunya (pengecualian)

Bab V Jual Beli yang Dilarang Kerena Membahayakan atau

Menipu

Pasal : Penjualan seseorang atas penj ualan saudaranya

-

'

-

-

-.-

317

-.317

'.-.-.324

328

328

Pasal: Mencegat

para pemasok barang di tengah perjalanan sebelum

'

'

'.'

mereka sampai dipasar

Pasal: Jual beli orang kota kepada orang desa

Pasal: Jual beli Najsy

Bab VI Tentang Larangan dari Segi Waktu Ibadah

Bagian Ketiga Sebab-Sebab Sah dalam Jual Beli Yang Mutlak

'

-

-

330

331

332

336

337

Bab I Akad Bab II Yang Diakadkan (Adanya Barang)

Bab III Dua Orang yang Melakukan

Akad

.-.--.--------

---

342

342

Bagian Keempat Hukum-HukumUmum untuk Jual Beli yang Sah ------343

Hukum Adanya Cacat pada Barang-Barang yang Dijual

'

'

-

3M

Bab I Hukum-Hukum cacat Pada Jual Beli Yang Bersifat Mutlak 344

Pasal pertama: Akad yang mengharuskan adanya hukum karena

adanya cacat

Pasal kedua: Beberapa cacat yang mengharuskan

syarat cacat yang mengharuskan bagi hukum

hukum, serta

tersebut

Pandangan

pertama : Cacat yang mengharuskan hukum . - -

'.'

Pandangan kedua: Syarat yang mengharuskan hukum - Pasal ketiga: Hukum cacat yang mengharuskan hukum, jika barang

"

yang dijual tidakberubah

------

BidayatuIMujtahid

-345

345

345

349

-.

351

xlu

Masalah pertama: Munculnya cacat pada sebagian barang yang

drjr.l

'----.-

Masalah kedua: Munculnya cacat pada jual beli dua orang, yang salah satu dari keduanya menolak pengembalian . -. - Pasal keempat: Macam-macam perubahan yang terjadi di tangan si

-

-. -

---.353

-. 355

pembeli dan hukumnya

Tentang Terjadinya Pengurangan Tentang Terjadinya Penambahan

.'

'-'

-.-

'

-

.-.'

-.-

-

-.-.-.--

355

-.-.-.-.--.358

'

361

Pasal kelima: Keputusan dalam perselisihan hukum ketika terjadi

perselisihandiantaraduaorangyangberjualbeli "

-

-.-

---.------362

Bab II Jual Beli dengan Syarat

Waktu Jaminan Barang-Barang

Pembahasan Tentang

Lepas Tanggung Jawab -.-.-

yang Dijual

Bencana

Pasal Pertama: Sebab-sebab yang menimbulkan bencana

-.-

-

-.-'

363

365

-.--.---.367

370

--

Pasal kedua: Barang-barang yang dijual yang menjadi sasaran

bencana

Pasal ketiga: llkuran barang yang digugurkan

""371

'.'

-

"""371

tersebut

"""'372

-.-.----'-"'373

Pasal keempat: Waktu digugurkannya

Hal-Hal yang Mengikuti Barang-Barang

barang

yang Dijual

Pertama: Menjual pohon kurma yang ada buah kurmanya, kapan

mengikuti penjualan barang asalnya dan kapan tidakmengikutinya

Kedua: Perselisihan mereka tentang menjual harta yang dimiliki oleh

budak

373

375

Perselisihan Dua Orang yang Berjual Beli -

'

Hukum-Hukum Umum Pada Jual Beli Yang Tidak Sah

.--

'.'."""""'

378

"""""

380

SFoll -1'l'zL

KITAB TUKAR MENUKAR UANG

383

Masalah pertama: Jual beli emas dengan emas dan perak dengan

"""""""

perak

Masalah kedua: Jual beli pedang dan mushaf yang dihias (dengan

emas atau peraQ

384

""""387

Masalah ketiga: Masa penukaran uang yang dilakukan dengan tunai Masalah keempat: orang yang menukar uang dirhamnya dengan uang

dinar, kemudian ia mendapatkan uang dirhamnya palsu, lalu ia

hendakmengembalikannya

388

""""""" 389

Masalah kelima: Timbangan emas dengan emas dan perak dengan

perak

""""""""" 391

Masalah keenam: Tukar menukar uang dinar dengan uang dirham yang masih dalam tanggungan

""""""'

393

Masalah ketujuh: Jual beli dan penukaran uang

""""""' 395

et-rllll -t

'21

KITAB AS-SALAM (JUAL BELI PESANAN DENGAN

PEMBAYARAN DI MUKA)

396

Bab I Sesuatu (objek) yang Dipesan dan Syarat-syaratnya .-

 

--

396

(l).Tentang batas waktu yang ditentukan

'

-

-

-

399

(2). Perselisihan mereka tentang apakah syaratjual beli salam agarjenis

barang yang dipesan harus ada ketika akad jual beli salam

-.-

(3).Adapun syarat ketiga yaitu tempat penerimaan

'.--.-- - ---42

--.-----.-q2

(4). Syarat keempat yaitu agar harganya diperkirakan

ditimbang, dihitung atau diukur, tidak dengan

dengan ditakar,

taksiran

. -

Bab II Sesuatu yang Boleh Dituntut dari Orang yang Menerima

Pesanan sebagai Pengganti dari Barang Pesanan. Serta Sesuatu

yang Terjadi dalam Hal itu Berupa Pembatalan, Penyegeraan dan Penundaan Bab III Perselisihan Antara Penjual dan Pembeli dalam

Jual Beli Sa1am

403

403

409

,l+ill ,, #4 al-6

KITAB JUAL BELI DENGAI\ MEMILIH ANTARA

MENERUSKAN TRANSAKSI ATAU MEMBATALKANNYA

(KHTYAR)

Masalah Pertama:

Masalah kedua: Masa khiyar

Masalah ketiga: Pensyaratan

Masalah keempat: Dari siapa jaminan barang yang dijual selama

waktu khiyar?

Dibolehkannya khiyar

tunai dalam khiyar

-

--

'----

412

-.412

413 -

415

-.'.-.415

Masalah kelima: Apakah ltriyar barang yang dijual dapat diwariskan

atau tidak?

Masalah keenam: Siapakah yang lJriyarnya sah?

:

llrll t d4 al-;A

KITAB JUAL BELI MURABAHAH

-.----.---.---417

-

-

---.'419

422

Bab I Mengenai Sesuatu yang Terhitung dan yang Tidak

Terhitung Sebagai Modal, Serta Sifat Modal yang dibolehkan

Untuk Dijadikan Dasar Mendapatkan Keuntungan

--.-

-

--.422

Bab II Mengenai Hukum Thmbahan dan Pengurangan Yang

Terjadi Pada Harga yang Diberitahukan Penjual

f--FIl

KITAB JUAL BELI 'ARIYYAII

,, !14 at '21

ilrt+ll

KITAB SEWA-MENYEWA

al-;€,

-"

-----.-------. 425

428

435

Macam-Macam, Syarat-Syarat Sah dan Rusaknya .:

436

Adapunmenggaji mu'adzin

Adapun menyewakan pejantan dari unta, sapi atau binatang ternak Adapun hasil tukang bekam

43

445

47

Hukum Sewa-Menyewa

453

Pertama: Perkara-perkara yang mengharuskan

akad ini tanpa adanya

kejadian (emergency) yang datang Kedua: Hukum-hukum darurat yang

kepadanya datang belakangan

453

455

Pasal pertama: Pembatalan

455

Pasal kedua: Tanggung

Pasal ketiga: Hukum

jawab (aminan)

perselisihan

458

462

KITAB AI JU'L

J+tl at'21

466

ut'21

"ilfll

KITAB QIRADH (MEMBERI

MEMPEROLEH BAGIAN

MODAL DENGAN

LABA)

Syarat

Bab I Mengenai Objeknya

Bab II Mengenai Masalah

Bab III Pembicaraan Mengenai

Perselisihan

Hukum-Hukum Qiradh

Hukum hal-hal yang tidak

Hukum qiradh yang rusak

terduga

diantara dua pelaku qiradh

468

469

471

47

4

477

479

.' 482

iiSt -.oll ut '21

Dibolehkannya Musaqah

Mengenai Keabsahan

Musaqah

Rukunpertama:Mengenaiobjekmusaqah

Rukun kedua: Pekerjaan yang dengannya musaqah terjadi

Rukun ketiga: Sifat pekerjaan yang ada dalam musaqah

keempat: Tenggang waktu musaqah

Rukun

Mengenai Hukum-Hukum Sahnya

Hukum-Hukum Musaqah yang

Musaqah

Rusak

483

483 '

485

485 '

488 '

490

.'

'

.-.-491

--493

'--.494

'AArilll at*1

KITAB SYTRKAH (USAHA KERJASAMA) Syirkah'Inan

Rukun pertama: Harta yang menjadi Objeknya

Masalah pertama: Syirkah dalam dua jenis yang berbeda Masalah kedua: Syirkah dalam dua benda yang bersifat ribawi

496

'.496

'497

'.' 497

498

xvt

Bidayatul Mujtahid

Masalah ketiga: Syirkah dalam satu jenis yang bersifat ribawi Rukun kedua: Cara membagi keuntungan di antara mereka berdua

498

499

Rukunketiga:Mengetahuikadarpekerjaan

500

Syirkah

Mufowadhah

501

Syirkah

Abdan (A'mal)

502

Mengenai Syirkah

Wujuh

Pembicaraan Mengenai

Hukum Syirkah yang Benar

503

503

lid-i$itl at'21

KITAB SYUF'AH (HAK MEMBELI LEBrH DAHULU)

Bagian

Pertama Mengenai Pembenaraan Hukum ini dan Rukun-

Rukunnya

Rukun pertama: Orang yang

Rukun kedua: Barang syuf

memiliki hak membeli lebih dahulu

'ah

Rukun ketiga: Orang yang dimintaihaksyuf 'ah

Rukun keempat: Mengenai pengambilan sesuatu dengan syuf 'ah

'ah

Pertama: Mengenai cara membagi barang syuf

Kedua: Apakah sebagian pemegang

saham dapat menggugurkan

sebagian

yang lain dari hak syuf

'ah?

Kedua Beberapa Hukum Syuf 'ah

Bagian

So-rlrltl s't '21

KITAB PEMBAGIAN

505

505

505

508

510

511

513

514

518

522

Bab I Macam-Macam Pembagian

Bagian Pertama Pembagian harta

pokok

522

523

Bagian Kedua Manfaat Harta Pokok

Pasal pertama:

Tempat tinggal

523

523

Pasal kedua: Harta benda

528

Pasal ketiga: Hukum-hukumnya

Bagian Ketiga Pembagian

Manfaat

530

531

Bab II Mengenai Beberapa Hukum

KITAB GADAI

.rt|y'l st'21

Pembicaraan

Mengenai

Mengenai

Mengenai

Beberapa Rukun

Syarat-Syarat Gadai

Hukum-Hukum Gadai

l+lt

sl:t1

IilTAB LARANGAN MEMBELANJAKAN HARTA

Bab I Golongan Orang-Orang yang Dilarang Membelanjakan

Hartanya

532

536

536

539

542

55 I

551

Bab II Kapan Mereka Keluar dari

Harta Mereka dan dengan Syarat

Bab III Hukum-Hukum Tindakan

dan Memberi Izin

Pelarangan Membelaniakan

Apa Mereka Keluar Mereka Dalam Hal Menolak

;ll-;lltll ,j-;A

KITAB TENTANG PAILIT

553

556

561

Fl-€ll al-;4,

KITAB TENTANG PERDAMAIAN

'LJlSAll st '21

KITAB TENTANG JAMINAN

KITAB AL HIWALAH

LJlrrll al-:A

580

s83

591

ij-JlAtll al-:A

KITAB

TENTANG PERWAKILAN

Bab I Rukun-rukunya

Rukun

pertama: Pemberi kuasa

595

595

.-------------- 595

Rukunkedua: Wakil

Rukun ketiga: Objek akad (mandat untuk melaksanakan tugas) --

Rukun keempat: AkadWakalah

-596

----.596

----------596

Bab II Beberapa Hukum

Bab III Perselisihan antara

Yang

Terkait

.-

Pemberi Kuasa dengan wakilnya

597

599

i-Ljilll al-;A

KITAB TENTANG BARANG TEMUAI\.

Pertama: Mengenai Rukun-rukunnya

Kedua: HukumBarangyang

Bab Mengenai Al-Laqith

Ditemukan

i-*=1rjl al-:4.

KITAB TENTANG TITIPAN

i--rl*Il aLj4r

KTTAB',ARTYAH (PINJAMAN)

'Ariyah

Rukun

Hukum Barang

Pinjaman

-----.--.---

-.-

-.-.-.-

-

.--------

------

-.---

---

601

601

-.6M

613

61s

62

r

-.621

---622

{gill

lt'zL

KITAB MENGAMBIL BARANG ORANG LAIN TANPA

SEINZINNYA Bab I Tanggungan

628

628

Rukun pertama: Sesuatu yang mewajibkan adanya suatu tanggungan

R u k u n pertama: Sesuatu yang mewajibkan a d a n y a suatu

Rukun kedua: Sesuatu yang mewajibkan tanggungan padanya

R u k u n kedua: S e s u a t u yang mewajibkan tanggungan

Rukun ketiga: Yang wajib dalam

ghashab

Bab II Mengenai Sesuatu yang Tidak Disangka-Sangka Terjadi pada Barang yang Dighashab

Bab II Mengenai Sesuatu yang Tidak Disangka-Sangka Terjadi pada B a r a n g yang

628

629

630

631

ll al

'21

KITAB TUNTUTAN HAK

;gl

*ll

a|.z1

KrTAB HrBAH (PEMBERTAN)

648

652

Rukun-rukun Hibah

652

Syarat-syarat

Hibah

656

Pembicaraan

tentang Macam-macam Hibah

659

Pembicaraan Tentang Hukum-hukumnya

l

rt-tll

.11L'21

663

KITAB TENTANG WASIAT

666

Bagian Pertama Pembahasan Tentang Rukun-Rukunnya

66

l. Orang yang berwasiat

2. Orang yang menerima wasiat

666

666

3. Barang yang diwasiatkan

669

4.Maknayangmenunjukkanlafazhwasiat

671

Bagian Kedua Pembahasan Tentang Hukum-Hukumnya

KITAB IIUKT]M WARIS

'id,l1.3d,la't'21

Warisan Anak Keturunan

Warisan Suami-Istri Warisan Bapak-Ibu

Warisan Saudara-Saudara Seibu

Saudara-Saudara Kandung atau Sebapak

Warisan

Warisan Kakek Warisan Nenek

BabTentangAlHajb(Penghalang)

Hukum Radd Kepada

Ashabul Furudh

Apakah Seorang Muslim Mendapatkan Warisan dari Seorang yang

Kafir atau yang Murtad

BidayatulMujtahid

672

676

679

6U

6M

687

688

693

698

703

7M

705

xlx

Warisan pemeluk agama yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya ----707

Warisan Hamlaa'(Penanggung

Beban)

Warisan Orang-orangyangHilang

-----.-.-----709

----710

Warisan Anak Dari Wanita

yang DiJi'an danAnak Hasil Zina -.----------.-

711

Ketetapan nasab yang mengharuskan adanya hak waris

----713

Apakah

Anak-anak Hasil Zina Dinasabkan kepada Bapak-bapak

Mereka?

.--------- ---.------717

Kapan seorang anak dinasabkan kepada suami (bapak)

Masa Kehamilan yang Ditetapkan untuk seorang anak Dinasabkan

'.718

kepada bapaknya

Apakah Nasab ltu

718

719

---.---.-722

-'-.'

Bisa Ditetapkan Dengan Q"foh (Ahli Nasab) -.'

Warisan Pembunuh

Apakah Orang Kafir Mendapatkan Warisan Jika Dia Masuk Islam setelah Meninggalnya Pemilik Waris Muslim dan sebelum Warisan

Dibagi

Bab Tentang Wala' (HakPemilikan atas Budak yang Dibebaskan)

Masalah pertama: Wal a' orang yang memerdekakan budak Masalah kedua: Jika seseorang masuk Islam dengan perantaraan

- -

--.--.-723