Anda di halaman 1dari 14

SKRINING PTM

I. DEFINISI

Penyakit Tidak Menular yang selanjutnya disingkat PTM adalah penyakit yang tidak bisa
ditularkan dari orang ke orang, yang perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka
waktu yang panjang (kronis).

Penanggulangan PTM adalah upaya kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan
preventif tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitatif serta paliatif yang ditujukan
untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian yang dilaksanakan secara
komprehensif, efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Surveilans PTM adalah kegiatan pengamatan yangsistematis dan terus menerus terhadap
data dan informasi tentang kejadian faktor risiko dan PTM serta kondisi yang
mempengaruhi terjadinya peningkatannya untuk memperoleh dan memberikan
informasi guna mengarahkan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien.

Pengaturan Penanggulangan PTM dalam Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:

a. Melindungi masyarakat dari risiko PTM


b. Meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi dampak sosial, budaya, serta
ekonomi akibat PTM pada individu,keluarga, dan masyarakat
c. Memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan Penanggulangan PTM
yang komprehensif, efisien, efektif, dan berkelanjutan.
II. RUANG LINGKUP
1. Kelompok PTM berdasarkan sistem dan organ tubuh meliputi:
a. penyakit keganasan
b. penyakit endokrin, nutrisi, dan metabolik
c. penyakit sistem saraf
d. penyakit sistem pernapasan
e. penyakit sistem sirkulasi
f. penyakit mata dan adnexa
g. penyakit telinga dan mastoid
h. penyakit kulit dan jaringan subkutanius
i. penyakit sistem musculoskeletal dan jaringan penyambung
j. penyakit sistem genitourinaria
k. penyakit gangguan mental dan perilaku
l. penyakit kelainan darah dan gangguan pembentukan organ darah.
Kelompok PTM terdiri atas jenis PTM sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi
Internasional Penyakit (International Statistical Classification of Diseases and Related
Health Problems) yang berlaku.
2. PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat bertanggung jawab
menyelenggarakan Penanggulangan PTM serta akibat yang ditimbulkannya.
Penyelenggaraan Penanggulangan PTM dilaksanakan melalui Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).
Penyelenggaraan Penanggulangan PTM diprioritaskan pada jenis PTM yang menjadi
masalah keseha\\tan masyarakat, dengan kriteria sebagai berikut:
a. tingginya angka kematian atau kecacatan
b. tingginya angka kesakitan atau tingginya beban biaya pengobatan
c. memiliki faktor risiko yang dapat diubah.

Penyelenggaraan Penanggulangan PTM dilaksanakan melalui Upaya Kesehatan


Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yaitu

a) Penyelenggaraan Penanggulangan PTM melalui Upaya Kesehatan Masyarakat


(UKM) dilaksanakan dengan upaya pencegahan dan pengendalian.
Pencegahan dititikberatkan pada pengendalian faktor risiko PTM yang dapat
diubah.

Faktor risiko perilaku yang dapat diubah sebagaimana meliputi:

a. merokok
b. kurang aktifitas fisik
c. diet yang tidak sehat
d. konsumsi minuman beralkohol
e. lingkungan yang tidak sehat.

Pencegahan dilaksanakan melalui kegiatan promosi kesehatan, deteksi dini


faktor risiko, dan perlindungan khusus.Pengendalian dilaksanakan melalui
kegiatan penemuan dini kasus dan tata laksana dini.

b) Penyelenggaraan Penanggulangan PTM melalui Upaya Kesehatan Perorangan


(UKP) dilaksanakan dengan penanganan kasus.
3. Surveilans PTM
Dalam penyelenggaraan Penanggulangan PTM, dilaksanakan Surveilans PTM sebagai
dasar penetapan kegiatan penanggulangan. Surveilans PTM bertujuan untuk
memperoleh informasi tentang situasi, kecenderungan penyakit, dan faktor risikonya
sebagai bahan pengambilan keputusan dalam rangka pelaksanaan program
penanggulangan secara efektif dan efisien.
Surveilans PTM dilakukan melalui kegiatan pengumpulan data, pengolahan dan
analisis data, intepretasi data, serta diseminasi informasi terhadap faktor risiko,
penyakit, dan penyebab kematian.
Surveilans PTM dilaksanakan melalui kegiatan:
a. surveilans faktor risiko
b. registri penyakit
c. surveilans kematian.

Promosi kesehatan bertujuan untuk mewujudkan PHBS dengan menciptakan dan


mentradisikan perilaku CERDIK masyarakat, yaitu; Cek kesehatan secara
berkala,Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan gizi seimbang,
Istirahat yang cukup, dan Kelola stress.

Promosi kesehatan dilakukan dengan strategi advokasi, pemberdayaan masyarakat,


dan kemitraan yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Promosi kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi di bidang promosi kesehatan dan/atau Penanggulangan PTM.
Deteksi dini dilakukan untuk menemukan faktor risiko PTM sedini mungkin. dilakukan
terhadap individu dan/atau kelompok yang berisiko atau tidak berisiko secara rutin
melalui:

a. wawancara
b. pengukuran
c. pemeriksaan

Deteksi dini dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas/tempat


dilaksanakan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).Hasil deteksi dini positif
berisiko PTM, harus ditindaklanjuti dengan pengendalian faktor risiko.

III. TATALAKSANA
a. Penanganan Kasus
Penanganan kasus dilakukan melalui pelayanan pengobatan dan
perawatan,rehabilitasi dan paliatif. Pelayanan pengobatan dan perawatan
diberikan kepada individu yang menderita sakit dengan tujuan untuk mengurangi
faktor risiko, mengobati penyakit, mencegah/mengurangi penyulit, memberikan
prognosis serta meningkatkan kualitas hidup.
Dalam melakukan penanganan kasus, tenaga kesehatan harus menciptakan dan
mentradisikan perilaku PATUH yaitu; Periksa kesehatan secara rutin, Atasi
penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap aktivitas fisik dengan aman,
Upayakan diet sehat dan gizi seimbang,dan Hindari asap rokok, minuman
beralkohol dan zat karsinogenik.
Penanganan kasus diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai
standar pelayanan atau Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) dan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pelayanan rehabilitasi ditujukan untuk mengembalikan penderita ke tengah
keluarga dan masyarakat sehingga dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat
yang berguna untuk dirinya dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan
kemampuannya.
Pelayanan paliatif ditujukan untuk mencapai kualitas hidup pasien dan kematian
yang bermartabat.
b. PERAN SERTA MASYARAKAT
Masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok berperan aktif dalam
Penanggulangan PTM.
Peran serta masyarakat dilaksanakan melalui kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat (UKBM) dengan membentuk dan mengembangkan Pos Pembinaan
Terpadu PTM (Posbindu PTM).
Pada Pos Pembinaan Terpadu PTM (Posbindu PTM) dapat dilaksanakan kegiatan
deteksi dini, monitoring dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri
dan berkesinambungan di bawah pembinaan Puskesmas.
c. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan Penanggulangan
PTM, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat melakukan
penelitian dan pengembangan yang berbasis bukti di bidang:
1) epidemiologi penyakit
2) pencegahan dan pengendalian faktor risiko
3) pelayanan pengobatan dan perawatan
4) dampak sosial dan ekonomi
5) teknologi preventif untuk skrining massal dan konfirmatif individual
6) teknologi promotif untuk advokasi, pemberdayaan masyarakat, dan
kemitraan.
Selain bidang penelitian dan pengembangan dapat dilakukan pada bidang lain
sesuai dengan kebutuhan.
d. PEMANTAUAN DAN EVALUASI
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melakukan pemantauan dan evaluasi
penyelenggaraan Penanggulangan PTM pada masyarakat.
Pemantauan dan evaluasi dilaksanakan berdasarkan hasil Surveilans PTM sesuai
arah dan tujuan kebijakan Penanggulangan PTM.
1. Pemantauan penyelenggaraan Penanggulangan PTM dilakukan terhadap
upaya :
a. pencegahan, dengan indikator menemukan faktor risiko PTM
b. pengendalian, dengan indikator tidak ada penambahan kasus baru
c. penanganan, dengan indikator mengurangi angka kecacatan atau
kematian akibat penyakit.
2. Evaluasi penyelenggaraan Penanggulangan PTM dilakukan terhadap upaya:
a. pencegahan dan pengendalian, dengan indikator PTM tidak menjadi
masalah kesehatan di masyarakat
b. penanganan, dengan indikator menurunnya angka kecacatan kejadian
penyakit atau tidak menjadi masalah kesehatan
IV. DOKUMENTASI
PENCATATAN DAN PELAPORAN
1. Kegiatan di Dalam Gedung :
Setelah selesai pelayanan, data – data pasien :
a. ditulis dalam Buku Register
b. di-input dalam SIMPUS, SIKDA dan p-care Puskesmas melalui komputer
2. Kegiatan di Luar Gedung :
a. Buku Tugas Luar
b. Offline Posbindu
Setelah di masukkan dalam buku pencatatan hasil kegiatan Posbindu PTM ,
hasilnya di masukkan dalam aplikasi Offline Posbindu. Di alamat web pptm
kemenkes – Aplikasi Surveilans Penyakit Tidak Menular
LAMPIRAN

1. Form Skrining PTM


2. Form Deteksi Dini SRQ 20
3. Form Laporan Hipertensi
4. Form Laporan Diabates Melitus
5. Form Laporan Skrinning Ptm
6. Form Laporan Survailen
7. Laporan deteksi dini Kanker Cervix
Lampiran 1
Lampiran 2

Instrumen Deteksi Dini


SRQ 20

Untuk lebih mengerti kondisi kesehatan Anda, kami akan mengajukan 20 pertanyaan yang
berhubungan dengan keluhan atau masalah tertentu yang mungkin dirasakan menganggu
Anda selama 30 hari terakhir. Jika keluhan/masalah yang ditanyakan sesuai dengan keadaan
Anda, maka berilah tanda cek (√) pada kolom YA, sedangkan jika keluhan/masalah tersebut
tidak dialami atau tidak sesuai dengan keadaan Anda maka berilah tanda cek (√) pada kolom
TIDAK.

No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda sering menderita sakit kepala?
2 Apakah anda tidak nafsu makan?
3 Apakah anda sulit tidur?
4 Apakah anda mudah takut?
5 Apakah anda merasa tegang, cemas atau kuatir?
6 Apakah tangan anda gemetar?
7 Apakah pencernaan anda terganggu/ buruk?
8 Apakah anda sulit untuk berpikir jernih?
9 Apakah anda merasa tidak bahagia?
10 Apakah anda menangis lebih sering?
11 Apakah anda merasa sulit untuk menikmati kegiatan sehari-hari?
12 Apakah anda sulit untuk mengambil keputusan?
13 Apakah pekerjaan anda sehari-hari terganggu?
14 Apakah anda tidak mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat
dalam hidup?
15 Apakah anda kehilangan minat pada berbagai hal?
16 Apakah anda merasa tidak berharga?
17 Apakah anda mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup?
18 Apakah anda merasa lelah sepanjang waktu?
19 Apakah anda mengalami rasa tidak enak di perut?
20 Apakah anda mudah lelah?

Jika Anda mengalami minimal 6 dari 20 keluhan di atas maka hal tersebut menandakan Anda
membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Lampiran 3
SPM PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI TAHUN 2018
BULAN : November
PREVALENSI CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI
HIPERTENSI ESTIMASI PENDERITA TOTAL CAKUPAN SAMPAI
JUMLAH TOTAL
KAB/KOTA PENDERITA HIPERTENSI CAKUPAN
NO PUSKESMAS PENDUDUK > 15 CAKUPAN
BERDASARKAN HIPERTENSI DI YANG BULAN
TAHUN BULAN
RISKESDAS 2013 KAB/KOTA DILAYANI SEKARANG
SEBELUMNYA
(%) ABSOLUT %
1 KEDUNDUNG 23129 26,10 6.036 59 2095 59 2154 35,68588469

PENGERTIAN
1 Sasaran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas
2 Penderita hipertensi esensial atau hipertensi tanpa komplikasi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar, dan upaya promosi kesehatan melalui modifikasi gaya
hidup di FKTP
3
Penderita hipertensi dengan komplikasi (jantung, stroke, dan penyakit ginjal kronis,DM) perlu dirujuk ke FKTL yang mempunyai kompetensi untuk penanganan komplikasi
4 Standar pelayanan kesehatan penderita hipertensi adalah :
a. Mengikuti panduan praktek klinik bagi dokter di FKTP
b. Pelayanan kesehatan sesuai standar diberikan kepada penderita hipertensi di FKTP
c. Pelayanan kesehatan hipertensi sesuai standar meliputi pemeriksaan : pemeriksaan dan monitoring tekanan darah, edukasi, pengaturan diet seimbang,
d. Pelayanan kesaehatan berstandar ini dilakukan untuk mempertahankan tekanan darah pada <140/90 mmHg untuk usia <60 tahun dan <150/90 mmHg untuk
e. Selama menjalani pelayanan kesehatan sesuai standar, jika tekanan darah penderita hipertensi tidak bisa dipertahankan sebagaimanan dimaksud pada poin

Mojokerto, Desember 2018


Mengetahui
Kepala Puskesmas Kedundung

drg. ENI SURYAWATI


NIP. 196220704198803 2 006

Lampiran 4
SPM PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA DIABETES MELLITUS di JAWA TIMUR TAHUN 2018
BULAN : NOVEMBER
PREVALENSI PENDERITA CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA DM SESUAI STANDAR (termasuk
JUMLAH
NO PUSKESMAS DM (6.9% X DM YANG TOTAL CAKUPAN BULAN TOTAL CAKUPAN SAMPAI DENGAN BULAN
PENDUDUK
jumlah DILAYANI CAKUPAN SEKARANG ABSOLUT %
1 KEDUNDUNG 30.025 2.071 21 1182 21 1203 58,08788025

PENGERTIAN
1 Sasaran indikator adalah Penyandang DM di wilayah kerja kabupaten/kota
2 Penduduk yang ditemukan menderita DM atau penyandang DM memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar dan upaya promotif preventif di FKTP

3 Penduduk yang ditemukan menderita DM atau penyandang DM dengan komplikasi perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan untuk penanganan selanjutnya

4 Pelayanan kesehatan penyandang DM diberikan sesuai kewenangannya oleh dokter (DLP), perawat, nutisionis / tenaga gizi
5 Pelayanan kesehatan diberikan kepada penyandang DM di FKTP sesuai standar meliputi 4 pilar penatalaksanaan : edukasi, aktifitas fisik, terapi nutrisi
6 Setiap penyandang DM yang mendapatkan pelayanan sesuai standar termasuk pemeriksaan HbA1C
7 Bagi penyandang DM yang belum menjadi peserta JKN diwajibkan menjadi peserta JKN

Mojokerto, Desember 2018


Mengetahui
Kepala Puskesmas Kedundung

drg. ENI SURYAWATI


NIP. 196220704198803 2 006

Lampiran 5
SPM PELAYANAN KESEHATAN PADA USIA PRODUKTIF ( 15 - 59 tahun) di UPT PUSKESMAS KEDUNDUNG TAHUN 2018
BULAN : AGUSTUS
PEMERIKSAAN
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN SESUAI STANDAR
IMT LINGKAR PERUT TEKANAN DARAH GULA DARAH*) IVA PEREMPUAN USIA 30 - 59 TH
GANGGUAN MENTAL
TOTAL
SASARAN 15 - 59 THN OBESITAS SENTRAL TAJAM PENGLIHATAN TAJAM PENDENGARAN EMOSIONAL (SRQ 20) TOTAL
HIPER- CAKUPAN CAKUPAN CAKUPAN TOTAL CAKUPAN SAMPAI
NO PUSKESMAS JUMLAH DI- OBESITAS JUMLAH DI- JUMLAH DI- HIPERTENSI JUMLAH DI- TOTAL CAKUPAN IVA SAMPAI CAKUPAN
GLIKEMIA JUMLAH HASIL BULAN BULAN BULAN DENGAN BULAN
PERIKSA PERIKSA PERIKSA JUMLAH JUMLAH JUMLAH PERIKSA DENGAN BULAN SEKARANG BULAN
P : LP > 80 cm ABNORMAL ABNORMAL SKOR > 6 > 200 mg/Dl SEBELUMN SEKARANG SEKARANG SEKARANG
DIPERIKSA DIPERIKSA DIPERIKSA SEBELUMNYA
YA
IMT ≥ 25 L : LP > 90 cm T ≥ 140 / 90
L P TOTAL L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P SASARAN DI PERIKSA NEG POS IVA IVA ABSOLUT % L P L P ABSOLUT %
1 KEDUNDUNG 5027 4982 10009 3292 13 13 354 13 367 11,14823815 12 62 74 0,7393346
2 G GEDANGAN 2303 2335 4638 1543 20 20 300 20 320 20,73882048 239 549 788 16,990082
3 MERI 2718 2778 5496 1836 20 20 235 20 255 13,88888889 0 0
10048 10095 20143 6671 53 53 889 53 942 45,77594752 251 611 862 17,729417

KETERANGAN Mojokerto, September 2018


*) PEMERIKSAAN GULA DARAH ACAK UNTUK SASARAN ≥ 40 TAHUN ATAU > 15 TAHUN BILA MEMPUNYAI FAKTOR RISIKO OBESITAS IMT ≥ 25 / LP PRIA > 90 cm / LP WANITA > 80 cm Mengetahui
**) PEMERIKSAAN IVA SADANIS BAGI WANITA USIA 30 - 59 TAHUN (DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM MINIMAL IVA, PAPSMEAR BISA DIMASUKKAN CAKUPAN) Kepala Puskesmas Kedundung
LAPORAN IVA SADANIS DIBUAT SENDIRI OLEH PROGRAM

PENGERTIAN
Pelayanan skrining kesehatan usia 15-59 tahun sesuai standar adalah
a Diberikan sesuai kewenangan oleh dokter, bidan, perawat, nutisionis, petugas pelaksanan posbindu terlatih drg. ENI SURYAWATI
b Dilakukan di Puskesmas dan jaringannya (Posbindu PTM) serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang bekerjasama dengan pemerintah daerah NIP. 196220704198803 2 006
c Minimal dilakukan 1 tahun sekali
d Meliputi :
1. Deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan memeriksa tinggi badandan berat badan serta lingkar perut
2. Deteksi hipertensi dengan memeriksa tekanan darah
3. deteksi kemungkinan diabetes mellitus menggunakan tes cepat gula darah
4. deteksi gangguan mental emosional dan perilaku
5. pemeriksaan ketajaman penglihatan
6. pemeriksaan ketajaman pendengaran
7. deteksi dini kanker dilakukan melalui pemeriksaan payudara klinis dan pemeriksaan IVA khusus untuk wanita usia 30 - 59 tahun

Lampiran 6
LAPORAN KASUS PENYAKIT TIDAK MENULAR TAHUN 2018
Kota : Mojokerto Bulan : Januari
KASUS BARU*) Jumlah
KASUS LAMA**)
NO NAMA PENYAKIT ICD-X 0-7 hari 8-28 hari >29-1 thn 1- 4 5-9 10-14 15-19 20 - 44 45 - 54 55 - 59 60 - 69 70+ TOTAL Kunjungan
L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P JUM L P JUM L P JUM
1 Hipertensi I10 9 38 30 117 16 79 42 79 11 51 108 364 472 42 219 261 150 583 733
2 Penyakit jantung koroner I24.0 6 2 10 6 6 15 12 5 4 28 38 66 19 40 59 47 78 125
3 Gagal jantung I50 4 3 2 1 1 2 0 6 7 13 2 7 9 8 14 22
4 PPOK J44 0 0 0 0 0 0 0
5 Stroke I64 2 7 6 0 2 1 4 1 2 9 16 25 8 5 13 17 21 38
6 Diabetes Melitus Tipe I E10 1 1 1 7 0 4 3 6 1 2 6 20 26 2 6 8 8 26 34
7 Diabetes Melitus Tipe II E11 1 11 8 39 6 40 12 39 3 4 30 133 163 17 88 105 47 221 268
8 Diabetes Mellitus Gestasional O24 0 0 0 0 0 0 0
9 DM-TB 1 1 1 0 3 3 2 2 0 5 5
10 Obesitas E66 0 0 0 0 0 0 0
11 Penyakit tiroid E00 0 0 0 0 0 0 0
12 Hipotiroid E03 0 0 0 0 0 0 0
13 Hipertiroid E05 1 1 1 1 2 0 1 1 2
14 Hipertropi Prostat 3 1 4 0 4 1 1 5 0 5
15 Asma Bronkiale J45 1 2 3 2 2 3 2 3 4 1 1 10 14 24 5 11 16 15 25 40
16 SLE / Lupus M32 0 0 0 0 0 0 0
17 Thalasemia D56 0 0 0 0 0 0 0
18 Osteoporosis M81 0 0 0 0 0 0 0
19 Ginjal Kronik N00-N19 1 1 1 0 3 3 0 0 3 3
20 Rematoid Artritis M05.9 2 14 4 24 2 18 6 16 3 11 17 83 100 6 21 27 23 104 127
21 Leukemia C91-C95 1 0 1 1 0 0 1 1
22 Kanker cerviks C53 0 0 0 0 0 0 0
23 Kanker Payudara C50 1 0 1 1 0 0 1 1
24 Tumor payudara C50 1 0 1 1 4 4 0 5 5
25 Kanker Kolorektal D12 0 0 0 0 0 0 0
26 Cidera Akibat Terbakar X00-X19 0 0 0 0 0 0 0
27 Cidera Akibat Tenggelam W65-W74 0 0 0 0 0 0 0
28 Cidera Akibat Keracunan X40-X49 0 0 0 0 0 0 0
29 Cidera Akibat Digigit Ular X20-X29 0 0 0 0 0 0 0
30 Cidera Akibat KLL V01-V99 0 0 0 0 0 0 0
31 Cidera Akibat Kekerasan X60-Y09 0 0 0 0 0 0 0
32 Cidera Akibat Jatuh W00-X59 0 0 0 0 0 0 0
33 Psoriasis Vulgaris L40.0 0 0 0 0 0 0 0
34 Retinoblastoma C69 0 0 0 0 0 0 0
35 Glaukoma H40-H42 2 0 2 2 0 0 2 2
36 OMSK H.66 1 0 1 1 0 0 1 1
37 Gangguan Refraksi H.52 1 6 2 9 3 1 1 1 1 7 18 25 2 2 4 9 20 29
38 Serumen Prop H.61.2 2 4 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 8 9 17 0 8 9 17
39 Katarak H25.2 1 1 1 3 1 2 5 2 9 7 16 5 5 9 12 21
40 NIHL/tuli akibat bisisng H25.2 1 1 1 1 2 0 1 1 2
41 Presbicusis H.93 1 0 1 1 0 0 1 1
42 Tuli Kongenital H.93 0 0 0 0 0 0 0

*) KASUS BARU : kasus yang datang berobat untuk pertama kalinya pada sakit tersebut Mojokerto, April 2018
**) KASUS LAMA : kasus yang datang berobat untuk kedua kalinya atau lebih pada episode sakit yang sama dengan berobat pertama Mengetahui
***) JUMLAH KUNJUNGAN KASUS : merupakan penjumlahan kasus lama dan kasus baru Kepala Puskesmas Kedundung

drg. ENI SURYAWATI


NIP. 196220704198803 2 006

Lampiran 7
REKAPITULASI DETEKSI DINI
KANKER PAYUDARA DAN KANKER LEHER RAHIM
KOTA MOJOKERTO

PUSKESMAS : KEDUNDUNG Bulan : NOVEMBER

KOTA : MOJOKERTO Tahun : 2018

PROPINSI : JAWA TIMUR

Hasil Pemeriksaan PAYUDARA Hasil Pemeriksaan LEHER RAHIM Krioterapi


Puskesmas RS Puskesmas RS
No Kelompok Umur Diperiksa Hari yg Hari yg Keterangan
Kelainan Kelainan Kanker
Tumor / Curiga Kanker Curiga sama berbeda
Payudara IVA Positif Ginekologi Leher
benjolan Kanker Payudara Kanker
Lainnya Lainnya Rahim
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [13] [14] [15] [16) [17) [18)

1 Usia <30 thn 10

2 Usia 30- 39 thn 23

3 Usia 40 - 59 thn 8

4 Usia > 50 thn 1

Total 42 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Keterangan : Mojokerto, Desember 2018


Target 5 tahun (30-50 tahun) : ……. Orang Mengetahui
Target 1 tahun (30-50 tahun) : ……. Orang Kepala Puskesmas Kedundung
Cakupan IVA & CBE bulan / tahun ini (30-50 tahun) : …….. Orang
(…....% dari target 1 tahun)

drg. ENI SURYAWATI


NIP. 196220704198803 2 006

REFERENSI
1. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG RENCANA
AKSI NASIONAL PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR TAHUN 2015-2019
2. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2015 TENTANG
PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR