Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS BAH BIAK
Jalan Manunggal Karya Pematangsiantar 21127
Email : puskesmasbahbiak@gmail.com

KERANGKA ACUAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


UPTD PUSKESMAS BAH BIAK

A. Pendahuluan

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat


karena yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Program kesehatan
masyarakat lebih mengutamakan upaya – upaya preventif dan promotif yang proaktif, tanpa
mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif yang sering disebut dengan paradigma sehat.
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi untuk mempercepat tercapainya
program pembangunan kesehatan. Model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi
kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan.

Faktor-faktor internal dan eksternal komunitas pada level anggota masyarakat, institusi
masyarakat, kepemimpinan masyarakat, dan akses informasi kesehatan memiliki peran penting
dalam pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Pemberdayaan masyarakat
adalah sebagai subjek sekaligus objek dari sistem kesehatan. dalam dimensi kesehatan,
pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh masyarakat (dengan atau tampa campur
tangan pihak luar) untuk memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang
secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan masyarakat.

Kesehatan adalah sumberdaya kehidupan bukan hanya obyek untuk hidup. Kesehatan
adalah suatu konsep yang positif yang tidak dapat dilepaskan dari sosial dan kekuatan personal,
sehingga promosi kesehatan tidak hanya bertanggungjawab pada sektor kesehatan saja,
melainkan juga gaya hidup untuk lebih sehat.

Tujuan akhir dari pemberdayaan masyarakat adalah memandirikan masyarakat dalam


meningkatkan kemampuan personal, dan atau aksi dan norma sosial, dan atau kebijakan publik
dan pelaksanaan organisasi dalam kerangka pemberdayaan di bidang kesehatan. Kegiatan
Pemberdayaan Masyarakat dapat melalui survey PHBS, Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga dan
Refreshing Kader Posyandu. Sebagai kegiatan yang bersifat komprehensif, tentunya harus
diikuti dengan kualitas rekam jejak kegiatan atau sistem informasi yang dapat diandalkan.

Kegiatan tersebut juga harus mempunyai indikator yang berkualitas sebagai referensi dalam
meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat. Indikator keberhasilan ditentukan dengan
upaya kompehensif terhadap pelaksanaan kegiatan di masyarakat yang aplikabel dan terukur,
yang disusun berdasarkan data – data pelaksanaan kegiatan.
Untuk menilai kualitas kinerja diperlukan upaya analisis hasil kegiatan berdasarkan capaian –
capaian kinerja yang selama ini telah dilakukan, yang diaplikasikan dalam dokumen capaian
kinerja berupa laporan rutin.

B. Latar belakang

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat adalah melalukan Survey Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) dalam tatanan rumah tangga. PHBS rumah tangga merupakan upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau, dan mampu mempraktekkan PHBS
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resikonya terjadi penyakit dan
melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan
masyarakat. PHBS rumah tangga merupakan salah satu indikator dalam pencapaian Millenium
Development Goals (MDGs) melalui pencegahan peningkatan angka kesakitan dan kematian
penyakit infeksi dan non infeksi pada anggota keluarga. Pada tahun 2013 prosentase rumah
tangga sehat pratama sebesar 4%. Rumah tangga sehat sebesar madya 32%, rumah tangga
sehat utama sebesar 55%, rumah tangga paripurna
sebesar 9%. Berdasarkan Renstra Kemenkes 2010 – 2014 bahwa target rumah tangga yang
berPHBS sebesar 70%. Sedangkan berdasarkan capaian diatas baru mencapai 64%.

Upaya pemberdayaan bersumberdaya masyarakat (UKBM) dapat melalui Pos Pelayanan


Terpadu (Posyandu). Posyandu merupakan jenis upaya pemberdayaan masyarakat yang
dikoordinasi oleh kader kesehatan. Oleh karena itu peran kader kesehatan sangat dibutuhkan
dalam memberdayakan masyarakat. Strata posyandu pratama sebesar 20%, madya sebesar
35%, purnama sebesar 35%, dan mandiri sebesar 10%.

Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga merupakan . Pengembangan Desa Siaga merupakan bagian
dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan untuk Kabupaten dan
Kota. Tercapainya Indonesia Sehat dan target-target indikator dalam Millenium Development
Goals (MDGs) sebagian besar ditentukan oleh tercapainya indikator-indikator dalam SPM pada
tingkat desa dan kelurahan. Pelaksanaan dan pengembangan Desa Siaga merupakan tanggung
jawab pimpinan dan perangkat pemerintahan Desa dan pemerintahan Kelurahan melalui Forum
Kesehatan Desa (FKD). Oleh karena itu diperlukan pembinaan sampai dengan evaluasi dalam
hal pengembangan Desa Siaga secara berkelanjutan. Strata Desa Siaga Pratama sebesar 35%,
Desa Siaga Madya sebesar 38%, Desa Siaga Purnama sebesar 16%, dan Desa Siaga Mandiri
sebesar 11%. Berdasarkan SPM bidang kesehatan bahwa capaian strata desa siaga aktif
sebesar 80%. Sedangkan capain target desa siaga mandiri baru mencapai 27%.

C. Tujuan umum dan tujuan khusus

Tujuan Umum

Terlaksananya program pemberdayaan masyarakat di tingkat Puskesmas dengan menerapkan


alur kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku pada sumber anggaran
Tujuan Khusus :

a. Terlaksananya kegiatan refreshing kader posyandu melalui peningkatan ketrampilan kader

dan tim pokjanal posyandu

b. Terlaksananya kegiatan survey PHBS

c. Meningkatnya strata posyandu pratama dan madya menjadi purnama

d. Terlaksananya pengembangan Desa Siaga melalui pertemuan pemantapan tim Desa Siaga di
Tingkat Kabupaten dan Pembinaan Forum Kesehatan Desa (FKD)

e. Terbentuknya Desa Siaga Aktif Strata Purnama

f. Meningkatnya Jumlah Desa Siaga Aktif Strata Purnama dari 10% menjadi 25%

D. Tata nilai program dan tata hubungan lintas program dan lintas sektoral

E. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan

1. Kegiatan pokok : Peningkatan strata posyandu

Rincian kegiatan :

a. Pertemuan pengembangan pokjanal posyandu

b. Refreshing kader posyandu di tingkat puskesmas

2. Kegiatan pokok : survey PHBS

Rincian kegiatan :

a. Pertemuan tim PHBS Tingkat Puskesmas

b. Pelaksanaan Survey PHBS

3. Kegiatan Pokok : Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga

Rincian kegiatan :

a. Pertemuan pemantapan Tim Desa Siaga

b. Pembinaan Forum Kesehatan Desa (FKD)


F. Cara melaksanakan kegiatan

1. Refreshing Kader Posyandu dilakukan melalui pertemuan dengan metode ceramah, tanya
jawab, role play, dan diskusi.

2. Survey PHBS Dilakukan melalui :

a. Pertemuan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi

b. Survey dengan metode survey ke setiap rumah tangga dengan instrumen PHBS

c. Pengolahan dan analisis data hasil survey PHBS secara deskriptif

3. Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga, dilakukan melalui pertemuan dengan metode ceramah,
tanya jawab, diskusi (FGD), dan simulasi (pemetaan daerah risiko)

G. Sasaran

1. Refreshing Kader Posyandu

a. Pertemuan Refreshing : masing-masing 10 Kader Posyandu Pratama dan Madya, Kader PKK
sebanyak 10 pada masin-masing starta tersebut

b. Tim Pokjanal : 4 orang dalam tim pokjanal (pokja 1 s/d 4)

2. Survey PHBS

a. Pertemuan tim PHBS Tingkat Puskesmas : 5 kader kesehatan dari setiap dusun

b. Pelaksanaan Survey PHBS : 5 kader kesehatan dari setiap dusun

3. Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga : tim FKD di setiap desa

H. Skedul (Jadwal) pelaksanaan kegiatan

I. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan

Evaluasi pelaksanaan program akan dilakukan sebagai berikut :

1. Evaluasi terhadap ketepatan pelaksanaan waktu kegiatan

a. Waktu : setiap bulan

b. Pelaksana

1) Kepala Puskesmas

2) Penanggungjawab program
c. Dokumen laporan yang berisi : notulen, rencana tindak lanjut, rekomendasi, hasil olah dan
analisis data, laporan evaluasi (laporan hasil kegiatan) ditujukan kepada Kepala Dinas
Kesehatan. (format laporan terlampir)

2. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan :

a. Waktu :

1) Setiap akhir pelaksanaan kegiatan

2) Tribulan ke-empat

b. Pelaksana

1) Kepala Puskesmas

2) Penanggungjawab program

c. Dokumen laporan yang berisi : notulen, rencana tindak lanjut, rekomendasi, hasil olah dan
analisis data, laporan evaluasi (laporan hasil kegiatan) ditujukan kepada Kepala Dinas
Kesehatan. (format laporan terlampir)