Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

FFG
KEGUNAAN FILSAFAT DALAM BIDANG
ILMU KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3 :
1. ARA TAYOMI (1606838363)
2. ELLGI SAFIRA (1606834996)
3. RIBKA (1606837934)
4. TANTI APRILIANA (1606835840)
5. WIDIA LAMZA (1606838161)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2016

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat dan karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini
tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas
MPKT Semester satu dan menambah wawasan para mahasiswa akan pentingnya
logika,filsafat ilmu dan etika dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada Ilmu
Keperawatan.

Dalam proses penulisan makalah ini, kami menemui begitu banyak kesulitan. Namun
berkat bantuan dan bimbingan berbagai pihak , makalah ini akhirnya dapat terselesaikan
dengan baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dewi Irawati,selaku fasilitator dan pembimbing kami dalam penyusunan makalah
ini,

2. Orang tua penulis yang senantiasa memberikan dukungan,

3. Serta semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis ini yang tidak
dapat kami sebutkan satu persatu.

Selain itu, kami juga menyadari bahwa baik dalam segi sistematika penyusunan
maupun materi yang dipaparkan masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami
berharap agar adanya kritik dan saran yang sekiranya dapat membantu kami untuk perbaikan
di masa yang akan datang. Semoga makalah ini bisa bermanfaat.

Depok,12 September 2016

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul………………………………………………………………….i
Kata Pengantar ................................................................... …………………..ii
Daftar Isi………………………………………………………………………...iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………...... 1
1.1 Latar Belakang………………………………………………….......... 1
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………......... 1
1.3 Tujuan ............................................................................................... 1
1.4 Manfaat ............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 2
2.1 Pengertian Filsafat ............................................................................. 2
2.2 Objek Filsafat .................................................................................... 2
2.2.1 Pengertian Objek Filsafat ............................................................ 2
2.3 Ciri-ciri Filsafat ................................................................................. 3
2.4 Cabang-Cabang Filsafat .................................................................... 4
2.4.1 Metafisika ................................................................................... 4
2.4.2 Epistemologi............................................................................... 5
2.4.3 Aksiologi .................................................................................... 5
2.4.4 Cabang-Cabang Filsafat Khusus ................................................. 6
2.5 Pengertian Ilmu Keperawatan ............................................................ 6
2.6 Wawasan Ilmu Keperawatan .............................................................. 6
2.7 Teori Dan Konsep Keperawatan......................................................... 6
2.8 Hakekat Ilmu Keperawatan ................................................................ 7
2.9 Ilmu Filsafat Dalam Keperawatan ...................................................... 7
2.10 Manfaat Dan Peranan Filsafat Dalam Ilmu Keperawatan ................... 8
BAB III PENUTUP ...................................................................................... 10
3.1 Kesimpulan...................................................................................... 10
3.2 Saran ............................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Seluruh ilmu hakikatnya berasal dari filsafat. Dari filsafat pula seluruh ilmu dan
pengetahuan manusia dilahirkan. Sikap dasar selalu bertanya menjadi ciri filsafat, menurun
pada berbagai cabang ilmu yang semula berinduk pada filsafat. Manakala ilmu mengalami
masalah yang sulit dipecahkan, maka akan kembali pada filsafat dan memulainya dengan
sikap dasar untuk bertanya. Dalam filsafat, manusia mempertanyakan apa saja dari berbagai
sudut, secara totalitas menyeluruh, menyangkut hakikat inti, sebab dari segala sebab, mancari
jauh ke akar, hingga ke dasar.

Ilmu Filsafat sangat berperan dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan.


Filsafat dalam bidang keperawatan ini dapat dipandang atau dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi
filsafat pendidikannya dan filsafat ilmu keperawatannya serta pelayanannya. Sehingga perlu
dikaitkan atau dipahami dengan filsafat untuk mencari kebenaran tentang ilmu keperawatan
guna memajukan ilmu keperawatan. Selain itu dengan adanya filsafat akan didapatkan
pengetahuan yang murni atau kemajuan pengetahuan di bidang pelayanan keperawatan untuk
dapat diaplikasikan dalam profesi sebagai perawat. Oleh karena itu, inilah alasan mengapa
ilmu filsafat itu sangat penting untuk dipelajari terutama filsafat keperawatan, sebagai
tuntunan atau dasar untuk melakukan penalaran yang tepat dan berpikir secara mandiri,
logika,dan kritis.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Bagaimana Filsafat berperan dalam Ilmu Keperawatan?
1.3 TUJUAN
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk penulis dapat memiliki gambaran tentang tujuan
hidup berdasarkan filsafat dan dapat dimplementasikan dalam kehidupan pekerjaan
penulis sebagai seorang perawat.
1.4 MANFAAT
Mendapatkan pengetahuan tentang filsafat keperawatan ,menggunakan logika dalam
berfikir dan memiliki kemampuan merumuskan pemikiran dengan menggunakan bahasa
yang baik dan benar.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN FILSAFAT


Pengertian filsafat dapat dijabarkan dari asal katanya. Filsafat berasal dari kata Yunani,
yaitu philo yang berarti cinta dan shopia yang berarti kebijaksanaan. Dan jika digabungkan,
filsafat berarti pencinta kebijaksanaan. Orang yang bergerak dalam bidang filsafat disebut
filsuf, pecinta kebijaksanaan. (Hadinata, Tahun Buku Ajar 1)
Menurut Socrates, kebijaksanaan dalam pengertian filsafat ini adalah kemampuan untuk
memahami hakikat dari semesta dan eksistensi manusia. Pemahaman ini dicapai dengan
adanya keingintahuan yang dilepaskan dalam pertanyaan terus-menerus dan dengan
memperdebatkan ide. (Donald, 2006)

2.2 OBJEK FILSAFAT


2.2.1 Pengertian Objek Filsafat

Objek adalah sesuatu yang merupakan bahwa dari suatu penelitian atau
pembentukan pengetahuan.Setiap ilmu pengetahuan pasti mempunyai objek,yang
dibedakan menjadi dua,yaitu objek material dan objek formal.
Para ahli menerangkan bahwa objek filsafat itu dibedakan menjadi dua, yaitu objek
material dan formal. Objek material ini banyak yang sama dengan objek material sains.
Sains memiliki objek material yang empiris. Filsafat menyelidiki objek filsafat itu juga
tetapi bukan bagian yang empiris melainkan bagian yang abstrak. Sedang objek
formal filsafat tiada lain ialah mencari keterangan yang sedalam-dalamnya tentang
objek materi filsafat (yakni segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada).
1. Objek material filsafat pada garis besarnya dapat dibagi atas tiga persoalan pokok,
yakni:
 Hakekat Tuhan

 Hakekat Alam, dan

 Hakekat Manusia.

Objek material dari filsafat ada beberapa istilah dari pada cendikiawan diantaranya,
1) Mohammad Noor Syam berpendapat, ‘Parah ahli membedakan bahwa objek

2
filsafat itu atas objek material dan objek material filsafat; segala sesuatu yang ada
dan yang mungkin ada.
2) Podjawijatna berpendapat, objek material filsafat adalah ada dan yang mungkin
ada.
3) Oemar Amir Hoesain berpendapat, masalah lapangan penyelidikan filsafat adalah
karena manusia memiliki kecenderungan hendak berfikir tentang segala sesuatu
dalam alam semesta, terhadap segala yang ada dan mungkin ada.
4) H.A Dardiri berpendapat, objek material itu adalah segala sesuatu yang ada, baik
yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupunada dalamkemungkinan.
5) Abbas Hamami M. Berpendapat filsafat objek materil itu adalah ada yang
mengatakan, alam semesta, semua keberadaan, masalah hidup, masalah
manusia,masalah tuhan dan lainnya. Karena untuk menjadikan satu pendapat
tentang tumpuan yang berbeda akhirnya dikatakan bahwa segala sesuatu yang
adalah yang merupakan objek materil.

2. Objek formal filsafat ialah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-
dalamnya sampai ke akhirnya) tentang objek materi filsafat (sarwa-yang-ada).
Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek
materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan
artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu
pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh
kebenaran ilmiah dan apa fingsi ilmu itu bagi manusia. Masalah inilah yang di
bicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan
ontologis, epistemologis dan aksiologi.

2.3 CIRI-CIRI FILSAFAT

Filsafat dalam bidangnya memiliki karakteristik yang dapat menentukan


apakah bidang atau suatu hal dapat dimasukkan dalam filsafat. Karakteristik
minimum dalam menentukan filsafat adalah kritis, radikal, sistematis, dan rasional.
Karakteristik kristis adalah adanya keterbukaan pada kemungkinan-kemungkinan
baru dan tidak memberikan persepsi yang kokoh pada pikiran yang sudah ada. Hal ini
digabungkan dengan karakteristik radikal, yaitu mendalam. Sehingga karakter yang
diperlukan adalah cara berpikir kritis secara mendalam. Filsafat dalam kajiannya juga

3
harus sistematis. Dimana adanyanya langkah-langkah berpikir yang tepat. Filsafat
juga rasional, dimana logika sangat berperan dalam karakteristik ini.
Jika dijabarkan secara runtut, filsafat menuntut adanya empat karakteristik utama
yang diimplementasikan dalam objek berpikir. Filsafat harus memiliki keterbukaan
pada kemungkinan-kemungkinan baru yang mendalam. Selain itu, cara berpikir
filsafat harus bertahap, sesuai dengan urutan. Kemudian cara berpikir itu juga harus
rasional, dapat dimengerti dengan logika. (Hadinata, Tahun Buku Ajar 1)

2.4 CABANG-CABANG FILSAFAT

2.4.1 Metafisika

1. Pengertian Metafisika

Metafisika adalah pembahasan tentang keberadaan (Being) --> eksistensi


manusia. Istilah lain metafisika adalah First philosophy., Knowledge of cause,
the study of being as being., the study of the eternal & immovable. Cristian Wolf

mengklasifikasikan metafisika menjadi metafisika umum (ontologi) dan


metafisika khusus (yang meliputi teologi metafisik atau filsafat ketuhanan,
kosmologi atau filsafat alam semesta, dan antropologi metafisik atau filsafat
manusia).
2. Problem-problem pokok metafisika
a. Apakah realitas itu?

b. Apakah “Ada” itu “tetap/berubah”?


c. Apakah “Ada” itu satu/banyak’?
d. Apakah hakikat perubahan itu?
3. Peran metafisika bagi ilmu pengetahuan
a. Mengajarkan cara berpikir cermat dan tak kenal lelah
b. Menuntut orisinalitas berpikir

c. Memeberikan bahan pertimbangan yang matang


d. Membuka peluang terjadinya perbedaan visi dIm melihat realitas

4
2.4.2 Epistemologi

1. Pengertian Epistemologi
Epistemologi is the Theory of knowledge. Istilah-istilah lain untuk
epistemologi adalah Kriteriologi (benar/tidaknya pengetahuan), Critic of
knowledge (kritik terhadap pengetahuan), Gnosoilogy (pengetahuan llahiah /
Gnosis, logika material (pembahasan logis dari segi isinya).

2. Objek Epistemologi
Objek material -> pengetahuan
Objek formal -> hakikat pengetahuan

3. Ciri pengenal Epistemologi


a. Berlaku umum-> tak tergantung faktor-faktor subjektif
b. Otonom -> pengembangan ilmu secara mansiri; kebebasan ilmiah.
c. Dasar pembenaran -> derajat kepastian semaksimal mungkin.
d. Sistematik -> dalam hal cara memperolehnya

e. Intersubjektif -> kepastiannya lebih dijamin oleh sistem daripada pemahaman


subjektif.

2.4.3 Aksiologi

1. Pengertian Aksiologi
Axios berarti nilai; Logos berarti teori tentang nilai (value). Aksiologi adalah
cabang fisafat yang menelaah hakikat nilai (keindahan, kebaikan, kegunaan).

2. Ciri fundamental Aksiologi


a. Dependen; nilai selalu tergantung pada objek.

b. Polaritas; nilai hanya salah satu aspek (negatif/positif, baik/buruk).


c. Hirarkis; ada tingkatan dalam nilai (tinggi rendah)

5
2.4.4 Cabang-cabang Filsafat Khusus

Ketika pendekatan filsafati diaplikasi untuk memahami fenomena-


fenomena khusus dalam bidang kehidupan, maka muncul/lahirlah cabang-cabang
filsafat khusus. Contoh, pendekatan filsafat untuk memahami fenomena bidang
keagamaan, maka lahir/muncul filsafat agama; dan sebagainya.

2.5 PENGERTIAN ILMU KEPERAWATAN


Menurut konsersium ilmu keperawatan (1991) “ilmu keperawatan adalah ilmu yang
mencangkup ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam, ilmu social, ilmu perilaku, ilmu
biomedik, ilmu kesehatan masyarakat, ilmu dasar keperawatan,ilmu kererawatan
komunitas,dan ilmu keperawatan klinik, yang aplikasinya menggunakan pendekatan dan
metode penyelesaian masalah secara ilmiah, ditujukan untiuk mempertahankan,
menompang, memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar
manusia.”

2.6 WAWASAN ILMU KEPERAWATAN

Jika dilihat dari pengertian Ilmu Keperawatan dapat disimpulkan bahwa wawasan
ilmu keperawatan mencangkup semua ilmu-ilmu dasar dimana didalamnya mempelajari
bentuk dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia dan juga upaya yang
dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dasar melalui pemanfaatan sumber dan potensi
yang ada. Untuk menghadapi hal tersebut seorang perawat perlu memiliki kemampuan
intelektual maupun kemampuan keterampilan dalam merawat klien dengan berbagai
kebutuhan.

2.7 TEORI DAN KONSEP KEPERAWATAN

Teori adalah salah satu cara untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan memprediksi
hubungan antara konsep yang ada. Konsep adalah suatu ide yang dapat diorganisir
menjadi simbol-simbol. Jadi Konsep keperawatan adalah ide untuk menyusun suatu
model keperawatan sedangkan teori keperawatan (Barnum,1990) adalah usaha-usaha
untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan.

Teori keperawatan yang diterapkan dan dikembangkan pada saat ini mempunyai 4
model dan semuanya menggambarkan konsep yang sama yaitu orang yang menerima

6
asuhan keperawatan, lingkungan (masyarakat), kesehatan, keperawatan dan peran
perawat. Untuk mengetahui hubungan konsep dengan teori maka dibutuhkan suatu
model. Model digunakan untuk memperlihatkan hubungan dari beberapa konsep dalam
teori serta memudahkan untuk menjalankan suatu konsep.

2.8 HAKEKAT ILMU KEPERAWATAN

Dalam hakekatnya keperawatan adalah hal yang mempelajari tentang respon


manusia terhadap sakit atau sehat yang mengutamakan kepedulian terhadap pasien
(care). Fungsi utamanya membantu klien baik sehat maupun sakit guna mencapai
derajat kesehatan yang optimal. Intervensi keperawatan dilkukan melalui upaya
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, sesuai wewenang, tanggung jawab, etika
profesi. (Universitas Padjajaran,2012)

2.9 ILMU FILSAFAT DALAM KEPERAWATAN

1. Ontologi: tentang apa itu ilmu keperawatan?

Jawaban tentang tentang apa itu ilmu keperawatan dapat didefinisikan dalam
beberapa pendapat. Calilista Roy (1976) mendefinisikan bahwa keperawatan
merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang
memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.
Sedangkan Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai
berikut, keperawatan adalah menempatkan pasien dalam kondisi paling baik bagi
alam dan isinya untuk bertindak. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat
humanistic dan expert, holistic berdasarkan ilmu dan kiat, serta standart pelayanan
dengan berpegang teguh kepada kode etik yang melandasi perawat expert secara
mandiri atau melalui upaya kolaborasi.

2. Epistemologi: tentang bagaimana lahirnya ilmu keperawatan berkaitan dengan


kehidupan dahulu?

Secara naluriah keperawatan lahir bersamaan dengan penciptaan manusia. Orang-


orang pada zaman dahulu hidup dalam keadaan original. Namun demikian mereka
sudah mampu memiliki sedikit pengetahuan dan kecakapan dalam merawat atau

7
mengobati. Perkembangan keperawatan dipengaruhi oleh semakin majunya
peradaban manusia maka semakin berkembang keperawatan. Pekerjaan “merawat”
dikerjakan berdasarkan naluri (instink) “mother instinct” (naluri keibuan) yang
merupakan suatu naluri yang bersendi pada pemeliharaan jenis (melindungi anak,
dan merawat orang lemah).
Diawali oleh seorang Florence Nightingale yang mengamati fenomena bahwa
pasien yang dirawat dengan keadaan lingkungan yang bersih ternyata lebih cepat
sembuh dibanding pasien yang dirawat dalam kondisi lingkungan yang kotor. Hal ini
membuahkan kesimpulan bahwa perawatan lingkungan berperan dalam keberhasilan
perawatan pasien yang kemudian menjadi paradigma keperawatan berdasarkan
lingkungan. Sehingga semenjak itu banyak pemikiran baru yang didasari dengan
berbagai tehnik untuk mendapatan kebenaran baik dengan cara Revelasi
(pengalaman pribadi), otoritas dari seorang yang ahli, intuisi (diluar kesadaran),
dump common sense (pengalaman tidak sengaja), dan penggunaan metode ilmiah
dengan penelitian-peneltian dalam bidang keperawatan. Misalnya Peplau (1952)
menemukan teori interpersonal sebagai dasar perawatan. Orlando (1961)
menemukan teori komunikasi sebagai dasar perawatan. Roy (1970) menemukan teori
adaptasi sebagai dasar perawatan. Johnson (1961) menemukan stabilitas sebagai
tujuan perawatan dan Rogers (1970) menemukan konsep manusia yang unik.

3. Aksiologi: untuk apa ilmu keperawatan itu digunakan?

Jawaban pertanyaan aksiologis diatas dapat dijelaskan bahwa ilmu keperawatan


digunakan sebagai ilmu, pedoman, dan dasar dalam memberikan pelayanan
kesehatan kepada pasien dengan berbagai tingkatan dari individu, keluarga,
kelompok bahkan sampai masyarakat luas guna meningkatkan derajat kesehatan
pasien tersebut. Sehingga bisa merubah kondisi seseorang atau sekelompok orang
dari kondisi sakit menjadi sembuh dan yang sudah sehat dapat mempertahankan
atau mengoptimalkan derajat kesehatannya.

2.10 MANFAAT DAN PERANAN FILSAFAT DALAM ILMU KEPERAWATAN


Filsafat memiliki manfaat dan peranannya dalam ilmu keperawatan yang
menunjang pengembangan ilmu keperawatan sendiri. Adapun manfaat dan peranan
filsafat dalam ilmu keperawatan, diantaranya :

8
1. Memudahkan proses keperawatan karena dengan adanya filsafat, pengetahuan
dalam ilmu keperawatan akan semakin bertambah dan akan semakin
meningkatkan penguasaan IT dalam keperawatan.

2. Menghindari dan meminimalisasi kesalahpahaman dan konflik dalam


pencarian kebenaran ilmu keperawatan dan Perawat dapat memecahkan
permasalahan yang ada pada proses keperawatan meliputi permasalahan
teknologi, sosial budaya, ekonomi, pengobatan alternatif, kepercayaan
spiritual, dan lain sebagainya.

3. Sebagai dasar menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan untuk


tindakan perawatan melalui pengalaman-pengalaman sebelumnya.

4. Seorang perawat dapat menggunakan kebijaksanaan yang diperoleh dari


filsafat sehingga perawat tersebut dapat lebih berfikir positif (positif thinking).
Dengann positif thinking ini, seorang perawat dapat menjalankan tugasnya
dengan baik dan memudahkan perawat dalam menjalin hubungan dengan
klien yang tadinya susah berkomunikasi sehingga klien dapat menjadi lebih
dapat berkomunikasi dengan baik dan akhirnya dapat mempercepat proses
penyembuhan pasien tersebut.

5. Meminimalisir terjadinya kesalahpahaman dalam pencarian kebenaran Ilmu


Keperawatan.

6. Mendapatkan kebenaran dari hal-hal yang belum pasti seperti ketika seorang
perawat akan memberikan obat kepada klien, harus mengetahui prosedur
pemberian obat sehingga perawat dapat memberikan obat dengan baik dan
benar.

Selain itu, filsafat juga memiliki peran bagi dosen-dosen dalam meberikan pendidikan
ilmu keperawatan, yaitu:

1. Mengetahui sikap yang tepat untuk diberikan kepada mahasiswa dalam proses kuliah

2. Mengetahui bagaimana cara menemukan pengetahuan yang bersifat ilmiah

9
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Filsafat dalam ilmu keperawatan mempunyai peranan yang sangat penting. Ilmu
filsafat sendiri mampu mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya. Pengembangan ilmu
tersebut dapat memunculkan pengetahuan baru yang berguna untuk pengembangan
teknologi maupun pengembangan pengetahuan lainnya dalam bidang tertentu. Sedangkan
filsafat dalam ilmu keperawatan adalah keyakinan dasar tentang pengetahuan
keperawatan yang mengandung pokok pemahaman biologis manusia dan perilakunya
dalam keadaan sehat dan sakit terutama berfokus kepada respon mereka terhadap situasi.
Dan manfaat filsafat dalam ilmu keperawatan adalah mendapatkan kebenaran dari hal-hal
yang belum pasti apakah tindakan yang kita lakukan dan pendapat yang kita keluarkan
tentang dunia keperawatan itu adalah benar atau salah. Peranan filsafat dalam ilmu
keperawatan juga sangat membantu dosen dalam bidang pendidikan seperti mengetahui
sikap yang tepat untuk diberikan kepada mahasiswa dalam proses kuliah, mengetahui
bagaimana cara menemukan pengetahuan yang bersifat ilmiah.

3.2 SARAN

Filsafat dalam ilmu keperawatan masih kurang diketahui mahasiswa dalam


pendidikan keperawatan. Diharapkan dengan pembelajaran yang diberikan oleh dosen
tentang manfaat ilmu filsafat dalam pendidikan keperawatan, mahasiswa mampu
mengetahui,memahami,dan lebih menerapkan ilmu filsafat pada dunia Keperawatan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Azyumardi, Azra.(2010). Integrasi Keilmuan. Jakarta: PPJM dan UIN Jakarta Press

Barnum. (1990). Pandangan Ilmu Filsafat Sebagai Filosofi Ilmu Keperawatan Berdasarkan
Rumpun Ilmu Sosial. Di akses September 08, 2016. Pukul 16:43 dari
http://www.academia.edu/11613521/Pandangan_Ilmu_Filsafat_Sebagai_Filosofi_Ilm
u_Keperawatan_Berdasarkan_Rumpun_Ilmu_Sosial

Jujun S., Sumatriasumatri.(1998). Filsafah Ilmu, Sebuah Pengembangan Populasi. Jakarta:


Pustaka Sinar Harapan.

Kattsof. (1986). Asal Usul Munculnya Filsafat Asal-Usul Munculnya Filsafat. Di akses
September 08, 2016. Pukul 18:45 dari www.academy.edu.

Kusumaningrum, Annisa, Ayunda, Nuradhisthana & Gregorius.(2012). Dimensi Kajian


Filsafat.Di akses September 10, 2016. Pukul 16:05 dari eprints.undip. ac.id /36266/
1/Annisa_Kusumaningrum_dkk.doc

Noeng Muhadjir. (2011). Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Penerbit Rake Sarasin

S., Keraf. & Mikhael Dua. (2001). Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofis. Jakarta:
Kanisius.

Sofiana N, S.Kep Ners M.Kep. (2013).KEPERAWATAN-SBG-PRO. Di akses September 09,


2016 pukul 19:20 dari yayah.weblog.esaunggul.ac.id/ .../6.1-KEPERAWATAN-
SBG-PRO

Sudarto. (1997). Metodologi Penelitian Filsafat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Wati, Ika.(2014). Falsafah Ilmu Keperawatan. Di akses September 11, 2016. Pukul 08:30 dari
https://prezi.com/arpw5n4uaqbr/falsafah-ilmu-keperawatan/

11