Anda di halaman 1dari 11

‫لعدد‬ (BILANGAN)

Dosen Pengampu: Muhammad Sobri, M.pd

Disusun Oleh:
Muhimmatul Aliyah
Mely Marya

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AHSANTA


JAMBI
PRODI PGMI
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Study Bahasa Arab ini dengan
judul “ ‘ADAD”.
Kemudian tidak lupa shalawat beserta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada
baginda alam Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para shahabatnya dan kita selaku
umatnya. Amin.
Penulis menyadari bahwasanya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
penulis berharap adanya kritikan dan saran dari berbagai pihak, yang bersifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini bisa bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi
para pembaca. Amin

Jambi, 29 Desember 2018


i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................... 1
1.3 Tujuan Masalah.............................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hitungan Dalam Bahasa Arab....................................... 2-6
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan...................................................................... 7
3.2 Saran............................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA
ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang masalah


Bahasa Arab adalah bahasa Islam, bahasa al-Qur’an, bahasa sunnah dan bahasa ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu mempelajari Bahasa Arab tujuannya adalh untuk dapat
memahami Al-Qur’an dan as-Sunnah serta kitab-kitab pengetahuan yang berbahasa Arab
secara baik dan benar.
Mempelajari Bahasa Arab tidaklah sama-sama seperti mempelajari bahas-bahasa lain seperti
bahas Indonesia, bahasa Inggris dan sebagainya. Berbagai macam ilmu-ilmu yang dipelajari
dalam Bahasa Arab. Akan tetapi yang menjadi dasarnya adalah diperlukan memahami tata
bahasa Arabnya dahulu, yaitu mampu menguasai Ilmu Nahwu dan Sharaf sehingga
memudahkan dalam mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya.
Dalam makalah yang singkat ini penulis mencoba untuk menjabarkan ‘Adad sebagai salah
satu objek kajian dalam Ilmu Bayan yang menjadi salah satu dari ketiga Ilmu Balagah atau
lebih dikenal Semantik Arab.

1.2 Rumusan Masalah


Apa yang dimaksud dengan ‘Adad ?
Bagaimana Menemukan dan membuat contoh kalimat ‘Adad?

1.3 Tujuan Masalah


Untuk mengetahui pengertian ‘Adad
Untuk menemukan dan membuat contoh kalimat ‘Adad
1

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hitungan dalam Bahasa Arab ‘Adad

Ditinjau dari segi kata, lafadz ‫( العدد‬adad) secara etimologi berarti hitungan bilangan.
Sedangkan Ma'dud artinya suatu yang dihitung.
Adad asli adalah yang menunjukan jumlah suatu benda, dibagi menjadi empat1
1. Adad Mufrad
2. Adad Murakab
3. Adad `Uqud
4. Adad Ma`thuf

1. “Adad Mufrad”
Adalah Isim Adad yg kosong dari Tarkib dan ‘Athaf. Yaitu bilangan dari Wahidun (satu)
sampai ‘Asyarotun (sepuluh), Bidh’un (sejumlah antara 3-9), Mi’atun (seratus), dan Alfun
(seribu).
Sebagian Nuhat menyebutnya “Adad Mudhaf” karena dapat dimudhafkan pada
Tamyiznya/Ma’dudnya, yang selain wahidun (satu) dan Itsnani (dua).

2. “Adad Murakkab”
Adalah Isim Adad susunan dua bilangan menjadi satu dengan susunan Tarkib Mazji. Yaitu
bilangan dari Ahada ‘Asyaro (sebelas) sampai Tis’ata ‘Asyaro (Sembilan belas).

3. “Adad ‘Aqd”
Adalah Isim Adad puluhan/kelipatan sepuluh. Yaitu bilangan dari ‘Isyruuna (dua puluh)
sampai Tis’uuna (sembilan puluh).
Sebagian Nuhat menyebutnya “Adad Mufrod” karena tidak Mudhaf juga tidak Murokkab.

4. “Adad Ma’thuf”
Adalah Isim Adad susunan Athaf. Yaitu bilangan yg ada diantara dua Adad Aqd (angka yg

1
Syekh Mustafa Al-gulayayn, Ad-Durusul `rabiyah lil madarisi al-Ibtidaiyah juz empat, (Libanon: Darul Kutub Al-
`ilmiyah), hal 87
2
ada diantara 20>…<30, 30>…<40, dst.). Contoh Wahidun wa ‘Isyruuna (dua puluh satu),
Itsnaani wa Isyruuna (dua puluh dua), dst. Hingga Tis’atun wa Tis’uuna (sebilan puluh
Sembilan).

3
Mula-mula, anda harus mengafalkan sepuluh bentuk dasar dari 'Adad (Bilangan):

Dalam penggunaannya, bentuk-bentuk dasar 'Adad tersebut akan mengalami sedikit


perubahan dengan ketentuan sebagai berikut:

 Bilangan 1 (‫ )واحد‬terletak di belakang Isim Mufrad dan bilangan 2


(‫ )اثنان‬terletak di belakang Isim Mutsanna. Bila Isim yang dibilangnya
itu adalah Muannats maka bentuknya pun menjadi Muannats. Hukum
tamyiznya, harus menyebutkan/menuliskan ma’dud/Isim duluan
sebelum adad nya, tidak boleh terbalik.

 Bilangan 3 sampai 10 terletak di depan Isim Jamak. Bila Isim Jamak


tersebut adalah Mudzakkar maka bentuk 'Adad-nya adalah Muannats,
sedang bila Isim Jamak tersebut adalah Muannats maka bentuk 'Adad-
nya adalah Mudzakkar.
Hukum tamyiznya, yaitu ma’dud/Isim terletak setelah adad.

 Adapun bilangan belasan (11 sampai 19) terletak di depan Isim Mufrad
(Isim Tunggal) meskipun jumlahnya adalah jamak (banyak).
Perhatikan pola Mudzakkar dan Muannatsnya serta tanda baris fathah
di akhir setiap katanya:
5

 Bilangan 20, 30, 40, dsb bentuknya hanya satu macam yakni
Mudzakkar, meskipun terletek di depan Isim Mudzakkar maupun
Muannats. Contoh:

 Angka satuan dalam bilangan puluhan, disebutkan sebelum angka


puluhannya; dan perubahan bentuk (Mudzakkar atau Muannats) angka
satuan tersebut mengikuti perubahan bentuk Isim yang dihitungnya
dengan pola seperti berikut:
6
 Bilangan ratusan dan ribuan terletak di depan puluhan dan satuannya.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari uraian tersebut diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

'Adad adalah sesuatu yang menunjukkan bilangan, satu, dua, tiga dan seterusnya.
Sedangkan Ma'dud adalah yang menunjukkan “sesuatu” yang terhitung. Hal ini sebagaimana
yang dikemukakan oleh Syauqi Dhaoyf , bahwa 'Adad adalah setiap kata benda atau kata sifat
yang menunjukkan jumlah sesuatu, atau yang menunjukkan sebuah urutan.

3.2 Saran
Dari awal pengkajian materi makalah ini yang saya utarakan hingga pada penyampaian
saran ini, saya berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi
yang membaca sebagai acuan pengenalan ‘Adad .

Semua uraian materi Makalah ini banyak kekurangan yang ditemukan maupun banyak
penjelasan yang kurang tepat baik dari segi bahasanya maupun dari segi penyusunanya. Oleh
karena itu, masukan yang bersifat membangun dan berupa saran, kritik, sanggahan, maupun
yang lainnya saya terima dengan senang hati sebagai bahan penyempurnaan makalah ini
selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ma’arif syamsul, Nahwu kilat: perpaduan antara teori dan praktek ,Bandung: Nuansa Aulia
,2008.

https://bukablogdikdik.wordpress.com/2015/03/06/makalah-bahasa-arab-mengenai-adad-
madud/