Anda di halaman 1dari 4

MODUL 6 VARIASI TEGANGAN

Nandi Maulani Nashruddin(K1C016030)


Asisten: Arif K. A.
Tanggal Percobaan: 01/06/2018
PAF15210P-A ELEKTRONIKA DASAR II
Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsoed

Abstrak Variasi Tegangan merupakan praktikum


modul 6 yang dilakukan dengan membuat
Variasi Tegangan merupakan acara kelima modul
rangkaian pembagi tegangan dan rangkaian
keenam dari serangkaian acara praktikum Elektronika
pelipat tegangan. Rangkaian pembagi tegangan
Dasar 2.Praktikum Variasi Tegangan melibatkan alat dan
merupakan rangkain yang digunakan untuk membagi
bahan seperti CRO, generator isyarat, breadboard, MMD,
tegangan atau mengkonversi dari resistensi menjadi sebuah
resistor 10 kΩ dan 20 kΩ, variabel resistor (VR), dioda,
tegangan. Biasanya fungsi dari pembagi tegangan ini untuk
serta kapasitor 1000μF/100V. Praktikum ini bertujuan
mengubah atau mengkonversikan dari tegangan tegangan
agar praktikan dapat memahami berbagai variasi yang
yang lebih besar untuk memberi bias kepada komponen
dapat dikerjakan dengan tegangan, diantaranya membuat
yang aktif dalam rangkaian tersebut [3]. Rangkaian
rangkaian pembagi tegangan dan pelipat tegangan. Langkah
tersebut bekerja berdasarkan Hukum Kirchoff.
kerja pada rangkaian pembagi tegangan yaitu
Hukum Kirchoff adalah suatu peraturan atau
merangkaidengan resistor 20 kΩ dan 10 kΩ, mengatur
hukum yang mengatur tentang jalannya arus dan
tegangan keluaran, menghubungkan rangkaian dengan
jumlah tegangan dalam suatu rangkaian arus
generator isyarat, mengukur nilai tegangan pada resistor satu
listrik yang mempunyai lebih dari satu sumber
dan dua, mengganti resistor satu dengan VR, mengatur nilai
gaya gerak listrik yang berbeda kekuatannya.
tegangan pada VR agar minimum, serta mengukur nilai
VR disetiap variasi tegangan. Sedangkan langkah kerja Sedangkan rangkaian pelipat tegangan
pada rangkaian pelipat tegangan yaitu membuat rangkaian berfungsi untuk melipat gandakan suatu tegangan
dengan empat dioda, mengatur tegangan keluaran, input menjadi tegangan output DC yang lebih
menghubungkan rangkaian dengan pembangkit isyarat, dan besar. Dengan menggunakan rangkaian pelipat
mengukur tegangan pada titik A, B, C, dan D. Hasil dari tegangan (voltage multiplier) pada skunder trafo
praktikum Variasi Tegangan yaitu nilai tegangan satu, nilai yang relatif kecil dapat diperoleh tegangan searah
tegangan dua, dan nilai tegangan VR pada rangkaian keluaran sebesar dua, tiga, empat atau lebih kali
pembagitegangan, sedangkan pada rangkaian pelipat lipat tegangan input [1]. Nilai kelipatan yang
tegangan didapat nilai tegangan serta faktor kelipatan.Nilai dihasilkan disebut faktor kelipatan.
VG yang diperoleh pada data praktikum rangkaian pembagi
tegangan tidak sesuai dengan perhitungan matetmatis, Berdasarkan rangkain tersebut akan dicari
sedangkan penguat tegangan rangkaian pelipat tegangan nilai tegangan pada resistor dan nilai tegangan
tidak mengalami peningkatanyakni bernilai 0 volt ketidak pada VR pada rangkaian pembagi tegangan serta
akuratan hasil penguatan yang diakibatkan dari beberapa faktor kelipatan pada rangkaian pelipat tegangan
parameter dari karakteristik sebuah komponen elektronika
baik alat dan bahan dimana kualitas sebuah komponen
elektronika dianggap baik jika nilai parameter idealnya 2. STUDI PUSTAKA
terpenuhi yang berdampak pada masuknya noise ke sistem
Rangkaian pembagi tegangan merupakan
Kata kunci : Pembagi tegangan, Pelipat tegangan. rangkaian yang cara kerjanya berdasarkan Hukum
Kirchoff. Hukum Kirchoff adalah suatu peraturan
1. PENDAHULUAN atau hukum yang mengatur tentang jalannya arus
Catu daya merupakan perangkat baku dalam dan jumlah tegangan dalam suatu rangkaian arus
dunia elektronika. Suatu rangkaian elektronika listrik yang mempunyai lebih dari satu sumber
akan bekerja secara optimal apabila mendapatkan gaya gerak listrik yang berbeda kekuatannya.
catu daya yang sesuai dengan kebutuhannya. Hukum Kirchoff ada dua, yaitu:
Terkadang suatu peralatan membutuhkan catu
daya dengan tegangan yang relatif kecil tetapi A. Hukum I Kirchhoff
banyak juga peralatan yang membutuhkan Menyatakan : “Jumlah aljabar kuat arus yang
operasional cukup tinggi bahkan sampai ribuan menuju suatu titik cabang rangkaian listrik =
volt, untuk itu dibutuhkanlah variasi tegangan. jumlah aljabar arus yang meninggalkan titik

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 1


cabang tersebut” [4]. Artinya jumlah kuat tegangan juga digunakan pada rangkaian
arus pada semua cabang yang bertemu pada pencatu tabung sinar katoda [2].
satu titik sama dengan nol. Hukum ini adalah
konsekuensi dari hukum kekekalan muatan. 3. METODOLOGI
Muatan yang masuk kesebuah simpul harus
I. ALAT DAN BAHAN
meninggalkan simpul tersebut karena
a) Osiloskop (CRO)
muatan tisak dapat terakumulasi pada b) Multimeter digital (MMD)
sebuah simpul. c) Generator Isyarat
Secara matematis Hukum I Kirchoff dapat d) Breadboard
dituliskan sebagai berikut. e) Resistor 20k;10k
I = I1 + I2 + I3 + ... (1) f) Dioda
g) VR 100k
B. Hukum II Kirchhoff h) Capasitor 1000 pF / 100V
Menyatakan : “Jumlah aljabar penurunan
tegangan (voltage drop) pada rangkaian II. CARA KERJA
tertutup (loop) menuruti arah yang
ditentukan = jumlah aljabar kenaikan
tegangan (voltage rise) nya” [4]. Hukum ini
merupakan konsekuensi kekekalan energi
dan sifat konservatif rangkaian listrik.
Hukum tegangan Kirchoff dapat diterapkan
pada rangkaian dengan beberapa cara yang
berbeda [5].
Secara matematis hukum tegangan
Kirchoff dapat dituliskan sebagai berikut [1].
Gambar 3.1. Rangkaian PEMBAGI TEGANGAN
VG = V1+V2 (2)

Pada rangkaian tidak bercabang,


umumnya besarnya arus listrik yang mengalir
pada setiap titik dalam rangkaian besarnya
sama. Sedangkan pada rangkaian bercabang
maka besarnya arus yang masuk percabangan
akan sama dengan besarnya arus listrik yang
keluar dari percabangan. Hal inilah yang
mendasari Hukum I Kirchoff [6].
Rangkaian pelipat tegangan adalah
rangkaian yang dapat menghasilkan tegangan
DC beberapa kali lebih besar dari tegangan
puncak sinyal input. Dengan kata lain, sinyal DC
yang dihasilkan dapat sebesar 2x, 3x, 4x, dan
seterusnya dari besarnya sinyal AC yang masuk
rangkaian [2]. Nilai kelipatan sinyal DC yang
dihasilkan disebut faktor kelipatan.
Rangkaian pelipat tegangan dapat dibuat
dengan komponen dasar dioda dan kapasitor,
dengan konfigurasi setengah gelombang dan
gelombang penuh. Rangkaian ini banyak
digunakan pada pembangkit tegangan tinggi.
Namun, dengan arus yang kecil seperti pada
catu daya tabung gambar [6]. Rangkaian pelipat

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 2


Buat rangkaian seperti gambar 3.1 Buat rangkaian seperti gambar
dengan R1 20 kΩ dan R2 10 kΩ pada
papan rangkaian;
3.2

Mengatur agar tegangan keluaran Mengatur agar tegangan keluaran


dari generator isyarat sebesar 20 dari pembangkit isyarat sebesar 2
Vpp pada frekuensi 1 kHz; Vpp pada frekuensi 1 kHz;

Menghubungkan rangkaian Menghubungkan rangkaian


denganpembangkit isyarat; dengan pembangkit isyarat;

Mengukur tegangan pada titik A,


Mengukur tegangan pada R1 dan R2
dengan osiloskop;
B, C, dan D dengan osiloskop.

Diagram 3.1. rangkaian pelipat tegangan

4. HASIL DAN ANALISIS


Mengganti R1 dengan VR;
HASIL
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan
diperoleh hasil yakni :
\

Mengatur VR agar tegangan pada R2


Tabel 4.1
bervariasi dari minimum sampai
maksimum (memvariasikan setiap 2 Rangkain Pembagi Tegangan 1

Vpp); R2 R2 V1 V2 VG
(Kohm) (Kohm) (volt) (Volt) (volt)
Diagram 3.1. Pembagi tegangan. 10 20 20 14 20

Rangkain Pembagi Tegangan 2


R2 V2 VR1 V1 VG
(Kohm) (Volt) (Kohm) (Volt) (volt)

20 3 0 5,91 20
20 5 42 5,30 20
20 7 62 4,7 20
GAMBAR 3.2. RANGKAIAN PELIPAT TEGANGAN 20 9 76 3,94 20
20 11 84 3,1 20
20 13 93 2,8 20
20 15 104 2,6 20
20 17 103 2,59 20
20 19 104 2,59 20

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 3


Tabel 4.2 sudah tidak berfungsi ketika digunakan, kabel
Pelipat Tegangan yang sensitif sehingga noise yang cukup besar
masuk ke dalam sistem. Gangguan yang
Tegangan diakibatkan sinyal noise dapat merusak bentuk
VG (Volt) K
(volt) sinyal asli serta menambah atau mengurangi
2 2 0 amplitudo pada gelombang sinus ketika
0,1 2 0 pengambilan data menggunakan CRO dan
2 2 0 mengakibatkan tidak terdeteksi nilai V pada
0,15 2 0 MMD.

ANALISIS DATA 5. KESIMPULAN


Rangkaian pembagi tegangan (tabel 4.1) bekerja Berdasarkan hasil percobaan yang telah
berdasarkan hukum kirchoff, secara metematis diperoleh, pada percobaan ini dapat disimpulkan
bahwa :
nilai VG diperoleh dari penjumlahan V1 dengan V2
yang merupakan rangkain loop tertutup, 1) Rangkaian pembagi tegangan yaitu
perhatikan dibawah ini ; rangkaian yang cara kerjanya berdasarkan
hukum kirchoff.
Rangkaian pembagi tegangan 1
2) Rangkaian pelipat tegangan yaitu
Matematis Data Praktikum rangkaian yang dapat menghasilkan
VG = V1+V2 tegangan DC beberapa kali lebih besar
= 7+8 dari tegangan puncak sinyal input.
VG = 20 volt
= 15 volt Dengan kata lain, sinyal DC yang
dihasilkan dapat sebesar 2x, 3x, 4x, dan
seterusnya dari besarnya sinyal AC yang
Rangkaian pembagi tegangan 2
Matematis Data Praktikum
6. DAFTAR PUSTAKA
VG = V1+V2
= 0,0007 + 2 [1] Elektronika dasar. 2015. http://elektronika-
VG = 20 volt
= 2.0007 volt dasar.web.id/pelipat-tegangan-voltage-
multiplier-setengah-gelombang/ . diakses
Berdasarkan data diatas menunjukan nilai VG pada 10 Juni 2018 pukul 20.50 WIB
yang tidak singkron antar perhitungan matematis [2] Fshamouzcie.2012.
maupun hasil data praktikum, dimana hukum II http://fshamouzcier.blogspot.co.id/2012/03
kirchoff mengatakan Jumlah aljabar penurunan /clamper-cliper-dan-pelipat-tegangan.html,
tegangan (voltage drop) pada rangkaian tertutup diakses pada 10 Juni 2018 pukul 21.30 WIB
(loop) menuruti arah yang ditentukan = jumlah [3] Hilalliati, Nurul. 2014.
aljabar kenaikan tegangan (voltage rise) nya. https://www.academia.edu/8424000/rangkai
Rangkaian pelipat tegangan (lihat Tabel an_pembagi_tegangan_elektronika . diakses
4. 2), terdapat faktor pelipat tegangan. Faktor pada 10 Juni 2018 pukul 20.30 WIB
pelipat tegangan yaitu nilai kelipatan sinyal DC [4] Jumadi.2010.
yang dihasilkan oleh rangkaian pelipat tegangan. http://staffnew.uny.ac.id/upload/130683941
Dengan kata lain, sinyal DC yang dihasilkan dapat /pendidikan/Hukum+Kirchoff.pdf. diakses
pada 10 Juni 2018 pukul 21.00 WIB
sebesar 2x, 3x, 4x, dan seterusnya dari besarnya
sinyal AC yang masuk rangkaian Berdasarkan [5] Novitasari, Desy, dkk., Hukum
Tabel 4. 2, diperoleh faktor kelipatan tegangan Kirchoff,Universitas Lambung
sebesar 0 volt pada titik A sampai D atau dapat Mangkurat,Banjarmasin, 2015.
dikatakan tidak terdeteksi adanya pelipatan [6] Tim Dosen Pendidikan Fisika, Modul Fisika
teganagn, sehingga hasil tabel 4.2 tidak sesuai Dasar II, UNLAM, Banjarmasin, 2015.
dengan teori yang ada. [7] Sari, Mutiara Indah, Elektronika Dasar
Ketidaksesuain hasil praktikum dapat I,Institut Agama Islam Negeri Raden.
disebabkan oleh berbagai sudut pandang seperti
komponen elektro atau resisitor yang terbatas dan
Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 4