Anda di halaman 1dari 3

POLA KETENAGAAN RADIOLOGI

TAHUN 2016

STANDAR KEBUTUHAN TENAGA RADIOLOGI RUMAH SAKIT TRIA DIPA JAKARTA


TAHUN 2016

Berdasarkan Metode ( WINS) Work Load lincina Staf Need

Pendahuluan

Metode perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan beban pekerjaan nyata yang
dilaksanakan oleh tiap kategori tenaga kesehata pada tiap unit kerja difasilitas pelayanan
kesehatan . kelebihan metode ini muda dioperasikan, muda digunakan, secara teknis muda
diterapkan, komprenship realitas.

Penentuan Jumlah tenaga juga disesuaikan dengan kondisi, peran, fungsi dan beban kerja
Radiologi. Untuk perhitungan jumlah tenaga Rumah Sakit Tria Dipa menggunakan metode
WISN, dimana perhitungan tenaga berdasarkan beban kerja Radiografer.

Langkah – langkah Perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan WISN meliputi :

1. Menetapkan waktu kerja tersedia


2. Mendapatkan unit kerja dan kategori tenaga
3. Menyusun standar beban kerja
4. Menyusun standar kelonggaran
5. Perhitungan kebutuhan tenaga per unit kerja

 Langkah pertama

Menetapkan waktu kerja tersedia dalam I tahun


Data yang disebutkan
Hari kerja : 365 – 52 ( hari minggu ) = 313 hari

Cuti tahun = 12 hari


Hari libur nasional = tahun 2015 = 13 hari
Ketidak hadiran kerja = 6 hari ( izin, sakit,dll)
Pendidikan dan latihan = Tahun 2015 = 3 hari
Waktu kerja = 42 Jam / Minggu = 7 Jam / hari

HAri kerja : 313- 34 = 279 hari / tahun


Waktu kerja tersedia = 279 x 7 Jam = 1953 Jam / Tahun
 Langkah kedua
Menetapkan Unit Kerja dan kategori Tenaga
Unit kerja : Radiologi
Kategori tenaga : Radiologi

 Langkah ketiga
Menyusun standar beban kerja Radiologi
Beban kerja kategori meliputi :
1. Kegiatan pokok Kegiatan pokok yang dilakukan di Radiologi adalah melakukan
penginputan data pemeriksaan, pengetikan hasil, hasil dan penyeraha hasil.
2. Rata – rata waktu yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan selama I tahun untuk
menyelesaikan tiap tiap kegiatan pokok pemeriksaan per pasien dibutuhkan rata – rata
waktu I jam
Waktu Kerja tersedia
Standar beban kerja per satu tahun = Rata – rata waktu per kegiatan pokok

= 1953 Jam / Tahun


I Jam
= 1953 pasien / Tahun / Tenaga
 Langkah keempat
Menyusun Standar kelonggaran
Pada umumnya Radiologi memiliki factor kelonggaran sebagai berikut :
Rapat = I Jam / Tahun
Rapat = I Jam / Minggu
Kegiatan Profesi = I Jam / Minggu
Berobat = I Jam / Minggu
Lain – lain (urusan koperasi, bank,dll) = 5 Jam / Minggu

Rumus standar kelonggaran = rata- rata waktu per factor kelonggran


Waktu kerja tersedia

Perhitungan standar kelonggaran = .5 Jam / Minggu x 52 Minggu / Tahun = 0,I


1953 Jam / Tahun

 Langkah kelima
Kualitas kegiatan pokok disusun berdasarkan berbagai data kegiatan pelayanan medis
yang telah dilakukan di Radiologi selama kurun waktu satu tahun ( 2014), adalah sama
dengan jumlah pasien Radiologi yang dilayani selama I tahun

Rumusan kebutuhan tenaga Radiografi = Kualitas kegiatan pokok + standar


kelonggaran
Standar beban kerja

= Jumlah pasien Radiologi / Tahun


1953 pasien / tahun / tenaga

= 3717 pasien / tahun


1953 pasien / tahun / tenaga

= 1,9 = 2 orang

Kesimpulan :
Berdasarkan perhitungan dengan metode WISN, maka didapatkan kebutuhan tenaga
Radiologi 2 orang

Adapun di Radiologi daftar tenaga tenaganya adalah


Jenis tenaga Kebutuhan Ketersediaan Keterangan
Kepala Radiologi 1 1 Dokter Sp. Rad
koordinator 1 1
Radiografer 2 3 Lebih dari I
Adminitrasi ruangan - -
Total 3 4

Jumlah ketersediaan tenaga Radiografer pelaksanaan di RS Tria Dipa menurut metode WISN
adala MELEBIHI ( LEBIH I ORANG TENAGA RADIOLOGI).

Jakarta 10 Agustus 2015

Dr. Zakirman Karim, Sp. Rad


Kepala Unit Radiologi