Anda di halaman 1dari 5

MODUL ELEKTRONIKA DASAR I KARAKTERISTIK TRANSISTOR

Nandi Maulani Nashruddin (K1C016030)


Asisten: M.Arsya
Tanggal Percobaan:24/11/2017
PAF15210P-ELEKTRONIKA DASAR I
Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsoed

Abstrak adalah tidak akan ada arus antara colektor dan


Praktikum Karakteristik Transistor dilakukan dengan emitor apabila pada basis tidak diberi tegangan
tujuan menentukan jenis transistor (PNP dan NPN, muka atau bias. Bias pada basis ini biasanya
kaki-kaki transistor dan nilai hfe kemudian membuat diikuti dengan sinyal-sinyal atau pulsa listrik
rangkaian common emittor yaitu menggunakan transistor yang nantinya hendak dikuatkan, sehingga pada
sebagai penguat. Prinsip kerja common emittor penguat kolektor, sinyal yang di inputkan pada kaki
yang kaki emitor transistor di groundkan, lalu input di
basis telah dikuatkan. Kedua jenis transistor baik
masukkan ke basis dan output diambil pada kaki
kolektor. Penguat Common Emitor juga mempunyai NPN ataupun PNP memiliki prinsip kerja yang
karakter sebagai penguat tegangan. sama.
Kata kunci: Common Emittor, Bias Penguat,
2. STUDI PUSTAKA
Transistor, Kapasitor.
Transistor adalah alat semikonduktor yang
1. PENDAHULUAN
dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit
pemutus dan penyambung (switching),
Transistor adalah alat semikonduktor yang stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau
dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat
pemutus dan penyambung (switching), berfungsi semacam kran listrik, dimana
stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan
sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat inputnya (FET), memungkinkan pengaliran
berfungsi semacam kran listrik, dimana listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3
inputnya (FET), memungkinkan pengaliran terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot
listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber (C). Tegangan yang di satu terminalnya
listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur
terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot arus dan tegangan yang lebih besar daripada
(C). Tegangan yang di satu terminalnya arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan
misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur dan arus output Kolektor.
arus dan tegangan yang lebih besar daripada
arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan Transistor merupakan komponen yang sangat
dan arus output Kolektor. Alat dan bahan yang penting dalam dunia elektronik modern. Dalam
digunakan pada praktikum ini adalah MMD, rangkaian analog, transistor digunakan dalam
breadboard, resistor, kapasitor, transistor, amplifier (penguat). Rangkaian analog
baterai 9 V (dengan catu daya). Langkah- melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil
langkah dalam praktikum ini adalah membuat (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam
rangkaian seperti yang terdapat pada modul rangkaian-rangkaian digital, transistor
elektronika dasar, kemudian dengan tanpa digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi.
masukan serta tanpa memasang RL, mengatur Beberapa transistor juga dapat dirangkai
potensiometer RC agar V CE = ½ V CC yaitu 4.5 sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai
V. Lalu menghitung arus IC dengan mengukur logic gate, memori dan fungsi rangkaian-
tegangan pada RC, mengukur IB dan V BE. rangkaian lainnya.
Prinsip dasar dari kerja transistor yang lain

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 1


Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, transistor akan mengalami Cutoff apabila arus
dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau yang melalaui basis sangat kecil sekali sehinga
tegangan inputnya (FET), memungkinkan kolektor dan emitor akan seperti kawat yang
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit terbuka, dan Transistor akan mengalami jenuh
sumber listriknya. Pada umumnya, transistor apabila arus yang melalui basis terlalu besar
memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) sehingga antara kolektor dan emitor bagaikan
dan Kolektot (C). Tegangan yang di satu kawat terhubung dengan begitu tegangan antara
terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai kolektor dan emitor Vce a.
untuk mengatur arus dan tegangan yang akan
dikuatkan melalui kolektor.Selain digunakan Prinsip dasar dari kerja transistor yang lain
untuk penguat transistor bisa juga digunakan adalah tidak akan ada arus antara colektor dan
sebagai saklar. Caranya dengan memberikan emitor apabila pada basis tidak diberi tegangan
arus yang cukup besar pada basis transistor muka atau bias. Bias pada basis ini biasanya
hingga mencapai titik jenuh. Pada kondisi diikuti dengan sinyal-sinyal atau pulsa listrik
seperti ini kolektor dan emitor bagai kawat yang yang nantinya hendak dikuatkan, sehingga pada
terhubung atau saklar tertutup, dan sebaliknya kolektor, sinyal yang di inputkan pada kaki
jika arus basis teramat kecil maka kolektor dan basis telah dikuatkan. Kedua jenis transistor baik
emitor bagai saklar terbuka. Dengan sifat NPN ataupun PNP memiliki prinsip kerja yang
pensaklaran seperti ini transistor bisa digunakan sama.
sebagai gerbang atau yang sering kita dengar
dengan sebutan TTL yaitu Transistor Transistor 3. METODOLOGI
Logic. Transistor dapat berfungsi juga sebagai; Pada praktikum karakteristik transistor alat dan
(a) penguat arus maupun tegangan yang dipakai bahan yang digunakan adalah:
sebagai penguat, (b) sebagai sirkuit pemutus dan a. Baterai 9V
penyambung (switching), (c) stabilisasi tegangan
b. MMD 2
semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus
inputnya (BJT) atautegangan inputnya (FET), c. Breadboard
dan (d) memungkinkan pengaliran listrik d. Resistor 1KΩ, 12KΩ
yangsangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
e. Kapasitor 10µF, 100µF
Transistor dibuat dengan tiga lapis
semikonduktor. Dapat dibuat lapisanPNP f. Transistor
ataupun lapisan NPN. Dengan demikian kita g. Potensio 100KΩ, 10KΩ
mengenal 2 macamtransistor, yaitu transistor h. Jumper
PNP dan transistor NPN sesuai dengan
jenispenyusunnya. Transistor mempunyai tiga
kaki (elektroda) yang diberinama basis (b),
emitor (e) dan colector (c). Basis dihubungkan
denganpada lapisan tengah sedang emitor dan
colector pada lapisan tepi.Emitor artinya
pemancar, disinilah pembawa muatan berasal.
Colectorartinya pengumpul.Pembawa muatan
yang berasal dari emitor ditampung pada
Colector.Basis artinya dasar, basis digunakan
sebagai elektroda mengendali.

Prinsip Transistor juga sebagai Penguat


(amplifier): artinya transistor bekerja pada
wilayah antara titik jenuh dan kondisi terbuka
(cut off), tetapi tidak pada kondisi keduanya.
Prinsip Transistor sebagai penghubung (saklar) :

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 2


Memilih Membuat
Transistor rangkaian
yang akan sesuai dengan
digunakan ketentuan
yang telah ada

Mengatur MMD
hingga tombol Mengatur catu
selektor ada daya DC
pada bagian sebesar 9V
hfe.

Memasang
transistor pada Mengatur nilai Ib
konektor di MMD sesuai keinginan

Jika sudah
terdapat nilai hfe Ukur nilai Ic
pada MMD catat dan nilai Vce
jenis, kaki-kaki, kemudian
dan nilai hfe catat nilainya.
transistor

Gambar 3-2 Diagram Menentukan ciri keluaran


transistor

4. HASIL DAN ANALISIS


Gambar 3-1 Diagram Menentukan jenis, kaki-kaki, dan Hasil yang didapatkan dari praktikum ini
hfe transistor terdapat pada tabel dibawah :

Seri/Kode Jenis hfe Kaki-kaki

R/118 C828A 233 BCE

R/29 C828A 230 BCE

R/518 C828A 241 BCE

Tabel 4-2 Tabel Hasil Praktikum Menentukan Jenis,


Kaki-kaki dan hfe Transistor

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 3


emiter diberi prasikap maju dan sambungan
Nilai IB-1 IC (mA) VCE (mV)
kolektor diberi prasikap balik. Pada daerah aktif
8,66 1 arus kolektor sebanding dengan arus balik.
Penguatan sinyal masukan menjadi sinyal
10,31 4 keluaran terjadi pada saat aktif. Daerah cut-
off (putus) terletak dibawah IB = ICO. Sambungan
12,52 6 emiter dan sambungan kolektor berprasikap
balik. Pada daerah ini IE = 0 ; IC = ICO = IB.
9,26 8
Dari praktikum yang telah dilakukan
8,83 12 didapatkan hasil IC dari setiap perubahan VCE
1,07 mA
pada tabel 4-2. Nilai IB pertama adalah 78, IB
kedua adalah 81 sedangkan IB keempat adalah
110. Dari ketiga tabel yang memaparkan hasil
praktikum, ketiganya menunjukkan bahwa
semakin besar VCE akan semakin besar juga IC
yang mengalir.

Tabel 4-2 Tabel Hasil Praktikum Menentukan


Lengkung Ciri Keluaran Transistor

Karakteristik transistor disajikan dengan kurva


karakteristik yang menggambarkan kerja
transistor. Satu cara untuk melihat sebanyak
mungkin detail adalah dengan grafik yang
menggambarkan hubungan arus dan tegangan. Pada gambar diatas merupakan gambar
transistor dengan kaki-kakinya. Biasanya
transistor type ini mempunyai susunan kaki e-b-
c seperti terlihat pada gambar no.1. Namun
Ic

15 seringkali ditemukan susunan kakinya c-b-e


seperti pada gambar no.2, dan seringkali juga
10
ditemukan susunan kakinya e-c-b seperti pada
5 gambar no.3. Jika hendak mengganti transistor,
0 pastikan apakah pola kaki transistor pengganti
1 4 6 8 12VCE memang sama dengan pola kaki transistor yang
diganti. Jika tidak sama, posisikan transistor
Kurva karakteristik transistor merelasikan IC dan
pengganti sedemikian rupa sehingga tetap tidak
VCE dengan IB sebagai parameter. Parameter-
terjadi kekeliruan penempatan basis, emitor atau
parameter transistor tidaklah konstan, meskipun
kolektornya. Dalam hal ini perlu melihat
tipe sama namun parameter dapat berbeda.
kepada skema rangkaian, manakah yang
Kurva kolektor terbagi menjadi tiga daerah yaitu
tersambung ke basis, ke emitor, atau ke kolektor.
jenuh, aktif dan cut- off.
Daerah jenuh (saturasi) adalah daerah dengan hFE adalah salah satu dari sekian banyak
VCE kurang dari tegangan lutut (knee) VK. Daerah parameter transistor yang ada dalam lembaran
jenuh terjadi bila sambungan emiter dan data sheet transistor. hFE adalah rasio
sambungan basis berprasikap maju. Pada daerah (perbandingan) dari IC/IB, dengan IC adalah
jenuh arus kolektor tidak bergantung pada nilai arus kolektor dan IB adalah arus basis. Karena
IB. Daerah aktif adalah antara tegangan lutut berupa rasio maka tidak ada satuan yang
VK dan tegangan dadal (break down) VBR serta di menyertainya, misalnya hFE = 200 . Nilai DC
atas IBICO. Daerah aktif terjadi bila sambungan gain arus hFE dapat bervariasi, bahkan untuk

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 4


transistor dari jenis tipe yang sama sekalipun.
Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saat
produksi secara masal, ada sedikit
penyimpangan, walaupun masih dalam
toleransi. Jadi bila kita mengukur hFE misalnya
untuk transistor final 2SC5200 menjumpai nilai
150, 160, 140 dan seterusnya, bukan berarti
rusak. Nilai hFE memang bervariasi. Karena hFE
adalah penguatan arus DC (DC gain), maka
sangatlah vital pengaruhnya terhadap kualitas
suara dari power amplifier. Penguatan antara
sinyal dalam siklus positif dan negative dengan
pasangan transistor hFE yang sama akan
menghasilkan sinyal output yang mulus sampai
transistor jenuh (saturasi).

hFE yang didapat pada praktikum adalah 228


untuk kode transistor R/118 dengan jenis NPN,
362 untuk kode R/29 dengan jenis yang sama
dan untuk kode R/518 didapat hFE sebesar 278.

5. KESIMPULAN
Dari praktikum rangkaian penyearah, dapat
disimpulkan bahwa ada dua jenis transistor
yaitu NPN dan PNP. hfe adalah salah satu dari
sekian banyak parameter transistor yang ada
dalam lembaran data sheet transistor. hFE
adalah rasio (perbandingan) dari IC/IB, dengan
IC adalah arus kolektor dan IB adalah arus basis.
Dan pada kurva karakteristik transistor, semakin
besar VCE akan semakin besar pula IC yang
mengalir.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Hartono, Modul praktikum elektronika dasar 1,
Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto
2017.
[2] http://elektronikadasar.info/transistor-
sebagai-saklar.htm. 26 November 2017,
21.15 WIB.
[3] William D. Cooper, Instrumentasi
Elektronik dan Teknik Pengukuran, Erlangga,
Jakarta, 1985.

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 5