Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

“SIMULASI RANGKAIAN OSILATOR”

( Untuk Memenuhu Tugas Mata Kuliah Elektronika Dasar I )

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Ir. Bambang Sujanarko, M.M

Oleh:

NUR KAMILA

160210102037

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JEMBER

2017
I. TUJUAN

a. Mengetahui komponen penyusun rangkaian osilator.

b. Memahami prinsip kerja rangkaian osilator.

c. Mengetahui aplikasi rangkaian osilator dalam kehidupan sehari-hari.

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

 Osilator Colpitts

Oscilator Colpitts pada dasarnya mirip dengan oscilator Hartley. Perbedaan yang
mendasar terletak pada bagian rangkaian tangki (tank circuit). Pada oscilator Colpitts,
digunakan dua kapasitor sebagai pengganti induktor yang terbagi (Barmawi,
Malvino.1985:232). Osilator Colpitts adalah salah satu topologi osilator yang efektif digunakan
untuk pembangkit gelombang sinus pada rentang frekuensi antara 10kHz hingga 10MHz.
Osilator ini menggunakan rangkaian tertala LC dan umpan balik positif melalui suatu pembagi
tegangan kapasitif dari rangkaian tertala (L Shrader, Robert.1985:99). Ciri khas dari osilator
Colpitts adalah pada rangkaian LC memiliki dua buah kapasitor yang terhubung seri. Frekuensi
resonansi rangkaian oscilator Colpitts ditentukan oleh dua kapasitor terhubung seri dan
induktor. Pada simulasi rangkaian Colpitts yang digunakan adalah berikut:

Dari gambar rangkaian oscilator Colpitts diatas Catu daya V1 senilai 5V merupakan
input rangkaian. Tegangan panjar untuk basis transistor Q1 diberikan oleh R1 dan R3,
sedangkan untuk emitor diberikan oleh R4, kolektor diberi panjar mundur dengan
menghubungkan ke bagian positif dari Vcc melalui R2. Resistor R2 juga berfungsi sebagai
beban kolektor. Transistor dihubungkan dengan konfigurasi emitor-bersama. Ketika daya DC
diberikan pada rangkaian, arus mengalir dari bagian negatif Vcc melalui R4, Q1, L1, dan R2.
Arus Ic yang mengalir melalui R2 menyebabkan penurunan tegangan Vc dengan harga positif.
Tegangan yang berubah ke arah negatif ini dikenakan ke bagian atas C3 melalui C2. Bagian
bawah C4 bermuatan positif dan tertambahkan ke tegangan basis dan menaikkan harga IB.
Peguatan terus terjadi sampai transistor Q1 berada pada titik jenuh. Saat Q1 sampai pada titik
jenuh maka tidak ada lagi kenaikan Ic dan perubahan Vc akan terhenti. Besarnya balikan yang
dihasilkan pada rangkaian osilator colpitss tergantung oleh kapasitansi C3 dan C4. Rangkaian
LC pada rangkaian colpitts ini adalah C3, C4, dan L2.

Berikut grafik hasil simulasi osilator Colpitts:

Terlihat bahwa gelombang yang terbentuk adalah gelombang sinus teredam dan tegangan
yang dihasilkan pada puncak maksimum yaitu 4,8357 V mendekati sumber tegangan yang
bernilai 5 V.

 OSILATOR KRISTAL

Osilator kristal digunakan untuk menghasilkan isyarat dengan tingkat kestabilan


frekuensi yang sangat tinggi. Pada kristal sudah dibatasi bandwitch yang akan kecil dan
pemnacar gelombang sangat sempit. Pada simulasi rangkaian osilator kristal yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Dari gambar rangkaian di atas ditambahkan kristal agar impedansi maksimum saat
terjadi resonansi. Rangkaian resonansi tersebut merupakan rangkaian resonansi paralel.
Rangkaian resonansi paralel berperan sebagai rangkain tangki juga. Berikut grafik rangkaian
osilator kristal.

 Osilator Astable Multivibrator

Multivibrator merupakan jenis osilator yang menggunakan rangkaian RC sebagai


rangkaian tangkinya dan menghasil keluaran gelombang kotak. Pada simulasi rangkaian
osilator kristal yang digunakan adalah sebagai berikut:
Dari gambar rangkaian diatas sumber tegangan DC sebesar 12 V diberikan pada
rangkaian, R1 dan R2 memberikan panjar maju pada masing-masing transistor Q1 dan Q2.
Secara berseling, kolektor Q1 dan basis Q2 terhubung melalui kapasitor yang ada diantara
mereka, yaitu C1 dan C2. Reaksi konduksi pada transistor menyebabkan tegangan pada
kolektor naik.

Berikut grafik hasil simulasi osilator Astable Multivibrator:

Dari grafik tersebut terlihat bahwa arusnya naik dan turun secara bergantian, hal ini
dikarenakan transistor mengalami kondisi cut-off dan jenuh secara bergantian.
 Osilator Monostable Multivibrator

Monostable multivibrator adalah suatu rangkaian yang banyak dipakai untuk


membangkitkan pulsa output yang lebarnya dan amplitudonya tetap. Monostable multivibrator
memiliki satu kondisi stabil sehingga sering juga disebut sebagai multivbrator one-shot. Ciri
khusus rangkaian osilator ini adalah hanya memiliki satu buah kondisi, yaitu stabil dan tidak
stabil. Berikut adalah rangkai osilator monostable multivibrator pada simulasi:

Dari rangkaian monostable multivibrator di atas menggunakan IC, sehingga


menghemat penggunaan komponen seperti transistor, kapasitor, induktor, dan resistor. Input
Vcc dihubungkan melalui kaki-1 dan output pada kaki-5. Pada kaki-4 terhubung sumber trigger
yaitu tegangan AC dengan nilai 12V 1kHz. Penguatan dilakukan di dalam IC, sehingga
frekuensi yang dihasilkan mampu mencapai 200Hz.
Berikut adalah perolehan grafik dari hasil simulasi osilator monostable multivibrator:

III. KESIMPULAN

Pada osilator colpitts grafik yang terlihat bahwa gelombang yang terbentuk adalah
gelombang sinus teredam dan tegangan yang dihasilkan pada puncak maksimum yaitu 4,8357
V mendekati sumber tegangan yang bernilai 5 V. Dan pada osilator astable multivibrator grafik
yang terlihat bahwa arusnya naik dan turun secara bergantian, hal ini dikarenakan transistor
mengalami kondisi cut-off dan jenuh secara bergantian.
DAFTAR PUSTAKA

Barmawi, Malvino. 1985. Prinsip-Prinsip Elektronika Jilid 2. Jakarta: Erlangga

L Shrader, Robert.1985. Komunikasi Elektronika. Jakarta: Erlangga