Anda di halaman 1dari 2

Pasar Modal dan Instrumennya

Pasar modal (capital market) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka
panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang, ekuitas (saham), instrumen derivatif,
maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun
institusi lain (misalnya pemerintah) dan sarana bagi kegiatan berinvestasi (Darmadji dan
Fakhruddin, 2006:1)
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1995 Pasal 1
butir 13: Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan
perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan potensi yang berkaitan dengan efek.

Fungsi Pasar Modal


Fungsi pasar modal pada suatu negara adalah sebagai berikut (Sunariyah, 2006:7):
1. Sebagai fasilitas melakukan interaksi antara pembeli dengan penjual untuk menentukan
harga saham atau surat berharga yang diperjualbelikan belikan.
2. Memberikan kesempatan kepada para pemodal untuk menentukan hasil (return) yang
diharapkan.
3. Memberikan kesempatan kepada investor untuk menjual kembali saham yang dimilikinya
atau surat berharga lainnya.
4. Menciptakan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam perkembangan
suatu perekonomian.
5. Mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga.

Sedangkan menurut Rusdin (2008:2-3), fungsi pasar modal adalah sebagai berikut:
1. Pasar modal merupakan wahana pengalokasian dana secara efisien.
6. Pasar modal sebagai alternatif investasi.
7. Pasar modal memungkinkan para investor untuk memiliki perusahaan yang sehat dan
berprospek baik.
8. Pelaksanaan manajemen perusahaan secara profesional dan transparan.
9. Peningkatan aktivitas ekonomi nasional.

Instrumen Pasar Modal


Instrumen Pasar Modal adalah semua surat berharga (efek) yang secara umum diperjualbelikan
melalui Pasar Modal. Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, efek
adalah setiap surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit,
tanda bukti utang, setiap right, waran, opsi, atau derivatif dari efek, atau setiap instrumen yang
ditetapkan sebagai efek.

Umumnya sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal meliputi saham, obligasi, reksadana dan
instrumen derivatif. Berikut penjelasan beberapa instrumen pasar modal (Tandelilin, 2001:18):
a. Saham
Saham merupakan surat tanda bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan dalam bentuk PT. Saham
merupakan salah satu jenis sekuritas yang paling populer di pasar modal. Dengan memiliki saham,
investor akan memperoleh dividen dan dapat memanfaatkan fluktuasi harga saham dengan menjual
saham tersebut untuk memperoleh keuntungan yang dinamakan capital gain.
b. Obligasi
Obligasi merupakan sertifikat yang berisi kontrak antara investor dan perusahaan, yang menyatakan
bahwa investor sebagai pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan
(emiten). Perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga
secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan serta pokok pinjaman pada saat
jatuh tempo.
c. Reksadana
Reksadana adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan sejumlah dana kepada
perusahaan reksadana untuk dikelola oleh manajer investasi profesional, agar digunakan sebagai
modal berinvestasi baik di pasar modal maupun di pasar uang.
d. Instrumen derivatif
Instrumen derivatif merupakan sekuritas turunan dari suatu sekuritas lain, sehingga nilai instrumen
derivatif sangat tergantung dari harga sekuritas lain. Ada beberapa jenis instrumen derivatif,
diantaranya waran, bukti right (right issue), opsi dan future.