Anda di halaman 1dari 5

MODUL 5 OP-AMP Penguat Penjumlah dan Penguat Tak Membalik

Nandi Maulani Nashruddin(K1C016030)


Asisten: Arif K. A.
Tanggal Percobaan: 25/06/2018
PAF15210P-A ELEKTRONIKA DASAR II
Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsoed

Abstrak memperkuat isyarat AC maupun DC dengan


keluaran yang tetap sefase dengan sinyal
Praktikum Operational Amplifier sebagai penguat
inputnya.
penjumlahan dan penguat pembalik bertujuan untuk mengetahui
prinsip kerja penguat penjumlah pada op-amp dan
menentukan rumus untuk penguatan tegangan. Metode
pengambilan data dilakukan melalui pengamatan gelombang 2. STUDI PUSTAKA
pada LCD CRO untuk menentukan tegangan generator,
tegangan masuk, dan tegangan keluar digunakan dua buah Operational amplifier atau yang biasa disebut
batrai 9 volt sebagai tegangan sumber. Hasil bagi antara sebagai op-amp merupakan sejenis IC yang
tegangan output dengan tegangan input inilah yang disebut didalam nya terdiri dari beberapa komponen pasif
nilai penguat tegangan (A). Nilai penguat tegangan yang seperti transistor, resistor, dan dioda yang telah
diperoleh pada rangkaian penguat penjumlah tidak sesuai didesain sedemikian rupa sehingga menjadi
terhadap teori yakni tidak terjadi peningkatan anatara R3 sebuah komponen yang dapat digunakan untuk
pertama, kedua, dan ketiga, sedangkan pada rangkaian berbagai macam fungsi. Beberapa aplikasi op-amp
pembalik nilai penguat tegangan R2 ke dua-tiga tidak yang sering digunakan diantaranya rangkaian
terbaca oleh LCD CRO. ketidak akuratan hasil penguatan dasar penguat diferensial, rangkaian buffer sinyal,
yang diakibatkan dari beberapa parameter dari rangkaian penguat tak-membalik (non-inverting
karakteristik sebuah komponen op-amp itu sendiri, dimana amplifier), rangkaian penguat membalik
kualitas sebuah komponen op-amp dianggap baik jika nilai (inverting amplifier) dan rangkaian penjumlah
parameter idealnya terpenuhi. (adder)[4]. Op-Amp mempunyai karakteristik
ideal sebagai berikut, yaitu: lebar pita yang tak
Kata kunci: Op-Amp, Penguat Penjumlah, Penguat berhingga (Infinite Bandwith), impedansi
Pembalik, Kekuatan Tegangan. masukkan yang tak berhingga (Infinite Input
Impedance) sehingga arus masukkan dapat
1. PENDAHULUAN diabaikan, dan impedansi keluaran sama dengan
Komponen elektronika yang paling penting
nol (Zero Output Impedance) sehingga keluaran
dalam setiap rangkaian elektronika pada
penguat tidak terpengaruh oleh pembebanan [3].
praktikum ini adalah sebuah penguat operasional.
Penguat operasional (operational amplifier) atau
yang biasa disebut op-amp merupakan suatu jenis
penguat elektronika dengan hambatan (coupling)
arus searah yang memiliki faktor penguatan
sangat besar dengan dua masukan dan satu
keluaran. Penguat operasional pada umumnya
tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan yang
paling banyak digunakan adalah rangkaian seri.
Praktikum kali ini untuk memahami
prinsip kerja penguat penjumlah dan penguat tak
membalik. Dimana penguat penjumlah berfungsi Gambar 2.1. Rangkaian penguat penjumlah
menjumlahkan beberapa level input signal yang Op-amp sering juga digunakan sebagai
masuk ke operasional amplifier. Penggunaan dari penjumalh berbagai input sinyal [1]. Dalam
operational amplifier ini ialah sebagai penguat penjumlah pada Gambar 2.1 semua anus
penjumlah sering dijumpai pada rangkaian mixer masukan mengalir melalui tahanan umpan balik
audio. Sedangkan penguat tak membalik Ro, artinya anus yang mengalir pada Ri, tidak
merupakan penguat sinyal dengan karakteristik mempenganuhi arus yang mengalir pada Ri yang
dasar sinyal output yang dikuatkan memiliki fasa lain. Secara lebih umum dikatakan bahwa anus
sama dengan sinyal output. Rangkaian penguat masukan tidak saling mempengaruhi karena
tak membalik ini dapat digunakan untuk masing-masing menghadapi potensial ground

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 1


pada simpul penjumlah. Ini mengakibatkan 3. METODOLOGI
tegangan V1, V2 dan V3 tidak saling
mempengaruhi. Ciri ini khusus dikehendaki I. ALAT DAN BAHAN
dalam suatu pembaur audio. Sebagai contoh a) Osiloskop (CRO)
misalnya V1, V2 dan V3 digantikan oleh mikrofon b) Multimeter digital (MMD)
-mikrofon, maka tegangan AC dan tiap-tiap c) Generator Isyarat
mikrofon akan dijumlahkan atau dibaurkan pada d) Kit Praktikum Op-Amp
setiap saat. Penjumlah pembalik tiga masukan e) Breadboard
seperti tampak pada Gambar 2.1 sehingga f) IC Op-Amp 741
tegangan masukan dapat dikalikan dengan suatu g) Resistor 100k;10k;2,2k;1k;680
gain tegangan tetap dan hasilnya dijumlahkan. h) Dua buah batrai 9 Volt
Sama seperti pada penjumlahan, tiap arus
masukan ditentukan oleh tegangan masukan dan II. CARA KERJA
resistansi masukannya. Demikian pula semua
arus-arus dijumlahkan bersama-sama dalam Ro
untuk rnembangkitkan suatu tegangan keluaran
yang sama dengan Ro dikalikan jumlah arusnya,
atau gain untuk tiap masukan bisa disetel sendiri-
sendiri dengan memilih perbandingan yang
dikehendaki antara Ro dan tiap tahanan Ri
sebagai tahanan masukannya [2].
Penguat tak membalik (non inverting)
adalah sebuah Op-Amp yang diterapkan dalam
modus penguat tak membalik atau non inverting,
yaitu tegangan keluarannya, Vo mempunyai
polaritas yang sama seperti tegangan masukan.
Dari cara penyusunannya pun dapat dilihat GAMBAR 3.1. RANGKAIAN PENGUAT PENJUMLAH
bahwa sinyal masukan dihubungkan ke masukan
non inverting, sehingga sinyal keluaran
mempunyai fase yang sama dengan sinyal
masukan. Rangkaian non inverting ini hampir
sama dengan rangkaian inverting hanya
perbedaannya adalah terletak pada tegangan
inputnya dari masukan non inverting [6].

Gambar 2.1. rangkaian penguat tidak membalik

Gambar 2.2. sinyal keluaran penguat tidak


membalik [5].

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 2


Buat rangkaian seperti gambar 3.1

Menghubungkan bagian masukan


rangkaian dengan generator isyarat

Gambar 3.2. Rangkaian Penguat ttak membalik

Mengatur generator isyarat agar


menghasilkan gelombang sinus dengan
frekuensi 1kHz dan dengan tegangan 2 Vpp Buat rangkaian seperti gambar 3.2

Mengatur Potensiometer (VR1) agar


menghasilkan V1 sebesar 200 mVpp Menghubungkan bagian masukan
rangkaian dengan generator isyarat

Mengatur Potensiometer (VR2) agar


menghasilkan V2 sebesar 300 mVpp Mengatur generator isyarat agar
menghasilkan gelombang sinus dengan
frekuensi 1kHz dan tegangan 100 mVpp

Mengukur tegangan keluaran (Vo) dari Op-


Amp
Mengukur tegangan keluaran (Vo) dari
Op-Amp

Melakukan kembali langkah-langkah diatas


dengan mengganti hambatan R3 sebesar
2,2 kΩ dan 10kΩ
Melakukan kembali langkah-langkah
diatas dengan mengganti hambatan R3
sebesar 10kΩ dan 100kΩ

Menghitung besar penguatan disetiap


rangkaian

Mengukur besar penguuatan ditiap


rangkaian

Diagram 3.1. menentukan hambatan masukan

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 3


4. HASIL DAN ANALISIS Ketidaksesuain hasil praktikum dapat
disebabkan oleh berbagai sudut pandang seperti
HASIL komponen elektro atau resisitor yang terbatas dan
sudah tidak berfungsi ketika digunakan, kabel
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan
yang sensitif sehingga noise yang cukup besar
diperoleh hasil yakni :
\
masuk ke dalam sistem. Gangguan yang
diakibatkan sinyal noise dapat merusak bentuk
Tabel 4.1 sinyal asli serta menambah atau mengurangi
Penguat Penjumlahan amplitudo pada gelombang sinus. Secara garis
besar ada dua jenis sumber noise. Yang pertama
R3 VG Vi1 Vi2 Vo A=
disebut external noise (derau yang berasal dari
(kohm) (Volt) (Volt) (Volt) (volt) Vo/Vi
luar perangkat) dan internal noise (derau yang
1 2 0,2 0,12 0,3 0,94
timbul dari perangkat itu sendiri). Sehingga
2,2 2 0,08 1,5 1,5 0,95
mengakibatkan data yang diperoleh tidak
10 2 0,08 1,6 1,6 0,95
berbanding lurus dengan nilai resisitor (R3 atau
Tabel 4.2 R2).
Penguat Tak membalik
5. KESIMPULAN
R2 VG Vi Vo A=
Berdasarkan hasil percobaan yang telah
(kohm) (Volt) (Volt) (volt) Vo/Vi
diperoleh, pada percobaan ini dapat disimpulkan
1 10 10 16 1,6
bahwa :
10 10 10 30 3
100 10 10 30 3 1) Prin sip kerja penguat penjumlahan pada
op-amp yakni semakin besar nilai resisitor
(R3) maka semakin besar nilai penguat
ANALISIS DATA tegangan, karena semua anus masukan
mengalir melalui tahanan umpan balik R3
Penguat operasional dalam bentuk rangkaian
terpadu memiliki karakteristik yang mendekati 2) Rumus penguat tegangan op-amp
karakteristik penguat operasional ideal tanpa disimbolkan sebagai A yakni penguat
perlu memperhatikan apa yang terdapat di tegangan sama dengan tegangan keluaran
dalamnya. Karakteristik ideal pada op –amp. Pada dibagi tegangan input.
praktikum ini membahas rangkain penguat
penjumlah dan penguat tak membalik pada op-
6. DAFTAR PUSTAKA
amp. Nilai faktor penguatan (A) diperoleh dari [1] Budiharto, widodo & sigit
perhitungan matetmatis berdasarkan rangkain op- firmansyah.2005.elektronika digital dan
amp yang didapatkan pada praktikum 4. Hasil mikroprosesor.Yogyakarta : Andi
bagi antara sinyal output dengan sinyal input
[2] Elisa.https://docs.google.com/viewerng/vie
inilah yang disebut faktor penguatan.
wer?url=http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/
Faktor penguat yang diperoleh dari hasil
download/50226/645cce8d. Diakses 28 Mei
tabel 4.1 pada frekuensi 1kHz, tegangan 2 volt
2018 pukul 19.00 WIB.
dengan memfariasikan R3 dan tabel 4.2 pada
frekuensi 1kHz, tegangan 100mVolt dengan [3] Franco, Sergio, 2002. Design with operasional
memfariasikan R2 melalu hasil pembacaan pada amplifiers dan analog integrated circuit.
LCD CRO yakni nilai pengut tegangan tabel 4.1 McGraw.san fransisco.
memperlihatkan penurunan seiring bertambahnya
[4] Kharisma, wisnu adji & jana utama. 2013.
niali resisitor (R3), dimana apabila ditinjau
Portable Digital Oscilloscope Menggunakan
berdasarkan rumus matematis (Franco,2002)
PIC18F4550 Portable Digital Oscilloscope
semakin besar nilai R3 maka semakin besar nilai
Based on PIC18F4550.TELEKONTRAN,
penguatan yang diperoleh karena Penguat sebagai
VOL. 1, NO. 2.
penjumlah memiliki fungsi untuk menjumlahkan
beberapa level sinyal input yang masuk ke sistem [5] Ubaidillah, kharis.2012.
op-amp dan semua anus masukan mengalir https://docs.google.com/viewerng/viewer?ur
melalui tahanan umpan balik R3. Dan tabel 4.2 l=http://blog.ub.ac.id/kharislave/files/2012/
niali penguat yang dapat dibaca pada LCD CRO 09/PENGUAT-OPRASIONAL-OP-
yakni R3 pertama bernilai dua sedangkan R3 kedua AMP.pdf . Diakses 28 Mei 2018 pukul 19.10
dan ketiga tidak terbaca oleh LCD CRO. WIB.

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 4


[6] Sutanto. 2006. Rangkaian Elektronika. UI –
Press: Jakarta.

Laporan Praktikum – Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika – FMIPA Unsoed 5