Anda di halaman 1dari 2

http://petisi.

co/dlh-jombang-sosialisasikan-penanganan-limbah-b3/

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Diah Susilowati menyampaikan sosialisasi ini
untuk mencari solusi penanganan limbah B3 dari 110 home industri abu aluminium di
Sumobito dan 26 di Kesamben. Karena limbah ditimbun di pinggir jalan, sawah, tanggul
sehingga mengganggu lingkungan. “Dari 136 home industri tersebut hanya 42 sudah
memiliki izin lingkungan,” katanya.

Sebagai tahap awal, Kementerian Lingkungan Hidup bagian penegakkan hukum wilayah
Jabanusra, Beni Bastiawan mengumpulkan para pengusaha pengolahan abu alumunium
untuk diberikan sosialisasi. Beni memberikan penjelasan bahwa akan dilakukan pemetaan
lokasi pembuangan limbah.

“Lokasi pembuangan limbah abu alumunium tersebar di beberapa tempat. Yakni di


Sumobito dan Kesamben. Ini yang sedang kita petakan,” jelasnya.

Suasana sosialisasi
Limbah B3 dari industri pengolahan alumunium memang cukup mudah ditemukan di
Kecamatan Kesamben dan Sumobito. Abu dimasukkan dalam karung plastik kemudian
ditata sedemikian rupa untuk tanggul sungai. Digunakan untuk material pengurukan jalan.
Bahkan ada sejumlah rumah yang juga diuruk menggunakan limbah berbahaya tersebut.
Tentu saja, limbah abu tersebut baunya cukup menyengat dan terasa perih di mata.

Lanjut Beni, pihaknya akan menyegel lokasi yang sudah terbukti dari hasil laborat
mengandung limbah B3. “Saat ini kita melakukan pemetaan. Penyegelan kita lakukan
minggu depan,” katanya.

Menurut Kepala Dinas LH Jombang Yudi Adrianto, pengrajin alumunium di dua kecamatan
tersebut sudah berlangsung sejak lama, yakni tahun 1970. “Kita sudah melakukan imbauan
agar pengusaha tidak membuang limbah sembarangan. Jumlah pengrajin alumunumium di
dua kecamatan itu sekitar 86 unit,” kata Yudi.

Jarot Sugiantoro, salah satu pengusaha pengolahan limbah alumunium mengakui bahwa
selama ini kesulitan membuang limbah tersebut. Karena perusahaan penyedia slag
alumunium tidak memberikan kompensasi pengelolaan limbah.

“Pada dalam satu minggu ada limbah sekitar dua ton. Kami kesulitan untuk membuang.
Makanya banyak yang dimafaatkan untuk menguruk jalan, menambal tanggul, dan
sebagainya,” pungkas Jarot. (rahma)

https://www.mongabay.co.id/2018/05/29/puluhan-tahun-warga-jombang-hirup-aroma-limbah-
beracun/

http://travel.tribunnews.com/2017/12/07/norilsk-kota-mengerikan-dan-tercemar-di-rusia-yang-miliki-
kekayaan-melimpah-berani-singgah

http://travel.tribunnews.com/2017/12/07/norilsk-kota-mengerikan-dan-tercemar-di-rusia-yang-miliki-
kekayaan-melimpah-berani-singgah

https://www.voaindonesia.com/a/jombang-tempat-penampungan-ilegal-limbah-b3-terbesar-di-
jatim/4425215.html