Anda di halaman 1dari 197

BAB I

PEMBAHASAN
1.1 DEFINISI

Artritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik


kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan
melibatkan seluruh organ tubuh (Kapita Selekta Kedokteran, 2001 :
hal 536).
Artritis Reumatoid adalah gangguan autoimun kronik
yang menyebabkan proses inflamasi pada sendi (Lemone & Burke,
2001 : 1248).
Penyakit reumatik adalah penyakit inflamasi non-
bakterial yang bersifat sistemik, progesif, cenderung kronik dan
mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetris.
(Rasjad Chairuddin, Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, hal.165)

Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik


kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan
dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah
pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut.(Susan
Martin Tucker.1998).

Artritis Reumatoid (AR) adalah kelainan inflamasi yang


terutama mengenai membran sinovial dari persendian dan
umumnya ditandai dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan
mobilitas, dan keletihan ( Diane C. Baughman. 2000 ).
Artritis Reumatoid adalah suatu penyakit peradangan kronik
yang menyebabkan degenerasi jaringan ikat, peradangan (inflamasi)
terjadi secara terus-menerus terutama pada organ sinovium dan
menyebar ke struktur sendi di sekitarnya seperti tulang rawan,
kapsul fibrosa sendi, legamen dan tendon. Inflamasi ditandai dengan
penimbunan sel darah putih, pengaktifan komplemen, fagositosis
ekstensif dan pembentukan jaringan granular. Inflamasi kronik
menyebabkan hipertropi dan penebalan membran pada sinovium,

1
terjadi hambatan aliran darah dan nekrosis sel dan inflamasi
berlanjut. Pembentukan panus terjadi oleh penebalan sinovium yang
dilapisi jaringan granular. Penyebaran panus ke sinovium
menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut
memacu kerusakan sendi dan deformitas

2
Biasanya jaringan ikat yang pertama kali mengalami
kerusakan adalah jaringan ikat yang membentuk lapisan sendi, yaitu
membrane sinovium

1.2. ETIOLOGI

Penyebab utama penyakit reumatik masih belum


diketahui secara pasti. Biasanya merupakan kombinasi dari
faktor genetik, lingkungan, hormonal dan faktor sistem
reproduksi. Namun faktor pencetus terbesar adalah faktor infeksi
seperti bakteri, mikoplasma dan virus (Lemone & Burke, 2001).
Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab
artritis reumatoid, yaitu:
1. Infeksi Streptokkus hemolitikus dan Streptococcus non-
hemolitikus .

2. Endokrin

3. Autoimun

4. Metabolik

5. Faktor genetik serta pemicu li ngkungan

Pada saat ini artritis reumatoid diduga disebabkan


oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap
kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus
dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan
antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita. Faktor
pencetus mungkin adalah suatu bakteri, mikoplasma, virus yang
menginfeksi sendi atau mirip dengan sendi secara antigenis.
Biasanya respon antibodi awal terhadap mikro-organisme diperatarai
oleh IgG. Walaupun respon ini berhasil mengancurkan mikro-
organisme, namun individu yang mengidap AR mulai membentuk
antibodi lain biasanya IgM atau IgG, terhadap antibodi IgG semula.
Antibodi ynng ditujukan ke komponen tubuh sendiri ini disebut faktor
rematoid ( FR ). FR menetap di kapsul sendi, dan menimbulkan
peradangan kronik dan destruksi jaringan AR diperkirakan terjadi
karena predisposisi genetik terhadap penyakit autoimun.
1.3. ANATOMI FISIOLOGI SISTEM MUSKULOSKELETAL

1. Anatomi Fisiologi Rangka

Muskuloskeletal berasal dari kata muscle (otot) dan skeletal


(tulang). Rangka (skeletal) merupakan bagian tubuh yang terdiri
dari tulang, sendi dan tulang rawan (kartilago), sebagai tempat
menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan
sikap dan posisi.
Rangka manusia dewasa tersusun dari tulang – tulang (sekitar 206
tulang ) yang membentuk suatu kerangka tubuh yang kokoh. Walaupun
rangka terutama tersusun dari tulang, rangka di sebagian tempat
dilengkapi dengan kartilago. Rangka digolongkan menjadi rangka
aksial, rangka apendikular, dan persendian.
a. Rangka aksial, melindungi organ-organ pada kepala, leher,
dan torso.
1. Kolumna vertebra

2. Tengkorak

 Tulang cranial : menutupi dan


melindungi otak dan organ- organ panca indera.
 Tulang wajah : memberikan bentuk
pada muka dan berisi gigi.
 Tulang auditori : terlihat dalam transmisi suara.

 Tulang hyoid : yang menjaga lidah dan laring.


b. Rangka apendikular, tulang yang membentuk lengan tungkai
dan tulang pectoral serta tonjolan pelvis yang menjadi tempat
melekatnya lengan dan tungkai pada r angkai aksial.
c. Persendian, adalah artikulasi dari dua tulang atau lebih.

Fungsi Sistem Rangka :

1. Tulang sebagai penyangga (penopang); berdirinya tubuh,


tempat melekatnya ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak dan organ,
juga memberi bentuk pada tubuh.
2. Pergerakan ; dapat mengubah arah dan kekuatan otot rangka
saat bergerak, adanya persendian.
3. Melindungi organ-organ halus dan lunak yang ada dalam
tubuh.
4. Pembentukan sel darah (hematopoesis / red marrow).

5. Tempat penyimpanan mineral (kalium dan fosfat) dan lipid

(yellow marrow).

Menurut bentuknya tulang dibagi menjadi 4, yaitu :

1. Tulang panjang, terdapat dalam tulang paha, tulang lengan


atas.
2. Tulang pendek (carpals) bentuknya tidak tetap dan didalamnya
terdiri dari tulang karang, bagian luas terdiri dari tulang padat.
3. Tulang ceper yang terdapat pada tulang tengkorak yang terdiri dari
2 tulang karang di sebelah dalam dan tulang padat disebelah
luar.
4. Bentuk yang tidak beraturan (vertebra) sama seperti tulang
pendek.
Gambar : tulang pada tubuh manusia

(http://kerzt.files.wordpress.com/2009/02/normal.gif)
Struktur
Tulang

Dilihat dari bentuknya tulang dapat dibagi menjadi tulang


pendek, panjang, tulang berbentuk rata (flat) dan tulang dengan
bentuk tidak beraturan. Terdapat juga tulang yang berkembang
didalam tendon misalnya tulang patella (tulang sessamoid). Semua
tulang memiliki sponge tetapi akan bervariasi dari kuantitasnya.Bagian
tulang tumbuh secara longitudinal, bagian tengah disebut epiphyse
yang berbatasan dengan metaphysic yang berbentuk silinder.
Vaskularisasi. Tulang merupakan bagian yang kaya akan
vaskuler dengan total aliran sekitar 200-400 cc/menit.Setiap tulang
memiliki arteri menyuplai darah yang membawa nutrient masuk di
dekat pertengahan tulang kemudian bercabang ke atas dan ke bawah
menjadi pembuluh darah mikroskopis, pembuluh ini menyuplai korteks,
morrow, dan sistem harvest.
Persarafan. Serabut syaraf simpatik dan afferent (sensorik)
mempersarafi tulang dilatasi kapiler dan di control oleh saraf
simpatis sementara serabut syaraf efferent menstramisikan
rangsangan nyeri.

Pertumbuhan dan Metabolisme


Tulang

Setelah pubertas tulang mencapai kematangan dan pertumbuhan


maksimal. Tulang merupakan jaringan yang dinamis walaupun
demikian pertumbuhan yang seimbang pembentukan dan
penghancuran hanya berlangsung hanya sampai usia 35 tahun.
Tahun –tahun berikutnya rebsorbsi tulang mengalami percepatan
sehigga tulang mengalami penurunan massanya dan menjadi rentan
terhadap injury.Pertumbuhan dan metabolisme tulang di pengaruhi oleh
mineral dan hormone sebagai berikut :
 Kalsium dan Fosfor. Tulang mengandung
99% kalsium dan 90% fosfor. Konsentrasi ini selalu di pelihara dalam
hubungan terbalik. Apabila kadar kalsium meningkat maka kadar
fosfor akan berkurang, ketika kadar kalsium dan kadar fosfor
berubah, calsitonin dan PTH bekerja untuk memelihara keseimbangan.
 Calsitonin di produksi oleh kelenjar tiroid
memiliki aksi dalam menurunkan kadar kalsium jika sekresi
meningkat di atas normal. Menghambat reabsorbsi tulang dan
meningkatkan sekresi fosfor oleh ginjal bila di perlukan.
 Vit. D. diproduksi oleh tubuh dan di
trasportasikan ke dalam darah untuk meningkatkan reabsorbsi kalsium
dan fosfor dari usus halus, juga memberi kesempatan untuk
aktifasi PHT dalam melepas kalsium dari tulang.
Proses Pembentukan Tulang
Pada bentuk alamiahnya, vitamin D di proleh dari radiasi sinar
ultraviolet matahari dan beberapa jenis makanan. Dalam kombinasi
denagan kalsium dan fosfor, vitamin ini penting untuk pembentukan
tulang.

Vitamin D sebenarnya merupakan kumpulan vitamin-vitamin, termasuk


vitamin D2 dan D3. Substansi yang terjadi secara alamiah ialah D3
(kolekalsiferol), yang dihasilkan olehakifitas foto kimia pada kulit ketika
dikenai sinar ultraviolet matahari. D3 pada kulit atau makanan diwa
ke (liver bound) untuk sebuah alfa – globulin sebagai
transcalsiferin,sebagaian substansi diubah menjadi 25 dihidroksi
kolekalsiferon atau kalsitriol. Calcidiol kemudian dialirkan ke ginjal
untuk transformasi ke dalam metabolisme vitamin D aktif mayor, 1,25
dihydroxycho lekalciferol atau calcitriol. Banyaknya kalsitriol yang di
produksi diatur oleh hormone parathyroid (PTH) dan kadar fosfat di
dalam darah, bentuk inorganic dari fosfor penambahan
produksi kalsitriol terjadi bila kalsitriol meningkat dalam PTH atau
pengurangan kadar fosfat dalam cairan darah.
Kalsitriol dibutuhkan untuk penyerapan kalsium oleh usus secara
optimal dan bekerja dalam kombinasi dengan PTH untuk
membantu pengaturan kalsium darah. Akibatnya, kalsitriol atau
pengurangan vitamin D dihasilkan karena pengurangan penyerapan
kalsium dari usus, dimana pada gilirannya mengakibatka stimulasi
PHT dan pengurangan, baik itu kadar fosfat maupun kalsium dalam
darah.
 Hormon parathyroid. Saat kadar kalsium
dalam serum menurun sekresi hormone parathyroid akan meningkat
aktifasi osteoclct dalam menyalurkan kalsium ke dalam darah lebih
lanjutnya hormone ini menurunkan hasil ekskresi kalsium melalui ginjal
dan memfasilitasi absorbsi kalsium dari usus kecil dan sebaliknya.
 Growth hormone bertanggung jawab dalam
peningkatan panjang tulang dan penentuan matriks tulang yang
dibentuk pada masa sebelum pubertas.
 Glukokortikoid mengatur metabolism protein.
Ketika diperlukan hormone ini dapat meningkat atau menurunkan
katabolisme untuk mengurangi atau meningkatkan matriks organic.
Tulang ini juga membantu dalam regulasi absorbsi kalsium dan
fosfor dari usus kecil.
 Seks hormone estrogen menstimulasi
aktifitas osteobalstik dan menghambat hormone paratiroid. Ketika
kadar estrogen menurun seperti pada masa menopause, wanita
sangat rentan terjadinya massa tulang (osteoporosis).
Persendian

Persendian dapat diklasifikasikan menurut struktur (berdasarkan ada


tidaknya rongga persendian diantara tulang-tulang yang beratikulasi
dan jenis jaringan ikat yang berhubungan dengan paersendian
tersebut) dan menurut fungsi persendian (berdasarkan jumlah
gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian).

101
Gambar. Sendi

(http://www.e-
dukasi.net/mapok/mp_files/mp_376/images/hal14a.jpg)

111
 Klasifikasi struktural persendian :

 Persendian fibrosa

 Persendian kartilago

 Persendian sinovial.

 Klasifikasi fungsional
persendian :

 Sendi Sinartrosis atau Sendi Mati

Secara struktural, persendian di dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa


atau kartilago.
 Amfiartrosis

Sendi dengan pergerakan terbatas yang memungkinkan terjadinya


sedikit gerakan sebagai respon terhadap torsi dan kompresi .
 Diartrosis

Sendi ini dapat bergerak bebas,disebut juga sendi sinovial.Sendi ini


memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinovial,suatu kapsul sendi
yang menyambung kedua tulang, dan ujung tilang pada sendi
sinovial dilapisi kartilago artikular.
 Klasifikasi persendian sinovial :

 Sendi fenoidal : memungkinkan


rentang gerak yang lebih besar,menuju ke tiga arah. Contoh : sendi
panggul dan sendi bahu.
 Sendi engsel : memungkinkan gerakan ke satu arah saja.

Contoh : persendian pada lutut dan siku.

 Sendi kisar : memungkinkan terjadinya


rotasi di sekitar aksis sentral.Contoh : persendian antara bagian kepala
proximal tulang radius dan ulna.
 Persendian kondiloid : memungkinkan
gerakan ke dua arah di sudut kanan setiap tulang. Contoh : sendi
antara tulang radius dan tulang karpal.
 Sendi pelana : Contoh : ibu jari.
 Sendi peluru : memungkinkan gerakan
meluncur antara satu tulang dengan tulang lainnya. Contoh :
persendian intervertebra.

2. Anatomi Fisiologi Otot.

Otot (muscle) adalah jaringan tubuh yang berfungsi mengubah


energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respon tubuh terhadap
perubahan lingkungannya. Jaringan otot, yang mencapai 40%
-50% berat tubuh,pada umumnya tersusun dari sel-sel kontraktil yang
serabut otot. Melalui kontraksi, sel-sel otot menghasilkan pergerakan
dan melakukan pekerjaan.
Gambar. Otot pada tubuh manusia

 Fungsi sistem Muskular

 Pergerakan

 Penopang tubuh dan mempertahankan postur

 Produksi panas.
 Ciri-ciri otot
 Kontraktilitas

 Eksitabilitas

 Ekstensibilitas

 Elastisitas

 Klasifikasi Jaringan Otot

Otot diklasifikasikan secara structural berdasarkan ada tidaknya striasi


silang (lurik), dan secara fungsional berdasarkan kendali
konstruksinya, volunteer (sadar) atau involunter (tidak sadar), dan juga
berdasarkan lokasi,seperti otot jantung, yang h anya ditemukan di
jantung.
 Jenis-jenis Otot

 Otot rangka adalah otot lurik,volunter, dan melekat pada r angka.

 Otot polos adalah otot tidak berlurik dan


involunter. Jenis otot ini dapat ditemukan pada dinding organ
berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba,
seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi,
urinarius, dan sistem sirkulasi darah.
 Otot jantung adalah otot lurik, involunter,
dan hanya ditemukan pada jantung.

1.4 PATOFISIOLOGI
Inflamasi mula-mula mengenai sendi-sendi sinovial seperti edema,
kongesti vaskular, eksudat febrin dan infiltrasi selular. Peradangan
yang berkelanjutan, sinovial menjadi menebal, terutama pada sendi
artikular kartilago dari sendi. Pada persendian ini granulasi
membentuk panus, atau penutup yang menutupi kartilago. Panus
masuk ke tulang sub chondria. Jaringan granulasi menguat karena
radang menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilago artikuer. Kartilago
menjadi nekrosis.
Tingkat erosi dari kartilago menentukan tingkat ketidakmampuan
sendi. Bila kerusakan kartilago sangat luas maka terjadi adhesi
diantara permukaan sendi, karena jaringan fibrosa atau tulang
bersatu (ankilosis). Kerusakan kartilago dan tulang menyebabkan
tendon dan ligamen jadi
lemah dan bisa menimbulkan subluksasi atau dislokasi dari
persendian. Invasi dari tulang sub chondrial bisa menyebkan
osteoporosis setempat.
Lamanya artritis reumatoid berbeda dari tiap orang. Ditandai dengan
masa adanya serangan dan tidak adanya serangan. Sementara
ada orang yang sembuh dari serangan pertama dan selanjutnya tidak
terserang lagi. Yang lain. terutama yang mempunyai faktor
reumatoid (seropositif gangguan reumatoid) gangguan akan menjadi
kronis yang progresif.
Pada Artritis reumatoid, reaksi autoimun terutama terjadi pada jaringan
sinovial. Proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam
sendi. Enzim-enzim tersebut akan memecah kolagen sehingga terjadi
edema, proliferasi membran sinovial, dan akhirnya membentuk panus.
Panus akan meghancurkan tulang rawan dan menimbulkan erosi
tulang, akibatnya menghilangkan permukaan sendi yang akan
mengalami perubahan generative dengan menghilangnya elastisitas
otot dan kekuatan kontraksi otot.
1.5 PATOFLOW Fakto
r
Penc
etus:
Bakt
eri,
mikr
opla
sma,
atau
virus

Penyakit autoimun Pelepasan


Faktor
Reumatoi
d (FR)

Predisposisi Genetik Individu yang


mengidap AR
membentuk antibodi IgM

FR menempati
dikapsula sendi
Menginfeksi sendi secara antigenik

Respon IgG
awal
Reaksi autoimun dalam jaringan sinovial menghancurk
(antibodi IgG) an
mikroorganis
me

Inflamasi Kronis Pada Tendon, Ligamen juga terj adi deruksi jaringan

Akumulasi Sel F is

Darah Putih a ektensif


g
o
s
i
t
o
s
Pembentukan J ringan
a Parut

Pemec &
Terbentuk ahan hipertro
nodul- nodul Kolage pi
rematoid n

Kerusakan Edema,
sendi polifera
Progresif si
membr
ane
sinovial

Deformitas Sendi

Membr
ane
sinoviu
m
meneb
al
Kekakuan sendi Rentan
g
Gerak

Berkur
ang Atro
fi
Otot

Ndx:
Ndx: Kerusakan Gang
Mobilitas Fisik guan

Panus Citra
Tub
uh
Kartilago H
dirusak a
m
b
a
t
a
n
Ali
ra
n
D
ar
ah
Nekrosis Sel

Erosi Sendi dan Tulang Nyeri

Ndx:
Menghilangnya permukaan sendi Nyeri

Kr
oni
s

Penurunan elastisitas dan kontraksi otot

Ndx: Kurang

Perawatan diri
Ndx: Kurang Pengetahuan
Mengenai penyakit
1.6 MANIFESTASI KLINIK

1. Tanda dan gejala setempat

 Sakit persendian disertai kaku terutama


pada pagi hari (morning stiffness) dan gerakan terbatas, kekakuan
berlangsung tidak lebih dari 30 menit dan dapat berlanjut sampai
berjam-jam dalam sehari. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan
osteoartritis yang biasanya tidak berlangsung lama.
 Lambat laun membengkak, panas merah, lemah.

 Poli artritis simetris sendi perifer → Semua


sendi bisa terserang, panggul, lutut, pergelangan tangan, siku, rahang
dan bahu. Paling sering mengenai sendi kecil tangan, kaki,
pergelangan tangan, meskipun sendi yang lebih besar seringkali
terkena juga.
 Artritis erosif → sifat radiologis penyakit ini.
Peradangan sendi yang kronik menyebabkan erosi pada pinggir
tulang dan ini dapat dilihat pada penyinaran sinar X.
 Deformitas → pergeseran ulnar, deviasi jari-
jari, subluksasi sendi metakarpofalangea, deformitas boutonniere dan
leher angsa. Sendi yang lebih besar mungkin juga terserang yang
disertai penurunan kemampuan fleksi ataupun ekstensi. Sendi
mungkin mengalami ankilosis disertai kehilangan kemampuan
bergerak yang total.
 Rematoid nodul → merupakan massa subkutan yang terjadi pada

1/3 pasien dewasa, kasus ini sering menyerang bagian siku (bursa
olekranon) atau sepanjang permukaan ekstensor lengan bawah,
bentuknya oval atau bulat dan padat.
 Kronik → Ciri khas rematoid artritis.

2. Tanda dan gejala sistemik


Lemah, demam, takhikardi, berat badan t urun, anemia, anoreksia.
Bila ditinjau dari stadium, maka pada RA terdapat tiga stadium yaitu:
a. Stadium sinovitis
Pada stadium ini terjadi perubahan dini pada jaringan sinovial yang
ditandai adanya hiperemi, edema karena kongesti, nyeri pada saat
istirahat maupun saat bergerak, bengkak, dan kekakuan.
b. Stadium destruksi

Pada stadium ini selain terjadi kerusakan pada jaringan sinovial


terjadi juga pada jaringan sekitarnya yang ditandai adanya
kontraksi tendon. Selain tanda dan gejala tersebut diatasterjadi pula
perubahan bentuk pada tangan yaitu bentuk j ari swan-neck.
c. Stadium deformitas

Pada stadium ini terjadi perubahan secara progresif dan berulang


kali, deformitas dan ganggguan fungsi secara menetap. Perubahan
pada sendi diawali adanya sinovitis, berlanjut pada pembentukan
pannus, ankilosis fibrosa, dan terakhir ankilosis tulang.

1.7 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Faktor rematoid: positif pada 80%-95% kasus.

Fiksasi lateks: positif pada 75% dari kasus-kasus khas.

Reaksi-reaksi aglutinasi: Positif pada lebih dari 50% kasus-kasus


khas. LED: Umumnya meningkat pesat (80-100mm/h). Mungkin
kembali normal sewaktu gejala-gejala meningkat.
Protein C-reaktif: Positif selama masa
eksaserbasi. SDP: Meningkat pada waktu
timbul proses inflamasi. JDL: Umumnya
menunjukkan anemia sedang.
Ig (IgM dan IgG): Peningkatan besar menunjukkan proses
autoimun sebagai penyebab AR.
Sinar x dari sendi yang sakit: Menunjukkan pembengkakkan pada
jaringan lunak, erosi sendi, dan osteoporosis dari tulang yang
berdekatan (perubahan awal) berkembang menjadi formasi kista
tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksasio. Perubahan
osteoartristik yang terjadi secara bersamaan. Scan radionuklida:
Identifikasi peradangan sinovium.
Artroskopi langsung: Visualisasi dari area yang
menunjukkan iregularitas/degenerasi tulang pada sendi.
Aspirasi cairan sinovial: Mungkin menunjukkan volume yang lebih
besar dari normal; buram, berkabut, munculnya warna kuning (respon
inflamasi,
perdarahan, produk-produk pembuangan degeneratif); elevasi SDP
dan leukosit, penurunan viskositas dan komplemen (C3 dan C4).
Biopsi membran sinovial: Menunjukkan perubahan inflamasi
dan perkembangan panas.

1.8 PENATALAKSANAAN MEDIK DAN TERAPI

Penatalaksanaan medik pada pasien RA diantaranya :

a) Pendidikan : meliputi tentang pengertian, patofisiologi,


penyebab, dan prognosis penyakit ini.
b) Istirahat : karena pada RA ini disertai rasa lelah yang hebat

c) Latihan : pada saat pasien tidak merasa lelah atau inflamasi


berkurang, ini bertujuan untuk mempertahankan fungsi sendi pasien
d) Termoterapi

e) Gizi yaitu dengan memberikan gizi


yang tepat f) Pemberian Obat-
obatan :
 Anti Inflamasi non steroid (NSAID)
contoh:aspirin yang diberikan pada dosis yang telah ditentukan.
 Obat-obat untuk Reumatoid Artitis :

 Acetyl salicylic acid, Cholyn salicylate


(Analgetik, Antipyretik, Anty Inflamatory)
 Indomethacin/Indocin(Analgetik, Anti Inflamatori)

 Ibufropen/motrin (Analgetik, Anti Inflamatori)

 Tolmetin sodium/Tolectin(Analgetik Anti Inflamatori)

 Naproxsen/naprosin (Analgetik, Anti Inflamatori)

 Sulindac/Clinoril (Analgetik, Anti Inflamatori)


 Piroxicam/Feldene (Analgetik, Anti Inflamatori)

1.9 KOMPLIKASI

a) Dapat menimbulkan perubahan pada jaringan lain seperti


adanya proses granulasi di bawah kulit yang disebut subcutan nodule.
b) Pada otot dapat terjadi myosis, yaitu proses granulasi
jaringan otot. c) Pada pembuluh darah terjadi tromboemboli.
d) Terjadi splenomegali
1.10 PROGNOSIS

Perjalanan penyakit artritis reumatoid sangat bervariasi, bergantung


pada ketaatan pasien untuk berobat dalam jangka waktu lama.
Sekitar 50 –
70% pasien artritis reumatoid akan mengalami prognosis yang lebih
buruk. Golongan ini umumya meninggi 10 – 15 tahun lebih cepat dari
pada orang tanpa artritis reumatoid. Penyebab kematiannya adalah
infeksi, penyakit jantung, gagal pernapasan, gagal ginjal, dan
penyakit saluran cerna. Umumnya mereka memiliki keadaan umum
yang buruk, lebih dari 30 buah sendi yang mengalami peradangan,
dengan manifestasi ekstraartikuler, dan tingkat pendidikan yang
rendah. Golongan ini memerlukan terapi secara agresif dan dini
karena kerusakan tulang yang luas dapat terjadi dalam 2 tahun
pertama.

1.11 PENCEGAHAN

Selain dengan menggunakan obat-obatan, untuk mengurangi


nyeri juga bisa dilakukan tanpa obat , misalnya dengan menggunakan
kompres es. Kompres es bias menurunkan ambang nyeri dan
menggurangi fungsi enzim. Kemudian banyak jenis sayuran yang
dapat di konsumsi oleh penderita rematik, misalnya jus seledri,
kubis dan wortel yang dapat mengurangi gejala rematik. Beberapa
jenis herbal juga dapat melawan nyeri rematik, misalnya jahe,
kunyit, biji seledri, daun lidah buaya atau minyak juniper yang bisa
menghilan gkan bengkak pada sendi.
Menjaga berat badan ideal juga perlu. Kelebihan berat badan dapat
membebani sendi di bagian ekstermitas bawah. Selain itu bobot
tubuh berlebih dapat memperbesar resiko terkena penyakit rematik.
Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat bagi penderita rematik.

202
Ini karena Jalan kaki dapat membakar kalori, memperkuat otot,
dan membangun tulang yang kuat tanpa menggangu persendian yang
sakit.
Selama periode bebas gejala, ini pedoman diet dapat membantu
melindungi terhadap serangan penyakit rematik masa depan:
a. Jaga asupan cairan tubuh anda tinggi. Sekitar 8 sampai 16
gelas

(sekitar 2 sampai 4 liter) air setiap


hari. b. Batasi atau menghindari
alkohol.

212
c. Makan diet seimbang. Makanan sehari-hari Anda harus
menekankan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan bebas atau rendah
lemak susu produk-lemak.
d. Dapatkan protein dari lemak susu produk-
rendah. e. Batasi konsumsi daging, ikan dan
unggas.
f. Menjaga berat badan yang diinginkan.
BAB II ASKEP TEORI

2.1 DATA DASAR PENGKAJIAN

Data tergantung pada keparahan dan keterlibatan organ-organ


lainnya, (mis., mata, jantung, paru-paru, ginjal), tahapan (mis.,
eksaserbasi akut atau remisi) dan keberadaan bersama bentuk-bentuk
arthritis lainnya.
2.1.1 Aktivitas/Istirahat

Gejala : Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan


stress pada sendi; kekakuan pada pagi hari, biasanya terjadi
secara bilateral dan simetris.
Limitasi fungsional yang berpengaruh terhadap gaya hidup, waktu
senggang, pekerjaan.
Keletih
an.
Tanda :
Malaise
.
Keterbatasan rentang gerak; atrofi otot, kulit; kontraktur/kelainan
pada sendi dan otot.
2.1.2 Kardiovaskuler

Gejala : Fenomena Raynaud jari tangan/kaki (mis., pucat


intermiten, sianosis, kemudian kemerahan pada jari sebelum warna
kembali normal).
2.1.3 Integritas Ego
Gejala : Faktor-faktor stress akut/kronis; mis., finansial,
pekerjaan, ketidakmampuan, faktor-faktor hubungan.
Keputusasaan dan ketidakberdayaan (situasi ketidakmampuan).
Ancaman pada konsep diri, citra tubuh, identitas pribadi, (mis.,
ketergantungan pada diri orang lain).
2.1.4 Makanan/Cairan

Gejala : Ketidakmampuan untuk menghasilkan/mengkonsumsi


makanan/

cairan adekuat;
mual. Anoreksia.
Kesulitan untuk mengunyah (keterlibatan TMJ).
Tanda : Penurunan berat badan.

Kekeringan pada membran mukosa.

2.1.5 Higiene

Gejala : Berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas


perawatan pribadi. Ketergantungan pada diri orang lain.
2.1.6 Neurosensori

Gejala : Kebas/kesemutan pada tangan dan kaki., hilangnya


sensasi pada jaringan.
Pembengkakan sendi simetris.

2.1.7 Nyeri/Kenyamanan

Gejala : Fase akut dari nyeri mungkin/mungkin tidak disertai


oleh pembengkakan jaringan l unak pada sendi.
Rasa nyeri kronis dan kekakuan (terutama pada pagi hari).

2.1.8 Keamanan

Gejala : Kulit mengkilat, tegang; nodul subkutaneus.

Lesi kulit, ulkus kaki.

Kesulitan dalam menangani t ugas/pemeliharaan rumah tangga.


Demam ringan menetap.
Kekeringan pada mata dan membran mukosa.

2.1.9 Interaksi Sosial


Gejala : Kerusakan interaksi dengan keluarga/orang lain; perubahan
peran;

isolasi.

2.1.10 Penyuluhan/Pembelajaran

Gejala : Riwayat AR pada keluarga (pada awitan remaja).

Penggunaan makanan kesehatan, vitamin, “penyembuhan” arthritis

tanpa pengujian.

Riwayat perikarditis, lesi katup; fibrosis pulmonal, pleuritis. DRG


menunjukan rata-rata lama dirawat: 4,8 hari.
Pertimbangan Rencana Pemulangan:

Mungkin membutuhkan pada transportasi, aktivitas perawatan diri


dan tugas/pemeliharaan rumah tangga.
2.2 DIAGNOSA DAN PERENCANAAN

2.2.1 Diagnosa keperawatan : Nyeri [Akut]/Kronis

Dapat dihubungkan dengan : Agen pencedera: Distensi jaringan oleh


akumulasi cairan/proses inflamasi, dekstruksi sendi. Dapat dibuktikan oleh
: Keluhan nyeri/ ketidaknyamanan, kelelahan.
Berfokus pada diri
sendiri/penyempitan fokus. Perilaku
distraksi/respon autonomik.
Perilaku yang bersifat berhati-
hati/melindungi. Kriteria evaluasi
: Menujukkan nyeri hilang/terkontrol.
Terlihat rileks, dapat tidur/beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas
sesuai kemampuan. Mengikuti program farmakologis yang diresepkan.
Menggabungkan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan kedalam
program kontrol nyeri.

Intervensi
Rasional

Mandiri: - Membantu dalam menentukan


1. Selidiki keluhan nyeri, catat lokasi kebutuhan manajemen nyeri dan
dan intensitas (skala 0-10). keefektifan program.
Catat faktor-faktor yang
mempercepat dan tanda-tanda rasa - Matras yang lembut atau
sakit nonverbal. empuk, bantal yang besar akan
2. Berikan matras/kasur keras, mencegah pemeliharaan kesejajaran
bantal kecil. Tinggikan linen tempat tubuh yang tepat, menempatkan
tidur sesuai kebutuhan. stres pada sendi yang sakit.
Peninggian linen tempat tidur
menurunkan tekanan pada sendi

3. Biarkan pasien mengambil posisi yang terinflamasi.


yang nyaman pada waktu tidur atau - Pada penyakit berat/eksaserbasi,
duduk di kursi. Tingkatkan istirahat di tirah baring mungkin diperlukan

tempat tidur sesuai indikasi. (sampai perbaikan objeltif dan


subjektif didapat) untuk membatasi
nyeri atau cedera sendi.
24

4. Tempatkan/pantau penggunaan pedoman imajinasi, hipnosis diri,


bantal, karung pasir, gulungan dan pengendalian napas.
trokhanter, bebat, brace. 9. Libatkan dalam aktivitas hiburan
yang sesuai untuk situasi
individu
10. Beri obat sebelum aktivitas/latihan
yang direncanakan sesuai petunjuk.
5. Dorong untuk sering mengubah Kolaborasi :
posisi. Bantu pasien untuk bergerak 11. Berikan obat-
ditempat tidur, sokong sendi yang obatan sesuai
sakit diatas dan dibawah, hindari petunjuk:
gerakan yang menyentak. Asetilsalisilat
6. Anjurkan pasien untuk mandi air (aspirin);
hangat atau mandi pancuran pada
waktu bangun dan/atau pada waktu
tidur. Sediakan waslap hangat untuk
mengompres sendi-sendi yang sakit
beberapa kali sehari. Pantau suhu air
kompres, air mandi, dan sebagainya. NSAID lainnya, mis., ibuprofen
7. Berikan masase yang lembut. (Motrin); naproksen
8. Dorong penggunaan teknik
manajemen stres, misalnya
relaksasi progresif, sentuhan
terapeutik, biofeedback, visualisasi,
- Mengistirahakan sendi-sendi yang mungkin meningkatkan kemampuan
sakit dan mempertahankan posisi koping.
netral. Catatan: Penggunaan brace
dapat menurunkan nyeri dan
mungkin dapat mengurangi - Memfokuskan kembali perhatian,
kerusakan pada sendi. Meskipun memberikan stimulasi, dan
demikian, ketidakaktifan lama dapat meningkatkan rasa percaya diri dan
mengakibatkan hilangnya mobilitas/ perasaan sehat.
fungsi sendi. - Meningkatkan relaksasi,
- Mencegah terjadinya kelelahan mengurangi tegangan otot/spasme,
umum dan kekakuan sendi. memudahkan untuk ikut serta dalam
Menstabilkan sendi, mengurangi terapi.
gerakan atau rasa sakit pada sendi.
- Panas meningkatkan relaksasi otot - ASA bekerja sebagai anti inflamasi
dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan efek analgesik ringan dalam
dan melepaskan kekakuan di pagi mengurangi kekakuan dan
hari. Sensitivitas pada panas meningkatkan mobilitas. ASA harus
dapat dihilangkan dan luka dipakai secara reguler untuk
dermal dapat disembuhkan. mendukung kadar dalam darah
terapeutik. Riset mengindikasikan
- Meningkatkan relaksasi/mengurangi bahwa ASA memiliki “indeks
tegangan otot toksisitas” yang paling rendah dari
- Meningkatkan relaksasi, NSAID lain yang diresepkan.
memberikan rasa kontrol dan - Dapat digunakan bila pasien tidak
memberikan respon pada

25
4. Tempatkan/pantau penggunaan
bantal, karung pasir, gulungan
trokhanter, bebat, brace.

NSAID lainnya, mis., ibuprofen


(Motrin); naproksen

5. Dorong untuk sering mengubah


posisi. Bantu pasien untuk bergerak
ditempat tidur, sokong sendi yang
sakit diatas dan dibawah, hindari
gerakan yang menyentak.
6. Anjurkan pasien untuk mandi air
hangat atau mandi pancuran pada
waktu bangun dan/atau pada waktu
tidur. Sediakan waslap hangat untuk
mengompres sendi-sendi yang sakit
beberapa kali sehari. Pantau suhu air
kompres, air mandi, dan sebagainya.
7. Berikan masase yang lembut.
8. Dorong penggunaan teknik
manajemen stres, misalnya
relaksasi progresif, sentuhan
terapeutik, biofeedback, visualisasi,
pedoman imajinasi, hipnosis diri,
dan pengendalian napas.
9. Libatkan dalam aktivitas hiburan
yang sesuai untuk situasi
individu
10. Beri obat sebelum aktivitas/latihan
yang direncanakan sesuai petunjuk.
Kolaborasi :
11. Berikan obat-
obatan sesuai
petunjuk:
Asetilsalisilat
(aspirin);
- Mengistirahakan sendi-sendi yang mungkin meningkatkan kemampuan
sakit dan mempertahankan posisi koping.
netral. Catatan: Penggunaan brace
dapat menurunkan nyeri dan
mungkin dapat mengurangi - Memfokuskan kembali perhatian,
kerusakan pada sendi. Meskipun memberikan stimulasi, dan
demikian, ketidakaktifan lama dapat meningkatkan rasa percaya diri dan
mengakibatkan hilangnya mobilitas/ perasaan sehat.
fungsi sendi. - Meningkatkan relaksasi,
- Mencegah terjadinya kelelahan mengurangi tegangan otot/spasme,
umum dan kekakuan sendi. memudahkan untuk ikut serta dalam
Menstabilkan sendi, mengurangi terapi.
gerakan atau rasa sakit pada sendi.
- Panas meningkatkan relaksasi otot - ASA bekerja sebagai anti inflamasi
dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan efek analgesik ringan dalam
dan melepaskan kekakuan di pagi mengurangi kekakuan dan
hari. Sensitivitas pada panas meningkatkan mobilitas. ASA harus
dapat dihilangkan dan luka dipakai secara reguler untuk
dermal dapat disembuhkan. mendukung kadar dalam darah
terapeutik. Riset mengindikasikan
- Meningkatkan relaksasi/mengurangi bahwa ASA memiliki “indeks
tegangan otot toksisitas” yang paling rendah dari
- Meningkatkan relaksasi, NSAID lain yang diresepkan.
memberikan rasa kontrol dan - Dapat digunakan bila pasien tidak
memberikan respon pada

25
(Naprosyn); sulindak (Clinorol);
piroksikam (Feldene); 13. Berikan es atau kompres dingin
fenoprofen (Nalfon); jika dibutuhkan.

14. Pertahankan unit TENS jika


digunakan.
D-penisilamin (Cuprimine);
15. Siapkan intervensi operasi,
misalnya sinovektomi

A
n
t
a
si
d
a
;
P
r
o
d
u
k
K
o
d
ei
n
;

12. Bantu dengan terapi fisik, mis.,


sarung tangan parafin, bak mandi
dengan kolam b ergelombang.
aspirin atau untuk meningkatkan - Meskipun narkotik umumnya
efek dari aspirin. Catatan: Obat- adalah kontraindikasi karena sifat
obtan ini harus diberikan dengan kronis dari kondisi, penggunaan
urutan yang meningkat menurut jangka pendek mungkin diperlukan
keparahan relatif dari efek-efek selama periode eksaserbasi akut
samping (“indeks toksisitas”). untuk mengontrol nyeri parah.
- Dapat mengontrol efek-efek - Memberikan dukungan panas untuk
sistemik dari AR jika terapi sendi yang sakit. Catatan: Panas
lainnya tidak berhasil. Tingkat yang merupakan kontraindikasi pada
tinggi dari efek-efek samping (mis., adanya sendi-sendi yang panas dan
trombositopenia, leukopenia, anemia bengkak.
aplastik) membutuhkan pemantauan - Rasa dingin dapat menghilangkan
ketat. Catatan: Obat-obtan harus nyeri dan bengkak selama periode
diberikan diantara waktu makan akut.
karena absorbsi obat-obatan menjadi - Rangsang elektrik tingkat
tidak seimbang karena makanan rendah yang konstan dapat
dan juga produk antasida dan besi. menghambat transmisi sensasi nyeri.
- Diberikan dengan agen NSAID - Pengangkatan sinovium yang
untuk meminimalkan meradang dapat mengurangi nyeri
iritasi/ketidaknyamanan lambung. dan membatasi progresi dari
perubahan degeneratif.

26
(Naprosyn); sulindak (Clinorol); 13. Berikan es atau kompres dingin
piroksikam (Feldene); jika dibutuhkan.
fenoprofen (Nalfon);
14. Pertahankan unit TENS jika
digunakan.

D-penisilamin (Cuprimine); 15. Siapkan intervensi operasi,


misalnya sinovektomi

A
n
t
a
si
d
a
;
P
r
o
d
u
k
K
o
d
ei
n
;

12. Bantu dengan terapi fisik, mis.,


sarung tangan parafin, bak mandi
dengan kolam b ergelombang.
aspirin atau untuk meningkatkan - Meskipun narkotik umumnya
efek dari aspirin. Catatan: Obat- adalah kontraindikasi karena sifat
obtan ini harus diberikan dengan kronis dari kondisi, penggunaan
urutan yang meningkat menurut jangka pendek mungkin diperlukan
keparahan relatif dari efek-efek selama periode eksaserbasi akut
samping (“indeks toksisitas”). untuk mengontrol nyeri parah.
- Dapat mengontrol efek-efek - Memberikan dukungan panas untuk
sistemik dari AR jika terapi sendi yang sakit. Catatan: Panas
lainnya tidak berhasil. Tingkat yang merupakan kontraindikasi pada
tinggi dari efek-efek samping (mis., adanya sendi-sendi yang panas dan
trombositopenia, leukopenia, anemia bengkak.
aplastik) membutuhkan pemantauan - Rasa dingin dapat menghilangkan
ketat. Catatan: Obat-obtan harus nyeri dan bengkak selama periode
diberikan diantara waktu makan akut.
karena absorbsi obat-obatan menjadi - Rangsang elektrik tingkat
tidak seimbang karena makanan rendah yang konstan dapat
dan juga produk antasida dan besi. menghambat transmisi sensasi nyeri.
- Diberikan dengan agen NSAID - Pengangkatan sinovium yang
untuk meminimalkan meradang dapat mengurangi nyeri
iritasi/ketidaknyamanan lambung. dan membatasi progresi dari
perubahan degeneratif.

26
2.2.2 Diagnosa
keperawatan :
Mobilitas Fisik,
Kerusakan

Dapat dihubungan dengan : Deformitas skeletal.

Nyeri, ketidaknyamanan.

Intoleransi terhadap aktivitas, penurunan terhadap aktivitas, penurunan


kekuatan otot. Dapat dibuktikan oleh : Keengganan untuk
mencoba bergerak/ketidakmampuan bergerak dalam lingkungan fisik.
Membatasi rentang gerak, ketidakseimbangan koordinasi, penurunan
kekuatan otot/kon trol dan massa [tahap lanjut].
Hasil evaluasi : Mempertahankan fungsi posisi dengan tidak
hadirnya/pembatasan kontraktur.

Mempertahankan atau pun meningkatkan kekuatan dan fungsi dari


dan/atau kompensasi bagian tubuh.
Mendemostrasikan teknik/perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas.

Intervensi Rasional
Mandiri:
1. Evaluasi/lanjutkan pemantauan
tingkat inflamasi/rasa sakit pada 4. Ubah posisi dengan sering
sendi. dengan jumlah personel cukup.
2. Pertahankan istirahat tirah Demonstrasikan atau bantu
baring/duduk jika diperlukan. teknik pemindahan dan
Jadwal aktivitas untuk memberikan
periode istirahat yang terus-menerus
dan tidur malam hari yang tidak
terganggu.
3. Bantu dengan rentang gerak
aktif/pasif, demikian juga latihan
resistif dan isometrik jika
memungkinkan.
- Tingkat aktivitas/latihan - Mempertahankan atau
tergantung dari meningkatkan fungsi sendi,
perkembangan/resolusi dari proses kekuatan otot dan stamina umum.
inflamasi. Catatan: latihan tidak adekuat
- Istirahat sistemik dianjurkan menimbulkan kekakuan sendi,
selama eksaserbasi akut dan karenanya aktivitas berlebihan dapat
seluruh fase penyakit yang penting merusak sendi.
untuk mencegah kelelahan, - Menghilangkan tekanan pada
mempertahankan kekuatan. jaringan dan meningkatkan
sirkulasi. Mempermudah
perawatan diri dan kemandirian

27
2.2.2 Diagnosa
keperawatan :
Mobilitas Fisik,
Kerusakan

Dapat dihubungan dengan : Deformitas skeletal.

Nyeri, ketidaknyamanan.

Intoleransi terhadap aktivitas, penurunan terhadap aktivitas, penurunan


kekuatan otot. Dapat dibuktikan oleh : Keengganan untuk
mencoba bergerak/ketidakmampuan bergerak dalam lingkungan fisik.
Membatasi rentang gerak, ketidakseimbangan koordinasi, penurunan
kekuatan otot/kon trol dan massa [tahap lanjut].
Hasil evaluasi : Mempertahankan fungsi posisi dengan tidak
hadirnya/pembatasan kontraktur.

Mempertahankan atau pun meningkatkan kekuatan dan fungsi dari


dan/atau kompensasi bagian tubuh.
Mendemostrasikan teknik/perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas.

Intervensi Rasional
Mandiri: 4. Ubah posisi dengan sering
1. Evaluasi/lanjutkan pemantauan dengan jumlah personel cukup.
tingkat inflamasi/rasa sakit pada Demonstrasikan atau bantu
sendi. teknik pemindahan dan
2. Pertahankan istirahat tirah
baring/duduk jika diperlukan.
Jadwal aktivitas untuk memberikan
periode istirahat yang terus-menerus
dan tidur malam hari yang tidak
terganggu.
3. Bantu dengan rentang gerak
aktif/pasif, demikian juga latihan
resistif dan isometrik jika
memungkinkan.
- Tingkat aktivitas/latihan - Mempertahankan atau
tergantung dari meningkatkan fungsi sendi,
perkembangan/resolusi dari proses kekuatan otot dan stamina umum.
inflamasi. Catatan: latihan tidak adekuat
- Istirahat sistemik dianjurkan menimbulkan kekakuan sendi,
selama eksaserbasi akut dan karenanya aktivitas berlebihan dapat
seluruh fase penyakit yang penting merusak sendi.
untuk mencegah kelelahan, - Menghilangkan tekanan pada
mempertahankan kekuatan. jaringan dan meningkatkan
sirkulasi. Mempermudah
perawatan diri dan kemandirian

27

penggunaan bantuan mobilitas mis., menggunakan pegangan tangga pada


trapeze. bak/pancuran dan toilet, penggunaan
alat bantu mobilitas/kursi roda
5. Posisikan dengan bantal, kantung penyelamat.
pasir, gulungan trokhanter, bebat, Kolaborasi :
brace. 9. Konsul dengan ahli terapi
fisik/okupasi dan spesialis
6. Gunakan bantal kecil/tipis di bawah vokasional.
leher.
7. Dorong pasien mempertahankan 10. Berikan matras busa/pengubah
postur tegak dan duduk tinggi, tekanan.
berdiri, berjalan. 11. Berikan obat-obatan sesuai
8. Berikan lingkungan yang aman, indikasi.
mis menaikkan kursi atau kloset,
Agen antireumatik, mis., pasien. Teknik oemindahan yang
emas, natrium tiumaleat tepat dapat mencegah robekan
(Myochrysin) atau auranofin abrasi kulit.
(Ridaura); - Meningkatkan stabilitas jaringan
(mengurangi resiko cedera) dan
mempertahankan posisi sendi yang
diperlukan dan kesejajaran tubuh,
mengurangi kontraktur.
Steroid. - Mencegah fleksi leher.
12. Siapkan untuk - Memaksimalkan fungsi sendi,
intervensi bedah, mempertahankan mobilitas.
mis., Artroplasti;
- Menghindari cedera akibat
Prosedur pelepasan tunnel, perbaikan kecelakaan/jatuh.
tendon, ganglionektomi; Implan sendi.

- Berguna dalam
memformulasikan program
latihan/aktivitas yang berdasarkan
pada kebutuhan individual dan
dalam mengidentifikasikan
alat/bantuan mobilitas.
- Menurunkan takanan pada
jaringan yang mudah pecah untuk
mengurangi resiko imobilitas/terjadi
dekubitus.
- Krisoterapi (garam emas) dapat
menghasilkan remisi
dramatis/terus- menerus tetapi dapat
mengakibatkan inflamasi rebound
bila terjadi penghentian atau efek
samping serius, mis., krisis nitrotoid
dengan pusing, penglihatan kabur,
kemerahan tubuh, perkembangan
syok anafilaktik.
- Mungkin dibutuhkan untuk menekan
inflamasi sistemik akut.
meningkatkan fungsi dan mobilitas.
- Perbaikan pada kelemahan - Penggantian mungkin diperlukan
periartikuler dan subluksasi dapat untuk memperbaiki fungsi optimal
meningkatkan stabilitas sendi. dan mobilitas.
- Perbaikan berkenaan dengan
defek jaringan penyambung;

28
penggunaan bantuan mobilitas mis., 12. Siapkan untuk
trapeze. intervensi bedah,
mis., Artroplasti;
5. Posisikan dengan bantal, kantung
pasir, gulungan trokhanter, bebat, Prosedur pelepasan tunnel,
brace. perbaikan tendon, ganglionektomi;
Implan sendi.
6. Gunakan bantal kecil/tipis di bawah
leher.
7. Dorong pasien mempertahankan
postur tegak dan duduk tinggi,
berdiri, berjalan.
8. Berikan lingkungan yang aman,
mis menaikkan kursi atau kloset,
menggunakan pegangan tangga pada
bak/pancuran dan toilet, penggunaan
alat bantu mobilitas/kursi roda
penyelamat.
Kolaborasi :
9. Konsul dengan ahli terapi
fisik/okupasi dan spesialis
vokasional.

10. Berikan matras busa/pengubah


tekanan.
11. Berikan obat-obatan sesuai
indikasi.
Agen antireumatik, mis.,
emas, natrium tiumaleat
(Myochrysin) atau auranofin
(Ridaura);

Steroid.
pasien. Teknik oemindahan yang - Menurunkan takanan pada
tepat dapat mencegah robekan jaringan yang mudah pecah untuk
abrasi kulit. mengurangi resiko imobilitas/terjadi
- Meningkatkan stabilitas jaringan dekubitus.
(mengurangi resiko cedera) dan - Krisoterapi (garam emas) dapat
mempertahankan posisi sendi yang menghasilkan remisi
diperlukan dan kesejajaran tubuh, dramatis/terus- menerus tetapi dapat
mengurangi kontraktur. mengakibatkan inflamasi rebound
- Mencegah fleksi leher. bila terjadi penghentian atau efek
- Memaksimalkan fungsi sendi, samping serius, mis., krisis nitrotoid
mempertahankan mobilitas. dengan pusing, penglihatan kabur,
kemerahan tubuh, perkembangan
- Menghindari cedera akibat syok anafilaktik.
kecelakaan/jatuh. - Mungkin dibutuhkan untuk menekan
inflamasi sistemik akut.

- Perbaikan pada kelemahan


periartikuler dan subluksasi dapat
- Berguna dalam memformulasikan meningkatkan stabilitas sendi.
program latihan/aktivitas yang - Perbaikan berkenaan dengan
berdasarkan pada kebutuhan defek jaringan penyambung;
individual dan dalam meningkatkan fungsi dan mobilitas.
mengidentifikasikan alat/bantuan - Penggantian mungkin diperlukan
mobilitas. untuk memperbaiki fungsi optimal
dan mobilitas.

28
2.2.3 Diagnosa Keperawatan : Gangguan Citra Tubuh/ Perubahan
Penampilan Peran.

Dapat dihubungan dengan : Perubahan kemampuan untuk melakukan


tugas-tugas umum.

Peningkatan penggunaan energi,


ketidakseimbangan mobilitas. Dapat dibuktikan oleh
: Perubahan struktur atau fungsi dari bagian-bagian
yang sakit.
Bicara negatif tentang diri sendiri, fokus pada kekuatan/fungsi masa lalu, dan
penampilan. Perubahan pada gaya hidup/ kemampuan fisik untuk
melanjutkan peran, kehilangan pekerjaan, ketergantungan pada orang
terdekat.
Perubahan pada keterlibatan sosial; rasa terisolasi. Perasaan tidak berdaya,
putus asa.

Kriteria evaluasi : Mengungkapkan peningkatan rasa percaya


diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan pada gaya
hidup dan kemungkinan keterbatasan.
Menyusun tujuan/rencana realistis untuk masa depan.

Intervensi Rasional
Mandiri:
1. Dorong pengungkapan 4. Akui dan terima perasaan
mengenai masalah tentang proses berduka, bermusuhan,
penyakit, harapan masa depan. ketergantungan.
2. Diskusikan arti dari kehilangan/
perubahan pada pasien/orang
terdekat. Memastikan bagaimana
pandangan pribadi pasien dalam
memfungsikan gaya hidup sehari-hari,
termasuk aspek- aspek seksual.
3. Diskusikan persepsi pasien
mengenai bagaimana orang
terdekat menerima keterbatasan.
- Berikan kempatan untuk terhadap intervensi/konseling lebih
mengidentifikasi rasa lanjut.
takut/kesalahan konsep dan
menghadapinya secara langsung. - Isyarat verbal/nonverbal orang
- Mengidentifikasi bagaimana terdekat dapat mempunyai
penyakit mempengaruhi persepsi pengaruh mayor pada bagaimana
diri dan interaksi dengan orang pasien memandang dirinya sendiri.
lain akan menentukan kebutuhan - Nyeri konstan akan melelahkan,
da perasaan marah dan
bermusuhan umum terjadi.

29
2.2.3 Diagnosa Keperawatan : Gangguan Citra Tubuh/ Perubahan
Penampilan Peran.

Dapat dihubungan dengan : Perubahan kemampuan untuk melakukan


tugas-tugas umum.

Peningkatan penggunaan energi,


ketidakseimbangan mobilitas. Dapat dibuktikan oleh
: Perubahan struktur atau fungsi dari bagian-bagian
yang sakit.
Bicara negatif tentang diri sendiri, fokus pada kekuatan/fungsi masa lalu, dan
penampilan. Perubahan pada gaya hidup/ kemampuan fisik untuk
melanjutkan peran, kehilangan pekerjaan, ketergantungan pada orang
terdekat.
Perubahan pada keterlibatan sosial; rasa terisolasi. Perasaan tidak berdaya,
putus asa.

Kriteria evaluasi : Mengungkapkan peningkatan rasa percaya


diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan pada gaya
hidup dan kemungkinan keterbatasan.
Menyusun tujuan/rencana realistis untuk masa depan.

Intervensi Rasional
Mandiri: 4. Akui dan terima perasaan
1. Dorong pengungkapan berduka, bermusuhan,
mengenai masalah tentang proses ketergantungan.
penyakit, harapan masa depan.
2. Diskusikan arti dari kehilangan/
perubahan pada pasien/orang
terdekat. Memastikan bagaimana
pandangan pribadi pasien dalam
memfungsikan gaya hidup sehari-hari,
termasuk aspek- aspek seksual.
3. Diskusikan persepsi pasien
mengenai bagaimana orang
terdekat menerima keterbatasan.
- Berikan kempatan untuk terhadap intervensi/konseling lebih
mengidentifikasi rasa lanjut.
takut/kesalahan konsep dan
menghadapinya secara langsung. - Isyarat verbal/nonverbal orang
- Mengidentifikasi bagaimana terdekat dapat mempunyai
penyakit mempengaruhi persepsi pengaruh mayor pada bagaimana
diri dan interaksi dengan orang pasien memandang dirinya sendiri.
lain akan menentukan kebutuhan - Nyeri konstan akan melelahkan,
da perasaan marah dan
bermusuhan umum terjadi.

29

5. Perhatikan pengaruh menarik diri,


penggunaan menyangkal atau terlalu Kolaborasi:
memperhatikan tubuh/perubahan. 10. Rujuk pada konseling psikiatri,
mis., perawat spesialis psikiatri
6. Susun batasan pada perilaku perawat klinis, psikiatri/psikolog,
maladaptif. Bantu pasien untuk pekerja sosial.
mengidentifikasi perilaku positif
yang dapat membantu koping. 11. Berikan obat-obatan sesuai
7. Ikut-sertakan pasien dalam petunjuk, mis., antiansietas dan
merencanakan perawatan dan obat-obatan peningkat alam
membuat jadwal aktivitas. perasaan.
8. Bantu dengan kebutuhan
perawatan yang diperlukan.

9. Berikan bantuan positif bila perlu.


- Dapat menunjukkan emosional - Memungkinkan pasien untuk
ataupun metode koping merasa senang terhadap dirinya
maladaptif, membutuhkan intervensi sendiri. Menguatkan perilaku
lebih lanjut/dukungan psikologis. positif. Meningkatkan rasa
- Membantu pasien untuk percaya diri.
mempertahankan kontrol diri, yang - Pasien/orang terdekat mungkin
dapat meningkatkan perasaan harga membutuhkan dukungan selama
diri. berhadapan dengan proses jangka
panjang/ketidakmampuan.
- Meningkatkan perasaan - Mungkin dibutuhkan pada saat
kompetensi/ harga diri, mendorong munculnya depresi hebat
kemandirian, dan mendorong sampai pasien mengembangkan
partisipasi dalam terapi. kemampuan koping yang lebih
- Mempertahankan penampilan efektif.
yang dapat meningkatkan citra diri.

2.2.4 Diagnosa keperawatan : Kurang Perawatan Diri

Dapat dihubungan dengan : Kerusakan muskuloskeletal; penurunanan


kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak.

Depresi.

Dapat dibuktikan oleh : Ketidakmampuan mengatur AKS (makan,


mandi, berpakaian dan eliminasi).
Kriteria Evaluasi : Melaksanakan aktivitas perawatan diri pada
tingkat yang konsisten dengan kemampuan individual.
Mendemonstrasikan perubahan teknik/gaya hidup untuk memenuhi
kebutuhan perawatan diri. Mengidentifikasi sumber-sumber
pribadi/komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.

30
5. Perhatikan pengaruh menarik diri, - Dapat menunjukkan emosional
penggunaan menyangkal atau terlalu ataupun metode koping maladaptif,
memperhatikan tubuh/perubahan. membutuhkan intervensi lebih
lanjut/dukungan psikologis.
6. Susun batasan pada perilaku - Membantu pasien untuk
maladaptif. Bantu pasien untuk mempertahankan kontrol diri, yang
mengidentifikasi perilaku positif dapat meningkatkan perasaan harga
yang dapat membantu koping. diri.
7. Ikut-sertakan pasien dalam
merencanakan perawatan dan - Meningkatkan perasaan
membuat jadwal aktivitas. kompetensi/ harga diri, mendorong
8. Bantu dengan
kebutuhan kemandirian, dan mendorong
perawatan yang diperlukan. partisipasi dalam terapi.
- Mempertahankan penampilan
9. Berikan bantuan positif bila perlu. yang dapat meningkatkan citra diri.
- Memungkinkan pasien untuk
Kolaborasi: merasa senang terhadap dirinya
10. Rujuk pada konseling psikiatri, sendiri. Menguatkan perilaku
mis., perawat spesialis psikiatri positif. Meningkatkan rasa
perawat klinis, psikiatri/psikolog, percaya diri.
pekerja sosial. - Pasien/orang terdekat mungkin
membutuhkan dukungan selama
11. Berikan obat-obatan sesuai berhadapan dengan proses jangka
petunjuk, mis., antiansietas dan panjang/ketidakmampuan.
obat-obatan peningkat alam - Mungkin dibutuhkan pada saat
perasaan. munculnya depresi hebat
sampai pasien mengembangkan
kemampuan koping yang lebih
efektif.

2.2.4 Diagnosa keperawatan : Kurang Perawatan Diri

Dapat dihubungan dengan : Kerusakan muskuloskeletal; penurunanan


kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak.

Depresi.
Dapat dibuktikan oleh : Ketidakmampuan mengatur AKS (makan,
mandi, berpakaian dan eliminasi).
Kriteria Evaluasi : Melaksanakan aktivitas perawatan diri pada
tingkat yang konsisten dengan kemampuan individual.
Mendemonstrasikan perubahan teknik/gaya hidup untuk memenuhi
kebutuhan perawatan diri. Mengidentifikasi sumber-sumber
pribadi/komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.

30

Intervensi
Rasional
Mandiri:
1. Diskusikan tingkat fungsi umum
(0-4) sebelum timbul
awitan/eksaserbasi penyakit dan
potensial perubahan yang sekarang 5. Atur evaluasi kesehatan di rumah
diantisipasi. sebelum pemulangan dengan
2. Pertahankan mobilitas, kontrol evaluasi setelahnya.
terhadap nyeri dan program latihan.
3. Kaji hambatan terhadap
partisipasi dalam perawatan diri. 6. Atur konsul dengan lembaga
Identifikasi/rencana untuk modifikasi lainnya, mis., pelayanan
lingkungan. perawatan rumah, ahli nutrisi.

Kolaborasi:
4. Konsul dengan ahli terapi okupasi.
- Mungkin dapat melanjutkan individual mis., memasang kancing,
aktivitas umum dengan melakukan menggunakan alat bantu memakai
adaptasi yang diperlukan pada sepatu, menggantungkan pegangan
keterbatasan saat ini. untuk mandi pancuran.
- Mengidentifikasi masalah-masalah
- Mendukung kemandirian fisik/ yang mungkin dihadapi karena
emosional. tingkat kemampuan aktual.
Memberikan lebih banyak
- Menyiapkan untuk meningkatkan keberhasilan usaha tim dengan
kemandirian, yang akan orang lain yang ikut serta dalam
meningkatkan harga diri. perawatan, mis., tim terapi okupasi.
- Mungkin membutuhkan berbagai
- Berguna untuk menentukan alat bantuan tambahan untuk persiapan
bantu untuk memenuhi kebutuhan situasi di rumah.

2.2.5 Diagnosa keperawatan : kurang pengetahuan mengenai


penyakit, prognosis, dan kebutuhan pengobatan.

Dapat dihubungkan oleh : Kurangnya


pemajanan/mengingat dan Kesalahan interpretasi
informasi. Dapat dibuktikan dengan :
Pertanyaan/permintaan informasi, pernyataan kesalahan
konsep.
Tidak tepat mengikuti instruksi/ terjadinya komplikasi yang dapat dicegah.

Kriteria evaluasi : Menunjukkan pemahaman tentang kondisi/


prognosis, perawatan.

31
Intervensi
Rasional
Mandiri: - Mungkin dapat melanjutkan
1. Diskusikan tingkat fungsi umum aktivitas umum dengan melakukan
(0-4) sebelum timbul adaptasi yang diperlukan pada
awitan/eksaserbasi penyakit dan keterbatasan saat ini.
potensial perubahan yang sekarang
diantisipasi. - Mendukung kemandirian fisik/
2. Pertahankan mobilitas, kontrol emosional.
terhadap nyeri dan program latihan.
3. Kaji hambatan terhadap - Menyiapkan untuk meningkatkan
partisipasi dalam perawatan diri. kemandirian, yang akan
Identifikasi/rencana untuk modifikasi meningkatkan harga diri.
lingkungan.
Kolaborasi: - Berguna untuk menentukan alat

4. Konsul dengan ahli terapi okupasi. bantu untuk memenuhi kebutuhan


individual mis., memasang kancing,
menggunakan alat bantu memakai
sepatu, menggantungkan pegangan
untuk mandi pancuran.

5. Atur evaluasi kesehatan di rumah - Mengidentifikasi masalah-masalah


sebelum pemulangan dengan yang mungkin dihadapi karena

evaluasi setelahnya. tingkat kemampuan aktual.


Memberikan lebih banyak
keberhasilan usaha tim dengan

6. Atur konsul lembaga orang lain yang ikut serta dalam


dengan
lainnya, mis., pelayanan perawatan perawatan, mis., tim terapi okupasi.
rumah, ahli nutrisi. - Mungkin membutuhkan berbagai
bantuan tambahan untuk persiapan
situasi di rumah.

2.2.5 Diagnosa keperawatan : kurang pengetahuan mengenai


penyakit, prognosis, dan kebutuhan pengobatan.

Dapat dihubungkan oleh : Kurangnya


pemajanan/mengingat dan Kesalahan interpretasi
informasi. Dapat dibuktikan dengan :
Pertanyaan/permintaan informasi, pernyataan kesalahan
konsep.
Tidak tepat mengikuti instruksi/ terjadinya komplikasi yang dapat dicegah.

Kriteria evaluasi : Menunjukkan pemahaman tentang kondisi/


prognosis, perawatan.

31

Mengembangkan rencana untuk perawatan diri, termasuk modifikasi


gaya hidup yang konsisten dengan mobilitas dan/atau pembatasan
aktivitas.
Intervensi
Rasional
Mandiri: realistis, istirahat, perawatan pribadi,
1. Tinjau proses penyakit, prognosis pemberian obat-obatan, terapi fisik
dan harapan masa depan. dan manajeman stres.
4. Tekankan pentingnya
2. Diskusikan kebiasaan pasien melanjutkan manajemen
dalam penatalaksanaan proses sakit farmakoterapetik.
melalui diet, obat-obatan, dan
program diet seimbang, latihan dan 5. Rekomendasikan penggunaan
istirahat. aspirin bersalut/dibufer enterik atau
3. Bantu dalam merencanakan salisilat nonasetil, mis., kolin salisilat
jadwal aktivitas terintegrasi yang
(Arthropan) atau kolin magnesium - Memberikan pengetahuan dimana
trisalisilat (Trilisate). pasien dapat membuat pilihan
berdasarkan informasi.
6. Anjurkan mencerna obat-obatan - Tujuan kontrol penyakit adalah
dengan makanan, susu, atau untuk menekan inflamasi
antasida dan pada waktu tidur. sendi/jaringan lain untuk
mempertahankan fungsi sendi dan
7. Identifikasi efek samping obat- mencegah deformitas.
obatan yang merugikan, mis., tinitus, - Memberikan struktur dan
lambung tidak toleran, perdarahan mengurangi ansietas pada waktu
gastro intestinal, dan ruam purpurik. menangani proses penyakit kronis
kompleks.

8. Tekankan pentingnya membaca - Keuntungan dari terapi obat-


label produk dan mengurangi obatan tergantung pada ketepatan
dosis; mis., aspirin harus diberikan
secara reguler untuk mendukung
kadar terapeutik darah 18-25 mg.
- Preparat bersalut/dibufer
dicerna dengan makanan,
meminimalkan iritasi gaster,
mengurangi resiko perdarahan.
Catatan: Produk nonasetil sedikit
dibutuhkan untuk mengurangi iritasi
lambung.
- Membatasi iritasi gaster.
Pengurangan nyeri pada HS akan
meningkatkan tidur dan
meningkatkan kadar darah,
mengurangi kekakuan di pagi hari.
- Memperpanjang dan
memaksimalkan dosis aspirin
dapat mengakibatkan takar lajak.
Tinitus umumnya mengindikasikan
kadar terapeutik darah yang tinggi.
Jika terjadi tinitus, dosis umumnya
diturunkan menjadi 1 tablet setiap
2 atau 3 hari sampai berhenti.
- Banyak produk mengandung
salisilat tersembunyi mis., obat

32
Mengembangkan rencana untuk perawatan diri, termasuk modifikasi
gaya hidup yang konsisten dengan mobilitas dan/atau pembatasan
aktivitas.
Intervensi
Rasional
Mandiri:
1. Tinjau proses penyakit, prognosis 8. Tekankan pentingnya membaca
dan harapan masa depan. label produk dan mengurangi

2. Diskusikan kebiasaan pasien


dalam penatalaksanaan proses sakit
melalui diet, obat-obatan, dan
program diet seimbang, latihan dan
istirahat.
3. Bantu dalam merencanakan
jadwal aktivitas terintegrasi yang
realistis, istirahat, perawatan pribadi,
pemberian obat-obatan, terapi fisik
dan manajeman stres.
4. Tekankan pentingnya
melanjutkan manajemen
farmakoterapetik.

5. Rekomendasikan penggunaan
aspirin bersalut/dibufer enterik atau
salisilat nonasetil, mis., kolin salisilat
(Arthropan) atau kolin magnesium
trisalisilat (Trilisate).

6. Anjurkan mencerna obat-obatan


dengan makanan, susu, atau
antasida dan pada waktu tidur.

7. Identifikasi efek samping obat-


obatan yang merugikan, mis., tinitus,
lambung tidak toleran, perdarahan
gastro intestinal, dan ruam purpurik.
- Memberikan pengetahuan dimana meminimalkan iritasi gaster,
pasien dapat membuat pilihan mengurangi resiko perdarahan.
berdasarkan informasi. Catatan: Produk nonasetil sedikit
- Tujuan kontrol penyakit adalah dibutuhkan untuk mengurangi iritasi
untuk menekan inflamasi lambung.
sendi/jaringan lain untuk - Membatasi iritasi gaster.
mempertahankan fungsi sendi dan Pengurangan nyeri pada HS akan
mencegah deformitas. meningkatkan tidur dan
- Memberikan struktur dan meningkatkan kadar darah,
mengurangi ansietas pada waktu mengurangi kekakuan di pagi hari.
menangani proses penyakit kronis - Memperpanjang dan
kompleks. memaksimalkan dosis aspirin
dapat mengakibatkan takar lajak.
- Keuntungan dari terapi obat- Tinitus umumnya mengindikasikan
obatan tergantung pada ketepatan kadar terapeutik darah yang tinggi.
dosis; mis., aspirin harus diberikan Jika terjadi tinitus, dosis umumnya
secara reguler untuk mendukung diturunkan menjadi 1 tablet setiap
kadar terapeutik darah 18-25 mg. 2 atau 3 hari sampai berhenti.
- Preparat bersalut/dibufer - Banyak produk mengandung
dicerna dengan makanan, salisilat tersembunyi mis., obat

32

penggunaan obat-obat yang dijual banyak mengandung vitamin, protein


bebas tanpa persetujuan dokter. dan zat besi.
9. Tinjau pentingnya diet yang 10. Dorong pasien obesitas untuk
seimbang dengan makanan yang menurunkan berat badan dan
berikan informasi penurunan berat (bila ada).
badan sesuai kebutuhan.
11. Berikan informasi mengenai
alat bantu mis., mainan
beroda/wagon untuk barang-barang
bergerak, tongkat untuk mengambil,
piring-piring ringan, tempat duduk
toilet yang dapat dinaikkan, palang
keamanan.
12. Diskusikan teknik menghemat
energi, mis., duduk daripada berdiri
untuk mempersiapkan makanan dan
mandi.
13. Dorong mempertahankan posisi
tubuh yang benar baik pada saat
istirahat maupun pada waktu
melakukan aktivitas.
14. Tinjau perlunya inspeksi sering
pada kulit dan perawatan kulit
lainnya di bawah bebat, gips,
alat penyokong. Tunjukkan
pemberian bantal yang tepat.
15. Diskusikan pentingnya obat-
obatan lanjutan/pemeriksaan
laboratorium, mis., LED, kadar
salisilat, PT.

16. Berikan konseling seksual sesuai


kebutuhan.

17. Identifikasi sumber-sumber


komunitas, mis., yayasan arthritis
pilek, antidiare) yang dapat - Mengurangi resiko iritasi/kerusakan
meningkatkan resiko takar lajak kulit.
obat/efek samping yang berbahaya.
- Meningkatkan perasaan sehat
umum dan perbaikan/regenerasi
jaringan. - Terapi obat-obatan membutuhkan
- Penurunan berat badan akan pengkajian/perbaikan yang terus-
mengurangi tekanan pada sendi, menerus untuk menjamin efek
terutama pinggul, lutut, pergelangan optimal dan mencegah takar lajak,
kaki, telapak kaki. efek samping yang berbahaya, mis.,
- Mekanika tubuh yang baik harus aspirin memperpanjang PT,
menjadi bagian dari gaya hidup peningkatan resiko perdarahan.
pasien untuk mengurangi tekanan Krisoterapi akan menekan
sendi dan nyeri. trombosit, potensial resiko untuk
trombositopenia.
- Informasi mengenai posisi-posisi
- Mencegah kepenatan, yang berbeda dan teknik dan/atau
memberikan kemudahan perawatan pilihan ain untuk pemenuhan
diri dan kemandirian. seksual mungkin dapat
- Mekanika tubuh yang baik haru meningkatkan hubungan pribadi
menjadi bagian dari gaya hidup dan perasaan harga diri/percaya
pasien untuk mengurangi tekanan diri.
sendi dan nyeri. - Bantuan/dukungan dari
orang lain untuk
meningkatkanpemuihan maksimal.

33
penggunaan obat-obat yang dijual 16. Berikan konseling seksual sesuai
bebas tanpa persetujuan dokter. kebutuhan.
9. Tinjau pentingnya diet yang
seimbang dengan makanan yang
banyak mengandung vitamin, protein
dan zat besi.
10. Dorong pasien obesitas untuk 17. Identifikasi sumber-sumber
menurunkan berat badan dan komunitas, mis., yayasan arthritis
berikan informasi penurunan berat (bila ada).
badan sesuai kebutuhan.
11. Berikan informasi mengenai
alat bantu mis., mainan
beroda/wagon untuk barang-barang
bergerak, tongkat untuk mengambil,
piring-piring ringan, tempat duduk
toilet yang dapat dinaikkan, palang
keamanan.
12. Diskusikan teknik menghemat
energi, mis., duduk daripada berdiri
untuk mempersiapkan makanan dan
mandi.
13. Dorong mempertahankan posisi
tubuh yang benar baik pada saat
istirahat maupun pada waktu
melakukan aktivitas.
14. Tinjau perlunya inspeksi sering
pada kulit dan perawatan kulit
lainnya di bawah bebat, gips,
alat penyokong. Tunjukkan
pemberian bantal yang tepat.
15. Diskusikan pentingnya obat-
obatan lanjutan/pemeriksaan
laboratorium, mis., LED, kadar
salisilat, PT.
pilek, antidiare) yang dapat - Mengurangi resiko iritasi/kerusakan
meningkatkan resiko takar lajak kulit.
obat/efek samping yang berbahaya.
- Meningkatkan perasaan sehat
umum dan perbaikan/regenerasi
jaringan. - Terapi obat-obatan membutuhkan
- Penurunan berat badan akan pengkajian/perbaikan yang terus-
mengurangi tekanan pada sendi, menerus untuk menjamin efek
terutama pinggul, lutut, pergelangan optimal dan mencegah takar lajak,
kaki, telapak kaki. efek samping yang berbahaya, mis.,
- Mekanika tubuh yang baik harus aspirin memperpanjang PT,
menjadi bagian dari gaya hidup peningkatan resiko perdarahan.
pasien untuk mengurangi tekanan Krisoterapi akan menekan
sendi dan nyeri. trombosit, potensial resiko untuk
trombositopenia.
- Informasi mengenai posisi-posisi
- Mencegah kepenatan, yang berbeda dan teknik dan/atau
memberikan kemudahan perawatan pilihan ain untuk pemenuhan
diri dan kemandirian. seksual mungkin dapat
- Mekanika tubuh yang baik haru meningkatkan hubungan pribadi
menjadi bagian dari gaya hidup dan perasaan harga diri/percaya
pasien untuk mengurangi tekanan diri.
sendi dan nyeri. - Bantuan/dukungan dari
orang lain untuk
meningkatkanpemuihan maksimal.

33
BAB III ASKEP PADA KLIEN

3.1 PENGKAJIAN DATA DASAR

I. Identitas Diri Klien

N a m a : Ny. JW

Tanggal masuk RS : 04 April 2011

Tempat/Tgl. Lahir : Manado, 20 Juni 1959

Sumber Informasi : Keluarga

U m u r : 47 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Keluarga terdekat yang dapat

Alamat : Kec. Tuminting segera dihubungi (Orang


Tua/Wali, Suami, Istri, dan lain-lain): Suami

Status Perkawinan : Kawin

A g a m a : Kristen Pendidikan : SMA

S u k u : Sanger Pekerjaan : Tukang


BAB III ASKEP PADA KLIEN

3.1 PENGKAJIAN DATA DASAR

I. Identitas Diri Klien

N a m a : Ny. JW

Tanggal masuk RS : 04 April 2011

Tempat/Tgl. Lahir : Manado, 20 Juni 1959

Sumber Informasi : Keluarga

U m u r : 47 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Keluarga terdekat yang


dapat

Alamat : Kec. Tuminting segera dihubungi (Orang


Tua/Wali, Suami, Istri, dan lain-lain): Suami

Status Perkawinan : Kawin

A g a m a : Kristen Pendidikan : SMA

S u k u : Sanger Pekerjaan : Tukang


Pendidikan : SMA Alamat : Kec. Tuminting

Pekerjaan : IRT
Lama Bekerja : 25 tahun

343
II. Status
Kesehatan
Saat ini

1. Alasan Kunjungan/Keluhan Utama :

Nyeri dan kaku di bagian sendi jari-jari tangan dan pergelanggan


tangan rasa seperti di tusuk-tusuk, sulit digerakan, kurang nafsu
makan dan mual.
2. Faktor Pencetus :

Aktivitas dan pola makan pasien yang


tidak teratur.

3. Lamanya Keluhan : 4 hari

4. Timbulnya Keluhan : ( ) bertahap

() mendadak

5. Faktor yang memperberat : Pasien tidak pernah melakukan


pantangan

6. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya :

353
Menggunakan obat herbal.

Oleh orang lain Memberi saran

7. Diagnosa Medik :

Artritis Reumatoid Tanggal : 04 April 2011

II. Riwayat Kesehatan yang lalu

1. Penyakit yang pernah dialami :

a. Kanak – Kanak : Diare

b. Kecelakaan : Tidak

c. Pernah dirawat
penyakit waktu d.
Operasi : tidak
2. Alergi :

Tipe Reaksi Tindakan

Debu Flu minum obat flu

Udang kulit kemerahan minum CTM

3. Imunisasi :
Tipe Reaksi Tindakan

Campak bercak-bercak
merah pada kulit
DPT suhu tubuh naik minum obat

Paracatamol

4. Kebiasaan : merokok/kopi/obat/alkohol/lain-lain

5. Obat – obatan : Tradisional (urut)

Lamanya : 1 Minggu

Sendiri :

Orang lain (resep): tidak tentu

6. Pola Nurtisi :

 Frekwensi makan :

Berat Badan : 59 kg

Tinggi Badan : 160 cm

 Jenis makanan : Daging, sayur, nasi

 Makanan yang disukai : Pisang goreng dan tinutuan


 Makanan yang tidak disukai : Chinesse Food

 Makanan pantang : Tidak

 Nafsu makan : ( ) baik

( ) Sedang – alasan : mual/muntah/sariawan


() Kurang – alasan : mual/muntah/sariawan

Perubahan berat badan 6 bulan terakhir :


( ) bertambah ……………………kg

( ) tetap

() berkurang

7. Pola Eliminasi :

1. Buang air besar


Frekwensi : Tidak teratur Penggunaan pencahar : tidak

W a k t u : pagi/siang/sore/malam
W a r n a : kecoklatan

Konsistensi : padat
2. Buang air kecil

Frekwensi : normal

W a r n a : kuning pekat

B a u : berbau
8. Pola tidur dan istirahat

Waktu tidur (jam) : 10


malam Lama tidur/hari :
6 jam / hari Kebiasaan pengantar
tidur : menonton TV Kebiasaan
saat tidur :
Kesulitan dalam hal tidur : ( ) menjelang tidur

( ) sering/mudah terbangun
( ) merasa tidak puas setelah bangun tidur

9. Pola Aktifitas dan Latihan

1. Kegiatan dalam pekerjaan : Bersih-bersih rumah, dll

2. Olah Raga : - Jenis : Tidak

- Frekwensi : Tidak
3. Kegiatan di waktu luang : santai dengan keluarga

4. Kesulitan/keluhan dalam hal : () pergerakan tubuh

() mandi

( ) mengenakan pakaian

( ) bersolek

( ) berhajat

( ) sesak napas setelah mengadakan aktifitas


()mudah merasa kelelahan

10. Pola bekerja :

1. Jenis pekerjaan : IRT Lama : 25 tahun

2. Jumlah jam kerja : ± 14 jam / hari Lama : 7 hari kerja

3. Jadwal Kerja : senin s.d minggu

VI. Riwayat Keluarga

Genogram : Pasien
Atritis reumatoid
V. Riwayat Lingkungan

Kebersihan : lingkungan temapat tinggal di daerah kumuh


yang sistem sanitasinya tidak baik
Bahaya : rentan terhadap penyakit kulit dan diare

Polusi : terhadap air

VI. Aspek Psikososial


1. Pola pikir & persepsi

a. Alat bantu yang


digunakan : () Kaca
mata
( ) alat bantu
pendengaran b.
Kesulitan yang dialami
:
()sering pusing

( ) menurunnya sensitifitas terhadap sakit

( ) menurunnya sensitiftas terhadap panas/dingin

()membaca/menulis

2. Persepsi Diri

Hal yang amat dipikirkan saat ini :

pasien berharap segera sembuh agar dapat kembali beraktivitas


secara normal
Harapan setelah menjalani perawatan:

lebih memperhatikan kebersihan lingkungan

Perubahan yang dirasa setelah sakit :

badan terasa lemah, nyeri saat tangan digerakan dan merasa


tidak nyaman.
3. Suasana
Hati :
gelisah

Rentang perhatian : Suami, anak dan cucu menjadi lebih perhatian

4. Hubungan/komunikasi

1. Bicara Bahasa Utama : Bahasa Indonesia

()jelas

( ) relevan Bahasa Daerah: dialek Manado

( ) mampu mengekspresikan

( ) mampu mengerti orang lain

2. Tempat Tinggal

( ) sendiri

() bersama orang lain, yaitu Suami

3. Kehidupan Berkeluarga

- Adat istiadat yang dianut : ……………………………


- Pembuat keputusan dalam keluarga : Kepala keluarga (Suami)

- Pola komunikasi : lancar


terhadap suami,anak dan cucu.
- Keuangan : ( ) memadai

() Kurang

4. Kesulitan dalam Keluarga : ( ) Hubungan


orang tua

( ) Hubungan dengan sanak saudara

( ) Hubungan perkawinan

5. Kebiasaan Seksual

1. Gangguan hubungan seksual disebabkan kondisi sebagai


berikut : ( ) fertilitas ( )
menstruasi
() Libido ( ) kehamilan

( ) Ereksi ( ) alat kontrasepsi

2. Pemahaman terhadap fungsi seksual :

pasien tidak terlalu memahami tentang gangguan seksual yang


dialami

6. Pertahanan Koping
1. Pengambilan Keputusan : ( ) sendiri

() dibantu orang lain :

sebutkan Suami

2. Yang disukai tentang diri sendiri :

3. Yang ingin dirubah dari kehidupan : Mandiri dan hemat

4. Yang dilakukan jika


stress : (

) pemecahan masalah
( ) makan

( ) tidur

( ) makan obat

( ) cari pertolongan

() lain-lain (misal : marah, diam, dll ) sebutkan : Diam

5. Apa yang dapat dilakukan perawat agar anda nyaman dan aman :
Perawat memberikan motivasi dan dukungan agar pasien cepat
sembuh

7. Sistem Nilai - Kepercayaan

1. Siapa atau apa sumber kekuatan : Doa kepada Tuhan dan Keluarga

2. Apakah Tuhan, Agama, Kepercayaan penting untuk anda ?

( ) Ya ( ) Tidak

3. Kegiatan agama atau kepercayaan yang dilakukan (macam


dan frekwensi) sebutkan:
Masuk gereja setiap minggu

4. Kegiatan agama atau kepercayaan yang ingin dilakukan selama di

Rumah Sakit, Sebutkan :

Berdoa

8. Tingkat Perkembangan :

Usia : Middle age Karakteristik : normal sesuai usia


dan kulit mulai keriput

VII. Pengkajian Fisik

404
Tanda-tanda Vital Saat Pasien Masuk Rumah Sakit

0
- Suhu tubuh : 37 C

- Denyut Nadi : 60 kali /menit

- Pernafasan : 18 kali /menit

- Tekanan Darah : 90/70 mmHg

Kepala, Mata, Kuping, Hidung & Tenggorokan

Kepala : bentuk : simetris dan oval

Keluhan yang berhubungan : tidak ada

Pusing/sakit kepala : tidak

M a t a : Ukuran pupil 5 mm Isokor: baik

414
Reaksi terhadap cahaya : pupil mengecil

Akomodasi : baik Bentuk : simetris


Konjunctiva : merah pucat Fungsi
penglihatan : baik
- Baik/kabur/tidak jelas : baik

- Dua bentuk: tidak

- Rasa sakit : tidak

Tanda-tanda radang tidak ada

Pemeriksaan mata terakhir : setahun yang lalu

Operasi tidak

Kaca mata : menggunakan kaca mata plus

Lensa Kontak pasien tidak menggunakan lensa kontak

Hidung : Reaksi Alergi : bersin bila berdebu

Cara mengatasinya dibiarkan saja

Pernah mengalami flu : Pasien pernah mengalami influensa


Bagaimana frekwensinya dalam setahun sering
Sinus normal perdarahan tidak ada

Mulut & Tenggorokan : Gigi geligi Kerusakan gigi pada molar 3


dan 2 superior dekstra

Kesulitan/gangguan berbicara tidak

Kesulitan menelan tidak

Pemeriksaan gigi terakhir tidak pernah

Pernafasan : Suara paru : Bronkhial

Pola Nafas : Vesikuler Batuk kadang-kadang Sputum:


tidak ada Nyeri: tidak ada Kemampuan melakukan
aktifitas normal
Batuk darah tidak

Rontgen Foto terakhir tidak dilakukan Hasil tidak ada

Sirkulasi : Nadi Perifer: 70


kali/detik Capilary Refilling : 3 detik
Distensi Vena Jugularis Tampak Suara
Jantung tunggal
Suara Jantung tambahan Tidak ada

Irama jantung (monitor) Tidak dilakukan

Nyeri : pada bagian sendi jari Edema : ada Palpitasi Tidak ada
Baal: tidak Perubahan warna (kulit, Kuku, Bibir, dll) : Ekstremitas
atas (sendi- sendi pada digiti manus) nyeri dan sulit
di gerakkan.

Clubbing tidak ada

Keadaan Ekstremitas :(mobilitas berkurang)

Syncobe Tidak

Rasa pusing : ada

Monitoring Hemodinamik : CVP Tidak dilakukan mm

H2O
Nutrisi : Jenis Diet : tidak ada nafsu makan :
berkurang

Rasa mual : sering Muntah : Kadang

Intake Cairan 6-7 gelas/hari

Eliminasi :Pola rutin Normal

(b.a.b) Penggunaan Laxan Tidak diterapkan


Colostomy Tidak diterapkan Ileostomy Tidak
diterapkan
Konstibasi tidak diterapkan

Diare Kadang-kadang

(b.a.k) Inkontinensia Infeksi Tidak ada


Nematuri -
Catheter Tidak diterapkan

Urine Output > 2000 ml

Reproduksi : Kehamilan Tidak

Buah dada normal sesuai umur

Perdara
han

tidak ada

Pemeriksaan Pap Smear terakhir

Hasil tidak ada

Keputihan tidak
ada
Pemeriksaan Sendiri
Prostat
Penggunaan Kateter tidak ada

Neurologis : Tingkat kesadaran sadar

Orientasi : pasien dapat berorientasi terhadap waktu

Koordinasi : pasien dapat berkoordinasi dengan anggota gerak


tubuh
Pola tingkah laku normal

Riwayat epilepsi/kejang/parkinson tidak ada

Refleks tidak ada

Kekuatan menggenggam : pasien sulit menggenggam karna


pengaruh penyakit
Pergerakan Ekstremitas : ekstremitas atas ( digiti manus)

pasien terasa kaku

Muskuloskeletal : Nyeri pada bagian digiti manus dan pergelanggan


tangan
Kekakuan pergelanggan tangan

Pola latihan gerak

Kulit : Warna : kemerahan pada sendi digiti manus

Integritas : kering

Turgor : jelek

Data Laboratorium

La
bo
rat
ori
um
:

Tes serologi (diagnostik


imunologis): ESR : meningkat
FR : >1:80 Positif (80%) JDL : Anemia
sedang
LED: 85 mm/h

Hasil Pemeriksaan Diagnostik lain


Sinar x dari sendi yang sakit: Pembengkakan, erosi sendi, dan
subluksasio.

Persepsi Klien Terhadap Penyakitnya

Pasien mengira penyakitnya disebabkan oleh pola makan yang tidak


baik dan karena usianya sudah semakin tua.
3.2 ANALISIS DATA DAN DIAGNOSA

Nama Klien: Ny. JW Umur: 47 Tahun


Ruangan : C

DATA ETIOLOGI MASALAH DIAGNOSA

DS: - Tekanan
 Pasien mengatakan Darah : Faktor Pencetus
 kaku
nyeri dan Edema pada
pada sendi 90/70
sendi- digitimmHg Nekrosis Sel
sendi jari –manus, warna
jari tangan rasakemerahan.
seperti di tusuk-tusuk.
Skala nyeri 7
 Pemeriksaan diagnostik: Erosi sendi dan
 Pasien
- ESR: meningkat Tulang
Inflamasi Kronis Pada
mengatakan sering
- FR:>1:80Positif(80%)
terbangun di malam Tendon, Ligamen juga
- JDL : Anemia sedang
hari. terjadi deruksi
- LED: 85 mm/h Nyeri
 Pasien merasa tidak jaringan

nyaman.

DO: Fagositosis ektensif

 Pasien kelihatan
kelelahan.
DS:
 Pasien kelihatan
 Pasien merasa tidak nyaman. Faktor Pencetus Kerusakan Kerusakan
meringis.
 Pasien mengatakan susah Panus Mobilitas mobilitas
bergerak.
 KU: Lemah Fisik berhubungan
DO:  TTV: Inflamasi Kronis dengan
 Pasien terlihat gelisah Pada Tendon, deformitas
0
- Suhu
 Pasien tubuhmembatasi
terlihat : 37 C Ligamen juga terjadi skeletal.
aktivitas geraknya.
- Denyut Nadi : 60 kali deruksi jaringan
 KU: Lemah Kartilago dirusak
/menit
 TTV:
- Pernafasan 0 : 18 kali
- Suhu tubuh : 37 C Akumulasi Sel
/menit Nadi : 60 kali /menit
- Denyut Darah Putih
- Pernafasan : 18 kali /menit
proses inflamasi dan
Nyeri Nyeri destruksi sendi.
berhubungan dengan
- Tekanan Darah : 90/70
mm T
Hg e
 Edema pada sendi r
digiti manus, warna b
kemerahan. e
 Skala nyeri 7 n

 Pemeriksaan t
u
diagnostik:
k
- ESR: meningkat
n
-
o
FR:>1:80Positif(80%)
d
- JDL : Anemia
u
sedang
l-
- LED: 85 mm/h
n
o
d
u
l
r
e
m
a
t
o
i
d
e
k
s
t
r
a
s
i
n
o
v o
i g
u r
m e
s
i
f
K
e
r
u
s D
a e
k f
a o
n r
m
s it
e a
n s
d S
i e
P n
r d
i

Kerusakan Mobilitas
Fisik
DS:
 Pasien mengatakan
tangannya sulit digerakan Citra Tubuh tubuh
dan kaku. berhubung
 Aktivitas normal perubahan
(makan,mandi,bab,bak,dll) Pada Tendon, penampila
dibantu oleh orang lain. Ligamen juga terjadi kemampua
DO: deruksi jaringan untuk
 Pasien kelihatan tidak tugas-tuga
berdaya. umum.
 Pasien sering ketergantungan
pada orang lain. Pembentukan
 TTV: Jaringan Parut
0
- Suhu tubuh : 37 C

- Denyut Nadi : 60 kali


/menit K
- Pernafasan : 18 kali e
/menit k
- Tekanan Darah : a
90/70 mmHg k
 Edema pada u
sendi digiti manus, a
warna kemerahan. n
 Skala nyeri 7
s
e
n
d
i

R
e
n
t
a
n
g

G
e
r
a o
k t
B
e
r
k
u G
r a
a n
n g
g g
u
a
n

A C

t i

r t

o r

f a

i T
u
o b
t u
h
3.3 PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ARTRITIS
REUMATOID

Nama Klien : Ny. JW Umur: 47 Tahun


Ruangan: C

No RENCANA TINDAKAN
Diagnosa
Rasional
Keperawata Tujuan Kriteria Evaluasi
n Intervensi/Perencanaan

1 Nyeri tidak Setelah Menunjukan 120/80 mmHg


Kronik nyam dilakukan nyeri hilang dan  Edema
berhubungan an. tindakan berpartisipasi berkurang pada
dengan proses diharapkan dalam akitivitas sendi digiti
inflamasi dan DO: dalam sesuai manus.
destruksi sendi.  waktu kemampuan.
Pasien kurang dari
DS: kelihata seminggu DO:
 Pasien n rasa nyeri  KU: Membaik
mengatakan kelelah pasien  TTV:
nyeri dan kaku an. dapat
- Suhu tubuh :
pada sendi- terkontrol/te
36-
sendi jari –jari ratasi
370 C
tangan rasa
seperti di - Denyut Nadi :

tusuk-tusuk. 60-

 Pasien 80 kali /menit

mengatakan - Pernafasan :

sering 12-

terbangun di 20 kali /menit


malam hari. - Tekanan
 Pasien Darah :
merasa
M ) - Membantu pada sendi
a . dalam yang
n menentukan sakit.Peninggia
d - Berikan kebutuhan n linen tempat

i matras/ka menejemen tidur

r sar nyeri dan menurunkan

i keras,ban - Biarkan efektifitas tekanan pada


tal pasien program. sendi yang
:
kecil.Ting mengambil - Matras yang terinflamasi/nye
- Selidiki
gikan linen posisi yang lembut/empuk. ri.
keluhan
tempat nyaman bantal yang - Pada penyakit
nyeri,catat
tidur pada waktu keras akan berat/eksaserba
lokasi dan
sesuai tidur atau mencegah si,tirah baring
intensitas(skal
kebutuha duduk di pemeliharaan mungkin
a
n kursi.Tingka kesejajaran diperlukan
0
tkan tubuh yang (sampai
-
istirahat di tepat,menemp perbaikan
1
atkan stres objektif
0

47

 Pasien - Suhu - Denyut Nadi : - Tekanan


kelihatan tubuh : 60 kali /menit Darah :
meringis. - Pernafasan : 90/70 mmHg
370 C
 KU: Lemah 18  Edema pada
 TTV: kali /menit sendi digiti
manus,  merasa tempat tidur
warna Skal nyaman. sesuai indikasi.
kemerahan. a
 Skala nyeri nyer
7 i
 berk
Pemerik ura -
saan ng Tempatkan/pant
diagnost  au penggunaan
ik: Pem bantal,karung
- ESR: eriks pasir,gulungan
meningkat aan trokhanter,beba
- diagn n,brace.
FR:>1:80Posi ostik:
tif(80 - ESR:
%) menurun
- JDL : - FR:
Anemia Normal
sedang - JDL :
- LED: 85 Normal
mm/h - LED:
Normal
- Dorong untuk
sering mengubah
DS:
posisi.Bantu
 Pasien
pasien untuk
mengata
bergerak di
kan nyeri
tempat
berkuran
tidur,sokong
g
sendi yang sakit
 Tidak
di atas dan di
terbang
bawah,hindari
un saat
gerakan yang
malam
menyentak.
hari.
- Anjurkan

pasien untuk
Pasie
mandi air hangat
n
atau mandi
pancuran dan mempertahank kekakuan
pada waktu subj an posisi sendi.Menst
bangun ektif netral.Catatan: abilkan
dan/atau dida penggunan sendi,mengu
pada pat) brace dapat rangi
waktu untu menurunkan gerakan/rasa
tidur.Sedia k nyeri dan sakit pada
kan waslap me mungkin dapat sendi.
hangat mba mengurangi - Panas
untuk tasi kerusakan meningkatkan
mengompr nyer pada relaksasi otot
es sendi- i sendi.Meskipu dan
sendi yang ced n mobilitas,menur
sakit era demikian,ketid unkan rasa sakit
beberapa sen akaktifan lama dan melepaskan
kali di. dapat kekakuan di
- mengakibatka pagi
Mengistir n hilangnya hari.Sensitvitas
ahatkan mobilitas/fungs pada panas
sendi- i sendi. dapat di
sendi - Mencegah hilangkan dan
yang terjadinya luka dermal
sakit kelelahan dapat di
dan umum dan

48
 Pasien - LED:  Skala tempat tidur
kelihatan 85 mm/h nyeri sesuai indikasi.
meringis. berkurang
 KU: Lemah 
 TTV: Pemeriksaa
- Suhu tubuh n diagnostik:
- ESR: -
: 370 C
menurun Tempatkan/pant
- Denyut Nadi
- FR: Normal au penggunaan
: 60 kali
- JDL : Normal bantal,karung
/menit
pasir,gulungan
- LED: Normal
- Pernafasan
trokhanter,beba
: 18
n,brace.
DS:
kali /menit
 Pasien
- Tekanan
mengatakan
Darah :
nyeri berkurang
90/70 mmHg
 Tidak
 Edema
terbangun saat
pada sendi
malam hari.
digiti manus,
 Pasien
warna
merasa
kemerahan.
nyaman.
 Skala nyeri - Dorong untuk
7 sering mengubah
 posisi.Bantu
Pemerik pasien untuk
saan bergerak di
diagnost tempat
ik: tidur,sokong
- ESR: sendi yang sakit
meningkat di atas dan di

- bawah,hindari

FR:>1:80Posit gerakan yang

if(80 menyentak.

%) - Anjurkan
pasien untuk
- JDL :
mandi air hangat
Anemia
atau mandi
sedang
pancuran dan mempertahan kekakuan
pada waktu subj kan posisi sendi.Menst
bangun ektif netral.Catatan: abilkan
dan/atau dida penggunan sendi,mengu
pada waktu pat) brace dapat rangi
tidur.Sedia untu menurunkan gerakan/rasa
kan waslap k nyeri dan sakit pada
hangat me mungkin dapat sendi.
untuk mba mengurangi - Panas
mengompr tasi kerusakan meningkatkan
es sendi- nye pada relaksasi otot
sendi yang ri sendi.Meskipu dan
sakit ced n mobilitas,menur
beberapa era demikian,ketid unkan rasa sakit
kali sen akaktifan lama dan melepaskan

di. dapat kekakuan di

- mengakibatka pagi

Mengistir n hilangnya hari.Sensitvitas

ahatkan mobilitas/fung pada panas

sendi- si sendi. dapat di

sendi - Mencegah hilangkan dan

yang terjadinya luka dermal

sakit kelelahan dapat di

dan umum dan

48
sehari.Pantau suhhu air kompres,air mandi dan sembuhkan.
sebagainya.
- Berikan masase yang
lembut.
-
Meningkat
relaksasi/m
Kolaborasi: engurangi
- Berikan obat-obat sesuai petunjuk seperti:Asetilsalisilat tegangan
(aspirin),D-penisilamin (Cuprimine),Antasida. otot.

- Menurunkan
rasa nyeri.
2 Gangguan Setelah Mempertahankan Mandiri:
fisik berhubungan tindakan ataupun - Evaluasi/lanjutkan -
mobilitas dilakukan
dengan deformitas keperawatan meningkatkan pemantauan tingkat tergantung
skeletal. selama kurang kekuatan daninflamasi/rasa sakit padaperkemban
DS: dari seminggu dari dan/atau sendi. proses
-baring/duduk
Pertahankan inflamasi.
 Pasien
tidak merasa pasien
nyaman. dapatdan kompensasi
beraktivitas tubuh. jikaistirahatanjurkan se
 Pasien tanpa DO: diperlukan.Jadw eksaserbasi akut
mengatakan gangguan  KU: al aktivitas dan
susah ketidakny Membaik untuk seluruh fase
bergerak. amanan.  TTV: memberikan penyakit yang
DO: - Suhu periode penting untuk
 Pasien tubuh : 36- istirahat yang mencegah
terlihat terus menerus kelelahan,mem
370 C
gelisah dan tidur malam pertahankan
- Denyut hari tidak kekuatan.
 Pasien
Nadi : 60- terganggu. -
terlihat
80 kali - Bantu dengan Mempertahanka
membatasi
aktivitas /menit rentang n/meningk
geraknya. - gerak atkan fungsi
 KU: Lemah Pernafasan aktif/pasif,demi sendi,kekuatan
: 12- kian juga otot,dan
 TTV:
20 kali latihan resistif stamina
/menit dan isometrik umum.Catatan:
jika latihan
memungkinkan tidak adekuat
. menimbulkan

49
sehari.Pantau suhhu air kompres,air mandi dan sebagainya. sembuhkan.
- Berikan masase yang
lembut.

-
Meni
ngka
t
relak
sasi/
men
gura
ngi
tega
ngan
otot.

 Pasien  Pasien ketidaknyamanan.


mengata terlihat
kan membatas
susah i aktivitas
bergerak geraknya.
.  KU:
D Lemah
O  TTV: Setelah
2 : dilakukan

 tindakan
Gangguan mobilitas fisik
Pasi keperawatan
berhubungan dengan
en selama kurang
deformitas skeletal.
terlih dari seminggu
DS:
at pasien dapat
 Pasien merasa tidak beraktivitas
gelis
nyaman. dan tanpa
ah
gangguan
Kolabor - - Menurunkan g dari
asi: Pertahank rasa nyeri. perkemba

- an ngan/resol

Berika istirahat usi dari

n tirah proses

obat- baring/dud inflamasi.

obat uk jika - Istirahat sistemik di


Mempertahankan sesua diperlukan anjurkan
ataupun meningkatkan i .Jadwal - selama
kekuatan dan fungsi dari petunj aktivitas T eksaserb
dan/atau kompensasi uk untuk i asi akut
bagian tubuh. sepert memberik n dan
i:Aseti an periode g seluruh
DO: lsalisil istirahat k fase
 KU: Membaik at yang terus a penyakit

 TTV: (aspiri menerus t yang


n),D- dan tidur a penting
- Suhu tubuh : 36-
penisil malam k untuk
370 C
amin hari tidak ti mencega
- Denyut Nadi : 60- tergangg v h
(Cupri
80 kali /menit mine), u. it kelelahan,
- Pernafasan : 12- Antasi - Bantu a memperta
20 kali /menit da. dengan s hankan
Mandi rentang /l kekuatan.
ri: gerak a -
- aktif/pasif ti Mempertahankan/meni
Evaluasi ,demikian h ngk
/lanjutka juga a atkan
n latihan n fungsi
peman resistif t sendi,kek
tauan dan e uatan
tingkat isometrik r otot,dan
inflam jika g stamina
asi/ras memungk a umum.Cat
a sakit inkan. n atan:
pada t latihan
sendi. u tidak adekuat
n menimbulkan
49

- Suhu tubuh : 370 C


- Tekanan Darah :
kali /menit  Edema berkurang
- Pernafasan : 18 pada sendi digiti - Ubah posisi
kali /menit m riksaan dengan jumlah
sering personel
- Tekanan Darah : a diagnostik cukup.Demonstrasikan/
90/70 mmHg n : ban tu teknik
 Edema pada sendi u - ESR: pemindahan dan
digiti manus, warna s menurun penggunaan bantuan
kemerahan. . - FR: Normal mobilitas,mis,trapeze.

 Skala nyeri 7  - JDL :

 Pemeriksaan Sk Normal

diagnostik: al - LED:

- ESR: meningkat a Normal


ny - Gunakan bantal
- FR:>1:80Positif(8
er DS: kecil/tipis di bawah
0%)
i leher.
- JDL : Anemia  Pasien
b - Dorong pasien
sedang sudah
er merasa mempertahankan
- LED: 85 mm/h
ku nyaman. postur tegak dan
ra duduk
 Pasien
n tinggi,berdiri,berjalan.
mengatakan
g - Berikan lingkungan
jari tangan
 yang
sudah bisa
Pe aman,misalnya
digerakkan.
me menaikan
kursi/kloset,mengguna pada e knik
kan pegangan tangga jaringa r pemindah
pada bak/pancuran n dan a an yang
dan toilet, penggunaan m w tepat
alat bantu e a dapat
mobilitas/kursi roda n t mencega
penyelamat. i a h robekan
Kolaborasi: n n abrasi
- Berikan matras g kulit.
busa/pengubah k d - Mencegah fleksi leher.
tekanan. a i

t r -
k i Mema
a ksimal
n d kan
a fungsi
s n sendi.
i
r k

k e
-
u m
Menghin
l a
dari
a n
cedera
s d
akibat
i i
kecelaka
. r
an/jatuh.
M i

e a

m n

p
p
e
a
r
s
m
i
u
e
d
n
a -
.
h Menurunk
T
an
p e
tekanan
pada m a ecah untuk
jaringan u h menguran
yang d gi resiko
p

50
0
- Suhu tubuh : 37 C
- Tekanan Darah : kekakuan
kali /menit  Edema berkurang dapat meru
- Pernafasan : 18 pada sendi digiti - Ubah posisi dengan- Me
kali /menit m merasa dengan
sering jumlah tekanan
- Tekanan a nyaman. personel
Darah : n  Pasien cukup.Demonstr
90/70 u mengatakan jari asikan/ban tu
mmHg s tangan sudah teknik
 Edema . bisa pemindahan dan
pada sendi  digerakkan. penggunaan
digiti manus, Skal bantuan
warna a mobilitas,mis,trap
kemerahan. nye eze.

 Skala nyeri ri
7 ber

 kur

Pemerik ang

saan  - Gunakan

diagnost Pem bantal kecil/tipis

ik: eriks di bawah leher.

- ESR: aan - Dorong pasien

meningkat diag mempertahan


nosti kan postur
-
k: tegak dan
FR:>1:80Posi
- ESR: duduk
tif(8
menurun tinggi,berdiri,b
0
- FR: erjalan.
%)
Normal - Berikan
- JDL :
- JDL : lingkungan yang
Anemia
Normal aman,misalnya
sedang
- LED: menaikan
- LED: 85
Normal kursi/kloset,men
mm/h
ggunakan

DS: pegangan
tangga pada

bak/pancuran
Pasien
dan toilet,
sudah
penggunaan alat
bantu pada ahan yang kecelakaan/jatu
mobilitas/kur jaringan tepat dapat h.
si roda dan mencegah
penyelamat. mening robekan abrasi
Kolaborasi: katkan kulit.
- Berikan sirkulas - Mencegah
matras i.Memp fleksi leher.
busa/peng ermuda
ubah h -
tekanan. perawat Memaksima
an diri lkan fungsi
dan sendi. - Menurunkan
kemand tekanan pada
irian jaringan yang
pasien. - Menghindari mudah pecah
Teknik cedera akibat untuk
pemind mengurangi
resiko

50

dengan untuk  Pasien


3 perubaha melakukan mengatakan
n tugas- tugas tangannya sulit
Ganggu
penampil umum. digerakan dan
an citra
an dan kaku.
tubuh
kemamp DS:  Aktivitas
berhubu
uan normal
ngan
(makan,mandi, - Berikan obat- menerima
bab, bak,dll) obatan sesuai keterbatasan.
dibantu oleh indikasi:
orang lain. - Agen
antireumatik - Perhatikan
DO: perilaku
 Pasien - Steroid menarik
kelihatan Menin Mengungk diri,penggunaa
tidak gkatka apkan n menyangkal
Mandiri:
berdaya. n peningkat atau terlalu
- Dorong
 Pasien percay an rasa
pengungkapan
sering a diri percaya
mengenai
ketergantung dalam diri dalam
masalah
an pada kema kemampu
tentang proses
orang lain. mpuan an untuk
penyakit,harapa
untuk menghada
n masa depan.
mengh pi
adapi penyakit,p
- Diskusikan arti
penyak erubahan
dari
it dan pada gaya
kehilangan/peru
dapat hidup,
bahan pada
beraktivit dan
pasien atau
as secara kemu
orang
normal. ngkin
terdekat.Memast
an
ikan bagaimana
keter
pandangan
batas
pribadi pasien
an.
dalam
menfungsikan
gaya hidup
sehari-
hari,termasuk
aspek-aspek
seksual.
- Diskusikan
persepsi pasien
mengenai
bagaimana
orang terdekat
imobili dapinya dengan orang mempunyai
tas/ter - secara lain akan pengaruh
jadi Berikan langsung. menentukan mayor pad
dekubi kesemp - kebutuhan bagaimana
tus. atan Mengident terhadap pasien
- Untuk untuk ifikasi intervensi/kon memandang
mengatasi mengide bagaiman seling lebih dirinya sendiri.
reumatik. ntifikasi penyakit lanjut. - Dapat
rasa mempe menunjukan
- Untuk takut/ke ngaruhi - Isyarat emosional
menekan salahan persepsi verbal/nonverb metode koping
inflamasi konsep diri dan al orang maladaptive,me
sistemik dan interaksi terdekat dapat mbutuhkan
akut. mengha

51
tidak - Berikan obat-
berday obatan sesuai
a. indikasi:
 - Agen
Pasien antireumatik
sering
keterg - Steroid
antung Meningk Mengungkapkan
3 an atkan peningkatan Mandiri:
pada percaya rasa percaya diri - Dorong
Gangguan
orang diri dalam pengungkapan
citra tubuh
lain. dalam kemampuan mengenai
berhubungan
kemam untuk masalah tentang
dengan
puan menghadapi proses
perubahan
untuk penyakit,peruba penyakit,harapa
penampilan
mengha han pada gaya n masa depan.
dan
dapi hidup,dan
kemampuan
penyakit kemungkina - Diskusikan arti
untuk
dan n dari
melakukan
dapat keterbatasa kehilangan/perub
tugas- tugas
beraktivita n. ahan pada
umum.
s secara pasien atau
normal. orang
DS:
terdekat.Memasti
 Pasien
kan bagaimana
mengatakan
pandangan
tangannya sulit
pribadi pasien
digerakan dan
dalam
kaku.
menfungsikan
 Aktivitas
gaya hidup
normal
sehari-
(makan,mandi,
hari,termasuk
bab, bak,dll)
aspek-aspek
dibantu oleh
seksual.
orang lain.
- Diskusikan
persepsi pasien
DO:
mengenai
 Pasien
bagaimana orang
kelihatan
terdekat
menerima i k tan untuk seling lebih
keterbatasan. m u mengidentifikas lanjut.
o b i rasa
b it takut/kesalahan - Isyarat
- Perhatikan i u konsep dan verbal/nonverb
perilaku l s menghadapiny al orang
menarik i . a secara terdekat dapat
diri,pengguna t - Untuk langsung. mempunyai
an a mengatasi - pengaruh
menyangkal s reumatik. Mengidentifikasi mayor pad
atau terlalu / bagaiman bagaimana
t - Untuk penyakit pasien
e meneka mempengaru memandang
r n hi persepsi diri dirinya sendiri.
j inflama dan interaksi - Dapat
a si dengan orang menunjukan
d sistemik lain akan emosional
i akut. menentukan metode koping
kebutuhan maladaptive,me
d - Berikan terhadap mbutuhkan
e kesempa intervensi/kon

51

 TTV: - Suhu tubuh - Denyut Nadi :

0 60 kali /menit
: 37 C
- Pernafasan :
18
kali /menit mem - Bantu dengan
- Tekanan perh kebutuhan
Darah : atika perawatan yang
90/70 n di perlukan.
mmHg tubuh
 Edema /peru - Berikan

pada sendi baha bantuan positif

digiti n. bila perlu.

manus, - Susun
warna batasan
kemeraha pada
n. perilaku Kolaborasi:

 Skala maladaptif.
nyeri 7 Bantu - Rujuk pada
pasien konseling
untuk psikiatri,mis,pera
mengidentifi wat spesialis
kasi psikiatri perawat
perilaku klinis,psikiatri/psi
positif yang kolog,pe kerja
dapat social.
membantu
koping.
- Ikut-
sertakan
pasien
dalam
merencana
kan
perawatan
dan
membantu
jadwal
aktivitas.
intervensi katkan atkan citra
lebih perasaa diri.
lanjut/duk n
ungan kompete -
psikologis. nsi/harg Memungkinkan
- a pasien untuk
Membantu diri,men merasa
pasien dorong senang
untuk kemandi terhadap
mempe rian,dan dirinya
rtahank mendor sendiri.Mengu
an ong atkan perilaku
control partisipa positif.Meningk
diri,yan si dalam atkan rasa
g dapat terapi. percaya diri.
mening - Pasien/orang
katkan - terdekat
perasaa Memper mungkin
n harga hatikan membutuhkan
diri. penampi dukungan
lan yang selama
- dapat berhadapan
Mening meningk dengan proses

52
 TTV: mem - Bantu dengan
- Suhu perh kebutuhan

atika perawatan yang


tubuh : 370
n di perlukan.
C
tubuh
- Denyut
/peru - Berikan
Nadi : 60
baha bantuan positif
kali /menit
n. bila perlu.
-
- Susun
Pernafasan
batasan
: 18
pada
kali /menit
perilaku Kolaborasi:
- Tekanan
maladaptif.
Darah : - Rujuk pada
Bantu
90/70 konseling
pasien
mmHg psikiatri,mis,pera
untuk
 Edema wat spesialis
mengidentifi
pada sendi psikiatri perawat
kasi
digiti klinis,psikiatri/psi
perilaku
manus, kolog,pe kerja
positif yang
warna social.
dapat
kemeraha
membantu
n.
koping.
 Skala - Ikut-
nyeri 7 sertakan
pasien
dalam
merencana
kan
perawatan
dan
membantu
jadwal
aktivitas.
intervensi - meningkatka
lebih Meningk n citra diri.
lanjut/duk atkan
ungan perasaa -
psikologis. n Memungkinkan
- kompete pasien untuk
Membantu nsi/harg merasa
pasien a senang
untuk diri,men terhadap
mempe dorong dirinya
rtahank kemandi sendiri.Mengu
an rian,dan atkan perilaku
control mendor positif.Meningk
diri,yan ong atkan rasa
g dapat partisipa percaya diri.
mening si dalam - Pasien/orang
katkan terapi. terdekat
perasa mungkin
an - membutuhkan
harga Memper dukungan
diri. hatikan selama
penampi berhadapan
lan yang dengan proses
dapat

52
- Berikan obat-obat sesuai petunjuk,mis,antiansietas dan jangka
obat-obat peningkat alam perasaan. panjang/ketida
kmampuan
- Mungkin di
butuhkan pada
saat munculnya
depresi.
53
jangka
- Berikan obat-obat sesuai petunjuk,mis,antiansietas dan panjang/ketid
obat-obat peningkat alam perasaan. akmampuan
- Mungkin di
butuhkan
pada
saat munculnya
depresi.
53

3.4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Nama Klien : Ny. JW Umur : 47


Tahun Ruangan : C
WAKTU Dx EVALUASI
HARI/ IMPLEMENTASI PARAF
TANG HARI/ TANGGAL
GAL

Senin, 08 0 1. - - Pernafasan: 18 kali


4 April .0 Mengobservasi Deny /menit
2011 0 KU pasien. ut
Hasil : KU pasien Nadi:
lemah. 60
kali /
08 2. menit
:1 Mengk
5 aji
TTV.
Hasil :
0
- Suhu tubuh: 37
C
Senin, S ien k  Pasien belum merasa
4 April : menga a nyaman
2011  takan k O:
Jam masih u  KU lemah
13:00 P terasa .
 TTV:
a nyeri
- Suhu tubuh: 370 C
s dan

- Tekanan - Denyut Nadi: 60 kali /me


Darah :
08.15 1 3. Menyelidiki keluhan nyeri,catat lokasi-- Pernafasan: 18 kali
Tekanan Darah /men
: 90/70m
intensitas (skala 0-10).  Edema pada sen
Hasil: Nyeri pada sendi digiti manus dan dan pergelanggan tanga
pergelanggan tangan. Skala nyeri 7 dan kaku masih terasa
nyeri 7, Pasien anemia
08.18 4. Memberikan matras/kasar keras,bantal aktivitas pasien dibata
kecil.Tinggikan linen tempat tidur sesuai nyeri dapat berkurang, ob
kebutuhan. diberikan untuk men
Hasil: Pasien belum merasa n yaman. kekakuan.
A:
08.25 5. Membiarkan pasien mengambil posisi  Masalah belum teratasi
yang nyaman pada waktu tidur atau duduk P :
di kursi.
tidur Tingkatkan
sesuai indikasi.istirahat di tempat -(1,Intervensi lanjut
2,3,4,5,6,7,8,9,10)

54
3.4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Nama Klien : Ny. JW Umur : 47 Tahun


Ruangan : C
WAKTU Dx EVALUASI
HARI/ IMPLEMENTASI PARAF
TANGGAL HARI/ TANGGAL

Senin, 0 0 1. Sen S:
4 April 2011 8. Mengobserva in,  Pasien
0 si KU pasien. 4 mengatak
0 Hasil : KU April an masih
pasien lemah. 201 terasa
1 nyeri dan
2. Jam kaku.
0 Men 13:  Pasien belum merasa
8: gkaji 00 nyaman
1 TTV. O:
5 Hasil  KU lemah
:
 TTV:
- Suhu tubuh:
0
- Suhu tubuh: 37 C
0
37 C

- Denyut Nadi:
60 kali /menit
- Pernafasan:
18 kali /menit
- Tekanan Darah : 90/70mmHg - Denyut N

08.15 1 3. Menyelidiki keluhan nyeri,catat lokasi-- Pernafas


Tekanan
intensitas (skala 0-10).  Edema
Hasil: Nyeri pada sendi digiti manus dan dan perge
pergelanggan tangan. Skala nyeri 7 dan kaku
nyeri 7, P
08.18 4. Memberikan matras/kasar keras,bantal aktivitas
kecil.Tinggikan linen tempat tidur sesuai nyeri dapat
kebutuhan. diberikan
Hasil: Pasien belum merasa n yaman. kekakuan.
A:
08.25 5. Membiarkan pasien mengambil posisi  Masalah
yang nyaman pada waktu tidur atau duduk P :
di kursi.
tidur Tingkatkan
sesuai indikasi.istirahat di tempat -(1,Interven
2,3,4,5,

54

Hasil: aktivitas pasien dibatasi agar nyeri1. Mengob


berkurang. 2. Mengka
3. Menyeli
08.30 6. Menempatkan/pantau penggunaan bantal nyeri………
atau brace. 4. Member
Hasil: pasien belum nyaman. 5. Membia
posisi yan
08.45 7. Mendorong untuk sering mengubah posisi. nyaman…
Hindari gerakan yang menyentak. 6. Menemp
Hasil: Pasien masih merasa kaku sendi. pengguna
brace.……
09.00 8. Menganjurkan pasien untuk mandi air 7. Mendoro
hangat atau mandi pancuran pada waktu mengubah
bangun dan/atau pada waktu tidur. posisi……
Hasil: Anjuran diterima dan dilakukan. 8. Mengan
mandi air
09.30 9. Menyediakan waslap hangat untuk hangat.....
mengompres sendi-sendi yang sakit 9. Menyed
beberapa kali sehari. Pantau suhu air untuk men
kompres,air mandi dan sebagainya. sendi….
Hasil: masih terasa nyeri. 10.Membe
(aspirin) s
11.00 10. Memberikan Obat Asetilsalisilat (aspirin) dokter……
sesuai instruksi/resep dokter.
Hasil: obat yang diberikan
untuk mengurangi kekakuan
dan meningkatkan
mobilitas.

55
Hasil: aktivitas pasien dibatasi agar nyeri 1. Mengob
berkurang. 2. Mengka
3. Menyeli
08.30 6. Menempatkan/pantau penggunaan bantal nyeri………
atau brace. 4. Member
Hasil: pasien belum nyaman. 5. Membia
posisi yan
08.45 7. Mendorong untuk sering mengubah posisi. nyaman…
Hindari gerakan yang menyentak. 6. Menemp
Hasil: Pasien masih merasa kaku sendi. pengguna
brace.……
09.00 8. Menganjurkan pasien untuk mandi air 7. Mendoro
hangat atau mandi pancuran pada waktu mengubah
bangun dan/atau pada waktu tidur. posisi……
Hasil: Anjuran diterima dan dilakukan. 8. Mengan
mandi air
09.30 9. Menyediakan waslap hangat untuk hangat.....
mengompres sendi-sendi yang sakit 9. Menyed
beberapa kali sehari. Pantau suhu air untuk men
kompres,air mandi dan sebagainya. sendi….
Hasil: masih terasa nyeri. 10.Membe
(aspirin) s
11.00 10. Memberikan Obat Asetilsalisilat (aspirin) dokter……
sesuai instruksi/resep dokter.
Hasil: obat yang diberikan
untuk mengurangi kekakuan
dan meningkatkan
mobilitas.

55
Senin, 08.15 0 1. Mengkaji TTV. Senin, S:
4 April 2011 Hasil : 4 April 2011-

-
0
Suhu tubuh: 37 C Jam 13:00 rasa
tusu
- Denyut Nadi: 60 kali /menit
O:
08.15 2 2. Mengevaluasi/melanjutkan  TT
pemantauan
Hasil: Rasa sakit seperti ditusuk- - Suh
De
- Pe
08.30 3. Pertahankan istirahat tirah - Tek
jika diperlukan. Jadwal aktivitas  Pa
memberikan periode istirahat yang gerak
menerus dan tidur malam hari tidak nyen
terganggu. untuk
Hasil: Pasien sulit untuk istirahat dan men
tidur. A:

08.35 4. Membantu dengan rentang gerak -PMa


:
aktif/pasif,demikian juga latihan
dan isometrik jika memungkinkan. -(1,2,
Inte
Hasil: rentang gerak pasien masih 1. Me
2. Me
08.46 5. Mengubah posisi dengan sering pem
jumlah personel cukup. inflam
Demonstrasikan/bantu teknik 3. Pe
dan penggunaan bantuan barin
mobilitas,mis,trapeze. dipe
Hasil: Pasien belum merasa n 4. Me
yaman.

56
Senin, 08.15 0 1. Mengkaji TTV. Senin, S:
4 April 2011 Hasil : 4 April 2011- Pasien meng

-
0
Suhu tubuh: 37 C Jam 13:00 rasa nyeri seperti d
tusuk.
- Denyut Nadi: 60 kali /menit
O:
08.15 2 2. Mengevaluasi/melanjutkan  TTV:
pemantauan
Hasil: Rasa sakit seperti ditusuk- - Suhu
Denyut 600 k
Nadi: 37
tubuh:
- Pernafasan: 18 ka
08.30 3. Pertahankan istirahat tirah - Tekanan
jika diperlukan. Jadwal aktivitas  Pasien anemia
memberikan periode istirahat yang gerak terbatas,
menerus dan tidur malam hari tidak nyenyak, obat
terganggu. untuk mengatas
Hasil: Pasien sulit untuk istirahat dan menekan inflamasi
tidur. A:

08.35 4. Membantu dengan rentang gerak -PMasalah


: belum te

aktif/pasif,demikian juga latihan


dan isometrik jika memungkinkan. -(1,2,,4,5,7,8,9,10)
Intervensi lanjut
Hasil: rentang gerak pasien masih 1. Mengkaji TTV
2. Mengevaluasi/me
08.46 5. Mengubah posisi dengan sering pemantauan tingka
jumlah personel cukup. inflamasi.......
Demonstrasikan/bantu teknik 3. Pertahankan istir
dan penggunaan bantuan baring/duduk jika
mobilitas,mis,trapeze. diperlukan……
Hasil: Pasien belum merasa n 4. Membantu deng
yaman. gerak

56

08.50 08.55

09.10
6. Mengunakan antirematik dan
bantal kecil/tipis di steroid sesuai
bawah leher. Hasil: instruksi/resep dari
Pasien merasa dokter.
nyaman. Hasil: obat yang
diberikan untuk
7. Mendorong pasien mengatasi
mempertahankan rematik dan
10.00 postur tegak dan menekan
duduk inflamasi.
tinggi,berdiri,berjalan.
Hasil: Pasien masih
11.00 merasa nyeri dan
kaku.

8. Berikan
lingkungan yang
aman,misalnya
menaikan
kursi/kloset,menggu
nakan pegangan
tangga pada
bak/pancuran dan
toilet, penggunaan
alat bantu
mobilitas/kursi roda
penyelamat.
Hasil: pasien merasa
aman dan nyaman.

9. Memberikan
matras
busa/pengubah
tekanan. Hasil:
menghindari
dekubitus.

10. Memberikan
obat-obatan
aktif/pasif… sonel 9.
…………… cukup…. Mem
………. 6. Intervensi tidak berik
5. dilanjutkan………. an
Me 7. matr
ngu Mendor as
bah ong busa
posi pasien /pen
si mempe guba
den rtahank h
gan an teka
seri postur nan
ng tegak… ……
den .. …….
gan 8. 10.
juml Berikan Memberik
ah lingkung an obat-
per an yang obatan
aman… antiremati
. k dan
steroid…
……..

Senin, 10:15 1. Mendorong Senin S:


4 April 3 pengungkapan ,  Pasien
2011 mengenai masalah 4 April mengatakan
tentang proses 2011 ingin segera
penyakit,harapan masa Jam sembuh.
depan. 13:00  Pasien ingin dapat
Hasil: Pasien ingin beraktivitas
segera sembuh dan
57
tekanan. Hasil:
6. Mengunakan menghindari dekubitus.
08.50 bantal kecil/tipis
di bawah leher. 10. Memberikan obat-
Hasil: Pasien obatan antirematik dan
merasa nyaman. steroid sesuai
08.55 instruksi/resep dari dokter.
7. Mendorong Hasil: obat yang
pasien diberikan untuk
mempertahankan mengatasi rematik dan
postur tegak dan menekan inflamasi.
duduk
09.10 tinggi,berdiri,berjala
n. Hasil: Pasien
masih merasa nyeri
dan kaku.

8. Berikan
lingkungan yang
aman,misalnya
menaikan
10.00 kursi/kloset,meng
gunakan
pegangan tangga
pada
11.00 bak/pancuran dan
toilet,
penggunaan alat
bantu
mobilitas/kursi
roda penyelamat.
Hasil: pasien
merasa aman dan
nyaman.

9. Memberikan
matras
busa/pengubah
aktif/pasif…………… a g
…………. n p
5 a
. j si
u e
M m n
e l m
n a e
g h m
u p
b p er
a e ta
h r h
s a
p o n
o n k
s e a
i l n
s p
i c o
u st
d k ur
e u te
n p g
g … a
a . k
n 6. Intervensi tidak …
dilanjutkan………. ..
s 7 8.
e . Be
r rik
i M an
n e lin
g n gk
d un
d o ga
e r n
n o ya
g n ng
a a …
m s …
a …
n b …
… u .
. s 10.
9 a Me
. / mb
p erik
M e an
e n oba
m g t-
b u oba
e b tan
r a anti
i h rem
k atik
a t dan
n e ster
k oid
m a …
a n …
t a …..
r n

Senin, 10:15 1. Mendorong Seni S:


4 April 2011 3 pengungkapan n,  Pasien
mengenai masalah 4 April mengatak
tentang proses 2011 an ingin
penyakit,harapan Jam segera
masa depan. 13:00 sembuh.
Hasil: Pasien ingin  Pasien ingin dapat
segera sembuh dan beraktivitas

57
dapat mandiri. secara man

10:25 2. Mendiskusikan arti dari  Aktivitas


kehilangan/perubahan pada pasien atau bergantung
orang terdekat.Memastikan bagaimana (Keluarga).
pandangan
menfungsikan pribadi
gaya pasien dalam
hidup sehari-  Pasien m
geraknya.
hari,termasuk aspek-aspek seksual.
Hasil: aktivitas normal pasien dibantu A:
orang lain. P Masalah
 :
10:40 3. Mendiskusikan
orang persepsi
terdekat pasien mengenai  Intervens
bagaimana menerima (1,2,3,4,5,6
keterbatasan. 1. Mendoro
Hasil: Keluarga pasien menerima mengenai m
keterbatasan pasien. 2. Mendisku
kehilangan
10:45 4. Memperhatikan perilaku menarik 3. Mendisku
diri,penggunaan menyangkal atau terlalu mengenai…
memperhatikan tubuh/perubahan. 4. Memperh
Hasil: Pasien membatasi aktivitasnya diri,penggu
dengan orang lain. 5. Menyusu
maldaptif…
11:30 5. Menyusun batasan pada perilaku 6. Mengiku
maldaptif. Membantu pasien untuk merencana
mengidentifikasi perilaku positif yang
dapat membantu koping.
Hasil: Pasien berusaha untuk dapat
beraktivitas secara mandiri tanpa bantuan
orang lain.

58
dapat mandiri. secara mandiri. O :

10:25 2. Mendiskusikan arti dari  Aktivitas Pasien masih


kehilangan/perubahan pada pasien atau bergantung pada orang la
orang terdekat.Memastikan bagaimana (Keluarga).
pandangan
menfungsikan pribadi
gaya pasien dalam
hidup sehari-  Pasien membatasi renta
geraknya.
hari,termasuk aspek-aspek seksual.
Hasil: aktivitas normal pasien dibantu A:
orang lain. P Masalah
 : belum teratasi

10:40 3. Mendiskusikan persepsi pasien mengenai  Intervensi lanjut


bagaimana orang terdekat menerima (1,2,3,4,5,6)
keterbatasan. 1. Mendorong pengungkap
Hasil: Keluarga pasien menerima mengenai masalah………
keterbatasan pasien. 2. Mendiskusikan arti dari
kehilangan/perubahan……
10:45 4. Memperhatikan perilaku menarik 3. Mendiskusikan perseps
diri,penggunaan menyangkal atau terlalu mengenai……………………
memperhatikan tubuh/perubahan. 4. Memperhatikan perilaku
Hasil: Pasien membatasi aktivitasnya diri,penggunaan menyang
dengan orang lain. 5. Menyusun batasan pada
maldaptif……………………
11:30 5. Menyusun batasan pada perilaku 6. Mengikut-sertakan pasie
maldaptif. Membantu pasien untuk merencanakan perawatan
mengidentifikasi perilaku positif yang
dapat membantu koping.
Hasil: Pasien berusaha untuk dapat
beraktivitas secara mandiri tanpa bantuan
orang lain.

58
12:00 6. Mengikut-
sertakan pasien dalam
merencanakan perawatan
dan membantu jadwal
aktivitas.
Hasil: Pasien dapat
bekerjasama dengan baik.
Selasa 08 0 1. Sela S:
, .0 Mengobservasi sa,  Pasien
5 April 0 KU pasien. 5 mengatakan
2011 Hasil : KU pasien April masih terasa
masih lemah. 2011 nyeri dan kaku.
Jam  Pasien belum merasa
08 2. 13:0 nyaman
:1 Meng 0 O:
5 kaji  KU lemah
TTV.
 TTV:
Hasil :
- Suhu tubuh: 370 C
- Suhu tubuh: 370
C
- Denyut Nadi: 70
kali /menit
- Pernafasan: 20
kali /menit

- Tekanan Darah : 100/80mmHg - Denyut Nadi: 70 kali /m


- Pernafasan: 20 kali /me
08.15 intensitas (skala 0-10).  Edema pada sen
Hasil: Nyeri pada sendi digiti manus dan dan pergelanggan tanga
pergelanggan tangan. Skala nyeri 5 nyeri 5, anemia be
aktivitas pasien dibata
08.18 4. Memberikan matras/kasar keras,bantal nyeri dapat berkurang, ob
kecil.Tinggikan linen tempat tidur sesuai diberikan untuk men
kebutuhan. kekakuan.
Hasil: Pasien belum merasa n yaman. A:
 Masalah belum teratasi
08.25 5. Membiarkan pasien mengambil posisi P:
yang nyaman
di kursi. pada waktu
Tingkatkan tidur
istirahat atau duduk -(1,Intervensi
di tempat lanjut
2,3,4,5,6,7,8,9,10)

59
12:00 6. Mengikut-
sertakan pasien dalam
merencanakan perawatan
dan membantu jadwal
aktivitas.
Hasil: Pasien dapat
bekerjasama dengan baik.
Selasa 08 0 1. Sela S:
, .0 Mengobservasi sa,  Pasien
5 April 0 KU pasien. 5 mengatakan
2011 Hasil : KU pasien April masih terasa
masih lemah. 2011 nyeri dan kaku.
Jam  Pasien belum merasa
08 2. 13:0 nyaman
:1 Meng 0 O:
5 kaji  KU lemah
TTV.
 TTV:
Hasil :
- Suhu tubuh: 370 C
- Suhu tubuh: 370
C
- Denyut Nadi: 70
kali /menit
- Pernafasan: 20
kali /menit
- Tekanan Darah : 100/80mmHg - Denyut Nadi: 70 kali /m
- Pernafasan: 20 kali /me
intensitas (skala 0-10).  Edema pada sen
Hasil: Nyeri pada sendi digiti manus dan dan pergelanggan tanga
pergelanggan tangan. Skala nyeri 5 nyeri 5, anemia be
aktivitas pasien dibata
08.18 4. Memberikan matras/kasar keras,bantal nyeri dapat berkurang, ob
kecil.Tinggikan linen tempat tidur sesuai diberikan untuk men
kebutuhan. kekakuan.
Hasil: Pasien belum merasa n yaman. A:
 Masalah belum teratasi
08.25 5. Membiarkan pasien mengambil posisi P:
yang nyaman
di kursi. pada waktu
Tingkatkan tidur
istirahat atau duduk -(1,Intervensi
di tempat lanjut
2,3,4,5,6,7,8,9,10)

59

11.00
09.00

08.30

09.30

08.45
tidur sesuai 8. Menganjurkan 1. Mengobservasi KU
indikasi. pasien untuk mandi 2. Mengkaji TTV
Hasil: air hangat atau 3. Menyelidiki keluhan
aktivitas mandi pancuran
n
pasien pada waktu bangun
y
dibatasi dan/atau pada
e
agar nyeri waktu tidur. Hasil:
r
berkurang. Anjuran diterima
i
dan dilakukan.

6. …
Menempat 9. Menyediakan …
kan/panta waslap hangat
4. Memberikan
u untuk
matras……………..
pengguna mengompres
5.
an bantal sendi-sendi yang
Membiarkan
atau sakit beberapa
pasien
brace. kali sehari.
mengambil
Hasil: Pantau suhu air
posisi yang
pasien kompres,air
nyaman……
belum mandi dan
………..
nyaman. sebagainya.
6.
Hasil: masih
Menem
7. terasa nyeri.
patkan/
Mendorong
pantau
untuk sering 10. Memberikan Obat
penggu
mengubah Asetilsalisilat (aspirin)
naan
posisi. sesuai instruksi/resep
bantal
Hindari dokter. Hasil: obat
atau
gerakan yang diberikan untuk
brace.
yang mengurangi
………
menyentak. kekakuan dan
………..
Hasil: meningkatkan
7.
Pasien mobilitas.
Mendoro
masih
ng untuk
merasa
sering
kaku sendi.
mengub
ah
posisi…
… ganjurkan untuk
… pasien mengompr
… untuk es sendi-
… mandi air sendi….
… hangat...... 10.Memberikan
… ................. Obat
8 .... Asetilsalisilat
. 9. (aspirin) sesuai
M Menyediak instruksi/resep
e an waslap dokter…………
n hangat ……………….

Sel 08.15 1. Mengkaji TTV. Selasa,


asa 0 S:
,

60
tidur sesuai yang sakit beberapa kali

indikasi. sehari. Pantau suhu air

Hasil: aktivitas kompres,air mandi dan

pasien dibatasi sebagainya. Hasil:

agar nyeri masih terasa nyeri.


08.30 berkurang.
10. Memberikan Obat

6. Asetilsalisilat (aspirin)

Menempatkan/pan sesuai instruksi/resep dokter.


tau penggunaan Hasil: obat yang diberikan
08.45 bantal atau brace. untuk mengurangi kekakuan
Hasil: pasien belum dan meningkatkan mobilitas.
nyaman.

7. Mendorong untuk
09.00 sering mengubah
posisi. Hindari
gerakan yang
menyentak.
Hasil: Pasien masih
merasa kaku sendi.
09.30

8. Menganjurkan
pasien untuk
mandi air hangat
atau mandi
pancuran pada
waktu bangun
11.00 dan/atau pada
waktu tidur. Hasil:
Anjuran diterima
dan dilakukan.

9.
Menyediakan
waslap hangat
untuk
mengompres
sendi-sendi
1. Mengobservasi g m
KU a p
2. Mengkaji TTV m at
3. Menyelidiki b k
keluhan i a

n l n/

y p
p a
e
o nt
r
s a
i
i u

s p

i e

4. Memberikan n
y g
matras……………..
a g
5
n u
.
g n

M a
n a
e
y n
m
a b
b
m a
i
a nt
a
n al
r
… at
k
… a
a
… u
n
… b
… r
p
. a
a
. c
s
6 e.
i
. …
e
n …
M

e
m …
n
e …
e
n
… p tuk
. o man
. s di air
7 i han
. s gat..
i .......
M … .......
e … .......
n … ....
d … 9.
o … Men
r … yedi
o … akan
n 8 wasl
g . ap
hang
u M at
n e untuk
t n men
u g gom
k a pres
n send
s j i-
e u send
r r i….
i k 10.Mem
n a berikan
g n Obat
Asetilsali
m p silat
e a (aspirin)
n s sesuai
g i instruksi/
u e resep
b n dokter…
a
…………
h u …………
n ….
Selasa, 08.1 1. Mengkaji TTV. Selasa, S
5 :
0

60

5 April 2011 Hasil : 5 April 2011 

Suhu tubuh: 370 C Jam 13:00 rasa


-
tusu
- Denyut Nadi: 70 kali /menit
 Pa
 Pa
08.15 2 2. Mengevaluasi/melanjutkan O:
tingkat inflamasi/rasa sakit pada  TT
sendi. Hasil: Rasa sakit seperti
agak berkurang. - De
Su
- Pe
08.30 3. Pertahankan istirahat tirah - Te
jika diperlukan. Jadwal aktivitas  An
memberikan periode istirahat yang terba
menerus dan tidur malam hari tidak nyen
terganggu. untuk
Hasil: Pasien sulit untuk istirahat men
tidur. dan A:
- Masalah
08.35 4. Membantu dengan rentang gerak P :
aktif/pasif,demikian juga latihan resistif - Interven
dan isometrik jika memungkinkan. (1,2,,4,5,6
Hasil: rentang gerak pasien masih terbatas. 1. Mengka
2. Mengev
08.46 5. Mengubah posisi dengan sering dengan pemantau
jumlah personel cukup. inflamasi..
Demonstrasikan/bantu teknik pemindahan 3. Pertaha
dan penggunaan bantuan baring/dud
mobilitas,mis,trapeze. diperlukan
Hasil: Pasien belum merasa n yaman. 4. Memb
gerak

61
5 April 2011 Hasil : 5 April 2011  Pasien meng
0 Jam 13:00 rasa nyeri seperti d
- Suhu tubuh: 37 C
tusuk agak berkura
- Denyut Nadi: 70 kali /menit
 Pasien
 Pasienmengata
belum
08.15 2 2. Mengevaluasi/melanjutkan O:
tingkat inflamasi/rasa sakit pada  TTV:
sendi. Hasil: Rasa sakit seperti
agak berkurang. - Denyut Nadi: 37
Suhu tubuh: 700
- Pernafasan: 20 k
08.30 3. Pertahankan istirahat tirah - Tekanan
jika diperlukan. Jadwal aktivitas  Anemia berkuran
memberikan periode istirahat yang terbatas, tidak
menerus dan tidur malam hari tidak nyenyak, obat
terganggu. untuk mengatas
Hasil: Pasien sulit untuk istirahat menekan inflamasi
tidur. dan A:
- Masalah belum teratas
08.35 4. Membantu dengan rentang gerak P :
aktif/pasif,demikian juga latihan resistif - Intervensi lanjut
dan isometrik jika memungkinkan. (1,2,,4,5,6,7,8,9)
Hasil: rentang gerak pasien masih terbatas. 1. Mengkaji TTV
2. Mengevaluasi/melanju
08.46 5. Mengubah posisi dengan sering dengan pemantauan tingkat
jumlah personel cukup. inflamasi.......
Demonstrasikan/bantu teknik pemindahan 3. Pertahankan istirahat t
dan penggunaan bantuan baring/duduk jika
mobilitas,mis,trapeze. diperlukan……
Hasil: Pasien belum merasa n yaman. 4. Membantu dengan
gerak

61

08.50

09.10
6. Mendorong pasien mengatasi rematik dan
mempertahankan menekan inflamasi.
postur tegak dan
duduk
10.00 tinggi,berdiri,berjalan.
Hasil: Pasien masih
merasa nyeri dan
kaku.
11.00
7. Berikan
lingkungan yang
aman,misalnya
menaikan
kursi/kloset,menggu
nakan pegangan
tangga pada
bak/pancuran dan
toilet, penggunaan
alat bantu
mobilitas/kursi roda
penyelamat.
Hasil: pasien merasa
aman dan nyaman.

8. Memberikan
matras
busa/pengubah
tekanan. Hasil:
menghindari
dekubitus.

9. Memberikan obat-
obatan antirematik
dan steroid sesuai
instruksi/resep dari
dokter. Hasil: obat
yang diberikan untuk
aktif/pasif… sonel 8.
…………… cukup…. Mem
………. 6. berik
5. Mendor an
Me ong matr
ngu pasien as
bah mempe busa
posi rtahank /pen
si an guba
den postur h
gan tegak… teka
seri .. nan
ng 7. ……
den Berikan …….
gan lingkung 9. Memberikan
juml an yang obat-obatan
ah aman… antirematik
per . dan
steroid……….
.
Selasa, 10 3 1. Mendorong Selasa, S:
5 April :1 masalah tentang proses penyakit,harapan
pengungkapan 5 April 2011  Pasien mengatakan ingin segera
masa depan. Jam 13:00 sembuh.
2011 5 mengenai
Hasil: Pasien ingin segera sembuh dan  Pasien ingin dapat beraktivitas
dapat mandiri. secara mandiri.
O:
10:25 2. Mendiskusikan arti dari  Aktivitas Pasien masih
kehilangan/perubahan pada pasien atau bergantung pada orang lain

62
steroid sesuai
6. Mendorong instruksi/resep dari dokter.
08.50 pasien Hasil: obat yang diberikan
mempertahankan untuk
postur tegak dan mengatasi rematik dan
duduk menekan inflamasi.
tinggi,berdiri,berjala
n. Hasil: Pasien
09.10 masih merasa nyeri
dan kaku.

7. Berikan
lingkungan yang
aman,misalnya
menaikan
kursi/kloset,meng
gunakan
10.00 pegangan tangga
pada
bak/pancuran dan
toilet,
11.00 penggunaan alat
bantu
mobilitas/kursi
roda penyelamat.
Hasil: pasien
merasa aman dan
nyaman.

8. Memberikan
matras
busa/pengubah
tekanan. Hasil:
menghindari
dekubitus.

9. Memberikan
obat-obatan
antirematik dan
aktif/pasif…………… a p
…………. n a
5 si
. j e
u n
M m m
e l e
n a m
g h p
u er
b p ta
a e h
h r a
s n
p o k
o n a
s e n
i l p
s o
i c st
u ur
d k te
e u g
n p a
g … k
a . …
n 6 ..
. 7.
s Be
e M
rik
r e
an
i n
lin
n d
gk
g o
un
r
ga
d o
n
e n
ya
n g
ng
g
a
m a e
a t k
n r a
… a n
. s a
8 n
. b …
u …
M s …
e a …
m / .
b p 9.
e e Membe
r n rikan
i g obat-
k u obatan
a b antirem
n a atik dan
h steroid
m ………..
t

Selasa, 1 3 1. Mendorong Selasa, S:


5 April 2011 masalah
0: tentang proses penyakit,harapan
pengungkapan 5 April 2011  Pasien mengatakan ingin segera
masa depan. Jam 13:00 sembuh.
1 Pasien
Hasil: mengenai
ingin segera sembuh dan  Pasien ingin dapat beraktivitas
dapat
5 mandiri. secara mandiri.
O:
10:25 2. Mendiskusikan arti dari  Aktivitas Pasien masih
kehilangan/perubahan pada pasien atau bergantung pada orang lain

62
orang terdekat.Memastikan (Keluarga)
bagaimana pandangan pribadi  Pasien m
menfungsikan gaya hidup sehari- geraknya.
hari,termasuk aspek-aspek seksual.
Hasil: aktivitas normal pasien dibantu A:
orang lain. P Masalah
 :
10:40 3. Mendiskusikan
orang persepsi
terdekat pasien mengenai  Intervens
bagaimana menerima (1,2,3,4,5,6
keterbatasan. 1. Mendoro
Hasil: Keluarga pasien menerima mengenai
keterbatasan pasien. 2. Mendisk
kehilangan
10:45 4. Memperhatikan perilaku menarik 3. Mendisk
diri,penggunaan menyangkal atau terlalu mengenai…
memperhatikan tubuh/perubahan. 4. Memper
Hasil: Pasien membatasi aktivitasnya diri,penggu
dengan orang lain. 5. Menyusu
maldaptif…
11:30 5. Menyusun batasan pada perilaku 6. Mengiku
maldaptif. Membantu pasien untuk merencana
mengidentifikasi perilaku positif yang
dapat membantu koping.
Hasil: Pasien berusaha untuk dapat
beraktivitas secara mandiri tanpa bantuan
orang lain.
12:00 6
.

M
e
n
g
i
k
u
t
-
s a
e w
r a
t t
a a
k n
a
n d
a
p n
a
s m
i e
e m
n b
a
d n
a t
l u
a
m j
a
m d
e w
r a
e l
n
c a
a k
n t
a i
k v
a i
n t
a
p s
e .
r
63
orang terdekat.Memastikan (Keluarga).
bagaimana pandangan pribadi  Pasien membatasi renta
menfungsikan gaya hidup sehari- geraknya.
hari,termasuk aspek-aspek seksual.
Hasil: aktivitas normal pasien dibantu A:
orang lain. P Masalah
 : belum teratasi

10:40 3. Mendiskusikan persepsi pasien mengenai  Intervensi lanjut


bagaimana orang terdekat menerima (1,2,3,4,5,6)
keterbatasan. 1. Mendorong pengungka
Hasil: Keluarga pasien menerima mengenai masalah………
keterbatasan pasien. 2. Mendiskusikan arti dari
kehilangan/perubahan……
10:45 4. Memperhatikan perilaku menarik 3. Mendiskusikan perseps
diri,penggunaan menyangkal atau terlalu mengenai…………………
memperhatikan tubuh/perubahan. 4. Memperhatikan perilaku
Hasil: Pasien membatasi aktivitasnya diri,penggunaan menyang
dengan orang lain. 5. Menyusun batasan pada
maldaptif……………………
11:30 5. Menyusun batasan pada perilaku 6. Mengikut-sertakan pasi
maldaptif. Membantu pasien untuk merencanakan perawatan
mengidentifikasi perilaku positif yang
dapat membantu koping.
Hasil: Pasien berusaha untuk dapat
beraktivitas secara mandiri tanpa bantuan
orang lain.
12:00 6.
Mengik
ut-
sertaka
n
pasien
dalam
merenc
anakan
perawat
an dan
memba
ntu
jadwal
aktivita
s.

63
Hasil: Pasien dapat
bekerjasama dengan baik.
Rabu, 08 0 1. Rab S:
6 April .0 Mengobservasi u,  Pasien
2011 0 KU pasien. 6 April mengatakan
Hasil : KU pasien 2011 nyeri dan kaku
membaik. Jam berkurang.
13:0  Pasien
08 2. 0 sudah sedikit
:1 Meng merasa
5 kaji nyaman.
TTV. O:
Hasil :  KU membaik.
- Suhu tubuh: 370  TTV:
C 0
- Suhu tubuh: 37 C
- Denyut Nadi: 80
kali /menit
- Pernafasan: 20
kali /menit
- Tekanan Darah :
110/80mmHg

08.15 - Denyut Nadi: 80 kali /me


1 3. Menyelidiki keluhan nyeri,catat lokasi- Pernafasan: 20 kali /men
intensitas (skala 0-10). - Tekanan Darah : 110/800
Hasil: Nyeri pada sendi digiti manus dan  Edema pada sendi dig
pergelanggan tangan. Skala nyeri 4 dan pergelanggan
berkurang, skala ny
08.18 4. Memberikan matras/kasar keras,bantal aktivitas pasien dibata
kecil.Tinggikan linen tempat tidur sesuai nyeri dapat berkurang, ob
kebutuhan. diberikan untuk men
Hasil: Pasien merasa nyaman. kekakuan.
A:
08.25 5. Membiarkan pasien mengambil posisi  Masalah belum teratasi
yang nyaman pada waktu tidur atau duduk P :
di kursi.
tidur Tingkatkan
sesuai indikasi.istirahat di tempat -(1,Intervensi lanjut
2,3,4,5,6,7,8,9,10)
Hasil: aktivitas pasien dibatasi agar nyeri 1. Mengobservasi KU
berkurang. 2. Mengkaji TTV
3. Menyelidiki keluhan

64
Hasil: Pasien dapat
bekerjasama dengan baik.
Rabu, 0 0 1. Rab S:
6 April 2011 8. Mengobserva u, 
0 si KU pasien. 6 Pasien
0 Hasil : KU pasien April mengat
membaik. 2011 akan
Jam nyeri
2. 13:0 dan
0 Men 0 kaku
8: gkaji berkura
1 TTV. ng.
5 Hasil 
: Pasien

- Suhu tubuh: 370 sudah

C sedikit
meras
- Denyut Nadi: 80
a
kali /menit
nyama
- Pernafasan: 20
n.
kali /menit
O:
- Tekanan Darah :
 KU membaik.
110/80mmHg
 TTV:
0
- Suhu tubuh: 37 C
- Denyut N
08.15 1 3. Menyelidiki keluhan nyeri,catat lokasi- Pernafas
intensitas (skala 0-10). - Tekanan
Hasil: Nyeri pada sendi digiti manus dan  Edema
pergelanggan tangan. Skala nyeri 4 dan pe
berkurang,
08.18 4. Memberikan matras/kasar keras,bantal aktivitas
kecil.Tinggikan linen tempat tidur sesuai nyeri dapat
kebutuhan. diberikan
Hasil: Pasien merasa nyaman. kekakuan.
A:
08.25 5. Membiarkan pasien mengambil posisi  Masalah
yang nyaman pada waktu tidur atau duduk P :
di kursi.
tidur Tingkatkan
sesuai indikasi.istirahat di tempat -(1,Interven
2,3,4,5,
Hasil: aktivitas pasien dibatasi agar nyeri 1. Mengob
berkurang. 2. Mengka
3. Menyelid

64

08.30 6. Menempatkan/pantau penggunaan bantal nyeri………


atau brace. 4. Member
Hasil: pasien merasa nyaman. 5. Membia
posisi yan
08.45 7. Mendorong untuk sering mengubah posisi. nyaman…
Hindari gerakan yang menyentak. 6. Menemp
Hasil: Pasien merasa kaku sendi pengguna
berkurang. brace.……
7. Mendoro
09.00 8. Menganjurkan pasien untuk mandi air mengubah
hangat atau mandi pancuran pada waktu posisi……
bangun dan/atau pada waktu tidur. 8. Mengan
Hasil: Anjuran diterima dan dilakukan. mandi air
hangat.....
09.30 9. Menyediakan waslap hangat untuk 9. Menyed
mengompres sendi-sendi yang sakit untuk men
beberapa kali sehari. Pantau suhu air sendi….
kompres,air mandi dan sebagainya. 10.Membe
Hasil: nyeri berkurang. (aspirin) s
dokter……
11.00 10. Memberikan Obat Asetilsalisilat (aspirin)
sesuai instruksi/resep dokter.
Hasil: obat yang diberikan
untuk mengurangi kekakuan
dan meningkatkan
mobilitas.

Rabu, 08.15 0 1. Mengkaji TTV. Rabu, S:


6 April 2011 Hasil : 6 April 2011  P
- Suhu tubuh: 370 C Jam 13:00 sepe
- Denyut Nadi: 80 kali /menit 
suda

65
08.30 6. Menempatkan/pantau penggunaan bantal nyeri………
atau brace. 4. Member
Hasil: pasien merasa nyaman. 5. Membia
posisi yan
08.45 7. Mendorong untuk sering mengubah posisi. nyaman…
Hindari gerakan yang menyentak. 6. Menemp
Hasil: Pasien merasa kaku sendi pengguna
berkurang. brace.……
7. Mendoro
09.00 8. Menganjurkan pasien untuk mandi air mengubah
hangat atau mandi pancuran pada waktu posisi……
bangun dan/atau pada waktu tidur. 8. Mengan
Hasil: Anjuran diterima dan dilakukan. mandi air
hangat.....
09.30 9. Menyediakan waslap hangat untuk 9. Menyed
mengompres sendi-sendi yang sakit untuk men
beberapa kali sehari. Pantau suhu air sendi….
kompres,air mandi dan sebagainya. 10.Membe
Hasil: nyeri berkurang. (aspirin) s
dokter……
11.00 10. Memberikan Obat Asetilsalisilat (aspirin)
sesuai instruksi/resep dokter.
Hasil: obat yang diberikan
untuk mengurangi kekakuan
dan meningkatkan
mobilitas.

Rabu, 08.15 0 1. Mengkaji TTV. Rabu, S:


6 April 2011 Hasil : 6 April 2011  P
0 Jam 13:00 sepe
- Suhu tubuh: 37 C
- Denyut Nadi: 80 kali /menit 
suda

65
- Pernafasan: 20 kali /menit untuk istira
O:
08.15 2 2. Mengevaluasi/melanjutkan  TTV:
pemantauan tingkat
Hasil: Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk - Suhu
DenyuttubN
berkurang. - Pernafas
- Tekanan
08.30 3. Pertahankan istirahat tirah baring/duduk  Rentang
jika diperlukan. Jadwal aktivitas untuk bisa tidur
memberikan periode istirahat yang terus diberikan
menerus dan tidur malam hari tidak rematik da
terganggu. A:
Hasil: Pasien
istirahat sedikit nyaman untuk
dan tidur. -PMasalah
:

08.35 4. Membantu dengan rentang gerak -(1,2,,4,5,6,


Intervens
aktif/pasif,demikian juga latihan resistif 1. Mengka
dan isometrik jika memungkinkan. 2. Mengev
Hasil: rentang gerak pasien masihpemantaua
inflamasi...
08.46 5. Mengubah posisi dengan sering dengan 3. Pertahan
jumlah personel cukup. baring/dud
Demonstrasikan/bantu teknik pemindahan diperlukan
dan penggunaan bantuan 4. Memban
mobilitas,mis,trapeze. aktif/pasif…
Hasil: Pasien merasa nyaman. 5. Mengub
dengan jum
08.50 6. Mendorong pasien mempertahankan cukup….
postur tegak dan duduk 6. Mendoro

66
- Pernafasan: 20 kali /menit untuk istirahat dan tidur.
O:
08.15 2 2. Mengevaluasi/melanjutkan  TTV:
pemantauan tingkat
Hasil: Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk - Suhu
Denyut 800 kali
Nadi: 37
tubuh: C /me
berkurang. - Pernafasan: 20 kali /me
- Tekanan Darah : 100/80
08.30 3. Pertahankan istirahat tirah baring/duduk  Rentang gerak
jika diperlukan. Jadwal aktivitas untuk bisa tidur nyenyak, oba
memberikan periode istirahat yang terus diberikan untuk me
menerus dan tidur malam hari tidak rematik dan menekan infla
terganggu. A:
Hasil: Pasien
istirahat sedikit nyaman untuk
dan tidur. -PMasalah
: belum teratasi

08.35 4. Membantu dengan rentang gerak -(1,2,,4,5,6,7,8,9)


Intervensi lanjut
aktif/pasif,demikian juga latihan resistif 1. Mengkaji TTV
dan isometrik jika memungkinkan. 2. Mengevaluasi/melanjut
Hasil: rentang gerak pasien masihpemantauan tingkat
inflamasi.......
08.46 5. Mengubah posisi dengan sering dengan 3. Pertahankan istirahat ti
jumlah personel cukup. baring/duduk jika
Demonstrasikan/bantu teknik pemindahan diperlukan……
dan penggunaan bantuan 4. Membantu dengan rent
mobilitas,mis,trapeze. aktif/pasif…………………
Hasil: Pasien merasa nyaman. 5. Mengubah posisi denga
dengan jumlah personel
08.50 6. Mendorong pasien mempertahankan cukup….
postur tegak dan duduk 6. Mendorong pasien

66

tinggi,berdiri,berjalan. Hasil: nyeri dan mempertahankan


kaku berkurang. postur
tegak…..
7. Berikan lingkungan
yang
09.10 7. Berikan lingkungan yang aman,misalnya aman….
menaikan kursi/kloset,menggunakan 8. Memberikan matras
pegangan tangga pada bak/pancuran dan busa/pengubah
toilet, penggunaan alat bantu tekanan………….
mobilitas/kursi roda penyelamat. 9. Memberikan obat-obata
Hasil: pasien merasa aman dan nyaman. antirematik dan steroid……
10.00 8.
Memb
erikan
matras
11.00 busa/p
engub
ah
tekana
n.
Hasil:
mengh
indari
dekubi
tus.

9.
Member
ikan
obat-
obatan
antirem
atik dan
steroid
sesuai
instruksi
/resep
dari
dokter.
Hasil:
obat
yang
diberika
n untuk
mengatasi
rematik dan
menekan
inflamasi.

Rabu, 10 3 1. Mendorong Rabu, S:


6 April :1 masalah tentang proses penyakit,harapan
pengungkapan 6 April 2011  Pasien mengatakan ingin segera
masa depan. Jam 13:00 sembuh.
2011 5 mengenai
Hasil: Pasien ingin segera sembuh dan  Pasien ingin dapat beraktivitas
dapat mandiri. secara mandiri.
O:
10:25 2. Mendiskusikan arti dari  Aktivitas Pasien masih
kehilangan/perubahan pada pasien atau bergantung pada orang lain
orang terdekat.Memastikan bagaimana (Keluarga).
pandangan pribadi pasien dalam  Pasien membatasi rentang
menfungsikan gaya hidup sehari- geraknya.

67
tinggi,berdiri,berjalan. Hasil: nyeri dan kaku mempertahankan postur
berkurang. tegak…..
7.
B
er
ik
a
n
lin
gk
u
n
g
a
n
ya
n
g
09.10 7. Berikan lingkungan yang aman,misalnya aman….
menaikan kursi/kloset,menggunakan 8. Memberi
pegangan tangga pada bak/pancuran dan busa/pengu
toilet, penggunaan alat bantu tekanan……
mobilitas/kursi roda penyelamat. 9. Memberi
Hasil: pasien merasa aman dan nyaman. antirematik
10.00 8
.

M
11.00 e
m
b
e
r
i
k
a
n

m
a
t
r
a
s

b
u
s
a
/
p
e
n
g
u
b
a
h
t 9
e .
k
a M
n e
a m
n b
. e
r
H i
a k
s a
i n
l
: o
b
m a
e t
n -
g o
h b
i a
n t
d a
a n
r
i a
n
d t
e i
k r
u e
b m
i a
t t
u i
s k
.
d
a d
n o
k
s t
t e
e r
r .
o
i H
d a
s
s i
e l
s :
u
a o
i b
a
i t
n
s y
t a
r n
u g
k
s d
i i
/ b
r e
e r
s i
e k
p a
n
d
a u
r n
i t
u mengatasi rematik dan menekan inflamasi.
k

Rabu, 1 3 1. Mendorong Rabu, S:


6 April 2011 masalah
0: tentang proses penyakit,harapan
pengungkapan 6 April 2011  Pasien mengatakan ingin segera
masa depan. Jam 13:00 sembuh.
1 Pasien
Hasil: mengenai
ingin segera sembuh dan  Pasien ingin dapat beraktivitas
dapat
5 mandiri. secara mandiri.
O:
10:25 2. Mendiskusikan arti dari  Aktivitas Pasien masih
kehilangan/perubahan pada pasien atau bergantung pada orang lain
orang terdekat.Memastikan bagaimana (Keluarga).
pandangan pribadi pasien dalam  Pasien membatasi rentang
menfungsikan gaya hidup sehari- geraknya.

67

hari,termasuk aspek-aspek
seksual.
orang lain.Hasil: aktivitas normal
 Masalah
P:
10:40 3. Mendiskusikan
orang persepsi
terdekat pasien mengenai  Intervens
bagaimana menerima (1,2,3,4,5,6
keterbatasan. 1. Mendoro
Hasil: Keluarga pasien menerima mengenai m
keterbatasan pasien. 2. Mendisk
4. Memperhatikan perawatan dan membantu
10:45 perilaku menarik jadwal aktivitas.
diri,penggunaan Hasil: Pasien dapat
menyangkal atau bekerjasama dengan baik.
terlalu
memperhatikan
tubuh/perubahan.
Hasil: Pasien
11:30 membatasi
aktivitasnya
dengan orang
lain.

5. Menyusun
batasan pada
perilaku
maldaptif.
12:00 Membantu pasien
untuk
mengidentifikasi
perilaku positif
yang dapat
membantu
koping. Hasil:
Pasien berusaha
untuk dapat
beraktivitas
secara mandiri
tanpa bantuan
orang lain.

6. Mengikut-
sertakan pasien
dalam
merencanakan
kehilangan/perubah 4. Memperhatikan maldaptif………………………
an………….. perilaku menarik ..
3. Mendiskusikan diri,penggunaan 6. Mengikut-sertakan pasien
persepsi pasien menyangkal…... dalam
mengenai………… 5. Menyusun merencanakan
……………. batasan pada perawatan……….
perilaku

68
hari,termasuk aspek-aspek
seksual.
orang lain.Hasil: aktivitas normal
 Masalah belum teratasi
P:
10:40 3. Mendiskusikan persepsi pasien mengenai  Intervensi lanjut
bagaimana orang terdekat menerima (1,2,3,4,5,6)
keterbatasan. 1. Mendorong pengungkapan
Hasil: Keluarga pasien menerima mengenai masalah……………
keterbatasan pasien. 2. Mendiskusikan arti dari
4. Memperhatikan Hasil: Pasien dapat
10:45 perilaku menarik bekerjasama dengan
diri,penggunaan baik.
menyangkal atau
terlalu
memperhatikan
tubuh/perubahan.
Hasil: Pasien
11:30 membatasi
aktivitasnya
dengan orang lain.

5. Menyusun batasan
pada perilaku
maldaptif. Membantu
pasien untuk
mengidentifikasi
12:00 perilaku positif yang
dapat membantu
koping. Hasil: Pasien
berusaha untuk dapat
beraktivitas secara
mandiri tanpa
bantuan orang lain.

6. Mengikut-sertakan
pasien dalam
merencanakan
perawatan dan
membantu jadwal
aktivitas.
kehilanga sikan persepsi 5. Menyusun batasan
n/peruba pasien pada perilaku
han…… mengenai…………… maldaptif………………
…….. …………. ………..
3. 4. Memperhatikan 6. Mengikut-sertakan
Mendisku perilaku menarik pasien dalam
diri,penggunaan merencanakan
menyangkal…... perawatan……….

68

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Asuhan Keperawatan mengambarkan dan mencerminkan


individualisasi perawatan yang perawat berikan. Proses-proses
keperawatan yang dilakukan menunjukan pentingnya peranan
perawat dalam proses pengobatan dan penyembuhan pasien.
Intervensi yang diberikan haruslah sesuai dengan masalah
pasien dan diagnosa keperawatan yang ada. Akhirnya, dengan
penyusunan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Artritis
Reumatoid yang telah dibuat menunjukan dan menjelaskan cara
pembuatan asuhan keperawatan yang benar dalam bentuk teori dan
penangganan langsung kepada pasien. Penanganan langung dan
kerjasama yang baik dengan keluarga pasien dan pasien itu sendiri
dapat mempermudah intervensi yang akan dilakukan. Pemahaman
yang benar tentang penyakit ini dapat mempermudah dalam
pembuatan Askep. Dengan mengetahui cara yang benar dalam
pembuatan
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Asuhan Keperawatan mengambarkan dan mencerminkan


individualisasi perawatan yang perawat berikan. Proses-proses
keperawatan yang dilakukan menunjukan pentingnya peranan
perawat dalam proses pengobatan dan penyembuhan pasien.
Intervensi yang diberikan haruslah sesuai dengan masalah
pasien dan diagnosa keperawatan yang ada. Akhirnya, dengan
penyusunan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Artritis
Reumatoid yang telah dibuat menunjukan dan menjelaskan cara
pembuatan asuhan keperawatan yang benar dalam bentuk teori dan
penangganan langsung kepada pasien. Penanganan langung dan
kerjasama yang baik dengan keluarga pasien dan pasien itu sendiri
dapat mempermudah intervensi yang akan dilakukan. Pemahaman
yang benar tentang penyakit ini dapat mempermudah dalam
pembuatan Askep. Dengan mengetahui cara yang benar dalam
pembuatan Askep dapat meningkat keterampilan dan kualitas dari
perawat itu sendiri. Askep yang akurat juga dapat membantu
dalam memenuhi syarat akreditasi asuhan keperawatan.

B. SARAN.

Diharapkan dengan adanya penjelasan mengenai proses


keperawatan/asuhan keperawatan khusunya tentang asuhan

696
keperawatan pada pasien bronkitis, dapat menunjang kita dalam
proses pembelajaran pada mata kuliah PKKDM II serta menjadi
pedoman dan bahan pembelajaran dalam melaksanakan profesi kita
sebagai perawat nantinya. Oleh karena itu dengan adanya bahan
materi ini diharapakan kita sebagai mahasiswa mampu mengetahui
definisi penyakit artritis reumatoid, etiologinya, anatomi dan fisiologi,
patofisiologi dan patoflow artritis reumatoid, manifestasi klinik,
pemeriksaan diagnosis, terapi penyakit, komplikasi dari penyakit
artritis reumatoid, prognosis dan pencegahan yang dapat dilakukan
dalam proses keperawatan, dapat mengidentifikasi

707
tujuan dalam proses keperawatan, serta dapat mengetahui contoh
bentuk asuhan keperawatan sebelum kita turun ke
lapangan/masyarakat.

707
DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan :


Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan
Pasien Edisi 3 . Jakarta: EGC.
Lukman, Ningsih, Nurna. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Klien
Dengan

Gangguan Sistem Muskuloskeletal . Jilid 1. Jakarta : Salemba Medika.


Nursalam. 2001. Proses & Dokumentasi Keperawatan: Konsep
& Praktik .
Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Price, Sylvia.A. 2006. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses


Penyakit. Ed.6

; Cet.1 ; Jil.II. Jakarta : EGC.

Hinchliff, Sue. 1999. Kamus Keperawatan, Edisi 17. Jakarta:


Penerbit Buku

Kedokteran, EGC.

Ian. 2010. Asuhan Keperawatan Pada Klien Atritis Reumatoid .


http://ianpakpahanaskep.blogspot.com/2010/10/asuhan-keperawatan-
pada- klien-dengan_17.html. Diakses pada tanggal 02 Maret 2011
pukul 15:00
WITA.
Anonim. 2009. Asuhan Keperawatan Reumatoid Artritis .
http://nurse87.wordpress.com/2009/12/12/asuhan-keperawatan-
rheumatoid- artritis/. Diakses pada tanggal 02 Maret 2011 pukul
16:15 WITA.
Anonim. 2010. Reumatoid Artritis.

http://www.tfarison.co.cc/2010/10/reumatoid-artritis.html. Diakses
pada tanggal 14 MAret 2011 pukul 13:30 WITA.
DAFTAR ISTILAH

Anoreksia : Kurang nafsu makan.

Atrofi : Pengecilan, berkurangnya ukuran


dan fungsi suatu organ/bagian tubuh.
Baal :
Kesemutan. Edema
: Pembengkakan.
Eksaserbasi : Peningkatan intensitas seperti
peningkatan intensitas gejala.
Hipertermia : Keadaan saat suhu tubuh individu
naik melebihi batasan normalnya.
Intermiten : Terjadi dengan interval;
hilang timbul. Isokor : Bentuk pupil
sama besar.
Libido : Hasrat seksual.

Malaise : Perasaan sakit dan kurang enak


badan. Palpitasi : Perasaan yang
berdebar-debar/detak jantung
tidak teratur.

Pruritus : Iritasi hebat pada kulit.


Suhu tubuh normal : (36-C).
37
Takikardi : Laju denyut yang melebihi 100 kali
permenit. Tekanan Diastolik : Tekanan antara dua
kontraksi ventrikuler,saat
jantung pada vase istirahat.

Tekanan sistol ik : Tekanan darah pada saat


puncak gelombang pada saat ventrikel kiri kontraksi.
Turgit : Membengkak
dan tersumbat. Turgor :
Kelembapan/elastisitas. Osteoartristik
: Arthritis degenerasi.