Anda di halaman 1dari 3

ASMA BRONKIALE DALAM KEHAMILAN

No. Dokumen : No. Revisi Halaman

RS ISLAM BONTANG Keb/024/RSIB/SPO/XI 0/0 1/4


/2016

Ditetapkan oleh :

STANDAR Tanggal Terbit Direktur Utama RS Islam Bontang

PROSEDUR

OPERASIONAL 25 November 2016 dr. Ary Sigit Pranoto

NIK. 021 104 150

Kelainan saluran pernapasan yang ditandai dengan inflamasi saluran napas


PENGERTIAN kronik dengan episode obstruksi saluran napas akut akibat adanya stimulasi
oleh berbagai macam alergen.

TUJUAN Mencegah episode hipoksia untuk ibu dan janin.

SK Direktur No 093U/SK/PT-RSIB/XI/2015 tentang pemberlakuan panduan


KEBIJAKAN
pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Islam Bontang

1. Penilaian dan monitoring derajat asma yang obyektif.

Penilaian fungsi paru-paru yang terbaik adalah dengan FEV1 yang


PROSEDUR diukur dengan spirometer. Alternatif lain bisa dengan pengukuran
PEFR.

2. Menghindari atau mengontrol pencetus asma, seperti bulu


binatang, tungau, debu rumah, antigen kecoa, tepung sari dan jamur

No. Dokumen : No. Revisi Halaman

Keb/015/RSIB/SPO/XI/ 0/0 2/4


2016
Atau alergen non-imunologis seperti aroma yang kuat, polutan udara,
pengawet makanan, sejumlah obat-obatan seperti betabloker.

a. Terapi sinusitis dan infeksi virus.

b. Hindari merokok, aspirin, aktifitas fisik berlebih.

3. Memberi edukasi terhadap pasien, meliputi obat yang harus digunakan dan
faktor pencetus asma.

4. Terapi farmakologis:

1. Rawat jalan

Tahap 1:

Inhalasi beta simpatometik seperti salbutamol 1-2 semprotan (100-200 µg).


Bila pemakaian lebih satu kali per hari masuk ke tahap berikutnya.

Tahap 2:

Ditambahkan obat pencegahan misalnya inhalasi glukokortikoid


(beclometasone 100-400µg dua kali sehari). Alternatif lain adalah sodium
klomoglikat.

Tahap 3:

Tambahan inhealer dosis tinggi atau betasimpatonimetik yang long acting.

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


Keb/015/RSIB/SPO/XI/ 0/0 3/4
2016

Tahap 4:

Inhalasi steroid dosis tinggi+inhalasi bronkodilator reguler.

Tahap 5:

Tahap 4 ditambah tablet prednisolone.

Khusus rawat inap:

a. Status asmatikus:
1. Rawat.

2. Oksigen 6-7 Liter per menit

3. Koreksi dehidrasi dan keseimbangan elektrolit.

4. Analis gas darah.

5. Dapat diberikan aminophiline 0,25-0,5 gr dalam 30 ml NaCl 0,9% bolus IV


perlahan, dilanjutkan dengan tetes aminophiline 0,9 mg/kg/jam.

6. Hidrokortison suksinat 100-200 mg IV setiap 2-4 jam.

b. Ringan sampai sedang:

 Dapat diberikan epineprin (1:1000) 0,2-0,5 ml subkutan dapat diulang


sampai 1-2 jam.

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


Keb/015/RSIB/SPO/XI/ 0/0 4/4
2016

 Jika epineprine tidak menolong, berikan aminophiline 0,25 sampai 0,5 g


dalam 10-20 mL NaCl 0,9% bolus IV perlahan atau supositoria.

Dalam persalinan:

 Diusahakan persalinanpervaginam bila perlu kala 2 diperpendek.

 Seksio sesarea dilakukann hanya atas indikasi obstetri.

Dokumentasi terkait Rekam medik

Unit terkait Ruang bersalin

Rawat inap