Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Science Vol. 1 No.

1 Juli 2015

PENERAPAN STRATEGI INKUIRI BERBASIS FENOMENA ALAM


PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI
SMA NEGERI 1 PADANG

Yudi Ardianto1, Prima Aswirna2


1
) Mahasiswa Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol Padang,
2
) Staf Pengajar Jurusan Tadris Fisika IAIN Imam Bonjol Padang
E-mail1: yudiardianto76@gmail.com
E-mail2: primaaswirna1971@yahoo.com

Abstrak: Penelitian mengenai penerapan strategi inkuiri berbasis fenomena alam ini
merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum 2013
dan meningkatkan pemahaman siswa tentang keterkaitan materi pelajaran dengan fenomena
alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan cara memproses informasi melalui
fenomena alam yang terjadi. Penelitian ini tergolong kedalam quasy eksperimen dengan
rancangan penelitian randomized control group only design. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Padang tahun ajaran 2014/2015 dengan
sampel XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 3 sebagai kelas kontrol. Hasil pada
penelitian ini dilihat dari hasil belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Teknik yang
digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah uji kesamaan satu arah dengan
menggunakan uji-t.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Memproses Informasi, Inkuiri, Fenomena Alam.

PENDAHULUAN kedudukannya sebagai tenaga profesional dan


Dalam pendidikan yang berperan gurulah yang bertugas untuk menyampaikan
penting adalah guru, karena guru berperan ilmu pada generasi muda bangsa.
dalam menyampaikan nilai-nilai dari Salah satu ilmu yang bermanfaat dalam
pendidikan itu sendiri. Guru merupakan salah kehidupan manusia yang mem-bahas tentang
satu unsur pendidikan yang harus berperan alam dan lingkungan sekitar kita adalah IPA.
serta secara aktif dalam menempatkan Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 1


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

secara umum terdiri atas pelajaran Fisika, untuk memahami alam. Hukum Fisika
Biologi dan Kimia. IPA merupakan salah satu merupakan suatu pernyataan dari hasil
mata pelajaran yang mempunyai peranan pemikiran manusia yang umumnya dalam
penting dalam pendidikan. Memahami alam bahasa matematik yang telah diuji dengan
atau ling-kungan sekitar, dapat dilakukan eksperimen secara berulang-ulang
melalui pendidikan IPA. (Kusminarto, 2011: 1). Fisika meru-pakan
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan ilmu yang mempelajari tingkah laku alam
dengan cara mencari tahu tentang fenomena dalam berbagai bentuk gejala untuk dapat
alam. IPA bukan hanya penguasaan kumpulan memahami apa yang mengendalikan atau
pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep- menentukan kelakukan tersebut (Suryono,
konsep, atau prinsip-prinsip semata tetapi juga 2012: 1).
merupakan suatu proses penemuan. Mata Secara garis besar pembelajaran Fisika
pelajaran IPA merupakan wahana bagi siswa seperti yang diungkapkan oleh Abu Hamid
untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam dalam (Sulistyono, 1998: 12), adalah :
sekitarnya, serta prospek pengem-bangan lebih 1. Proses belajar Fisika bersifat untuk
lanjut dalam menerap-kannya di kehidupan menentukan konsep, prinsip, teori, dan
sehari-hari (Mulyasa, 2010: 110). hukum-hukum alam, serta untuk dapat
Sebagai ilmu yang lahir dan berkembang menimbulkan reaksi, atau jawaban yang
dari rasa keingintahuan tentang berbagai dapat dipahami dan diterima secara
fenomena atau gejala alam dan interaksi yang objektif, jujur dan rasional.
2. Pada hakikatnya mengajar Fisika
terjadi di alam, IPA pada hakikat memiliki 3
merupakan suatu usaha untuk memilih
unsur utama yaitu : sikap, proses dan produk.
model mendidik dan mengajar yang sesuai
Ketiga unsur itu merupakan ciri IPA yang
dengan materi yang akan disampaikan, dan
utuh, yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan
upaya untuk menyediakan kondisi-kondisi
satu sama lain. Pelak-sanaaan ketiga unsur
dan situasi belajar Fisika yang kondusif,
pada hakikat IPA tersebut memerlukan suatu
agar murid secara fisik dan psikologis dapat
proses belajar dan pembelajaran yang
melakukan proses eksplorasi untuk
dilakukan melalui pendidikan IPA (Sari, 2013:
menemukan konsep, prinsip, teori, dan
1).
hukum-hukum alam serta menerapkannya
Fisika merupakan bahagian dari ilmu
dalam kehidupan sehari-hari.
IPA yang mengembangkan konsep dan hukum

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 2


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

3. Pada hakikatnya hasil belajar Fisika sebagai guru yang merupakan objek pemberi
merupakan kesadaran murid untuk informasi bagi kita.
Al-qur’an juga mengisyaratkan bahwa
memperoleh konsep dan jaringan konsep
kejadian-kejadian yang terjadi di alam dapat
Fisika melalui eksplorasi dan
dijadikan pelajaran bagi orang-orang (kaum)
eksperimentasi, serta kesadaran murid
yang berfikir, hal tersebut terdapat dalam
untuk menerapkan penge-tahuannya untuk
firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah :
memecahkan masalah yang dihadapi dalam
164, yaitu:
kehidupannya sehari-hari.

Faktor yang ikut serta mempengaruhi


Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan
proses belajar dan pembelajaran adalah
langit dan bumi, silih bergantinya
sumber belajar yang ditetapkan oleh guru.
malam dan siang, bahtera yang
Sumber belajar yang digunakan oleh seorang
berlayar di laut membawa apa yang
guru tidak hanya berupa buku paket dan
berguna bagi manusia, dan apa
lembar kerja siswa (LKS) saja, akan tetapi
yang Allah turunkan dari langit
fenomena alam juga dapat dijadikan sumber
berupa air, lalu dengan air itu Dia
pembelajaran. Hasil penelitian Ardiyanti
hidupkan bumi sesudah mati
(2012) yang menyatakan bahwa penggunaan
(kering)-nya dan Dia sebarkan di
model pembelajaran berbasis fenomena alam
bumi itu segala jenis hewan, dan
berpengaruh untuk meningkatkan
pengisaran angin dan awan yang
keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah
dikendalikan antara langit dan
Dasar. Sebuah informasi dapat ditemukan dari
bumi; sungguh (terdapat) tanda-
fenomena alam, maka dari itu Fisika yang
tanda (keesaan dan kebesaran
merupakan mata pelajaran yang berhubungan
Allah) bagi kaum yang
erat dengan alam, dapat digunakan sebagai
memikirkan”. (Departemen Agama
wadah untuk mencari tahu tentang alam atau
RI. 2010. Alqur’an dan
lingkungan sekitar secara sistematis. Dalam
Terjemahannya. hal. 25)
falsafah Minang Kabau telah dikatakan bahwa
“Alam takambang jadi guru”, maksudnya
Ayat di atas ditafsirkan oleh Shihab
adalah setiap fenomena alam yang terjadi di
(2000 : 374), bahwa manusia diperintahkan
lingkungan sekitar kita, dapat kita jadikan

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 3


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

untuk berpikir/ merenungkan tentang sekian Berdasarkan hasil observasi di lapangan


banyak hal: dapat disimpulkan bahwa strategi yang
Pertama, berpikir dan merenung tentang digunakan oleh guru dalam proses
penciptaan langit dan bumi. Kedua, pembelajaran kurang bervariasi, strategi
merenungkan pergantian malam dan siang, inkuiri belum pernah dilakukan pada mata
yakni perputaran bumi dan porosnya yang pelajaran Fisika di Kelas XI MIA SMA
melahirkan malam dan siang serta Negeri 1 Padang dan guru cenderung
perbedaannya. Ketiga, merenungkan tentang melaksanakan proses pembelajaran secara
bahtera-bahtera yang berlayar di laut, konvensional, yaitu pembelajaran yang
membawa apa yang berguna bagi manusia. berpusat pada guru (teacher centered),
Keempat, merenungkan tentang apa yang sementara kurikulum 2013 menuntut
Allah turunkan dari langit berupa air, baik pelaksanaan pembelajaran dengan cara siswa
yang cair maupun yang membeku. Serta menemukan sendiri konsep yang dipelajari
memperhatikan proses turunnya hujan dalam dengan menggunakan pendekatan ilmiah
siklus yang berulang-ulang. Kelima berpikir (saintific approach).
tentang aneka binatang yang diciptakan Penerapan strategi inkuiri berbasis
Allah, baik binatang berakal (manusia) fenomena alam merupakan salah satu usaha
ataupun tidak. Pada semua itu sungguh yang dapat dilakukan untuk memenuhi
terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran tuntutan kurikulum 2013 tersebut. Strategi
Allah bagi kaum yang berakal. inkuiri berbasis fenomena alam ini dipandang
Kandungan ayat di atas menyebutkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar fisika
secara jelas bahwa segala struktur materi siswa. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah
yang ada pada alam semesta ini dipenuhi penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Akan perbandingan hasil belajar fisika siswa yang
tetapi, kesadaran ini hanya dimiliki oleh diajarkan dengan menggunakan strategi
orang-orang yang berakal dan berilmu inkuiri berbasis fenomena dengan hasil belajar
pengetahuan yang mencurahkan perhatiannya fisika siswa yang diajarkan secara
dengan seksama akan semua fenomena alam, konvensional di kelas XI SMA Negeri 1
sehingga mereka dapat mengambil pelajaran Padang.
Inkuiri dalam bahasa Inggris Inqury
dari fenomena alam tersebut.
yang berarti pertanyaan, pemeriksaan, dan

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 4


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

penyelidikan. Strategi inkuiri adalah suatu 3. Siswa tidak hanya dituntut untuk
rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan menguasai materi pelajaran, akan tetapi
secara maksimal seluruh kemampuan siswa bagaimana mereka dapat menggunakan
untuk mencari, menyelidiki secara sistematis, potensi yang dimiliki.
kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat
Tujuan utama pembelajaran berbasis
merumuskan sendiri penemuan dengan penuh
inkuiri menurut National Research Council
percaya diri (Gulo, 2002 : 25).
(2000) adalah : (1) mengembangkan keinginan
Strategi inkuiri dikembangkan oleh
dan motivasi siswa untuk mempelajari pripsip
Burner menggunakan landasan pemikiran
dan konsep sain; (2) mengembangkan
model pengajaran mem-proses informasi
keterampilan ilmiah siswa sehingga mampu
(information-processing models). Hasil belajar
bekerja seperti layakn ya seorang ilmuan; (3)
dengan cara ini lebih mudah diingat, karena
membiasakan siswa bekerja keras untuk
strategi seperti ini menganggap bahwa yang
memperoleh pengetahuan.
mempunyai kemampuan dasar untuk
Sanjaya (2010: 201-205) mengatakan
berkembang secara optimal adalah siswa itu
bahwa dalam melaksanakan strategi inkuiri
sendiri.
langkah yang harus diperhatikan adalah
Gulo (2002: 84) berpendapat bahwa
sebagai berikut:
strategi inkuiri adalah suatu rangkaian
1. Orientasi
kegiatan belajar yang melibatkan secara 2. Merumuskan masalah
3. Merumuskan hipotesis
maksimal seluruh kemampuan siswa untuk
4. Mengumpulkan data
mencari dengan menyelidiki secara sistematis, 5. Menguji hipotesis
6. Merumuskan kesimpulan.
kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat
merumuskan sendiri penemu-annya dengan
METODE PENELITIAN
penuh percaya diri.
Penelitian ini termasuk kedalam jenis
Ada beberapa hal yang menjadi ciri
penelitian Quasy Eksperimen. Rancangan
utama strategi inkuiri yaitu :
1. Strategi inkuiri menekankan penelitian ini menggunakan model
kepada aktifitas siswa secara maksimal Randomized Control Group Only Design.
untuk mencari dan menemukan. Populasi pada pada penelitian ini adalah siswa
2. Seluruh aktifitas yang dilakukan
kelas XI MIA SMA Negeri 1 Padang Tahun
siswa diarahkan untuk mencari jawaban
Ajaran 2014/2015, dimana pengam-bilan
sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan dan
sampel dilakukan secara acak dan terpilih dua
dapat menumbuhkan percaya diri.

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 5


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen belajar yang digunakan untuk mengukur
kelas XI MIA 1 dan kelompok kontrol kelas pemahaman siswa tentang materi kelarutan
XI MIA 3. Untuk kelompok eksperimen dan hasil kali kelarutan. Soal tes hasil belajar
dikenai variabel perlakuan inkuiri berbasis terdiri dari 40 butir soal tes bentuk objektif
fenomena alam lalu kedua kelompok itu (pilihan ganda).
Sebelum penelitian, dilakukan uji coba
dikenai pengukuran yang sama. Perbedaan
soal tes hasil belajar kognitif siswa yang
yang timbul dianggap bersumber pada variabel
meliputi analisis validitas, reliabilitas, daya
perlakuan. Bagan rancangan penelitian ini
beda butir soal, dan taraf kesukaran butir soal.
dapat dilihat pada Tabel.1 di bawah ini:
Tabel.1 Rancangan Penelitian Hasil validasi instrumen oleh validator
Kelas Treatmen Posttes mendapatkan persentase sebesar 90%.
t t Berdasarkan hasil uji coba soal, 25 soal
Eksperimen X T dinyatakan valid. Berdasarkan hasil uji
Kontrol Y T
(Sumber : Suryabrata, 2006: 104) reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,85
Keterangan: dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi.
X : Perlakuan yang diberikan pada kelas Hasil perhitungan daya beda dari 40 butir soal
eksperimen yaitu pembelajaran Inkuiri pilihan ganda diperoleh 15 butir soal dengan
Berbasis Fenomena Alam. kategori jelek, 4 butir soal dengan kategori
Y : Perlakuan yang diberikan pada kelas cukup dan 21 butir soal dengan kategori baik.
kontrol yaitu pembelajaran Instrumen yang digunakan untuk mengukur
konvensional. keterampilan proses sains siswa berupa lembar
T : Tes akhir yang diberikan pada kelas observasi.
Teknik analisis data yang dilakukan
eksperimen dan kelas kontrol.
dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif
Instrumen yang digunakan dalam dan analisis induktif. Analisis deskriptif
penelitian ini meliputi instrumen perlakuan dilakukan untuk menentukan rata-rata dan
dan instrumen pengukuran. Instrumen simpangan baku kedua kelas sampel.
perlakuan dalam penelitian ini berupa silabus, Sedangkan analisis induktif dilakukan untuk
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melihat apakah terdapat perbedaan antara
untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dan kedua kelas sampel, yaitu dilakukan dengan
Lembar Kegiatan Siswa. Sedangkan instrumen uji-t.
pengukuran berupa berupa soal tes hasil
Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 6
Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

HASIL PENELITIAN fisika kedua kelas sampel, terlihat kelas


Hasil penelitian tentang penerapan eksperimen memiliki rata-rata lebih tinggi
strategi pembelajaran inkuiri berbasis
dari pada kelas kontrol.
fenomena alam pada pembelajaran Fisika
siswa kelas XI SMA Negeri 1 Padang dapat 2. Ranah afektif
dilihat dari hasil belajar Fisika siswa setelah Perbedaan rata-rata hasil belajar sikap
diberi perlakuan, baik untuk kelas eksperimen spiritual siswa kelas sampel dan kontrol
maupun kelas kontrol. Hasil penelitiannya dapat dilihat pada Tabel.3 dan Gambar.1
dapat dilihat dari hasil belajar ranah kognitif, berikut ini:
afektif dan psikomotor.
1. Ranah kognitif
Tes hasil belajar diikuti oleh 31 orang
siswa pada kelas eksperimen dan 32 orang
siswa pada kelas kontrol. Deskripsi data tes
akhir yang diberikan pada kedua kelas
sampel disajikan dalam bentuk nilai siswa
dengan rentang nilai 1-100. Hasil yang
diperoleh dikedua kelas tersebut dapat
dilihat pada Tabel.2 di bawah ini:

Tabel di atas menggambarkan bahwa


hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen
yang diajar dengan strategi pembelajaran
inkuiri berbasis fenomena alam memiliki Perbedaan rata-rata hasil belajar
nilai rata-rata 80,52, sementara pada kelas sikap sosial siswa kelas sampel dan
kontrol hasil belajar siswa memiliki rata- kontrol dapat dilihat pada Tabel. 4 dan
rata 77,50. Dari nilai rata-rata hasil belajar Gambar. 2 berikut ini:

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 7


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

3. Ranah psikomotor
Perbedaan rata-rata hasil belajar
aspek psikomotor siswa kelas sampel dan
kontrol dapat dilihat pada Tabel. 5 dan
Gambar. 3 berikut ini:

KESIMPULAN
Hasil analisis data menunjukan bahwa
hasil belajar Fisika siswa pada aspek kognitif,
Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 8
Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

afektif, dan psikomotor di kelas eksperimen Kusminarto. 2011. Esensi Fisika Modern.
lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Yogyakarta : ANDI
Analisis uji-t pada tes akhir (uji hipotesis)
National Research Council. (2002). Langkah
diperoleh 2,22 sedangkan dari tabel
t hitung= Pembelajaran Inkuiri. (dalam

nilai t(0,95)(61) =1,65 pada taraf nyata 0,05 pada htpp://www.Kpicenter.Org/Index.Php.

taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan data Option.Com. Diakses tanggal 10


Oktober 2014).
tersebut, maka dimana harga
t hitung >t tabel
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran
berada diluar daerah penerimaan. Berorientasi Standar Proses
t hitung
Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0
ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat
Sari, Milya. 2012. Hakikat IPA. (Online).
disimpulkan bahwa hasil belajar Fisika siswa
(dalam
yang yang diajarkan dengan menggunakan
http://kajianipa.wordpress.com/2013/
strategi pembelajaran Inkuiri Berbasis
03/05/hakikat-ipa. Diakses tanggal 11
Fenomena Alam lebih tinggi dibandingkan
Mei 2014).
dengan hasil belajar Fisika siswa yang
diajarkan secara konvensional pada kelas XI
Sulistiyono. 1998. Efektivitas penggunaan
MIA SMA Negeri 1 Padang.
media modul tercetak dan media
transparasi serta media konvensional
DAFTAR RUJUKAN
Mulyasa, E. 2010. Kurikulum Tingkat Satuan untuk pokok bahasan tata surya dalam
Pendidikan. Bandung: PT Remaja pengejaran fisika kelas 2 SMU Negeri
Rosdakarya.
1 Seyegan tahun ajaran 1997/ 1998.
Al-Qur’an dan Terjemahan. 2008. Bandung : Skripsi. FPMIPA IKIP Yogyakarta
CV. Penerbitan Diponegoro.
Suryabrata, Sumadi. 2006. Metodologi
Gulo, W. (2002). Strategi Belajar mengajar. Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo
Jakarta : Bumi Aksara. Persada.

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 9


Jurnal Science Vol. 1 No. 1 Juli 2015

Suryono, Sigit. 2012. Hakikat Pembelajaran


Fisika, (Online), (dalam
http://ciget.info/?p=291. Diakses pada
tanggal 27 April 2014)

Penerapan Strategi Inkuiri Berbasis Fenomena Alam .......... Yudi Ardianto 10