Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai kekayaan yang
paling besar, hal ini dapat diketahui dari daerah-daerah tambang di Indonesia
yang beraneka ragam. Bahan tambang dahulunya saat pembentukan
permukaan bumi terjadi proses sedimentasi, serta beberapa daerah terdapat
bekas bentukan pegunungan yang pada zaman ini telah menjadi lautan ataupun
ada yang menjadi daratan. Batuan dan bahan tambang itu dimaanfaatkan dalam
berbagai industri, yang mana memenuhi kebutuhan manusia secara primer,
sekunder, maupun tersier (Irawan, 2014).
Barang tambang maupun bahan galian jenisnya ada banyak, beberapa
diantaranya adalah biji besi, minyak bumi, gas alam, nikel, timah, tembaga,
emas, fosfat, aspal dan masih banyak lagi jenisnya. Barang tambang atau bahan
galian ini digunakan manusia untuk memenuhi kepentingannya, misalnya
kepentingan akan bahan bangunan ataupun konstruksi-konstruksi besar
lainnya. Barang tambang atau bahan galian adalah suatu benda yang dapat
disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu, yang sangat penting bagi suatu
negara, dan bisa menjadi komoditas ekspor yang utama (Scott,1992).
Sistem Informasi Geografis untuk bidang pertambangan sangat membantu
dalam penyusunan peta-peta. Peta-peta tersebut merupakan gabungan seluruh
informasi terkait dengan kawasan yang diteliti dan dikembangkan terutama
dalam pemetaan mineral bahan galian guna mengidentifikasi zona potensial
dan identifikasi terkait struktur geologi (Wiradisastra, 2000).
Sistem Informasi Geografis juga memiliki aplikasi yaitu WebGIS. WebGIS
suatu sistem yang mengandung sebagian atau bahkan hampir semua fungsi
yang ada dalam perisian Sistem Informasi Geografis konvensional, serta fungsi
tambahan lain yang menggunakan internet sebagai perantara dan data terbaru.
WebGIS bisa didapatkan karena ada interaksi dengan banyak orang, aplikasi
yang dibuat dengan berbasis web juga dapat diakses secara bersamaan oleh
beberapa pengguna sekaligus. Selain itu, sistem juga tidak terikat dengan

1
2

sistem operasi tertentu. “Berbasis web” berarti bahwa sistem diakses melalui
browser. Sehingga, otomatis dapat diakses oleh sistem operasi apa saja
(Windows, Linux, MacOS, dll). Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah
tersendiri (Prahasta,2007).
Dari penjelasan sebelumnya tentang kegiatan kerja praktek dengan
melakukan pembuatan Peta Potensi Bahan Galian di Kabupaten Kapuas
dengan metode Sistem Informasi Geografis yang ditunjang dengan Berbasis
Web Sederhana. Dengan menggunakan aplikasi PostgreSQL dan Quantum
GIS. Isi dari Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Sederhana ini
menyajikan seluruh data berupa informasi jenis bahan galian, volume bahan
galian dan jenis tanah tersebut.

I.3 Maksud dan Tujuan


A. Maksud dari kegiatan ini :
1. Dapat memberikan informasi jenis bahan galian yang terdapat pada
Kab.Kapuas.
2. Dapat memberikan informasi volume potensi sumberdaya yang
terkandung dalam bahan galian tersebut.
3. Dapat memaparkan cara pembuatan peta potensi bahan galian berbasis
web sederhana.

B. Tujuan dari kegiatan ini :

1. Untuk mengetahui informasi jenis potensi bahan galian yang terdapat


pada Kab. Kapuas.
2. Untuk mengetahui Informasi volume potensi bahan galian yang
terkandung dalam bahan galian tersebut.
3. Untuk mengatahui langkah-langkah cara pembuatan sistem informasi
geografis berbasis web sederhana.
4. Berguna untuk menampilkan hasil informasi delam bentuk web.
3

I.5 Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan dari kegiatan ini :
1. Parameter penentu pada Bahan Galian ini yakni: Bahan Galian,
Litostratigrafi (Karakteristik Karang Tanah), Peta Administrasi Kab.
Kapuas.
2. Data yang ada pada Bahan Galian ini yakni: Data Bahan Galian, Data
Lithostratigrafi, Data Administrasi Kab. Kapuas.
3. Proses pembuatan database dengan menggunakan aplikasi PgAdmin III
atau PostgresSQL.
4. Hasil dari Input data informasi Bahan Galian Import ke dalam Database
dengan menggunakan Aplikasi PGAdmin III atau PostgreSQL kemudian
Export ke dalam web dengan menggunakan Aplikasi QuantumGIS.