Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH LIPOSOM

Oleh : INDRI INDRYATIN

KELAS FARMASI NON REG A10 B

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS AL-GHIFARI

BANDUNG

2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat
dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul ”LIPOSOM”

Terselesainya makalah ini tidak lepas dari dukungan beberapa pihak yang telah
memberikan kepada penulis berupa motivasi, baik materi maupun moril. Oleh karena itu,
penulis bermaksud mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang tak dapat
saya sebutkan satu persatu, semua yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum mencapai kesempurnaan, sehingga
kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari berbagai pihak demi
kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandung,23 januari 2016

Penulis
DAFTAR ISI
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Liposom
Kata liposom berasal dari bahasa Yunani “lipo” yang berarti lemak, dan “soma” yang
berarti
kantong. Liposom dapat didefinisikan sebagai kantong dalam skala mikron yang terdispersi
di lingkungan air. Dinding kantong berupa membran berlapis ganda atau bilayer yang bersifat
ampifilik. Sifat bilayer menjamin pembentukan kompartemen internal aqueous yang dapat
dibedakan dari medium di luarnya.
Liposom pertama kali dijelaskan oleh Dr hematologi Inggris Alec D Bangham FRS tahun
1961 (diterbitkan 1964), di Institut Babraham, di Cambridge. Mereka ditemukan saat
Bangham dan RW Horne sedang menguji mikroskop elektron baru lembaga itu dengan
menambahkan negatif noda untuk fosfolipid kering. Kemiripannya dengan plasmalemma itu
jelas, dan gambar-gambar mikroskop menjabat sebagai bukti nyata pertama untuk membran
sel menjadi struktur lipid bilayer

2.2 Identifikasi liposom


Etiologi nama liposom berasal dari bahasa Yunani yaitu “LIPO” yang berarti
lipid/lemak
dan “SOMA” yang berarti tubuh. Dengan demikian, posisi lipid berada pada bagian
badan dari liposom. Liposom merupakan partikel berbentuk vesikel sferis yang
dindingnya tersusun atas molekul lipid (konstituen utamanya fosfolipid) lapis ganda yang
membungkus kompartemen cairan didalamnya.
Liposom atau gelembung lemak adalah suatu vesikel berair yang dikelilingi oleh membran
lipid lapis ganda uni lamelar atau multilamelar, dan terbentuk secara spontan ketika fosfolipid
(sumber alam/sintetik) dihidrasi dengan sejumlah air. Struktur liposom identik dengan
membran sel. Selain itu pengertian dari Liposom adalah gelembung kecil (vesikel), terbuat
dari bahan yang sama sebagai membran sel. Liposom dapat diisi dengan obat-obatan, dan
digunakan untuk memberikan obat untuk kanker dan penyakit lainnya

2.3 Komponen Liposom


Komponen utama Liposom adalah : Fosfolipid dan Kolesterol. Fosfolipid merupakan
komponen struktural terbesar penyusun membran biologis seperti membran sel. Fosfolipid
yang paling sering digunakan dalam pembuatan liposom adalah fosfatidilkolin.
Fosfatidilkolin merupakan molekul amfifatik yang terdiri atas :
 a hidrophilic polar head group, fosfokolin
 a glycerol bridge
 a pair of hidrophobic acyl hidrocarbon chain
Komponen yang paling sering digunakan dalam pembuatan liposom yaitu :
 Lipid bermuatan negatif, fosfolipid asam : dipalmitoil-fosfatifilgliserol
(DPPG) dan dipalmitoil-fosfatidilkolin (DPPC),
 Lipid bermuatan netral : sfingomielin dan fosfatidiletanolamin
 Umum (paling sering) : fosfatidilkolin
 Tambahan lain : kolesterol untuk meningkatkan stabilitas, menurunkan
porositas atau kebocoran melalui membran, dan mencegah agregasi dan fusi
liposom
Di alam, fosfolipid ditemukan di membran yang stabil terdiri dari dua lapis (lapis a).
Dalam
keberadaan air, kepala tertarik untuk air dan berbaris untuk membentuk permukaan yang
menghadap air. Ekor yang ditolak oleh air, dan berbaris untuk membentuk permukaan yang
jauh dari air. Dalam sel, satu lapisan kepala wajah luar sel, tertarik ke air di lingkungan.
Lapisan lain kepala wajah di dalam sel, tertarik oleh air di dalam sel. Ekor hidrokarbon dari
satu wajah lapisan ekor hidrokarbon dari lapisan lain, dan struktur gabungan bentuk sebuah
bilayer.
Ketika fosfolipid membran terganggu, mereka bisa berkumpul kembali diri menjadi
bola
kecil, lebih kecil dari sel normal, baik sebagai bilayers atau monolayers. Struktur bilayer
adalah liposom. Struktur monolayer disebut misel.
Lipid di membran plasma terutama fosfolipid seperti phosphatidylethanolamine dan
fosfatidilkolin. Fosfolipid yang amphiphilic dengan ekor hidrokarbon dari molekul yang
hidrofobik; kepala polar hidrofilik. Sebagai membran plasma wajah solusi berair di kedua
sisi, fosfolipid yang mengakomodasi ini dengan membentuk bilayer fosfolipid dengan ekor
hidrofobik saling berhadapan
Liposom dapat terdiri dari fosfolipid alami yang diturunkan dengan rantai campuran
lipid
(seperti telur phosphatidylethanolamine), atau komponen surfaktan murni seperti DOPE
(dioleoylphosphatidylethanolamine). Liposom, biasanya tetapi tidak menurut definisi,
mengandung inti dari larutan berair; lipid bola yang tidak mengandung bahan berair yang
disebut misel, bagaimanapun, misel sebaliknya dapat dibuat untuk mencakup lingkungan
yang berair.
Liposom yang dibentuk dari turunan alami fosfolipid yang dicampur dengan rantai
lemak,
misalnya fosfatidiletanolamin atau komponen surfaktan murni seperti
dioleoilfosfatidiletanolamin. Pada pembuatan liposom juga dapat ditambahkan komponen
lainnya seperti kolesterol untuk meningkatkan stabilitasnya. Karena sifatnya yang seperti
membran sel, liposom bersifat biokompatibel karena biodegradabilitasnya, toksisitas rendah
dan tidak memicu respons imun. Liposom diaplikasikan sebagai mikroreservoir dan bagian
dalam sel sesudah pengambilan endositik.
Penambahan kolesterol pada liposom bilayer membawa perubahan besar pada preparasi
membran.Kolesterol sendiri tidak dapat membentuk bilayer. Kolesterol berfungsi sebagai
buffer fluiditas, dimana dibawah temperatur fase transisi menyebabkan membran kurang
tertata baik serta kurang permeabel sedang di atas temperatur fase transisi menyebabkan
membran dalam tatanan teratur dan lebih stabil. Kolesterol ditambahakan dalam konsentrasi
tinggi dengan rasio 1:1 hingga 2:1 (kolesterol:fosfatidilkolin). Kolesterol terselip dalam
membran dengan gugus hidroksil berorientasi terhadap permukaan air dan rantai alifatik
secara pararel berorientasi pada rantai asil pada pusat bilayer. Adanya kolesterol

menyebabkan membran lebih rigid

Lamela adalah struktur menyerupai pelat datar yang muncul pada awal pembentukan

liposom. Fosfolipid bilayer pertama muncul sebagai lamela sebelum akhirnya terkonversi
menjadi bentuk sferis. Beberapa lamela dari fosfolipid bilayer tersusun menumpuk di atas
lamela lain selama pembentukan liposom membentuk struktur multilamelar

2.4 Macam – macam liposom


Liposom terbagi menjadi 4 jenis liposom, yaitu :

a. Vesikel Multi Lamelar (MLV)


Liposom MLV dapat dikatakan sebagai bentuk awal liposom. MLV
merupakan liposom multikompartemen dengan ukuran vesikel 100 nm sampai
dengan 1000 nm dan setiap vesikel biasanya terdiri atas lima atau lebih lamela
konsentris. Liposom MLV sangat cocok untuk proses enkapsulasi dari
berbagai substansi dan dapat dibuat berbagai macam komposisi lipid.
Keterbatasan MLV adalah mempunyai kapasitas enkapsulasi
b. Vesikel Unilamelar kecil (SUV)
SUV memiliki variasi ukuran terkecil. Ukuran SUV didasarkan pada kekuatan
ionisasi medium cair dan komposisi lemak pada membran, yaitu ukuran
vesikel ± 15 nm untuk liposom yang berasal dari lesitin telur murni pada salin
normal dan ± 25 nm untuk liposom DPC.
c. Vesikel Unilamelar besar (LUV)
LUV memiliki ukuran lebih besar dari SUV. Liposom ini memiliki ukuran
500-1000 nm. Vesikel ini dapat dibuat dengan metode injeksi eter dan fusi
liposom jenis SUV dengan diinduksi kalsium.
d. Vesikel Unilamelar intermediet (IUV)
Liposom ini berukuran 100-200 nm. IUV dapat bertahan lebih lama dalam
sirkulasi dan stabilitasnya baik sehingga sangat bermanfaan dalam
penghantaran obat.
Karakteristik MLV
 Lebih dari satu layer
 Enkapsulasi obat lipofilik cukup besar
 Stabil dalam penyimpanan jangka panjang
 Cepat dibersihkan oleh RES
 Mudah disiapkan
 Dibuat dengan metode thin film hydration
Karakteristik LUV
 Single bilayer
 Rasio air:lipid tinggi
 Bermanfaat untuk obat-obat hidrofil
 Cepat dibersihkan dari retikuloendotelial
 Dibuat dengan active loading, injeksi eter, dialisis detergen, reverse phas
evaporation
Karakteristik SUV
 Single bilayer
 Ukuran homogen
 Secara termodinamik kurang stabil
 Mudah beragregasi dan bergabung pada muatan yang rendah atau netral
 Rasio air:lipid kecil, long circulating
 Dibuat dengan mereduksi ukuran MLV dan LUV menggunakan sonikator, gas
extruder, active loading atau solvent injection techniques

2.5 Klasifikasi dari Liposom (pada gambar di bawah) :

 A. Liposom konvensional dengan lipid lapis ganda dalam lingkungan berair


 B. Imunoliposom yang memiliki target berupa antibody
 C. Long-circulating liposome dengan polimer protektif seperti PEG yang melindungi

permukaan liposom dari interaksinya dengan protein opsonin


 D. Long-circulating immunoliposome dengan polimer protektif dan antibody
 E. Liposom generasi baru, dengan berbagai modifikasi seperti partikel magnetic,
polimer stimuli-sensitif, dll dengan tujuan untuk meningkatkan waktu edar yang lebih
lama, memperbaiki stabilitas, dan meningkatkan efek

2.6 Mekanisme liposom


Liposom digunakan sebagai model untuk sel buatan. Liposom juga dapat dirancang
untuk memberikan obat dengan cara lain. Liposom yang mengandung rendah (atau tinggi) pH
dapat dibangun sedemikian rupa sehingga obat cair terlarut akan dikenakan biaya dalam
solusi (yaitu, pH di luar kisaran PI obat). Sebagai menetralkan pH alami dalam liposom
(proton dapat melewati beberapa membran), obat tersebut juga akan dinetralisir, yang
memungkinkan untuk secara bebas melewati membran. Liposom ini bekerja untuk
memberikan obat oleh difusi daripada dengan fusi sel langsung. Strategi lain untuk
pengiriman obat liposom adalah target peristiwa endositosis. Liposom dapat dibuat dalam
berbagai ukuran tertentu yang membuat mereka target yang layak untuk fagositosis makrofag
alami. Ini liposom dapat dicerna sementara di phagosome makrofag, dengan demikian
melepaskan obat nya. Liposom juga dapat dihiasi dengan opsonins dan ligan untuk
mengaktifkan endositosis pada jenis sel lain
a) Pemasukan obat ke dalam Liposom
Klasifikasi obat yang dapat dimasukkan ke dalam liposom dilakukan
berdasarkan koefisien partisi minyak/dapar dan oktanol.dapar yaitu :
 Senyawa hidrofilik (larut air) dengan harga Kp rendah untuk
minyak/dapar dan oktanol/dapar
 Senyawa ampifatik, yaitu Kp rendah untuk minya/dapar dan Kp
sedang sampai tinggi untuk Kp oktanol/dapar
 Senyawa lipofilik mempunyai Kp tinggi untuk minyak/dapar.
Metode pemasukan obat ke liposom dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu ;
 Masuk ke membran liposom
 Masuk ke fasa air dalam liposom
b) Pelepasan obat dari liposom
Terdapat beberapa proses pelepasan substansi materi dari liposom.
Pertama, melalui fusi sempurna membran lipid liposom dengan membran sel
target. Melalui cara ini, isi liposom akan terpapar langsung dengan
sitoplasma sel dan tetap diselubungi membran biologis.
Kedua, liposom melepas isinya ke ruang interstisial untuk selanjutnya
substansi secara aktif diambil oleh sel melalui transport paraseluler. Dengan
demikian, transpor para seluler substansi aktif dalam liposom dapat
berlangsung pada usus halus melalui dinding usus. Cara ini terjadi pada
liposom yang sensitive pada perubahan temperatur. Jadi, liposom akan pecah
sat terjadi perubahan suhu dan liposom akan melepaskan isinya ke ruang
ekstraseluler
Untuk obat yang bersifat lipofilik, bentuk MLV merupakan pilihan utama,
karena jumlah iobat yang akan dibawa, yang terikat pada membran lebih
banyak. Untuk yang bersifat hidrofilik, besarnya vesikel yang umumnya
hanya terdiri dari satu lapis membran menentukan jumlah obat yang dibawa

2.7 Penggunaan liposom dan aplikasi liposom sebagai penghantar obat


Penggunaan liposom adalah sebagai berikut:
¤ Kosmetik
¤ Penghantaran obat
¤ Studi membran
¤ Tumor diagnostic imaging
Aplikasi Liposom Dalam Penghantaran Obat
¤ Formulation aid
¤ Intracellular drug delivery
¤ Sustained release drug delivery
¤ Gene therapy
¤ Site avoidance delivery
¤ Site spesific targetting
¤ Intraperitoneal administration
¤ Immunological adjuvants in vaccine
Penggunaan liposom sebagai pembawa obat digunakan pada terapi gen, vaksin penyakit
seperti herpes simplex dan hepatitis B, obat anti infeksi patogen intraseluler, dan pengobatan
kanker seperti kanker payudara dan Kaposi’s sarcoma. Selain itu Penggunaan liposom dalam
rias nano juga memiliki banyak manfaat, termasuk penetrasi meningkat dan difusi bahan
aktif, transportasi selektif bahan aktif, waktu rilis lagi, stabilitas yang lebih besar yang aktif,
pengurangan efek samping yang tidak diinginkan, dan biokompatibilitas tinggi.

2.8 Keuntungan Liposom Sebagai Drug Delivery


 Permukaan mudah dimodifikasi sehingga dapat dikembangkan sebagai sistem
penghantaran tertarget
 Mempengaruhi absorbsi dan biodistribusi sehingga efikasi dan toksisitas berubah
 Mengurangi efek samping yang berbahaya dan memberi proteksi pada obat
 Dapat memperpanjang durasi obat sehingga mengurangi frekuensi pemberian
 Memperbaiki solubilitas obat-obat dengan kelarutan rendah

2.9 Kelebihan liposom


Sebagai pembawa obat, liposom memiliki beberapa kelebihan, diantaranya sebagai berikut:
 Liposom dapat mengarahkan obat pada target tertentu, misalnya pada long-circulating
liposomes yang bekerja pada target selektif area patologis tertentu
 Liposom sebagai reservoir obat yang melepaskan obat secara perlahansehingga akan
meningkatkan efektivitas obat dan memperpanjang masa edarobat dalam darah
 Liposom dapat melindungi obat dari degradasi sebelum mencapai target
 Liposom melindungi pasien dari efek samping langsung dari obat yang terpapar dan
melindungi jaringan yang sehat dari obat
 Liposom dapat melarutkan obat lipofilik yang sulit diberikan secara intravena
sehingga pemberiannya di kemudian hari akan lebih mudah
Kekurangan/problem dalam sediaan liposom:
¤ Reprodusibilitas
¤ Sterilisasi
¤ Ukuran partikel
¤ Produksi batch besar
¤ Short circulating
Liposom memiliki keterbatasan sebagai pembawa obat termasuk kurang stabil secara fisika
kimia, problem sterilitas, inkompatibilitas dengan obat, efek imunologi dan
toksikologi.Penggunaan liposom dalam bentuk suspensi berair menjadi terbatas sehingga
formulasi sebaiknya disimpan dalam bentuk kering dan dihidrasi sebelum digunakan untuk
menghasilkan suspensi berair liposom (PROLIPOSOM). Proliposom merupakan granular
yang free flowing dan pada saat ditambahkan air terdispersi menjadi suspensi isotonik untuk
pemakaian intravenus atau pemberian melalui rute lain.Studi stabilitas menunjukkan
distribusi ukuran proliposom yang terhidrasi tidak berubah secara signifikan lebih dari 9
bulan pada suhu 20oC
2.10 Karakteritik liposom
Karakterisasi Liposom:
A. Sifat fisika dan biologi liposom dipengaruhi oleh:
 Ukuran
 Permeabilitas membran
 Persentasi entrapped solute
 Komposisi kimia
 Kuantitas dan kemurnian bahan awal

B. Karakterisasi liposom secara fisik meliputi:


 Bentuk, ukuran, dan distribusi ukuran
 Percentage drug capture
 Entrapped volume
 Lamellarity
 Percentage drug release

C. Karakterisasi secara kimia :


 Estimasi fosfolipid
 Oksidasi fosfolipid
 Analisis kolesterol
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
Liposom merupakan system penghantaran obat yang dapat digunakan untuk obat-obat
larut air maupun yang sukar larut air. Penggunaannya meningkat karena permukaannya dapat
difungsionalisasi agar lebih lama tersirkulasi serta dapat ditargetkan pada sel spesifik tertentu.
Liposom juga memiliki kelebihan terutama dalam bidang terapi gen dan kosmetik. Liposom
juga memiliki kekurangan tersendiri dan sekarang masih terus dikembangkan mekanisme
liposom ini.

.

DAFTAR PUSTAKA

Darmawan, Dian Perdana. “Pengembangan Pembawa Obat Polimerik Berbasis


Nanopartikel”. http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/552/jbptitbpp-gdl-dianperdan-
27551-2-2007ta-1.pdf (23 januari 2016).

Jufri, Mahdi.( 2004, Agustus) Arah dan Perkembangan Liposome Drugs Delivery
System. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. I, No.2, halaman 59 – 68.
News-Medical.net - An AZoNetwork Site. “What is a Liposome?”. http://www.news-
medical.net/health/Liposome-Uses-(Indonesian).aspx (23 januari 2016).

Wibowo, Taufik Agung. (2008). Penilaian hasil degradasi liposom EPC-TEL 2,5 pada
suspensi hepar mencit 30 menit setelah injeksi intraperitoneal, halaman 4-16.

Wianarti, Lina. (2012, 24 Desember). Sistem Penghataran Obat: Nanopartikel, Liposom,


dan Drug Targetting, halaman 35-45.

Zamriya, Yani. (2009). Penilaian hasil degradasi tetraeter lipid liposom EPC-TEL 2,5
oleh hepar mencit C3H menggunakan kromatografi lapis tipis, halaman 3-23.