Anda di halaman 1dari 8

KONSEP DASAR KEPERAWATAN

Pemberdayaan Klien Cardiomypathy

MUCHAMAD WAHYU MAHENDRA NUSANTARA


(1A/24/161388)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA MALANG
Jalan Yulius Usman No.62 Telp (0341) 369003
KARDIOMIOPATI

Kardiomiopati adalah suatu penyakit miokard yang menyerang pada otot jantung (Myocard) dan
penyebabnya tidak diketahui.
Penyakit ini dapat ditemukan pada semua jenis kelamin pria dan wanita, pada semua golongan
umur.

Pembagiannya :
1. Kardiomiopati Kongestif/Dilatatif.
Kardiomiopati Kongestif adalah suatu penyakit miokard yang primer atau idiopatik yang ditandai
dengan adanya dilatasi dari rongga-rongga jantung dan gagal jantung kongestif.
§ Mulainya secara perlahan, gejala payah jantung menjadi progresif dalam kurun waktu beberapa
bulan.

§ Etiologinya :
· Tidak diketahui.
· Ada hubungannya dengan;
o Pemakaian alkhohol yang berlebihan.
o Gravidarum dan puerperium.
o Hipertensi sistemik.
o Infeksi virus.
o Kelainan autoimun.
o Pengaruh zat-zat fisik dan kimiawi.

§ Gejalanya :
· Payah jantung komgestive terutama kiri.
· Capek dan lemas.
· Dapat disertai tanda-tanda emboli sistemik dan paru.

2. Kardiomiopati Hipertrofik.
Kardiomiopati Hipertrofik adalah Hipertrofi ventrikel tanpa penyakit jantung atau sistemik lain
yang dapat menyebabkan Hipertrofi ventrikel ini. Ditandai dengan penebalan (hipertrofik)
ventrikel kiri, dimana penebalan septum interventrikularis lebih mencolok.
§ Etiologi
· Tidak diketahui.
· Diduga berhubungan dengan sebab :
o Genetik, famili, turunan.
o Kelainan pada pembuluh darah koroner.
§ Gejala :
· Dyspnoe, Angina pectoris.
· Capek, palpitasi, sincope.
3. Kardimiopati Restriktif.
Ditandai dengan adanya gangguan pada fungsi diastolik, dinding ventrikel sangat kaku dan
menghalangi pengisian ventrikel.
§ Etiologi:
· Tidak diketahui.
· Sering ditemukan pada : hemokromatosis, Deposisi glycogen, Endomyocardial, fibrosis,
eosinophilia.
§ Gejala :
· Lemah, sesak nafas, payah jantung sebelah kanan, Tanda serta gejala sistemik;
hemokromatosis.

Kompliasi / penyulit :
Sinkope, gagal jantung, aritmia dan trombosis.

Pengkajian:
Type I :
Jantung dapat membesar sekali, bunyi jantung ke 3 dan 4 dapat terdengar.

Type II:
Pembesaran jantung ringan.
Pada apek teraba getaran sistolik dan kuat.
Bunyi jantung ke 4 biasanya terdengar.
Bising sistolik yang mengeras pada tindakan valsava.

Type III :
Pembesaran jantung sedang.
Bunyi jantung ke 3 dan ke 4 .
Regurgitasi mitralis atau trikuspidalis.

Pemeriksaan penunjang ;
Foto Thorax, pada kardiomiopathi dilatatif akan didapatkan kardiomegali dan edema paru.
EKG, Akan tmpak “Left Ventrikel hypertropi” pada jenis kardiomiopati hypertropi..
Ekocardiografi ; dapat dilihat adanya dilatasi, penebalan pada jantung.

Pengobatan / penatalaksanaan:
Type I:
Tidak ada pengobatan spesifik, karena manifestasi klinis gagak jantung, pengobatan gagal jantung,
serta pemberian antikoagulan untuk mencegah trombosis.

Type II:
Karena manifeatasi klinis berupa Aritmia beta bloker. Obstruksi outflow saluran ventrikel kiri,
pemebadahan septum partial / dilakukan reseksi.

Type III:
Karena manifestasi klinis berupa gagal jantung; pengobatan gagal jantung, obat-obat aritmia.
Pembedahan reseksi endokard yang menebal.

Data persistem yang mungkin dapat muncul (kami identikkan dengan gagal jantung congestif)
dimana permasalahan pokoknya adalah kelemahan jantung yang menyebabkan menurunnya
cardiac out put.
§ Aktivitas / istirahat : Mungkin akan kita dapatkan data : insomnia, kelemahan / kecapaian
menurun , nyeri dada saat aktivitas, sesak nafas sat istirahat, perubahan status mental, kelelahan,
perubahan vital sign saat aktivitas.
§ Cirkulasi : adanya riwayat hipertensi, IMA, IMK, Irama ; disritmia, Edema, PVJ meningkat,
pembedahan jantung, endocarditis, anemia, SLE, shock septic, , penggunaan obat beta bloker.
§ Eliminasi : penurunan pola, nocturia, warna kencing gelap, konstipasi, diare.
§ Makanan / cairan : anorexia, mual, muntah, pertamabahan beraat badan yang mencolok,
pembengkakan extremitas bawah, penggunaan deuretika, diet garam, distensi perut, oedema
anasarca, setempat, pitting udema. Diet tinggi garam, makanan olahan (diproses), lemak, gula
protein.
§ Kebersihan diri : indikasi penurunan kebersihan diri, kelelahan , menurunnya self care.
§ Nyaman / nyeri : Nyeri dada, menarik diri, perilaku melindungi diri, tidak tenang, gelisah, sakit
pada otot, nyeri abdomen ke atas, takut, mudah tersinggung.
§ Respirasi : sesak nafas , tidur stengah duduk, penggunaan banyak bantal, batuk dengan tanpa
sputum, nafas Crekles, Ronky (+), riwayat penyakit paru kronis, penggunaan alat bantu nafas.
§ Neuro sensori : kelemahan, pening, pingsan, disorientasi, perubahan perilaku, mudah
tersinggung.
§ Interaksi social : penurunan keikut serta dalam aktivitas social.

CONTOH KASUS :

Pengkajian Data :

Identitas :
Nama Klien : Tn Kholik
Tgl. MRS : 18 Mei 2002
Umur : 25 tahun.
Dx. : Cardiomyopathy +
Jenis kelamin :Laki-laki.
Suku/Bangsa : Jawa / Indonesia.
Agama : Islam.
Pekerjaan : (-)
Pendiikan : S D.
Alamat : Pulo wonokromo Pasir No 52 Surabaya.

Keluhan utama : Badan lemas sesak nafas.


Upaya yang sudah dilakukan : berobat ke Rumah Sakit Katolik.
Terapi yang pernah dijalani : obat –obat.

Riwayat keperawatan :
Riwayat penyakit sebelumnya :
Lima hari yang lalu (sebelum MRS yang sekarang Klien pernah MRS di RSUD dr.
Soetomo dengan diagnosa medis Thyfoid

Riwayat penyakit sekarang :


Klien datang dengan keadaan sesak nafas yang memberat. Keadaan lemah, jantung
terasa berdebar-debar. Dinyatakan perawatan di rumah sakit (opname) dengan
Cardiomyopati dan decompensasi kordis FC II.

Riwayat kesehatan keluarga.:


Riwayat kesehatan keluarga yang lain tidak ada yang menderita penyakit seperti yang
diderita klien saat ini.

Aktifitas Sehari-hari / ADL:


Makanan / minuman
¨ Makan frekensi: 3 x sehari
¨ Bentuknya; Bubur kasar.
¨ Pantangan : Garam
¨ Jumlahnya 2 – 3 sendok.
¨ Kesukaannya; Buah-buahan.
¨ Minum frekensi: > 3 kali sehari Jumlah ; 200 cc,
¨ Bentuknya: air putih , ateh, susu.
Eliminasi
¨ Frewkwnsi BAB : 1 x / hari
¨ Frewkwnsi BAK : 4 – 5 x / hari.
¨ Jumlah urine 1000 cc/ 24 jam, warna urine kuning pekat.
¨ Baunya : Khas.
Aktivitas
¨ Tidur : sekitar 6 –7 jam sehari sering bangun, dan sulit dideteksi karena selalu
menutup mata.
¨ Cuci rambut Selama dirumah sakit belum pernah melakukan.
¨ Potong kuku ; kuku tampak pendek / tidak tampak.

Riwayat kesehatan lainnya :


Alat bantu yang dipakai
¨ Gigi palsu : tidak ada.
¨ Kacamata : tidak pakai.
¨ Pendengaran : tidak pakai.
¨ Lain-lain : -

Observasi dan pemeriksan fisik :


¨ Suhu : 36,7 0C .(Axila)
¨ Nadi : 118 X / menit ( tidak teratur)
¨ Tekanan darah : 100 / 70 mmHg ( Lengan kanan )
¨ Respirasi : 24 X / menit ( irama tidak teratur )

Body System.
Pernafasan :
¨ Lewat hidung.
Suara tambahan :
¨ Wheezing, tidak ada.
¨ Ronchi : (-).
¨ Rales, lokasi : (-)
¨ Crackles, lokasi : (-)
¨ Bentuk dada : simetris.

Cardiovasculer :
¨ Nyeri dada : (-), palpitasi,
¨ Suara jantung : irama Gallop
¨ Tidak diketemukan adanya edema pada extremitas atas, bawah, kakan, kiri.

Persrarafan :
¨ Kesadaran : Compos mentis.
¨ GCS : Eyes : 4, Verbal : 5, Motorik: 6, Total nilai : 15

Kepala dan wajah : -


¨ Mata sclera : putih.
¨ Conjunctica : tidak anemis.
¨ Pupil : isokor.
¨ Leher : kaku kuduk tidak ada, Jugolaris Vena Presur (JVP) tidak meningkat.
¨ Reflek spesifik : (-).

Persepsi sensori :
¨ Pendengaran kanan, kiri : normal.
¨ Penciuman : norma.
¨ Pengecapan : dapat merasakan manis, asam, asin, pahit.
¨ Penglihatan : kanan, kiri normal.
¨ Perabaan: Panas, dingin, tekanan masih dapat dirasakan dengan norma.

Perkemihan (Eliminasi uri):


¨ Produksi urine : 1000 cc/ 24 jam.
¨ Warna urine : kuning muda.
Pencernaan ( Eliminasi Alvi )
¨ Mulut dan tenggorokan : mulut, bibir kering, tidak ditemukan stomatitis.
¨ Abdoment : tidak ada distensi, asites, keadaan simetris, bekas operasi tidak ada,
tidak teraba masa, atau isi colon, peristaltik baik, terasa nyeri pada palpasi ulu hati.
¨ BAB : norma.
¨ Konsistensi : lunak
¨ Lain : (-)
¨ Diet : makanan bubur selalu dihabiskan diet yang dari rumah sakit.

Tulang / otot / integumen:


¨ Kemampuan pergerakan sendi : bebas.
¨ Tidak diketemukan kelainan pada extreimitas atas.
¨ Tidak diketemukan kelainan pada ektremitas bawah.
¨ Akral : Hangat.

Sistem Endokrin:
¨ Tidak pernah didapatkan terapi hormonal.

Sosial interaksi :
¨ Hubungan dengan klien : kenal.
¨ Dukungan keluarga : aktif hanya beberapa orang saja.
¨ Dukungan kelompok / teman / masyarakat : kurang.
¨ Reaksi saat interaksi : kooperatif, bicara lancar.

Spiritual:
¨ Konsep keluarga tentang pengusaha kehidupan : Allah.
¨ Sumber kekuatan / harapan keluarga di saat sakit : Allah.
¨ Ritual agama yang bermakna / berarti / yang diharapkan saat ini : sholat 5 waktu.
¨ Sarana yang diperlukan untuk melaksanakan ritual agama yang diharapkan saat
ini; musolla.
¨ Upaya kesehatan yang bertentangan dengan agama : tidak ada.
¨ Keyakian bahwa Tuhan akan menolong dalam menghadapi masalah ini : ada.
¨ Persepsi terhadap penyakitnya : Memang sudah saatnya / kodrati.

Diagnosa keperawatan :

1. Penurunan Cardiac out put berhubungan dengan Penurunan kontraklitilas


miocardium.
2.Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan Kongestif polmunal.secunder dari
penurunan fungsi ventikel kiri.
3.Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan suply ginjal
menurun (oliguria).
4.Gangguan pemenuhan aktivitas sehari-hari (ADL) berhubungan dengan penurunan
pefusi ke jaringan secundr dari Penurunan Cardiac out put.
5.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan pefusi ke jaringan secunder
dari Penurunan Cardiac out put.
6.Resiko Gagal Ginjal Akut berhubungan dengan penurunan suplay keparenchym
ginjal secunder dari Penurunan Cardiac out put.
7.Gangguan keseimabngan asam basa berhubungan dengan suplay ginjal menurun.
scunder dari Penurunan Cardiac out put.
8.Resiko intoksikasi berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal secunder dari
Penurunan Cardiac out put.
9.Ganggun rasa nyman (nyeri perut) berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
sekunder dari peningkatan H+.
10.Intake tidak adekwat berhubungan dengan mual, nafsu makan menurun, secunder
dari penumpukan gas di saluran pencernaan.

Tahap-Tahap pemberdayaan klien


1. Tahap penyadaran dan pembentukan perilaku : perawat dalam tahap ini dapat
berperan memberikan wawasan tentang penyakit yang di derita klien bahwa
penyakit tersebut tidak mengganggu kegiatan klien dalam beraktifitas.
2. Tahap transformasi kemapuan ; perawat dalam hal ini memberikan
pengetahuan agar penyakit yang diderita klien tidak menjadi penghambat
dalam klien beraktifitas kembali dlam kehidupan sehari hari dan klien di
berikan wawasan agar menjaga pola hidup sehat.
3. Tahap peningkatan intelektual : dalam tahap ini perawat dapat meberikan
wawasan yang berkaitan dengan keadaan klien yang tidak menghambat segala
aktifitasnya danhal apa saja yang dapat klien lakukan dengan keadaannya
sehingga klien dapat bereksplorasi sesuai keadaan yang dialami klien tanpa
menghambat kemampuan yang dimiliki oleh klien.