Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL KEGIATAN

PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT


KELAS III SD LOPAIT 01
TUNTANG

Di Susun Oleh:
SINDUNG RAHAYU
P17425112078

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
PRODI DIII KEPERAWATAN GIGI
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal
Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD Negeri Lopait 01. Dalam
penyusunan proposal ini tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Triwiyatini, SKM, M.Kes (Epid) selaku Ketua Jurusan Keperawatan Gigi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
2. Sadimin, S.SiT, M.Kes, selaku Ketua Prodi DIII Keperawatan Gigi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang dan Pembimbing Praktek
Pembelajaran Lapangan di Puskesmas Tuntang.
3. Setyo Wahyuni S.Si.T, selaku Kepala Puskesmas Tuntang yang telah
memberikan ijin dilakukannya Praktek Pembelajaran Lapangan di
Puskesmas Tuntang.
4. drg. Hanna Widowati, selaku Pembimbing Praktek Pembelajaran
Lapangan di Puskesmas Tuntang.
5. R.R.S Yulaicha YS.S.ST selaku Pembimbing Praktek Lapangan
Puskesmas Tuntang.
6. Sittatun Khasanah AMkg yang telah memberikan bimbingan di Puskesmas
Tuntang
7. Semua pegawai Puskesmas Tuntang yang telah memberikan arahan dan
bimbingan selama Praktek Pembelajaran Lapangan berlangsung.
8. Kepala SD Negeri Lopait 01 yang telah memberikan ijin untuk
dilaksanakanya Pelayanan Asuhan di SD Negeri Lopait 01.
9. Bapak-Ibu Guru/Wali kelas dan karyawan SD Negeri Lopait 01 yang telah
membantu berjalannya Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Asuhan.
10. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu.
Kesempurnaan hanya milik Tuhan, penyusun menyadari Proposal
Pelayanan Asuhan Gigi dan Mulut ini masih banyak kekurangan, mengingat
keterbatasan waktu dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu dengan penuh
kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
kesempurnaan proposal ini.

Semarang, 17 Maret 2015

Penulis
HALAMAN PENGESAHAN

Proposal Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut di SD Negeri


Lopait 01 tahun 2015 yang akan dilaksanakan oleh Sindung Rahayu
(P17425112078).

Telah diperiksa dan disahkan pada,


Hari :
Tanggal :

Mengetahui,

Pembimbing Praktek
UPTD Puskesmas Tuntang Dosen Pembimbing praktek

drg Hanna Widowati Sadimin, S.SiT, Mkes


NIP. 19720527 200501 2006 NIP. 19760827 199703 1 001

Kepala UPTD Ketua Prodi


Puskesmas Tuntang DIII Keperawatan Gigi

Setyo Wahyuni, S.Si.T Sadimin, S.SiT, M.Kes,


NIP. 19670518 198803 2 007 NIP. 19760827 199703 1 001
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sehat merupakan modal dasar setiap individu, hal tersebut relevan


dengan Undang-undang RI No.36 Tahun 2009 Pasal 49 Ayat 1 yang berbunyi
Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat bertanggung jawab atas
penyelenggaraan upaya kesehatan. Undang-Undang No. 36 tahun 2009
Tentang Kesehatan menjelaskan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik
secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang
untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya
kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan
perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013
menunjukkan sebanyak 25,9% penduduk Indonesia mempunyai masalah gigi
dan mulut. Di antara mereka, terdapat 31,1% yang menerima perawatan dan
pengobatan dari tenaga medis gigi sementara 68,9% lainnya tidak dilakukan
perawatan. Angka ini memperlihatkan rendahnya kesadaran masyarakat
Indonesia untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu
program yang dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan RI yang bertujuan
untuk mencapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal. UKGS adalah
bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada para siswa,
terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu
tertentu diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu
paket Minimal, paket Standar, dan paket Optimal. UKGS merupakan upaya
kesehatan yang sangat relevan dalam pelaksanaan upaya pencegahan penyakit
gigi dan mulut. Program ini meliputi promotif, preventif, kuratif dan dititik
beratkan pada upaya penyuluhan, gerakan sikat gigi massal serta pemeriksaan
kesehatan gigi dan mulut pada setiap murid.
Keberhasilan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara Nasional
dapat dilihat dengan pencapaian indikator derajat kesehatan gigi dan mulut.
Indikator derajat kesehatan gigi dan mulut Nasional tahun 2010 adalah
DMF-T ≤ 2, def-t ≤ 2, OHI-S ≤ 1,2, PTI ≥ 20% dan CPITN ≥ 3 sextan sehat
(Depkes RI, 2000).
Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang telah dilakukan pada
tanggal 25 Februari 2015 pada murid kelas III SD Negeri Lopait 01,
didapatkan hasil nilai OHI-S= 2,63; DMF-T= 1,5; def-t= 5,3; PTI= 0%;
CPITN= 2,3 sextan sehat. Berdasarkan data tersebut dapat diketahuai bahwa
status kesehatan gigi dan mulut siswa SD Negeri Lopait 01 kelas III belum
memenuhi target nasional yang ditetapkan sehingga perlu dilakukan upaya
pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut.
Oleh karena itu Mahasiswa JKG Poltekkes Kemenkes Semarang
telah melakukan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut di SD Negeri Lopait
01. Setelah dilakukan pemeriksaan, diperoleh hasil pemeriksaan dari murid
kelas III sebagai berikut: kebersihan gigi dan mulut 70% sedang, kesehatan
gigi susu siswa 84 % buruk, serta kesehatan gigi permanen siswa 87% baik.
Dari data yang di peroleh, dapat disimpulkan bahwa murid kelas III SD Negeri
Lopait 01 membutuhkan perawatan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini
bertujuan agar kesehatan gigi dan mulut murid kelas III SD Negeri Lopait 01
dapat meningkat, sehingga dapat tercapai derajat kesehatan gigi dan mulut
Nasional tahun 2010 sesuai dengan program yang dicanangkan oleh
Kementrian Kesehatan RI.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut sasaran, dengan cara
memberikan Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut, yaitu
tindakan promotif, preventif dan kuratif.
2. Tujuan Khusus
a. Status kesehatan gigi dan mulut sasaran dapat berubah menjadi lebih
baik dari sebelumnya.
b. Sasaran dapat mengerti bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan
mulut dengan baik dan benar.
c. Sasaran dapat mengerti manfaat dari menjaga kesehatan gigi dan
mulut .
d. Sasaran dapat melakukan tindakan menggosok gigi dengan baik dan
benar.

C. MANFAAT
1. Anak-anak Sekolah Dasar mengetahui masalah kesehatan gigi pada diri
semdiri.
2. Anak-anak mengetahui cara pencegahan terhadap penyakit gigi dan
mulut.
3. Anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara
berkesinambungan.
4. Meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut pada murid kelas III SD
Negeri Lopait 01 supaya mencapai terget Nasional tahun 2010.

D. DATA MASALAH
1. Data Umum
a. Nama SD : SD Negeri Lopait 01
b. Deskriptif :
1) Jumlah keseluruhan murid SD Negeri Lopait 01 adalah 183 siswa
2) Jumlah keseluruhan murid kelas III SD Negeri Lopait 01 adalah
31 siswa.
3) Terletak di Dusun Gudang, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang,
Kabupaten Semarang.
4) Jumlah keseluruhan guru dan penjaga adalah 11 orang
5) Terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang komputer, 1 dapur, 1 ruang
kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang
gudang, 1 ruang UKS, 4 kamar mandi, 7 kran untuk mencuci
tangan.
2. Data Khusus
Berdasarkan hasil penjaringan diperoleh data kondisi kesehatan gigi dan
mulut siswa SD Negeri Lopait 01 kelas III yang telah dilaksanakan pada
tanggal 25 Februari 2015 didapatkan data sebagai berikut:
a. Angka kepenyakitan gigi susu
def-t = 5,3
d = 4,5
(IP= 20 elemen, HP=72 elemen, GP=42 elemen, GR=8
elemen)
e = 0,8
(RF= 15 elemen, PT= 10 elemen)
f =0
b. Angka kepenyakitan gigi permanen
DMF-T = 1,5
D = 1,5
(IP= 17 elemen, HP=26 elemen, GP= 3 elemen)
M =0
F =0
c. Angka kebersihan gigi dan mulut
OHIS = 2,63 (kriteria sedang)
DI = 1,95 (kriteria buruk)
CI = 0,68 (kriteria sedang)
d. PTI = 0%
e. CPITN = 2,3 sextan sehat dan 3,7 sextan sakit

E. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan survei data terhadap 31 siswa SD Negeri Lopait 01 kelas III
didapatkan Identifiksi masalah sebagaai berikut:
1. Nilai rata-rata OHIS= 2,63 (DI= 1,95 dan CI=0,68) dalam kategori
sedang dan belum mencapai target nasional OHIS yaitu ≤ 1,2.
2. Nilai DMF-T=1,5 dimana D=1,5; M=0; F=0, sudah memenuhi target
Nasional yaitu DMF-T= ≤2.
3. Nilai PTI= 0% , belum memenuhi target nasional yaitu PTI= ≥ 20%
4. Nilai def-t=5,3 dimana d= 4,5; e=0,8; f=0, keadaan ini belum memenuhi
target Nasional yaitu def-t ≤ 2.
5. Nilai CPITN= 2,3 sextan sehat, belum memenuhi target Nasional yaitu
CPITN ≥ 3.

F. PERIORITAS MASALAH
No Indikator Keadaan Target Kesenjangan Prosentase Prioritas
1 OHIS

DI 1,95 ≤ 0,6 1,35 225 % II

CI 0,68 ≤ 0,6 0,08 13,3 %


2 DMF-T

D 1,5 1 0,5 50 %

M 0 0 0 0% III

F 0 1 1 100%
3 def-t

d 4,5 1 3,5 350 %

e 0,8 0 0,8 ∞% I

f 0 1 1 100 %

Dari tabel diatas maka dapat diperioritaskan masalah sebagai berikut:


1. Perioritas I : def-t
2. Perioritas II : OHIS
3. Perioritas III : DMF-T

G. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH


Berdasarkan urutan perioritas masalah maka dibutuhkan suatu alternatif
pemecahan masalaah sebagai berikut:
1. Perioritas I (def-t)
a. Promotif
Penyuluhan tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut

b. Preventif
Sikat gigi dengan bimbingan mahasiswa
c. Kuratif
1) Melakukan pencabutan gigi susu dengan topikal anestesi pada gigi
Persistensi dan resorpsi fisiologis derajat 3
2) Melakukan penambalan pada gigi susu
2. Perioritas II (OHIS)
a. Promotif
1) Penyuluhan tentang waktu yang tepat menyikat gigi dan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
2) Penyuluhan tentang karang gigi dan akibatnya
3) Penyuluhan tentang radang gusi
b. Preventif
1) Sikat gigi dengan bimbingan mahasiswa, agar nilai OHIS berubah
menjadi baik
2) Pembersihan karang gigi pada gigi yang terdapat kalkulus
3. Perioritas III (DMF-T)
a. Promotif
1) Penyuluhan tentang gigi berlubang
2) Penyuluhan tentang makanan yang dapat merusak gigi dan
menyehatkan gigi
b. Preventif
1) Sikat gigi dengan bimbingan mahasiswa.
2) Penutupan pit dan fissure dalam (Fissure Sealant)
3) Pengolesan Flour pada gigi yang sehat (Topikal Aplikasi)
c. Kuratif
Penambalan gigi tetap dengan Glass Ionomer pada gigi yang
mengalami karies yang mengenai email.
BAB II
PERENCANAAN PELAYANAN ASUHAN
KESEHATAN GIGI DAN MULUT

A. PERENCANAAN KEGIATAN
Berdasarkan data masalah pada Bab I, maka dapat direncanakan kegiatan
pelayanan asuhan yang akan dilakukan sebagai berikut:
1. Promotif
Dilaksanakannya kegiatan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut
pada murid kelas III SD Negeri Lopait 01 yang berjumlah 31 murid
dengan materi penyuluhan sebagai berikut:
a. Waktu yang tepat menyikat gigi dan cara menyikat gigi yang baik
dan benar
b. Karang gigi dan akibatnya
c. Radang gusi
d. Gigi berlubang
e. Makanan yang dapat merusak gigi dan menyehatkan gigi
f. Menjaga kesehatan gigi dan mulut
2. Preventif
a. Dilakukan sikat gigi massal dengan bimbingan mahasiswa
b. Melakukan tindakan penutupan pit dan fissure dalam (Fissure
sealant)
c. Melakukan pengolesan flour
d. Melakukan pembersihan karang gigi pada murid yang memiliki
karang gigi
3. Kuratif
a. Penambalan gigi dengan Glass Ionomer pada gigi yang mengalami
karies yang mengenai email.
b. Melakukan pencabutan gigi susu dengan topikal anestesi pada gigi
persistensi dan resorbsi fisiologis derajat 3.

B. KEBUTUHAN ALAT
Kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dapat berjalan
dengan lancar apabila ditunjang dengan alat yang akan digunakan, adapun alat-
alat yang akan digunakan dalam pelayanan asuhan tersebut antara lain:

No Jenis Kegiatan Kebutuhan alat

ODset, kartu status, dappen dish, gelas


1 Pemeriksaan kumur, tempat kapas bersih, nearbeaken,
alat tulis.

2 Promotif Phantom, sikat gigi dan Flip Chart


Preventif
3 Phantom, sikat gigi, gelas kumur
a. Sikat gigi
b. Topikal aplikasi ODset, gelas kumur, tempat kapas bersih,
tempat kapas kotor, dappen dish, sikat
gigi, tongue holder.
c. Scalling ODset, sicle scaler, wing shape scaller,
tempat kapas bersih, nearbeken, gelas
kumur.
d. Fissure sealant ODset, gelas kumur, tempat kapas bersih,
nearbeaken, dappen dish, paper pad,
mixing slab, agate spatel, plastis filling
instrumen, tongue holder.

4 Kuratif ODset, gelas kumur, tempat kapas bersih,


nearbeaken, dappen dish, paper pad,
a. Penambalan
mixing slab, agate spatel, plastis filling
dengan bahan
Glass Ionomer instrumen.

b. Pencabutan gigi ODset, dappen dish,gelas kumur, tempat


susu dengan kapas bersih, nearbeken, tang pencabutan
topikal anestesi sesuai dengan gigi indikasi

C. KEBUTUHAN BAHAN DAN PEMBIAYAAN


Kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dapat berjalan
dengan baik apabila ditunjang dengan kebutuhan bahan yang akan digunakan.
Bahan dan biaya yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah :
No Jenis Jumlah Bahan/ alat Jumlah Harga Satuan Total (Rp)
Kegiatan Kasus Yang Bahan
digunakan
1 Penjaringan 31 murid  31 kartu  31 lembar  150/ lbr  4.650
status

 Kapas
 1 gr x 31  66/gr  2.046
 Alkohol
 3 ml x 31  80/ml  7.440
2 Promotif 31 murid  Phanthom  1 set  70.000/set  70.000

penyuluhan  flipchart  6 set  7.000/ set  42.000


3 Preventif

 Sikat gigi  31 murid  Pasta gigi  1 gr x 31  80/gr  2.480


 TA  31 sextan  Kapas  1 gr x 31  66/gr  2.046

 Fluocal  0,25 ml x  15.000/ml  116.250


31

 1ml x 31
 Aquadest  4/ml  124
 FS  14 elemen  Aquadest  1ml x 14  4/ml  56

 Fuji IX  14 elemen  12.500/gigi  175.000

 Kapas  1 gr x 14  66/gr  924


 Scalling  116  Kapas  1 gr x 116  66/gr  7.656
sextan
 Antiseptik  2 ml x 116  200/ml  46.400
4 Kuratif

 penambalan  37 elemen  Aquadest  1ml x 37  4/ml  148

 Fuji IX  37 elemen  12.500/gigi  462.500

 Kapas  1 gr x 37  66/gr  2.442


 Pencabutan  25 gigi  Chloretyl  0,5 ml x 25  1500/ml  18.750

 Antiseptik  0,5 ml x 25  200/ml  2.500

 Tampon  2 buah x 25  100/buah  2.500

 Kapas  1 gr x 25  66/gr  1.250


5  APD  5 hari  Masker  1 x 5 hari  720  3.600

 Handscoen  3 x 5 hari  1.000/psg  15.000


6 Biaya sewa
alat

 ODset
 5 hari  1 set  5 x 1set  5.000/hari  25.000
 Preventif
 2 hari  1 set  2 x 1 set  5.000/hari  10.000
 Konservasi
 2 hari  1 set  1 x 1 set  5.000/hari  5.000
 Pencabutan
 2 hari  1 set  1 x 1 set  5.000/hari  5.000

Total Biaya 1.029.762


Total biaya yang dibutuhkan untuk pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut
adalah Rp 1.029.800,00

D. PELAKSANAAN
Kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada murid kelas III SD
Negeri Lopait 01 direncanakan dengan jadwal kegiatan sebagai berikut:
No Kegiatan Tanggal pelaksanaan Kunjungan
1 Advokasi Senin, 23 Februari 2015 I
2 Pemeriksaan Rabu, 25 Februari 2015 II
3 Penyuluhan III
Kamis, 26 Februari 2015
Senin, 16 Maret 2015 IV

Selasa, 17 Maret 2015 V


Rabu, 18 Maret 2015
VI
4 Sikat gigi massal Kamis, 26 Februari 2015 III
5 Scalling Kamis, 26 Februari 2015 III
6 Fissure sealant Senin, 16 Maret 2015 IV
7 Penambalan Senin, 16 Maret 2015 IV
Selasa, 17 Maret 2015
V
8 Pencabutan Selasa, 17 Maret 2015 V
9 Topikal Aplikasi Kamis, 18 Maret 2015 VI

E. PLAN OF ACTION (POA)


Agar pelayanan asuhan dapat berjalan lancar sesuai dengan perencanaan,
tujuan, sasaran, serta dapat dituntaskan secara tepat waktu sampai pelayanan
asuhan bisa mencapai target optimal (MATRIX POA terlampir).

F. MONITORING DAN EVALUASI


1. Monitoring
a. Promotif
Terlaksananya penyuluhan sebanyak 6 kali, dengan judul:
1) Penyuluhan tentang waktu yang tepat menyikat gigi dan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
2) Penyuluhan tentang karang gigi dan akibatnya
3) Penyuluhan tentang radang gusi
4) Penyuluhan tentang gigi berlubang
5) Penyuluhan tentang makanan yang dapat merusak gigi dan
menyehatkan gigi
6) Penyuluhan tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut
b. Preventif
1) Sikat gigi
Terlaksananya kegiatan sikat gigi sebanyak 1 kali yang diikuti
oleh 31 siswa bertempat dilapangan sekolah yang dibimbing oleh
mahasiswa.
2) Fissure Sealant (penambalan fissure dalam)
Terlaksananya tindakan penumpatan pit dan fissure yang dalam
dengan bahan Glass Ionomer.

3) Topikal Aplikasi (pengolesan Fluokol)


Terlaksananya kegiatan pengolesan Flour.
4) Scalling
Terlaksananya kegiatan pembersihan karang gigi pada murid
kelas III SD Negeri Lopait 01.
c. Kuratif
1) Penambalan Glass Ionomer
Terlaksananya tindakan penambalan gigi yang terkena karies
dengan bahan Glass Ionomer.
2) Pencabutan Gigi susu
Terlaksananya kegiatan pencabutan gigi susu dengan diagnosa PT
dan resorbsi fisiologis derajat 3.
2. Evaluasi
a. Evaluasi Jangka Pendek
1) Promotif
Untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan akan dilakukan evaluasi
dengan cara memberikan pretest dan postest kepada sasaran.
2) Preventif
a) Sikat gigi
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan menyikat gigi akan
dilakukan pengukuran debris indeks sebelum dan sesudah
menyikat gigi.
b) Fissure sealant
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan fisure sealant, gigi yang
mempunyai pit dan fisure dalam akan ditumpat.
c) Pengolesan flour
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pengolesan fluor, gigi
yang sehat akan terolesi flour dan di harapkan gigi tersebut tidak
terkena karies.

d) Scalling
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan scalling akan diperoleh
perubahan angka calculus indeks sebelum dan sesudah
dilaksanakannya tindakan scalling.
3) Kuratif
a) Penambalan Glass Ionomer
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penambalan Glass
Ionomer akan diperoleh penurunan angka karies dan peningkatan
angka filling.
b) Pencabutan gigi sulung
Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pencabutan gigi sulung
akan diperoleh penurunan angka ektraksi. Tidak ada siswa yang
mengalami perdarahan, dry socket, akar gigi tertinggal, dan
pembengkakan.
4) Rujukan
Pada murid yang mempunyai kasus HP, GP dan GR akan dirujuk ke
Puskesmas agar dilakukan perawatan yang lebih lanjut.
b. Evaluasi Jangka Panjang
Melakukan penjaringan kembali setelah enam bulan untuk mengetahui
keberhasilan program kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan
mulut.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan kegiatan Pelayanan
Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut pada murid kelas III SD Negeri Lopait
01, adalah sebagai berikut:
1. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang telah dilakukan pada tanggal
25 Februari 2015 pada siswa kelas III SD Negeri Lopait 01, didapatkan
hasil nilai OHI-S= 2,63; DMF-T= 1,5; def-t= 5,3; PTI= 0%; CPITN= 2,3
sextan sehat. Indikator derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal
tahun 2010 adalah DMF-T ≤ 2, def-t ≤ 2, OHI-S ≤ 1,2, PTI ≥ 20% dan
CPITN ≥ 3 sextan sehat. Status kebersihan mulut dan kesehatan gigi
murid kelas III SD Negeri Lopait 01 belum mencapai target yang
ditetapkan sehingga perlu dilakukan kegiatan pelayanan asuhan
kesehatan gigi dan mulut.
2. Kegiatan yang akan dilakukan di SD Negeri Lopait kelas III yaitu:
a. Promotif
Melakukan penyuluhan tentang:
1) Penyuluhan tentang waktu yang tepat menyikat gigi dan cara
menyikat gigi yang baik dan benar
2) Penyuluhan tentang karang gigi dan akibatnya
3) Penyuluhan tentang radang gusi
4) Penyuluhan tentang gigi berlubang
5) Penyuluhan tentang makanan yang dapat merusak gigi dan
menyehatkan gigi
6) Penyuluhan tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut
b. Preventif
1) Sikat gigi
2) Fissure Sealant (penambalan fissure dalam)
3) Topikal Aplikasi (pengolesan Fluokol)
4) Scalling
c. Kuratif
1) Penambalan Glass Ionomer
2) Pencabutan Gigi susu
3. Rencana biaya untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan asuhan keperawatan
gigi dan mulut di SD Negeri Lopait 01 yaitu Rp Rp 1.029.800,00
4. Pelaksanaan kegiatan pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut
dilaksanakan di ruang UKS.

B. SARAN
1. Untuk siswa
Untuk ikut berpartisipasi di kegiatan pelaksanaan pelayanan asuhan gigi
dan mulut masyarakat ini agar derajat kesehatan gigi dan mulut SD
Negeri Lopait 01 berubah menjadi lebih baik.
2. Untuk orangtua
a. Mendukung putra-putrinya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut
b. Memberikan izin untuk dilakukan perawatan dalam kesehatan gigi
dan mulut
c. Meningkatkan peran aktif para orang tua murid dalam mengantarkan
anak ke Puskesmas untuk perawatan UKGS yang dirujuk.
d. Meningkatkan peran aktif para orang tua murid dalam membina
anaknya agar dapat memelihara kesehatan gigi dan mulutnya
sendiri, dengan cara menyikat gigi secara teratur, mengatur pola
makan dan selalu memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali ke klinik
gigi.
3. Untuk pihak sekolah
a. Mendukung muridnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut
b. Dapat bekerja sama dalam menggerakkan semua murid untuk
berpartisipasi di kegiatan pelaksanaan pelayanan asuhan gigi dan
mulut masyarakat

c. Kerjasama dengan pihak Puskesmas sebagai tempat rujukan pada


kasus yang tidak dapat dilakukan perawatan disekolah dan kasus
terjadinya kecelakaan yang tidak terduga dalam kegiatan pelayanan
asuhan kesehatan gigi dan mulut.
4. Untuk Puskesmas
Melakukan kerjasama secara berkesinambungan dengan pihak sekolah
untuk pelaksanaan UKGS
DAFTAR RUJUKAN

Riskesdas. 2013. Laporan Riskesdas 2013. Badan Penelitian dan


Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
hal; 146-147
Undang- undang RI No.36 tahun 2009. Tentang Kesehatan. Depkes RI:
Jakarta. hal; 2-3, 18