Anda di halaman 1dari 3

Buah Lokal yang Terabaikan

Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam yang tinggi
sehingga disebut negara agraris yang sebagian besar penduduknya berprofesi
menjadi petani. Khususnya di Bali banyak penduduknya yang bergantung pada
hasil pertanian mereka. Namun di jaman modern ini petani-petani lokal dikalahkan
oleh produk-produk yang datang dari luar negeri, produk yang datang dari luar ini
pun berhasil merajai pasar-pasar tradisional maupun supermarket yang ada di Bali.

Hasil-hasil produk Pangan dalam negeri sebenarnya sangat berkualitas dan


bernilai ekonomis tinggi. Namun di jaman yang modern ini semakin banyak
monopoli yang merampas kemakmuran petani lokal, produk luar negeri lebih
memegang peranan pasar sehingga menjadikan minat masyarakat cenderung ke
produk luar negeri. Seharusnya Indonesia yang menjadi tuan rumah di negerinya
sendiri mampu maju dengan produknya sendiri. Ketergantungan Indonesia yang
besar terhadap sejumlah pangan utama juga berpengaruh dalam kecintaan produk
pangan lokal yang rendah, Inilah yang menyebabkan kenapa akhir-akhir ini
Indonesia mengalami krisis pangan yang berkelanjutan.

Sebagai contoh khususnya di Pulau Bali, yang penduduknya dominan


beragama Hindu dalam caranya menghaturkan sesajen berupa banten pada saat ada
upacara agama, banten tersebut berisi macam-macam buah-buahan dan jajanan
lainnya, namun masyarakat Bali lebih banyak memilih produk luar negeri untuk
dijadikan sarana-sarana banten tersebut. Kebanyakan dari masyarakat lebih
memilih buah impor dengan alasan penampilannya yang lebih bagus dibanding
buah lokal dan ketersediaan buah impor yang selalu ada dan tidak mengenal musim
menjadikan buah impor tersebut menjadi primadona dalam penggunan kegiatan
upacara di Bali

Contohnya saja seperti buah apel newzealand, apel amerika , apel Australia,
apel fuji, buah-buah ini lebih diminati digunakan dalam banten karena warna dan
penampilannya yang sangat menarik menjadikan buah luar negeri ini mengalahkan
pesona dari buah yang dihasilkan oleh petani lokal yaitu buah apel malang yang
sebenarnya kualitas dan rasanya yang jauh lebih enak dan lebih higienis, karena
tidak menggunakan bahan pengawet yang berlebihan, dapat dibayangkan buah luar
negeri atau buah impor tersebut yang telah dipanen beberapa bulan yang lalu di
negaranya masing-masing sebelum di ekspor ke Indonesia akan memerlukan
penanganan dan proses yang panjang dari mulai panen sampai di gudang
penyimpanan kemudian di packing untuk dipasarkan keluar. Ini tentu
membutuhkan pengawet yang banyak agar buah tersebut awet hingga sampai di
Indonesia dan baru di pasarkan ke pasar-pasar modern sampai dengan pasar
tradisional. Rantai distribusi buah lokal juga lebih pendek dibanding impor. Buah
lokal paling aman untuk dikonsumsi karena bebas treatment dan penyakit yang bisa
ditimbulkan dalam perlakuan pascapanen Tetapi tetap saja masyarakat Bali lebih
senang menggunakan buah-buah impor tersebut.

Contoh lain dari dari produk buah lokal di Bali misalnya jeruk, salak,
rambutan , manggis , manga , sawo, anggur dan masih banyak lagi buah lokal
lainnya, memang dalam hal ini produk petani di Bali adanya dengan musiman,
terkadang salah satu buah-buah tersebut tidak ada karena belum musimnya, tetapi
masyarakat Bali seharusnya bisa memanfaatkan buah lokal yang lain untuk
dijadikan pilihan dalam kegiatan upacara dan tidak harus memilih buah luar yang
tentu harganya yang jauh lebih mahal.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa produk buatan Indonesia berkelas


lebih rendah dibandingkan dengan produk luar negeri. Masyarakat Indonesia
umumnya telah melakukan pengaturan pada pola pikir mereka bahwa produk asal
luar negeri selalu atau bahkan selamanya akan memiliki kualitas yang lebih bagus
dibandingkan produk dalam negeri. Dan karena kecintaan mereka terhadap produk
luar negeri, mereka rela merogoh saku dalam-dalam untuk sebuah produk luar
negeri. Hal tersebut bertolak belakang dengan produk dalam negeri yang
memiliki image buruk bahkan sangat buruk di mata konsumen.

Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan


penyuluhan terhadap masyarakat agar dalam kecintaan menggunakan buah-buah
lokal lebih ditingkatkan, seperti para petani atau produsen yang menjual buah-buah
lokal lebih memperhatikan kemasan, kualitas, dan mutu dari produk buah lokal
tersebut, jika produsen lokal mengemas produk buah-buah lokal seperti buah luar
negeri tentu akan menarik perhatian sehingga konsumen menjadi tertarik dan
beralih menggunakan buah lokal menjadi sarana dalam kegiatan upacara agama.

Peran pemerintah dalam hal memajukan produk dalam negeri sudah pasti
sangatlah penting. Sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk
mengampanyekan slogan “cinta produk Indonesia”. Meminta konsumen agar lebih
memilih produk buatan dalam negeri dan mendorong pelaku bisnis (ritel) untuk
lebih mengutamakan menjual produk dalam negeri. Namun, jangan sampai itu
hanya jargon belaka. Rakyat diminta mencintai produk dalam negeri sementara para
pejabat sendiri justru lebih suka menggunakan produk dari luar negeri.

Untuk mencapai keberhasilan peningkatan produksi petani antara lain


optimalisasi sumber daya pertanian , penerapan teknologi maju, dukungan sarana
produksi dan permodalan, jaminan harga yang memberikan insentif produksi serta
dukungan penyuluhan pertanian dan pendampingan

Keuntungan dari produk dalam negeri bagi masyarakat Indonesia yaitu


menambah kecintaan masyarakat terhadap tanah air Indonesia karena dengan
membeli produk lokal atau dalam negeri berarti sama saja dengan bangga memakai
produk lokal dan mencintai bangsanya sendiri. Selain itu Indonesia juga bertambah
kaya dengan produknya yang laris di pasaran dan dapat mensejahterakan petani
Indonesia.

Oleh karena itu, sebaiknya para tokoh-tokoh agama hindu di bali maupun
pelaku industry pariwisata mampu menjadikan buah lokal sebagai pilihan dalam
memenuhi kebutuhan buah dalam upacara maupun untuk memenuhi kebutuhan
hotel dan restoran. Kita juga sebagai konsumen gunakanlah produk-produk dalam
negeri sebagai wujud kecintaan kita terhadap produk lokal. Ini diharapkan mampu
meningkatkan hasil produk petani lokal sehingga dapat menumbuhkan perubahan-
perubahan dalam diri petani untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi petani
terhadap peningkatan produksivitas sehingga produk petani dari tahun ke tahun
akan semakin membaik.