Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka ditarik kesimpulan dari

penelitian ini sebagai berikut :

1. Kinerja keuangan yang diukur melalui Current Ratio, Debt to Equity Ratio

dan Return on Equity secara bersama-sama berpengaruh terhadap nilai

perusahaan pada industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

2. Secara parsial Current Ratio berpengaruh signifikan terhadap Nilai

Perusahaan pada industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

3. Secara parsial Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Nilai

Perusahaan pada industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

4. Secara parsial Return on Equity berpengaruh signifikan terhadap Nilai

Perusahaan pada industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

5. Kebijakan Dividen melalui Deviden Payout Ratio dapat memoderasi

hubungan Kinerja Keuangan (Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return

on Equity) terhadap Nilai Perusahaan pada industri Manufaktur di Bursa

Efek Indonesia

6.1 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka penulis memberikan

beberapa saran sebagai berikut :


1. Bagi Investor

Bagi investor sebaiknya mencermati prospek dan kinerja keuangan

perusahaan industri manufaktur terlebih dahulu sebelum menanamkan

modalnya pada perusahaan tersebut. Karena informasi yang diperoleh dari

laporan keuangan terkait dengan kinerja keuangan perusahaan akan sangat

menentukan tingkat pengembalian yang akan diperoleh investor dimasa

yang akan datang. Jika kinerja keuangan perusahaan baik maka besar

kemungkinan tingkat pengembalian yang akan diperoleh juga besar, karena

prospek perusahaan meningkat.

2. Bagi Perusahaan

Bagi pihak perusahaan, diharapkan untuk terus berupaya

menyajikan kinerja keuangan yang baik dalam laporan keuangan guna

keberlangsungan hidup perusahaan di tengah kompetisi dan mendapat

respon dari pihak luar perusahaan (misalnya investor). Tujuannya agar

perusahaan mendapat kesan yang baik sebagai tempat berinvestasi .

3. Bagi Akademisi

Penelitian ini hanya terbatas pada industri manufaktur dan juga

dengan periode yang relatif singkat, maka peneliti selanjutnya dapat

mengembangkan hasil penelitian dengan menambahkan sektor industri

lainnya sebagai sampel serta memperpanjang periode penelitiannya agar

memperoleh hasil yang lebih akurat serta menambahkan variabel lain yang

mungkin akan menunjukkan pengaruh lebih terhadap nilai perusahaan.

Misalnya variable ukuran perusahaan, CSR, atau Return Saham.