Anda di halaman 1dari 19

62

BAB IV
PEMADATAN TANAH

4.1 Pendahuluan

Tanah, kecuali berfungsi sebagi pendukung pondasi


bangunan, juga digunakan sebagai bahan timbunan seperti : tanggul,
bendungan, dan jalan. Maksud dari pemadatan tanah antara lain :

1. Mempertinggi kuat geser tanah


2. Mengurangi sifat mudah mampat
3. Mengurangi Permeabilitas
4. Mengurangi perubahan volume sebagai akibat perubahan
kadar air, dan yang lainnya.

Maksud tersebut dapat tercapai dengan pemilihan tanah bahan


timbunan, cara pemadatan , pemilihanmesin pemadat, dan jumlah
lintasan yang sesuai. Peristiwa bertambahnya berat volume kering
oleh beban dinamis disebut pemadatan. Ada perbedaan yang
mendasar antara peristiwa pemadatan dan peristiwa konsolidasi
tanah. Konsolidasi adalah pengurangan pelan-pelan volume pori yang
berakibat berambahnya berat volume kering akibat beban statis yang
bekerja dalam periode tertentu.

4.2 Pemadatan Tanah

Pada pemadatan timbunan tanah untuk jalan raya, dam tanah,


dan banyak struktur teknik lainnya, tanah yang lepas haruslah
dipadatkan untuk meningkatkan berat volumenya. Pemadatan tersebut
berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tanah, sehingga denagn
demikian meningkatkan daya dukung pondasi diatasnya. Pemadatan
juga dapat mengurangi besarnya penurunan tanah yang tidak
diinginkan dan meningkatkan kemampatan lereng timbunan.
63

A. Pemadatan dan Prinsip-prinsip Umum

Tingkat pemadatan tanah di ukur dari berat volume kering tanah


yang dipadatkan. Bila air ditambahkan kepada suatu tanah yang
sedang dipadatkan, air tersebut akan berfungsi sebagia unsur
pembasah pada partikel-partikel tanah. Untuk usaha pemadatan yang
sama, berat volume kering dari tanah akan naik bila kadar air dalam
tanah meningkat. Harap dicatat bahwa pada saat kadar air w = 0,
berat volume basah dari tanah adalah sama dengan berat volume
keringnya.

Bila kadar airnya ditingkatkan terus secara bertahap pada


usaha pemadatan yang sama, maka berat dari jumlah bahan padat
dalam tanah persatuan volume juga meningkat secar bertahapmpula.
Berat volume kering dari tanah pada kadar air dapat dinyatakan

Setelah mencapai kadar air tertentu w = w2, adanya


penambahan kadar air justru cenderung menurunkan berat volume
kering dari tanah. Hal ini disebabkan karena air tersebut kemudian
menempati ruang-ruang pori dalam tanah yang sebetulnya dapat
ditempati oleh partikel-partikel padat dari tanah. Kadar air dimana
harga berat volume kering maksimum tanah dicapai tersebut kadar air
optimim. Percobaan-percobaan di laboratorium yang umum dilakukan
untuk mendapatkan berat volume kering maksimum dan kadar air
optimum adalah proctor compaction (uji pemadatan Proctor).

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemadatan

Kadar air mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat


kemadatan yang dapat dicapai oleh suatu tanah. Disamping kadar air,
faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi pemadatan adalah jenis
tanah dan usaha pemadatan.

Lee dan Sedkamp (1972) telah mempelajari kurva-kurva


pemadatan dari 35 jenis tanah. Mereka menyimpulkan bahwa kurva
pemadatan tanah-tanah tersebut dapat dibedakan hanya menjadi
empat tipe umum. Dari kurva pemadatan untuk empat jenis tanah
(ASTM D-698) terlihat bahwa: Bila energi pemadatan bertambah,
harga berat volume kering maksimum tanah hasil pemadatan juga
64

bertambah, dan bila energi pemadatan bertambah, harga kadar air


optimum berkurang.

C. Uji protector Dimodifikasi

Dengan berkembangnya alat-alat penggilas berat yang


digunakan pada pemadatan dilapangan, uji proctor standart harus
dimodifikasi untuk dapat lebih mewakili kondisi lapangan. Uji proctor
yang dimodifikasi ini disebut Uji proctor Dimodifikasi. Energi
pemadatan yang dilakukan dalam uji dimodifikasi dapat dihitung
sebagi berikut:

= 56.250 ft-1b/ft3(≈2693,3 kJ/m3)

Karena energi pemadatannya lebih besar, uji proctor


dimodifikasi juga menghasilkan suatu harga berat volume kering
maksimum yang lebih besar. Peningkatan berat volume kering
maksimum ini disertai dengan penurunan kadar air optimum.

D. Spesifikasi ASTM dan AASHTO untuk Uji Pemadatan

Spesifikasi yang diberikan untuk uji Proctor menurut ASTM dan


AASHTO dengan volume cetakan sebesar 1/30 ft3 dn jumlah
tumbukan 25 kali per lapisan pada umumnya dipakai untuk tanah-
tanah berbutir halus yang lolos ayakan Amerika No. 4. Sebenarya,
pada masing-masing ukuran cetakan masih ada empat metode lain
yang disarankan, yang berbeda-beda menurut ukuran cetakan, jumlah
tumbukan perlapis, dan ukuran partikel tanah maksimum pada agregat
tanah yang dipadatkan.

E. Strutur dari Tanah Kohesi yang Dipadatkan

Lambe telah menyelidiki pengaruh pemadatan terhadap


struktur tanah lempung. Pada suatu kadar air tertentu, usaha
pemadatan yang lebih tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak
partikel-partikel lempung dengan orientasi yang sejajar, sehingga lebih
banyak struktur tanah yang terdispersi. Partikel-partikel tanah lebih
dekat satu sama lain dan dengan dirinya didapatkan berat volume
yang lebih tinggi. Penyelidikan yang dilakukan oleh Seed dan Chand
65

juga memberikan hasil yang serupa untuk tanah lempung kaolin yang
dipadatkan.

F. Pengaruh Pemadatan pada Sifat-sifat Tanah Berkohesi

Pemadatan menimbulkan perubahan-perubahan pada struktur


tanah berkohesi. Perubahan-perubahan tersebut meliputi perubahan
pada daya rembes, kemampumampatan, dan kekuatan tanah. Sifat-
sifat kemampumampatan satu dimensi tanah lempung yang
dipadatkan pada sisi kering dan sisi basah dari kadar optimum adalah
pada tekanan rendah, suatu tanah yang dipadatkan pada sisi basah
dari kadar optimum akan lebih mudah memampat dibanding tanah
yang dipadatkan pada sisi kering dari kadar air optimum. Kekuatan
tanah lempung yang dipadatkan umumnya berkurang dengan
bertambahnya kadar air. Harap diperhatikan bahwa kira-kira kadar air
optimum, terjadi penurunan kekuatan tanah yang besar.

4.3 Uji Pemadatan

Untuk menentukan hubungan kadar air dan berat volume, dan


untuk mengevaluasi tanah agar memenuhi syarat kepadatan, maka
pada umumnya dilakukan uji pemadatan :

Proctor (1933), telah mengamati bahwa ada hubungan yang


pasti anatra kadar air dan berat volume kering yang padat. Untuk
berbagai jenis tanah pada umumnya salah satu nilaii kadar air
optimum tertentu untuk mencapai berat volume kering maksimumnya.

Hubungan berat vlume kering (  d ) dengan berat volume


basah (  b)dan kadar air (w), Dinyatakan dalam persamaan:

b
d 
1 w

Berat volume kering setelah pemadatan tergantung pada jenis


tanah , kadar air, dan usaha yang diberikan oleh alat penumbuknya.
Karakteristik kepedatan tanah dapat dinilai dari pengujian standart
laboratorium yang disebut dengan alat uji Proctor.
66

Gambar 4.1 Tipikal Variasi Berat Kering Terhadap


kadar Air
67

4.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pemadatan

A. Pengaruh Macam Tanah

Macam tanah, seperti distribusi ukuran butir , bentuk butiran ,


berat jenis dan macam mineral lempung yang terdapat dalam tanah
sangat berpengaruh pada berat volume maksimum dan kadar air
optimumnya.

B. Pengaruh Usaha Pemadatan

Energi pemadatan per volume satuan (E), dinyatakan dalam


persamaan :

N b N i WH
E=
V

Dimana :
Nb = Jumlah pukulan per lapisan
Ni = Jumlah lapisan
W = Berat pemukul
H = Tinggi jatuh pemukul
V = Volume mould

4.5 Sifat-Sifat Tanah Lempung di Padatkan

Sifat-sifat teknis tanah lempung setelah pemadtan bergantung


pada cara atau usaha pemadatan ,macam tanah,dan kadar
airnya.Kering Optimum didefenisikan sebagai kadar air yang dari pada
kadar air optimumnya.Basah Optimum didefenisikan sebagai kadar air
yang lebih dari pada kadar air optimumnya.

4.6 Spesifikasi Pemadatan Tanah di Lapangan

Tujuan pemadatan adalah untuk memperoleh stabilitas tanah


dan memperbaiki sifat-sifat teknisnya. Olehkarna itu, sifat teknis
timbunan sangat penting di perhatikan, tidak hanya kadar air dan berat
volume keringnya.
68

Terdapat dua kategori spesifikasi untuk pekerjaan tanah :

1. Spesifikasi hasil akhir dari pemadatan


2. Spesifikasi untuk cara pemadatan

Untuk spesifikasi hasil akhir, kepadatan relative atau persen


kepadatan tertentu dispsifikasikan (Kepadatan Relatif : adalah nilai
banding dari berat volume kering dilapangan dengan berat volume
kering maksimum dilaboratorium menurut percobaan standar, seperti
Percobaan Standar Proctor atau Modeifikasi Proctor). Dalam
spesifikasi hasil akhir ( Banyak digunakan pada proyek-proyek jalan
raya dan pondasi bangunan).

Perlu diingat bahwa memadatkan tanah pada sisi basah


optimum (wet side of optimum), umumnya menghasilkan kuat geser
tanah hasil pemadatan lebih rendah bila dibandingkan dengan kadar
air pada sisi kering optimum (dry side of optimum), Sifat-sifat tanah
yang lain seperti permeabilitas dan potensi kembang susut juga
dipengaruhi oleh kadar air saat pemadatan. Karena itu, selain persen
kepadatan ditentukan, rentang kadar air tanah yang akan dipadatkan
sebaiknya juga ditentukan.

Untuk spesifikasi cara pemadatan, macam dan berat mesin


pemadat, jumlah lintasan serta ketebalan setiap lapisan juga
ditentukan. Hal ini banyak dipakai untuk proyek pengerjaan tanah yang
besar seperti bendungan.

4.7 Alat-Alat Pemadat dan Prosedur Pemadatan

Alat-alat pemadat

Macam alat penggilas (pemadat) yang akan dipakai


bergantung pada tipe tanah yang akan dipadatkan. Penggilas roda
halus atau roda drum (smooth wheel,smooth drum ruller) dapat
memadatkan tanah 100 % di bawah rodanya. Penggilas
PENEUMATIK, atau penggilas roda karet (pneumatic tire roller) dapat
menggilas 80% dari total area.Saat ini yang paling banyak dipakai
adalah penggilas kaki kambing (sheeps foot roller ).
69

Gambar 4.2 Steel Wheel and a Pneumatic Tire Roller Working


Side-by-Side.

Gambar 4.3 Used pneumatic tyre roller Sakai TS150


70

Gambar 4.4 Grader

4.8 Kontrol Kepadatan di Lapangan

Ada dua macam untuk mengontrol kepadatan tanah


dilapangan, yaitu dengan pemindahan tanah dan cara langsung.
71

Cara dengan pemindahan tanah :

1. Digali lubang pada permukaan tanah timbunan yang


dipadatkan
2. Ditentukan kadar airnya
3. Diukur volume dari tanah yang digali. Cara yang biasa dipakai
untuk ini adalah metode kerucut pasir (Sand Cone), dan balon
karet (rubber balon). Dalam cara kerucut pasir, pasir kering yang
telah diketahui berat volumenya dituangkan keluar lewat kerucut
pengukuran kedalam lubang permukaan tanah. Volume lubang
dapat ditentukan dari berat pasir dialam lubang dan berat volume
keringnya . Dalam cara balon karet, volume ditentukan secara
langsung dari pengembangan balon yang mengisi lubang galian.
4. Dihitung berat volume basah.Karna berat dari tanah yang digali
dapat ditentukan dan volumenya telah diperoleh dari butir. Maka
volume basah dapat ditentukan. Dengan kadar air yang telah
ditentuklan dalam labolatorium, berat volume kering dilapangan
dapat ditentukan.
5. Bandingkan berat volume kering lapangan dengan berat
volume kering maksimumnya, kemudian kepadatan relatifnya.

4.9 Pemadatan Tanah Organik

Adanya material organic didalam tanah cenderung mereduksi


kekuatan tanah. Karena itu,tanah –tanah yang mengandung bahan
organic sebaiknya tidak dipakai sebagai bahan timbunan. Kadar
organic (Organik Conten) , OC ,didefinisikan oleh Franklin dkk.(1973)
sebagi berikut :

OC =
0 0
Kehilangan berat oleh pemanasan oven dari105 sampai 400
0
Berat ker ing tan ah pada suhu105

Franklin dkk, melakukan penelitian di laboratorium untuk


meneliti pengaruh kandungan organic pada karakteristik tanah yang
dipadatkan.
72

4.10 Pemadatan Dalam (Deep Compaction)

a. Vibroflotation

Vibroflotation banyak dipakai untuk pemadatan tanah granular


(pasir) yang tebal dan longgar. Proses pemadatan dilakukan melalui
vibroflot atau unit pengetar (Vibrating unit), dengan panjang lebih
kurang 6 ft diameter 17 in.dan berat 4000 lb.Unit penggetar berupa
beban eksentris didalamnya dan dapat mengembangkan gaya-gaya
sentrifugal. Alat ini pentrasi kedalam tanah dengan kecepatan diantara
1 sampai 2 m/menit melalui semprotan air dan penggetaran. Pada
lokasi tertentu, vibroflot dapat melakukan penetrasi dengan kecepatan
5 – 8 per menit.

Proses Pemadatan Vibroflotation adalah sbb :

1. Vibroflot (Vibrating Unit), diturunkan dengan bantuan semprotan air


di bagian bawahnya.
2. Akibat berat sendiri vibriflot ditambah dengan semprotan air yang
menyebabkan kondisi pembuburan (quik condition), tanah , maka
tercipta lubang yang dapat dimasuki oleh vibroflot.
3. Tanah granuler (pasir), dimasukkan dari atas lubang (permukaan
tanah). Air dari pintu penyempot bawah dipindahkan ke bagian
penyemprot atas vibroflot, Air ini mendorong tanah urug (pasir), ke
bawah lubang.
4. Vibroflot perlahan-lahan ditarik bertahap keatas pada tiap 30 cm
dan dilakukan penggetaran selama lebih kurang 30-60 detik pada
tiap penarikan sambil dimasukkan tanah urug pasir. Proses ini
memadatkan tanah sehingga membentuk kolom-kolom padat pada
tingkat kepadatan tanah yang diinginan.

Zone tanah yang dapat dipadatkan , bergantung pada macam


vibroflotnya. Alat vibroflotation dapat digunakan dalam tanah kohesif
lunak dengan memasukkan kolom tanah granuler untuk menaikkan
kekuatan dan kekakuan tanah.
73

b. Pemadatan Dinamik

Pemadatan dinamik adalah suatau cara pemadatan dengan


menjatuhkan beban berat secara berulang-ulangdipermukaan tanah.
Berat beban dari 8 samapai 35 ton, dan tinggi jatuh variasi dari 7,5
sampai 30 m. tingkat kepadatan yang dapat dicapai bergantung
kepada beberapa faktor , seperti :

1. Berat beban (pemukul)


2. Tinggi jatuh beban
3. jarak titik jatuh pemberat

Leonard dkk, (1980) menyarankan persamaan kedalaman


tanah yang dapat dipadatkan (D) oleh pukulan sebagi berikut :

1
D = W hH
2

Dengan:
D = Kedalaman yang dapat dipadatkan (m)
Wh = Berat pemukul (ton)
H = Tinggi jatuh (m)

Chow dkk, (2000) menyarankan hubungan kedalaman lubang


dan energi kejut (Impact Energy) pada tingkat energi jenuh. Tingkat
enegi jenuh terjadi pada saat tambahan kedalaman akibat tumbukan
berikutnya tidak lebih dari 5% dari tumbukan awal. Jumlah tumbukan
aeal yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat energi jenuh ini kira-kira
10-15 pukulan. Persamaan yang disarankan oleh Chow dkk, (2000)
adalah sebagai berikut :

EB
De =  0,125 atau
31,2  0,39 B
74

EB
D =
5  0,075 E B

Dimana :

De = Kedalaman lubang (m)

EB = Energi kejut per pukulan (t.m)

D = Untuk kedalaman tanah yang dipadatkan

4.11 Perubahan Volume Akibat Pengembangan Tanah

A. Kembang Susut Tanah Lempung

Tanah-tanah yang banyak mengandung lempung mengalami


perubahan volume ketika kadar air berubah. Pengurangan kadar air
menyebabkan menyebabkan lempung menyusut, dan sebliknya bila
kadar air bertambah lempung mengembang. Drajat
pengembangannya bergantung pada beberapa faktor, seperti : tipe
dan jumlah mineral lempung yang ada di dalam tanah, luas spesifik
lempung, susunan tanah, konsentrasi garam dalam air pori, valensi
kation, sementasi, adanya bahan-bahan organic dan sebagainya.

Pengembangan lempung adalh hasil dari bertambahnya tebal


lapisan ion diffuse ketika ada air. Ion-ion monovalent exchangeable
sodium akan menyebabkan pengembangan yang lebih besar dari
pada ion-ion kalsium divalent.

Pengaruh susut pada tanah-tanah berbutir halus menjadi


masalah penting dalam masalah teknis. Retak akibat susut dapat
muncul secara local,jika tekanan kapiler melampaui kohesi atau kuat
tarik tanah. Retak-retak ini, bagian dari makrostruktur lempung dan
merupakan zone lemah yang secara signifikan mereduksi kekuatan
massa tanah secara keseluruhan, sehingga dapat mempengaruhi
stabilitas lereng lempung dan kapasitas dukung pondasi.
75

Pada umumnya pembangunan gedung dilaksanakan pada


musim panas. Bangunan yang menutup tanah mencegah penguapan
sehingga tanah dibawah bangunan bartambah kadar airnya oleh
akibat kapiler yang menyababkan tanah lempung mengembang. Jika
tekanan yang ditahan oleh bangunan kurang dari tekanan
pengembangan swelling pressure),maka permukaan tanah akan naik
dan akibatnya bangunan yang ada diatasnya rusak.

Besar dan nilai tekanan pengembangan bergantung pada


banyaknya mineral lempung didalam tanah. Tanah dengan susunan
random cenderung lebih mudah mengembang dari pada tanah dengan
susunan teratur. Kation-kation monovalent dalam lempung contohnya
sodium montmorillonite akan mengembang lebih besar dari pada
lempung divalent contohnya, kalsium montmorillonite.

B. Uji Pengembangan

Cara untuk menggambarkan sifat tanah ekspansif adalah potensi


pengembangan (Swell potential) yang umumnya diuji dengan
pengembangan. Uji pengembangan umumnya dilakukan pada cicin
besi berbentuk selinder. Snethen (1984) menyarankan definisi potensi
pengembangan sebagai berikut :

Potensi pengembangan adalah keseimbangan perubahan


volume vertical dengan menggunakan alat tipe konsolidometer,
dinyatakan dalam persen dari tinggi awal pada contoh tak
terganggu(undisturbed), dengan kadar air dan lepadatan dialam pada
kedudukan jenuh di bawah beban yang di ekivalen dengan tekanan
overburden di tempat.

4.12 PEMADATAN DI LAPANGAN

Hampir semua pemadatan di lapangan dilakukan dengan


penggilas. Jenis penggilas yang umum digunakan adalah:

- Penggilas besi berpermukaan halus


- Penggilas ban-karet (angin)
- Penggilas kaki kambing, dan
- Penggilas getar.
76

Penggilas besi berpermukaan halus cocok untuk meratakan


permukaan tanah dasar dan untuk pekerjaan penggilasan akhir pada
timbunan tanah pasir atau lempung.

Penggilas ban-karet dalam banyak hal lebih baik daripada


penggilas besi bermukaan halus. Penggilas ban-karet pada dasarnya
merupakan sebuah kereta bermuatan berat dan beroda karet yang
tersusun dalam beberapa baris yang berjarak dekat.

Penggilas kaki kambing adalah berupa selinder yang


mempunyai banyak kai-kaki yang menjulur ke luar dari drum. Alat ini
sangat efektif untuk memadatkan tanah lempung.

Penggilas getar sangat berfaedah untuk pemadatan tanah


berbutir (pasir, kerikil, dan sebaginya) alat getas apa saja dipasangkan
pada penggilas besi permukaan halus, penggilas ban-karet, atau pada
penggilas kaki kambing untuk menghasilkan getaran pada tanah.

A. Spesifikasi untuk Pemadatan di Lapangan

Pada hampir semua spesifikasi untuk pekerjaan tnah,


kontraktor diharuskan untuk mencapai suatu kepadatan lapangan
yang berupa berat volume kering sebesar 90 sampai 95% berat
volume kering maksimum tanah tersebut. Pada pemadatan tanah
berbutir, spesifikasi pemadatan kadang-kadang diberikan dalam
bentuk istilah kerapatan relatif Dr. Kepadatan relatif harap jangan
disamakan dengan pemadatan relatif.

Berdasarkan pengamatan terhadap 47 buah contoh tanah, Lee


dan Singh memberikan korelasi antara R dan Dr dari tanah berbutir:

R = 80 + 0,2Dr

B. Pemadatan Tanah Organik

Adanya bahan-bahan organik pada suatu tanah cenderung


mengurangi kekuatan tanah tersebut. Dibanyak hal pada umumnya,
tanah dengan kadar bahan organik yang tinggi tidak dipakai sebagai
tanah urug.. akan tapi, karena alasan-alasan ekonomis tertentu,
77

kadang-kadang tanah dengan kadar organik rendah terpaksa harus


dipakai dalam pemadatan. Kadar organik (OC) dari suatu tanah
didefinisikan sebagi berikut:

Pada penyelidikan yang dilakukan oleh Franklin, Orozco, dan


Semrau di laboratorium untuk menyelidiki pengaruh kadar organik
terhadap sifat komposisi tanah, dapat disimpulkan bahwa tanah
dengan kadar organik lebih tinggi dari10% adalah tidak baik untuk
pekerjaan pemadatan.

C. Penentu Berat Volume Akibat Pemadatan di Lapangan

Pada waktu pekerjaan pemadatan berlangsung, tentunya perlu


diketahui apakah berat volume yang ditentukan dalam spesifikasi
dapat dicapai atau tidak. Prosedur standar untuk menentukan berat
volume dilapangan akibat pemadatan adalah:

- Metode kerucut pasir


- Metode balon karet
- Penggunaan alat ukur kepadatan nuklir

Kerucut pasir terdiri atas sebuah botol plastik atau kaca


dengan sebuah kerucut logam dipasang diatasnya. Botol plastik dan
kerucut ini diisi dengan pasir ottawa kering bergradasi buruk. Di
lapangan, sebuah lubang kecil digali pada permukaan tanah yang
telah dipadatkan. Bila berat tanah basah yang digali dari lubang
tersebut dapat ditentkan dan kadar air dari tanah galian itu juga
diketahui. Setelah lubang tersebut digali, kerucut dengan botol berisi
pasir diletakkan di atas lubang itu.Pasirnya dibiarkan mengalir keluar
dari botol mengisi seluruh lubang dan kerucut. Sesudah itu, berat dari
tabung, kerucut, dan sisa pasir dalam botol ditimbang. Jadi,

Wc = W1 – W4

Dimana:

Wc= berat dari pasir yang mengisi lubang dan kerucut

volume dari lubang yang digali dapat ditentukan sebagai


78

berikut:

W1= berat pasir yang mengisi kerucut saja

W4= berat volume kering dari pasir ottawa

Harga-harga Wc dan ᵧd(pasir) ditentukan dengan kalibrasi yang


dilakukan dilaboratorium. Jadi berat volume kering hasil pemadatan
dilapangan sekarang dapat sitentukan sebagai berikut:

Prosedur pelaksanaan metode balon karet sama dengan


metode kerucut pasir, yaitu sebuah lubang uji digali dan tanah asli
diambil dari lubang tersebut dan ditimbang beratnya. Tetapi volume
lubang ditentukan dengan memasang balon karet yang berisi air pada
lubang tersebut. Air ini berasal dari suatu bejana yang sudah
terkalibrasi , sehingga volume air yang mengisi lubang ( sama dengan
volume lubang ) dapat langsung dibaca. Berat volume kering dari
tanah yang dipadatkan dapat ditentukan dengan persamaan diatas.

Alat ukur pemadatan nuklir sekarang telah digunakan pada


beberapa untuk menentukan berat volume kering dari tanah yang
dipadatkan. Alat ini dapat dioprasikan didalam sebuah lubang galian
atau permukaan tana.Alat ini dapat mengukur berat tanah basah
persatuan volumedan juga berat air yang ada pada suatu satuan
volume tanah.Berat volume kering dari tanah dapat ditentukan dengan
cara mengurangi berat basah tanah dengan cara mengutangi berat
basah tanah dengan barat air per satuan volume tanah.

D. Teknik-teknik Pemadatan khusus

Beberapa tipe teknik pemadaatan khusus akhir-akhir ini telah


dikembangkan, dan tipe-tipe khusus tersebut telah dilaksanakan di
lapangan untuk pekerjaan-pekerjaan pemadatan skala besar.
Diantaranya metode yang terkenal adalah pemadatan getar apung,
pemadatan dinamis, ledakan, pembebanan, dan pemompa air dari
dalam tanah.

E. Stabilisasi Tanah
79

Untuk mendapatkan kondisi tanah yang memenuhi spesifikasi


yang disyaratkan disebut stabilisasi tanah. Memperbaiki sifat - sifat
tanah dapat dilakukan dengan cara, yaitu cara pemadatan (secara
teknis ), mencampur dengan tanah lain, mencampur dengan semen,
kapur atau belerang (secara kimiawi ), pemanasan dengan temperatur
tinggi, dan lain sebagainya. Menurut Ingels dan Metcalf (1972 ), sifat-
sifat tanah yang diperbaiki dengan stabilisasi dapat meliputi :
kestabilan volume, kekuatan/daya dukung, permeabilitas, dan
kekekalan/keawetan.

Metode atau cara memperbaiki sifat-sifat tanah ini juga sangat


bergantung pada lama waktu pemeraman, hal ini disebabkan karena
didalam proses perbaikan sifat-sifat tanah terjadi proses kimia yang
dimana memerlukan waktu untuk zat kimia yang ada didalam aditif
untuk bereaksi. Pada penelitian ini peneliti mencoba Melakukan
stabilisasi tanah dengan menggunakan bahan aditif yaitu Abu Vulkanik
yang berasal dari aktivitas vulkanik gunung Merapi di daerah
Kaliurang, desa Jambu, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, dimana
komposisi kimia yang terkandung dalam Abu Merapi salah satunya
adalah silica (SiO2) yang merupakan unsur pembentuk utama dalam
pembuatan semen.

F. Stabilisasi Kimia

Menurut Bowless (1993), dalam bukunya Sifat-Sifat Fisis dan


Geoteknis (Mekanika Tanah) stabilisasi tanah dalam realisasinya tediri
dari salah satu atau gabungan pekerjaan- Pekerjaan berikut:

1. Mekanis, stabilisasi dengan berbagai macam alat mekanis seperti;


mesin gilas, benda-benda berat yang dijatuhkan (pounder),
peledakan dengan alat peledak, tekanan statis, pembekuan,
pemanasan, dll.
2. Bahan pencampur/tambahan (aditif) seperti; kerikil untuk kohesif
(lempung), lempung untuk tanah berbutir kasar, pencampur
kimiawi (semen portland, gamping/kapur, abu batu bara, semen
aspal, dll).

Reaksi kimia yang terjadi pada stabilisasi tanah dengan Semen


Portland Biasa yaitu :
80

1. Absorpsi Air dan Reaksi Pertukaran Ion.


2. Reaksi Pembentukan Silikat.
3. Reaksi Pozzolan.