Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

DESTILASI

Oleh :

1. ENUNG RATNENGSIH
2. INDRI INDRYATIN
3. NADIA RIZQI
4. NURHASANAH
5. AZIS MUSLIM FAUZI

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS AL-GHIFARI

BANDUNG

2016
BAB I

PRINSIP DAN TUJUAN

1.1 Prinsip
Berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada kesetimbangan (kecepatan penguapan =
kecepatan pengembunan),bersifat khas dan naik dengan kenaikan suhu.
1.2 Tujuan
Untuk memisahkan dan memurnikan zat cair melalui proses destilasi.
Untuk menentukan titik didih zat cair dengan cara destilasi.
BAB II

TEORI PENUNJANG

2.1 Destilasi adalah proses yang digunakan untuk memisahkan campuran fluida berdasarkan
titik didih yang diikuti oleh kondensasi. Data yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan
distilasi adalah data kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas. Bentuk dan sumber data
kesetimbangan antara fase liquid dan fase gas diantaranya dapat digambarkan dalam bentuk
kurva kesetimbangan atau diperoleh dengan cara eksperimen. Dua fasa dikatakan berada
dalam kesetimbangan jika temperatur, tekanan, dan potensial kimia dari masing-masing
komponen yang terlibat di kedua fasa bernilai sama (Ni Ketut, 2010).

2.2 Dasar proses destilasi adalah kesetimbangan senyawa volatil antara fasa cair dan fasa uap.
Bila zat non volatile dilarutkan kedalam suatu zat cair, maka tekanan uap zat cair tersebut
akan turun. Pada larutan yang mengandung dua komponen volatil yang dapat bercampur
sempurna, maka tekanan uap masingmasing komponen akan turun. Hukum Raoult
menyatakan bahwa tekanan uap masing-masing komponen berbanding langsung dengan
fraksi molnya.Pemisahan menggunakan destilasi sederhana seringkali tidak memuaskan
karena metode tersebut dikembangkan dengan menambahkan suatu kolom fraksinasi diantara
labu didih dan klaisen (still head) dalam perangkat alat distilasi. Pengaruh dari penambahan
kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisahan dari destilasi biasa
menjadi hanya satu pekerjaan (Anwar, 2010).

2.3 Prinsip destilasi adalah memisahkan zat-zat melalui perbedaan titik didih. Proses destilasi
ini menggunakan labu destilasi sebagai destilator, kompor listrik sebagai pemanas dan
erlenmeyer sebagai tempat hasil destilasi atau destilat. Cairan yang diembunkan kembali
disebut destilat. Penempatan posisi yang salah dapat menyebabkan uap cairan misalnya
etanol akan menempel pada termometer dan tidak melewati kondensor untuk melalui proses
pengembunan, tetapi akan kembali pada labu destilasi yang berisi campuran cairan.
Akibatnya, jumlah destilat yang diperoleh tidak maksimal. Tujuan destilasi adalah pemurnian
zat cair pada titik didihnya, dan memisahkan cairan tersebut dari zat padat yang terlarut atau
dari zat cair lainnya yang mempunyai perbedaan titik didih cairan murni (Ari, 2008).

2.4 Distilasi bertingkat atau distilasi fraksionasi berguna untuk memisahkan komponen utama
ber-dasarkan perbedaan titik didih. Minyak atsiri umum-nya tidak disuling pada tekanan
atmosfir tetapi dalam keadaan vakum, karena pada tekanan atmosfir dan suhu tinggi dapat
menyebabkan dekomposisi. Fungsi destilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-
komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya.
Destilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari
20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari destilasi
jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen
dalam minyak mentah. Jika uap-uap ini didinginkan (dikondensasi), maka konsentrasi etanol
dalam cairan yang dikondensasikan itu akan lebih tinggi dari pada dalam larutan aslinya.
Perbedaan destilasi fraksionasi dan destilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di
kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap
platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian destilat yang lebih dari
plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya (Egi, 2010).

2.5 Pemisahan dan pemurnian yang bertujuan untuk mendapatkan senyawa murni dari fraksi
yang ada.proses pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan metodde kromatografi kolom.
Sebelum pemisahan dan pemurnian dilakukan terlebih dahulu analisis dengan menggunakan
Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Analisis ini bertujuan untuk menentukan pelarut yang akan
digunakan pada saat pemisahan dengan kromatografi kolom. Pola kromatografi pada KLT
menunjukan pola pemisahan yang terjadi pada kromatografi kolom (Vina, 2010).

2.6 Salah satu cara pemisahan atau pemurnian komponen minyak adalah dengan distilasi
fraksional. Distilasi fraksinasi minyak atsiri adalah pemisahan komponen berdasarkan titik
didih dan berat molekulnya. Selama distilasi berlangsung baik suhu head, suhu flask, suhu
mantle cukup konstan, kecuali suhu heater sedikit berfluktuasi. Hal ini menunjukkan sistem
thermostat sangat baik, sedangkan suhu heater sedikit berfluktuasi dikarenakan heater adalah
sebagai sumber panas untuk menjaga kestabilan suhu sementara tekanan udara dalam labu
dan kolom sangat berfluktuasi. Fluktuasi tekanan inilah yang dimbangi oleh heater untuk
menstabilkan suhu flask dan head (Siti, 2010).
BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Cara Kerja

 Masukkan 50 ml methanol ke dalam labu destilasi yang bersih dan kering.


 Tambahkan 2 buah batu didih dan rangkai alat destilasi serta penampungnya.
 Panaskan cairan sampai mulai mendidih.
 Catat temperature ketika tetes distilat pertama diperoleh.
 Lanjutkan pemanasan secara perlahan ( tidak melebihi 2ml/menit).Dan catat
temperature destilasi selama proses destilasi ketika total destilat diperoleh 1,2,.3,4 ml
dst.
 Hentikan destilasi dan matikan api setelah cairan tersisa 1 ml.
 Catat temperature dari permulaan sampai akhir destilasi yang merupakan titik didih
yang teramati dan bandingkan literaturnya.
 Dari data yang diperoleh gambar grafik destilasi untuk methanol murni, dengan
temperature destilasi sebagai aksis vertical dan total volume destilat pada posisi aksis
horizontal.
3.2 ALAT

Alat-alat yang digunakan Fungsi


Digunakan sebagai wadah larutan yang
Labu Destilasi akan didestilasi

Kondensor Pendingin untuk proses pengembunan

Digunakan untuk memanaskan larutan


pada labu destilasi
Heater
Mantle

Digunakan untuk menampung destilat

Gelas
Kimia

Digunakan sebagai alat penunjang pada


rangkaian alat destilasi, berfungsi untuk
menjepit kondensor dan penghubung.

Statif & Klem

Digunakan untuk mengamati suhu


penguapan larutan
Termometer
3.3 Bahan
Bahan yang digunakan Sifat Fisik dan Kimia Kegunaan
- Titik Didih 78,3 0C Sebagai larutan
Alkohol (Metanol) - Densitas 0,79 g/mL sampel yang
- Larut dalam air ditentukan titik
- Berbau khas dan tajam didihnya
Ukuran kecil, bentuknya Digunakan untuk
tidak rata, dan berpori, yang mencegah
Batu Didih biasanya dimasukkan ke terjadinya letupan
dalam cairan yang sedang saat larutan
dipanaskan. Biasanya, batu dipanaskan
didih terbuat dari bahan
silika, kalsium karbonat,
porselen, maupun karbon.
Cairan bening tak berwarna, Digunakan untuk
O
Titik didih 100 C, titik membuat larutan
lebur 0 °C (273.15 K), sampel
Pelarut polar, merupakan ion
Aquadest
H+ yang berasosiasi dengan
OH-
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.2. Hasil Pengamatan

VOLUME WAKTU SUHU


Tetesan pertama 4:59 62 °C
1 ML 5:51 62 °C
2 ML 6:01 62 °C
3 ML 6:18 62 °C
4 ML 6:39 62 °C
5 ML 6:50 62 °C
6 ML 7:08 62 °C
7 ML 7:22 62 °C
8 ML 8:07 62 °C
9 ML 8:18 62 °C
10 ML 8:46 62 °C
11 ML 9:06 62 °C
12 ML 9:34 62 °C
13 ML 9:58 62 °C
14 ML 10:19 62 °C
15 ML 10:41 62 °C
16 ML 11:01 62 °C
17 ML 11:12 62 °C
18 ML 11:57 62 °C
19 ML 12:20 62 °C
20 ML 12:46 62 °C
21 ML 13:05 62 °C
22 ML 13:27 62,1 ° C
23 ML 13:50 62,1 ° C
24 ML 14:08 62,5 ° C
25 ML 14:27 62,5 ° C
26 ML 15:11 62,5 ° C
27 ML 15:27 62,5 ° C
28 ML 15:46 62,5 ° C
29 ML 15:55 62,5 ° C
30 ML 16:11 62,7 ° C
31 ML 16:28 62,8 ° C
32 ML 16:55 62,8 ° C
33 ML 17:15 62,8 ° C
34 ML 17:36 62,8 ° C
35 ML 17:54 63 ° C
36 ML 18:19 63 ° C
37 ML 18:43 63 ° C
38 ML 19:02 63 ° C
39 ML 19:24 63,1 ° C
40 ML 19:41 63,5 ° C
41 ML 20:07 64 ° C
42 ML 20:23 64 ° C

GRAFIK DESTILASI UNTUK METHANOL MURNI


BAB V
PEMBAHASAN

Dari 4 jenis destilasi, kami melakukan percobaan destilasi sederhana. Destilasi sederhana
adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair lain dengan
perbedaan titik didih cukup besar, sehingga zat pencemar/pengotor akan tertinggal sebagai
residu.

Pada percobaan destilasi ini kami menggunakan sampel methanol. Methanol tidak bisa
dibiarkan dalam keadaan terbuka, karna mudah menguap. Lalu pada percobaan ini kita
menggunakan batu didih yang bertujuan untuk tidak terjadi letupan dan untuk meratakan
panas. Dalam percobaan ini suhu pada waktu terjadi tetesan pertama yaitu350 C volume 1
tetes. Suhu konstan terjadi beberapa saat setelah tetesan pertama hingga suhu berada dalam
keadaan konstan yaitu 620 C. Kecepatan untuk memperoleh hasil pemisahan yang baik adalah
0.22 mL/menit,karena pada kecepatan tersebut suhu yang didapatkan pada proses destilasi
dalam keadaan konstan.

Berdasarkan litetur titik didih methanol 64,70 C pada pemanasan kondensor, air masuk
berada di bawah dan air keluar berada di atas. Ini dikarenakan uap air melalui kondensor akan
menjadi cairan sehingga dapat ditampung sebagai hasil destilasi. Satu hal lagi yang harus
diketahui bahwa ikatan hydrogen mempengaruhi cepat atau lambatnya proses destilasi bagi
senyawa yang menggunakan ikatan hydrogen seperti methanol akan berlangsung lambat.
Secara organoleptis, pada tetesan pertama destilasi berupa cairan yang dimungkinkan
methanol.
BAB VI

KESIMPULAN DAN TUGAS PERTANYAAN

6.1 Kesimpulan

Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan


bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) ba
han atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik di
dih.

Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat
cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar, sehingga zat pencemar/pengotor akan
tertinggal sebagai residu.

Prinsip destilasi adalah penguapan cairan dan pengembunan kembali uap tersebut pada suhu
titik didih. Titik didih suatu cairan adalah suhu dimana tekanan uapnya sama dengan tekanan
atmosfer. Cairan yang diembunkan kembali disebut destilat.

Destilasi mempunyai peranan yang sangat banyak dalam kehidupan manusia. Destilasi adalah
kunci utama dalam pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Minyak bumi dipisahkan menjadi
fraksi-fraksi tertentu didasarkan pada perbedaan titik didi.
PERTANYAAN

1. Berdasarkan grafik yang saudara buat, tentukan kecepatan destilasi (mL/menit)!


Berapa kecepatan untuk memperoleh hasil pemisahan yang baik?
2. Pada temperatur berapa cairan yang dipisahkan terdestilasi? Bandingkan dengan
literatur!
3. Berikan masing-masing 2 contoh campuran senyawa yang dapat dipisahkan secara
destilasi sederhana, destilasi terfraksi, destilasi vakum dan destilasi uap

JAWABAN

1. Kecepatan = 2/9.14 = 0.22 mL/menit


2. Pada temperature 35 0 C
3. a. destilasi sederhana : alcohol, methanol
b. destilasi terfraksi : bensin, minyak mentah,gas
c. destilasi vakum : cairan –cairan organic yang terurai pada atau dibawah titik didih
normalnya
d. destilasi uap : minyak eucalyptus , minyak sitrus
DAFTAR PUSTAKA

http://hilyatussaa.blogspot.co.id/2016/02/laporan-kimia-organik-destilasi.html
diakses tanggal 20 februari 2016