Anda di halaman 1dari 3

Reyna Aurellia / 1718100308 / 11 SB 1

KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL

Kebijakan moneter merupakan proses mengelola persediaan uang sebuah negara untuk
mencapai tujuan tertentu seperti mengontrol inflasi, meningkatkan kesempatan kerja atau
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari dikeluarkannya kebijakan moneter
adalah untuk mencapai kondisi ekonomi yang stabil. Kebijakan moneter tidak bersifat statis
tetapi dinamis karena harus selalu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perekonomian
suatu negara. Tujuan ini mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain namun sangat
sulit untuk dicapai secara bersamaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank Indonesia pada
tahun 2005 menerapkan kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan
moneter atau inflation targeting framework. Kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi
yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengarahkan dan mengelola kondisi perekonomian
negara untuk menjadi lebih baik atau menjadi lebih produktif dari sebelumnya. Kebijakan ini
dilakukan dengan cara mengubah pola penerimaan berupa pajak dan pengeluaran negara yang
dilakukan oleh pemerintah. kebijakan ini berbeda dengan kebijakan moneter, walaupun mereka
mempunyai tujuan yang sama (memperbaiki kondisi perekonomian). Kebijakan fiskal
merupakan kebijakan untuk mengatur dan mengelola perekonomian, pendapatan serta
pengeluaran negara melalui tingkat pajak dan belanja negara. Sedangkan kebijakan moneter
merupakan kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga.
Dari kedua kebijakan tersebut yang telah dijelaskan diatas, Indonesia sendiri
menggunakan kebijakan moneter dan sudah dirumuskan dalam UU No 3 tahun 2004 yang
dikatakan bahwa kebijakan moneter adalah kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh
Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang dilakukan adalah
melalui pengendalian jumlah uang beredar dan suku bunga. Dalam berita yang saya ambil
mengenai “ Sri Mulyani siapkan kebijakan fiskal kurangi sampah plastik “ dikatakan bahwa
para pengusaha ritel telah bersepakat untuk tidak lagi menggratiskan kantong plastik kepada
konsumen. Sehingga konsumen setiap berbelanja akan dikenai biaya Rp 200 jika memakai
kantong plastik dari toko. Kebijakan ini bukan pertama kalinya dibuat, namun pada tahun 2006
kebijakan ini sempat pernah diterapkan namun tidak bertahan lama karena adanya pro dan
kontra serta dinilai tidak efektif. Padahal tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi
sampah plastik. Hal ini ditanggapi oleh Sri Mulyani karena menurutnya hal ini merupakan hal
yang serius untuk Indonesia dan ia juga mendukung dengan adanya langkah seperti ini. Ia juga
Reyna Aurellia / 1718100308 / 11 SB 1

mengatakan akan mendorong hal itu dengan menerapkan kebijakan fiskal dalam masalah
mengurangi menggunakan plastik.

Pendapat saya mengenai berita yang dijelaskan di atas, saya setuju karena dengan
pendapat dan dengan apa yang dikatakan oleh Sri Mulyani. Kebijakan ini menurut saya sangat
efektif karena untuk membiasakan masyarakat Indonesia untuk go green dengan cara
mengurangi penggunaan kantong plastik. Di samping itu sampah plastik akan mengancam
kesehatan dan keseimbangan lingkungan. Indonesia sendiri merupakan penghasil sampah
plastik terbanyak di dunia (peringkat kedua).

Dengan adanya keseimbangan kebijakan fiskal yang dibentuk dan didukung oleh Sri
Mulyani akan membantu Indonesia menjadi negara yang akan lebih baik lagi dari sebelumnya.
Walaupun banyak pro kontra dalam kebijakan ini, namun dampak dari hal ini akan sangat
berdampak bagi negara ini dalam mengurangi sampah plastik di Indonesia. Produksi sampah
plastik memang sulit untuk dihentikan namun sangat mungkin untuk dikurangi terutama
dengan mengubah kebiasaan kecil di rumah. Perubahan kecil dalam kehidupan sehari–hari
akan sangat bisa mengurangi jumlah sampah plastik. Maka dari itu mulailah kebiasaan–
kebiasaan yang akan berpengaruh dalam mengurangi sampah plastik.
Reyna Aurellia / 1718100308 / 11 SB 1