Anda di halaman 1dari 14

YAYASAN KESEJAHTERAAN WARGA KESEHATAN (YKWK)

SINGARAJA – BALI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BULELENG
Program Studi : S1 Keperawatan, D3 KebidanandanProfesiNers, TERAKREDITASI
Office :Jln. Raya Air Sanih Km. 11 BungkulanSingaraja – Bali Telp. (0362) 3435034, Fax (0362) 3435033
Web : stikesbuleleng.ac.id email : stikesbuleleng@gmail.com

SATUAN ACARA PENYULUHAN


OBESITAS
Masalah : Obesitas
Pokok Bahasan : Obesitas
Sub Pokok Bahasan :
1. Menjelaskan pengertian obesitas
2. Menjelaskan tentang penyebab obesitas
3. Menjelaskan manifestasiklinis pada penderita obesitas
4. Menjelaskan cara mencegah obesitas pada anak
Sasaran : Masyarakat Desa Bungkulan
Materi : Terlampir
Waktu : 45 menit (1x45 menit)
Hari/ Tanggal: 17 Desember 2018
Tempat : Balai Desa Bungkulan
Pembicara : Mahasiswa STIKES Buleleng
1. Latar Belakang
Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuh
an fital bagisemua makhluk hidup, mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang
buruk bagi tubuh tiga kali sehariselama puluhan tahun akan menjadi racun
yang menyebabkan penyakit dikemudian hari
Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ada sistem yang berperan di
dalamnya yaitu sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan
dan organ asesoris, saluran pencernaan dimulaidari mulut sampai usu halus
bagian distal. Sedangkan organ asesoris terdiri dari hati, kantongempedu dan
pankreas.
Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena apabila tidak ada nutr
isi maka gizidalam tubuh kita. Sehingga bisa menyebabkan penyakit / terkena
gizi buruk oleh karena itu kitaharus memperbanyak nutrisi.
2. Tujuan
 Tujuan Umum
Setelah mengikuti proses penyuluhan di harapkan masyarakat
dapat memahami penyakit Obesitas tentang bagimana tanda dan gejala
serta pencgahan dan pngobatannya.
 Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit diharapkan sasaran
dapat:
1. Sasaran mampu menjelaskan pengertian obesitas
2. Sasaran mengetahui penyebab obesitas
3. Sasaran mengetahui manifestasiklinis obesitas
4. Sasaran mengetahui cara mencegah obesitas pada anak
3. Metode
Penyuluhan (ceramah dan siskusi)
4. Media
Leaflet

5. Struktur Penyuluhan
a. Penanggung Jawab
b. Leader
c. Koleader
d. Fasilitator
e. Observer
6. Setting Tempat
7. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Klien
1. 5 menit Pembukaan Menjawab Salam
Memberi salam Mendengarkan dan memperhatikan
Memperkenalkan diri Mendengarkan dan memperhatikan
Menjelaskan kontrak: Mendengarkan dan memperhatikan
(waktu, topic, tempat, serta
tujuan penyuluhan)

2 15 mnit Pelaksanaan Mengemukakan pendapat


Mengkaji pengtahuan Mendengarkan dan memprhatikan
masyarakat tentang Obesitas
Menjelaskan penyebab Mendengarkan dan memprhatikan
Obesitas Mendengarkan dan memprhatikan
Menjelaskan manifestasi
klinis obesitas Mendengarkan dan memprhatikan
Menjelaskan pencegahan
obesitas Mendengarkan dan memprhatikan
3 10 menit Penutup Menyimpulkan materi
Menyimpulkan materi Menjawab salam
bersama masyarakat
Melakukan evaluasi
Menutup penyuluhan dan
member salam

8. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi struktur:

Masyarakat sasaran penyuluhan ikut dalam kegiatan penyuluhan.


Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Posyandu

b. Evaluasi proses:

Masyarakat antusias terhadap materi penyuluhan.


Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).

c. Evaluasi hasil:

Masyarakat mengerti tentang Obesitas dan mampu menjelaskan ulang


tentang:
1. Pengertian Obesitas

2. Penyebab Obesitas
3. Manifestasiklinis Obesitas
4. Cara mencegah Obesitas

Singaraja, 1 Desember 2018

Sekertaris Ketua Kelompok

Gede Bayu Udayana Kadek Eri Wardiana

17089014016 17089014033

Clinical Teacher (CT)


Kepala Desa Bungkulan
STIKes Buleleng
Mengetahui,

Ns.Mochamad Heri,S.Kep.,M.Kep
Ketut Kusuma Ardhana, ST
0827068801
MATERI PENYULUHAN
OBESITAS
1. Definisi
Obesitas adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan
ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh.
Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang
berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Kelebihan berat badan pada
anak yang tidak wajar saat seumuran balita yang
disebabkan menumpuknya kadar lemak yang tidak sedikit. Orang tua pasti tidak
menyadari bahwa di tubuh anak mereka yang gemuk sudah mengancam kesehatan
anak tersebut.
Namun tidak semua anak yang gemuk dikategorikan sebagai anak yang
memiliki obesitas. Banyak juga anak yang memiliki kerangka tubuh lebih
besar dari rata-rata, selain itu juga memiliki kadar lemak yang lebih tinggi
pada masa pertumbuhanya. Jadi akan kelihata seperti anak yangmemiliki
obesitas. Perlu diketahui obesitas pada anak tidak bisa dilihat dariukuran
badan anak tersebut. Dalam hali ini dokter berperan penting untuk memeriksa
apakah anak itu termasuk anak yang memiliki obesitas (Klein, 2010).
Untuk menegakkan diagnosis obesitas, harus ditemukan gejala klinis
obesitas yang disokong oleh temuan antropometri yang jauh di atas normal.
Pemeriksaan antropometri yang sering digunakan adalah berat badan terhadap
tinggi badan, berat badan teradap umur, indeksmasa tubuh (IMT) body massa
indeks (BMI), dan tebal lipatan kulit.
2. Etiologi
Obesitas dapat di sebabkan oleh beberapa faktor antara lain pola
makan, keturunan, aktivitas, umur, pola pikir dan konsentrasi intake makanan,
obat-obatan dan faktor kesehatan. Berikut penjelasannya.
 Kebiasaan Makan yang Buruk :
Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-
bijian (grains) dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun
makanan kemasan, memiliki kecenderungan untuk memiliki berat
berlebih karena makanan tersebut merupakan makanan yang tinggi
lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang rendah (Gusmiati, 2011).
 Faktor keturunan :
Obesitas bisa diturunkan oleh orang tua. Jadi seorang anak yang
memiliki orang tua atau keluarga yang mengalami obesitas
juga berpotensi untuk mengalami hal sama. Tetapi perlu Anda ketahui
bahwa faktor keturunan tidak lantas membuat seseorang memiliki berat b
erlebih. Hal ini akan muncul jika si anak mengkonsumsi kalori berlebih
dari jumlah yang seharusnya ia konsumsi.
 Tidak Aktif Secara Fisik :
Teknologi modern banyak memaksa anak-anak kita untuk lebih
banyak duduk diam menghabiskan waktu mereka di depan layar computer
maupun televise sehingga mereka tidak banyak bergerak. Jika konsumsi
kalori dan lemak mereka berlebih padahal tubuh tidak membakarnya,
maka obesitas pada anak akan terjadi pada mereka (Dewi MR, 2013)
 Umur :
Obesitas dapat terjadi pada seluruh golongan umur. Baik pada anak-
anak sampai pada orang dewasa Obesitas dapat terjadi pada balita
ketika dalam tubuhnya terjadi ketidakseimbangan antara konsumsi
kalori dan kebutuhan energy, dimana konsumsi kalori (energy intake)
terlalu banyak dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energy
(energy expenditure). Dalam hal ini asupan energi yang berlebihan tanpa
diimbangi aktivitas fisik rata-rata per hari yang seimbang maka akan
mempermudah terjadinya kegemukan atau obesitas pada seorang balita
(AN, 2010).
 Terlalu cepat memberi makanan padat saat bayi :
Jika memberi makanan terlalu banyak kepada anak, baik itu ASI atau
susu formula ataupun makanan padat, itu akan mengakibatkan terlalu
banyak kalori yang diterima anak, dan mereka akan belajar makan terlalu
banyak. Bayi yang minum susu formula, bukan ASI$, berisiko mengalami
obesitas jika memulai makanan padat terlalu cepat.
 Faktor perkembangan :
Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya)
menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh.
Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-
kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan
dengan orang yang berat badannya normal. Jumlah sel-sel lemak tidak
dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan
dengan cara mengurangi jumlah lemak didalam setiap sel (IH. Nurul,
2009)
 Pemberian antibiotik :
Tidak bisa sembarangan memberi antibiotik pada bayi yang ternyata
memiliki efek samping. Sebuah penelitian menemukan, member
antibiotik pada bayi yang berumur di bawah 6 bulan dapat membuat
mereka menjadi anak gemuk.
3. Patofisiologi
Terjadinya obesitas menurut jumlah sel lemak, adalah sebagai berikut :
1. Jumlah sel lemak normal, tetapi terjadi hipertrofi / pembesaran.
2. Jumlah sel lemak meningkat / hiperplasi dan juga terjadi hipertrofi.
Penambahan dan pembesaran jumlah sel lemak paling cepat pada masa
anak-anak dan mencapai puncaknya pada masa meningkat dewasa. Setelah
masa dewasa tidak akan terjadi penambahan jumlah sel, tetapi hanya terjadi
pembesaran sel. Obesitas yang terjadi pada masa anak selain hiperplasi
juga terjadi hipertrofi. Sedangkan obesitas yang terjadi setelah masa dewasa
pada umumnya hanya terjadi hipertrofi pada sel lemak.
Obesitas pada anak terjadi kalau intake kalori berlebihan, terutama pada
tahun pertama kehidupan. Rangsangan untuk meningkatkan jumlah sel terus
berlanjut sampai dewasa,setelah itu terjadi pembesaran sel saja. Sehingga
kalau terjadi penurunan berat badan setelah masa dewasa, bukan karena
jumlah sel lemaknya yang berkurang tetapi besarnya sel yang
berkurang.Disamping itu, pada penderita obesitas juga menjadi resisten
terhadap hormone insulin,sehingga kadar insulin dalam peredaran darah akan
meningkat. Insulin berfungsi untukmenurunkan lipolisis dan meningkatkan
pembentukan jaringan lemak.
4. Manifestasiklonis
Obesitas dapat terjadi pada semua golongan umur, akan tetapi pada
anak biasanya timbul menjelang remaja dan dalam masa remaja terutama anak
wanita, selain berat badan meningkat dengan pesat, juga pertumbuhan dan
perkembangan lebih cepat (ternyata jika periksa usia tulangnya), sehingga
pada akhirnya remaja yang cepat tumbuh dan matang itu akan mempunyai
tinggi badan yang relative rendah dibandingkan dengan anak yang sebayanya.

Bentuk tubuh, penampilan dan raut muka penderita obesitas :

a. Paha tampak besar, terutama pada bagian proximal, tangan relatif


kecil dengan jari – jari yang berbentuk runcing.
b. Kelainan emosi raut muka, hidung dan mulut relatif tampak kecil
dengan dagu yang berbentuk ganda.
c. Dada dan payudara membesar, bentuk payudara mirip dengan
payudara yang telah tumbuh pada anak pria keadaan demikian
menimbulkan perasaan yang kurang menyenangkan.
d. Abdomen, membuncit dan menggantung serupa dengan bentuk
bandul lonceng, kadang – kadang terdapat strie putih atau ungu.
e. Lengan atas membesar, pada pembesaran lengan atas ditemukan
biasanya pada biseb dan trisebnya.

Pada penderita sering ditemukan gejala gangguan emosi yang


mungkin merupakan penyebab atau keadaan dari obesitas. Penimbunan lemak
yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan
paru - paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun
penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa
terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk
sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering
merasa ngantuk.

Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri


punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul,
lutut dan pergelangan kaki). Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit.
Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif
lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak
dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.
Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan)
di daerah tungkai dan pergelangan kaki.
5. Penatalaksanaan
1. Tujuan
Tujuan utama tata laksana obesitas pada anak dan remaja adalah
menyadarkan tentang pola makan yang berlebihan dan aktivitas yang
kurang serta memberikan motivasi untuk memodifikasi perilaku anak dan
orang tua. Tujuan jangka panjang adalah perubahan gaya hidup yang
menetap.
2. Pengaturan Makanan
a. Pada bayi.
 Sebaiknya diberikan ASI eksklusif, bila menggunakan susu
formula perhatikan takaran dan volume pemberian susu.
 Makanan padat tidak boleh diberikan kurang dari 4 bulan; bayi
mulai diperkenalkan minum dengan cangkir umur 7 -8 bulan,
botol mulai dihilangkan umur 1 tahun.
 Pemberian sayur dan buah jangan sampai terputus.
b. Anak usia pra sekolah (1 - 3 th).
 Hindari makan gorengan (krupuk, keripik, dll) dan penambahan
lemak untuk memasak. (mi sal : santan, minyak, margarine)
 Pilih daging yang tidak berlemak.
 Lebih baik gunakan margarine, keju yang rendah lemak
 Hindari penambahan gula pada makanan dan minuman, pemanis
buatan (mis : aspartame) bisa digunakan bila perlu.
 Hindari coklat, permen, cake, biskuit, kue kue dan makanan lain
sejenis.
 Berikan sayuran setiap makan dan buah untuk makanan selingan.
 Gunakan susu rendah lemak atau tanpa lemak.
Pada usia ini (0 - 3 th) tidak perlu diberikan pengurangan
kalori dari kebutuhannya, bayi/anak akan mengalami penurunan
BB secara spontan sesuai dengan pertumbuhannnya.
Pengurangan kalori dibawah kebutuhan jika tidak dirancang
dengan baik dapat menimbulkan defisiensi zat gizi yang
mungkin dapat menghambat tumbuh kembang anak yang masih
pesat terutama tumbuh kembang otak.
c. Anak usia sekolah (4 - 6 th).
Hal hal yang dianjurkan sama dengan anak usia pra sekolah.
Energi diberikan sesuai kebutuhan. Dalam keadaan yang terpaksa,
misal pernafasan terganggu, susah bergerak diberikan pengurangan
kalori dengan pengawasan yang ketat.
d. Anak usia remaja
Target penurunan berat badan dapat direncanakan setiap
kunjungan, biasanya 1 - 2 kg/ bulan. Penurunan asupan kalori
diberikan bertahap sekitar 300 - 500 Kalori dari asupan makanan
sehari-hari . Penurunan berat badan tidak perlu menghilangkan
seluruh kelebihan berat abdan karena pertumbuhan linier masih
berlangsung, penurunan berat badan cukup sampai berat badan
berada 20 % diatas berat badan ideal.
3. Modifikasi Perilaku
 Monitor diri sendiri, anak dilatih untuk memonitor asupan makan dan
aktivitas fisik, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak
dan keluarga terhadap gizi dan kegiatan fisik
 Stimulus kontrol, bermacam macam kejadian yang memicu
keinginan makan atau makan berlebihan, contoh : makan sambil
menonton TV, Makanan dihidangkan di meja. Strategi: TV tidak
dipasang di kamar makan, makanan disimpan di lemari untuk
meminimalkan penglihatan terhadap makanan.
 Perubahan perilaku, contoh: kebiasaan makan cepat dirubah perlahan
lahan, mengontrol besar porsi sehingga merasa puas dengan besar
porsi sedang dan meminimalkan snack.
 Memberikan imbalan apabila anak berhasil menurunkan berat badan.
 Tehnik perilaku kognitif, yaitu mengembangkan teknik pemecahan
masalah, seperti merencanakan untuk situasi dengan resiko tinggi,
misal pada waktu liburan, atau pesta/ pertemuan untuk menekankan
agar tidak makan berlebihan.
4. Aktifitas Fisik dan Olahraga
 Frekuensi olah raga 3-5 kali per minggu.
 Lama olah raga, pemanasan 15 menit, ditambah 30-40 menit.
 jenis olah raga : jalan, berenang.
 sesuai dengan hobi anak, tennis, menari, basket, dll.
 menambah kegiatan/aktifitas fisik, misal berangkat sekolah jalan
kaki, lebih baik naik tanga dari pada menggunakan lift.
 mengurangi aktifitas yang pasif, misal menonton TV, bermain
videogame, membaca buku, dll. (maksimal 2 jam sehari).
5. Partisipasi Orang Tua
Orang tua adalah contoh yang terbaik bagi anak.Sekurang
kurangnya salah satu orang tua ikut secara intesif dalam program
perawatan anak.Penelitian menapatkan bahwa kelompok anak yang orang
tua ikut berpartisipasi, berat badannya turun lebih banyak dan tetap stabil.
6. Cara mencegah Obesitas pada anak
 Dengan membatasi minuman dan makan yang mengandung kadar
kalori dan gula yang tinggi,seperti coklat,minuman bersoda,biskuit,kue
dan es krim. Dengan mengganti buah- buahan dan sayur-sayuran
seperti jus buah,agar-agar,kripik sayur dan susu rendah lemak.
 Jika anda masak sendiri,usahakan untuk dibakar atau dikukus.
Ayam,ikan,sosis, dengan cara ini makanan anda akan terlihat enak
namun juga rendah lemak.
 Dengan perilaku makan orang tua dapat ditiru oleh anaknya,jadi
biasakan member contoh yang baik pada anak anda dengan cara
makan anda sendiri.
 Mengajarkan anak untuk makan lebih lambat dan menikmatinya,
karena makan dengan pelan cenderung akan membuat anak akan
merasa lebih cepat kenyang dan tidak akan makan berlebihan.
 Melakukan makan bersama secara keluarga sesering mungkin.
 Makanan cepat saji sangat tidak baik untuk di konsumsi secara
berlebihan.jadi jangan jadikan makanan cepat saji sebagai rutin
mingguan.
 Makan sambil beraktifitas jangan biarkan anak anda makan makanan
ringansambil,menonton tv,juga saat melakukan pekerjaan rumah.
 Ingatkan pada anak anda untuk selalu memilih makan yang
sehat,misalnya pada saatmembeli makanan diluar.contoh:lebih
memilih gado-gado dari pada membeli satekambing.
 Berikan batasan waktu anak anda untuk menonton tv dan
bermain komputer.melatih anakuntuk melakukan kegiatan fisik selama
60 menit setiap hari.
 Melakukan acara olahraga keluarga seperti jalan kaki,bulu tangkis naik
sepeda bisa juga berenang.
 Mendorong anak untuk berjalan kaki atau bersepeda pada saat
bersekolah ke toko.
DAFTAR PUSTAKA

Rasyid, A. 2015. Gangguan Dalam Kebutuhan Nutrisi Dan Gangguan Fungsi


Gastrointestinal. Diakses dari
(https://www.scribd.com/document/335468168/Makalah-Gangguan-
Dalam-Kebutuhan-Nutrisi-Dan-Gangguan-Fungsi-Gastrointestinal) pada
tanggal 2 Desember 2018.

Ira. 2015. Obesitas pada Anak. Diakses dari


(https://www.scribd.com/doc/314331893/Obesitas-Pada-Anak) pada tanggal
2 Desember 2018.
Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Obesitas

Oleh :

1. Ketut Agus Sudiyasa 17089014002


2. Dewa Gede Alit Teja Adnyana 17089014004
3. Gede Bayu Udayana 17089014016
4. I Made Diandika Bayu Sagitha 17089014026
5. Kadek Eri Wardiana 17089014031

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng


S1 Ilmu Keperawatan
2018