Anda di halaman 1dari 4

1.

2.

3.

BIOLOGI

PERSIAPAN UJIAN NASIONAL 1

Fenomena kematian ikan secara massal di suatu perairan pantai yang disertai perubahan fisik air laut menjadi kemerahan dan kemunculan organisme bersel tunggal yang melimpah merupakan masalah yang harus dipecahkan oleh ahli biologi. Penanganan masalah tersebut melibatkan objek biologi dengan pendekatan cabang ilmu dan tingkat organisasi biologi

4.

Padi,

dijadikan ke. dalam satu kelompok karena

anggrek

jagung,

jahe,

lengkuas,

dan

memiliki

(A)

akar serabut

(B)

tulang daun menyirip

(C)

batang bercabang

(D)

kelipatan bunga 4 dan 5

(E)

biji berkeping dua

(A)

iktiologi-populasi

(B)

toksikologi-populasi

(C)

fisiologi-komunitas

5. Pelestarian keanekaragaman hayati dapat kita upayakan baik secara individual maupun oleh pemerintah. Upaya manusia yang dapat meningkatkan kelestarian sumber daya alam hayati adalah

(D) sitologi-sel (E) ekologi-individu Manakah hubungan yang sesuai antara bakteri dan perannya? (A) intensifikasi
(D)
sitologi-sel
(E)
ekologi-individu
Manakah hubungan yang sesuai antara
bakteri dan perannya?
(A)
intensifikasi pertanian
(B)
pertanian monokultur
(A)
Penicillium notatum : menghasilkan keju
(C)
ekstensifikasi pertanian
(B)
Methanobacterium : menghasilkan biogas
(D)
diversifikasi pertanian
(C)
Acetobacter: pembuatan yoghurt
(E)
perladangan berpindah
(D)
Rhizobium: menghasilkan toksin
(E)
Lactobacillus casei : pembuatan asam cuka
6. Berikut ini adalah ciri tumbuhan berbiji:
1. Bakal biji tidak dilindungi daun buah
Perhatikan
gambar
Protista
mirip
hewan
2. Termasuk tumbuhan kormus
berikut!
3. Bakal biji tersusun dalam strobilus
4. Organ reproduktif berupa bunga
Ciri
khas
Gymnospermae
yang
membedakannya
dengan
Angiospermae
adalah …
(A)
1 dan 2
(D) 2 dan 4
(B)
1 dan 3
(E)
3 dan 4
(C)
2 dan 3
7. Cacing hati dalam daur hidupnya memiliki
dua hospes, yaitu hewan herbivora dan siput
golongan Limnea. Telur yang keluar bersama
feses dari hewan herbivora akan menjadi

Hewan-hewan Protista yang tergolong kelas Cilliata adalah

(A)

(1), (2), dan (3)

(D)

(3), (4), dan (5)

(B)

(1), (3), dan (4)

(E) (4), (5), dan (6)

(C)

(2), (3), dan (4)

(A)

kista yang bersifat inaktif

(B)

metaserkaria yang memiliki ekor

(C)

serkaria yang bersifat inaktif

(D)

mirasidium yang memiliki silia

(E)

redia yang bersifat inaktif

8.

9.

BIOLOGI

Berikut ini gambar empat jenis hewan:

10. Perhatikan bagan daur biogeokimia nitrogen!

jenis hewan: 10. Perhatikan bagan daur biogeokimia nitrogen! Keempat hewan tersebut dikelompokkan dalam kelas yang sama
jenis hewan: 10. Perhatikan bagan daur biogeokimia nitrogen! Keempat hewan tersebut dikelompokkan dalam kelas yang sama

Keempat hewan tersebut dikelompokkan dalam kelas yang sama berdasarkan sifat…

dikelompokkan dalam kelas yang sama berdasarkan sifat… Fiksasi N 2 ditunjukkan pada proses (A) 1 (D)

Fiksasi N 2 ditunjukkan pada proses

(A) 1 (D) 4 (A) Jantungnya memiliki empat ruang dan kulit berbulu (B) 2 (E)
(A)
1
(D) 4
(A)
Jantungnya memiliki empat ruang dan
kulit berbulu
(B)
2
(E)
5
(C)
3
(B)
Bernapas dengan paru-paru dan
mempunyai kelenjar susu
(C)
Memiliki tiga macam gigi dan berdarah
panas
11. Pemberian pupuk yang berlebihan di areal
persawahan dapat menimbulkan perubahan
fisik perairan sungai,
karena
empang, atau danau
(D)
Memiliki kelenjar susu dan kulit
berambut
(A)
(E)
Berdarah panas dan kulit berbulu
konsentrasi O 2 menurun, ikan mati, dan
terjadi pendangkalan
(B)
peledakan populasi bakteri sehingga
pertumbuhan plankton terhambat
Perhatikan gambar di bawah ini!
(C)
konsentrasi pupuk berlebih dapat
meningkatkan pH perairan
(D)
populasi tanaman pemfiksasi nitrogen
semakin menurun
(E)
berkurangnya konsentrasi oksigen dan
karbon dioksida
12. Gambar berikut adalah diagram percobaan
osmosis:

Berdasarkan jejaring makanan di atas, peranan X adalah…

(A)

Detritivor

(B)

Herbivor

(C)

Konsumen puncak

(D)

Konsumen tingkat 1 dan 2

(E)

Konsumen tingkat 2 dan 3

Perubahan dari kondisi I ke kondisi II menunjukkan hasil perpindahan larutan

(A)

hipotonis ke hipertonis

(B)

hipertonis ke hipotonis

(C)

hipertonis ke isotonis

(D)

isotonis ke hipertonis

(E)

isotonis ke hipotonis

BIOLOGI

13. Perhatikan gambar sel hewan berikut:

BIOLOGI 13. Perhatikan gambar sel hewan berikut: 16. Pada saat luka, kita tidak mengalami pendarahan karena

16. Pada saat luka, kita tidak mengalami

pendarahan karena darah mengandung faktor

penggumpalan yang dapat menutup luka.

Tetapi pada kasus tertentu, ada orang yang,

bila terluka, lukanya tidak mudah menutup

sebab tidak mempunyai faktor penggumpal.

Orang tersebut menderita penyakit

Pada gambar di atas, nama organel bertanda X yang sesuai dengan fungsinya adalah

(A)

kompleks golgi untuk sekresi zat

 

(B)

retikulum

endoplasma

halus

untuk

(A)

leukemia

(B)

hemofilia

(C) anemia transfer zat (C) retikulum endoplasma kasar untuk (D) polistemia sintesis protein (E) sklerosis
(C)
anemia
transfer zat
(C)
retikulum
endoplasma
kasar
untuk
(D)
polistemia
sintesis protein
(E)
sklerosis
(D)
mitokondria untuk respirasi seluler
(E)
lisosom
sebagai
penghasil
enzim
hidrolitik
17. Perubahan protein menjadi pepton pada
Suatu jaringan tumbuhan memiliki sifat-sifat:
sistem pencernaan oleh enzim protease serta
merupakan jaringan dasar, tersusun dari sel
hidup, mempunyai struktur morfologi yang
bervariasi, masih dapat membelah, dan
berfungsi dalam pembentukan tunas. Jaringan
tumbuhan yang dimaksud adalah…
pembentukan kim berlangsung di dalam
(A)
hati
(B)
usus halus
(A)
Epidermis
(D) Parenkim
(C)
usus besar
(B)
Xilem
(E) Sklerenkim
(D)
lambung
(C)
Kolenkim
(E)
usus dua belas jari
Perhatikan mekanisme gerak otot berikut!
18. Perhatikan data volume udara pernapasan
berikut!
Kapasitas vital paru-paru = 4.550mL
Volume tidal = 530mL
Volume residu = 750 mL
Berdasarkan data tersebut, kapasitas total

14.

15.

Contoh peristiwa yang terjadi pada gambar X adalah proses…

paru-paru adalah

(A)

Gerak peristaltik otot oesafagus

(B)

Bagian otot trisep saat lengan atas ditekuk

(C)

Bagian otot bisep saat lengan atas ditekuk

(D)

Kerja otot bisep dan trisep pada sendi engsel

(E)

Otot jantung menerima cairan dari paru- paru

(A)

5.830 mL

(B)

5.300 mL

(C)

5.080 mL

(D)

1.280 mL

(E)

750 mL

BIOLOGI

19. Perhatikan gambar nefron di bawah ini!

21. Perhatikan bagan siklus menstruasi berikut ini!

ini! 21. Perhatikan bagan siklus menstruasi berikut ini! Berdasarkan bagan di atas, proses yang terjadi pada

Berdasarkan bagan di atas, proses yang terjadi pada B adalah

Berdasarkan bagan di atas, proses yang terjadi pada B adalah Pada pemeriksaan urin seorang pasien dengan

Pada pemeriksaan urin seorang pasien dengan uji Benedict dihasilkan larutan yang berwarna merah bata. Dokter menyimpulkan bahwa pasien menderita penyakit yang disebabkan bagian

(A) X rusak sehingga kelebihan memfiltrasi senyawa asam amino (A) (B) X rusak menyebabkan protein
(A)
X rusak sehingga kelebihan memfiltrasi
senyawa asam amino
(A)
(B)
X rusak menyebabkan protein terserap ke
saluran urin
fase menstruasi, pada fase ini hormon
estrogen dan progesteron mengalami
reduksi secara mendadak
(B)
(C)
Y tidak mampu mereabsorpsi glukosa
(D)
Y
rusak
sehingga
tidak
mampu
fase praovulasi, pada fase ini FSH dan LH
merangsang sel-sel folikel untuk
menghasilkan estrogen
mereabsorpsi karbohidrat
(C)
(E)
Z mereabsorpsi kelebihan glukosa dari
pembuluh darah
fase ovulasi, kadar estrogen tinggi
sehingga proses FSH terhambat
(D)
fase proliferasi, kadar estrogen dan
progesteron turun drastis
Uji refleks sering dilakukan dengan cara
memukulkan benda lunak secara tiba-tiba ke
bagian bawah tempurung lutut sehingga
secara tidak sadar tungkai bawah penderita
bergerak ke arah depan. Gerakan tersebut
melibatkan busur refleks yang dimulai dari
lutut dan kemudian diteruskan ke
(E)
fase pasca ovulasi FSH dan LH cenderung
naik
22.
Respon tubuh yang lebih cepat terhadap
infeksi kedua oleh antigen yang sama
merupakan mekanisme pertahanan yang
terbentuk karena tubuh…
(A)
sensoris-sumsum
tulang belakang-
motoris-kaki
(A)
(B)
motoris-sumsum
tulang
belakang-
(B)
(C)
sensoris-kaki
sensoris-motoris-sumsum
belakang- kaki
tulang
(C)
Telah mengembangkan kekebalan pasif
Membentuk antibodi dengan konsentrasi
lebih tinggi
Mengenali antigen melalui sel T supresor

20.

(D)

motoris-sensoris-sumsum

tulang

belakang-kaki

(E)

sumsum

tulang

belakang-sensoris-

motoris-kaki

(D)

Melemahkan antigen melalui sel T sitotoksik

(E)

Mencegah aktivitas antigen dengan histamin