Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur kami panjatkan ke hadiran Allah SWT, Tuhan pemilik segala
ilmu pengetahuan, atas rahmat serta karunia yang di berikan-Nya, tak lupa
sholawat serta salam tercurahkan pada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW
yang mana beliau telah menerangi umat manusia dengan cahaya ilmu dari sang
Maha Ilmu, Kami ucapkan trima kasih atas bimbingan dari dosen pembimbing Dr.
H. A Z Fanani. M.Ag. Maka dengan ini selesailah tugas observasi Kode Etik
Profesi. Laporan ini sendiri bertujuan agar mahasiswa mampu memahami tentang
kode etik disetiap profesi maupun di lembaga.
Penulis sadar walaupun upaya telah dipersiapkan semaksimal mungkin
untuk mengakomodir semua materi dengan sebaik-baiknya, semua ini masih jauh
dari kata kesempurnaan. Untuk itu semua kritik dan saran dan tanggapan dari
segala pihak diharapkan demi makalah ini. Semoga Allah SWT Tuhan segala
pemilik ilmu memberikan kita semua barokah serta manfaat atas terbentuknya
makalah ini.

Surabaya, 14 Desember 2017

penulis

1
DAFTAR ISI

Kata pengantar 1

Daftar Isi 2

BAB I (Pendahuluan) 3

Latar belakang 3

Rumusan masalah 3

Tujuan 4

Metode 4

BAB II (hasil observasi) 5

Profil Kecamatan 5

Penerapan Kode Etik 9

Sumber daya manusia dan bagiannya 13

Fasilitas dan layanan 15

Analisis kepuasan konsumen 16

Kritik dan rekomendasi 16

BAB III(Penutup) 20

Kesimpulan 20

Daftar pustaka 21

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Di Indonesia secara normatif-konstitusional adalah negara berdasarkan


hukum, atau yang sering disebut sebagai negara hukum.1Kode etik profesi
merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan
dari norma-norma yang lebih umum dan di rumuskan dalam etika profesi.
Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang
ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang yang baik dan tidak
baik. Tujuan utama kode etik profesi adalah memberikan pelayanan
khusus dalam masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau
kelompok.
Pemerintah memiliki pola prilaku yang wajib dijadikan sebagai
pedoman atau kode etik berlaku bagi setiap aparaturnya. Etika dalam
pemerintahan harus ditimbulkan dengan berlandaskan pada paham dasar
yang mencerminkan sistem yang hidup dalam masyarakat yang harus
dipedomani serta diwujudkan oleh setiap aparatur dalam hidup
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.2

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana profil Kecamatan Wonocolo ?
2. Apakah kode etik lembaga sudah diterapkan di Kecamatan Wonocolo ?
3. Bagaimana sumber daya manusia (SDM) di Kecamatan Wonocolo ?
4. Bagaimana fasilitas dan layanan di Kecamatan Wonocolo ?
5. Bagaimana analisis kepuasan konsumen terhadap layanan di
Kecamatan Wonocolo ?

C. Tujuan

1 Petrus Kanisius Noven Manalu, Fungsi Kode Etik Profesi Polisi Dalam Rangka
Meningkatkan Profesionalitas Kinerjanya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas
Hukum, 2014.

2 Mario Mc. A. Salisendo, implementasi etika pemerintahan dalam meningkatkan kinerja


aparatur pemerintah.

3
1. Untuk mengetahui profil Kecamatan Wonocolo.
2. Untuk mengetahui Apakah kode etik lembaga sudah diterapkan di
Kecamatan Wonocolo.
3. Untuk mengetahui sumber daya manusia (SDM) di Kecamatan
Wonocolo.
4. Untuk mengetahui fasilitas dan layanan di Kecamatan Wonocolo.
5. Untuk mengetahui analisis kepuasan konsumen terhadap layanan di
Kecamatan Wonocolo.

D. Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode


penelitian kualitatif. mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah
suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena
dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses
interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena
yang diteliti. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif peneliti adalah
sebagai sumber instrument yakni sebagai pengumpul data secara langsung.

BAB II

HASIL OBSERVASI KECAMATAN WONOCOLO

A. Profil lembaga
Identitas kecamatan wonocolo
Nama camat : Dr. Denny Christupel Tupamahu AP, SH, M.Si, M.H, M.Psi.

4
Alamat kantor : Jalan Jemursari II / No. 33 Surabaya
Telp. Kantor : (031)8417067
LKMK : 5
RW : 44
RT : 229
Jumlah pegawai : 83
Pegawai yang sudah PNS : 62
Pegawai belum PNS: 8 ( pegawai kontrak )

Kecamatan wonocolo memiliki visi dan misi sebagai berikut :


Visi kecamatan wonocolo tahub 2016-2021
“ KECAMATAN WONOCOLO SEBAGAI KECAMATAN YANG
BERINTEGRITAS DALAM PENINGKATAN PELAYANAN DAN
KESEJAHTERAAN MASYRAKAT”

Misi kecamatan wonocolo tahub 2016-2021 adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan aparatur berkualitas, profesionalisme, etos kerja dan


disiplin tinggi, sehingga mampu memberikan pelayanan prima kualitas
aparatur dalam pelayanan public sesuai dengan tugas dan fungsi serta
kewenangan dengan menetapkan tata kelola pemerintah yang baik,
2. Meningkatkan koordinasi pelayanan administrasi, saran dan prasarana
yang memadai,
3. Memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya
kesempatan berusaha
4. Memelihara keamanan dan ketertiban umum,
5. Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan
daya dukung kota,
6. Memantapkan daya saing usaha-usaha ekonomo local, inovasi produk
jasa, serta pengembangan industri kreatif.

Kecamatan wonocolo memiliki keunggulan yaitu sudah


menggunakan berbasis IT (informasi teknologi). Berdasarkan wilayahnya
Kecamatan wonocolo merupakan alah satu kecamatan dari 31 kecamatan
yang ada di kota surabaya yang terletak di bagian selatan kota surabaya.
Kecamatan eonocolo memiliki luas sekitar 7 km2, terdiri dari 5 kelurahan
yaitu kelurahan jemurwonosari, kelurahan bendulmerisi, kelurahan

5
siwalankerto, kelurahan margorejo dan kelurahan sidosermo. Adapun
batasan-batasan wilayah kecamatan wonocolo sebagai berikut :
1. Batasan wilayah sisi utara : kecamatan wonokromo;
2. Batasan wilayah sisi selatan : kecamatan sidoarjo;
3. Batasan wilayah sisi barat : kecamatan gayungan;
4. Batasan wilayah sisi timur :kecamatan tenggilis mejoyo;

Kondisi wilayah kecamatan wonocolo merupakan daerah rendah


sekitar 2 M dari permukaan laut. Kecamatan wonocolo ini dipimpim oleh
Dr. Denny Christupel Tupamahu AP, SH, M.Si, M.H, M.Psi. Tipologi dan
susunan organisasi, bagian kesatu kecamatan tercantum dalam pasal 2
ayat (1) untuk kecamatan wonocolo berada pada tipe A yang terdiri dari :

a. Kecamatan;
b. Sekretaris, yang membawahi ;
1. Sub bagian umum kepegawaian;
2. Sub bagian keuangan;
c. Seksi pemerintahan;
d. Seksi kesejahteraan rakyat;
e. Seksi perekonomian;
f. Seksi pembangunan;
g. Kelurahan; dan kelompok jabatan fungsional;

Dan peraturan daerah kota Surabaya no.73 tahun 2016 bagian kedua
kelurahan, pasal 6. Kelurahan terdiri dari :

a. Kelurahan
b. Kesekretariat
c. Seksi pemerintah
d. Seksi ketentraman
e. Seksi kesejahteraan rakyat dan perekonomian
f. Kelompok jabatab fungsional.

Kecamatan wonocolo memiliki tugas dan fungsi yang diatur dalam


peraturan walikota Surabaya nomor 73 tahun 2016. Tugas dan fungsi
camata tercantum dalam pasal 8 dalam kecamatan meningkatkan
koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan
pemberdayaan masyarakat dan kelurahan memiliki tugas sebagai berikut :

a. Menyelenggarakan urusan pemerintahan umum;

6
b. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;
c. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan
ketertiban umum;
d. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan daerah dan
peraturan walikota;
e. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan pelayanan umum;
f. Mengkoordinasikan penyelenggaran kegiatan pemerintahan yang
dilakukan oleh perangkat daerah di tingkat kecamatan;
g. Membina dan mengawasi kegiatan di kelurhan;
h. Melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja daerah yang ada di kecamatan;
i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang di porintahkan oleh perundang-
undang;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai
dengan tugas dan fungsinya.

Fungsi kecamatan

Fungsi kecamatan sebagai mana terdapat dalam peraturan walikota no


73 tahun 2016 adalah sebagai berikut :
a. Penyusun rencana program dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas;
b. Pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis tugas;
c. Pelaksanaan koordinasian dan kerjasama dengan lembaga dan
instansi lain;
d. Pelaksanaan pengawasan dan pengendlian;
e. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
f. Pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan oleh walikota sesuai tugas
dan fungsinya.

Profil kecamatan wonocolo berdasarkan kependudukannya.


Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota
keluarga, kepala keluarga, anggota masyarakat, warga negara dan
himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam
batas wilayah negara pada waku tertentu. Komposisi penduduk
mengambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan kelompok-
kelompok penduduk menurut karakteristiknya yang sama
pengelompokan penduduk dapat digolongkan sebagai berikut :

7
1. Biologis meliputi umur dan jenis kelamin;

2. Sosial, antara lain meliputi tingkat pendidikan, status


perkawinan, sosial dll.

Dalam bidang kesejahteraan rakyat terus dilakukan upaya-upaya


peningkatan kesejahteraan rakyat dengan bekerja sama instansi terkait dan
organisasi sosial seperti LKMK, PKK, karang taruna, karang werda, para
veteran serta korcam UKM Kecamatan Wonocolo. Rangkaian-rangkaian
kegiatan diatas merupakan implementasi dari kegiatan SKPDL/Lembaga
di jajaran pemerintahan kota surabaya, yang program kerjanya
dilaksanakan di wilayah kecamatan.

B. Penerapan kode etik di lembaga

Konsep etika dalam berbagai literature mengandung beberapa arti


seperti di gambarkan oleh Bertens (2000: 54) bahwa salah satu diantaranya
dan biasa digunakan orang adalah kebiasaan, adat atau akhklaq dan watak.
Filsuf besar Aristoteles telah menggunkan kata etika ini dalam
menggambarkan filsafat moral, yaitu ilmu tentang apa yang biasa
dilakukan atau ilmu tantang adat kebiasaan. Bertens juga mengatakan
bahwa didalam kamus umum bahasa Indonesia, etika dirumuskan sebagai
ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlaq ( moral). Dalam kamus besar
bahas Indonesia ( depatemen pendidikan dan kebudayaan ; 2006: 56 ),
etika disebut sebagai (1) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
dan tentang hak dan kewajiban moral. (2) kumpulan asas atau nilai yang
berkenaan dengan akhlaq dan (3) nilai mengenai benar dan salah yang
dianut suatu golongan atau masyarakat.

Nilai-nilai etika yang hidup dan berlaku dalam suatu masyarakat,


bukan sekedar menjadi keyakinan pribadi bagi para anggotanya, akan
tetapi juga menjadi seperangkat norma yang terlembagakan. Dengan kata
lain, suatu nilai etika harus menjadi acuan dan pedoman bertindak yang

8
membawa akibat dan pengaruh secara moral. Dalam etika pemerintah,
terdapat asumsi yang berlaku bahwa melalui penhayatan yang etis, seorang
aparatur akan dapat membangun komitmen untuk menjadikan dirinya
sebagai teladan tentang kebaikan dan menjaga moralitas pemerintah.
Aparatur pemerinthan yang baik dan bermoral tinggi, akan senantiasa
menjaga dirinya agar dapat terhindar dari perbuatan tercela karena ia
terpanggil untuk menjaga amanah yang diberikan, melalui pencitraan
3
perilaku hidup sehari hari. kode etik lembaga ini masih berkaitan atau
berhubungan dengan kode etik profesi di setiap pegawainya.

Dari hasil wawancara dengan salah satu staf khususnya di


kecamatan wonocolo menyatakan bahwa di kantor atau dilembaga tersebut
sudah diterapkan kode etik lembaga dan kode etik profesi di setiap
pegawainya. Kode etik lembaga sudah dipahami betul-betul dan dihayati
oleh setiap pegawai serta langsung diaplikasikan. Begitu juga dengan
pegawai kecamatan wonocolo yang sebagian besar sudah termasuk dalam
pegawai negeri sipil ( PNS) juga sudah sangat jelas memiliki kode etik
profesi.

Adapun larangan dan kewajiban pegawai negeri sipil yaitu :

Setiap PNS dilarang:


1. Menyalahgunakan wewenang;
2. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau
orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain;
3. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain
dan/atau lembaga atau organisasi internasional;
4. Bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga
swadaya masyarakat asing;

3 Mario Mc. A. Salisendo, implementasi etika pemerintahan dalam meningkatkan kinerja


aparatur pemerintah.

9
5. memiliki, menjual, membeli, menggadaikan,menyewakan, atau
meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak,
dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah;
6. melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan,
atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan
tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang
secara langsung atau tidak langsung merugikan negara;
7. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun
baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun
untuk diangkat dalam jabatan;
8. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga
yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya;
9. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;
10. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang
dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani
sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;
11. menghalangi berjalannya tugas kedinasan;
12. memberikan dukungan kepada calon presiden/wakil presiden, dewan
perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, atau dewan perwakilan
rakyat daerah dengan cara:
a. Ikut serta sebagai pelaksana kampanye;
b. Menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau
atribut pns;
c. Sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan pns lain; dan/atau
d. Sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara;
13. Memberikan dukungan kepada calon presiden/wakil presiden dengan
cara:
a. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau
merugikan salah satu pasangan calon selama masa
kampanye;dan/atau

10
b. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan
terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum,
selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan,ajakan,
himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada pns dalam
lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat;
14. Memberikan dukungan kepada calon anggota dewan perwakilan
daerah atau calon kepala daerah/wakil kepala daerah dengan cara
memberikan surat dukungan disertai foto kopi kartu tanda penduduk
atau surat keterangan tanda penduduk sesuai peraturan
perundangundangan; dan
15. Memberikan dukungan kepada calon kepala daerah/wakil kepala
daerah, dengan cara:
a. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon kepala
daerah/wakil kepala daerah;
b. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan
kampanye;
c. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau
merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye;
dan/atau
d. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan
terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum,
selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan,
himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada pns dalam
lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.

Setiap PNS wajib:


1. Mengucapkan Sumpah/janji pns;
2. Mengucapkan sumpah/janji jabatan;
3. Setia dan taat sepenuhnya kepada pancasila, undang-undang dasar
negara republik indonesia tahun 1945, negara kesatuan republik
indonesia, dan pemerintah;

11
4. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan;
5. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada pns
dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
6. Menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat
pns;
7. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri,
seseorang, dan/atau golongan;
8. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus dirahasiakan;
9. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
10. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui
ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau
pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
11. masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
12. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
13. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan
sebaik-baiknya;
14. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
15. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
16. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
karier; dan
17. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang.

Peraturan disiplin pegawai negeri sebagaimana pasal 1 peraturan


pemerintahan nomor 53 tahun 2010 adalah kesanggupan pegawi negeri
sipil untuk mentaati kewajiban dan menghindari larangan yang telah
ditentukan dalam perundang undangan dan atau peraturan kedinasan yang
apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.4
4 Mario Mc. A. Salisendo, implementasi etika pemerintahan dalam meningkatkan kinerja
aparatur pemerintah.

12
Bentuk kode etik lembaga di kecamatan wonocolo ini berupa
berupa layanan seperti layanan kepada msyarakat sesuai dengan SOP
( standar operasional prosedur ) dan aturan-aturan yang ditetapkan oleh
pemerintah untuk kecamatan wonocolo.

C. Sumberdaya manusia dan bagian-bagiannya

Kebutuhan sumber daya manusia cukup mumpuni dalam


melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dan dapat di breakdown baik
dari sisi SDM maupun sarana prasarananya.

Adapun rincian pangkat dan golongan jumlah pegawai di


kecamatan wonocolo sebagai berikut :

No Pangkat atau golongan Jumlah


.

1. Pembina tingkat I (IV/b) 2 orang

2. Penata tingkat I (II/d) 12 orang

3. Penata (II/c) 17 orang

4. Penata muda tingakt I (III/b) 3 orang

5. Penata muda (III/a) 1 orang

6. Pengatur tingkat I (III/b) 2 orang

7. Pengatur (II/c) 13 orang

8. Pengatur muda tingkat 1 (II/b) 3 orang

9. Pengatur muda (II/a) 7 orang

10. Juru tingkat I (I/d) 2 orang

11. Juru (I/c) 0 orang

13
12. Tenaga Operasional (K2) 8 orang

13. Tenaga harian lepas 13 orang

Adapun juga profil pendidikan dari setiap pegawai di kecamatan


wonocolo sebagai berikut :

No. Pendidikan Jumlah

1. Sarjana strata 2 (S2) 11 orang

2. Sarjana strata 1 (S1) 10 orang

3. SLTA 31 orang

4. SLTP 3 orang

5. SD 3 orang

D. Fasilitas dan layanan

Kecamatan Wonocolo memiliki fasilitas untuk menunjang kegiatan


dalam kecamatan tersebut. Dengan komposisi SDM dan sarana prasarana
yang memadai, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, mampu
mengapresiasi seluruh target kinerja yang dibebankan kepada Kecamatan
Wonocolo. Fasilitas yang dimiliki sebagai berikut :

1. 1 unit Gedung kantor kecamatan, meliputi :

a. Ruang camat,

b. Ruang sekretris camat,

c. Ruang keuangan dan bendahara TU,

d. Ruang seksi pemerintahan

14
e. Ruang seksi perekonomian

f. Ruang pelayanan

2. 1 unit Gedung rumah dinas,

3. 3 unit kendaraan roda 4,

4. 2 unit kendaraan roda 2,

5. 19 unit PC computer lengkap ( 17 dalam kondisi baik dan 2 dalam


kondisi rusak).

Begitupun dengan layanan, Kecamatan Wonocolo memberikan


layanan kepada masyarakat . layanan itu berupa :

1. Pembuatan KTP

2. KSK

3. Surat kelahiran

4. Domisili

5. UPTD

6. Surat rekomendasi nikah

7. Surat kematian

8. Pembetulan keterangan alamat yang tidak sama atau nama

E. Analisis Kepuasan konsumen terhadap layanan

Analisis kpuasan konsumen Dapat dijabarkan dalam laporan ini


bahwa kepuasan konsumen sangat berarti dalam hal pelayanan. Jika

15
pelayanan yang di berikan kurang baik maka kepuasan konsumen juga
tidak maksimal.

Dari hasil wawancara mengatakan bahwa dalam pelayanan


mungkin sudah bagus tapi masih banyak konsumen yang komplain.
Komplain dari masyarkat tersebut ditujuka pada pelayanan pembuatan
KTP. Konsumen merasa tidak puas dengan pelayanan pembuatan KTP di
Kecamatan Wonocolo, alasan dari ketidakpuasan ini yaitu karena terlalu
lama dalam proses pembuatannya. Pegawai yang menangani pelayanan
pembuatan KTP sudah sangat cepat memprosesnya, namun terkadang ada
kendala yang dapat mengahambat proses pembuatan seperti ketika kertas
habis. Pihak kecamatan tidak menyediakan kertas untuk mencetak KTP
tersebut, yang menyediakan kertas hanyalah pusat. Jadi ketika proses
pembuatan lama bukan berarti pegawai kecamatan tidak memproses
melainkan ada kendala dan harus menunggu dari pemerintah pusat.
Anggapan yang difikirkan masyarakat itu tidak benar jadi banyak
kesalahpahaman dalam kepuasan masyarakat terhadap layanan pembuatan
KTP.

F. Kritik dan rekomendasi

1. Kritik

Kecamatan wonocolo memiliki pelayanan yang sudah bagus,


namun kurang dalam pelayanan pembuatan KTP. Karena banyak
beberapa dari orang yang tidak puas tentang pelayanan tersebut.

2. Rekomendasi

Kecamatan wonocolo perlu memperbaiki kualitas sarana prasarana


yang ada di kecamatan. Karena ada beberapa fasilitas yang harus
diperbaiki atau mengganti dengan yang baru dan untuk pelayanan

16
pembuatan KTP lebih dipercepat pengajuan ke pusat agar konsumen
atau masyarakat merasa puas dengan layanan yang ada.

Dokumentasi

17
18
19
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

20
1. Kecamatan wonocolo telah memiliki kode etik yang telah
dijelaskanseperti layanan kepada masyarakat. Dalam prosesnya
telah dilaksanakan dan ada beberapa yang diaplikasikan
langsung.

2. Respon kepuasan konsumen masih kurang menyengkan karena


dalam proses pelayanannya masih kurang dibidang pelayanan
KTP. Namun sebagian besar pelayanan di Kecamatan
Wonocolo sudah baik.

3. Kecamatan Wonocolo memiliki fasilitas untuk menunjang


kegiatan dalam kecamatan tersebut. Dengan komposisi SDM
dan sarana prasarana yang memadai.

DAFTAR PUSTAKA

21
Mario Mc. A. Salisendo, implementasi etika pemerintahan dalam meningkatkan
kinerja aparatur pemerintah.
PETRUS KANISIUS NOVEN MANALU, Fungsi Kode Etik Profesi Polisi Dalam Rangka
Meningkatkan Profesionalitas Kinerjanya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas
Hukum, 2014.

Sumber lain:

Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri


Sipil.

22