Anda di halaman 1dari 5

(1) LIST PAPER TENTANG BENDUNGAN , BERDASARKAN JURNAL :

“PERENCANAAN BENDUNGAN BENDO PONOROGO”

1. Latar Belakang
Latar belakang dari jurnal Perencanaan Bendungan Bendo Ponogoro yaitu
Sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur memiliki beragam
permasalahan pengelolaan SDA, diantaranya banjir yang tersebar di beberapa titik
diantaranya Kecamatan Bungkal, Balong, Slahung, dan Sukorejo, sedangkan
Kecamatan lainnya rawan kekeringan atau krisis air bersih seperti Kecamatan
Jambon, Jenangan, Badegan, Mlarak, dan Sawoo. Daerah-daerah ini berada di
pegunungan tandus yang selalu menjadi langganan kekeringan.
Sehubungan dengan berbagai permasalahan tersebut, diperlukan
pengembangan sumber daya air di Wilayah Kabupaten Ponorogo yang layak dari sisi
teknik, ekonomi dan sosial dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, maka perlu
direncanakan untuk membangun Bendungan Bendo yang terletak pada aliran Kali
Keyang di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

2. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengembangan-pengembangan yang tepat dan diperlukan dalam
mengatasi permasalahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo,
Provinsi Jawa Timur.

3. Metode yang digunakan


Untuk menghitung debit banjir yang digunakan adalah metode HSS Nakayasu dengan
periode ulang 1000 tahun sebesar 676,37 m3/detik.
a. Studi Pustaka, yaitu diawali dengan survey dan investigasi dari lokasi yang
bersangkutan guna memperoleh data yang berhubungan dengan perencanaan yang
lengkap dan teliti
b. Pengumpulan Data :
 Topografi : Geologi dan Geologi Teknik
 Hidrologi : Data Hujan Harian, Data Debit, Luas DAS
 Sosial : Jumlah Penduduk, dan Proyeksi Penduduk
c. Perhitungan. Setelah data lengkap maka dilakukan perhitungan untuk mencari
debit, kebutuhan air dan ketersediaan air.
d. Perencanaan. Merencanakan bendungan dan bangunan pelengkap yang ditinjau
terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah.

4. Dari jurnal yang di maksud sudah mengacu pada peraturan terdapat pada PERMEN
PUPR No 27/PRT/M 2015 tentang Bendungan , Pasal 4 yaitu (1)Pembangunan
bendungan dilakukan untuk pengelolaan sumber daya air. (2) Bendungan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berfungsi untuk penyediaan air baku,
penyediaan air irigasi, pengendalian banjir, dan/atau pembangkit listrik tenaga air.
(2) LIST PAPER TENTANG BENDUNGAN , BERDASARKAN JURNAL :

“PERENCANAAN BENDUNGAN MATENGGENG DI KABUPATEN CILACAP”

1. Latar Belakang
Di wilayah antara Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kota Banjar Provinsi
Jawa Barat dan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah memiliki beragam persoalan
air. Untuk wilayah Cilacap memiliki persoalan banjir saat musim penghujan dan
kekurangan air bersih ketika musim kemarau tiba. Daerah rawan banjir, kekeringan, dan
krisis air bersih tersebar di wilayah barat terutama Kecamatan Kawunganten, Bantarsari,
Gandrungmangu, Sidareja, Kedungreja, dan Cipari.
Sementara kecamatan lainnya di wilayah Barat memiliki persoalan rawan banjir,
rawan longsor, dan rawan kekeringan atau krisis air bersih seperti Kecamatan Majenang,
Wanareja, Sidareja, dan Dayeuhluhur. Hal ini juga terjadi di beberapa wilayah di dua
kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.
Untuk kebutuhan air di wilayah Cilacap Barat selama ini disuplai dariWaduk
Manganti di Provinsi Jawa Barat.Namun pada saat kemarau lalu volume air di waduk itu
menyusut drastis hingga tersisa empat ribu liter yang tidak cukup untuk mengairi sawah
dengan luas mencapai 26000 hektare.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan infrastruktur
bendungan yang layak teknik, ekonomi, sosial dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

2. Tujuan Penulisan
Untuk menganalisis infrastruktur bendungan yang diperlukan untuk mengatasi
permasalahan yang terjadi di wilayah antara Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan,
Kota Banjar Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah yang
memiliki beragam persoalan air.

3. Metode yang digunakan


Bendungan Matenggeng dihitung berdasarkan data curah hujan,dan debit yang dipilih
adalah Metode HSS Gamma 1 dengan Q100 sebesar 1.876,756 m3/detik.

a. Analisis Hidrologi. Dari analisis hidrologi akan didapat:


1. Debit Banjir Rancangan
2. Ketersediaan Air dan Debit Andalan
3. Kebutuhan Air.

b. Perencanaan Konstruksi Bendungan :


1. Perencanaan Dimensi Bendungan
2. Tinjauan Stabilitas Tubuh Bendungan
c. Rencana Anggaran Biaya dan Jadwal Pelaksanaan

4. Pembangunan infrastruktur bendungan yang layak teknik dan tetap menjaga


kelestarian lingkungan serta di desain untuk mengatasi persoalan banjir saat musim
penghujan dan kekurangan air bersih ketika musim kemarau, Mengacu pada
Peraturan Menteri PUPR No 27/PRT/M 2015 tentang Bendungan dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan
(3) LIST PAPER TENTANG BENDUNGAN , BERDASARKAN JURNAL :

“PERENCANAAN BENDUNG UNTUK DAERAH IRIGASI SULU”

1. Latar Belakang

Kabupaten Minahasa Selatan terdapat daerah irigasi yang sangat berpengaruh


terhadap perekonomian daerah. Namun, sudah 3 tahun terakhir ini sebagian besar dari
daerah irigasi tersebut tidak lagi diolah oleh petani dikarenakan kebutuhan air untuk
daerah irigasi sudah tidak mencukupi. Hal ini disebabkan oleh rusaknya bendung
yang menjadi sumber pengambilan air untuk daerah irigasi tersebut.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di lapangan, kondisi bendung yang ada
masih berupa bendung yang terbuat dari bronjong yang dilengkapi dengan dua pintu
penguras dan dua pintu pengambilan yang masih berfungsi namun sebagian besar dari
tubuh bendung sudah mengalami kerusakkan/ kebocoran. Hal ini disebabkan karena
struktur bendung yang belum permanen dan meningkatnya debit air di sungai.
Melihat permasalahan yang terjadi diatas dan kaitannya dengan kebutuhan air
untuk irigasi yang sudah tidak mencukupi, maka dalam penelitian ini penulis akan
mengkaji lebih lanjut lagi dengan judul penelitian ”Perencanaan Bendung Untuk
Daerah Irigasi Sulu”.

2. Tujuan Penulisan
Untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan yang terjadi , dengan melakukan
penelitian perencanaan bending untuk daerah irigasi sulu.

3. Metode yang digunakan


Analisis debit banjir rencana menggunakan 3 metode yaitu metode Der
Weduwen, Melchior dan Haspers. Dari ketiga metode yang dipilih, debit banjir yang
akan digunakan adalah debit banjir dengan periode ulang 100 tahun (Q100) yang
terbesar yaitu debit dari metode Melchior sebesar Q = 513 m3/det.

5. Jurnal sudah mengacu pada peraturan terdapat pada Peraturan Menteri PUPR No
27/PRT/M 2015 tentang Bendungan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan
(4) LIST PAPER TENTANG BENDUNGAN , BERDASARKAN JURNAL :
“PERENCANAAN BENDUNG DAMAR KABUPATEN KENDAL,
JAWA TENGAH”

1. Latar Belakang
Jawa Tengah merupakan sebuah provinsi yang terletak di bagian tengah Pulau
Jawa, memiliki luas wilayah 34.548 km2 atau sekitar 28,94% dari luas Pulau Jawa.
Menurut Lembaga Pertanian Tanah Bogor tahun 1969, jenis tanah wilayah Jawa
Tengah didominasi oleh tanah latosol, aluvial dan grumusol sehingga hamparan tanah
di provinsi Jawa Tengah termasuk tanah yang mempunyai tingkat kesuburan yang
relatif baik. Kondisi tanah yang relatif subur membuat pertanian merupakan sektor
utama perekonomian provinsi Jawa Tengah, dimana mata pencaharian di bidang ini
digeluti hampir separuh dari tenaga kerja sebesar 42,34%.(Wikipedia)
Kondisi DAS Kali Damar khususnya yang berada di Kecamatan Pageruyung,
Kabupaten Kendal masih terdapat lahan pertanian tadah hujan.Dalam
perkembangannya ketersediaan air untuk mengairi areal tersebut masih kurang. Oleh
karena itu maka diperlukan usaha untuk memenuhi kebutuhan air, salah satunya
dengan membangun bendung.Bendung yang dibangun diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan air irigasi di areal persawahan yang dinilai kurang ketersediaan airnya
maupun dapat dimanfaatkan untuk memperluas atau membuka lahan pertanian baru.”.

2. Tujuan Penulisan

Untuk mengkaji permasalahan yang terjadi , dengan melakukan penelitian


perencanaan bendung yang dapat memenuhi kebutuhan air irigasi di areal
persawahan.

3. Metode yang digunakan


Untuk perhitungan menggunakan metode rata-rata Aljabar.
Perencanaan bendung Damar diawalai dengan tahapan persiapan yaitu survey
pendahuluan ke lokasi perencanaan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi
di lapangan. Tahap berikutnya adalah pengumpulan data-data yang diperlukan untuk
perencanaan. Metodologi yang digunakan dalam penulisan studi adalah sebagai
berikut:
a. Survey pendahuluan
b. Pengumpulan data
c. Analisis data
d. Perencanaan konstruksi dan analisis stabilitas bendung
e. Pembuatan gambar rencana
f. Perhitungan RAB dan Penjadwalan

4. Jurnal sudah mengacu pada peraturan terdapat pada Peraturan Menteri PUPR No
27/PRT/M 2015 tentang Bendungan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan
(5) LIST PAPER TENTANG BENDUNGAN , BERDASARKAN JURNAL :
“EVALUASI FUNGSI BENDUNG DAN PERENCANAAN KEMBALI BENDUNG
KATULAMPA”

1. Latar Belakang
Jakarta yang kini berkembang menjadi sebuah kota metropolitan membuat
masalah banjir menjadi pusat perhatian bagi warga dan pemerintah Jakarta. Sungai
Ciliwung merupakan salah satu kontributor yang signifikan untuk banjir di Jakarta.
Pengendalian banjir di daerah Jakarta memerlukan usaha yang sangat keras,
mengingat kondisi geologinya yang merupakan daerah cekungan dan kondisi
hidrologinya sangat rentan terhadap genangan karena dilewati oleh banyak sungai dari
bagian hulu.
Perubahan tata guna lahan yang dulunya lahan kosong beralih fungsi menjadi
pemukiman, perumahan, dan gedung juga telah terjadi baik di daerah hulu maupun
hilir di sepanjang sungai-sungai yang melewati Jakarta. Setelah dilakukan evaluasi
terhadap DAS Sunter dan DAS Krukut yang merupakan DAS di sekitar Ciliwung,
didapatkan bahwa terdapat sungai dari DAS sekitar yang keluar dan masuk ke dalam
DAS Ciliwung. Sungai-sungai tersebut memberikan sumbangan banjir sebesar ± 25%
terhadap DAS Ciliwung yang mengakibatkan luas genangan banjir di Jakarta
bertambah.
Salah satu upaya penanggulangan banjir di Jakarta adalah pembangunan
Bendung Katulampa yang berfungsi sebagai sistem informasi dini terhadap bahaya
banjir sungai Ciliwung yang akan memasuki Jakarta.

2. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan jurnal adalah sebagai berikut :
1. Merencanakan kembali Bendung Katulampa untuk memenuhi kebutuhan air
irigasi dan air baku.
2. Mengoptimalkan fungsi bendung sebagai sistem informasi dini terhadap
bahaya banjir di Jakarta.
3. Mengoptimalkan bendung untuk sarana irigasi dan memenuhi kebutuhan air
baku

3. Metode yang digunakan


a. Untuk Perhitungan Curah Hujan Rata-Rata DAS dengan Metode Polygon
Thiessen.
b. Untuk Perhitungan Curah Hujan Rencana dengan Metode Log Pearson Tipe III.
c. Debit banjir rencana sebagai dasar perhitungan menggunaka beberapa metode,
seperti metode Rasional, Haspers dan HEC-HMS.

4. Jurnal sudah mengacu pada peraturan terdapat pada Peraturan Menteri PUPR No
27/PRT/M 2015 tentang Bendungan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 37 Tahun 2010 Tentang Bendungan