Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agarasi yang meyoritas penduduknya bermata
pencarian sebagai petani. Hal ini ditunjang dari banyaknya lahan kosong yang dapat
dimaanfaatkan sebagai lahan pertanian selain itu kondisi tanah di indonesia yang
mempunyai kandungan unsur hara yang baik sehingga dapat membantu pertumbuhan
tananman. Salah salah satu produk hortikultura yang menjadi unggulan dalam sektor
pertanian di indonesia adalah tanaman sayuran. Sayuran merupakan salah satu produk
hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi
yang bermamfaat bagi kesehatan sayuran dapat dikomsumsi dalam keadaan mentah
atau diolah terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan salah satu
komoditas sayuran yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang oleh berbagai
lapisan masyarakat adalah cabe, sehingga tidak mengherankan bila volume peredaran
di pasaran dalam skala besar.
Cabe merupakan tanaman produk dari family terung-terungan yang memiliki
nama ilmiah Capsicung sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya darerah Peru
dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk negara
Indonesia. Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya
diperkirakan terdapat 20 spesias yang sebagian besar hidup di negara asalnya
masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja yaitu cabe rawit,
cabai keriting, dan paprika.
Tanaman cabe merupakan salah satu sayuran buah yang memilik peluang
bisnis yang baik. Besarnya kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri menjadikan
cabe sebagai komoditas menjanjikan. Permintaan cabe yang tinggi untuk kebutuhan
bumbu masakan, industri makanan, obat-obatan merupakan potensi untuk meraup
untung. Tidak heran jika cabe merupakan komoditas hortikultura yang mengalami
flutuasi harga paling tinggi di indonesia.

1
Cabe termasuk komoditas sayuran yang menghemat lahan karena untuk
meninggkatkan produksinya lebih mengutamakan perbaikan budidaya cabe.
Penanaman dan pemeliharaan cabe yang intensif dan dilanjutka dengan teknologi
pasca panen akan membuka lapangan pekerjaan baru. Oleh karna itu dibutuhkan
tenaga kerja yang menguasi teknologi usaha tani yang berwawasan agribisnis dan
agro industri.
Menurut (Dermawan, 2010), salah satu tanaman cabe yang disukai oleh petani
adalah tidak mengenal musim artinya tanaman cabe dapat ditanam kapanpun tanpa
tergantung musim cabe juga mampu tumbuh direndengan maupun lambuhan, itulah
sebanya cabe dapat ditemukan kapanpun di pasar atau swalayan. Penanamn cabe
pada musim hujan mengandung resiko. Penyebabnya adalah tanaman cabe tidak
tahan terhadap hujan lebat yang terus menerus. Selain itu genangan air pada daerah
penanaman bisa mengakibatkan kerontokan daun dan terserang penyakit akar pukulan
air hujan juga bisa menyebabkan bunga dan bakal buah berguguran. Sementara itu,
kelembapan udara yang tinggi meningkatkan penyebaran dan perkembangan hama
serta penyakit tanaman. Dengan perkembangan ilmu bioteknologi dibidang
pemuliaan tanaman para pengeder berusaha merekayasa gen cabe bisa menjadi cabe
unggul pada dasarnya tujuan umum pemuliaan cabe adalah mendapatkan kultifar
yang lebih baik dari kultifar yang sudah ada. Tipe cabai unggul yang diinginkan
adalah memiliki karakter masa pembungaan dan pembentukan buahnya cepat (umur
panen genja), produktifitasnya tinggi daya adaptasinya luas atau spesifik untuk daerah
marginal tertentu (kering rawa, pantai,gambut atau asam), serta tahan terhadap hama
penyakit.
Tidak hanya untuk memenuhi hasil secara kuantitas, perakitan cabe unggul
juga ditekankan pada kualitas hasil sesuai preferensi konsumen. Para konsumen
meninginkan karakter cabe antara lain; tingkat kepedasan sesuai kebutuhan,
menampilkan buah yang baik, mulus, dan warna yang terang serta bebas dari
penyakit seperti antraknosa. Untuk industri pangan seperti saos dan pasta sifat-sifat
cabe yang diinginkan adalah mempunyai tingkat kepedasan yang tinggi, warna merah

2
terang dan buahnya harus tersedia panjang waktu untuk memenuhi kebutuhan
industri. Salah satu tujuan perkembangan cabe adalah untuk meningkatkan
produktifitas tanaman cabe peningkatan produktifitas tanaman cabe dilakuakn untuk
memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat dan efisiensi penggunaan
lahan artinya diharapkan lahan yang semakin sempit sekalipun tanaman cabe dapat
berproduksi tinggi.
Dengan demikian para petani yang memiliki lahan sempit (100-200m2).
Dapat menanam cabe dan memetik hasil yang tinggi. Begitupula dengan orang-orang
yang ingin memanfaatkan halaman rumahnya untuk berbisnis cabe. Mereka dapat
menanam cabe didalam pot dan memanen hasil yang tinggi pula.

3
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari Praktek Kerja Lapanagan antara lain :
Bagamana teknologi persemaian benih cabe menggunakan pot tray di UPT
Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultiura Dinas Pertanian Provinsi NTT.

1.3 Tujuan Kegiatan


Adapun tujuan kegiatan dari Praktek Kerja Lapangan antara lain:
Untuk mengetahui teknik persemiann benih tanaman cabe menggunakan pot
tray di UPT Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian
Provinsi NTT.

1.4 Manfaat Praktek Kerja Lapangan(PKL)


Adapun manfaat dari praktek kerja lapangan ini antara lain:
a) Mahasiswa mendapatkan informasi sekaligus pengalaman langsung
dilapangan yang cukup memadai.
b) Untuk mengetahui teknik persemaian benih cabe dengan baik dan benar.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sejarah Tanaman Cabe
Tanaman cabe (Capsicum annum L) berasal dari dunia tropika dan subtropika
Benua Amerika, khususnya, Colombia, Amerika Selatan, dan terus menyebar ke
Amerika Latin. Bukti budidaya cabe pertaman kali ditemukan dalam takap galian
sejarah peruh sisaan biji yang telah berumur lebih dari 500 tahun SM didalam gua di
Tehuacan, Meksiko. Penyebaran cabe keseluruhan dunia termasuk negara-negara di
Asia, seperti Indonesia dilakukan oleh pandangan Spanyol dan portugis (Dermawan,
2010).
Cabai merupakan Tanaman cabe produk dari famili terong-terongan yang
memiliki nama ilmiah capsicum sp. Cabai berasal dari benua Amerika tepatnya di
daerah Paruh dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia
termasuk negara indonesia. Cabe mengandung kapsaisin, dihidrokapsaisin, vitamin
(A,C), damar,zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeaasantin, clan lutin. Selain
itu, juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalium, fosfor dan niasin. Zat aktif
kapsainsin berkhaisat sebagai stimulan. Jika seorang mengomsumsi kapsaisin terlalu
banyak akan mengakibatkan terbakar dimulut dan keluarnya air mata. Selain
kapsaisin, cabe juga mengandung kapsisidin. Khaisaitnya untuk memperlancarkan
sekresi asam lambung dan mencegah infeksi sistem pencernaan. Unsur lain didalam
cabe adalah kapsikol yang dimanfaatkan untuk mengurangi pegal-pegal sakit gigi,
sesak napas, dan gatal-gatal.

5
2.2. Klasifikasi dan Tanaman Cabe
Klasifikasi cabe adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L (Arianto, 2010).

2.3. Morfologi Tanaman Cabe


Bagian-bagian utama tanaman cabe meliputi bagian akar, batang, daun, bunga dan
buah. Penjelasan bagian-bagian tersebut sebagai berikut.

2.4.1 Akar
Tanaman cabe mempunyai akar tunggang yang terdiri atas akar utam (primer)
dan akar lateral (sekunder). Akar Lateral mengeluarka serabut-serabut akar yang
disebut akar tersier. Akar tersier menembus kedalam tanah sampai 50 cm dan melebar
sampai 45 cm. Rata-rata akar primer antara 35 cm sampai 50 cm dan akar lateral
sekitar 35 cm sampai 45 cm. (Agriflo, 2012).

2.4.2 Batang
Batang cabe umumnya berwarna hijau tua, berkayu, bercabang lebar dengan
jumlah cabang yang banyak. Panjang bantang berkisar anatara 30 cm sampai 37,5 cm
dengan diameter 1,5 pertanaman. Panjang cabang sekitar 5 cm sampai7 cm dengan

6
diameter 0,5 cm sampai 1 cm. Pada daerah percabangan terdapat tangkai daun.
Ukuran tangkai daun sangat pendek yakni hanya 2 cm sampai 5cm (Agriflo,2012).

2.4.3 Daun
Berurutan di batang utama Daun cabe merupakan daun tunggal berwarna
hijau sampai hijau tua dengan helai daun yang bervariasi bentuknya antara lain
deltoid, ovate atau lanceolate ( IPGRI 1995). Daun muncul di tunas-tunas samping
yang yang tersusun sepiral (Agriflo, 2012)

2.4.4 Bunga
Bunga cabe merupakan bunga tunggal dan muncul di bagian ujung ruas tunas,
mahkota bunga berwarna putih, kuning mudah, kuning, ungu dengan dasar putih,
putih dengan dasar ungu, atau ungu bergantung dari varietas. Bunga cabe berbentuk
seperti bintang dengan kelopak seperti lonceng. Alat kelamin jantan dan betina
terletak di satu bunga sehingga tergolong bunga sempurna.posisi bunga cabe ada
yang mengantung, horisontal, dan tegak (Agriflo, 2012)

2.4.5 Buah
Buah cabe memiliki plasenta sebagai tempat melekatnya biji. Plasenta ini
terdapat pada bagian dalam buah. Pada umumnya daging buah cabe renyah dan ada
pula yang lunak. Ukuran buah cabe beragam, mulai dari pendek sampai panjang
dengan ujung tumpul atau runcing (Agriflo, 2012).

2.4. Jenis-jenis Cabe


Jenis-Jenis Tanaman Cabe Capsicum Annum var longum) merupakan salah
satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Cabe
merupakan tanaman perdu dari famili terung-terungan karena buahnya selain
dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan
pendapatan petani, sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, membuka

7
kesempatan kerja serta sebagai sumber vitamin C. Cabai mengandung kapsaisin,
dihidrokapsaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin,
zeasantin, kriptosantin, clan lutein. Selain itu, juga mengandung mineral, seperti zat
besi, kalium, kalsium, fosfor, dan niasin. Zat aktif kapsaisin berkhasiat sebagai
stimulan (Anonimc, 2010). Menurut (Djarwaningsih, 1984), jenis-jenis tanaman cabe
antara lain:
2.4.1 Cabe Besar (Capsicum annum L)
Buah cabe besar berukuran panjang berkisar 6-10 cm, diameter 0,7-1,3 cm.
Cabe besar di Indonesia dibagi menjadi dua kelompok yaitu cabe besar dan cabai
keriting. Permukaan buah cabe besar halus dan mengkilat serta mempunyai rasa
pedas. Sedangkan cabe keriting bentuknya lebih ramping dengan cita rasa sangat
pedas.
Cabe besar dapat tumbuh subur di dataran rendah sampai dataran tinggi. Cabe
memiliki ciri- ciri antara lain:
 Bentuk buah besar, panjang dan meruncing
 Buah yang muda berwarna hijau, sedangkan buah yang tua berwarna
merah
 Kulit buah agak tipis
 Banyak terdapat biji dan rasanya agak pedas

2.4.2 Cabe Kecil atau Cabai Rawit (Capsicum frutescens)


Buah cabe rawit berukuran panjang berkisar 2-3,5 cm dengan diameter 0,4-
0,7 cm. Cita rasa cabe rawit biasanya sangat pedas, walaupun ada yang tidak pedas.
Variasi warna cabe rawit dari kuning, oranye, dan merah. Tanaman cabai rawit
berbuah sepanjang tahun, tahan hujan dan dapat tumbuh di dataran rendah sampai
tinggi. Varietas cabe rawit juga dinamakan berdasarkan asal cabe diperoleh.

8
2.4.3 Cabe Hibrida
Buah cabe hibrida dapat dikelompokkan kedalam kelompok cabai besar.
Cabai ini diperoleh dari persilangan benih-benih bibit yang diseleksi dengan metode
pemuliaan yang moderen. Keunggulan cabai hibrida tampak dari kemampuan
produksi, keseragaman tumbuh, dan ketahanan terhadap gangguan penyakit. Cabe
hibrida yang cukup dikenal tetapi tidak banyak dibudidayakan karena tidak tahan di
lahan terbuka adalah paprika yang umum disebut sweet papper (cabai manis) dengan
bentuk yang agak memendek dan mengembung.

2.4.4. Cabai Hias (Capsicum spp)


Sebagian merupakan tanaman penghias halaman atau ruang depan, tanaman
cabe hias ini berbentuk buah menarik. Walaupun menarik, tetapi tidak dikonsumsi
oleh manusia.

2.5 Macam-macam Teknik Penyemaian Benih Cabe


Penyemaian adalah kegiatan yang mana benih cabe ditanam dalam sebuah
media dengan tujuan supaya benih cabe tersebut dapat tumbuh secara maksimal.
Umumnya benih yang melewati proses penyemaian dapat terlindung dari yang
namanya hama penyakit. Dengan menyemaikan benih cabe yang ditanam bisa
terpelihara dengan optimal dibandingkan dengan tanaman yang ditanam langsung.
Proses persemaian ini tentunya merupakan bagian yang paling penting, termasuk
dalam pembudidayaan tanaman cabe

2.5.1 Penyemaian benih cabe pada media bedengan


Untuk menggunakan cara menyemai bibit cabe dengan media bedengan,
syarat yang wajib Anda penuhi adalah membuat bedengan pada sebidang tanah yang
gembur. Kemudian tanah gembur itu harus dibenamkan pupuk TSP (opsional, jika
Anda memakai pemupukan organik bisa diabaikan) dan juga pupuk kandang. Adapun
proses pemupukan tersebut bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan pada bibit

9
cabe yang disemai. Apabila bedengan telah siap, maka benih cabe kering perlu
ditaburkan ke setiap media bedengan yang telah Anda buat. Pada bagian atas media
bedengan pun harus ditutup memakai gulma kering sesudah benih cabe ditaburkan ke
dalam bedengan. Adapun gulma disini bisa disiasati dengan memakai alang-alang
yang kering melalui penyanga kayu jarak. Selain itu, persemaian benih yang baik
tentu harus selalu memperhatikan kondisi tanah pada bedengan sebagai tempat bibit
cabe tersebut dilakukan persemaian. Untuk memperhatikan keadaan tanah
persemaian ini yaitu dengan menyiraminya secara teratur setiap hari tepat di bagian
atas penutup bedengan media persemaiannya.

Adapun tujuannya supaya air tidak jatuh ke tanah secara langsung. Sebab
apabila air langsung jatuh ke tanah hanya membuat bibit cabai yang Anda semai pada
bedengan hanyut. Selanjutnya tunggu bibit cabai tumbuh hingga menjadi tanaman
cabe yang kecil minimal sebanyak 4 helai daun. Ketika tanaman sudah mempunyai
setidaknya 4 daun tersebut, maka tanaman cabe pun telah siap dipindah pada lahan
media tanam yang telah dipersiapkan.

2.5.1 Penyemaian benih cabai dalam plastik polibag


Penyemaian bibit cabe di dalam plastik polybag bisa menjadi pilihan, hal ini
bertujuan supaya ketika bibit cabe ditanam pada media polybag maupun pot bisa
tumbuh langsung tanpa harus melewati masa penyesuaian. Selain itu, menyemai
benih cabe lewat plastik polybag dapat meminimalisir resiko benih cabe rawit
tersebut mati sesudah ditanam. Adapun hasil proses penyemaian benih cabe lewat
plastik polybag ini dapat menghasilkan kualitas tumbuh secara maksimal tanpa masa
penyesuaian terlebih dulu terhadap iklim di lingkungan sekitarnya. Sebab ketika
proses persemaian berlangsung dalam polybag, Anda langsung bisa menempatkan
bibit dengan iklim dan situasi yang serupa dengan tempat bibit cabe yang Anda
budidayakan.

10
Untuk mengikuti tahapan-tahapan proses penyemaian benih cabe dalam
polybag, Anda bisa mencoba cara penyemaian berikut ini :

1. Pertama-tama beli bibit cabe yang diinginkan terlebih dulu, tak ada salahnya
untuk mempercayakan toko pertanian untuk mendapatkan benih cabe.
2. Membeli polybag berukuran kecil dengan diameter sekitar 5 cm.
3. Mempersiapkan pupuk kandang lalu ayak atau saring sampai butiran pupuk
bertekstur lembut.
4. Mempersiapkan media tanah yang berkualitas lalu diayak atau disaring.
5. Pupuk kandang dan tanah selanjutnya diaduk secara merata lalu masukkan
pada polybag yang telah Anda beli dan persiapkan.
6. Polybag yang telah tertata rapi lalu disiram menggunakan air sampai merata,
apabila ada bagian isinya yang susut bisa ditambahkan kembali lalu dibiarkan
hingga sehari semalam.
7. Sesudah itu bibit biji cabe yang Anda beli dimasukkan satu demi satu pada
plastik polybag, supaya mencegah bibi cabe tidak tumbuh maka setiap
polybag diisi 2 biji bibit cabe dengan jarak sekitar 2 cm.
8. Berikutnya yaitu membuat persemaian cadangan, apabila nanti di plastik
polybag ternyata ada yang mati, maka Anda langsung menggantinya. Untuk
media yang dipakai dapat menggunakan kaleng biskuit besar lalu diisi oleh
media tanam lalu sebar bibit cabe di atasnya seperlunya.
9. Langkah-langkah di atas dilakukan dengan berurutan, dan Anda pun cukup
menunggu hasilnya sembari merawat bibit cabe sampai siap tanam sekitar 4-6
minggu.

Demikian cara menyemai bibit cabe menggunakan media polybag dan bedengan,
Anda cukup memilih salah satu diantara media tersebut yang paling baik!

11
BAB III
METODE KERJA

3.1. Waktu dan lokasi


Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini telah dilaksanakan pada tanggal 6 agustus
2018 sampai tanggal 6 September 2018. Bertempat di Unit Pelaksana Teknis (UPT )
Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi NTT

3.2. Bahan dan Peralatan


Bahan yang digunakan yaitu :
a. Benih cabe Taruna dan Pilar f1
b. Pupuk kandang
c. Tanah hitam
Alat yang digunakan yaitu :
a. Cangkul
b. Gembor
c. Sekop
d. Ember
e. Alat tulis

3.2 Prosedur Kerja


Menyemai benih cabe menggunakan pot Tray
Proses menyemai dengan menggunakanpot tray pada prinsipnya hampir sama
dengan cara yang biasa, hanya saja kegiatan menyemai dengan menggunakan pot tray
relatif lebih mudah, cepat dan praktis. Bibit pun akan tumbuh lebih baik karena
ditanam secara teratur dan terpisah antara satu dengan lainnya sehingga pasokan hara
menjadi lebih banyak karena tidak ada persaingan. Penyemaian dilakukan selama 2
minggu.

12
a) Persiapan alat dan bahan
Alat yang dipersiapkan yaitu : pot tray, cangkul, gembor, sekop dan ember.
Bahan yang dipersiapkan yaitu : benih cabe cap panah merah taruna dan pilar
f1, pupuk kandang dan tanah hitam.

b) Penyiapan Media Tanam


Media tanam yang digunakan berupa tanah hitam, sekam padi dan pupuk
kandang (kotoran sapi). Komposisi media yang digunakan adalah 2:1:1.
Media tersebut dicampurkan dengan menakar masing-masing media tanam
menggunakan ember, setiap 2 ember tanah dicampur dengan 1 ember sekam
padi dan 1 ember pupuk kandang lalu digundukkan dan dicampur rata
menggunakan sekop dan cangkul hingga homogen.

c) Perendaman benih cabe


Sebelum disemai benih direndam terlebih dahulu dengan air hangat selama 30
menit untuk mempercepat pembukaan akar, setelah itu ambil benih yang
tengelam didasar wadah lalu di keringkan dengan koran.

d) Menyemai benih cabe ke dalam pot tray :


 Siapkan pot tray
 Isi dengan media semai sampai penuh
 Padatkan dengan cara disiram
 Letakkan benih/biji cabe ditiap lubang pot tray (sebaiknya satu lubang
satu biji)
 Tutup tipis biji/benih dengan media tanam yang sama
 Siram kembali sebaiknya dengan menggunakan sprayer
 Tutup dengan plastik hitam agar benih lebih cepat berkecambah dan
letakkan ditempat yang teduh
 Setelah benih tumbuh (2-3 hari ditanam) buka penutup plastik hitam
dan pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari langsung
 Siram teratur pagi dan sore, tergantung kondisi media semai
 Pindahkan benih setelah muncul 3-4 daun (atau 2-4 minggu) ke lahan
atau pot yang lebih besar.

13
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAAAN
4.1 Tabel
Hasil pengamatan perkecambahan dan pertumbuhan benih cabe
Waktu/Hari Perubahan yang terjadi

Pertama Belum ada perubahan


Kedua Blum ada perubahan
Ketiga Sudah ada perubahan
Sudah mulai berkecambah
Keempat Mengalami pertumbuhan tunas
kelima Terus mengalami pemanjangan tunas
keenam Sudah mulai pertumbuhan akar ,batang
dan daun yang sangat cepat
pertumbuhannya
Ketujuh Pada benih cabe saat memasuki umur
seminggu sudah terlihat perpanjangan
akar ,batang dan daun
- Panjang akar 4,4 cm
- Panjang batang 2,1 cm
- Panjang daun 1,3 cm

Keduabelas Daunnya berjumlah 4 helai, 2 agak besar


dan 2 kecil.
Keempatbelas Bakalan daun pada pucuk mulai
membesar, jumlah daun 4 helai dan
panjang batangnya 3,3 siap di pindahkan
ke polibeg.

14
4.2. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengematan yang telah dilakukan bahwa perkecambahan


dan pertumbuhannya benih cabai menggunakan pot tray sangat subur, waktu yang
dibutuhkan lebih cepat karena sangat mudah, bisa dikerjakan secara cepat dalam
mengisi media tanah, kelihatan tertata rapi dan teratur. Pot tray menghsilkan
perubahan tanaman yang lebih sehat, kokoh dan kuat virgonya sehingga mengurangi
resiko mati pada saat pemindahan. Dalam waktu perkecambahan dan pertumbuhan
mengalami tahap-tahap sebaagai berikut : hari pertama dan kedua benih cabai belum
mengalami perubahan, hari ketiga benih cabai sudah mulai berkecambah, hari
keempat mengalami pertunasan daun, batang dan akar sudah kelihatan. Setelah 2
minggu kemudian pertumbuhan benih cabai memiliki jumlah 3 helai daun , panjang
akar 4,4 cm dan batangnya 3,3 siap dipindahkan ke polibag.

15
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasi PKL yang dilakukan penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai
berikut : Dalam teknologi persemaian benih cabe yang dilakukan UPT Perbenihan
Tanaman Pangan dan Hortikultikura. Penyemain menggunakan pot tray benih cabai
mudah membantu menghasilkan tanaman yang lebih sehat, kokoh dan mengurangi
resiko mati saat pemindahan.

5.2 Saran
 Bagi UPT Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura agar lebih
ditingkatkan teknik persemaian benih cabe.
 Bagi mahasiswa PKL kegiatan ini menambahkan pengalaman, melatih
ketrampilan dan mengaplikasikan teori yang dipelajari.
 Lebih fokus lagi pada saat pengamatan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Bastian. 2016. Identifikasi Karakter Beberpa Varietas Cabai (Capsicum annun L)


Introduksi di Rumah Kaca. Fakultas Pertanian- Universitas Lampung:
Bandar Lampung.

Cahyono, B. 2003. Cabai Rawit Teknik Budidaya Dan Analisis Usaha Tani.
Kanisius: Yogjakarta.

Djarwaningsing,T. 1994. Jenis-jenis Cabai di Indonesia, dalam Penelitia


Peningkatan Pendayagunaan Sumber Daya alam.

Harpens, Asep dan R. Dermawan. 2010. Budidaya cabai unggul. Penebar Swaday:
Jakarta.

Hewindati. Yuni Try dkk. 2006. Hortikultur. Universitas Terbuka. Jakarta.


.
Nurfalach Devi R. 2010. Budidaya Tanaman Cabai Merah(Capsicum annunL.)
di UPTD Pembibitan Tanaman Hortikultura Desa Pakopen Kecematan
Bandung Kabupaten Semarang. Fakultas Pertanian- Universitas Sebelas
Maret: Sukarta.

Rukmana, Rahmat. 2002. Usaha Tani Cabai Rawit. Yogyakarta: kanisius.

Sunaryono, Hendro H. 2003. Budidaya Cabai Merah. Sinar Baru Algensindo.


Cetakan Ke V: Bandung.

Tri Hernanda, A. 2010. Budidaya Cabai Merah Kariting (Capsicum annum L) di


Tawangmangu. Fakultas Pertanian - Universitas Sebelas Maret : Sukarta.

Tjahjadi, Nur. 1991. Bertanam cabai. Penerbit kanisius: Yogyakarta.

17
LAMPIRAN

1.1 SEJARAH BERDIRINYA UPT PERBENIHAN TPH PROVINSI

NUSA TENGGARA TIMUR

UPT perbenihan TPH adalah lembaga perbenihan yang melakukan tugas


kegiatan memperbanyakan benih varietas unggul bersertifikat sampai kepada
pendistribusian.
1. Keputusa Direktur Jenderal Tanaman Pangan No.SK.I.AS.82.6 tanggal
10 Februari 1982 Tentang Pembentuka Balai Benih Induk(BBI) padi,
Palawija dan Hortikultura yang berlokasi di setiap Daerah Tingkat 1
seluruh Indonesia, dan sebagai sumber informasi perbenihan di masing–
masing Daerah.
2. Peraturan pemerintah RI No.8 Tahun 1992 tentang penyerahan sebagai
Urusan Permintaan Kepada 26 Daerah Tingkat II Percontohan, Institusi
Balai Benih Induk berada di bawah Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Provinsi Dati
3. Undang-undang Nomr 12 Tahun 1992 , Peraturan pemerintah Nomor 44
tahun 1995, serta peraturanterkaid dibawahnya, antara lain Keputusan
Menteri Pertanian Nomor 347/kpt/OT.210/6/2003 tentang pedoman
pengelolaan Balai Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura.
4. Peraturan Daerah Provinsi NTT No. 5 2001,tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) dan
diatur tugas fungsi dan struktur organisasinya berdasarkan Peratura
Gubernur Nomor : 36, 37 dan 38 tahun 2008 yang membawahi Balai
Benih yang tersebar di Kabupaten.

18
1.2 Visi Dan Misi

Visi

Visi UPT Perbenihan Tanaman Pangan Dan Holtikultura Dinas Pertanian


Nusa Tenggara Timur adalah terwujudnya ketersediaan benih sumber
tanaman pangan dan holtikultura yang bermutu tinggi bagi kebutuhan
Masyarakat Petani sesuai Prinsi 6 Tepat yakni( Tepat Waktu, Tepat Varietas ,
Tepat Jumlah , Tepat Mutu , Tepat Harga Dan Tepat Pelayanan).

Misi

Untuk Mewujudkan visi tersebut , UPT Perbenihan Tanaman Pangan dan


Holtikultura melaksanakan misi yan merupakan tugs dan fungsi sebagai
berikut :
1. Mengoptimalkan Pengelolaan Sumber Daya( SDM dan SDA),
Perbenihan TPH Nusa Tenggara Timur secara efisien dan efektif.
2. Meningkatkan Produksi dan Produktifitas Benih sumber tanaman Tangan
dan Holtikultura yang bermutu dan varietas unggul sesuai prinsip 6
(Enam) Tepat Waktu, Tepat Varietas , Tepat Jumlah , Tepat Mutu ,
Tepat Harga Dan Tepat Pelayanan.
3. Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani dan Usaha taninya .
4. Mendukung penerapan dan peningkatan pendapatan Asli Daerah (PAD)
5. Mempertahankan potensi produksi petani khususnya tanaman Pangan
Dan Holtikltura.

19
1.3 Tugas pokok dan Fungsi

Tugas

Pada prinsipnya UPT Pernenihan TPH mempunyai tugas dalam memenuhi


kebutuhan benih sumber varietas unggul tanaman Pangan dan Holtikultura
yang bermutu melalui perbanyakan benih sumber guna memenuhi
kebutuhan penangkaran dan masyarakat petani

Fungsi
 Menghasilkan Benih Dasar , Benih Pokok dan Pohon Induk(Blok
Fondasi dan Blok Penggandaan Mata Tempel tanaman Buah).
 Memperbayakan Varietas unggul local
 Melayani Kebutuhan Benih Untuk Unit Penangkaran.
 Melakukan Perbanyakan Benih penjenis(BS) menjadi Benih
Dasar(BD) dan Benih Dasar menjadi Benih Pokok(BP) dan Benih
Pokok menjadi Benih Sebar(BR)
 Melaksanakan pengembangan Pokok Induk(PI)
 Melakukan Perbanyakan Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura
hasil pemurnian varietas
 Menyebarkan informasi Perbanyakan Benih Tanaman Pangan dan
Holtikultura.

20
1.4 Kepegawaian

Jumlah pegawai 108 orang, terdiri dari PNS 90 orang dan Tenaga Honorr 18
orang , meiputi :
 Provinsi 30 Orang
 Struktural
 Kepala UPT : 1 Orang
 Kasubag TU : 1 Orang
 Kasie Produksi Benih TP : 1 Orang
 Kasie Produksi Benih Holtikultura : 1 Orang
 Kabupaten (BBI/BBU/BBH)

Staf Pelaksanaan di Kebun Dinas 78 Orang

21
2.5 Struktur Organisasi UPT Perbenihan TPH

KEPALA
UPT Perbenihan
TPH

KELOMPOK JABATAN
SUB BAGIAN TATA USAHA
FUNGSIONAL

SEKSI PRODUKSI SEKSI PRODUKSI BENIH


TANAMAM PANGAN TANAMAN
HORTIKULTURA

BALAI BENIH
INDUK/BALAI BENIH BALAI BENIH
UTAMA HORTIKULTURA

11,12,13,14,15,16,17

22
2. Gamar – gambar kegiatan

1). Pot tray tempat persemaian benih cabai

2). Pengisian media tanam dipolobeg

3). Penyiraman media tanam

23
4). Benih dipindahkan ke polibeg

5). Pemupukan bibit cabai

24