Anda di halaman 1dari 18

APLIKASI TURUNAN

TUGAS MAKALAH KALKULUS

DISUSUN OLEH :

1. ARIEF ALY ARROSYID 1755201314

2. LINGGA RAFI FADHILAH 1755201310

3. MUHAMAD IQBAL MAULANA 1755201313

4. MUHAMMAD RAMA PRATAMA 1755201320

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

FAKULTAS TEKNIK T.A 2017-2018

KELAS E1

DOSEN : LULU MAHMUDAH, S.Pd

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha

Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga

penulis dapat menyelesaikan makalah sesuai waktu yang telah direncanakan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Besar

Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.

Penyusunan makalah ini merupakan tugas mata kuliah Kalkulus,

Semester 1 tahun akademik 2017-2018. Dalam penulisan makalah ini, tentunya

banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik moral maupun materil. Penulis

menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik

yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan

selanjutnya.

Tangerang, …. Desember 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I : PENDAHULUAN........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 2

1.3 Tujuan .............................................................................................. 2

BAB II : PEMBAHASAN............................................................................ 3

2.1 Penggunaan EYD yang benar ........................................................ 3

2.2 Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan ........................................ 13

2.3 Revisi Kesalahan Penggunaan Ejaan .......................................... 16

BAB III : PENUTUP.................................................................................. 17

3.1 Kesimpulan .................................................................................... 17

3.2 Saran 17

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 18

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Turunan adalah salah satu cabang ilmu matematika yang digunakan untuk
menyatakan hubungan kompleks antara satu variabel tak bebas dengan satu atau
beberapa variabel bebas lainnya. Konsep turunan sebagai bagian utama dari
kalkulus dipikirkan pada saat yang bersamaan oleh Newton dan Leibniz dari tahun
1665 sampai dengan tahun 1675 sebagai suatu alat untuk menyelesaikan berbagai
masalah dalam geometri dan mekanika. Sir Isaac Newton (1642 - 1727) , ahli
matematika dan fisika bangsa Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 - 1716),
ahli matematika bangsa Jerman dikenal sebagai ilmuwan yang menemukan kembali
kalkulus. Kalkulus memberikan bantuan tak ternilai pada perkembangan beberapa
cabang ilmu pengetahuan lain. Dewasa ini kalkulus digunakan sebagai suatu alat
bantu yang utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan ilmu pengetahuan
dan teknologi.

2. Rumusan Masalah
1) Bagaimana penggunaan Maksimum dan Minimum ?
2) Apa itu Kemonotonan dan kecekungan?
3) Apa itu Maksikum dan Minimum Lokal?

3. Tujuan Penulisan
Dapat memahami penggunaan aplikasi turunan yang diantaranya maksimum dan
minumun, kemonotonan dan kecekungan serta maksimum dan minimum local.

1
BAB II
PEMBAHASAN

1. Maksimum dan Minimum


Misalkan kita mengetahui fungsi f dan domain (daerah asal) S seperti pada
Gambar A. maka kita akan menentukan f memiliki nilai maksimum atau minimum
pada S. Anggap saja bahwa nilai-nilai tersebut ada dan ingin mengetahui lebih
lanjut dimana dalam S nilai-nilai itu berada. Pada akhirnya kita dapat menentukan
nilai-nilai maksimum dan minimum.

Definisi :
Andaikan S, daerah asal f , memuat titik C, kita katakana bahwa:
1. f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c)≥f(x) untuk semua x di S
2. f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c)≤f(x) untuk semua x di S
3. f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau
minimum.
A. Teoroma A
(Teorema Eksistensi Maks-Min). Jika f kontinu pada selang tertutup [a,b], maka f
mencapai nilai maksimum dan nilai minimum.

Terjadinya nilai nilai ekstrim:


Biasanya fungsi yang ingin kita maksimumkan atau minimumkan akan
mempunyai suatu selang I sebagai daerah asalnya. Tetapi selang ini boleh berupa
sebarang dan sembilan tipe yang dibahas 1.3. beberapa dari selang ini memuat titk-
titik ujung; beberapa tidak. Misalnya I = [a,b] memuat titik-titik ujung dua-duanya;

2
(a,b) hanya memuat titik ujung kiri; (a,b) tidak memuat titk ujung satupun. Nilai-
nilai ekstrim sebuah fungsi yan didefinisikan pada selang tertutup sering kali terjadi
pada titik-titik ujung. (Lihat Gambar B)

Jika c sebuah titik pada mana f’(c) = 0 disebut c titik stasioner. Pada titik
stasioner, grafik f mendatar karena garis singgung mendatar. Nilai-nilai ekstrim
terjadi pada titik-titik stasioner. (Gambar C )

Jika c adalah titik dalam dari I dimana f’ tidak ada, disebut c titik singular. Grafik f
mempunyai sudut tajam, garis singgung vertikal. Nilai-nilai ekstrim dapat terjadi

3
pada titik-titik singular. (Gambar D) walaupun dalam masalah-masalah praktis
sangat langka.

B. Teoroma B
(Teorema titik kritis). Andaikan f didefinisikan pada selang I yang memuat titik
c. Jika f(c) adalah titik ekstrim, maka c haruslah suatu titik kritis, yakni c berupa
salah satu :
i. titik ujung I
ii. titik stasioner dari f (f’(c) = 0)
iii. titik singular dari f (f’ (c) tidak ada)
Mengingat teorema A dan B, untuk menghitung nilai maksimum atau nilai
minimum suatu fungsi kontinu f pada selang tertutup I .
Langkah 1 : Carilah titik-titik kritis dari f pada I
Langkah 2 : hitunglah f pada setiap titik kritis, yang terbesar adalah nilai
maksimum dan yang terkecil adalah nilai minimum

4
Contoh soal :
Carilah nilai- nilai maksimum dan minimum dari f(x) = x2 + 4x pada [-3, 1]
Penyelesaian:
Menurunkan fungsinya f’(x) = 2x + 4
Kemudian mencari titik kritis f’(x) = 0
2x + 4 = 0
X = -2
Berarti titik-titik kritis yang di dapat -3, -2, 1 maka :
f(-3) = -3
f(-2) = -4
f(1) = 5
Jadi nilai maksimum adalah 5 (dicapai pada 1) dan nilai minimum adalah -4
(dicapai pada -2)

2. Kemonotonan dan Kecekungan


Definisi :
Andaikan f terdefinisi pada selang I (terbuka, tertutup atau tak satupun). Kita
katakan bahwa :
1) f adalah naik pada I jika untuk setiap pasang bilangan x1 dan x2dalam I, x1 < x2 →
f(x1) < f(x2)
2) f adalah turun pada I jika untuk setiap pasang bilangan x1 dan x2dalam I, x1 > x2
→ f(x1) > f(x2)
3) f monoton murni pada I jika ia naik pada I atau turun pada I
A. Teorema A
(Teorema Kemonotonan). Andaikan f kontinu pada selang I dan dapat
dideferensialkan pada setiap titik dalam dari I
1. Jika f’(x) > 0 untuk semua titik dalam x dari I, maka f naik pada I

5
2. Jika f’(x) < 0 untuk semua titik dalam x dari I, maka f turun pada I
Turunan Pertama dan Kemonotonan
Ingat kembali bahwa turunan pertama f’(x) memberi kita kemiringan dari
garis singgung f dititik x, kemudian jika f’(x) > 0, garis singgung naik ke kanan,
serupa, jika f’(x) < 0, garis singgung jatuh ke kanan. (Gambar A)

Turunan Kedua dan Kecekungan


Sebuah fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang sangat bergoyang
(Gambar B), maka kita perlu mempelajari bagaimana garis singgung berliku saat
kita bergerak sepanjang grafik dari kiri ke kanan. Jika secara tetap berlawanan arah

6
putaran jarum jam, kita katakan bahwa grafik cekung ke atas, jika garis singgung
berliku searah jarum jam, grafik cekung ke bawah

Definisi:
Andaikan f terdeferensial pada selang terbuka I = (a,b). jika f’ naik pada I, f (dan
grafiknya) cekung ke atas disana; jika f’ turun pada I, f cekung ke bawahpada I.
Teorema B

(Teorema kecekungan). Andaikan f terdeferensial dua kali pada selang terbuka


(a,b).
1. Jika f’’(x) > 0 ntuk semua x dalam (a,b) maka f cekung ke atas pada (a,b)
2. Jika f’’(x) < 0 ntuk semua x dalam (a,b) maka f cekung ke bawah pada (a,b)

Titik Balik
Andaikan f kontinu di c, kita sebut (c,f(c)) suatu titik balik dari
grafik f jika f cekung ke atas pada satu sisi dan cekung ke bawah pada sisi lainnya
dari c. grafik dalam Gambar C menunjukkan sejumlah kemungkinan.

Gambar

soal :
Jika f(x) = x3 + 6x2 + 9x + 3 cari dimana f naik dan dimana turun?

7
Penyelesaian:

Mencari turunan f
f’(x) = 3x2 + 12x + 9
= 3 (x2 + 4x + 3)
= 3 (x+3)(X+1)

Kita perlu menentukan (x +3) (x +1) > 0 dan (x +3) (x + 1) < 0 terdapat titik pemisah
-3 dan -1, membagi sumbu xatas tiga selang ( -∞, -3), (-3, -1) dan (-1, ∞). Dengan
memakai titik uji -4, -2, 0 didapat f `(x) > 0 pada pertama dan akhir selang dan f `(x)
< 0 pada selang tengah.
Jadi, f naik pada (-∞, -3] dan [-1, ∞) dan turun pada [-3, -1]
Grafik
f(-3) = 3
f(-1) = -1
f(0) = 3

3.Maksimum dan Minimum Lokal


Definisi :
Andaikan S, daerah asal f, memuat titik c. kita katakan bahwa :

8
1. f(c) nilai maksimum lokal f jika terdapat selang (a,b) yang memuat c
sedemikian sehingga f(c) adalah nilai maksimum f pada (a,b) ∩ S
2. f(c) nilai minimum lokal f jika terdapat selang (a,b) yang memuat c sedemikian
sehingga f(c) adalah nilai minimum f pada (a,b) ∩ S
3. f(c) nilai ekstrim lokal f jika ia berupa nilai maksimum lokal atau minimum
lokal

Teorema titik kritis pada dasarnya berlaku sebagaimana dinyatakan dengan nilai
ekstrim diganti oleh nilai ekstrim lokal, bukti pada dasarnya sama. Jika turunan
adalah positif pada salah satu pihak dari titik kritis dan negative pada pihak lainnya,
maka kita mempunyai ekstrim lokal.
GAMBAR MAKS.LOKAL DAN MINIM LOKAL

Teorema A
(Uji Turunan Pertama untuk Ekstrim Lokal). Andaikan f kontinu pada selang
terbuka (a,b) yang memuat titik kritis c.
1. Jika f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam
(c,b), maka f(c) adalah nilai maksimum lokal f
2. Jika f’(x) < 0 untuk semua x dalam (a,c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam
(c,b), maka f(c) adalah nilai minimum lokal f
3. Jika f’(x) bertanda sama pada kedua pihak c, maka f(c) bukan nilai ekstrim
lokal f.
Teorema B
(Uji Turunan Kedua untuk Ekstrim Lokal). Andaikan f’ dan f’’ ada pada setiap
titik dalam selang terbuka (a,b) yang memuat c, dan andaikan f’(c) = 0
i. Jika f’’(c) < 0, f(c) adalah nilai maksimum lokal f
ii. Jika f’’(c) > 0, f(c) adalah nilai minimum lokal f

soal :

9
Cari nilai ekstrim lokal dari fungsi f(x) = x2 – 8x + 7 pada (-∞,∞)

penyelesaian:

fungsi polinom kontinu dimana-mana dan turunannya, f’(x) = 2x – 8, ada untuk


semua x. jadi satu-satunya titik kritis untuk f adalah penyelesaian tunggal dari f’(x)
= 0 yakni x = 4 karena f’(x) = 2(x-4) < 0 untuk x<0, f turun pada (-∞,4) dank arena
2(x – 4)>0 untuuk x>0, f naik pada [4,∞) karena itu, f(4) = -9 adalah nilai minimum
lokal f, karena 4 adalah satu-satunya bilangan kritis, tidak terdapat nilai ekstrim
lain. Ditunjukkan oleh grafik di bawah ini.

3.3 Ekstrim Lokal dan Ekstrim pada Interval Terbuka


Definisi Misalkan S, daerah asal f, memuat titik c. Kita katakan bahwa :
f(c) nilai maksimum lokal f jika terdapat interval (a, b) yang memuat c sedemikian
rupa sehingga f(c) adalah nilai maksimum f pada (a, b) ∩ S;
f(c) nilai minimum lokal f jika terdapat interval (a, b) yang memuat c sedemikian
rupa sehingga f(c) adalah nilai minimumf pada (a, b) ∩ S;
f(c) nilai ekstrim lokal f jika ia berupa nilai maksimum lokal atau nilai minimum
lokal.

Teorema AUji Turunan Pertama


Misalkan f kontinu pada interval terbuka (a, b) yang memuat sebuah titik kritis c.

10
Jika f’(x) > 0 untuk semua x dalam (a, c) dan f’(x) < 0 untuk semua x dalam (c, b),
maka f(c) adalah nilai maksimum lokal f.
Jika f’(x) < 0 untuk semua x dalam (a, c) dan f’(x)> 0 untuk semua x dalam (c, b),
maka f(c) adalah nilai minimum lokal f.
Jika f’(x) bertanda sama pada kedua pihak c, maka f(c) bukan nilai ekstrim lokal f.
Teorema B Uji Turunan Kedua
Misalkan f’ dan f’’ ada pada setiap titik interval terbuka (a, b) yang memuat c,
dapat misalkam f’(c) = 0
Jika f’(c) < 0, maka f(c) adalah nilai maksimum lokal f.
Jika f’(c) > 0, maka f(c) adalah nilai minimum lokal f.

3.5 Penggambaran Grafik Fungsi Menggunakan Kalkulus


Fungsi Polinmial polinomial derajat 1 atau 2 mudah digambar grafiknya; yang
berderajat 50 hampir mustahil. Jika derajatnya sedang, misalnya 3 sampai 6, kita
akan sangat terbantu oleh alat-alat dari kalkulus
Fungsi Rasional Fungsi Rasional, yang merupakan hasil bagi dua fungsi
polinomial, agak lebih rumit untuk digambarkan grafiknya dibanding polinomial.
Khususnya, kita dapat mengharapkan perilaku yang dramatis dekat tempat
penyebut akan bernilai nol.
Fungsi yang Melibatkan Akar Terdapat beraneka ragam fungsi yang melibatkan
akar.
Ringkasan Metode Dalam menggambarkan grafik fungsi, tidak terdapat pengganti
untuk akal sehat. Tetapi, dalam banyak hal prosedur berikut akan sangat membantu
.
Langkah 1 : Analisis praKalkulus,
Periksa daerah asal dan daerah hasil fungsi untuk melihat apakah ada daerah di
bidang yang dikecualikan;
Uji kesimetrian terhadap sumbu y dan titik asal. (apakah fungsi itu genap atau ganji);
Cari perpotongan dengan sumbu-sumbu koordinat.
Langkah 2 : Analisis Kalkulus
Gunakan turunan pertama untuk mencari titik-titik kritis dan membantu mengetahui
tempat-tempat grafik menaik dan menurun;

11
Uji titik-titik kritis untuk maksimum dan minimum lokal.
Gunakan turunan kedua untuk mengetahui tempat-tempat grafik cekung keatas dan
cekung ke bawah dan untuk mengalokasikan titik balik.
Cari asimtot-asimtot

3.6 Teorema Nilai Rataan Untuk Turunan

Teorema A Teorema Nilai Rataan untuk Turunan


Jika f kontinu pada interval tertutup [a, b] dan terdiferensiasikan pada titik
dalamnya (a, b), maka terdapat paling sedikit satu bilangan c dalam (a, b)
dimana atau setara denganf(b) – f(a) = f’(c) (b – a)

Teorema B
Jika F’(x) = G’(x) untuk semua x dalam (a, b), maka terdapat konstanta C
sedemikian rupa sehingga F’(x) = G’(x) + c untuk semua x dalam (a, b)
Bukti Misalkan H’(x) = F’(x) – G’(x) = 0 untuk semua x dalam (a, b). Pilih
X1sebagai suatu titik (tetap) dalam (a, b) dan misalkan x sebarang titik lain disana.
Fungsi H memenuhi hipotesis Teorema Nilai Rataan pada interval tertutup dengan
titik-titik ujung X1dan x. Jadi terdapat sebuah bilangan c di antara X1dan x
sedemikian rupa sehingga :
H(x) – H(x1) = H’(c)(x – x1) Tetapi menurut hipotesis H’(c) = 0. Karena itu H(x) -
H(x1) = 0 atau H(x) = H(x1) untuk semua x dalam (a, b). Karena H(x) = F(x) – G(x),
kita simpulkan bahwa F(x) – G(x) = H(x1). Sekarang misalkan C = H(x1) , dan kita
mempunyai kesimpulan F(x) = G(x) + C

3.7 Menyelesaikan Persamaan Secara Numerik

Alogaritma Metode Bagi-Dua


Misalkan f(x) adalah fungsi kontinu, dan misalkan a1 dan b1adalah bilangan yang
memenuhi a1< b1dan f(a1) . f(b1) < 0. Misalkan E menyatakan batas yang diinginkan
untuk galat

12
│r - mn │. Ulangi langkah 1 sampai 5 untuk n = 1, 2, 3, ... hingga hn < E :
1. Hitung mn= (an + bn)/2
2. Hitung f(mn)dan jika f(mn) = 0, kemudian BERHENTI
3. Hitung hn= (bn- an)/2
4. Hitung f(an) . f(mn)< 0, tetapkan an+1 = andan bn+1 = mn
5. Hitung f(an) . f(mn)> 0, tetapkan an+1 = mn dan bn+1 = bn

Alogaritma Metode Newton


Misalkan f(x) adalah fungsi terdiferensiasikan dan misalkan x1 adalah aproksimasi
awal terhadap akar r dari f(x) = 0. Misalkan E menyatakan batas untuk galat │r -
xn │. Ulangi langkah berikut untuk n = 1, 2, 3, ... hingga │x n+1 - xn │< E : xn+1=
xn-

Alogaritma Titik-Tetap
Misalkan g(x) adalah fungsi kontinu, dan misalkan x1 adalah aproksimasi awal
terhadap akar r dari x = g(x). Misalkan E menyatakan batas untuk galat │r - xn │.
Ulangi langkah berikut untuk n = 1, 2, 3, ... hingga │xn+1 - xn │< E : xn+1 = g(xn )

3.8 Anti Turunan


Definisi :
Kita sebut F suatu anti-turunan f pada interval I jika DxF(x) = f(x) pada I, yakni
jika F’(x) = f(x) untuk semua x dalam I.

Teorema AAturan Pangkat


Jika r adalah sebarang bilangan rasional kecuali -1, maka ∫ Xrdx = + C

Teorema B
∫sin x dx = -cos x + C dan ∫cos x dx = sin x + C

Teorema C Integral Tak-Tentu adalah Operator Linear

13
Misalkan f dan g mempunyai anti turunan (integral tak tentu) dan misalkan k suatu
konstanta. Maka
∫kf(x) dx = k ∫f(x) dx;
∫[f(x) + g(x)] dx = ∫f(x) dx + ∫g(x) dx;
∫[f(x) - g(x)] dx = ∫f(x) dx - ∫g(x) dx;

Teorema D Aturan Pangkat yang Digeneralisir


Misalkan g suatu fungsi yang dapat di diferensiasi dan r suatu bilangan rasional
yang bukan -1. Maka ∫ [g(x)] rg’(x) dx = + C

3.9 Pendahuluan Persamaan Diferensial


Persamaan dengan nilai tak diketahui (unknown) berupa suatu fungsi yang
melibatkan turunan (diferensiasi) dari fungsi yang tidak diketahui ini
disebut persamaan diferensial.Fungsi, yang ketika disubtitusikan dalam
persamaan diferensial menghasilkan identitas, disebut penyelesaian persamaan
diferensial. Jadi, menyelesaikan suatu persamaan diferensial adalah mencari fungsi
yang tidak diketahui. Umumnya, ini adalah tugas yang sukar dan yang telah
dituliskan dalam banyak buku tebal. Disini kita hanya meninjau kasus yang paling
sederhana, yakni persaamaan diferensial tingkat saru yang terpisahkan. Ini
adalah persamaan-persamaan yang hanya melibatkan turunan pertama dari fungsi
yang tidak diketahui dan sedemikian rupa sehingga variabel-variabel dapat
dipisahkan, satu pada masing-masing ruas persamaan.
Masalah Gerak Ingat kembali bahwa jika s(t), v(t), dan a(t) masing-masing
menyatakan posisi, kecepatan, percepatan, pada saat t dari suatu benda yang
bergerak sepanjang suatu garis koordinat.

14
BAB II
PENUTUP
1. Kesimpulan
Maksimum dan Minimum
2. Kemonotonan dan Kecekungan
3. Maksimum dan Minimum Lokal
4. Lebih Banyak Masalah Maks-Min
5. Penerapan Ekonomik
6. Limit di Ketakhinggaan, Limit Tak Terhingga
7. Teorema Nilai Rata-Rata
8. Penggambaran Grafik Canggih
Sedangkan apilkasi nya dalam berbagai bidang
1. Dalam bidang tehnik
2. Dalam bidang matematika
3. Dalam bidang ekonomi
4. Dalam bidang fisika

15