Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH NEW PUBLIC MANAGEMENT

Dosen Pengampuh:
Nur Handayani, SE, M.Si.Ak.

Disusun Oleh:
Program Studi S1 Akuntansi SA-AS2
1. Akhreza Saiffudin (1610109902)
2. Anita Rizky Widyanti (1610110021)
3. Diva Ayu Mashita A. (1610110124)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA


SURABAYA
A. New Public Management

NPM adalah suatu sistem manajemen desentral dengan perangkat-perangkat


manajemen baru seperti controlling, benchmarking dan lean management. Bagi yang
lain, NPM dipahami sebagai privatisasi sejauh mungkin atas aktivitas pemerintah.

NPM memiliki ciri-ciri berikut:


a. Pengendalian yang berorientasi pada persaingan dengan cara pemisahan wewenang
antara pihak yang memberi dana dan pihak pelaksana tugas
b. Pemfokusan pada efektifitas, efisiensi dan mutu pelaksanaan tugas
c. Pemisahan manajemen strategis dari manajemen operasional dalam pemberian order dan
anggaran umum
d. Pelaksana order swasta dan pemerintah diperlakukan sama.
e. Adanya upaya meningkatkan inovasi yang terarah (sebagai bagian dari order kerja)
karena adanya pendelegasian (bukan hanya desentralisasi) manajemen
f. operasional.produk
Tanggungjawab total
Tujuan New Public Management (NPM)
Tujuan New Public Management adalah untuk merubah administrasi publik
sedemikian rupa sehingga, kalaupun belum bisa menjadi perusahaan, ia bisa lebih bersifat
seperti perusahaan. Administrasi publik sebagai penyedia jasa bagi warga harus sadar
akan tugasnya untuk menghasilkan layanan yang efisien dan efektif. Tapi, di lain pihak
ia tidak boleh berorientasi pada laba. Padahal ini wajib bagi sebuah perusahaan kalau ia
ingin tetap bertahan dalam pasar yang penuh persaingan.

Tuntutan dan Prasyarat New Public Management (NPM)


Langkah untuk menerapkan New Public Management bisa dilakukan dengan
syarat
ada cukup jumlah pendukung “yang kritis” yang menghendaki reformasi. Para
pendukung ini harus berasal dari administrasi (pemda, pemkot) dan politik, berarti
mereka harus seorang birokrat dan politisi. Warga juga akan setuju dengan penerapan
NPM ini karena mereka banyak mengkritisi kelemahan atau kinerja administrasi yang
lemah. Namun demikian, reformasi ini harus didukung bersama agar warga bisa
memberikan tekanan yang dibutuhkan terhadap politisi dan pihak administrasi untuk
menyelesaikan proses reformasi dengan sukses.

Harus jelas bahwa restrukturisasi seperti ini punya harga, tapi harus disadari pula
bahwa penghematan yang dihasilkan reformasi ini bisa dengan mudah membiayai
kembali investasi. Akan tetapi, sebelum upaya penerapan New Public Management ini
bisa direalisasikan, harus diciptakan dulu prakondisi, yakni pertama, batasan tanggung
jawab antara unit perencana dan unit pelaksana (politik dan administrasi) dan perangkat
sumber daya yang bersifat desentral.

Perangkat-perangkat New Public Management


a. Manajemen kontrak
Penyelenggaraan administrasi publik selama ini ditandai dengan keputusan
keputusan yang bersifat hirarkis dan berdasarkan petunjuk-petunjuk khusus. Dengan
perangkat manajemen kontrak, praktek ini akan diubah yakni dengan membuat
kesepakatan tentang biaya dan apa yang harus dikerjakan.
Manajemen kontrak adalah penyelenggaraan administrasi melalui kesepakatan-
kesepakatan tentang tujuan yang hendak dicapai. Kesepakatan ini mencakup mulai dari
tujuan yang hendak diraih hingga pengawasan terhadap proses pencapaian tujuan
tersebut. Landasan manajemen kontrak adalah kontrak atau perjanjian antara pihak-pihak
yang membuat perjanjian,yang dimaksud dengan manajemen kontrak di sini bukanlah
kontrak atau perjanjian-perjanjian yang mengikat secara hukum seperti halnya dalam
dunia bisnis, tapi menyangkut kesepakatan tujuan yang bersifat mengikat tentang jangka
waktu yang telah ditetapkan.

b. Penyerahan tanggung jawab di bidang sumber daya


Memutuskan sendiri bagaimana memaksimalkan sumber daya agar dapat hasil
yang maksimal.

c. Orientasi pada hasil kerja (output)


Administrasi hanya dapat dikendalikan secara efisien apabila titik tolak
penyelenggaraannya berada pada hasil (output) kerja.
d. Controlling
Controlling bisa diartikan sebagai satu konsep terpadu guna mengendalikan
administrasi secara efisien dan ekonomis – dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan oleh politik. Untuk bisa berfungsi seperti ini, controlling harus menyediakan
informasi yang dibutuhkan pada saat yang tepat. Pengadaan informasi disesuaikan
dengan tingkat kebutuhan yang dimiliki manajemen politik atau pemerintah sebagai pihak
perencana, dan administrasi sebagai pelaksana.

e. Orientasi pada warga/pelanggan


Intisari New Public Management berbunyi: ”Segala sesuatu yang tidak
bermanfaat bagi warga adalah pemborosan.” Kalimat ini mengungkapkan bahwa
administrasi bukanlah tujuan akhir, dan ia hanya punya satu tugas, yakni memberikan
layanan kepada rakyat yang memang berhak mendapatkannya. Di beberapa negara
pernah dikembangkan apa yang disebut “citizen charta” (piagam warga) yang
merangkum hak-hak apa saja yang dimiliki warga sebagai pembayar pajak kepada negara.
Ini artinya, warga tidak lagi dilihat sebagai abdi, melainkan sebagai pelanggan yang
karena pajak yang dibayarkannya mempunyai hak atas layanan dalam jumlah tertentu dan
kualitas tertentu pula.

f. Personalia
Personalia merupakan faktor kunci bagi suksesnya sebuah proses modernisasi.
Modernisasi administrasi publik hanya akan berhasil apabila potensi sumber daya
manusia dimanfaatkan secara maksimal, atau – jika ada kekurangan di bidang ini –
memperbaiki sumber daya manusianya (human capital). Dalam proses modernisasi
penting sekali melibatkan karyawan, karena tanpa itu hanya akan dicapai ketidakpastian
dan seringkali sikap penolakan (boikot) yang merintangi pelaksanaan reformasi.

g. Teknik informasi
Prinsip-prinsip manajemen yang telah diuraikan di atas beserta seluruh bentuk
pengendalian membutuhkan suatu sistem informasi yang sempurna. Penggabungan
informasi dan komunikasi yang cepat, pemadatan data untuk pengendalian dan
kemungkinan mengakses kumpulan data guna memenuhi keinginan pelanggan. Semua
itu membutuhkan jaringan alat pengolahan data sehingga pekerjaan bisa dilakukan
dengan cepat, dan, terutama sekali bisa dipercaya.

h. Manajemen kualitas
Setiap produk – termasuk pekerjaan yang mengiringi produk tersebut – memiliki
sejumlah ciri yang bisa dibedakan.

Paradigma NPM melihat bahwa paradigma manajemen terdahulu kurang efektif


dalam memecahkan masalah dalam memberikan pelayanan kepada publik. Karena itu,
Christopher Hood mengungkapkan bahwa ada tujuh prinsip-prinsip NPM, yaitu :
1. Pemanfaatan manajemen profesional dalam sektor publik.
2. Penggunaan indikator kinerja.
3. Penekanan yang lebih besar pada kontrol output.
4. Pergeseran perhatian ke unit-unit yang lebih kecil.
5. Pergeseran ke kompetisi yang lebih tinggi.
6. Penekanan gaya sektor swasta pada penerapan manajemen.
7. Penekanan pada disiplin dan penghematan yang lebih tinggi dalam penggunaan
sumber daya.

Orientasi NPM
NPM ini telah mengalami berbagai perubahan orientasi menurut Ferlie,
Ashbuerner, Filzgerald dan Pettgrew dalam Keban (2004 : 25), yaitu:

1. Orientasi The Drive yaitu mengutamakan nilai efisiensi dalam pengukuran


kinerja.
2. Orientasi Downsizing and Decentralization yaitu mengutamakan
penyederhanaan struktur, memperkaya fungsi dan mendelegasikan otoritas
kepada unit-unit yang lebih kecil agar dapat berfungsi secara cepat dan tepat.
3. Orientasi in Search of Excellence yaitu mengutamakan kinerja optimal dengan
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Orientasi Public Service yaitu menekankan pada kualitas, misi dan nilai-nilai yang
hendak dicapai organisasi publik, memberikan perhatian yang lebih besar kepada
aspirasi, kebutuhan dan partisipasi “user” dan warga masyarakat, termasuk wakil-
wakil mereka menekankan “social learning” dalam pemberian pelayanan publik
dan penekanan pada evaluasi kinerja secara berkesinambungan, partisipasi
masyarakat dan akuntabilitas.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.co.id/amp/s/riswanarif
http://marshaayunitairawati.blogspot.com/2013/01/new-public-management_14.html