Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH INSTRUMENTASI

PENYEHATAN AIR

Disusun Oleh :

1. Firmanti Rizki Yunani (P07133117016)


2. Kiki Puspito Sembodro (P07133117022)
3. Wenni Surya Dwiwati (P07133117038)

DIII KESEHATAN LINGKUNGAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA

2017 / 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini
yang berjudul “Makalah Intrumentasi Penyehatan Air”. Sholawat dan salam
semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
yang telah membawa ilmu-ilmu keislaman, sehingga dapat menjadi bekal hidup
kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis banyak mendapat hambatan dan


tantangan namun dengan dukungan dari berbagai pihak, tantangan tersebut dapat
teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak
yang telah ikut membantu dalam penyelesaian pembuatan makalah ini.

Tidak ada yang dapat penulis berikan kepada mereka selain iringan do’a
yang tulus dan ikhlas semoga amal baik mereka diterima dan mendapat balasan
yang lebih baik dari Allah SWT. Tidak lupa saran dan kritik sangat penulis
harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis


pada khusunya dan bagi pembaca umumnya. Amiin.

Yogyakarta, 23 September 2018

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi,
sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun, air
dapat menjadi malapetaka jika tersedia dalam kondisi yang tidak benar,
baik kualitas maupun kuantitas airnya. Air yang bersih sangat dibutuhkan
maunia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk
kebersihan sanitasi kota, dan sebagainya. Kondisi geografis suatu lokasi
merupakan salah satu penyebab prosentase jumlah sumber air bervariasi.
Sehingga tidak jarang pula tempat yang tidak memiliki sumber air bersih.
Walaupun demikian, tempat yang memiliki sumber air dengan
debit yang cukup tinggi juga mendapat masalah, misalnya kualitas sumber
air yang kurang memenuhi syarat sebagai air minum bahkan kurang
memenuhi syarat untuk dijadikan sumber air bersih. Yang lebih
mengherankan lagi masalah tersebut tidak terletak pada kualitasnya tetapi
pada sistem distribusinya yang kurang maksimal sehingga masyarakat
kurang bisa merasakan keberadaan air bersih tersebut. Di zaman sekarang,
air menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius. Untuk
mendapatkan air yang baik sesuai dengan standar terntentu sudah cukup
sulit untuk di dapatkan. Hal ini dikarenakan air sudah banyak tercemar
oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia.
Sehingga menyebabkan kualitas air menurun, begitupun dengan
kuantitasnya.
Telah terjadi banyak sekali pencemaran air, seperti di Teluk Jakarta
yang berakibat bagi para petambak. Bukan hanya beberapa spesies ikan
yang hilang, tetapi udang dan bandeng juga banyak yang mati. Secara
kimiawi, pencemaran yang terjadi di Teluk Jakarta termasuk cukup parah.
Sehingga indicator pencemar seperti kerang hijau terlah berkembang
secara pesat. Selain itu, penggunaan pestisida yang berlebihan dan
berlangsung lama juga akan berakibat terjadinya pencemaran air. Seperti
yang terjadi di NTB, dimana terjadi pencemaran air akibat penggunaan
pestisida yang berlebihan dalam waktu yang lama. Petani menggunakan
pestisida di sekitar mata air Lingsar dan Ranget (Bali Post, 14/8/03).
Krisis air juga terjadi di hampir semua P.Jawa dan sebagian
Sumatera, terutama kota-kota besar baik akibat pencemaran limbah cair
industri, rumah tangga maupun pertanian. Selain merosotnya kualitas air
akibat pencemaran, krisis air juga terjadi dari kurangnya ketersediaan air
dan terjadinya erosi akibat pembabatan hutan di hulu serta perubahan
pemanfaatan lahan di hulu dan hilir. Pencemaran air yang terjadi di
berbagai wilayah di Indonesia, seperti beberapa contoh di atas, telah
mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Lemahnya pengawasan
pemerintah serta keengganan untuk melakukan penegakan hukum secara
benar menjadikan problem pencemaran air menjadi hal yang kronis yang
makin lama makin parah. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik
dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan
bahkan menyulut konflik.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan