Anda di halaman 1dari 9

TUJUAN HUKUM

NAMA ANGGOTA :
1. M. RIFKY (1808015101)
2. IRFAN SETIYAWAN (1808015121)
3. AGUNG RIZKY P (1808015143)
4. M. SAFIQ IBRAHIM (1808015144)
Dalam literatur, tujuan hukum mengenal tiga teori, yakni
1. Teori Etis atau dikenal juga dengan Teori Keadilan,
2. Teori Kegunaan/ Kemanfaatan (Teori Utilities/
Eudaemonistis) dan
3. Teori Kepastian Hukum (Yuridis Formal/ Campuran).

Tujuan Hukum

Tujuan hukum dari Teori Etis (Teori Keadilan) dikaji dari sudut
pandang falsafah hukum, mendasarkan pada etika, yakni hukum
ditentukan oleh keyakinan kita yang etis tentang yang adil dan
tidak adil. Tujuan hukum menurut teori etis ini semata-mata
mencapai keadilan dan memberikannya kepada setiap orang yang
menjadi haknya.

Tujuan hukum menurut Teori Kegunaan/ Kemanfaatan (Teori


Utilities/ Eudaemonistis) adalah untuk bertujuan memberikan
faedah atau manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,
karena hukum diatas kepentingan pribadi atau golongan. Menurut
Teori Kegunaan/ Utulities ini, hukum bertujuan menjamin
kebahagian yang terbesar bagi manusia dalam jumlah sebanyak
banyaknya (the greatst good the greatst number).

Pada hakikatnya menurut teori kemanfaatan/ Eudaemonistis ini


tujuan hukum adalah untuk memberikan manfaat dalam
menghasilkan kesenangan atau kebahagian yang terbesar bagi
jumlah orang yang terbanyak. Penganut teori ini antara lain
adalah Jeremy Bentham.
Sedangkan tujuan hukum menurut Teori Kepastian Hukum
(Yuridis formal/Campuran) dikaji dari sudut pandang Hukum
normatif, yakni menjaga kepentingan setiap orang sehingga tidak
diganggu haknya.

Tujuan pokok dan utama dari hukum adalah ketertiban,


kebutuhan ketertiban ini adalah syarat pokok (fundamental) bagi
adanya suatu masyarakat yang teratur, disamping tercapainya
keadilan yang berbeda-beda isi dan ukurannya menurut
masyarakat dan zamannya (Mochtar Kusumaatmadja).

Tujuan hukum adalah kedamaian hidup antar pribadi yang


meliputi ketertiban ekstern antar pribadi dan ketenangan intern
pribadi (Purnadi dan Soerjono Soekanto). Mirip dengan pendapat
Van Apeldoorn yang mengatakan bahwa tujuan hukum adalah
mengatur pergaulan hidup manusia secara damai.

Sedangkan menurut subekti bahwa hukum itu mengabdi kepada


tujuan negara, yaitu mendatangkan kemakmuran dan kebahagian
bagi rakyatnya. Dalam mengabdi kepada tujuan negara itu dengan
menyelenggarakan keadilan ketertiban.
Tujuan Hukum Menurut Pendapat Para Ahli

Berkenaan dengan tujuan hukum, ada beberapa pendapat dari


para ahli hukum, yakni:

1. Aristoteles (Teori Etis )


Tujuan hukum semata-mata mencapai keadilan. Artinya,
memberikan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya.
Disebut teori etis karena isi hukum semata-mata ditentukan oleh
kesadaran etis mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil.

2. Jeremy Bentham (Teori Utilitis )


Hukum bertujuan untuk mencapai kemanfaatan. Artinya hukum
bertujuan menjamin kebahagiaan bagi sebanyak-banyaknya
orang/masyarakat (Jeremy Bentham : 1990).

3. Geny (D.H.M. Meuvissen : 1994)


Hukum bertujuan untuk mencapai keadilan, dan sebagai unsur
keadilan adalah ”kepentingan daya guna dan kemanfaatan”.

4. Van Apeldorn
Tujuan hukum ialah mengatur pergaulan hidup manusia secara
damai. Hukum menghendaki perdamaian. Perdamaian di antara
manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi
kepentingan-kepentingan hukum manusia seperti: kehormatan,
kemerdekaan jiwa, harta benda dari pihak-pihak yang merugikan
(Van Apeldorn : 1958).

5. Prof Subekti S.H.


Untuk menyelenggarakan keadilan dan ketertiban sebagai syarat
untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan (Subekti :
1977).

6. Purnadi dan Soerjono Soekanto


Kedamaian hidup manusia yang meliputi ketertiban ekstern antar
pribadi dan ketenangan intern pribadi (Purnadi – Soerjono
Soekanto: 1978).

7. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H.


Mengemukakan bahwa tujuan hukum adalah untuk mengadakan
keselamatan dan kebahagian serta tata tertib dalam lingkungan
masyarakat.

8. Prof. Mr. J Van Kan


Menurutnya Tujuan hukum adalah untuk menjaga kepentingan
setiap manusia supaya berbagai kepentingannya itu tidak dapat
diganggu. Lebih jelasnya adalah bertugas untuk menjamin
kepastian hukum di dalam sebuah masyarakat, juga menjaga dan
mencegah agar setiap orang dalam suatu masyarakat tidak
menjadi hakim sendiri.

9. Roscoe Pound
Hukum bertujuan untuk merekayasa masyarakat artinya hukum
sebagai alat perubahan sosial (as a tool of social engeneering),
Intinya adalah hukum disini sebagai sarana atau alat untuk
mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik, baik secara
pribadi maupun dalam hidup masyarakat.

10. Bellefroid
Menambah kesejahteraan umum atau kepentingan umum yaitu
kesejahteraan atau kepentingan semua anggota2 suatu
masyarakat.

11. Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn


Untuk mengatur pergaulan hidup manusia secara damai. Hukum
menghendaki perdamaian. Perdamain diantara manusia
dipertahankan oleh hukum dengan melindungi kepentingan-
kepentingan hukum manusia tertentu, kehormatan, kemerdekaan,
jiwa, harta benda terhadap pihak yg merugikan.
12. S.M. Amin (S. M. Amin: 1978)
Tujuannya yaitu mengadakan ketertiban dalam pergaulan
manusia sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.

Secara umum pengertian hukum jika disimpulkan dari berbagai


pengertian tentang hukum yang dibuat oleh para ahli dan sarjana
hukum, pada umumnya hukum adalah segala peraturan-peraturan
dalam mengatur kehidupan bersama dimasyarakat, yang dalam
pelaksanaannya dapat diterapkan sanksi-sanksi sebagai bentuk
pemaksaan atas peraturan-peraturan tersebut agar tercipta rasa
keadilan didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sedangkan bagi masyarakat awam sendiri tidaklah penting


defenisi atau pengertian hukum itu, yang jauh lebih penting bagi
mereka adalah bagaimana hukum itu ditegakkan dan bagaimana
hukum itu dapat melindungi kehidupan mereka.

Tujuan hukum sendiri memiliki sifat yang universal seperti


halnya dengan ketertiban, kesejahteraan, kebahagiaan,
ketenteraman, dan kedamaian dalam tata hidup bermasyarakat.
Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat diperlukan adanya
kepastian hukum dalam pergaulan antar manusia dalam
masyarakat.
Dengan hukum, maka tiap perkara dapat untuk diselesaikan
melalui proses pengadilan dengan adanya perantara hakim
berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu,
hukum juga bertujuan untuk menjaga serta mencegah supaya
setiap orang tidak menjadi hakim atas dirinya sendiri.
Hukum juga bertujuan untuk menjaga dan mencegah setiap orang
untuk tidak menjadi hakim terhadap diri sendiri. Hakikatnya
tujuan hukum yaitu untuk memberikan kebahagiaan dan keadilan.
Tujuan pokok dari hukum adalah terciptanya ketertiban dalam
masyarakat. Ketertiban merupakan syarat pokok (fundamental)
bagi adanya suatu masyarakat manusia di manapun ia berada.

Tujuan Hukum Secara Umum

Hukum memiliki tujuan yang universal yaitu ketertiban,


keamanan, ketentraman, kabahagiaan, dan kesejahteraan dalam
kehidupan masyarakat:

 Mendatangkan kemakmuran masyarakat mempunyai tujuan


 Mengatur pergaulan hidup manusia secara damai
 Memberikan petunjuk bagi orang-orang dalam pergaulan
masyarakat
 Menjamin kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada semua
orang
 Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan
batin
 Sebagai sarana penggerak pembangunan
 Sebagai fungsi kritis
 Untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan
manusia.
 Untuk menjaga kepentingan tiap manusia supaya
kepentingan itu tidak dapat diganggu.
 Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan
adil.
 Mampu menegakkan keadilan dan ketertiban

Sedangkan tujuan hukum menurut system hokum indonesia,


tercantum didalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-undang Dasar
1945 yang berbunyi:

"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah


negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia
dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka
disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu
undang undang dasar republik indonesia, yang terbentuk dalam
suatu susunan negara republik indonesia."